cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 15 Documents clear
PENERAPAN SHALAT DHUHA DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWI KELAS VII DI SMP ISLAM SAHABAT ILMU KARAWANG Nursalamah, Siti; Marlin, Diana
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10267

Abstract

ABSTRACT The development of disciplined character is a key priority in education; however, its implementation in schools still faces challenges, particularly in fostering consistent student behavior. Although numerous studies have examined the role of religious activities in character building, research that explores the contextual implementation process within school settings remains limited. This study aims to analyze the implementation of dhuha prayer in shaping the disciplined character of seventh-grade female students at SMP Islam Sahabat Ilmu Karawang. The study employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using an interactive model with triangulation to ensure data validity. The findings indicate that the routine implementation of dhuha prayer before classroom instruction contributes to the development of disciplined behavior, particularly in terms of punctuality, adherence to rules, and responsibility, with participation rates reaching 90–95%. However, several challenges were identified, including limited facilities and varying levels of student readiness. This study confirms that the habituation of dhuha prayer is an effective mechanism for fostering discipline through the integration of consistently practiced religious activities. The findings suggest that character formation is influenced not only by formal regulations but also by sustained habituation processes within the school environment. ABSTRAK Pembentukan karakter disiplin menjadi salah satu prioritas dalam pendidikan, namun praktik di sekolah masih menghadapi kendala, terutama dalam membangun konsistensi perilaku peserta didik. Meskipun berbagai studi telah mengkaji peran kegiatan keagamaan dalam penguatan karakter, penelitian yang menelaah proses implementasinya secara kontekstual di lingkungan sekolah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan shalat dhuha dalam membentuk karakter disiplin siswi kelas VII di SMP Islam Sahabat Ilmu Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif dengan memastikan keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan shalat dhuha secara rutin sebelum pembelajaran berkontribusi terhadap pembentukan perilaku disiplin, terutama dalam aspek ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab, dengan tingkat partisipasi mencapai 90–95%. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala seperti keterbatasan fasilitas dan kesiapan sebagian siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa pembiasaan shalat dhuha efektif sebagai mekanisme pembentukan disiplin melalui integrasi praktik religius yang dilakukan secara konsisten. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter tidak hanya dipengaruhi oleh aturan formal, tetapi juga oleh proses pembiasaan yang berkelanjutan dalam lingkungan sekolah.
PENERAPAN METODE TASMI’ DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HAFALAN AL-QUR’AN DI MA’HAD AN-NI’MAH MEDAN Sukmantara, Rano; Arniza, Fitri
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10317

Abstract

ABSTRACT The quality of Qur’anic memorization is not solely measured by the number of verses mastered, but is also determined by the accuracy of pronunciation, fluency in recitation, and the ability to retain memorization consistently over time. In the practice of tahfidz learning, the tasmi’ method has been widely applied; however, studies that comprehensively examine its role as an evaluative mechanism in improving memorization quality remain limited. This study aims to examine the implementation of the tasmi’ method, identify the factors influencing its application, and formulate optimization strategies to enhance students’ memorization quality at Ma’had An-Ni’mah Medan. This research employs a qualitative approach with a descriptive design, involving tahfidz teachers and students as the main participants. Data were collected through field observations, in-depth interviews, and document analysis, and subsequently analyzed through data reduction, data display, and continuous interpretation. The findings reveal that tasmi’ is implemented through a structured memorization submission pattern accompanied by systematic repetition under direct supervision, contributing to improved pronunciation accuracy, recitation fluency, and memorization stability. The effectiveness of this method is influenced by students’ discipline, the intensity of teacher guidance, and a supportive learning environment, while the main challenges include time constraints, individual differences in ability, and psychological readiness. This study affirms that tasmi’ functions not merely as a memorization submission technique, but as an integrated and continuous evaluation system within tahfidz learning, making it effective in fostering adaptive, systematic, and contextually grounded memorization quality. ABSTRAK Kualitas hafalan Al-Qur’an tidak semata diukur dari jumlah ayat yang dikuasai, melainkan juga ditentukan oleh ketepatan pelafalan, kelancaran bacaan, serta kemampuan mempertahankan hafalan secara konsisten dalam jangka waktu tertentu. Dalam praktik pembelajaran tahfidz, metode tasmi’ telah banyak digunakan, namun kajian yang mengkaji perannya secara komprehensif sebagai mekanisme evaluasi dalam peningkatan kualitas hafalan masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan metode tasmi’, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi penerapannya, serta merumuskan upaya optimalisasi dalam meningkatkan kualitas hafalan santri di Ma’had An-Ni’mah Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melibatkan guru tahfidz dan santri sebagai partisipan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, yang selanjutnya dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan makna secara berkesinambungan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tasmi’ dilaksanakan melalui pola setoran hafalan yang disertai pengulangan terstruktur dengan bimbingan langsung, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan akurasi pelafalan, kelancaran membaca, serta kestabilan hafalan. Keberhasilan penerapan metode ini dipengaruhi oleh kedisiplinan santri, intensitas pendampingan guru, dan dukungan lingkungan belajar, sedangkan hambatan yang muncul berkaitan dengan keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan individu, serta kesiapan psikologis. Penelitian ini menegaskan bahwa tasmi’ tidak hanya berfungsi sebagai teknik penyetoran hafalan, tetapi dapat diposisikan sebagai sistem evaluasi berkelanjutan yang terintegrasi dalam pembelajaran tahfidz, sehingga efektif dalam membangun kualitas hafalan yang lebih adaptif, sistematis, dan kontekstual.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN APRESIASI CERPEN “SAY NO TO CORRUPTION” PADA SISWA KELAS VIII SMP PGRI OTAM Pobela, Astriya; Ratu, Donal M.; Meruntu , Oldie Stevie
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10322

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Discovery Learning model and students’ ability to appreciate the short story “The Courage of a Young Man: Say No to Corruption” by Rica Elisa among Grade VIII students of SMP PGRI Otam, Bolaang Mongondow Regency. The study used a descriptive-analytic method with data collection techniques in the form of observation and tests.The implementation of the Discovery Learning model was carried out through several stages, namely lesson planning by preparing teaching materials and the short story text, preliminary activities including opening the lesson, conveying objectives, and explaining the learning model, as well as core activities involving the distribution of worksheets. At this stage, students appreciated the short story by observing characters and characterization, identifying the plot, collecting data related to conflicts, drawing conclusions about the content of the story, and presenting the results of discussions.The results of the study show that students’ ability to appreciate short stories is categorized as capable. Three students were in the “very capable” category with a score range of 90–100, ten students were in the “capable” category with a score range of 80–90, two students were in the “fairly capable” category with a score range of 70–79, and one student was in the “not capable” category with a score range of 0–69. The average score achieved by students reached 80%. Therefore, the implementation of the Discovery Learning model is effective in improving students’ ability to appreciate short stories. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model Discovery Learning serta kemampuan siswa dalam mengparesiasi cerpen “Keberanian Seorang Pemuda Say No To Corruption” Karya Rica Elisa pada siswa kelas VIII SMP PGRI Otam Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analtik dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi dan tes. Penerapan model Discovery Learning dilakukan  melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan pembelajaran dengan menyiapkan modul ajar dan teks cerpen, kegiatan pendahuluan berupa pembukaan, penyampaian tujuan, dan penjelasan model pembelajaran, serta kegiatan inti dengan pemberian lembar kerja. Pada tahap ini, siswa mengapresiasi cerpen dengan mengamati tokoh dan penokohan, mengidentifikasi  alur, mengumpulkan data terkait konflik, menarik Kesimpulan isi cerpen, serta mempresentasikan hasil diskusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan siswa dalam mengapresiasi cerpen tergolong mampu, tiga siswa berada pada kategori sangat mampu dengan rentang nilai 90-100, sepuluh siswa pada kategori mampu dengan rentang nilai 80-90, dua siswa pada kategori mampu dengan rentang nilai 70-79, dan satu siswa pada kategori tidak mampu dengan rentang nilai 0-69. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa menncapai 80%. Dengan demikian, penerapan model Discovery Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi cerpen.
POLA PELAPORAN HASIL SIKLUS DALAM PENELITIAN TINDAKAN TINDAKAN KELAS BAB IV: TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS Resvania, Yori; Valentina, Anggita Dwi; So’Ima, Hadiyatus; Billa, Sinta Nur Salsa; Fauzi, Imron
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10032

Abstract

ABSTRACT Classroom action research is a reflective approach used to improve the quality of learning through continuous stages of planning, action implementation, observation, and reflection. Although the reporting structure has become more systematic, the quality of research result presentation still varies, particularly in terms of data analysis and critical reflection. This study aimed to identify reporting patterns in Chapter IV of classroom action research through a systematic literature review approach. The research data were obtained from articles indexed in Google Scholar, Garuda, and SINTA databases using predetermined inclusion criteria. The literature selection process followed the PRISMA stages, including identification, screening, duplicate removal, and eligibility assessment, resulting in 26 relevant articles for analysis. Data analysis was conducted qualitatively using the content analysis technique to examine the structure of result reporting in each research cycle. The findings revealed that the reporting pattern generally consisted of initial conditions, Cycle I results, Cycle II results, discussion, and reflection. However, most reports remained predominantly descriptive and had not fully integrated data interpretation with in-depth learning reflection. These findings indicate that the quality of research reports is determined not only by the completeness of the structure, but also by the researcher’s ability to develop interconnected analysis, interpretation, and reflection systematically. ABSTRAK Penelitian tindakan kelas merupakan pendekatan reflektif yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi secara berkelanjutan. Meskipun struktur pelaporannya telah berkembang secara lebih sistematis, kualitas penyajian hasil penelitian masih menunjukkan variasi, terutama pada aspek analisis data dan refleksi kritis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola pelaporan hasil pada Bab IV penelitian tindakan kelas melalui pendekatan systematic literature review. Data penelitian diperoleh melalui penelusuran artikel pada database Google Scholar, Garuda, dan SINTA dengan menggunakan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Proses seleksi literatur mengikuti tahapan PRISMA yang meliputi identifikasi, penyaringan, penghapusan duplikasi, penilaian kelayakan, hingga diperoleh 26 artikel yang relevan untuk dianalisis. Analisis data dilakukan secara kualitatif menggunakan teknik content analysis untuk menelaah struktur pelaporan hasil pada setiap siklus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pelaporan umumnya terdiri atas kondisi awal, hasil siklus I, hasil siklus II, pembahasan, dan refleksi. Namun, sebagian besar laporan masih dominan bersifat deskriptif dan belum sepenuhnya mengintegrasikan interpretasi data dengan refleksi pembelajaran secara mendalam. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas laporan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan struktur, tetapi juga oleh kemampuan peneliti dalam membangun analisis, interpretasi, dan refleksi yang saling terhubung secara sistematis.
HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DENGAN KEKUATAN HAFALAN AL-QUR’AN SANTRI DI MA’HAD AN-NI’MAH MEDAN Pujiaty, Epy; Harahap, Ervina
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10494

Abstract

ABSTRACT The success of memorizing the Qur’an is not solely determined by cognitive ability, but is also influenced by the level of discipline in managing the learning process. In practice, inconsistencies are still found in time management, regularity of murojaah, and study habits, which in turn affect the stability of students’ memorization. This study aims to examine the effect of discipline on the strength of Qur’anic memorization among students at Ma’had An-Ni’mah Medan. The research employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 37 students selected through simple random sampling. Data were collected using a questionnaire to measure the level of discipline and documentation of final tahfiz examination scores as indicators of memorization strength. Data analysis was conducted using simple linear regression to examine the effect between variables. The results indicate that discipline has a positive and significant effect on memorization strength, with a coefficient value of 0.411 and a significance level of 0.011 (<0.05). Discipline contributes 16.9% to the variance in memorization strength, indicating that it is an important but not dominant factor. These findings highlight that discipline, as a multidimensional construct, plays a role in strengthening memorization quality through the development of consistency and structured learning behaviors. Therefore, strengthening discipline in integration with other factors is a relevant strategy for improving students’ success in memorizing the Qur’an. ABSTRAK Keberhasilan menghafal Al-Qur’an tidak semata ditentukan oleh kemampuan kognitif, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas kedisiplinan dalam mengelola proses belajar. Dalam praktiknya, masih ditemukan ketidakteraturan dalam pengelolaan waktu, konsistensi murojaah, dan kebiasaan belajar yang berdampak pada stabilitas hafalan santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kedisiplinan terhadap kekuatan hafalan Al-Qur’an pada santri di Ma’had An-Ni’mah Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 37 santri yang dipilih melalui teknik acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan angket untuk mengukur tingkat kedisiplinan serta dokumentasi nilai ujian tahfiz sebagai indikator kekuatan hafalan. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kekuatan hafalan dengan nilai koefisien sebesar 0,411 dan signifikansi 0,011 (<0,05). Kontribusi kedisiplinan terhadap variasi kekuatan hafalan sebesar 16,9%, yang menempatkannya sebagai faktor penting namun tidak dominan. Temuan ini menegaskan bahwa kedisiplinan sebagai konstruk multidimensi berperan dalam memperkuat kualitas hafalan melalui pembentukan konsistensi dan keteraturan belajar. Oleh karena itu, penguatan disiplin yang terintegrasi dengan faktor lain menjadi strategi yang relevan dalam meningkatkan keberhasilan santri dalam menghafal Al-Qur’an.
ROLE MODEL (USWAH HASANAH) GURU DALAM PROSES PENDIDIKAN DI SEKOLAH Natalia, Septimi Hartati; Jannah, Miftahul; Salami, Salami
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10785

Abstract

This study explores the vital role of teachers as primary role models, or uswah hasanah, in the process of internalizing moral values ​​in the school environment. The main focus of the study is directed at the influence of educators' personal integrity on the formation of character identity and the overall psychological development of students amidst the dynamics of the modern education ecosystem. This research uses a qualitative approach with a literature review method covering the publication period from 2020 to 2025. The research findings indicate that teachers function as behavioral reference centers through students' natural imitation mechanisms, with concrete exemplary manifestations that include aspects of religiosity, time discipline, democratic communication, and social concern. The success of this character transformation depends heavily on the consistency of program implementation and the synergy of cooperation between schools and parents. Despite several obstacles such as a lack of creative methods and interference from the external environment, educator integrity remains proven to be a far more effective pedagogical instrument than mere theoretical verbal instruction. The main conclusion emphasizes that optimizing the role of teachers as true role models is a fundamental key in building the ethical foundation of the next generation with noble morals. Educators are not only tasked with transferring knowledge, but also building souls through the power of consistent concrete actions to create a dignified and superior quality of national civilization for the sustainable and holistic advancement of Indonesian society. ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi peran vital guru sebagai figur teladan utama atau uswah hasanah dalam proses internalisasi nilai moral di lingkungan sekolah. Fokus utama kajian diarahkan pada pengaruh integritas personal pendidik terhadap pembentukan identitas karakter serta perkembangan psikologis siswa secara menyeluruh di tengah dinamika ekosistem pendidikan modern. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang mencakup periode publikasi dari tahun 2020 hingga 2025. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru berfungsi sebagai pusat referensi perilaku melalui mekanisme imitasi alami siswa, dengan manifestasi keteladanan konkret yang meliputi aspek religiusitas, kedisiplinan waktu, komunikasi demokratis, serta kepedulian sosial. Keberhasilan transformasi karakter ini sangat bergantung pada konsistensi implementasi program serta sinergi kerja sama antara pihak sekolah dengan orang tua. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti kurangnya kreativitas metode dan gangguan dari lingkungan eksternal, integritas pendidik tetap terbukti menjadi instrumen pedagogis yang jauh lebih efektif dibandingkan sekadar instruksi verbal teoritis. Simpulan utama menegaskan bahwa optimalisasi peran guru sebagai role model sejati merupakan kunci fundamental dalam membangun fondasi etika generasi penerus yang berakhlak mulia. Pendidik tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga membangun jiwa melalui kekuatan tindakan nyata yang konsisten guna menciptakan kualitas peradaban bangsa yang bermartabat serta unggul bagi kemajuan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dan holistik.  
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTRI DIPONDOK PESANTREN IMAM AL-BUKHARI FIRDAUS Husna, Ainul; Mukarom, Mukarom
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10786

Abstract

The moral decline of the younger generation is a major challenge for Islamic educational institutions today. This study aims to explain the implementation of moral education at the Imam Al-Bukhari Firdaus Islamic Boarding School in an effort to shape the noble character of its students. Using qualitative methods with a phenomenological approach, this study explores the direct experiences of the subjects through stages of observation, in-depth interviews, and documentation studies. Data analysis was carried out through data reduction, presentation, and drawing conclusions to obtain a holistic understanding. The results show that moral education is implemented as an integrated value system in all daily activities of the students, not just a formal class program. This implementation is carried out through routine habits, continuous supervision, and real examples from teachers who are determining factors for success. The use of the classic book Washoya Al-Aba' Lil Abna' provides concrete guidance in developing adab (good manners) towards Allah, teachers, and fellow human beings. The findings reveal a significant increase in the students' discipline, politeness, and social responsibility through a dynamic process of internalization of values. The main conclusion confirms that the character of students is formed naturally through a religious environment that consistently prioritizes adab (good manners) above knowledge. Moral education at this Islamic boarding school has succeeded in becoming a spiritual foundation that equips students to contribute positively to the lives of the wider community while also becoming a strong moral fortress in facing the increasingly challenging currents of globalization for future generations. ABSTRAK Kemerosotan moral generasi muda menjadi tantangan besar bagi lembaga pendidikan Islam saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi pendidikan akhlak di Pondok Pesantren Imam Al-Bukhari Firdaus dalam upaya membentuk karakter mulia para santri. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman langsung para subjek melalui tahapan observasi, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan guna memperoleh pemahaman holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak dilaksanakan sebagai sistem nilai terintegrasi dalam seluruh aktivitas keseharian santri, bukan sekadar program formal kelas. Implementasi tersebut dilakukan melalui pembiasaan rutin, pengawasan berkelanjutan, serta keteladanan nyata dari para pengajar yang menjadi faktor penentu keberhasilan. Penggunaan kitab klasik Washoya Al-Aba’ Lil Abna’ memberikan panduan konkret dalam membangun adab terhadap Allah, guru, dan sesama manusia. Temuan mengungkapkan adanya peningkatan signifikan pada kedisiplinan, kesopanan, dan tanggung jawab sosial santri melalui proses internalisasi nilai yang dinamis. Simpulan utama menegaskan bahwa karakter santri terbentuk secara alami melalui lingkungan religius yang konsisten mengedepankan adab di atas ilmu. Pendidikan akhlak di pesantren ini berhasil menjadi fondasi spiritual yang membekali santri untuk berkontribusi positif dalam kehidupan masyarakat luas sekaligus menjadi benteng moral yang kuat menghadapi arus globalisasi yang kian menantang bagi generasi masa depan.    
REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGIS NILAI TABAYYUN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK LITERASI DIGITAL KRITIS PELAJAR SMP Azura, Raiham Noor
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10787

Abstract

The development of digital technology requires students to possess critical digital literacy skills to navigate the massive and often unverified flow of information. However, efforts to strengthen digital literacy in education still tend to emphasize technical aspects and have not fully integrated Islamic values from an epistemological perspective. This study aims to reconstruct the value of tabayyun in Islamic Religious Education as an epistemological foundation for developing critical digital literacy among junior high school students. This research employs a qualitative method with a philosophical conceptual approach, grounded in a literature review and primary data from the Qur’an and relevant scientific literature published between 2020 and 2026. The research procedure includes data collection, selection, organization, and analysis using content analysis techniques. The findings indicate that tabayyun functions not only as an ethical value but also as an epistemological mechanism for verifying, analyzing, and evaluating information. This reconstruction demonstrates that tabayyun aligns with the principles of critical digital literacy and can be operationalized as a framework for filtering digital information. Therefore, integrating tabayyun into Islamic Religious Education has the potential to strengthen students’ critical thinking skills in responding to digital information rationally and responsibly. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menuntut pelajar untuk memiliki keterampilan literasi digital kritis guna menavigasi arus informasi yang masif dan seringkali tidak terverifikasi. Namun, upaya untuk memperkuat literasi digital dalam pendidikan masih cenderung menekankan aspek teknis dan belum sepenuhnya mengintegrasikan nilai-nilai Islam dari perspektif epistemologis. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi nilai tabayyun dalam Pendidikan Agama Islam sebagai landasan epistemologis untuk mengembangkan literasi digital kritis di kalangan pelajar SMP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filosofis konseptual, yang didasarkan pada tinjauan pustaka dan data primer dari Al-Qur’an dan literatur ilmiah relevan yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2026. Prosedur penelitian meliputi pengumpulan, seleksi, pengorganisasian, dan analisis data menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabayyun berfungsi tidak hanya sebagai nilai etika tetapi juga sebagai mekanisme epistemologis untuk memverifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi informasi. Rekonstruksi ini menunjukkan bahwa tabayyun selaras dengan prinsip-prinsip literasi digital kritis dan dapat dioperasionalkan sebagai kerangka kerja untuk menyaring informasi digital. Oleh karena itu, mengintegrasikan tabayyun ke dalam Pendidikan Agama Islam berpotensi memperkuat kemampuan berpikir kritis pelajar dalam menanggapi informasi digital secara rasional dan bertanggung jawab.    
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU ANAK GENERASI Z DALAM MENGONSUMSI KONTEN TIKTOK: TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM Farazzy, Dirgho Rayhan; Wicaksono, Triadi
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10788

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the social interaction patterns of Generation Z children, particularly in the use of social media platforms such as TikTok, making parental parenting styles an essential factor in guiding children's behavior. This study aims to analyze the representation of parental parenting styles in digital spaces, to understand the behavior of Generation Z children in consuming TikTok content, and to examine the influence of parenting styles from the perspective of Islamic Family Law. This research employs a qualitative approach using a netnographic method through observation of content, comments, and hashtags related to parenting styles and children's behavior on TikTok. The data were analyzed using thematic analysis to identify behavioral patterns and representations of parenting practices in digital spaces. The results indicate that various parenting styles are represented in digital discourse, including authoritarian, democratic (authoritative), and permissive styles, while the behavior of Generation Z children in consuming TikTok content demonstrates intensive and interactive consumption patterns influenced by emerging digital trends. From the perspective of Islamic Family Law, parenting styles that involve supervision, guidance, and the inculcation of religious values play an important role in shaping responsible and balanced social media usage among children. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial anak Generasi Z, khususnya dalam penggunaan media sosial seperti TikTok, sehingga peran pola asuh orang tua menjadi sangat penting dalam mengarahkan perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pola asuh orang tua dalam ruang digital, memahami perilaku anak Generasi Z dalam mengonsumsi konten TikTok, serta meninjau pengaruh pola asuh tersebut dalam perspektif Hukum Keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi melalui observasi terhadap konten, komentar, dan penggunaan hashtag yang berkaitan dengan pola asuh dan perilaku anak pada platform TikTok. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola perilaku serta bentuk representasi pengasuhan dalam ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi pola asuh yang direpresentasikan dalam diskursus digital, yaitu pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif, sementara perilaku anak Generasi Z dalam mengonsumsi konten TikTok menunjukkan kecenderungan konsumsi yang intensif dan interaktif serta dipengaruhi oleh tren digital yang berkembang. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, pola asuh orang tua yang disertai pengawasan, bimbingan, serta penanaman nilai-nilai agama memiliki peran penting dalam membentuk perilaku anak dalam penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.    
ANALISIS PERAN MAJELIS TA’LIM TERHADAP INTEGRASI REMAJA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DI DESA JATI DATAR Rahmadhani, Irvan; As’ari, Hasyim; Utama, Ferdian
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10789

Abstract

This research was conducted due to the crucial role of informal Islamic educational institutions in addressing the challenges of moral degradation among youth in the digital era, particularly in Jati Datar Village. The main focus of this issue is how to maintain youth social integration in line with religious values. The purpose of this research is to highlight the contribution of Majelis Ta'lim (Islamic study groups) in character formation and creating conditions for active youth participation in society. The method used was a descriptive qualitative approach, and data were collected through observation, documentation, and in-depth interviews with administrators, young congregants, and village leaders. The results show that Majelis Ta'lim has adapted well-from an educational location to a center for youth realization, where they become practitioners in all social and religious activities. Regarding improving discipline in congregational worship and politeness, Majelis Ta'lim is an effective instrument for integration through an interactive and adaptive teaching model. Meanwhile, administrators must continue to innovate in their da'wah models to accommodate youth demands. The contribution of this research lies in strengthening the study of the role of non-formal Islamic educational institutions as agents of youth character development in the digital era, particularly in rural contexts. This study also provides an empirical overview of the adaptive strategies employed by Majelis Ta’lim in attracting and sustaining youth participation. The implications of this research indicate that the development of creative, participatory, and technology-relevant da’wah models is essential to enhance youth engagement. Furthermore, it can serve as a reference for Majelis Ta’lim administrators and policymakers in designing sustainable youth development programs. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan karena pentingnya peran lembaga pendidikan Islam informal dalam mengatasi tantangan degradasi moral pemuda di era digital, khususnya di Desa Jati Datar. Fokus utama isu ini adalah bagaimana menjaga integrasi sosial pemuda sejalan dengan nilai-nilai agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyoroti kontribusi Majelis Ta’lim dalam pembentukan karakter dan penciptaan kondisi untuk partisipasi aktif pemuda dalam masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan para pengelola, jemaah muda, serta pimpinan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Ta’lim telah beradaptasi dengan baik – dari lokasi pendidikan menjadi pusat realisasi pemuda, di mana mereka menjadi praktisi dalam semua kegiatan sosial dan keagamaan. Mengenai peningkatan disiplin ibadah berjamaah dan kesopanan majelis Ta’lim merupakan instrumen yang efektif untuk integrasi melalui model pengajaran yang interaktif dan adaptif. Sementara itu, para pengelola harus terus berinovasi dalam model dakwah untuk mengakomodasi tuntutan remaja. kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian tentang peran lembaga pendidikan Islam non-formal sebagai agen pembentukan karakter pemuda di era digital, khususnya dalam konteks pedesaan. Penelitian ini juga memberikan gambaran empiris mengenai strategi adaptif Majelis Ta’lim dalam menarik dan mempertahankan partisipasi pemuda. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan model dakwah yang kreatif, partisipatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi sangat diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan pemuda, serta dapat dijadikan acuan bagi pengelola Majelis Ta’lim dan pemangku kebijakan dalam merancang program pembinaan generasi muda yang berkelanjutan.    

Page 1 of 2 | Total Record : 15