cover
Contact Name
Saiful Amin
Contact Email
dinamikasosial@uin-malang.ac.id
Phone
+6285815388569
Journal Mail Official
dinamikasosial@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Jalan Gajayana No.50, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
ISSN : -     EISSN : 28284763     DOI : -
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan jurnal berkala ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitian tugas akhir mahasiswa di bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Articles 102 Documents
PEMBELAJARAN GEODIVERSITAS BERBASIS LAPANGAN BAGI GENERASI MUDA: STUDI EVALUATIF DI IJEN UNESCO GLOBAL GEOPARK Muhammad Asyroful Mujib; Tri Rafika Diyah Indartin; Firda Diartika; Hablana Rizka; Kurnia Maulidi Noviantoro
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i2.30705

Abstract

Ijen UNESCO Global Geopark has volcanic landscapes, distinctive geological formations, cultural heritage, and interconnected geosites that provide strong potential for geoscience education. However, this potential has not been fully accompanied by young people’s ability to understand Ijen as a geoheritage system that requires scientific interpretation and conservation. This study aims to evaluate field-based geodiversity learning for young people in Ijen UNESCO Global Geopark. An evaluative case study design was applied using descriptive quantitative and qualitative approaches. The research involved 50 participants, consisting of senior high school students, undergraduate students, master’s students, and young teachers. The learning activities were conducted over three days and two nights through field observation and interpretation at four main geosites: Kawah Wurung, Kalipait, Plalangan Black Lava, and Kawah Ijen. Data were collected through post-tests, geosite observation sheets, participant reflection notes, and field documentation. The results show that the average participant understanding score reached 79 out of 100. The highest score was obtained for understanding regional geosite values, at 82, followed by geoconservation and sustainable tourism, at 80, geopark functions, at 79, and geoheritage, at 75. These findings indicate that field-based learning effectively strengthens participants’ understanding of concrete and observable geosite aspects. However, geoheritage understanding still requires further reinforcement because it involves more abstract scientific, historical, educational, and conservation values. Field-based geodiversity learning is therefore relevant as a geopark education model for strengthening geoscience literacy, geoconservation awareness, and sustainable geotourism understanding among young people. ABSTRAK Ijen UNESCO Global Geopark memiliki lanskap vulkanik, formasi geologi khas, warisan budaya, dan jejaring geosite yang berpotensi sebagai ruang pendidikan geosains. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan generasi muda dalam memahami Ijen sebagai sistem geoheritage yang memerlukan interpretasi ilmiah dan konservasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pembelajaran geodiversitas berbasis lapangan bagi generasi muda di Ijen UNESCO Global Geopark. Penelitian menggunakan desain studi kasus evaluatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 50 peserta, terdiri atas siswa SMA, mahasiswa S1, mahasiswa S2, dan guru muda. Pembelajaran dilaksanakan selama tiga hari dua malam melalui observasi dan interpretasi lapangan pada empat geosite utama, yaitu Kawah Wurung, Kalipait, Plalangan Black Lava, dan Kawah Ijen. Data dikumpulkan melalui post-test, lembar observasi, catatan refleksi, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pemahaman peserta mencapai 79 dari 100. Skor tertinggi terdapat pada pemahaman nilai geosite kawasan sebesar 82, diikuti geokonservasi dan pariwisata berkelanjutan sebesar 80, fungsi geopark sebesar 79, dan geoheritage sebesar 75. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis lapangan efektif memperkuat pemahaman peserta terhadap aspek geosite yang konkret dan mudah diamati. Namun, pemahaman geoheritage masih memerlukan penguatan karena berkaitan dengan nilai ilmiah, historis, edukatif, dan konservasi yang lebih abstrak. Pembelajaran geodiversitas berbasis lapangan relevan sebagai model edukasi geopark untuk membangun literasi kebumian, kesadaran geokonservasi, dan pemahaman geowisata berkelanjutan pada generasi muda.
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN LOCAL WISDOM TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN DENGAN LINGKUNGAN PESANTREN SEBAGAI VARIABEL MODERASI Moch. Asyrof Zaky; Muh. Yunus
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i2.32416

Abstract

This study aims to analyze the effect of pedagogical competence, local wisdom, and the role of the pesantren environment on the quality of Social Studies learning at MTs Bahrul Ulum Tajinan Malang. The background of this research is based on the low level of student engagement and the suboptimal integration of local wisdom in Social Studies learning. This study employed a quantitative approach with an explanatory research design and an ex post facto method. The sample consisted of 66 seventh-grade students selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires and documentation and analyzed using multiple linear regression and Moderated Regression Analysis. The results show that pedagogical competence has a positive and significant effect on the quality of Social Studies learning, while local wisdom has no significant partial effect. Simultaneously, pedagogical competence and local wisdom significantly affect the quality of Social Studies learning. In addition, the pesantren environment moderates the effect of pedagogical competence on learning quality, but does not moderate the effect of local wisdom. These findings indicate that improving the quality of Social Studies learning is more effectively achieved through strengthening teachers’ pedagogical competence and a conducive pesantren environment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi pedagogik, local wisdom, serta peran lingkungan pesantren terhadap mutu pembelajaran IPS di MTs Bahrul Ulum Tajinan Malang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya keterlibatan peserta didik serta belum optimalnya integrasi nilai kearifan lokal dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori dan desain ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 66 peserta didik kelas tujuh yang ditentukan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan analisis regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pembelajaran IPS, sedangkan local wisdom tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, kompetensi pedagogik dan local wisdom berpengaruh signifikan terhadap mutu pembelajaran IPS. Selain itu, lingkungan pesantren terbukti memoderasi pengaruh kompetensi pedagogik terhadap mutu pembelajaran IPS, namun tidak memoderasi pengaruh local wisdom. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pembelajaran IPS lebih efektif dicapai melalui penguatan kompetensi pedagogik guru dan dukungan lingkungan pesantren yang kondusif dalam proses pembelajaran.

Page 11 of 11 | Total Record : 102