cover
Contact Name
Ade Yulita Hesti Lukas
Contact Email
ade.yulita@staf.undana.ac.id
Phone
+6281285951581
Journal Mail Official
jaqubdpundana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adisucipto Penfui Kupang NTT
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Aquatik
ISSN : 23015381     EISSN : 27460010     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Aquatik merupakan media desiminasi hasil-hasil penelitian kelautan dan perikanan. Jurnal Aquatik terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Oktober. Minimal ada 20 Artikel baru yang diterbitkan setiap tahunnya. Selain terbitan berkala dimungkinkan juga ada terbitan khusus. Jurnal ini berisi tentang penelitian-penelitian yang berhubungan dengan Rekayasa lingkungan akuatik, reproduksi dan nutrisi organisme perairan, penyakit dan parasit organisme perairan, genetika, kualitas air dan semua penelitian yang berhubungan dengan teknologi budidaya perairan.
Articles 181 Documents
Efektivitas Rebusan Daun Kersen (Muntingia calabura) Untuk Pengobatan Infeksi Bakteri Vibrio alginolyticus Pada Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus sp) Menggunakan Metode Perendaman Mali, Maria Claudia; Salosso, Yuliana; Sunadji, Sunadji
Jurnal Aquatik Vol 6 No 1 (2023): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v6i1.9875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas rebusan daun kersen dalam mengobati ikan kerapu cantang (Ephinephelus sp) yang diinfeksi bakteri Vibrio alginolyticus dengan konsentrasi yang berbeda melalui perubahan hematologi (eritrosit, leukosit, hemoglobin) dan kelulushidupan ikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan yang digunakan adalah perendaman dalam rebusan daun kersen dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% selama 3 hari berturut-turut serta ditambah 2 perlakuan kontrol yaitu kontrol positif (tidak disuntik bakteri dan tanpa pengobatan) dan kontrol negatif (disuntik bakteri tanpa pengobatan). Tingkat kepadatan bakteri yang digunakan adalah 106 sel/ml dengan dosis 0,1 ml/ekor ikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rebusan daun kersen mampu mengobati ikan kerapu cantang yang terinfeksi bakteri V. alginolyticus dengan metode perendaman. Konsentrasi 10% merupakan konsentrasi yang terbaik karena mempunyai rata-rata eritrosit tertinggi yakni 1.246.666,67 ± 190.416,21, leukosit terendah yakni 33.383,33 ± 8.423,53, hemoglobin tertinggi yakni 5,969 ± 2,14, serta kelulushidupan tertinggi yaitu 100%. Kata Kunci: Kerapu Cantang, V. alginolitycus, Pengobatan, Rebusan Daun Kersen, Hematologi
Pengaruh Kombinasi Air Kelapa Muda Dan Gliserol pada Presevasi Sperma Ikan Mas (Cyprinus carpio) Lodo, Sisca Melantri; Tjendanawangi, Agnette; Linggi, Yulianus
Jurnal Aquatik Vol 6 No 1 (2023): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v6i1.9876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan pengencer air kelapa muda dan gliserol terhadap viabilitas sperma ikan mas (Cyprinus carpio) dan perlakuan yang terbaik pada penyimpanan sperma ikan mas. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Cendana, selama kurang lebih 1 bulan (Oktober) 2021. Metode penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu perlakuan 1: 0,25 ml sperma + 100% air kelapa muda, perlakuan 2 : 0,25 ml sperma + 75% air kelapa muda + 25% gliserol, perlakuan 3: 0,25 ml sperma + 50% air kelapa muda + 50% gliserol. perlakuan 4: 0,25 ml sperma + 25% air kelapa muda + 75% gliserol dan perlakuan 5 : 0,25 ml sperma + 100% gliserol. Hasil penelitian menunjukkan penambahan air kelapa muda dan gliserol berpengaruh terhadap motilitas spermatozoa ikan mas (Cyprinus carpio) dan spermatozoa masih bertahan hidup selama 4 hari, namun semakin lama disimpan maka motilitas akan semakin menurun dan penyimpanan sperma dengan perbandingan dosis 75% air kelapa muda + 25% gliserol (perlakuan B) memberikan hasil terbaik. Kata Kunci: Air Kelapa Muda, Gliserol, Motilitas, Viabilitas, Sperma Ikan Mas
Respon Pertumbuhan Rumput Laut (Kappaphycuz alvarezii) Terhadap Limbah Panas PLTU di Perairan Bolok, Kabupaten Kupang Maufa, Yohanis Antonius; Ratoe Oedjoe, Marcelien Dj; Liufeto, Franchy Ch
Jurnal Aquatik Vol 6 No 1 (2023): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v6i1.9877

Abstract

Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu jenis rumput penghasil karaginan yang sering ditemukan di perairan NTT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah panas PLTU terhadap kualitas air dan pertumbuhan rumput laut K. alvarezii. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 45 hari terhitung dari bulan Juni hingga bulan Agustus di Perairan Bolok Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Rumput laut K. alvarezii dibudidaya menggunakan metode long line pada empat lokasi budidaya yang berjarak 1 km, jarak 2 km, jarak 3 km, dan jarak 4 km dari PLTU Bolok. Data-data yang diperoleh dari hasil penelitian berupa kualitas air, pertumbuhan harian dan pertumbuhan mutlak akan dianalisis secara deskriptif dan disertakan dengan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah panas PLTU Bolok memberikan pengaruh terhadap kualitas air dan pertumbuhan rumput laut pada lokasi budidaya dengan radius terdekat yaitu 1 km. Nilai hasil pengukuran kualitas air diperoleh dengan suhu berkisar antara 27-32°C, pH 6,0-7,6, salinitas 30-35 ppt, DO 1,9-3,9 mg/l dan kecepatan arus 0,14-0,28 cm/dtk. Hasil pengukuran laju pertumbuhan harian rumput laut K. alvarezii pada lokasi budidaya dengan radius 1 km yaitu sebesar -2,18 gr%/hari. Sedangkan laju pertumbuhan mutlak yang diperoleh selama 45 hari pemeliharaan mendapatkan berat sebesar -39,23 gram. Kata Kunci : Kappaphycus alvarezii, Limbah panas, long line, Kualitas air, Pertumbuhan
Pengaruh Dosis Tepung Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Yang Berbeda Terhadap Peningkatan Warna Barros, Febriano A; Ratoe Oedjoe, Marcelien Dj; Liufeto, Franchy Ch
Jurnal Aquatik Vol 6 No 1 (2023): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v6i1.9878

Abstract

Ikan hias merupakan salah satu komoditas ekonomi yang sangat potensial di Indonesia. Warna ikan hias badut merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap penjualan ikan badut. Warna menjadi indikator keindahan pada ikan hias. Untuk dapat menigkatkan warna pada ikan badut, maka pakan yang diberikan harus mengandung zat atau senyawa karatenoid. Sumber karatenoid dapat dihasilkan dari buah-buahan, sayur- sayuran dan hewani. Salah satu bahan yang kaya dengan sumber karotenoid adalah kulit buah naga merah yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas warna pada ikan Badut (A. ocellaris). Penelitian ini dilaksanakan di UPT Tambak Oesapa, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang selama 2 bulan dan terdiri dari tiga perlakuan yaitu perlakuan A (10% tepung kult buah naga), Perlakuan B (20% tepung kulit buah naga) dan Perlakuan C (30% tepung kulit buah naga).hasil yang didapati yaitu perubahan warna terbaik dengan nilai tertingi yaitu pada perlakuan A sebesar 7,73. Selain itu, Perlakuan A juga memperoleh laju pertumbuhan tertinggi dibandin perlakuan lainya yaitu sebesar 0,87 g serta kelulushidupan tertinggi sebesar 66,66%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa formulasi pencampuran tepung kulit buah naga merah dan pellet komersil sebagai pakan ikan badut yang terbaik yaitu pada perlakuan A (10% tepung kulit buah naga). Kata Kunci : Ikan Badut, Kulit Buah Naga Merah, Kualitas Warna
PEMANFAATAN BARANG BEKAS MENJADI AKUARIUM DIKALANGAN MAHASISWA POLITEKNIK PERTAHANAN UNIVERSITAS PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA Liubana, Debora Victoria
Jurnal Aquatik Vol 6 No 1 (2023): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v6i1.9891

Abstract

Barang bekas adalah barang yang tidak terpakai sehingga seringkali dibiarkan begitu saja di rumah dan menumpuk di gudang ataupun sudut-sudut rumah sehingga dapat mengganggu pemandangan dan kesehatan. Barang bekas tersebut diantaranya paralon, kipas angin, pot bunga plastik, sendal dan botol. Pemanfataan dan pengelolaan sampah rumah tangga ataupun barang bekas adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga. Kegiatan daur ulang dengan sentuhan kreativitas bisa dilakukan dengan memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang memiliki nilai estetika dan ekonomis. Tujuan utama dari kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen yaitu memanfaatkan barang - barang bekas menjadi akuarium untuk budidaya ikan dan bernilai ekonomis. Kata kunci : Akuarium, barang bekas, daur ulang, ekonomis, gudang
Laju Pertumbuhan Benih Ikan Patin Siam (Pangasius hyphopthalmus) Yang Diberi Kombinasi Pakan Pelet dan Tepung Artemia (Artemia salina) Fallo, Intan B.R; Linggi, Yulianus; Tjendanawangi, Agnette
Jurnal Aquatik Vol 6 No 1 (2023): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v6i1.10852

Abstract

Ikan patin merupakan salah satu komoditi perikanan yang memiliki tingkat produksi cukup tinggi. Produksi ikan patin dan masih terus meningkat setiap tahun. Produksi ikan patin masih mengalami kendala yaitu pertumbuhan ikan yang lambat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektitifitas dari kombinasi jenis pakan berbeda yaitu pelet dan tepung artemia terhadap laju pertumbuhan spesifik benih ikan patin. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari 100% tepung artemia, 25% pelet dan 75% tepung artemia, 50% pelet dan 50% tepung artemia, 25% pelet dan 75% tepung artemia dan 100% pelet. Hasil Penelitian menunjukan bahwa perlakuan dengan porsi 25% pelet dan 75% tepung artemia dapat meningkatkan laju pertumbuhan spesifik sebesar 4% gr/hari. Semakin tinggi porsi tepung artemia semakin tinggi laju pertumbuhan tetapi jika diberi tepung artemia tunggal maka pertumbuhannya semakin rendah. Disimpulkan bahwa penambahan tepung artemia ke dalam pakan pelet dapat meningkatkan pertumbuhan benih ikan patin. Kata kunci : kombinasi, tepung , pelet, laju pertumbuhan spesifik.
Efek cahaya terhadap pertumbuhan dan mortalitas pada ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus lanceolatus) Hama Pati, Maya; Lukas, Ade Yulita Hesti; Ratoe Oedjoe, Marcelien Dj
Jurnal Aquatik Vol 6 No 2 (2023): Edisi Oktober 2023
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v6i2.12833

Abstract

This research aims to determine the effect of different lights on cannibalism in cantang grouper (Epinephelus fuscoguttatus lanceolatus) fry and to find out what types of colors can suppress cannibalism. The test fish used were 36 cantang grouper seeds of the same size, namely 6-8 cm. 3 fish were kept in each unit/research container. The experimental design used RAL with 4 treatments and 3 repetitions. The treatments consisted of treatment A (red light), treatment B (blue light), treatment C (green light) and treatment D (no light). The results of the research show that the influence of different light colors greatly influences fish mortality and growth and treatment B with blue in this study can suppress cannibalism and growth of cantang grouper. Absolute length growth was 1.1 cm in treatment B, and absolute weight growth was 2.2 g in treatment B (blue).
Pengaruh perbedaan kadar salinitas terhadap daya tetas telur tiram mutiara (Pinctada maxima) di Teluk Kupang Mandosa, Wolfhelmus A; Linggi, Yulianus; Santoso, Priyo
Jurnal Aquatik Vol 6 No 2 (2023): Edisi Oktober 2023
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v6i2.12834

Abstract

Pearl oysters (Pinctada maxima) are one of the favorite marine species with very potential selling value. P. maxima in Indonesian waters is known to produce quite large pearls. In the breeding process, temperature and salinity are the main factors in egg hatching. Therefore, the aim of this research is to determine the effect of differences in salinity levels on the hatchability of mutiata oyster (P. maxima) eggs in Kupang Bay. This research was carried out using a Completely Randomized Design (CRD) method, where there were 3 treatments, namely 28 ppt, 31 ppt, 34 ppt, with 3 replications. The results obtained were that the use of different salinities had no significant effect on egg hatchability. However, based on research results, the highest value was 31 ppt salinity with a value of 66.10%.
Tepung rumput laut Sargassum sp. sebagai pakan tambahan bagi ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus-lanceolatus) Tosi, Ina Damilna; Ratoe Oedjoe, Marcelien Dj; Rebhung, Felix
Jurnal Aquatik Vol 6 No 2 (2023): Edisi Oktober 2023
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v6i2.12835

Abstract

Cantang grouper (E. fuscoguttatus-lanceolatus) is a fish commodity with high economic value. Sargassum sp seaweed is a high source of nutrition because it contains protein, carbohydrates, fat in small quantities and ash content consisting of salt, sodium and potassium. This study aims to show how Sargassum sp is given and test how much the dose of Sargassum sp administration on the growth rate of grouper. The research was carried out from November 2021 to January 2022 at the Undana fishery pond, Semau. The results showed that different doses of Sargassum sp had a significant difference in influence on growth but did not have a difference in the effect on the survival of cantang grouper. The best dose applied in this study was 10% which was able to produce mitlak growth of 41.11 cm. However, the long growth of cantang grouper has no real effect.
Kombinasi keong mas dan ikan rucah sebagai pakan kepiting bakau (Scylla serrata) Novandi, Bagoes; Linggi, Yulianus; Sunadji, Sunadji
Jurnal Aquatik Vol 6 No 2 (2023): Edisi Oktober 2023
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v6i2.12836

Abstract

Mud crab (S. serrata) is known as a fishery commodity with high economic value. Mangrove crabs are naturally omnivorous, eating various types of organisms that live in the mangrove ecosystem such as decaying leaves, algae, roots, nuts, toads, snails, shrimps, clams, dead animals and fish. This study used gold snail combined with ikan rucah as feed to determine the percentage of the best combination in feed on the growth and survival of mangrove crabs (S. serrata). A completely randomized design was used and consisted of three treatments and three replicates, namely the provision of gold snail and small fish with a percentage ratio: (a) 25:75, (b) 50:50 and (c) 75:25. The results showed that the highest crab growth (absolute weight) was 46.63 g when fed with gold snail and fish waste in the ratio of 25:75 while the growth in the 50:50 and 25:75 treatments was only 31.23 g and 31.31 g, respectively. The results of this study then concluded that gold snails can trigger the growth of mud crabs if the portion is less than the main food in the form of fishmeal.