cover
Contact Name
Rezky Ema Wulansari
Contact Email
sariema15@gmail.com
Phone
+6281273552895
Journal Mail Official
vomek@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang Jalan Prof.Dr. Hamka Air Tawar Padang 25131
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Vokasi Mekanika
ISSN : 26561697     EISSN : 26562812     DOI : https://doi.org/10.24036/vomek.v4i3
Jurnal Vokasi Mekanika menyambut baik kiriman yang memberikan wawasan tentang isu-isu terkini dan utama yang berkaitan dengan pendidikan kejuruan dan teknologi serta ilmu Keteknikan dalam bidang Teknik Mesin. Jurnal ini menyediakan tempat bagi para peneliti dan praktisi untuk mendiskusikan, mengejar, dan mempromosikan pengetahuan di bidang studi pendidikan teknologi kejuruan dan ilmu Keteknikan dalam bidang Teknik Mesin yang sedang berkembang pada saat sekarang ini. Bahasa naskah ditulis dalam bahasa Indonesia. Harus ada diskusi kritis tentang isu-isu baru dan signifikan dan kontribusi ke bidang terkait. Artikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: Teori, Strategi, Pendekatan, Metode Atau Model Pembelajaran TVET Penerapan dan Pengembangan Media, Modul, Bahan Ajar dan Buku Ajar Manajemen dan Kebijakan TVET Pengembangan Kurikulum TVET Evaluasi Program dan Pembelajaran TVET Penerapan Teknologi Kejuruan Terkait TVET Pengembangan Profesionalitas Guru TVET Energi dan energi terbarukan Sistem produksi dan Manufaktur Rekayasa bahan Teori dan aplikasi dinamika fluida komputasi Ilmu ilmu Teknik Mesin Lainnya.
Articles 422 Documents
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN GOOGLE CLASSROOM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PEKERJAAN DASAR TEKNIK MESIN (PDTM) DI SMK NEGERI 2 KOTA SOLOK Muhammad Rizki Anshari; Delima Yanti Sari; Remon Lapisa; Andre Kurniawan
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.439

Abstract

Berdasarkan pengamatan pada siswa kelas X SMK Negeri 2 Solok ditemukan bahwa pemanfaatan Google Classroom masih belum optimal sebab digunakan secara monoton dan sebatas beberapa fitur saja. Selain itu, merujuk pada nilai praktik akhir semester mata pelajaran pekerjaan dasar teknin mesin rata-rata hasil belajar siswa yang mendapat nilai ≥75 sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) hanya 9 dari 24 atau 45%. Maka bertolak dari kenyataan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar setelah dilakukan penggunaan media pembelajaran Google Classroom pada siswa di SMK Negeri 2 Solok. Penelitian ini merupakan peneltian tindakan (Classroom Action research) yang terdiri dari 2 siklus. Siklus I ditemukan hasil belajar siswa nilai tertinggi 85, terendah 40 dengan rata-rata 58,95 dan tuntas secara klasikal sebanyak 8%. Selanjutnya pada siklus 2 nilai tertinggi 95, terendah 70 dengan rata-rata 83,75 dan tuntas secara klasikal 88% atau sebanyak 21 siswa. Disimpukan bahwa dengan memanfaatkan media pembelajaran Google Classroom di kelas X TPM 1 pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Mesin (PDTM) dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMK Negeri 2 Solok. Hal ini dibuktikan pada siklus I sebanyak 8% siswa dinyatakan tuntas secara klasikal dan meningkat menjadi 88% pada siklus II.
IMPLEMENTASI PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNIK PERMESINAN BUBUT Zuanda Arief; Nizwardi Jalinus; Yufrizal A; Budi Syahri
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.441

Abstract

Pendidikan adalah upaya pelatihan terhadap individu buat membangun pengetahuan, keterampilan juga kreativiats peserta didik. Proses pembelajaran dikelas adalah kunci primer keberhasilan pendidikan, sehingga contoh pembelajaran yang diterapkan sang pendidik sebagai hal yang krusial. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kreativitas peserta didik pada mata pelajaran Teknik Pemesinan bubut melalui implementasi model project based learning. Pembelajaran yang diterapkan pendidik masih berpusat pada pengajaran yang berdampak pada kreativitas peserta didik turun. Penelitian ini menggunakan model classroom action research. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI TP-2 yang bertotal 14 orang. Penelitian ini dilangsungkan pada bulan Juli-Agustus 2022. Instrumen penelitian memakai lembar observasi kreativitas peserta didik menggunakan indikator keberhasilan kreativitas siswa yang ditetapkan 70% menggunakan kategori baik. Hasil pengamatan siklus 1 menunjukkan rata-rata kreativitas peserta didik 52,4 %, pada siklus 2 rata-rata 77 % kategori baik serta di siklus 3 rata-rata kreativitas peserta didik menjadi 81% menggunakan kategori sangat baik, peningkatan kreativitas peserta didik di setiap siklus terjadi peningkatan yang signifikan. Indikator keberhasilan penelitian telah meningkat pada siklus 2 dan 3 dibuktikan dengan perolehan hasil kreativitas peserta didik sebesar 77% dan 81%. Kesimpulan berasal dari penelitian adalah memakai implementasi model pembelajaran project based learning dalam menaikkan kreativitas peserta didik di pelajaran teknik permesinan bubut.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PEKERJAAN DASAR TEKNIK MESIN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI SMK NEGERI 1 SUMATERA BARAT Fikri Alvion Pratama; Nelvi Erizon; Rizky Ema Wulansari; Fiki Efendi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.442

Abstract

Era globalisasi membuat pemerintah perlu berbagai dorongan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pembelajaran yang berlangsung pada kelas menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan, sehingga pembelajaran yang di implementasikan pendidik menjadi sangat penting. Model pembelajaran yang dipergunakan oleh pengajar masih belum bervariasi hingga peserta didik yang ditemukan masih rendah pada nilai belajar, maka hasil belajar pada peserta didik kelas X TP-1 masih banyak yang belum memenuhi nilai KKM. Penelitian dilakukan bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Mesin (PDTM) memakai model pembelajaraan kooperatif tipe jigsaw di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sumatera Barat. Metode penelitian yang dipergunakan pada penelitian ialah metode classroom action research. Hasil belajar di siklus I, diperoleh 63,9% peserta didik yang telah memenuhi pada nilai KKM (65,00) dan 36,1% peserta didik yang belum memenuhi nilai KKM. Pada siklus II, presentase belajar yang dihasilkan peserta didik yang telah memenuhi nilai tuntas mencapai 80,6% dan sebesar 19,4% peserta didik belum memenuhi nilai minimum. kesimpulan dari penelitian ini ialah selesainya melakukan penelitian selama 2 siklus, maka diperoleh bahwa pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Mesin (PDTM) kelas X TP-1 pada SMK Negeri 1 Sumatera Barat dapat mempertinggi hasil belajar peserta didik dengan presentase ketuntasan klasikal hasil belajar sebesar 75%.
PENGARUH PARAMETER CETAK 3D PRINTING TERHADAP KEKUATAN BENDING FILAMEN POLYLACTIC ACID Berril Habibil Rizka; Rifelino Rifelino; Mulianti Mulianti; Yufrizal A
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.445

Abstract

Ilmu pengetahuan terus berkembang dari masa ke masa dimana memberikan pengaruh pada berbagai aspek yang ada di dunia Teknologi merupakan salah satu aspek yang berkembang pesat selama beberapa tahun belakang, Percetakan 3 dimensi (3D Printing) merupakan contoh dari teknologi yang berkembang pada saat ini. Mesin 3D print atau biasa yang disebut Additive Layer Manufacturing telah ada sejak tahun 1980-an, pertama kali ditemukan oleh Chuck Hull. Cara kerja mesin 3D print yaitu menumpuk filament cair lapis demi lapis sampai menjadi suatu cetakan yang sesuai dengan desain. Teknologi ini dapat mencetak suatu desain digital menjadi bentuk benda padat tiga dimensi yang dapat dilihat, diraba dan mempunyai volume. Teknologi mesin 3D print memiliki parameter-parameter cetak yang mempengaruhi sifat mekanis dari hasil cetakan. Pada penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendapatkan hasil bending strength menggunakan bahan PLA (PolyLactic Acid) dari parameter-parameter pengaturan cetak 3D print yaitu print speed, layer height, infill percentage, nozzle temperature. Spesimen pengujian bending menggunakan standarisasi pengujian ASTM D790. Data hasil pengujian bending kemudian diolah menggunakan metode taguchi dengan matriks Orthogonal Array. Berdasarkan hasil pengujian bending didapatkan nilai bending strength dari setiap nomor eksperimen yang ada kemudian dilakukan pengolahan data yang mendapatkan hasil kombinasi parameter optimum yaitu print speed (V) 80 m/s, layer height (H) 0.3 mm, infill percentage (I) 100% dan nozzle temperature (T) 215.
ANALISIS VARIAN PARAMETER PEMESINAN BUBUT TERHADAP KUALITAS PERMUKAAN BENDA KERJA DAN KARAKTERISTIK GERAM TERPOTONG Arifin Jannuar; Rifelino Rifelino; Budi Syahri; Zainal Abadi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.447

Abstract

Dalam dunia industri, pemesinan merupakan proses paling banyak dipakai untuk membuat komponen mesin pada bahan logam, baik itu yang berbentuk kotak maupun silindris. Perkembangan didalam dunia permesinan sangat menuntut kualitas yang baik dalam tingkat kualitas permukaan benda. Mesin bubut merupakan satu dari beberapa mesin yang memproduksi komponen mesin. Tingkat kekasaran permukaan benda sangat berpengaruh kepada fungsi dari produk tersebut oleh karena itu, pada setiap pengerjaan mesin bubut terdapat level kekasaran yang harus tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi dari parameter yang menciptakan kekasaran permukaan dengan angka yang kecil dan hubungannya pada karaktersitik geram yang dihasilkan. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu eksperimen dimana percobaan yang dilakukan berjumlah 8 spesimen uji. Parameter permesinan yang paling berpengaruh pada tingkat kekasaran permukaan benda adalah kecepatan potong yaitu 73,07%, lalu diikuti oleh pemakanan yaitu 13,26%, dan yang paling kecil pengaruhnya terhadap kekasaran permukaan benda adalah kedalaman pemotongan yaitu 0,60%. Berdasarkan hasil dari pengukuran kekasaran permukaan didapatkan tingkat kekasaran paling rendah pada 1.69 dan level kekasaran N7 dengan kombinasi kecepatan potong (Vc) 120 m/menit, pemakanan(f) 0.08 m/rot dan kedalaman pemotongan (a) 1.5 mm. Geram yang dihasilkan berbentuk continous dengan panjang ±35 cm. Dari hasil yang didapatkan dapat disimpulkan karakteristik geram yang dihasilkan pada proses pembubutan berbanding terbalik dengan nilai kekasaran permukaan benda.
PENGARUH GAYA BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TPL (TEKNIK PENGELASAN) PADA MATA PELAJARAN TEKNIK PENGELASAN SMAW (SHIELDED METAL ARC WELDING) DI SMK NEGERI 2 PAYAKUMBUH Addinul Muhammad; Nizwardi Jalinus; Nelvi Erizon; Bulkia Rahim
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.448

Abstract

Pembelajaran adalah hal penting dimiliki manusia menjadi kebutuhan utama kehidupan bermasyarakat. SMK Negeri 2 Payakumbuh merupakan sekolah menengah kejuruan bertujuan menciptakan peserta didik yang baik menuju profesionalisme dalam bekerja. SMK Negeri 2 Payakumbuh memiliki beberapa program keahlian, salah satunya yaitu Teknik Pengelasan (TPL). Penelitian dilaksanakan bermaksud membuktikan pengaruh dari model belajar dihasilkan, lingkungan suasana belajar sekitar pada hasil belajar peserta didik di SMK Negeri 2 Payakumbuh. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Quantitative Research memakai metode korelasi dipergunakan untuk menunjukkan hubungan antara gaya dan lingkungan belajar dalam kaitannya dengan proses belajar yang dihasilkan siswa di pembelajaran Teknik Pengelasan SMAW di SMK Negeri 2 Payakumbuh. Populasi penelitian berjumlah 67 peserta didik yang merupkan seluruh peserta didik kelas XI-TPL (Teknik Pengelasan) di SMK Negeri 2 Payakumbuh. Sampel penelitian berjumlah 58 peserta didik kelas XI-TPL (Teknik Pengelasan) I dan II dengan teknik random sampling. Metode dipakai ialah metode kuantitatif yang bersifat korelasional dengan pengumpulan data secara instrumental berbentuk kuesioner melalu uji kevalidan dan reliabilitas dengan teknik analisis dipakai merupakan teknik pra-analisis berupa, uji linearitas, uji normalitas, dan uji multikolinearitas, sedangkan uji hipotesisi dipakai ialah teknik korelasi product momen. Menurut hasil penelitian uji korelasi tidak berdampak positif dan relevan antara gaya belajar dan lingkungan belajar sekitar.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN DASAR PERANCANGAN TEKNIK MESIN KELAS X SMK NEGERI 1 SUMATERA BARAT Irshan Sepriza; Nelvi Erizon; Delima Yanti Sari; Febri Prasetya; Hendri Nurdin
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.449

Abstract

Motivasi belajar ialah hasrat/upaya internal dan eksternal untuk meningkatkan aktivitas, mengubah perubahan perilaku dalam menggapai tujuan belajar. Penelitian ini diterapkan karena hasil belajar siswa teknik mesin SMK Negeri 1 Sumatera Barat masih rendah. Penelitian dikerjakan untuk melihat apakah adanya koneksi antara motivasi belajar siswa kelas X DPTM SMK Negeri 1 Sumatera Barat dengan hasil belajarnya. Jenis penelitian kuantitatif korelasional dipakai pada penelitian ini. Sebuah penelitian yang dikenal dengan penelitian kuantitatif korelasional berfokus pada pemeriksaan data yang diperoleh dengan menggunakan teknik statistik untuk melihat keberadaan dan signifikansi hubungan dari dua variabel atau lebih. Berlandaskan dari hasil analisis koefisien (r) kedua variabel penelitian dengan rhitung 0,812 dan rtabel 0,254 kategori 0,812 > 0,254, maka Ha diterima. Jadi hipotesis bahwa hubungan antar motivasi dam hasil belajar dan hasil analisis diperoleh koefisien determinasi sebesar 65,93%, sehingga sumbangan motivasi belajar dengan hasil belajar ialah 65,93%, selebihnya disebabkan oleh faktor luar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar kelas X Mata Pelajaran Dasar Perancagan Teknik Mesin (DPTM) SMK Negeri 1 Sumatera Barat berkorelasi positif signifikan pada hasil belajarnya. Dari analisis implikasi dari penelitian ini ialah bahwa siswa yang termotivasi lebih mungkin untuk memenuhi hasil belajar menjadi lebih baik berbanding terbalik dengan siswa yang kurang termotivasi.
KONTRIBUSI PENGETAHUAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DAN SIKAP KERJA TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PRODUK DAN KREATIF KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI TEKNIK PERMESINAN DI SMK NEGERI 1 PADANG Miftahul Arrafi; Nelvi Erizon; Arwizet Arwizet; Primawati Primawati
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.452

Abstract

K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) adalah gagasan yang berupaya menjamin integritas fisik dan mental. Penelitian dilakukan mengungkapkan dampak terhadap kontribusi peserta didik pada pengetahuan K3 dan sikap kerja pada hasil belajar produk kreatif, dan kewirausahaan di SMKN Negeri 1 Padang. Jenis penelitian yang dipakai ialah research korelasional melihat besaran kontribusi pada variabel. Penelitian dilaksanakan pada SMKN Negeri 1 Padang bertempat di Jl Mahmud Yunus Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. Teknik pengambilan sampel memakai sampel sebanyak 61 orang terdiri 2 kelas yaitu, kelas XI-TP-A dan XI-TP-B. Teknik pengumpulan data diambil menggunakan angket yang disebarkan ke peserta didik. Metode yang dipakai yaitu metode kuantitatif yang bersifat korelasional dengan cara pengumpulan data melalui instrument angket dan dokumentasi hasil nilai uji reliabilitas dan validitas. Teknik analisis reseach memakai teknik pra analisis, uji normalitas, uji linearitas, uji heterokedastisitas, dan uji multikolinearitas. Untuk uji hipotesis memakai teknik moment product correlation. Berdasarkan penelitian uji korelasi Ketika nilai pengetahuan dan sikap kerja bernilai 0, maka (siswa) secara konstan memiliki nilai sebesar 73,049. Ketika nilai Pengetahuan K3 bernilai satu satuan dan Sikap Kerja bernilai 0, maka nilai siswa akan meningkat sebesar -0,106. Ketika nilai Pengetahuan K3 bernilai 0 dan Sikap Kerja bernilai satu satuan, maka nilai siswa akan berkurang sebesar 0,172.
HUBUNGAN EFEKTIVITAS PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP HASIL BELAJAR PRAKTEK TEKNIK PEMESINAN FRAIS KELAS XI DI SMK NEGERI 5 PADANG Miswar Miswar; Jasman Jasman; Zainal Abadi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.455

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memerlukan pemahaman tentang perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja. Begitu pula di SMK Negeri 5 Padang setiap pembelajaran praktek yang dilaksanakan di bengkel terkhusus pembelajaran praktek Teknik Pemesinan Frais, siswa wajib menerapkan pedoman keselamatan dan kesehatan kerja. Namun masih banyak dari siswa yang lalai dengan penerapan K3. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antara efektivitas dari penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada hasil belajar praktek Teknik Pemesinan Frais kelas XI di SMK Negeri 5 Padang dan untuk Populasi penelitian ini berjumlah 30 siswa yang merupakan seluruh siswa kelas XITP-1 SMK Negeri 5 Padang. Sampel penelitian ialah seluruh populasi yang diambil sebanyak 30 siswa di kelas XITP-1 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Metode penelitian memakai metode kuantitatif yang bersifat korelasi dengan pengumpulan data secara instrumental berbentuk observasi dan kuisioner yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis yang dipakai ialah teknik pra analisis berupa uji normalitas dan linearitas. Pengujian uji hipotesis yang dipakai ialah teknik korelasi Product Moment. Hasil tingkat efektivitas penerapan K3 terdapat 19 peserta didik (63,3%) menyatakan efektif tinggi, sedangkan 11 peserta didik (36,7%) menyatakan rendah serta korelasi yang didapatkan nilai koefisien sebesar 0,866>0,05, maknanya hubungan yang diberikan berdampak positif dan signifikan antara hasil belajar yang diproleh siswa dengan efektivitas penerapan K3.
ANALISIS PENGARUH PARAMETER PEMESINAN, METODE PENYAYATAN DAN MATERIAL PISAU FRAIS TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN ALUMINIUM 6061 PADA PROSES END MILLING SURFACES FINISH Rilgy Aulia; Yufrizal A; Zainal Abadi; Delima Yanti Sari
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.456

Abstract

Kekasaran permukaan merupakan faktor penting untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Penggunaan mesin Milling tidak luput dari proses produksi di industri manufaktur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh signifikan terhadap kekasaran permukaan Aluminium 6061 pada proses Finishing. Uji Anova lebih tepat untuk menguji pengaruh faktor tersebut. Faktor yang dipertimbangkan yaitu parameter pemesinan seperti Feed Rate 300 mm/menit, 500 mm/menit dan 700 mm/menit, Spindle Speed 2500 rpm, 3000 rpm dan 3500 rpm, Depth of Cut 0,2 mm dan 0,4 mm, Metode Penyayatan Down Cut dan Up Cut dengan 2 variasi material cutter yaitu Hss dan Carbide. Setelah dilakukan pengujian kekasaran permukaan terhadap semua spesimen diperoleh nilai kekasaran permukaan terendah 0,57 μm dikategorikan kelas kekasaran N5 pada penggunaan Feed Rate 300 mm/menit, Spindle Speed 3500 rpm dan Depth of Cut 0,4 mm dengan metode penyayatan Up Cut pada cutter material Carbide dan nilai kekasaran permukaan tertinggi 3,97 μm dikategorikan kelas kekasaran N8 pada penggunaan Feed Rate 700 mm/menit, Spindle Speed 2500 rpm dan Depth of Cut 0,4 mm menggunakan metode penyayatan Up Cut pada cutter material Hss. Setelah dilakukan analisis disimpulkan bahwa faktor dengan penyumbang presentasi terbesar hingga terkecil yaitu Feed Rate di urutan pertama dengan kontribusi faktor 26,52 %, Material Cutter 25,99 %, Spindle Speed 9,26 %, Depth of Cut 7,95 %, Metode Penyayatan 0,42 % dan faktor error 26,52 %. Faktor error ialah faktor yang tidak diperhitungkan dalam penelitian ini.