Education and Counseling Journal
Jurnal consilium adalah jurnal bidang pendidikan dan konseling untuk semua jenjang pendidikan yakni Sekolah Dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi (PT). jurnal consilium merupakan cerminan aspirasi guru-guru di SD – SMA yang membutuhkan jurnal pendidikan dan juga konseling, jurnal ini mewadahi segala bentuk penelitian yang diharapkan mampu memberikan publikasi kepada masyarakat luas.
Articles
27 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS"
:
27 Documents
clear
PERTIMBANGAN DALAM PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR
Ledita Ezy Maulany;
Riska Ahmad;
Yarmis Syukur
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3463
Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui apa saja yang menjadi pertimbangan dalam pembuatan program bimbingan dan konseling peserta didik yang duduk di bangku sekolah dasar. Oleh sebab itu diperlukan adanya konselor sekolah atau guru BK yang paham akan BK itu sendiri, melalui program BK yang berdasarkan pada hukum, visi misi sekolah, dan analisis kebutuhan individu. Selanjutnya artikel ini menggunakan metode studi literatur atau sumber informasi untuk pembahasaannya berasal dari media cetak dan elektronik. Hasil yang didapatkan bahwa pertimbangan pembuatan program BK untuk ditingkat sekolah dasar ialah harus berdasarkan konsep program, yaitu untuk memberi mereka kesempatan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat serta menumbuhkan tanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. Konsep program BK didasarkan oleh hukum, visi-misi sekolah, dan kebutuhan peserta didik itu sendiri. Dengan materi Program BK yang diberikan haruslah sesuai dengan tugas perkembangan individu sebagai seorang peserta didik yang duduk dibangku Sekolah Dasar. Selain itu juga mempertimbangkan unsur-unsur BK, tahap pelaksaan program, dan adanya pengawasan.
MEREDUKSI FOMO PADA ERA SOCIETY 5.0 MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSELING KOGNITIF BEHAVIORAL
Rizki Kurniawan;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3399
Kondisi kesehatan mental masyarakat dilaporkan memburuk dengan sangat cepat saat ini. Meningkatnya kecanduan platform media sosial adalah salah satu elemen yang berkontribusi terhadap masalah tersebut. Akibat kecanduan, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa masalah Fear of Missing Out (FOMO) semakin meluas di kalangan mahasiswa. Ketika kita memiliki akses ke perangkat seluler dan aplikasi yang disertakan dengan platform media sosial, akan ada banyak konsekuensi positif dan negatif dalam hidup kita. Ini adalah fenomena yang terjadi di masyarakat kita saat ini. Selain itu, karena dampak negatif dari kedua masalah kesehatan mental ini, banyak dari kita yang terkena dampak langsung dari penyakit ini, meskipun kita belum mengetahui fakta ini. Ini adalah kasusnya meskipun faktanya kita tidak menyadarinya. Analisis Fear of Missing Out (FOMO) adalah fokus dari proyek penelitian ini, dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana model konseling terapi perilaku kognitif diterapkan untuk melakukan analisis FOMO. Pendekatan penelitian ini terdiri dari tinjauan literatur yang dilakukan sebelumnya. Sebagai hasil dari penelitian ini, dikembangkan konsep aliran kondisi personal yang mengalami fomitus, dan merupakan hal yang dapat dielaborasi pada penelitian-penelitian selanjutnya yang lebih mendalam. Berdasarkan temuan penelitian ini, model konseling cognitive behavioral treatment (CBT) berpotensi untuk dimanfaatkan dalam proses mengkategorikan perkembangan kondisi simtomatik (FoMO) pada setiap individu secara umum.
IMPLEMENTASI PROGRAM GURU PENGGERAK DALAM PROSES REKRUTMEN CALON KEPALA SEKOLAH DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 2022
Setyowati Setyowati
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3486
Guru Penggerak menggerakkan ekosistem sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran murid dan menjadikan refleksi serta evaluasi menjadi basis menentukan kebijakan atau program di sekolah. Ke depan, arah kebijakan Program Guru Penggerak direncanakan akan menjadi program pendidikan calon kepala sekolah dan pengawas sekolah. Tujuan dalam penelitian ini adalah1) Untuk menganalisis Implementasi Program Guru Penggerak dalam Proses Rekrutmen Calon kepala Sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo Tahun 2022 dan 2) Untuk mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung dalam Proses Rekrutmen Calon kepala Sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo Tahun 2022. Jenis penelitian kualitatif dan lokasi penelitian di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo. Pengumpulan data wawancara dan observasi sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Simpulan dalam penelitian ini adalah 1) Peran Program Guru Penggerak dalam Proses Rekrutmen Calon kepala Sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo Tahun 2022 bahwa peran penting mengingat program Guru Penggerak bertujuan untuk mencetak guru yang mampu mengelola 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam proses rekrutmen calon kepala Sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo Tahun 2022 bahwa praktik proses perencanaan kebutuhan kepala sekolah masih belum sesuai dengan ketentuan, yang terindikasi dari waktu yang cukup lama ( beberapa tahun ) bagi beberapa sekolah yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah hingga diangkat. Faktor pendukung adanya mampu mengajak para guru untuk membangun inovasi, skill, dan kompetensi yang dimiliki oleh para guru.
THE ROLE OF BK SUPERVISORS IN IMPROVING THE PROFESSIONALIZATION OF BK TEACHERS IN SCHOOLS IN THE ERA OF SOCIETY 5.0
Alnetia Dwi Kamirsa Amria;
Firman Firman;
Neviyarni Neviyarni;
Muhammad Asyraf Bi Che Amat
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3237
BK supervisors are educational staff who have an important role in increasing the professionalism of BK teachers and the quality of education in schools. Supervision is carried out starting from program planning, program implementation and evaluation of guidance and counseling teacher supervision. The supervision provided by the supervisor of the BK teacher will also support student success. Patterns of guidance and counseling are in the realm of personal, learning, social and career fields. In the era of society 5.0, human life is facilitated by technology. To face the socity 5.0 era, counseling teachers need to make a paradigm shift in carrying out their service duties at school. For this reason, good supervision is also needed by the BK supervisor so that the professionalism of BK teachers increases in this era of society 5.0. Today, counseling supervisors do not come from the guidance and counseling discipline. As a result, the supervisor's role becomes less effective in assessing the performance of counseling teachers and their programs so that the implementation of counseling is not carried out as it should. The purpose of this study is that stakeholders should consider choosing BK supervisors where BK supervisors come from the field of guidance and counseling as well as increasing the professionalism of BK teachers in the era of society 5.0 in implementing the overall guidance and counseling process. This research is a qualitative research using literature study method. The results of this study indicate that the role of the counseling supervisor in schools carries out proper supervision of program planning, implementation, assessment and reports on the supervision they carry out on the implementation of counseling services in schools using technology in the era of society 5.0.
KONSELING RELITAS UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI DIRI SISWA: LITERATURE REVIEW
Rachman Hakim;
Netrawati Netrawati;
Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3406
Saat ini, sejumlah besar siswa masuk dalam kategori memiliki tingkat ketahanan yang rendah; Oleh karena itu, diperlukan layanan bimbingan dan konseling yang mengambil pendekatan konseling realitas. Pengembangan resiliensi yang lebih besar di kalangan siswa adalah tujuan dari implementasi konseling realitas. Dalam penelitian ini, digunakan metode studi literatur dengan pendekatan pengumpulan data yang memanfaatkan tinjauan berbagai referensi yang terhubung. Pelaksanaan treatment dengan menggunakan konseling realita dinilai efektif, berdasarkan hasil berbagai penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada diri konseli antara sebelum dan sesudah menerima treatment dengan menggunakan konseling. Berdasarkan hasil dapat disimpilkan bahwa Pelaksanaan konseling realitas sebagai sarana untuk mengatasi resiliensi individu menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pendidik BK untuk menyesuaikan dan mengembangkan kompetensinya sejalan dengan pergeseran norma budaya dan kemajuan inovasi teknologi. Serta dapat membantu siswa untuk meningkatkan resiliensi dirinya.
PERAN GURU BAGI KESEHATAN MENTAL SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DALAM PROSES MENGAJAR
Heru Nurtiwiyono
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3509
Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik dan peserta didik yang bertujuan untuk mencapai pendidikan. Peranan guru lebih besar karena sebagai orang yang lebih dewasa dan berpengalaman, lebih banyak menguasai nilai-nilai, pengetahuan dan keterampilan. Maka di dalam pendidikan guru merupakan komponen penting yang memiliki pengaruh besar untuk peserta didik. Guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing dituntut untuk memiliki kematangan dan kedewasaan, kesehatan jasmani dan rohani. Seorang guru harus terdiri atas orang-orang yang bisa bertanggung jawab, guru memiliki peran untuk menanamkan nilai-nilai dan sikap kepada peserta didik agar memiliki kepribadian yang baik dengan memberikan contoh yang baik kepada anak didiknya dan apabila ada seorang pendidik memberi contoh negatif maka akan berpengaruh dan berdampak buruk terhadap perkembangan psikis peserta didik.
MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERCERITA MAHASISWA TAHUN PERTAMA STIE-SAK DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK RETELLING TAHUN AJARAN 2022/2023
Al-Padli Al-Padli;
Sukarta Kartawijaya
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3434
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara keterampilan berbicara mahasiswa yang diajarkan menggunakan retelling dan yang diajarkan dengan menggunakan teknik konvensional. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci. Ada dua kelas yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberi pretest, kemudian setelah diberikan tes akan dilakukan penelitian dengan mengajarkan kedua kelas dengan teknik yang berbeda yaitu teknik retelling dan teknik konvensional untuk melihat bagaimanakah ketrampilan mahasiswa setelah diterapkan teknik retelling. Setelah itu masing-masing kelas akan diberikan diberi posttest. Hal itu dilakukan dengan dua kelas yang diajar menggunakan teknik menceritakan kembali dan satu kelas lainnya diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini kan digunakan tes berbicara. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan mahasiswa. Dengan. Teknik Retelling adalah teknik yang sangat bagus digunakan untuk meningkatkan ketrampilan berbicara mahasiswa karena teknik ini membantu mahasiswa dalam memberikan ide sehingga mempermudahkan mereka untuk berbicara. Oleh karena itu, peneliti akan menggunakan Retelling untuk meningkatkan ketrampilan mahasiswa dalam berbicara. Jadi peneliti akan melakukan penelitian dengan judul “Meningkatkan Ketrampilan Bercerita Mahasiswa Tahun Pertama STIE-SAK Dengan Menggunakan Teknik Retelling Tahun Ajaran 2022/2023”
TEORI KARIR DONALD E SUPER DAN IMPLEMENTASINYA PADA KARIR CONTENT CREATOR DI ERA MILENIAL
Suhartati Wahyu;
Afdal Afdal;
Rezki Hariko
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3254
Pilihan karir generasi milenial saat ini identik dengan dunia teknologi, seperti content creator, youtuber, gamer, dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu, belajar tidak menghalangi mereka untuk mengejar karir di dunia teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi teori karir Donald E Super pada content creator di era milenial saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, dan studi dokumentasi pada salah satu mahasiswa yang menggeluti karir sebagai content creator dengan puluhan karya video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) mahasiswa ini telah menjadi content creator sesuai dengan bakat, minat, dan potensi diri yang dimilikinya. Inilah yang dimaksud Donald E Super dengan self-concept positif, yang membantu membentuk pola karir sepanjang hidup seseorang. Hal ini ditunjukkan secara keseluruhan dalam setiap karya yang dibuatnya, (2) mahasiswa ini berada di tahap eksploratory, yaitu usia sekitar 15 sampai 25 tahun, di mana mereka telah mampu memahami karir berdasarkan minat bakat mereka meskipun ada kemungkinan bahwa hal itu akan berkembang ke arah yang berbeda.
SCRUTINIZATION OF THE IMPLEMENTATION OF THE CURRICULUM MERDEKA IN ELEMENTARY SCHOOLS: A LITERATURE REVIEW
Deni Yuliani;
Eka. Supriatna;
Henny Sanulita;
Elva Refariza;
Dwi Hadita Ayu;
Wily Mohammad
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3489
The study aims to scrutinize the implementation of the Curriculum Merdeka in elementary schools. The type of research used in research is qualitative research, namely research that does not use quantitative data or statistical measurement tools. Under the object of this thesis, this type of research is in the category of library research (library research), namely a series of studies using library research. The Curriculum Merdeka also supports project-based learning strategies. Through this strategy, students are expected to be able to apply the material learned through projects and case studies. Later, the projects and case studies carried out by students will be known as the Strengthening Pancasila Student Profile Project. The project is implemented so that students can achieve the Pancasila Student Profile. The Pancasila student profile itself is a character and ability that is built in everyday life and exists within every student. This includes faith and devotion to God Almighty, global diversity, cooperation, creativity, independence and the quality of critical reasoning. Pancasila student profiles can be built through educational cultural institutions, curricular learning, Pancasila student profile improvement programs, and extracurricular activities. The implementation of independent elementary school level courses prioritizes project-based learning to achieve the Pancasila student profile. This is also very relevant to learning in the 21st century, where learning does not only focus on knowledge but also emphasizes the acquisition of character, literacy, skills and technology. Independent study will again be subject-based.
FACILITIES AND INFRASTRUCTURE MANAGEMENT IN SERVICE IMPLEMENTATION GUIDANCE AND COUNSELING IN INDONESIAN SCHOOLS
Suhartati Wahyu;
Neviyarni Neviyarni;
Firman Firman;
Muhammad Asyraf Bin Che Amat
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3246
Facilities and infrastructure function as a support for the implementation of learning and guidance and counseling services in schools. Currently, guidance and counseling facilities and infrastructure in Indonesian schools are not utilized effectively and efficiently so that the implementation of guidance and counseling services is still not successful, in other words it has not achieved the expected goals. Guidance and counseling facilities and infrastructure in schools are not fully supported, thus making it difficult for guidance and counseling personnel to work together in the implementation of guidance and counseling services. Therefore, there is a need for full utilization by guidance and counseling personnel of the available facilities and infrastructure. The purpose of this research is to find out the management of counseling facilities and infrastructure in order to create conducive, comfortable and stable counseling services. This research is a Qualitative Research with the method of literature review (literature review). The results of the study show that the success of counseling services in schools is supported by adequate facilities and infrastructure that are utilized effectively and efficiently. For this reason, the profile of these facilities and infrastructure must be utilized as well as possible.