cover
Contact Name
Saiful Amin
Contact Email
dinamikasosial@uin-malang.ac.id
Phone
+6285815388569
Journal Mail Official
dinamikasosial@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Jalan Gajayana No.50, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
ISSN : -     EISSN : 28284763     DOI : -
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan jurnal berkala ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitian tugas akhir mahasiswa di bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Articles 102 Documents
RELEVANSI MATA PELAJARAN IPS DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Silvia Qotrun Nada; M. Zainuddin
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i1.15458

Abstract

Critical thinking is an essential skill that students must possess to face the challenges of the 21st century. This ability helps students analyze information, make decisions, and solve problems logically. However, international assessment results such as PISA 2022 indicate that Indonesian students still have low literacy and numeracy levels, reflecting weak critical thinking skills. One of the subjects relevant to the development of critical thinking is Social Studies. This subject equips students with an understanding of history, geography, economics, and social life, which can encourage reflective and analytical thinking. Therefore, the effectiveness of Social Studies instruction is key to enhancing critical thinking skills. This study aims to examine how Social Studies instruction is implemented to develop the critical thinking skills of Grade VIII students at MTs Hidayatul Mubtadi’in, how students perceive the relevance of the subject and its teaching methods, and how effective Social Studies is in enhancing critical thinking. The research uses a mixed-methods approach, collecting quantitative data through the Critical Thinking Questionnaire and analyzing it using SPSS. The qualitative approach is carried out through interviews, classroom observations, and document analysis of student assignments. The results show that Social Studies instruction at MTs Hidayatul Mubtadi’in has contributed to improving students' critical thinking skills. Interactive methods such as discussions, case studies, and problem-based learning have proven to be effective. Most students demonstrated critical thinking abilities ranging from moderate to high levels, although some were still in the low category. Thus, Social Studies instruction plays an important role in developing students' critical thinking skills. However, improvements and innovations in teaching are still needed to achieve more equitable and optimal outcomes across all student groups. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki siswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Kemampuan ini membantu siswa menganalisis informasi, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah secara logis. Namun, hasil asesmen internasional seperti PISA 2022 menunjukkan bahwa literasi dan numerasi siswa Indonesia masih rendah, mencerminkan lemahnya kemampuan berpikir kritis. Salah satu mata pelajaran yang relevan dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Mata pelajaran ini membekali siswa dengan pemahaman tentang sejarah, geografi, ekonomi, dan kehidupan sosial yang dapat mendorong mereka berpikir secara reflektif dan analitis. Oleh karena itu, efektivitas pembelajaran IPS menjadi kunci dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran IPS diterapkan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII di MTs Hidayatul Mubtadi’in, serta bagaimana pandangan siswa terhadap relevansi mata pelajaran IPS dan metode pengajarannya dan bagaimana evektivitas mata pelajaran IPS yang diterapkan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian menggunakan metode campuran, dengan pengumpulan data kuantitatif melalui Critical Thinking Questionnaire dan analisis menggunakan SPSS. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen tugas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di MTs Hidayatul Mubtadi’in telah berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode interaktif seperti diskusi, studi kasus, dan problem-based learning terbukti efektif. Sebagian besar siswa menunjukkan kemampuan berpikir kritis dalam kategori sedang hingga tinggi, meskipun masih ada yang berada di kategori rendah. Dengan demikian, pembelajaran ilmu pengetahuan sosial berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, masih diperlukan perbaikan dan inovasi pembelajaran agar hasil yang dicapai dapat lebih merata dan optimal di semua kelompok siswa.
STRATEGI MENGATASI KETERGANTUNGAN GADGET UNTUK MENDUKUNG MADRASAH DIGITAL YANG EFEKTIF Imdad Labib Sakilah
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i1.16422

Abstract

This study discusses the problem of students' dependence on gadgets in Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mojokerto City and the strategies applied to create an effective digital madrasah environment. The main focus of this study is how excessive use of gadgets impacts students' concentration, motivation, and social interaction in the classroom, and how teachers try to overcome these challenges. This research uses a qualitative approach with a case study design, involving in-depth interviews with teachers as well as direct observation in the classroom. The results show that even though the policy of restricting gadgets has been implemented, students still show high dependency that interferes with the teaching and learning process. This condition not only affects academic achievement, but also reduces student involvement in discussions and group work. These findings confirm that the management of inappropriate use of technology can undermine meaningful learning. Therefore, the proposed strategy includes strengthening digital literacy, developing a balance-based learning approach between technology and social interaction, and collaboration between schools, teachers, and parents. This research makes an important contribution in designing technology-based education policies that not only focus on access to information, but also pay attention to the psychological health and character development of students. ABSTRAK Penelitian ini membahas permasalahan ketergantungan siswa terhadap gadget di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Mojokerto serta strategi yang diterapkan untuk menciptakan lingkungan madrasah digital yang efektif. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana penggunaan gadget yang berlebihan berdampak pada konsentrasi, motivasi, serta interaksi sosial siswa di kelas, dan bagaimana guru berupaya mengatasi tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan guru serta observasi langsung di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kebijakan pembatasan gadget telah diterapkan, siswa masih menunjukkan ketergantungan tinggi yang mengganggu proses belajar mengajar. Kondisi tersebut tidak hanya mempengaruhi capaian akademik, tetapi juga mengurangi keterlibatan siswa dalam diskusi dan kerja kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan penggunaan teknologi yang tidak tepat dapat melemahkan pembelajaran yang bermakna. Oleh karena itu, strategi yang diusulkan mencakup penguatan literasi digital, pengembangan pendekatan pembelajaran berbasis keseimbangan antara teknologi dan interaksi sosial, serta kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam merancang kebijakan pendidikan berbasis teknologi yang tidak hanya fokus pada akses informasi, tetapi juga memperhatikan kesehatan psikologis dan perkembangan karakter siswa.
Strategi Penerapan Metode Pembelajaran di Kelas Padat: Tantangan dan Solusi: Challenges and Solutions Amalia Tahta Rohmatillah
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i1.16423

Abstract

The condition of crowded classrooms is one of the challenges faced by educational institutions, especially at MAN 3 Jombang. The number of students exceeding the ideal capacity in a class makes the teaching and learning process less effective, interaction between students and teachers is limited, and individual attention is difficult to give optimally. This study aims to describe the strategy of implementing learning methods used by teachers in overcoming the challenges of crowded classrooms in MAN 3 Jombang. The research method used is qualitative with a case study design. Data collection was carried out through in-depth interviews, direct observation, and document analysis, which were analyzed using a thematic analysis approach. The results of the study showed that teachers applied various strategies, including group discussions, simple project-based learning, and the use of digital media such as classroom television and Google Classroom. The obstacles faced include limited time, supporting facilities, and policies on the use of technology in the pesantren environment. Nevertheless, teachers still try to adapt learning methods so that the learning process remains effective and conducive. This research is expected to be a reference for other schools facing similar problems, as well as the basis for the development of further research in the field of dense classroom management. ABSTRAK Kondisi kelas padat merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan, khususnya di MAN 3 Jombang. Jumlah siswa yang melebihi kapasitas ideal dalam satu kelas menyebabkan proses belajar mengajar kurang efektif, interaksi antar siswa dan guru terbatas, serta perhatian individu sulit diberikan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penerapan metode pembelajaran yang digunakan guru dalam mengatasi tantangan kelas padat di MAN 3 Jombang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen, yang dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi, di antaranya diskusi kelompok, project-based learning sederhana, dan pemanfaatan media digital seperti televisi kelas dan Google Classroom. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, sarana pendukung, serta kebijakan penggunaan teknologi di lingkungan pesantren. Meskipun demikian, guru tetap berupaya melakukan adaptasi metode pembelajaran agar proses belajar tetap efektif dan kondusif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain yang menghadapi permasalahan serupa, serta menjadi dasar bagi pengembangan penelitian lanjutan di bidang manajemen kelas padat.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN VISUAL THINKING PADA MATERI IPS Nimas Yuhyih Wakindiyah; Alfiana Yuli Efiyanti
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i2.17898

Abstract

One of the essential cognitive skills required by students to comprehend academic content is the ability to think visually. Employing suitable edu cational media can significantly enhance this cognitive capability. Observations conducted at MTs Al Maarif 02 Singosari revealed that students exhibited underdeveloped visual thinking skills. This shortcoming was attributed to the use of media that lacked engagement and interactivity. Hence, there is a pressing need to implement more dynamic and stimulating learning tools that can strengthen students’ visual thinking, particularly in the context of social studies. The purpose of this research is to explore how media integrating Augmented Reality (AR) influences learners' visual thinking in social studies. Such a skill is vital in this subject area, as it enables students to interpret spatial data and examine social issues more effectively. This investigation adopted a quasi-experimental approach with a design that involved only a post-test phase. Data was gathered using objective tests composed of multiple-choice questions reflecting several dimensions of visual thinking: Looking, Seeing, Imagining, Showing, and Telling. For data analysis, the independent samples t-test was employed with the aid of SPSS version 26. The findings indicated a statistically significant difference (p < 0.05) between the visual thinking performance of students exposed to AR media and those who experienced conventional instruction. Learners in the AR-enhanced group consistently achieved higher average scores across all visual thinking indicators. These results suggest that integrating AR into educational media can foster deeper, more interactive, and meaningful comprehension of social studies material. ABSTRAK Kemampuan visual thinking menjadi salah satu kemampuan yang sangat penting di era saat ini merupakan salah satu keterampilan berpikir yang penting. Untuk membantu kemampuan tersebut, butuh penggunaan media pembelajaran yang tepat. hasil observasi di MTs Al Maarif 02 Singosari menunjukan kemampuan Visual thinking yang kurang maksimal. Hal ini terjadi karena penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik dan interaktif. Oleh karena itu media pembelajaran yang tepat sangat diperlukan dengan tujuan membantu siswa memiliki kemampuan Visual thinking, terutama pada materi IPS. Penelitian ini hadir untuk memahami bagaimana Augmented Reality (AR) terhadap kemampuan visual thinking siswa pada materi IPS. Kemampuan visual thinking dinilai penting dalam pembelajaran IPS karena membantu siswa memahami informasi spasial, menganalisis fenomena sosial. Penelitian memanfaatkan metode penelitian yakni dengan kuasi eksperimen desain post-test only. Teknik pengumpulan data melalui tes. Tes yang diberikan berupa soal pilihan ganda yang mencakup indikator Looking, Seeing, Imagining dan Showing and Telling, guna mengukur kemampuan Visual thinking siswa. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test berbantuan aplikasi SPSS 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan (p < 0,05) antara kemampuan visual thinking siswa yang belajar menggunakan media AR dibandingkan ] menggunakan media konvensional. Skor tinggi ditujukan Siswa pada kelompok eksperimen, kelas ini berhasil menempuh seluruh indikator kemampuan visual thinking. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media berbasis AR dapat meningkatkan kemampuan berpikir visual siswa dalam memahami materi IPS secara lebih interaktif dan bermakna.
PENGARUH TEMAN SEBAYA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA MTS MA’ARIF SUKOREJO Miladi Muhammad; Hayyun Lathifaty Yasri
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i1.18005

Abstract

This study aims to determine and analyze the influence of peers on the formation of disciplined character of grade IX students at MTs Ma'arif Sukorejo. Peers are one of the external factors that play an important role in the development of adolescent character, including in terms of discipline. Discipline as a character that supports academic and non-academic success is greatly influenced by the social environment, especially interpersonal relationships with peers. In this context, positive and constructive interactions with peers can form good habits, compliance with rules, and high personal responsibility. This study uses a quantitative approach with a simple linear regression analysis method. From a total population of 118 students, 92 students were used as research samples. Data collection was carried out using a Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. This study also went through the stages of normality, linearity, and heteroscedasticity tests before hypothesis testing was carried out. The data were then analyzed using the SPSS version 16 application. The results showed that there was a significant influence between peers on the formation of students' disciplined character. Students who have healthy interactions, emotional support, and good communication with peers tend to show higher levels of discipline. This study concludes that social relationships in peer groups have a major contribution to the formation of student character, especially in terms of discipline. These findings provide recommendations for schools to pay attention to students' social dynamics and encourage the creation of a positive social environment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh teman sebaya terhadap pembentukan karakter disiplin siswa kelas IX di MTs Ma’arif Sukorejo. Teman sebaya merupakan salah satu faktor eksternal yang memiliki peranan penting dalam perkembangan karakter remaja, termasuk dalam hal kedisiplinan. Kedisiplinan sebagai karakter yang menunjang keberhasilan akademik maupun non-akademik, sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial, khususnya hubungan interpersonal dengan teman-teman sebaya. Dalam konteks ini, interaksi yang positif dan konstruktif dengan teman sebaya dapat membentuk kebiasaan baik, kepatuhan terhadap aturan, serta tanggung jawab pribadi yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier sederhana. Dari total populasi 118 siswa, sebanyak 92 siswa dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian ini juga melalui tahap uji normalitas, linearitas, dan heteroskedastisitas sebelum dilakukan pengujian hipotesis. Data kemudian dianalisis menggunakan aplikasi SPSS versi 16 untuk mendapatkan hasil yang akurat dan objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara teman sebaya terhadap pembentukan karakter disiplin siswa. Siswa yang memiliki interaksi sehat, dukungan emosional, dan komunikasi yang baik dengan teman sebaya cenderung menunjukkan perilaku disiplin yang lebih tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan sosial dalam kelompok sebaya memiliki kontribusi besar dalam pembentukan karakter siswa, khususnya dalam aspek kedisiplinan. Temuan ini memberikan rekomendasi bagi pihak sekolah untuk memperhatikan dinamika sosial siswa serta mendorong terciptanya lingkungan pergaulan yang positif.
ANALISIS FAKTOR PENGANGGURAN DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG: APLIKATIF TEORI KONVENSIONAL DAN MAQASHID SYARIAH Bima Riansyah; Saffanah Azzahra; Achmad Sani Supriyanto; Vivin Maharani Ekowati
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i1.18060

Abstract

This study aims to analyze and determine the partial and simultaneous effects of the variables of Employment Opportunities, Regional Minimum Wage (UMR), Economic Growth, and Human Development Index (HDI) on Unemployment in the Bangka Belitung Islands Province by integrating conventional quantitative analysis and the maqashid syariah perspective. This research uses a quantitative type with an explanatory statistical approach, with a sample size of 42 samples obtained through purposive sampling technique. The analysis method used is the panel data regression estimation model, as it combines time-series and cross-sectional data. The results of the study indicate that employment opportunities have a negative and significant effect on the unemployment rate, reflecting the good application of maqashid syariah in addressing unemployment through the employment opportunity variable in the Bangka Belitung Islands Province. The Regional Minimum Wage (UMR) has a positive and significant effect on unemployment, reflecting the good application of maqashid syariah in addressing unemployment through the Regional Minimum Wage (UMR) variable in the Bangka Belitung Islands Province. The Human Development Index (HDI) has a negative and insignificant effect, reflecting the good application of maqashid syariah in addressing unemployment through the Human Development Index (HDI) variable in the Bangka Belitung Islands Province. Economic growth has a negative and insignificant effect on unemployment, reflecting the good application of maqashid syariah in addressing unemployment through the economic growth variable in the Bangka Belitung Islands Province. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan variabel Kesempatan Kerja, Upah Minimum Regional (UMR), Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Pengangguran di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan mengintegrasikan analisis kuantitatif konvensional dan perspektif maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif pendekatan statistik eksplanatori dengan jumlah sampel sebanyak 42 sampel yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu model estimasi regresi data panel karena mengkombinasikan data deret waktu (time series) dan kerat lintang (cross section). Hasil penelitian menunjukkan kesempatan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran sehingga mencerminkan penerapan maqashid syariah yang baik untuk mengentas pengangguran melalui variabel kesempatan kerja di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Upah Minimum Regional (UMR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran sehingga mencerminkan penerapan maqashid syariah yang baik untuk mengentas pengangguran melalui Upah Minimum Regional (UMR) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan tidak signifikan sehingga mencerminkan penerapan maqashid syariah yang baik untuk mengentas pengangguran melalui variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pengangguran sehingga mencerminkan penerapan maqashid syariah yang baik untuk mengentas pengangguran melalui variabel pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING Dita Violani; Nailul Fauziyah
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i1.18136

Abstract

This study aims to describe the efforts and obstacles faced by teachers in improving the critical thinking skills of grade VIII students in social studies learning through the Problem Based Learning model. The method used in this research is a qualitative method with the type of case study research. Data collection techniques are using observation, interviews and documentation. Then checking the validity of the data using 2 ways namely observation persistence and triangulation. The triangulation used is source triangulation and technical triangulation. Data analysis refers to the theory of Miles and Huberman, namely reducing data, presenting data and concluding data. The results showed that the teacher's efforts in improving the critical thinking skills of VIII grade students in social studies learning through Problem Based Learning model at MTs Almaarif 01 Singosari Malang, namely: teachers compile teaching modules in which there are indicators of critical thinking and use the Problem Based Learning model, create varied learning media, and use discussion and question and answer methods. Where with the teacher using the Problem Based Learning model, the critical thinking skills of students in class VIII H have increased. While the obstacles faced by social studies teachers in improving students' critical thinking skills through Problem Based Learning models are the ability of VIII H students who have not been able to find more information, such as searching for information on the internet during learning and others, because they are not allowed to bring gadgets, but can use facilities from madrasah such as computer laboratories and libraries. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya dan hambatan yang dihadapi oleh guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII pada pembelajaran IPS melalui model Problem Based Learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yakni menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian pengecekan keabsahan data menggunakan 2 cara yakni ketekunan pengamatan dan triangulasi. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik.Analisis data mengacu pada teori dari Miles dan Huberman yakni mereduksi data, menyajikan data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya upaya guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII pada pembelajaran IPS melalui model Problem Based Learning di MTs Almaarif 01 Singosari Malang yaitu: Guru menyusun modul ajar yang didalam sudah terdapat indikator berpikir kritis dan menggunakan model Problem Based Learning, membuat media pembelajaran yang bervariasi, dan menggunakan metode diskusi dan tanya jawab. Di mana dengan guru menggunakan model Problem Based Learning kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII H mengalami peningkatan. Sedangkan hambatan yang dihadapi oleh guru IPS dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui model Problem Based Learning adalah kemampuan siswa VIII H yang belum mampu mencari informasi yang lebih, seperti mencari informasi di internet saat pembelajaran dan yang lainnya, dikarenakan belum diperbolehkan membawa gadget, namun bisa menggunakan fasilitas dari madrasah seperti laboratorium komputer maupun perpustakaan.
PENGARUH PENDAMPINGAN PENGAWAS SEKOLAH, PEMANFAATAN AI, DAN KREATIVITAS GURU IPS TERHADAP KOMPETENSI DALAM MEMBUAT TEKS MULTIMODAL Yusni Yusni; Endah Andayani; Roni Alim Ba’diya Kusufa
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v4i4.18393

Abstract

This study aims to analyze the influence of school supervisor assistance, the utilization of artificial intelligence, and teacher creativity on the competence of social studies teachers in developing multimodal texts. The background of this research lies in the importance of multimodal literacy in twenty-first century learning, which requires teachers to integrate text, visuals, audio, and interactive media in creative ways. The study employed a quantitative approach with a survey method involving elementary school social studies teachers from several regions. The research instrument was validated through validity and reliability tests, and the data were analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression. The findings revealed that the three independent variables simultaneously had a significant effect on teacher competence with a contribution of 67.8 percent. Partially, school supervisor assistance contributed 29.7 percent, the utilization of artificial intelligence contributed 25.6 percent, and teacher creativity emerged as the dominant factor with a contribution of 32.4 percent. These findings indicate that teacher competence in developing multimodal texts is the result of a synergy between supervisory support, technological utilization, and creative ability. The study concludes that professional development programs should be integrated by combining sustainable supervisory mentoring, training on artificial intelligence-based educational technology, and the strengthening of teacher creativity. The results are expected to provide theoretical contributions to the study of multimodal literacy and practical contributions to improving the quality of social studies learning in the digital era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendampingan pengawas sekolah, pemanfaatan kecerdasan buatan, dan kreativitas guru terhadap kompetensi guru IPS dalam menyusun teks multimodal. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya literasi multimodal dalam pembelajaran abad 21 yang menuntut guru mampu mengintegrasikan teks, visual, audio, dan media interaktif secara kreatif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei pada guru IPS sekolah dasar di beberapa wilayah. Instrumen penelitian divalidasi melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian data dianalisis dengan statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kompetensi guru dengan kontribusi sebesar 67,8 persen. Secara parsial, pendampingan pengawas memberikan pengaruh positif sebesar 29,7 persen, pemanfaatan kecerdasan buatan sebesar 25,6 persen, dan kreativitas guru sebagai faktor dominan dengan kontribusi 32,4 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa kompetensi guru dalam menyusun teks multimodal merupakan hasil sinergi antara dukungan supervisi, pemanfaatan teknologi, dan kemampuan kreatif guru. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya program pengembangan profesional yang terintegrasi, meliputi pendampingan berkelanjutan, pelatihan teknologi pendidikan berbasis kecerdasan buatan, serta penguatan kreativitas guru. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis bagi kajian literasi multimodal dan kontribusi praktis bagi peningkatan kualitas pembelajaran IPS di era digital.
INTERNALISASI NILAI NASIONALISME MELALUI PENDIDIKAN NONFORMAL: STUDI KASUS DI SANGGAR BIMBINGAN SUNGAI MULIA MALAYSIA Hikmah Wifaqi
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i2.18444

Abstract

Indonesian migrant workers' children in Malaysia experience limitations in accessing formal education because they do not have official documents. This condition makes non-formal education the main alternative, one of which is at the Sungai Mulia 5 Guidance Center, Malaysia. This study aims to analyze the process of internalizing nationalistic values and students' perceptions of national identity at this institution. The method used is qualitative with a case study approach through observation, documentation, and interviews with administrators, teachers, and seven students from the islands of Java, Sumatra, and Sulawesi. The results of the study show the internalization of nationalistic values through three stages, namely value transformation through the use of the Indonesian language and social science materials, value transaction through interaction at flag ceremonies, and value transinternalization through the habit of speaking Indonesian, respect for state symbols, and Independence Day celebrations. The students' perceptions were positive, as demonstrated by their pride in being Indonesian despite living in Malaysia, as well as their aspirations to continue their education in their homeland. This study confirms that non-formal education plays an important role in strengthening the national identity of Indonesian migrant workers' children in Malaysia. ABSTRAK Anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia mengalami keterbatasan dalam mengakses pendidikan formal karena tidak memiliki dokumen yang resmi. Kondisi ini menjadikan pendidikan nonformal sebagai alternatif utama, salah satunya di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai nasionalisme dan persepsi siswa terhadap identitas kebangsaan di lembaga tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui Observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan pengelola, guru, dan tujuh siswa yang berasal dari pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Hasil penelitian menunjukkan internalisasi nilai nasionalisme dilakukan melalui tiga tahap, yaitu transformasi nilai dengan penggunaan bahasa Indonesia dan materi Ilmu Pengetahuan Sosial, transaksi nilai melalui interaksi pada upacara bendera, serta transinternalisasi nilai melalui kebiasaan berbahasa Indonesia, penghormatan simbol negara, dan perayaan Hari Kemerdekaan. Persepsi siswa bersifat positif, ditunjukkan dengan rasa bangga menjadi orang Indonesia meskipun hidup di Malaysia, serta adanya cita-cita melanjutkan pendidikan di tanah air. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan nonformal berperan penting dalam memperkuat identitas nasional anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF WORDWALL DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS Akilah S.; Ninik Indawati; Roni Alim Ba’diyah Kusufa
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v4i4.19432

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of students in the subject of science at Waruruma State Elementary School, which is thought to be caused by the minimal use of interactive learning media and low student interest in learning. The purpose of this study is to examine the influence of interactive learning media Wordwall and learning interest on the learning outcomes of fourth-grade students in science, while filling the research gap related to the effectiveness of digital media integration in learning at the elementary school level. The method used in this study is a quantitative approach with a causal comparative method. The research subjects were students of grades IV.A consisting of 30 students and IV.B consisting of 32 students at Waruruma State Elementary School. The instruments used were observation guidelines and questionnaires for student participation and responses to the learning media. Data collection techniques used were questionnaires, observations, and additional documentation. Data analysis included validity and reliability tests, descriptive analysis, t-tests, multiple regression analysis, and partial tests to determine the effect of wordwall learning media on learning outcomes. The results of the study indicate that, partially, the interactive learning media Wordwall has a significant influence on students' science learning outcomes, with an R² value of 0.214 or 21.44%, and a significance level of 0.000 (<0.05). ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di SD Negeri Waruruma, yang diduga disebabkan oleh minimnya penggunaan media pembelajaran interaktif dan rendahnya minat belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh media pembelajaran interaktif Wordwall dan minat belajar terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV, sekaligus mengisi gap penelitian terkait efektivitas integrasi media digital dalam pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode causal comperatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV.A yang terdiri dari 30 siswa dan IV.B terdiri dari 32 siswa di SD Negeri Waruruma. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi dan lembar angket partisipasi dan respons siswa terhadap media pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, dan dokumentasi tambahan. Analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas, analisis deskriptif, uji-t, analisis regresi berganda, dan uji parsial untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran wordwall terhadap hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, media pembelajaran interaktif Wordwall memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPAS siswa, dengan nilai R² sebesar 0,214 atau 21,44%, dan nilai signifikan 0,000 (< 0,05).

Page 7 of 11 | Total Record : 102