cover
Contact Name
Siska Helina
Contact Email
siska@pkr.ac.id
Phone
+62811663134
Journal Mail Official
jurnal_ibu_anak@pkr.ac.id
Editorial Address
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Riau Jl. Melur No. 103, Sukajadi, Pekanbaru, Indonesia Office: (0761)      | Phone: 085265205563 Email: jurnal_ibu_anak@pkr.ac.id
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ibu dan Anak
ISSN : 23381930     EISSN : 27210499     DOI : https://doi.org/10.36929/jia.v9i2
Core Subject : Health,
Jurnal Ibu dan Anak provides an international, interdisciplinary forum for the publication, dissemination and discussion of advances in evidence, controversies and current research, and promotes continuing education through publication of systematic and other scholarly reviews and updates. Jurnal ibu dan Anak articles cover the cultural, clinical, psycho-social, sociological, epidemiological, education, managerial, workforce, organizational and technological areas of practice in preconception, maternal and infant care, maternity services and other health systems.
Articles 133 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS DUMAI BARATTAHUN 2017 Hamidah, Hamidah; Sari, Indah Widya
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Ibu dan Anak. Volume 5, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.078 KB) | DOI: 10.36929/jia.v5i1.12

Abstract

ASI mengandung kolostrum yang kaya akan antibodi karena mengandung protein untuk daya tahan tubuh dan pembunuh kuman dalam jumlah tinggi sehingga pemberian ASI eksklusif dapat mengurangi risiko kematian pada bayi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Dumai, cakupan ASI Eksklusif di Kota Dumai pada tahun 2016 sebesar 42%. Namun angka ini masih jauh dari target Kabupaten, yaitu sebesar 75%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di puskesmas Dumai Barat Tahun 2017. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan crossectional. Waktu penelitian dari Maret-Mei 2017. Populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi berumur 5-11 bulan di wilayah Puskesmas Dumai Barat Kota Dumai tahun 2017 yang berjumlah 74 bayi, sampel diambil dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling sebanyak 62 sampel. Pengumpulan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner.Pengolahan data secara komputerisasi dan analisis data uji statistik chi square dengan α=0,05. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden tidak ASI eksklusif (53,2%) pendidikan mayoritas rendah (58,1%), mayoritas responden tidak bekerja (67,7%), mayoritas responden berpengetahuan positif (61,3%), dan mayoritas responden mendapatkan dukungan keluarga positif (54,8%). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan antara pendidikan (p=0,000), pekerjaan (p=0,001), dukungan keluarga (0,019) dan pengetahuan (p=0,000) terhadap pemberian ASI eksklusif. Disarankan kepada tenaga kesehatan diwilayah kerja Puskemas Dumai Barat agar dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif dan memberi motivasi kepada semua ibu agar memberikan ASI eksklusif kepada bayinya terutama di Wilayah Kerja Puskesmas Dumai Barat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU WANITA PASANGAN USIA SUBUR DALAM SKRINING KANKER SERVIKS DI PUSKESMAS DURI KOTA KECAMATAN MANDAU TAHUN 2017 Dewi, Fitria; Alyensi, Fatiyani; Hasan, Zuchrah
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Ibu dan Anak. Volume 5, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.647 KB) | DOI: 10.36929/jia.v5i1.13

Abstract

Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah serviks (leher rahim) sebagai akibat adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal di sekitarnya.Kanker serviks berkontribusi sebesar 15% dari seluruh kanker yang menyerang wanita.data Dinkes propinsi Riau, jumlah Wanita usia subur ( WUS ) yang melakukan pemeriksaan IVA pada tahun 2015 sebanyak 7802 orang. SedangkandiPuskesmas Duri Kota Kecamatan Mandau dari tahun 2015 – 2016 terdapat 399 WUS (0.01 %) yang sudah melakukan pemeriksaan IVA dari 23079 wanita PUS, yang berarti cakupan untuk deteksi IVA masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku wanita pasangan usia subur dalam skrining kanker serviks di Puskesmas Duri kota Kecamatan Mandau Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain Cross Sectional dilakukan Puskesmas Duri Kota Kecamatan Mandau pada bulan Maret 2017. Populasi penelitian adalah wanita usia subur dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 100 orang yang diambil secara purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara cancerfatalism (p value 0,006) dan paparan informasi (p value 0,000) dengan perilaku wanita pasangan usia subur dalam skrining kanker serviks dan tidak ada hubungan bermakna antara riwayat keluarga (p value 0,736) dan pendidikan (p value 0,640) dengan kanker dengan perilaku wanita pasangan usia subur dalam skrining kanker serviks dengan p value 0,736. Diharapkan hasil penelitian dapat membantu tenaga kesehatan yang ada di Puksesmas Duri Kota dalam menyusun program pencegahan dini terhadap kanker serviks seperti melakukan promosi kesehatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP KADER POSYANDU DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI PERKEMBANGAN BAYI/BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RUMBAI KOTA PEKANBARU TAHUN 2017 Napitupulu, Margaretha Posma Suryani; Aryani, Yeni; Vitriani, Okta
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Ibu dan Anak. Volume 5, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.685 KB) | DOI: 10.36929/jia.v5i1.14

Abstract

Salah satu indikator kesehatan bayi/balita adalah perkembangan yang tak jarang terjadi masalah/keterlambatan. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup anak padamasaproduktifnya di masadepan. Deteksi dini terhadap masalah perkembangan telah menjadi kegiatanp okok di posyandu yang dapat dilakukan oleh kader.Namun, cakupan rata-rata kegiatanini di Puskesmas Wilayah Kota Pekanbaru masih rendah yaitu sebesar 13% pada tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap kader posyandu dalam melakukan deteksi dini perkembangan bayi/balita di Wilayah KerjaPuskesmasRumbai.Jenis penelitian iniadalahkuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Sampeldiambil secara total sampling yaitu 60 orang kader di kelurahan Meranti Pandak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square.Hasil penelitianmenunjukkansikapkader negative (58,3%), lama menjadikaderlebihdari 5 tahun (70%), saranatidaklengkap (66,8%), tenagakesehatantidakmendukung (75%), tidakada hubungan antara variabel kelengkapan sarana (p= 0,001) dan dukungan tenaga kesehatan (p= 0,001) dengan sikap kader posyandu dan tidak ada hubungan dengan variabel lama bekerja (p=1,000).Untukparatenagakesehatan agar dapat memberikan dukungan penuh pada kader posyandumelalui pelatihan dan penyediaan sarana.
Design Tool Analysis of Prenatal Care Management for Midwife in Rural Area Ulfah, Ulfah; Supriyanto, Eko; Fitri, Fitri
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 2 No 1 (2018): Special Issue
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1213.844 KB) | DOI: 10.36929/jia.v2i1.82

Abstract

Purpose of this research is to design a tool analysis in prenatal care management for midwife in rural area. The case study will conduct at Kampar Regency, Riau Province, Indonesia. Data collection methods divided into three aspects: policy, legal and financial. Finding of this paper are points in questionnaire and clustering analysis on midwife based on background, knowledge, and working experience. This paper will become a tool to measure service level of prenatal care management in rural area. Further research will measure prenatal care management through spread of questionnaires on midwife
ACCEPTABILITY PURPLE SWEET POTATO BUTTER CAKE AND CARBOHYDRATE ANALYSIS FOR DIABETICS SNACK Novilia, Cindy; Fitri, Fitri; Alza, Yessi
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 2 No 1 (2018): Special Issue
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.37 KB) | DOI: 10.36929/jia.v2i1.83

Abstract

Purple sweet potato is a functional food, containing high anthocyanins, fiber, amylose and low glycemic index. Sweet potato is one of carbohydrates source that potentially as local resources for an effort of staple food diversification. Cake is popular bakery products that have sweet taste and soft texture. Butter cake gives distinctive aroma of butter and savory favored. In Indonesia, patients with diabetes mellitus have increasing from 1.1% (2007) to 1.5% (2013). Snack for diabetics must have appropriate nutritional value and can control blood glucose to prevent the risk of complications in patients with diabetes mellitus. Diabetics need snacks that have appropriate nutritional value that does not cause hypo/hyperglycemia. This study is based on experimental research design using a randomized block design (RAK) with 3 formula substitution of wheat flour and purple sweet potato and 1 control, organoleptic (sensory) test and analysis of carbohydrates. Organoleptic (sensory) data were analyzed using One Way ANOVA, and carbohydrate test data were analyzed using Luff Schrool methods. Our result in the research on the acceptability purple sweet potato butter cake showed significant real difference of the sensory score included flavour, aroma, colour and texture by used 75% concentration of purple sweet potato and also increases the sensory scores of the product, resistant starch content and acceptability of cake. The carbohydrates analysis of purple sweet potato butter cake showed that the starch in butter cake with 75% concentrate of purple sweet potato is 27.77%.
HUBUNGAN LINGKAR LENGAN ATAS (LILA) IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI RUMAH BERSALIN CEMPEDAK TAHUN 2013 Vitriani, Okta; Tegar Ardyta,, Prastiwi
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 2 No 1 (2018): Special Issue
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.083 KB) | DOI: 10.36929/jia.v2i1.84

Abstract

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menyatakan bahwa dari sejumlah bayi yang diketahui berat badan lahirnya, 85% lahir dengan berat badan 2500-4000 gram, 10,2% lahir dengan berat badan < 2500 gram dan 4,8% dengan berat badan lahir > 4000 gram. Di Pekanbaru, khususnya di Rumah BersalinCempedak pada tahun 2013 terdapat 112 bayi yang dilahirkan, 5 diantaranya terlahir dengan berat badan < 2500 gram. Berat badan lahir bayi dapat diduga berdasarkan penilaian status gizi ibu selama hamil. Cara yang sederhana adalah dengan mengukur lingkar lengan atas (LILA). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan LILA ibu hamil dengan berat badan lahir bayi. Penelitiandeskriptif analitik dengan rancangancross sectional ini menggunakan data sekunder. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013 sampai Juni 2014 di Rumah Bersalin Cempedak. Populasi adalah semua ibu yang tercatat telah melakukan pemeriksaan kehamilan dan melahirkan di Rumah Bersalin Cempedak tahun 2013, yaitu sebanyak 112 kasus.Semua populasi pada penelitian ini dijadikan sebagai sampel (total sampling).Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat, dimana analisa bivariat menggunakan uji chi square denganSPSS 20,0. Hasil penelitian menunjukkan ukuran LILA ≥ 23,5 cm (99,1%), kemudian LILA < 23,5 cm (0,9%). Berat badan lahir bayi ≥ 2500 gram (95,5%), berat badan lahir bayi < 2500 gram (4,5%) dan terdapat hubungan yang bermakna antara LILA ibu hamil dengan berat badan lahir bayi.Diharapkan kepada bidan maupun tenaga kesehatan lain untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan, baik berupa pemeriksaan kehamilan maupun penyuluhan tentang gizi sehingga risiko kurang energi kronis (KEK) dan angka BBLR menurun.
HUBUNGAN PREEKLAMPSIA PADA IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU Vitriani, Okta; Rosminah, Rosminah; Metha, JM.
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 2 No 1 (2018): Special Issue
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.589 KB) | DOI: 10.36929/jia.v2i1.85

Abstract

Penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) menurut Depkes RI adalah Preeklampsia atau eklampsia (24%), dan penyebab langsung Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu gangguan pernafasan (37%). Preeklampsia dapat menyebabkan gangguan fungsi plasenta akibat penurunan suplai darah yang mengakibatkan hipoksia pada janin yaitu asfiksia neonatorum. Berdasarkan data yang diperoleh dari Rekam Medik RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Tahun 2012 ibu bersalin yang mengalami preeklampsia sebanyak 93 orang dan bayi yang mengalami asfiksia sebanyak 56 bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Preeklampsia pada Ibu Bersalin dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tahun 2012. Jenis peneltian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan komplikasi yang dapat dari register Rekam Medik RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Tahun 2012 yaitu berjumlah 430 orang dengan sampel yang diambil dengan teknik total sampling. Pengolahan data dilakukan secara manual. Setelah dilakukan uji statistik, diperoleh nilai X2 hitung (11,08%) > X2 tabel (3,481) yang berarti ada hubungan antara preeklampsia pada ibu bersalin dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tahun 2012. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk dapat meningkatkan kewaspadaan faktor resiko dan upaya pencegahan terjadinya preeklampsia.
PERBEDAAN KOMPRES HANGAT DAN KOMPRES DINGIN TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI KLINIK UTAMA TAMAN SARI 1 KOTA PEKANBARU Fadmiyanor, Isye; Susilawati, Elly; Tuljannah, Wirda
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Ibu dan Anak VOLUME 6, NOMOR 2, NOVEMBER 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.545 KB) | DOI: 10.36929/jia.v6i2.88

Abstract

Nyeri persalinan terjadi dengan intensitas yang semakin lama semakin kuat dan sering. Kondisi ini menstimulasi tubuh mengeluarkan hormon stressor yang membuat ibu tidak bisa menghilangkan rasa takutnya sebelum melahirkan sehingga terjadinya hipoksia janin dan persalinan menjadi lama. Metode nonfarmakologi untuk mengendalikan nyeri dapat berupa terapi kompres hangat dan terapi kompres dingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan terapi kompres hangat dan terapi kompres dingin terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif. Jenis penelitian ini adalah quasy experiment dengan rancangan two group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan di Klinik Utama Taman Sari 1 Kota Pekanbaru pada bulan September 2017 s/d Juni 2018. Populasi pada penelitian ini adalah ibu bersalin di Klinik Utama Taman Sari 1 Kota Pekanbaru. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sebanyak 20 orang ibu bersalin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor intensitas nyeri sebelum dilakukan intervensi kompres hangat yaitu 7,00 dan sesudah dilakukan yaitu 5,50, sedangkan rata-rata skor intensitas nyeri sebelum dilakukan intervensi kompres dingin yaitu 7,10 dan sesudah dilakukan yaitu 5,50. Hasil uji Mann Whitney pada derajat kepercayaan 95% menunjukkan ada perbedaan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin dengan terapi kompres hangat dan terapi kompres dingin di Klinik Utama Taman Sari 1 Kota Pekanbaru (p= 0,023). Diharapkan kepada tenaga kesehatan di Klinik Utama Taman Sari 1 Kota Pekanbaru agar lebih mensosialisasikan metode terapi kompres hangat dan terapi kompres dingin yang bertujuan untuk mengurangi intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif.
PENGARUH METODE STIMULASI PIJAT ENDORPHINE, OKSITOSIN, DAN SUGESTIF (SPEOS) TERHADAP PRODUKSI ASI IBU NIFAS DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI SITI JULEHA PEKANBARU Melyansari, Risse; Sartika, Yan; Vitriani, Okta
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Ibu dan Anak VOLUME 6, NOMOR 2, NOVEMBER 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.183 KB) | DOI: 10.36929/jia.v6i2.89

Abstract

Di Provinsi Riau cakupan ASI Eksklusif masih sangat rendah yaitu 25% sedangkan target nasional sebesar 80%. Kurangnya produksi ASI pada hari-hari pertama kelahiran merupakan alasan utama para ibu untuk tidak memberikan ASI secara eksklusif pada bayinya. Hal ini dapat berdampak buruk bagi kelangsungan kehidupan bayi. Produksi ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor hormonal, psikologis maupun keyakinan ibu dalam memberikan ASI kepada bayinya. Metode Stimulasi Pijat Endorphine, Oksitosin, dan Sugestif (SPEOS) dapat menjadi alternatif non farmakologis dalam meningkatkan produksi ASI terutama pada hari-hari pertama kelahiran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode SPEOS terhadap produksi ASI pada ibu nifas pada hari pertama sampai ketiga yang dilakukan di Bidan Praktik Mandiri Siti Julaeha Pekanbaru pada bulan Maret-Juni 2018. Jenis penelitian ini adalah Pre-Eksperimental, dengan metode Posttest Only Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah ibu nifas normal yang melahirkan di BPM Siti Julaeha berjumlah 36 orang dengan masing-masing kelompok sampelnya berjumlah 18 orang yang diambil dengan teknik purpossive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata produksi ASI ibu nifas yang dilakukan metode SPEOS adalah sebesar 4,766 ml dan yang tidak dilakukan metode SPEOS adalah sebesar 2,250 ml. Hasil uji statistik didapatkan bahwa ada pengaruh metode SPEOS terhadap produksi ASI ibu nifas (nilai p=0,00). Disarankan terhadap tenaga kesehatan agar dapat melakukan sosialisasi dan dapat menerapkan metode SPEOS sebagai salah satu metode non farmakologis untuk meningkatkan produksi ASI.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KELURAHAN LABUH BARU BARAT KOTA PEKANBARU TAHUN 2018 Afriani, Aida; Hrp, Juraida Roito; Helina, Siska
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Ibu dan Anak VOLUME 6, NOMOR 2, NOVEMBER 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.3 KB) | DOI: 10.36929/jia.v6i2.91

Abstract

Status gizi balitamerupakan keadaan kesehatan balita yang berhubungan dengan penggunaan makanan oleh tubuh dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian Cross Sectional yang dilaksanakan pada bulan September-Juni 2018 di Kelurahan Labuh Baru Barat Kota Pekanbaru. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita berusia 1-5 tahun yang ditimbang di Kelurahan Labuh Baru Barat sampel diambil dengan teknik Proportional Sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50,6% balita dengan status gizi tidak normal. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu (p value= 0,037), pola asuh (p value= 0,031) dan penyakit infeksi (0,000) dengan status gizi balita, sedangkan pemberian ASI eksklusif (p value= 1,000) dan budaya pantang makan (p value= 0,485) didapatkan hasil tidak ada hubungan yang signifikan dengan status gizi balita. Disarankan kepada bidan untuk melakukan upaya peningkatkan promosi kesehatan kepada ibu balita tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita terutama pola asuh dan pencegahan penyakit infeksi dan rutin melakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita di Posyandu setiap bulannya.

Page 2 of 14 | Total Record : 133