cover
Contact Name
Saiful Amin
Contact Email
dinamikasosial@uin-malang.ac.id
Phone
+6285815388569
Journal Mail Official
dinamikasosial@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Jalan Gajayana No.50, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
ISSN : -     EISSN : 28284763     DOI : -
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan jurnal berkala ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitian tugas akhir mahasiswa di bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Articles 102 Documents
PENGUATAN LIMA MODAL LIVELIHOOD MELALUI UMKM OLAHAN SUSU: ANALISIS SUSTAINABLE LIVELIHOODS FRAMEWORK Abdullah Shofa
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v4i4.19449

Abstract

This study analyzes the contribution of the i-SuKa dairy-based MSME in strengthening the five livelihood capitals within the framework of the Sustainable Livelihoods Framework (SLF) in Ngabab Village, Malang Regency. A descriptive qualitative method was applied through observation, interviews (10 informants), and document analysis. The results indicate contributions through technical skills, the institutional role of the Joint Business Group (KUB), production facilities, employment absorption, and the utilization of natural resources. The main challenges include limited digital literacy, manual packaging technology, restricted access to capital, and vulnerability to climate and livestock diseases. Key findings reveal dynamic interconnections among livelihood capitals, where weaknesses in one capital hinder the optimization of others. Comparatively, the findings align with Smith et al. in Thailand regarding digital literacy constraints; however, training policies in Indonesia remain unstructured. Meanwhile, technological limitations parallel those identified by Patel and Kumar in India, yet differ in the complexity of financing access. Policy implications emphasize KUB-based digital training, access to technology financing, and integrated risk management. The study concludes that SLF provides a holistic perspective and contextual relevance through comparative analysis. ABSTRAK Kontribusi orisinal Penelitian ini adalah menganalisis kontribusi UMKM olahan susu i-SuKa dalam memperkuat lima modal livelihood berbasis Sustainable Livelihoods Framework (SLF) di Desa Ngabab, Kabupaten Malang. Metode kualitatif deskriptif diterapkan melalui observasi, wawancara (10 informan), dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan kontribusi melalui keahlian teknis, Kelembagaan KUB, fasilitas produksi, penyerapan tenaga kerja, dan pemanfaatan SDA. Tantangan utama meliputi literasi digital terbatas, teknologi pengemasan manual, akses modal terbatas, serta kerentanan iklim dan penyakit ternak. Temuan kunci mengungkap interkoneksi dinamis antar modal, dimana kelemahan satu modal menghambat optimalisasi modal lain. Secara komparatif, temuan selaras dengan studi Smith et al. di Thailand tentang kendala literasi digital, namun kebijakan pelatihan di Indonesia belum terstruktur. Sementara, keterbatasan teknologi sejalan dengan Patel dan Kumar di India, namun berbeda dalam kompleksitas akses pembiayaan. Implikasi kebijakan menekankan pelatihan digital berbasis KUB, akses pembiayaan teknologi, dan manajemen risiko terpadu. Penelitian menyimpulkan SLF memberikan perspektif holistik dan relevansi kontekstual melalui analisis komparatif.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PRODUKSI MEDIA POWERPOINT INTERAKTIF BERBASIS CANVA DI DESA WADUNG KECAMATAN PAKISAJI Desinta Dwi Rapita; Sukma Ulandari; Devi Lestari; Munaisra Tri Tirtaningsih; Surya Desismansyah Eka Putra; Khofifatu Rohmah Adi; Kusnul Mubaroh
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v4i4.19502

Abstract

This community service is motivated by the minimal use of technology in the learning process at educational institutions in Wadung Village. Therefore, training on the use of interactive media Canva is a strategic step in optimizing the use of infrastructure and improving teacher competency in Wadung Village. This community service uses a service learning method with the community as the main target. The community in this case is the teachers in Wadung Village, Pakisaji District, Malang Regency. The implementation of the community service begins with conducting coordination and initial observation, conducting training, implementation and mentoring as well as evaluation. The results of this activity are an increase in teacher competency in Wadung Village in creating interactive powerpoint media based on Canva, the creation of interactive powerpoint media based on Canva as an alternative learning media and the implementation of interactive powerpoint media based on Canva and Heyzine as a learning media in schools. ABSTRAK Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh minimnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan Desa Wadung. Oleh sebab itu pelatihan pemanfaatan media interaktif Canva merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan sarana prasarana serta meningkatkan kompetensi guru di Desa Wadung. Pengabdian ini menggunakan metode service learning dengan masyarakat sebagai sasaran utama. Masyarakat dalam hal ini adalah guru-guru di Desa Wadung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Pelaksanaan pengabdian dimulai dari melakukan koordinasi dan observasi awal, melaksanakan pelatihan, pengimplementasian dan pendampingan serta evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan kompetensi guru di Desa Wadung dalam membuat media powerpoint interaktif berbasis Canva, terciptanya media powerpoint interaktif berbasis Canva sebagai salah satu media pembelajaran alternatif serta pengimplementasian media powerpoint interaktif berbasis Canva sebagai media pembelajaran di sekolah.
DAMPAK PENERAPAN WASTE MANAGEMENT TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN Itsnaini Rohmah; Ulfi Andrian Sari
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i1.19520

Abstract

The increase in global waste production is now a serious problem for life. Improper waste management can increase greenhause gas emission that have the potential to cause disasters such as floods, landslides, droughts, and several other natural disasters. This condition demands the contribution of every individual in implementing sustainable waste management. Madrasah as an educational institution has an important role in shaping the character of environmental care. This study aims to analyze the application of waste management and its impact on the environmental care character of students at MA Al Hikam Jombang. The method used is qualitative case study research. Data were obtained through observation, interviews with 5 teachers and 21 students, and documentation. data analysis techniques using Nvivo 15 pro. The results showed that the implementation of the five stages of waste management has formed a strong culture. Other findings show that the implementation of waste management contributes positively to the formation of active and sustainable environmental care character, cooperation, and the value of interfaith tolerance. ABSTRAK Peningkatan produksi sampah global kini menjadi problematika serius bagi kehidupan. Pengelolaan sampah yang tidak dilakukan dengan benar dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca yang berpotensi menyebabkan bencana seperti banjir, tanah longsor, kekeringan dan beberapa bencana alam lainnya. Kondisi ini menuntut adanya kontribusi setiap individu dalam menerapkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Madrasah sebagai intitusi pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peduli lingkungan. penelitian ini bertujuan untuk menganalis penerapan waste management dan dampaknya terhadap karakter peduli lingkungan siswa di MA Al Hikam Jombang. Metode yang digunakan adalah kualitatif jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan 5 guru dan 21 siswa, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Nvivo 15 pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lima tahapan waste management telah membentuk budaya yang kuat. Temuan lain menunjukkan bahwa penerapan waste management berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan secara aktif dan berkelanjutan, kerjasama, dan nilai toleransi antarumat beragama.
ALIH MEDIA SUMBER BELAJAR SEJARAH MORFOLOGI CANDI PENATARAN SEBAGAI INSPIRASI KARYA WASTRA: INTEGRASI MIXED MEDIA DAN TEKNIK EKSPERIMENTAL Adinda Dwi Larasati; Dini Putri Ratna Meritasari; Andhika Yudha Pratama; Fadhila Putri Sakina; Primasa Minerva Nagari; Silvi Elda Indriana
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v4i4.19540

Abstract

This study aims to develop a textile art creation (wastra) inspired by the morphology of Penataran Temple, which embodies the evolution of culture over time through modifications of its structure and architectural framework. The creation of this textile artwork applies a mixed-media and experimental technique approach, resulting in a creative and high-value piece that allows greater freedom of expression while still adhering to the principles of traditional textile art. The research method used is qualitative with a practice-based research approach, focusing on direct artistic practice. The findings of this study show that Penataran Temple demonstrates that a temple is not merely an architectural structure with visual appeal, but also a form of civilizational development aimed at passing down culture through symbols, stories, values, and art embedded within it. The promotion of culture through textile art combines local potential with the development of local identity, serving as a strategic approach that can positively influence the success of regional potential development — in this case, in Penataran Village, Blitar Regency, where Penataran Temple is located. Therefore, preserving the architecture of Penataran Temple as a historical heritage is a shared responsibility, as the preservation of historical artifacts represents one of the nation's most valuable assets. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengembangkan karya seni wastra yang terinspirasi dari morfologi Candi Penataran yang menjadi perwujudan dari perkembangan budaya dari masa ke masa dengan modifikasi pada struktur dan kerangka bangunannya. Pembuatan Karya Wastra ini menggunakan pendekatan dari penggabungan mixed media dan teknik eksperimental yang menghasilkan karya yang kreatif dan bernilai tinggi bernilai tinggi dengan lebih bebas berekspresi dalam pembuatannya namun tetap berpijak pada kaidah dalam seni wastra tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan practice based research, berfokus pada praktik seni secara langsung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa candi penataran bisa membuktikan bahwa sebuah candi tidak hanya membangun sebuah arsitektur ruang dengan visualisasi semata namun sebagai pembangunan peradaban yang memiliki tujuan untuk mewariskan budaya melalui simbol, cerita, nilai, dan seni yang ada di dalamnya. Promosi kebudayaan melalui karya wastra menggabungkan antara potensi lokal dengan pengembangan identitas lokal yang merupakan salah satu pendekatan strategis dan dapat digunakan untuk memberikan pengaruh terhadap keberhasilan pengembangan potensi di suatu wilayah salah satunya di Desa Penataran Kabupaten Blitar yang terdapat Candi Penataran. Hal tersebut menjadi kewajiban bersama untuk melestarikan arsitektur Candi Penataran sebagai warisan sejarah karena pelestarian artefak sejarah menjadi salah satu aset bangsa yang tak ternilai harganya
PENDIDIKAN HUKUM DI INDONESIA: URGENSI, PROYEKSI DAN INTEGRASI Raisha Hafandi; Adinda Dwi Larasati; Andhika Yudha Pratama; Lusiana Margareth Tijow; Dini Putri Ratna Meritasari; Renita Dwi Setiyaningsih; Ade Rio Pratama
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v4i4.19542

Abstract

This study aims to investigate three main aspects of the reform: (1) the need to renew legal education in Indonesia to remain relevant and efficient, (2) the framework of a flexible and responsive model of legal education in addressing contemporary challenges, and (3) approaches to functionally link legal education with the complex social, legal, and economic conditions in Indonesia. The study employs a qualitative approach that integrates juridical-normative, socio-legal, and comparative methods. This approach is chosen because the theme of legal education is not only connected to regulatory aspects but also closely related to social dynamics, historical contexts, and the need for integration within a global framework. The findings reveal that traditional legal pedagogy, dominated by doctrinal formalism and a lack of practical experience, is inadequate in addressing the complexities of modern legal practice. The call for reform arises from the growing gap between the competencies of law graduates and the actual demands of the legal profession, judicial system, and society at large. ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk menyelidiki tiga aspek utama dari reformasi tersebut: (1) kebutuhan untuk memperbaharui pendidikan hukum di Indonesia agar tetap relevan dan efisien, (2) gambaran model pendidikan hukum yang fleksibel dan responsif terhadap tantangan kontemporer, dan (3) pendekatan untuk menghubungkan pendidikan hukum secara fungsional dengan kondisi sosial, hukum, dan ekonomi yang kompleks di Indonesia. Studi ini mengambil pendekatan kualitatif dengan menggabungkan yuridis-normatif, socio-legal, dan komparatif. Metode ini dipilih karena tema pendidikan hukum tidak hanya terhubung dengan aspek regulasi, tetapi juga sangat terkait dengan dinamika sosial, sejarah, dan kebutuhan integrasi dalam konteks global. Hasilnya menunjukkan bahwa pedagogi hukum tradisional yang dikuasai oleh formalisme doktrinal dan minimnya pengalaman praktis ternyata tidak memadai untuk menghadapi kompleksitas praktik hukum modern. Desakan untuk reformasi muncul dari perbedaan yang semakin besar antara kemampuan lulusan hukum dan kebutuhan aktual dalam profesi hukum, sistem peradilan, serta masyarakat secara umum.
PERAN MEDIA FILM DOKUMENTER DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI MAN 1 LAMONGAN Wanasa Rahmat Akbar Adzani; Rika Inggit Asmawati
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v4i4.19746

Abstract

This study analyzes the role of documentary films in fostering historical awareness in history learning at MAN 1 Lamongan. The research addresses the issue of history education being seen as monotonous and based on memorization, especially through conventional methods. In the digital era, documentary films serve as an innovative way to help students understand complex historical topics. The study focuses on how documentary films are used as learning media at MAN 1 Lamongan, which has good facilities but does not use them optimally. A descriptive qualitative method is used, with data collected through interviews with history teachers and students, classroom observations, and Focus Group Discussions (FGDs). Thematic analysis identifies key patterns and findings. The results show that documentary films effectively improve student engagement and understanding of historical material. Visuals and narratives help students remember historical events better. However, challenges include long film durations, formal narration, and technical issues during screenings. The teacher’s role as a facilitator is crucial for reinforcing material and guiding discussions. The study concludes that documentary films are effective for developing students’ historical awareness when supported by good teacher preparation, appropriate film choices, and time management. It recommends improving teachers’ technological skills, encouraging cross-disciplinary collaboration, and ensuring adequate facilities. Theoretically, the study contributes to the understanding of innovative learning media in history education. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis peran film dokumenter dalam menumbuhkan kesadaran sejarah dalam pembelajaran sejarah di MAN 1 Lamongan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa pembelajaran sejarah sering dianggap monoton dan berfokus pada hafalan, terutama jika disampaikan melalui metode konvensional. Di era digital, film dokumenter menjadi inovasi pembelajaran yang membantu siswa memahami materi sejarah yang kompleks. Fokus penelitian ini adalah pada penggunaan film dokumenter sebagai media pembelajaran di MAN 1 Lamongan, yang memiliki fasilitas memadai namun belum dimanfaatkan secara optimal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan guru dan siswa sejarah, observasi kelas, serta Focus Group Discussion (FGD). Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dan temuan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film dokumenter secara efektif meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi sejarah. Visualisasi dan narasi dalam film membantu siswa mengingat peristiwa sejarah dengan lebih baik. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala seperti durasi film yang panjang, narasi yang terlalu formal, serta kendala teknis saat pemutaran. Peran guru sebagai fasilitator sangat penting dalam memperkuat pemahaman materi dan memandu diskusi setelah penayangan film. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film dokumenter merupakan media pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kesadaran sejarah siswa, apabila didukung oleh persiapan guru yang matang, pemilihan film yang tepat, dan manajemen waktu yang baik. Rekomendasi praktis meliputi peningkatan keterampilan teknologi guru, kolaborasi lintas disiplin, serta penyediaan fasilitas yang memadai. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian media pembelajaran inovatif dalam konteks pendidikan sejarah.
PERAN MEDIA INTERACTIVE FLAT PANEL DISPLAY (IFPD) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KOLABORASI BELAJAR SISWA Renata Tiand Indriansyah
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v4i4.19859

Abstract

This study examines the role of Interactive Flat Panel Display (IFPD) in enhancing students’ motivation and collaboration in Social Studies learning at SD Islam Sabilillah 1 Malang. The research is based on a qualitative case study approach involving purposively selected informants, including a Social Studies teacher and several students. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed thematically to identify patterns related to students’ learning motivation and collaborative behavior. The findings reveal two main results: (1) the use of IFPD increases students’ learning motivation by providing visually engaging materials, interactive touch-screen activities, and opportunities for direct involvement through stylus-based participation, which make lessons more dynamic and enjoyable; and (2) IFPD strengthens students’ collaboration, as seen in group discussions, shared problem-solving on the interactive screen, and coordinated use of multi-touch features that encourage collective participation. The study concludes that IFPD serves not only as a technological tool but also as a pedagogical medium that supports active learning, fosters peer interaction, and enriches the overall classroom experience. These findings highlight the importance of integrating digital interactive media in primary education and encourage schools to support teachers through continuous pedagogical and technical training to maximize the benefits of IFPD in instructional practices. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Interactive Flat Panel Display (IFPD) dalam meningkatkan motivasi dan kolaborasi belajar siswa pada pembelajaran IPS di SD Islam Sabilillah 1 Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan informan yang dipilih secara purposive, yaitu guru IPS dan beberapa siswa. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola terkait motivasi dan interaksi kolaboratif siswa. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama: (1) penggunaan IFPD meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penyajian materi visual yang menarik, aktivitas layar sentuh yang interaktif, serta keterlibatan langsung menggunakan stylus yang membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan mudah dipahami; dan (2) IFPD memperkuat kolaborasi siswa, terlihat dari kerja kelompok yang lebih aktif, diskusi berbasis tampilan layar bersama, serta pemanfaatan fitur multi-touch yang memungkinkan kontribusi simultan dari beberapa siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa IFPD tidak hanya berfungsi sebagai perangkat teknologi, tetapi juga sebagai media pedagogis yang mendukung pembelajaran aktif dan interaksi sosial. Hasil penelitian ini mendorong sekolah untuk terus mengintegrasikan media digital interaktif serta menyediakan pelatihan yang memadai bagi guru agar pemanfaatan IFPD semakin optimal.
ANALYZE THE ROLE OF ENTREPRENEURSHIP EDUCATION IN ENCOURAGING ENTREPRENEURIAL INNOVATION Ulfah Muhayani; Bella Izzatun Nafsi; Indang Wandhan Sari; Hikmah Wifaqi; Wildan Fikaromil Layali
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v4i4.20263

Abstract

Entrepreneurial innovation has emerged as a key driver of economic growth in numerous countries, particularly in the current era of globalization and digitalization. Education in entrepreneurship plays a vital role in equipping individuals with the necessary skills to innovate across various economic sectors, enabling them to effectively compete on a global scale. This study adopts a Systematic Literature Review (SLR) methodology, leading to the selection of 40 relevant articles for analysis. The research focuses on two primary questions: how does entrepreneurship education contribute to the development of innovative skills among entrepreneurs, and what are the essential components of entrepreneurship education that can enhance entrepreneurial innovation capabilities? The findings reveal that entrepreneurship education encompasses not only theoretical knowledge but also practical elements that are crucial in the innovation process. Additionally, social support from both family and educational institutions significantly impacts students' intentions to pursue entrepreneurship and innovation. ABSTRAK Inovasi kewirausahaan telah muncul sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara, terutama di era globalisasi dan digitalisasi saat ini. Pendidikan dalam kewirausahaan memainkan peran penting dalam membekali individu dengan keterampilan yang diperlukan untuk berinovasi di berbagai sektor ekonomi, memungkinkan mereka untuk bersaing secara efektif dalam skala global. Penelitian ini mengadopsi metodologi Systematic Literature Review (SLR), yang mengarah pada pemilihan 40 artikel yang relevan untuk dianalisis. Penelitian ini berfokus pada dua pertanyaan utama: bagaimana pendidikan kewirausahaan berkontribusi pada pengembangan keterampilan inovatif di kalangan pengusaha, dan apa komponen penting dari pendidikan kewirausahaan yang dapat meningkatkan kemampuan inovasi kewirausahaan? Temuan tersebut mengungkapkan bahwa pendidikan kewirausahaan tidak hanya mencakup pengetahuan teoritis tetapi juga unsur-unsur praktis yang sangat penting dalam proses inovasi. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga dan lembaga pendidikan secara signifikan berdampak pada niat siswa untuk mengejar kewirausahaan dan inovasi.
EFEKTIVITAS PRAKTIK PEMBEBASAN PAULO FREIRE DALAM MENINGKATKAN KESADARAN KRITIS ANGGOTA KOMUNITAS KASIH BACA Via Dwi Ria Safitri; Alfin Mustikawan
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i1.21009

Abstract

This study was conducted to understand how critical consciousness is developed among members of Komunitas Kasih Baca through community-based literacy practices and to evaluate the level of effectiveness of that consciousness after members participate consistently in community activities. The study departs from the context that formal education remains focused on academic achievement and does not fully provide room for learners to reflect on social experiences, which highlights the need for alternative forms of learning that encourage individuals to interpret reality and act in transformative ways. The research integrated qualitative and quantitative approaches sequentially, beginning with an exploration of members’ lived experiences through observation, interviews, and documentation of literacy activities, followed by the development of a measurement instrument to assess critical consciousness based on the qualitative findings. The results show that critical consciousness is developed through dialogical literacy practices, including reading texts and lived realities, collective reflection, open discussions, and the implementation of social actions. Quantitative evaluation reinforces the qualitative results by indicating that the three dimensions of critical consciousness-reading social reality, critical reflection, and critical action-fall within the very high category. The main conclusion of this study is that community-based literacy practices not only improve members’ understanding of social issues, but also encourage sensitivity, collaboration, and social action for change. These findings confirm the strategic role of literacy communities as social learning spaces capable of shaping reflective and empowered individuals. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk memahami proses pembentukan kesadaran kritis pada anggota Komunitas Kasih Baca melalui praktik literasi berbasis komunitas, serta menilai tingkat efektivitas kesadaran kritis setelah anggota terlibat secara konsisten dalam kegiatan komunitas. Kajian ini berangkat dari realitas bahwa pendidikan formal masih berfokus pada pencapaian akademik dan belum sepenuhnya memberi ruang bagi peserta didik untuk merefleksikan pengalaman sosial, sehingga dibutuhkan pembelajaran alternatif yang mendorong individu untuk membaca realitas dan bertindak secara transformatif. Penelitian ini menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara berurutan, dimulai dengan penggalian pengalaman anggota melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan literasi, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan instrumen pengukuran untuk menilai tingkat kesadaran kritis berdasarkan temuan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran kritis terbentuk melalui kegiatan literasi yang bersifat dialogis, seperti membaca teks dan realitas sosial, refleksi bersama, diskusi terbuka, dan pelaksanaan aksi sosial. Evaluasi kuantitatif memperkuat temuan kualitatif dengan menunjukkan bahwa tiga dimensi kesadaran kritis, yaitu membaca realitas sosial, refleksi kritis, dan aksi kritis, berada pada kategori sangat tinggi. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa praktik literasi berbasis komunitas tidak hanya meningkatkan pemahaman anggota terhadap persoalan sosial, tetapi juga mendorong kepekaan, kolaborasi, dan tindakan sosial untuk perubahan. Temuan ini menegaskan pentingnya komunitas literasi sebagai ruang pembelajaran sosial yang mampu membentuk individu yang reflektif dan berdaya.
PERAN TEMAN SEBAYA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPS PADA SISWA SMP Naswa Kania Fitri; Dwi Sulistiani
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i1.21352

Abstract

This study aims to determine the role of peers in increasing the learning motivation of eighth-grade students at SMP Islam Bani Hasyim Singosari. Learning motivation is an important aspect in determining the success of the learning process, while peers are a social factor that influences the development of students' behavior and enthusiasm for learning. This study uses a convergent parallel mixed method by combining quantitative data through questionnaires and qualitative data through observation, documentation, and interviews with students, social studies teachers, and the deputy head of curriculum. The results show that positive interactions with peers play a role in increasing students' interest, activity, perseverance, and self-confidence during the learning process. Furthermore, this study shows that peers have a positive influence on students' learning motivation, with a strong and significant relationship. Emotional support, cooperation, and academic assistance from friends have been proven to encourage understanding of the material and increase motivation to learn. This study concludes that peers are an important factor that can strengthen learning motivation through academic interaction and social support, so that collaborative learning strategies and the use of peer tutors need to be optimized to create a more effective and conducive learning environment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran teman sebaya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII di SMP Islam Bani Hasyim Singosari. Motivasi belajar merupakan aspek penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran, sedangkan teman sebaya menjadi faktor sosial yang berpengaruh pada perkembangan perilaku dan semangat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan Mixed-Methode convergent parallel dengan menggabungkan data kuantitatif melalui angket dan data kualitatif melalui obeservasi, dokumentasi, serta wawancara dengan siswa, guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Wakil Kepala Kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi positif dengan teman sebaya berperan dalam meningkatkan minat, keaktifan, ketekunan, dan rasa percaya diri siswa selama proses pembelajaran. Selain itu penelitian ini menunjukkan bahwa teman sebaya berpengaruh positif terhadap motivasi belajar peserta didik, dengan hubungan yang kuat dan signifikan. Dukungan emosional, kerja sama, dan bantuan akademik dari teman terbukti mendorong pemahaman materi dan meningkatkan dorongan belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teman sebaya merupakan faktor penting yang mampu memperkuat motivasi belajar melalui interaksi akademik dan dukungan sosial, sehingga strategi pembelajaran kolaboratif dan pemanfaatan tutor sebaya perlu dioptimalkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan kondusif

Page 8 of 11 | Total Record : 102