cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 191 Documents
DESAIN EVALUASI PROGRAM TRANSFORMASI DIGITAL SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN MUTU LULUSAN Muhammad Zulfahmiansyah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.12098

Abstract

ABSTRACT Digital transformation in schools has emerged as a strategic effort to improve learning effectiveness, educational management efficiency, and graduate quality. However, the implementation of educational technologies such as Learning Management Systems (LMS), artificial intelligence, and school information systems is often not accompanied by a comprehensive evaluation framework, making it difficult to objectively measure their impact on learning outcomes and graduate competencies. The limited availability of studies specifically addressing evaluation design for school digital transformation highlights the need for a systematic framework to support decision-making and continuous program improvement. This study aims to formulate a comprehensive evaluation design for school digital transformation programs to assess implementation effectiveness and their contribution to enhancing learning quality and graduate outcomes. This research employed a library research approach by reviewing books, policy documents, and scientific articles related to program evaluation, digital transformation, digital literacy, and educational quality assurance. Data were analyzed using content analysis techniques involving data reduction, categorization, interpretation, and theoretical synthesis. The findings indicate that an effective evaluation design should integrate the CIPP and Countenance Stake models to assess infrastructure readiness, teachers’ Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), digital learning processes, students’ digital literacy, and program impacts on learning achievement and graduate quality. In conclusion, an integrated evaluation design can serve as an accountable and sustainable framework for optimizing school digital transformation and improving educational quality in the digital era. ABSTRAK Transformasi digital di sekolah berkembang sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, efisiensi tata kelola pendidikan, dan mutu lulusan. Namun, implementasi teknologi pendidikan seperti Learning Management System (LMS), kecerdasan buatan, dan sistem informasi sekolah sering kali belum disertai desain evaluasi yang komprehensif, sehingga dampak program terhadap kualitas pembelajaran dan lulusan sulit diukur secara objektif. Keterbatasan kajian yang secara khusus merumuskan desain evaluasi transformasi digital sekolah menunjukkan pentingnya pengembangan kerangka evaluasi yang sistematis sebagai dasar pengambilan keputusan dan perbaikan program. Penelitian ini bertujuan merumuskan desain evaluasi program transformasi digital sekolah yang mampu mengukur efektivitas pelaksanaan program serta kontribusinya terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas lulusan. Penelitian menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan menelaah buku, dokumen kebijakan, dan artikel ilmiah terkait evaluasi program, transformasi digital, literasi digital, dan penjaminan mutu pendidikan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui proses reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis teoritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain evaluasi yang efektif perlu mengintegrasikan model CIPP dan Countenance Stake untuk menilai kesiapan infrastruktur, kompetensi TPACK guru, proses pembelajaran digital, literasi digital siswa, serta dampaknya terhadap hasil belajar dan mutu lulusan. Kesimpulannya, desain evaluasi yang terintegrasi dapat menjadi dasar yang akuntabel dan berkelanjutan dalam mengoptimalkan transformasi digital sekolah guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu lulusan di era digital.
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Yuliya Yuliya; Azimatul Aliyah; Afna Silvia Tafrika; Muhammad Hibatullah Dzul Izzi; Dian Mustika Anggraini
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.12100

Abstract

ABSTRACT Mathematics learning in elementary schools still faces the problem of low student interest due to monotonous instructional methods and the limited use of technology that aligns with students’ characteristics. Although digital media have been increasingly integrated into educational practices, studies examining their utilization to enhance students’ learning interest in elementary mathematics remain limited. Therefore, this study is important to provide empirical insights into the use of digital media as an alternative approach to creating more engaging and effective learning experiences. The purpose of this study was to describe the utilization of digital media in mathematics learning and its influence on students’ learning interest at SDN 02 Ngembalrejo. This study employed a descriptive qualitative method, with data collected through interviews with teachers involved in mathematics instruction. The findings revealed that the digital media utilized included learning videos, animations, Smart TVs, laptops, and Artificial Intelligence (AI)-based media. The use of these media helped transform abstract mathematical concepts into more concrete representations, increased students’ interest, focus, and enthusiasm, and reduced the perception that mathematics is a difficult subject. In conclusion, the integration of digital media, supported by the active role of teachers, can create a more effective, engaging, and meaningful mathematics learning experience for elementary school students. ABSTRAK Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan rendahnya minat belajar siswa karena materi sering disampaikan secara monoton dan kurang memanfaatkan teknologi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Meskipun media digital telah banyak digunakan dalam dunia pendidikan, kajian mengenai pemanfaatannya untuk meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran matematika di sekolah dasar masih perlu diperkuat. Penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran empiris mengenai penggunaan media digital sebagai alternatif pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan media digital dalam pembelajaran matematika serta pengaruhnya terhadap minat belajar siswa di SDN 02 Ngembalrejo. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap guru yang terlibat dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital yang digunakan meliputi video pembelajaran, animasi, Smart TV, laptop, dan media berbasis Artificial Intelligence (AI). Pemanfaatan media tersebut mampu memvisualisasikan konsep matematika yang abstrak menjadi lebih konkret, meningkatkan ketertarikan, fokus, dan antusiasme siswa, serta mengurangi anggapan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit. Dengan demikian, pemanfaatan media digital yang didukung peran aktif guru dapat menciptakan pembelajaran matematika yang lebih efektif, menarik, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR DIGITAL DALAM IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN MAHARAH QIRO’AH ERA DISRUPSI TEKNOLOGI Vivi Dwi Clarissa; Althaf Javid H. Aziz; Umi Hijriyah; Abdurachman Abdurachman
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.12127

Abstract

ABSTRACT The era of technological disruption has driven significant changes in Arabic language learning, including maharah qira’ah (reading skills), which require a digital-based approach. This study aims to analyze the role of teachers as digital facilitators in teaching maharah qira’ah and to identify the challenges and solutions associated with its implementation. The study employs a library research method with a descriptive-analytical approach through the stages of identification, selection, critical evaluation, and synthesis of various sources related to educational technology, Arabic language learning, and digital literacy. The findings reveal that teachers acting as digital facilitators can effectively utilize interactive reading applications, Arabic e-texts, podcasts, and instructional videos to enhance students’ reading comprehension. Their roles include serving as content curators, instructional designers, digital literacy mentors, and technology-based evaluators. The main challenges identified are limited digital competencies among some teachers, inadequate infrastructure, and the scarcity of high-quality Arabic digital learning materials. This study recommends strengthening teachers’ digital competencies, providing adequate technological infrastructure, and developing standardized digital qira’ah content. The study concludes that the success of maharah qira’ah learning in the digital era depends largely on teachers’ ability to integrate technology pedagogically. This research contributes to strengthening the concept of teachers as digital facilitators in supporting the development of adaptive, effective Arabic language learning that meets the demands of the twenty-first century. ABSTRAK Era disrupsi teknologi mendorong perubahan dalam pembelajaran bahasa Arab, termasuk pada maharah qiro’ah (kemampuan membaca) yang memerlukan pendekatan berbasis digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru sebagai fasilitator digital dalam pembelajaran maharah qiro’ah serta mengidentifikasi tantangan dan solusi implementasinya. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui tahapan identifikasi, seleksi, evaluasi kritis, dan sintesis berbagai sumber terkait teknologi pendidikan, pembelajaran bahasa Arab, dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sebagai fasilitator digital mampu memanfaatkan aplikasi membaca interaktif, e-teks Arab, podcast, dan video pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman bacaan peserta didik. Peran tersebut mencakup fungsi sebagai kurator konten, perancang pembelajaran, pembimbing literasi digital, dan evaluator berbasis teknologi. Kendala utama meliputi rendahnya kompetensi digital sebagian guru, keterbatasan infrastruktur, dan minimnya bahan ajar digital berbahasa Arab yang berkualitas. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi digital guru, penyediaan infrastruktur yang memadai, dan pengembangan konten qiro'ah digital yang terstandarisasi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran maharah qiro’ah di era digital bergantung pada kemampuan guru mengintegrasikan teknologi secara pedagogis. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat konsep guru sebagai fasilitator digital untuk mendukung pengembangan pembelajaran bahasa Arab yang adaptif, efektif, dan sesuai dengan tuntutan abad ke-21.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INTEGRATIF-INKLUSIF DI SEKOLAH: TINJAUAN LITERATUR TERJADAP PENGEMBANGAN KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN EVALUASI Nuita Alifia Hasanah; M. Misbah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.12786

Abstract

ABSTRACT Integrative-inclusive education has increasingly been recognized as an effective approach to overcoming the dichotomy between religious and general knowledge while promoting equitable learning for diverse students. However, previous studies have generally discussed curriculum development, instructional strategies, or assessment separately, providing limited comprehensive understanding of their integrated implementation in schools. Therefore, this study is important to provide a conceptual synthesis that can serve as a reference for developing integrative-inclusive education. This study aims to examine the implementation strategies of integrative-inclusive education in schools, focusing on curriculum development, learning strategies, and assessment practices. A systematic literature review was conducted by analyzing relevant articles retrieved from Google Scholar, ERIC, Scopus, and DOAJ using appropriate keywords. The findings reveal that the implementation of integrative-inclusive education involves integrating religious and general knowledge into the curriculum, applying active learning, cooperative learning, experiential learning, and deliberative learning models, and conducting comprehensive assessments covering cognitive, affective, and psychomotor domains. Successful implementation is further supported by continuous teacher professional development and collaborative projects, although challenges remain, including limited teacher competence, inadequate integrative teaching materials, and weak institutional coordination. In conclusion, integrative-inclusive education has significant potential to foster holistic and well-rounded learners, provided that it is supported by sustainable policies and strong collaboration among educational stakeholders. ABSTRAK Pendidikan integratif-inklusif semakin dipandang sebagai pendekatan yang mampu mengatasi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum serta mewujudkan pembelajaran yang menghargai keberagaman peserta didik. Namun, berbagai penelitian masih membahas aspek kurikulum, pembelajaran, atau evaluasi secara terpisah sehingga belum memberikan gambaran komprehensif mengenai strategi implementasinya di sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk merumuskan sintesis konseptual yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan pendidikan integratif-inklusif. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi implementasi pendidikan integratif-inklusif di sekolah, khususnya pada aspek pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, dan evaluasi. Penelitian menggunakan metode studi literatur sistematis dengan menelaah artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, ERIC, Scopus, dan DOAJ menggunakan kata kunci yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan integratif-inklusif dilakukan melalui pengembangan kurikulum yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum, penerapan pembelajaran aktif, kooperatif, experiential learning, dan deliberative learning, serta evaluasi yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Keberhasilannya didukung oleh pelatihan guru dan proyek kolaboratif, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi guru, minimnya bahan ajar integratif, dan lemahnya koordinasi antarlembaga. Dengan demikian, pendidikan integratif-inklusif berpotensi membentuk peserta didik yang holistik dan berkarakter apabila didukung kebijakan serta kolaborasi yang berkelanjutan.
OTONOMI DAERAH DAN DINAMIKA KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA PADA JENJANG SMP DAN MTS Nada Dikurnia Raharjo; Muhammad Munadi; Abdul Matin Bin Salman
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.13311

Abstract

ABSTRACT The implementation of regional autonomy in Indonesia has fundamentally transformed educational governance through the decentralization of authority to local governments. However, Islamic education provided by madrasahs remains under the centralized authority of the Ministry of Religious Affairs. This dual governance structure has created policy disparities, particularly in funding, human resource management, and institutional coordination, which have not been comprehensively examined at the levels of Junior High Schools (SMP) and Madrasah Tsanawiyah (MTs). This study aims to analyze the dynamics of Islamic education policy in the era of regional autonomy and its implications for the administration of SMP and MTs. This research employed a qualitative approach using a policy study method. The primary data were obtained from the analysis of legal documents, particularly Law Number 20 of 2003 on the National Education System and Law Number 23 of 2014 on Regional Government, supported by relevant scholarly literature. The data were analyzed using content analysis and comparative analysis to examine policy implementation in both educational institutions. The findings indicate that the dual governance system has contributed to disparities in educational funding, infrastructure, and teacher management. Nevertheless, several local governments have introduced adaptive policies through grant schemes and regional regulations to support Islamic education. The study concludes that stronger regulatory harmonization between the central and local governments is essential to establish a more equitable, integrated, and inclusive educational governance system. ABSTRAK Implementasi otonomi daerah di Indonesia menghadirkan perubahan mendasar dalam tata kelola pendidikan melalui desentralisasi kewenangan kepada pemerintah daerah. Namun, pada saat yang sama, pendidikan Islam yang diselenggarakan melalui madrasah tetap berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama. Perbedaan tata kelola tersebut menimbulkan kesenjangan kebijakan, terutama terkait pendanaan, pengelolaan sumber daya manusia, dan koordinasi antarlembaga, yang hingga kini masih belum banyak dikaji secara komprehensif pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kebijakan pendidikan Islam pada era otonomi daerah serta implikasinya terhadap penyelenggaraan pendidikan di SMP dan MTs. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kebijakan. Data utama diperoleh melalui analisis dokumen peraturan perundang-undangan, terutama Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta didukung oleh berbagai literatur ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan analisis komparatif terhadap implementasi kebijakan pada kedua lembaga pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dualisme kewenangan menyebabkan ketimpangan pendanaan, kesenjangan infrastruktur, serta hambatan koordinasi dalam pengelolaan guru. Meskipun demikian, sejumlah pemerintah daerah mampu mengembangkan kebijakan adaptif melalui dana hibah dan peraturan daerah sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mewujudkan tata kelola pendidikan yang lebih adil, terintegrasi, dan inklusif.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DAN CARD SORT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS VIII Agustina Malan; Eka Adnan Agung; Musdalifah Musdalifah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i3.6864

Abstract

This research was conducted to examine the differences in students’ learning achievements when applying two cooperative learning models, namely Make a Match and Card Sort. The study employed an experimental design with a quantitative approach and was carried out at SMP Negeri 1 Simbuang during the 2023/2024 academic year. The participants consisted of 23 students, randomly assigned into two groups using a simple lottery technique. The first group was taught through the Make a Match strategy, while the second group received instruction with the Card Sort strategy. Data were gathered using observation, documentation, and achievement tests, and further analyzed with the assistance of SPSS. The findings revealed that students taught through the Make a Match model obtained an average score of 71.27, whereas those taught using the Card Sort model achieved a higher mean score of 86.25. Results of the independent sample t-test indicated a significance value of 0.001, which is lower than 0.005, confirming a statistically significant difference between the two models. Consequently, it can be inferred that the Card Sort model demonstrates greater effectiveness in enhancing the learning performance of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Simbuang compared to the Make a Match model. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan dua model pembelajaran kooperatif, yaitu Make a Match dan Card Sort. Jenis penelitian yang dipakai adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, bertempat di SMP Negeri 1 Simbuang pada Tahun Ajaran 2023/2024. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa yang ditentukan melalui teknik undian sederhana, sehingga terbentuk dua kelompok eksperimen. Kelompok pertama diberi perlakuan dengan model Make a Match, sedangkan kelompok kedua menggunakan model Card Sort. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, serta tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan model Make a Match sebesar 71,27, sedangkan siswa yang belajar dengan model Card Sort memperoleh rata-rata 86,25. Uji beda menggunakan independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 yang lebih kecil dari 0,005, menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua model. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Card Sort lebih efektif dibandingkan Make a Match dalam meningkatkan capaian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Simbuang.
IMPLEMENTASI LITERASI DIGITAL DI SD NEGERI 81 PALEMBANG DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21 Rahmah Zabita Diani; Sighatiah Andayani; Monika Monika; Elen Priana; Esy Salsya Ariska
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i3.7649

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the implementation of digital literacy at Public Elementary School 81 Palembang within the framework of 21st-century learning. The main issue addressed in this research concerns the need for mastering digital literacy as a fundamental competency that enables students to compete in an era of rapidly advancing information technology. The scope of the study includes educational institution policies, supporting facilities, teachers’ competencies, students’ responses and capabilities, as well as challenges encountered during the implementation of digital literacy. The research employs a qualitative approach using in-depth interviews and direct observations as data-collection techniques. The findings indicate that Public Elementary School 81 Palembang demonstrates a strong commitment to integrating digital technology into the learning process through supportive policies and the provision of facilities such as Chromebooks and adequate internet access. Teachers show sufficient competence in using digital learning technologies, while students display enthusiasm and benefit from learning through electronic media. The main challenges include variations in digital literacy levels among teachers and students, limited time for guidance, and the need for stronger parental support. Strengthening strategies implemented by the school include professional development programs for teachers, the establishment of an Information and Communication Technology (ICT) team, and active engagement with parents. Overall, the study concludes that the implementation of digital literacy contributes significantly and positively to improving the quality of 21st-century learning at Public Elementary School 81 Palembang, although continuous efforts are still required to address existing challenges. ABSTRAK Kajian ini dimaksudkan untuk menggambarkan penerapan literasi digital di Sekolah Dasar Negeri 81 Palembang dalam kerangka pembelajaran era ke-21. Dasar permasalahan melibatkan perlunya penguasaan literasi digital sebagai kompetensi fundamental bagi peserta didik untuk dapat berkompetisi di era informasi teknologi yang maju dengan cepat. Ruang lingkup kajian mencakup kebijakan institusi pendidikan, sarana penunjang, kemampuan tenaga pengajar, tanggapan serta kapabilitas siswa, dan hambatan yang ditemui dalam implementasi literasi digital. Pendekatan penelitian mengadopsi metode kualitatif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan pengamatan langsung. Temuan kajian mengindikasikan bahwa Sekolah Dasar Negeri 81 Palembang menunjukkan komitmen tinggi melalui kebijakan yang memfasilitasi integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran, yang didukung oleh sarana seperti Chromebook dan koneksi internet yang cukup. Para pendidik menunjukkan kompetensi memadai dalam penggunaan teknologi pembelajaran digital, sedangkan peserta didik menunjukkan antusiasme dan mendapatkan manfaat dalam pembelajaran melalui media elektronik. Tantangan utama meliputi variasi tingkat literasi digital di antara guru dan siswa, keterbatasan waktu bimbingan, serta dukungan dari orang tua yang masih memerlukan peningkatan. Strategi penguatan yang diimplementasikan mencakup program pelatihan bagi tenaga pengajar, pembentukan tim Teknologi Informasi dan Komunikasi sekolah, serta interaksi aktif dengan pihak orang tua. Kajian ini menyimpulkan bahwa penerapan literasi digital memberikan kontribusi positif yang substansial dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran era ke-21 di Sekolah Dasar Negeri 81 Palembang, meskipun tetap diperlukan upaya berkelanjutan untuk menangani hambatan yang ada.
ANALISIS TANTANGAN DAN PENERAPAN PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA KURIKULUM MERDEKA Adinda Sylviana Ramadhani; Muhammad Suwignyo Prayogo; Avita Qurotul Insiyah; Moch Ridho
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i3.7813

Abstract

ABSTRACT The presence of misconceptions among students regarding the sequence of digestive processes and the functions of major organs indicates that learning about the human digestive system in Grade V at SD NU 07 Tanjung Rejo tends to emphasize memorization rather than conceptual understanding. Based on this problem, this study aims to analyze in depth students’ conceptual understanding of the human digestive system. The research employed a descriptive qualitative method through observation, interviews, and documentation to explore students’ understanding, teachers’ instructional strategies, and classroom learning conditions. The findings reveal that students are able to identify digestive organs and understand basic concepts, yet misconceptions persist, particularly related to chemical digestion and the roles of organs such as the stomach and small intestine. Factors contributing to these misconceptions include limited learning media, the dominance of lecture-based instruction, and low student engagement. These findings highlight the importance of utilizing visual media and experiential learning such as three-dimensional models and animated videos to help students build more accurate mental representations. With the implementation of interactive and contextual learning strategies, elementary students’ conceptual understanding of biology has the potential to improve significantly. ABSTRAK Masih ditemukannya miskonsepsi pada siswa terkait urutan proses pencernaan serta fungsi organ-organ utama menunjukkan bahwa pembelajaran materi sistem pencernaan manusia di kelas V SD NU 07 Tanjung Rejo cenderung menekankan hafalan daripada pemahaman konseptual. Berangkat dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam pemahaman konsep siswa pada materi sistem pencernaan manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali pemahaman siswa, strategi pembelajaran guru, dan kondisi pembelajaran di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah mengenali organ pencernaan dan memahami konsep dasar, tetapi masih terdapat miskonsepsi terutama pada proses kimiawi serta peran organ seperti lambung dan usus halus. Faktor penyebab munculnya miskonsepsi antara lain keterbatasan media pembelajaran, dominasi metode ceramah, dan rendahnya keterlibatan siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya pemanfaatan media visual dan pembelajaran berbasis pengalaman langsung seperti model tiga dimensi dan video animasi agar siswa membangun representasi mental yang lebih akurat. Dengan strategi pembelajaran yang interaktif dan kontekstual, pemahaman konsep biologi siswa sekolah dasar berpotensi meningkat secara signifikan.
EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Yori Resvania; M. Suwignyo Prayogo; Shofiyatus Zakiyyah; Salisatul Mu’awanah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i3.7980

Abstract

ABSTRACT Science learning in elementary schools ideally provides students with opportunities to explore natural phenomena directly so that scientific concepts can be understood meaningfully. However, classroom practices are still largely dominated by teacher-centered approaches, resulting in limited student engagement in scientific processes and suboptimal development of scientific literacy. This study aims to analyze the effectiveness of interactive learning as a strategy to improve the quality of science learning, particularly in terms of conceptual understanding, science process skills, learning motivation, and scientific literacy among elementary school students. The study employed a systematic review of national literature published between 2015 and 2025 by selecting articles that reported the implementation of interactive learning and its impact on science learning outcomes at the elementary level. Content analysis was conducted to identify types of interventions, variables examined, and the consistency of findings across studies. The results indicate that interactive learning through simple experiments, scientific discussions, interactive multimedia, and augmented reality technologies consistently enhances student engagement, strengthens conceptual understanding, and develops scientific skills and literacy. Therefore, interactive learning is considered relevant to the demands of 21st-century education and competency-based assessments and can be adopted as an effective strategy for teachers to improve the quality of science education in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran IPA di sekolah dasar idealnya memberi kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi fenomena alam secara langsung agar konsep sains dipahami secara bermakna. Namun, praktik pembelajaran di kelas masih banyak didominasi pendekatan satu arah, sehingga keterlibatan siswa dalam proses ilmiah dan capaian literasi sains belum berkembang secara optimal. Kajian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran interaktif sebagai strategi peningkatan kualitas pembelajaran IPA, khususnya dalam aspek pemahaman konsep, keterampilan proses sains, motivasi belajar, dan literasi sains siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode telaah sistematis terhadap literatur nasional yang terbit pada rentang tahun 2015–2025 dengan menyeleksi artikel yang melaporkan implementasi pembelajaran interaktif dan dampaknya terhadap hasil belajar IPA. Analisis isi dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk intervensi, variabel yang dikaji, serta konsistensi temuan antarstudi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif melalui eksperimen sederhana, diskusi ilmiah, multimedia interaktif, dan teknologi augmented reality secara konsisten meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman konsep, serta mengembangkan keterampilan ilmiah dan literasi sains. Dengan demikian, pembelajaran interaktif dinilai relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 dan asesmen berbasis kompetensi, serta dapat dijadikan strategi efektif bagi guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPA di sekolah dasar.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN DATAR MELALUI MEDIA GEOBOARD PADA SISWA KELAS IV SD Rizki Dwi Aprilia Harahap; Diva Egita Purba; Parasina Caroldion Br Siburian; R. Nazra Fitri Namira
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i3.8217

Abstract

ABSTRACT Understanding plane geometry concepts is one of the basic competencies that must be mastered by elementary school students, particularly those in Grade III, who are at the concrete operational stage of cognitive development. However, in instructional practice, many students experience difficulties in distinguishing types of plane figures and understanding their properties because the material is abstract and teaching methods do not sufficiently involve manipulative activities. This condition indicates the need for concrete learning media that can help students build understanding through direct experience. This article aims to describe the effectiveness of using geoboard media in improving Grade III elementary school students’ understanding of plane geometry concepts. The method used in writing this article is a literature study combined with simple observations of the learning process involving the use of a geoboard. The study begins with problem identification, followed by the collection of relevant references, observation of learning activities, and descriptive analysis of changes in students’ understanding. The findings indicate that the use of a geoboard helps students understand shapes, sides, angles, and the characteristics of plane figures more concretely because students can directly see and construct the figures. This medium also increases learning motivation, student engagement, and spatial thinking ability. Geoboard is a concrete medium that is effective and appropriate for improving elementary school students’ understanding of plane geometry concepts. ABSTRAK Pemahaman konsep bangun datar merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa sekolah dasar, khususnya pada jenjang kelas III, yang berada pada tahap perkembangan berpikir konkret. Namun, dalam praktik pembelajaran, banyak siswa mengalami kesulitan dalam membedakan jenis bangun datar dan memahami sifat-sifatnya karena materi bersifat abstrak dan metode pembelajaran kurang melibatkan aktivitas manipulatif. Kondisi ini menunjukkan perlunya media pembelajaran konkret yang dapat membantu siswa membangun pemahaman melalui pengalaman langsung. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan media geoboard dalam meningkatkan pemahaman konsep bangun datar pada siswa kelas III SD. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur serta pengamatan sederhana terhadap proses pembelajaran yang melibatkan penggunaan geoboard. Penelitian ini diawali dengan identifikasi masalah, dilanjutkan dengan pengumpulan referensi yang relevan, pengamatan aktivitas pembelajaran, serta analisis deskriptif terhadap perubahan pemahaman siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan geoboard membantu siswa memahami bentuk, sisi, sudut, dan karakteristik bangun datar secara lebih konkret karena siswa dapat melihat dan membentuk bangun datar secara langsung. Media ini juga meningkatkan motivasi belajar, keaktifan siswa, serta kemampuan berpikir spasial mereka. Geoboard merupakan media konkret yang efektif dan layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep bangun datar pada siswa sekolah dasar.