cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 191 Documents
DIFUSI INOVASI DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN: TANTANGAN DAN IMPLEMENTASI DI SMK Naufal Naufal; Hasan Maksum; Doni Novaliendry
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.8985

Abstract

The transformation of Technical and Vocational Education and Training (TVET) in Vocational High Schools (Sekolah Menengah Kejuruan/SMK) has become a strategic agenda in responding to changing workforce competency demands driven by digitalization, automation, and industrial dynamics. However, various vocational education innovations formulated through national policies are not always optimally implemented at the school level. This study aims to analyze the transformation of SMKs from a diffusion of innovations perspective by examining the types of innovations that have emerged, patterns of adoption within educational institutions, and factors influencing the success and constraints of their implementation. The study employs a qualitative approach through a targeted literature review and policy document analysis, which are thematically synthesized to identify general trends and dynamics in the adoption of vocational education innovations. The findings indicate that SMK transformation occurs in the form of innovation packages encompassing the strengthening of link and match, the implementation of teaching factory models, industry-based project learning, competency certification, and the digitalization of learning. Innovation adoption tends to be partial and gradual due to differences in human resource readiness, infrastructure availability, the quality of industry partnerships, and change management at the school level. Innovations are adopted more rapidly when their benefits are directly perceived, aligned with the practical culture of SMKs, trialable on a limited scale, and easily observable in their outcomes. This study concludes that accelerating TVET transformation in SMKs requires diffusion strategies oriented toward strengthening teacher capacity, systematic change management, and the development of sustainable school–industry networks. ABSTRAKTransformasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi agenda strategis dalam merespons perubahan kebutuhan kompetensi dunia kerja yang dipicu oleh digitalisasi, otomasi, dan dinamika industri. Namun, berbagai inovasi pendidikan vokasi yang dirancang melalui kebijakan nasional tidak selalu terimplementasi secara optimal di tingkat sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi SMK melalui perspektif difusi inovasi dengan menelaah bentuk inovasi yang berkembang, pola adopsi di satuan pendidikan, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan hambatan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur terarah dan analisis dokumen kebijakan, yang disintesis secara tematik untuk mengidentifikasi kecenderungan umum dan dinamika adopsi inovasi pendidikan vokasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi SMK berlangsung dalam bentuk paket inovasi yang mencakup penguatan link and match, penerapan teaching factory, pembelajaran berbasis proyek industri, sertifikasi kompetensi, serta digitalisasi pembelajaran. Pola adopsi inovasi cenderung bersifat parsial dan bertahap akibat perbedaan kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan infrastruktur, kualitas kemitraan industri, serta tata kelola perubahan di tingkat sekolah. Inovasi lebih cepat diadopsi ketika manfaatnya dirasakan secara langsung, selaras dengan kultur praktik SMK, dapat diuji coba dalam skala terbatas, dan hasilnya mudah diamati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa percepatan transformasi PTK di SMK memerlukan strategi difusi inovasi yang berorientasi pada penguatan kapasitas pendidik, pengelolaan perubahan yang sistematis, serta pengembangan jejaring sekolah–industri yang berkelanjutan.
PENERAPAN TEKNOLOGI DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN DIRI GURU ANAK USIA DINI Jimi Harianto; Amanda Ajeng Safitri; Eva Alfadila
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.9017

Abstract

Early Childhood Education (ECE) teachers must continually adapt their roles to support children's character development and meet evolving educational needs. Beyond educating, teachers act as facilitators and innovators, which requires ongoing professional development. This study examines how technology supports early childhood teachers' self-development, identifies factors that influence its implementation, and analyzes its impact on professional growth. The research uses a library research method, collecting and analyzing relevant books, journal articles, and research reports. Findings show that Information and Communication Technology (ICT) is central to ECE teachers' professional development. Digital infrastructure, including internet access, hardware, software, and online platforms, allows teachers to access resources, collaborate, and design innovative lessons. Effective ICT use not only engages students with digital materials but also encourages teachers to innovate and adapt their methods to current educational demands. The success of ICT integration depends on available facilities, teachers' digital skills, and institutional support. ABSTRAKPeran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi pembentukan karakter anak dituntut untuk terus berkembang seiring kemajuan zaman. Guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai fasilitator dan inovator dalam menciptakan lingkungan belajar yang bermakna, yang memerlukan pengembangan kompetensi profesional secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penerapan teknologi dalam pengembangan diri guru PAUD, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya, serta menganalisis dampak teknologi terhadap peningkatan kemampuan profesional guru. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui tinjauan dan analisis terhadap sumber-sumber tertulis seperti buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang relevan dengan fokus kajian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berperan sentral dalam pengembangan profesi guru PAUD. Infrastruktur digital seperti akses internet, perangkat keras, perangkat lunak, dan platform daring memungkinkan guru mengakses sumber belajar, berkolaborasi, dan mendesain pembelajaran inovatif. Penerapan TIK yang sistematis tidak hanya merangsang keaktifan peserta didik melalui eksplorasi materi digital, tetapi juga mendorong guru untuk berinovasi dan menyesuaikan metode pengajaran dengan tuntutan pendidikan kontemporer. Keberhasilan integrasi TIK sangat dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas, kompetensi digital guru, serta dukungan kelembagaan.
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Sulham Efendi Hasibuan; Juna Marta Sari Panggabean; Hotnita Putri Siregar
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.9185

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the field of education, including the learning of Islamic Religious Education (PAI). This study aims to analyze the use of digital media in increasing students’ learning interest in Islamic Religious Education. The research employed a qualitative descriptive approach using a library research method. Data were collected through a systematic review of scientific literature, including journal articles, reference books, and relevant publications discussing digital media, learning interest, and PAI instruction. The results indicate that the use of digital media, such as instructional videos, interactive presentations, online quizzes, and digital learning platforms, has a positive impact on students’ attention, motivation, and active participation in PAI learning. Digital media also assists teachers in delivering learning materials in a more engaging, contextual, and learner-centered manner. Therefore, the integration of digital media can serve as an effective learning strategy to enhance students’ interest in Islamic Religious Education. This study is expected to provide a reference for educators in developing technology-based learning innovations aligned with Islamic values. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media digital dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui penelusuran dan analisis berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, buku referensi, dan publikasi relevan yang membahas media digital, minat belajar, serta pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital, seperti video pembelajaran, presentasi interaktif, aplikasi kuis daring, dan platform pembelajaran digital, berkontribusi positif terhadap peningkatan perhatian, motivasi, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran PAI. Media digital juga membantu guru menyajikan materi secara lebih menarik, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital. Dengan demikian, pemanfaatan media digital dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang tetap selaras dengan nilai-nilai Islam.
IMPLEMENTASI PROGAM TAHSIN ALQUR’AN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ALQUR’AN SISWA MAN TAHUN PELAJARAN 2025/2026 M. Fauzi; Rizkia Fifiqotul Imamah; Abdul Latif Akbar Wijaya; Zumrotul Mufarikhah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i1.9652

Abstract

ABSTRACT Variations in Qur’anic reading proficiency among Madrasah Aliyah students, particularly in Grade X where some students have not yet mastered the hijaiyah letters and accurate articulation (makharijul huruf), indicate a gap between the expected graduate competency standards and the students’ actual level of Qur’anic literacy at school. This study focuses on examining how the Tilawati-based Tahsin Al-Qur’an program is integrated into the madrasah curriculum and how it contributes to improving students’ reading skills and learning motivation in the 2025/2026 academic year. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and document analysis, and were analyzed using data reduction, data display, and interactive conclusion drawing. The findings reveal that the integration of the Tilawati method as a compulsory local content subject establishes a structured and consistent tiered learning system. The implementation of staged evaluations through daily assessments, semester examinations, and munaqosyah promotes progressive improvement in Qur’anic reading skills according to grade level and fosters a clear achievement orientation among students. In addition to enhancing pronunciation accuracy and the application of tajwid rules, the program also strengthens learning motivation through measurable competency standards and a transparent evaluation system. Therefore, the Tilawati-based Tahsin program functions not only as an intervention to improve reading skills but also as a strategic effort to cultivate sustained commitment to Qur’anic learning within the Madrasah Aliyah environment. ABSTRAK Variasi kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan peserta didik Madrasah Aliyah, khususnya pada siswa kelas X yang sebagian belum menguasai huruf hijaiyah dan ketepatan makharijul huruf, menunjukkan adanya kesenjangan antara standar kompetensi lulusan dan capaian faktual literasi Al-Qur’an di sekolah. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pelaksanaan program Tahsin Al-Qur’an berbasis metode Tilawati diintegrasikan ke dalam kurikulum madrasah serta bagaimana kontribusinya terhadap peningkatan kemampuan membaca dan motivasi belajar siswa Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi metode Tilawati sebagai muatan lokal wajib membentuk sistem pembelajaran berjenjang yang terstruktur dan konsisten. Penerapan evaluasi bertahap melalui penilaian harian, ujian semester, dan munaqosyah mendorong peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an secara progresif sesuai tingkat kelas serta membangun orientasi capaian yang jelas bagi siswa. Selain memperbaiki kualitas pelafalan dan ketepatan tajwid, program ini juga menumbuhkan motivasi belajar melalui standar kompetensi yang terukur dan sistem evaluasi yang transparan. Dengan demikian, program Tahsin berbasis Tilawati tidak hanya berfungsi sebagai intervensi peningkatan keterampilan membaca, tetapi juga sebagai strategi penguatan komitmen belajar Al-Qur’an yang berkelanjutan di lingkungan Madrasah Aliyah.
PEMANFAATAN RUANG GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (GTK) SEBAGAI SARANA ASESMEN DAN INOVASI UNTUK PENGUATAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Rahmat Jilanuari; M.Fayis Gumelar; Rahmat Ary Zulkarnain
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.9994

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the importance of utilizing digital technology to improve the quality of learning and strengthen multicultural education, which has not yet been optimally implemented in many educational settings. The focus of this study is to examine the use of the Teacher and Education Personnel Platform (GTK) as a tool for assessment and innovation in strengthening multicultural education. This research employs a qualitative approach using a library research method, involving stages of identification, selection, classification, and content analysis of relevant scientific literature published within the last five years. The findings indicate that the use of digital platforms in education enhances the effectiveness of assessment through systems that are more flexible, efficient, and data-driven. In addition, digital learning innovation has been shown to increase students’ motivation, engagement, and access to learning, particularly in areas with limited resources. The integration of multicultural values in learning also contributes positively to character building, tolerance, and students’ awareness of diversity. However, several challenges remain, particularly related to teachers’ digital competencies and the integration of multicultural values in assessment practices. The study concludes that the utilization of the GTK platform has integrative potential in linking digital assessment, learning innovation, and multicultural Education, Thereby Creating An Adaptive, Inclusive, And Sustainable Learning System. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta penguatan pendidikan multikultural yang belum optimal diimplementasikan di berbagai satuan pendidikan. Fokus penelitian ini adalah mengkaji pemanfaatan Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sebagai sarana asesmen dan inovasi dalam memperkuat pendidikan multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), melalui tahapan identifikasi, seleksi, klasifikasi, dan analisis isi terhadap literatur ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan platform digital dalam pendidikan mampu meningkatkan efektivitas asesmen melalui sistem yang lebih fleksibel, efisien, dan berbasis data. Selain itu, inovasi pembelajaran digital terbukti dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta akses belajar peserta didik, termasuk di wilayah dengan keterbatasan sumber daya. Integrasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran juga memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter, sikap toleransi, dan kesadaran kebhinekaan peserta didik. Namun demikian, masih terdapat kendala dalam implementasi, terutama terkait kompetensi digital guru dan integrasi nilai multikultural dalam asesmen pembelajaran. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Ruang GTK sebagai platform digital memiliki potensi integratif dalam menghubungkan asesmen, inovasi pembelajaran, dan pendidikan multikultural, sehingga mampu menciptakan sistem pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
OPTIMALISASI MUTU PENDIDIKAN MELALUI STRATEGI PENGEMBANGAN KARIER TENAGA PENDIDIK BERBASIS KOMPETENSI DAN KINERJA Yoga Prasetia Aziz; Lalu Renggi; Muliawan Hidayatullah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.9995

Abstract

ABSTRACT Improving the quality of education is a strategic issue in developing competitive and high-quality human resources. One of the key factors in optimizing educational quality is the career development of educators based on competence and performance. However, in practice, there is still a gap between expected competency standards and real conditions, such as low levels of teacher professionalism, limited career development opportunities, and suboptimal performance evaluation systems. This study aims to analyze career development strategies for educators in improving educational quality and to identify influencing factors. The research method used is a qualitative approach through a literature review of recent scientific journals. The research process includes data collection, selection, analysis, and synthesis of relevant sources. The findings indicate that structured career development based on pedagogical, professional, social, and personal competencies, supported by continuous performance evaluation, significantly enhances the quality of learning. Furthermore, the implementation of adaptive and innovative human resource management strengthens educational quality. The study concludes that optimizing educational quality can be achieved through the integration of career development, competency improvement, and effective and sustainable performance evaluation systems. ABSTRAK Peningkatan mutu pendidikan merupakan isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing global. Salah satu faktor kunci dalam optimalisasi mutu pendidikan adalah pengembangan karier tenaga pendidik yang berbasis kompetensi dan kinerja. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kesenjangan antara standar kompetensi yang diharapkan dengan realitas di lapangan, seperti rendahnya profesionalisme guru, terbatasnya pengembangan karier, serta belum optimalnya sistem evaluasi kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan karier tenaga pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai jurnal ilmiah terbaru. Proses penelitian meliputi pengumpulan, seleksi, analisis, dan sintesis data dari sumber-sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karier tenaga pendidik yang terstruktur, berbasis kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, serta didukung oleh sistem evaluasi kinerja yang berkelanjutan, mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan. Selain itu, penerapan manajemen sumber daya manusia pendidikan yang adaptif dan inovatif turut memperkuat mutu pendidikan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi mutu pendidikan dapat dicapai melalui integrasi antara pengembangan karier, peningkatan kompetensi, dan sistem evaluasi kinerja yang efektif dan berkelanjutan.
PENGARUH MINAT MAHASISWA MENJADI GURU DAN PENDAPATAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI MENGIKUTI PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) Sri Melika Daud; Meyko Panigoro; Abdulrahim Maruwae; Roy Hasiru; Maya Novrita Dama
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.12691

Abstract

ABSTRACT Student motivation to participate in Teacher Professional Education (PPG) is an important aspect of preparing competent and professional prospective teachers. However, research simultaneously examining interest in becoming a teacher as an internal factor and parental income as an external factor influencing motivation to participate in PPG remains limited, particularly among education students. This study aims to analyze the effects of students’ interest in becoming teachers and parental income on motivation to participate in PPG, both partially and simultaneously, among Economics Education students at Universitas Negeri Gorontalo. This study employed a quantitative approach with a correlational survey design. The sample consisted of 66 respondents selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression, t-test, F-test, and the coefficient of determination. The results showed that interest in becoming a teacher had a positive and significant effect on motivation to participate in PPG (p = 0.007). Parental income also had a positive and significant effect on motivation to participate in PPG (p < 0.001). Simultaneously, both variables had a significant effect, with F = 130.994 (p < 0.001), and explained 57.7% of the variance in motivation to participate in PPG. These findings highlight the importance of strengthening students’ career orientation toward the teaching profession while expanding economic support and access to professional education funding. ABSTRAK Motivasi mahasiswa mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan aspek penting dalam mempersiapkan calon guru yang profesional dan kompeten. Namun, penelitian yang secara simultan mengkaji minat menjadi guru sebagai faktor internal dan pendapatan orang tua sebagai faktor eksternal yang memengaruhi motivasi mengikuti PPG masih terbatas, khususnya pada mahasiswa kependidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh minat mahasiswa menjadi guru dan pendapatan orang tua terhadap motivasi mengikuti PPG, baik secara parsial maupun simultan, pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Sampel penelitian berjumlah 66 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat menjadi guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi mengikuti PPG (p = 0,007). Pendapatan orang tua juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi mengikuti PPG (p < 0,001). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan nilai F = 130,994 (p < 0,001) dan mampu menjelaskan 57,7% variasi motivasi mengikuti PPG. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan orientasi karier keguruan sekaligus perluasan dukungan ekonomi dan akses pembiayaan pendidikan profesi.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS METODE INTERAKTIF Muhamad Rijal; Endan Hamdan Ridwan; Hilman Mubaroq
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.13533

Abstract

ABSTRACT Communication skills are essential competencies that support students' learning success and social interaction. However, previous studies have shown that many students still experience difficulties in expressing opinions, asking questions, and actively participating in classroom activities. Furthermore, most existing research has focused on learning outcomes, while studies examining the development of communication skills through interactive learning methods, particularly in Islamic schools, remain limited. Therefore, this study aims to analyze students' communication skills in interactive learning at SMA Islam Al-Qodiriyah. This study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observations, interviews, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that interactive learning methods enhance students' participation in discussions, question-and-answer sessions, presentations, and collaborative group activities, leading to improvements in expressing opinions, asking and answering questions, engaging in discussions, and building social interactions, although the level of achievement varied among students. These developments were influenced by both internal and external factors. The study concludes that interactive learning methods play a significant role in fostering students' communication skills through active participation and meaningful interaction throughout the learning process. ABSTRAK Kemampuan komunikasi merupakan kompetensi penting yang mendukung keberhasilan pembelajaran dan interaksi sosial siswa. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi siswa masih rendah, terutama dalam menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, dan berpartisipasi aktif di kelas. Selain itu, penelitian terdahulu lebih banyak berfokus pada hasil belajar, sedangkan kajian mengenai proses pengembangan kemampuan komunikasi melalui metode pembelajaran interaktif, khususnya di sekolah Islam, masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan komunikasi siswa dalam pembelajaran berbasis metode interaktif di SMA Islam Al-Qodiriyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran interaktif meningkatkan keterlibatan siswa dalam diskusi, tanya jawab, presentasi, dan kerja kelompok sehingga kemampuan menyampaikan pendapat, mengajukan dan menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta membangun interaksi sosial berkembang, meskipun tingkat pencapaiannya berbeda pada setiap siswa. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pembelajaran interaktif berperan penting dalam mengembangkan kemampuan komunikasi siswa melalui partisipasi aktif dan interaksi yang bermakna selama proses pembelajaran.
PENGARUH GAYA MENGAJAR GURU TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMP NEGERI 4 BATANG ANAI Husnul Qatimah; Sara Eriza; Sz Aisyah; Khoiriah Khoiriah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.14154

Abstract

ABSTRACT Students' character development has not yet been fully optimized, as reflected in the persistence of undisciplined behavior, dishonesty, and a lack of responsibility, highlighting the need to strengthen character education in schools. Although character education has been widely investigated, empirical studies examining the influence of teachers' teaching styles on junior high school students' character development remain limited. This study aimed to analyze teachers' teaching styles, students' character development, and the influence of teachers' teaching styles on students' character development at SMP Negeri 4 Batang Anai. A quantitative correlational approach was employed involving 120 students selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using a validated and reliable questionnaire and analyzed using Pearson's Product-Moment correlation and simple linear regression with the assistance of SPSS. The findings revealed that both teachers' teaching styles and students' character development were categorized as good, with mean scores of 76.82 and 79.45, respectively. The correlation analysis yielded r = 0.612 with a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a positive and statistically significant relationship between teachers' teaching styles and students' character development. The coefficient of determination (R² = 37.5%) indicates that teachers' teaching styles contributed substantially to students' character development. These findings suggest that democratic and interactive teaching styles can serve as effective strategies for strengthening character education and provide empirical evidence for schools to improve instructional practices that foster students' character development. ABSTRAK Karakter siswa yang belum terbentuk secara optimal, seperti rendahnya disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab, menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan karakter di sekolah. Meskipun pendidikan karakter telah banyak dikaji, penelitian yang menguji secara empiris pengaruh gaya mengajar guru terhadap pembentukan karakter siswa SMP masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran gaya mengajar guru, pembentukan karakter siswa, serta pengaruh gaya mengajar guru terhadap pembentukan karakter siswa di SMP Negeri 4 Batang Anai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 120 siswa yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah dinyatakan valid dan reliabel, kemudian dianalisis dengan korelasi Product Moment dan regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya mengajar guru dan pembentukan karakter siswa sama-sama berada pada kategori baik dengan skor rata-rata masing-masing 76,82 dan 79,45. Nilai korelasi sebesar r = 0,612 dengan signifikansi 0,000 (<0,05) menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan, sedangkan koefisien determinasi sebesar 37,5% menunjukkan kontribusi gaya mengajar guru terhadap pembentukan karakter siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan gaya mengajar yang demokratis dan interaktif dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat pendidikan karakter serta menjadi dasar pengembangan praktik pembelajaran yang lebih berorientasi pada pembentukan karakter siswa.
VISI, MISI, DAN TUJUAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM: FONDASI MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Eva Maya Sari; Defni Bukhari; Nini Maswati; H. Naswin; Mahdayeni Mahdayeni
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.14214

Abstract

ABSTRACT Many Islamic educational institutions have formulated their vision, mission, and goals as institutional documents; however, their implementation is often limited to administrative requirements and has not been fully integrated into strategic management systems. This condition indicates a gap between the ideal function of vision, mission, and goals as strategic directions for institutional development and the actual practices of quality-oriented Islamic education management. This study aims to analyze the concepts of vision, mission, and goals in Islamic educational institutions from a strategic management perspective and to formulate their relationship with strategies for improving educational quality. This study employed a qualitative approach using a library research method through an analysis of 30 relevant sources, including scholarly articles, academic books, and policy documents. Data were analyzed using content analysis through coding, categorization, interpretation, and conceptual synthesis. The findings reveal that vision, mission, and goals form an integrated strategic system connected with curriculum development, leadership, human resource management, organizational culture, and continuous evaluation. The study concludes that the success of Islamic educational institutions in improving quality is strongly influenced by their ability to consistently align strategic planning with institutional implementation in a sustainable manner. ABSTRAK Banyak lembaga pendidikan Islam telah memiliki visi, misi, dan tujuan sebagai dokumen kelembagaan, namun implementasinya masih sering terbatas pada aspek administratif dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem manajemen strategis. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara fungsi ideal visi, misi, dan tujuan sebagai pengarah pengembangan lembaga dengan praktik pengelolaan pendidikan Islam yang berorientasi pada mutu. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep visi, misi, dan tujuan lembaga pendidikan Islam dalam perspektif manajemen strategis serta merumuskan keterkaitannya dengan strategi peningkatan mutu pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap 30 sumber literatur yang relevan berupa artikel ilmiah, buku akademik, dan dokumen kebijakan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahap pengkodean, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visi, misi, dan tujuan membentuk sistem strategis yang saling terintegrasi dengan pengembangan kurikulum, kepemimpinan, sumber daya manusia, budaya organisasi, dan evaluasi berkelanjutan. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan lembaga pendidikan Islam dalam meningkatkan mutu sangat dipengaruhi oleh kemampuan menghubungkan perencanaan strategis dengan implementasi kelembagaan secara konsisten dan berkelanjutan.