cover
Contact Name
Najmi Fuady
Contact Email
d3ipii_pustakarya@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285346921710
Journal Mail Official
najmifuady@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/pustakakarya/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi
ISSN : 20895216     EISSN : 27237699     DOI : 10.18592/pk.v9i1.5141
Jurnal ini menerbitkan artikel dengan topik Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Terbit setiap 2 kali dalam satu tahun di bulan Juni dan Desember.
Articles 112 Documents
Kontekstualisasi pemikiran S. R. Ranganathan dalam perkembangan dunia perpustakaan masa kini Sholihah, Husna Amalina; Yumna, Atikah Nur Aini; Zulaikha, Sri Rohyanti
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 11 No. 2: Desember 2023
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v11i2.11308

Abstract

Science is dynamic so it continues to develop over time. A number of figures contributed to coloring scientific dynamics, one of which was S.R Ranganathan who dedicated his life to the world of libraries. His name is well known as the Father of Libraries in India and his ideas spread throughout the world. His magnum opus Prolegomena to Library Classification and Colon Classification stimulated the birth of the Dewey Decimal Classification. Apart from that, his work as outlined in the Five Laws of Library Science had a major impact on the development of the world of libraries. This research uses a qualitative research method with a type of literature study (library research), then the data that has been obtained will be followed by reading and note-taking techniques and then processed the data analytically and descriptively. This article aims to find out the contextualization of S.R Ranganathan's five laws in the development of today's library world. These five laws read: Books are for use, Every reader his or her book, Every book its reader, Save the time of readers, and The library is a growing organism are still relevant today which is synonymous with technology and digitalization.
Atificial intellegence sebagai kebutuhan perpustakaan pada era teknologi informasi Saputra, Khairani Nispy; Ilhami, Hamidi
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 12 No. 1: Juni 2024
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v12i1.12069

Abstract

Teknologi informasi membawa perubahan yang signifikan terhadap kebiasan masyarakat dalam mencari informasi, maka perpustakaan dapat menggunakan teknologi informasi dalam meningkatkan layanannya. Kebutuhan akan layanan yang berbasis teknologi seperti Artificial Intellegence menjadi pilihan dalam meningkatkan layanan di perpustakaan. Akan tetapi perpustakaan tidak dapat menerapkan AI jika dalam persiapan akan hal tersebut tidak diusahakan. Menjadi penting jika dalam penelitian ini bertujuan untuk dilakukan pendalaman penelitian terkait layanan apa saja yang dapat diterapkan dengan AI di perpustakaan kemudian hal apa saja yang perlu dipersiapkan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis dari hasil-hasil penelitian terdahulu, lalu membacanya kemudian mencatat poin penting yang memang relevan dengan penelitian, setelah itu menghimpunnya menjadi data pendukung dari penelitian. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini yaitu bidang-bidang AI yang dapat diterapkan di perpustakaan, seperti pengenalan bahasa alami, visi komputer, pengenalan percakapan, dan robotika. Adapun persiapan dari perpustakaan itu sendiri dalam menerapkan AI dapat dengan mengalokasikan biaya, memperhatikan pengguna perpustakaan, memperhatikan komponen-komponen perangkat keras dan lunak, kemudian dibantu dengan jaringan yang memadai. Ketersediaan teknologi informasi ini tidak menutup kemungkinan perpustakaan memiliki potensi untuk terus berkembang secara dinamis dan akhirnya Artificial Intellegence dapat diterapkan di perpustakaan.
Pengembangan repositori dengan menerapkan layanan repository view on screen kepada sivitas akademika: studi kasus Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia Malihah, Malihah; Kusnandar, Kusnandar; Rusmana, Agus; Kurniasih, Nuning
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 12 No. 1: Juni 2024
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v12i1.12281

Abstract

Repositori perguruan tinggi di Indonesia masih dalam tahap adopsi awal sebab kurangnya kebijakan lembaga terkait keterbukaan akses, partisipasi akademisi, dan kontrol kualitas. Peran OAIR sebagai direktori yang dapat memudahkan temu kembali informasi, menghidupkan komunikasi ilmiah, dan menjadi pembanding setiap perguruan tinggi, menjadikan penelitian ini penting. Digunakan metode kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Digunakan model analisis data Miles dan Huberman mencakup tahapan reduksi, penyajian, penyimpulan sementara dan verifikasi, serta penarikan kesimpulan akhir. Kolaborasi internal dibangun melalui rapat terkait pengembangan repositori, serta penyempurnaan jaringan antar divisi. Kolaborasi eksternal perpustakaan dibangun melalui kerja sama dengan fakultas, pimpinan tertinggi dan sivitas akademika untuk mengintegrasikan seluruh karya ilmiah UPI. Pada proses implementasi diperlukan strategi untuk memperkaya konten repositori melalui unggah mandiri, koordinasi dengan fakultas, dan digitasi. Sedangkan strategi untuk mendorong partisipasi dilakukan melalui pendidikan pengguna dan kebijakan mandat. Untuk memastikan kualitas konten digital diperlukan verifikasi, validasi, dan perlindungan hak cipta. Pemanfaatan teknologi diterapkan dengan mengoptimalkan fungsi user interface, usage statistic dan interoperability system. Dalam implementasi OAIR perlu adanya keterlibatan dari berbagai pihak serta langkah yang tepat dalam menghimpun muatan lokal, mendorong partisipasi, kontrol kualitas, serta penerapan fungsi teknologi.
Lanskap terapeutik pada perpustakaan: redefinisi peran perpustakaan pascapandemi covid-19 Andini, Yokke; Fuady, Najmi
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 12 No. 1: Juni 2024
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v12i1.12410

Abstract

Gagasan lanskap terapeutik telah digunakan secara luas untuk menggambarkan hubungan antara tempat dan peningkatan kesehatan mental. Tulisan ini menggunakan data dari penelitian kualitatif yang dilakukan dengan pemustaka dengan latar belakang yang beragam untuk menguraikan peran perpustakaan umum sebagai lanskap terapeutik. Data dikumpulkan dengan metode purposive dan convenience sampling dengan mewawancara dua orang pustakawan dan sepuluh pengunjung Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan 3 tahapan yaitu pengumpulan dan reduksi data, interpretasi data, dan penulisan atau penyusunan laporan penelitian.  Tulisan ini menempatkan perpustakaan umum sebagai ruang yang secara bersamaan akrab dan ramah, nyaman dan menenangkan, serta memberdayakan. Lebih lanjut, tulisan ini difokuskan untuk menggambarkan konsep lanskap terapeutik yang diterapkan pada perpustakaan umum dan bagaimana pemustaka mempersepsikan lanskap terapeutik yang diterapkan pada perpustakaan.
Preservasi naskah kuno (manuskrip) Kalimantan Selatan (studi kasus pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi dan Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan) Rahmawati, Laila; Wahdah, Siti
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 12 No. 1: Juni 2024
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v12i1.12459

Abstract

Preservasi naskah kuno adalah kunci dalam memelihara warisan budaya dan pengetahuan manusia. Namun, banyak naskah kuno di DISPERSIP dan Museum Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, belum mendapat perhatian yang memadai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di DISPERSIP dan Museum Lambung Mangkurat. Subjek penelitian adalah naskah kuno, dengan data berupa identitas responden, gambaran upaya preservasi, hambatan, dan solusi. Data dianalisis melalui proses data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification secara interaktif dan berkelanjutan. Analisis kualitatif dilakukan hingga data mencapai kejenuhan. Preservasi naskah kuno dilakukan melalui perlakuan fisik dan digitalisasi isi. Kendala utama adalah kurangnya anggaran dan sumber daya manusia. Solusi yang diusulkan adalah kerjasama dengan pihak lain, seperti ANRI dan Universitas Indonesia, serta peningkatan anggaran dan pelatihan pegawai. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya preservasi naskah kuno di DISPERSIP dan Museum Lambung Mangkurat. Dengan bekerjasama dan peningkatan anggaran, upaya preservasi ini dapat ditingkatkan untuk menjaga warisan budaya Kalimantan Selatan. Disarankan juga untuk membuat katalog manual dan digital untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang khazanah manuskrip.
Gaya kepemimpinan dan inovasi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan Mashud, Ana Rizka
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 12 No. 1: Juni 2024
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v12i1.12732

Abstract

Kinerja organisasi menjadi salah satu penentu kesuksesan sebuah organisasi baik organisasi profit maupun non profit. Kinerja organisasi dibentuk dari pemimpin memberikan arahan kerja kepada bawahannya. Pola kerja pemimpin disebut juga gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan akan berdampak pula pada inovasi. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Selatan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda dan mendapatkan apresiasi anugrah Nugra Jasadharma Pustaloka tahun 2021 dan IPLM tertinggi nasioal tahun 2020 dan 2021. Penelitian ini penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Análisis yang digunakan menggunakan Miles & Huberman melalui tiga tahapan kondesasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Gaya kepemimpinan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan kharismatik transformational. Kepala dinas tampil sebagai figure sosok yang memiliki kharisma sendiri yang bersumber pada dirinya yang ditumbuhkan dari proses pengetahuan dan passion sehingga kebijakan yang yang diambil bersifat menggerakkan bawahan untuk mewujudkan tujuan organisasi. Inovasi yang dilakukan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan peremajaan gedung tua menjadi wajah baru dan perluasan layanan mulai adanya kids library, ikalsel, gedung disabilitas, gedung PUSAKA dan Teater, pengelolaan kearsipan berbasis teknologi informasi dan memunculkan konsep wisata literasi.
Analisis konten promosi dalam akun media sosial tiktok Perpusnas RI (@perpusnas_ri) Prameswari, Clarissa; Irawati, Indira; Fuady, Najmi
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 12 No. 2: Desember 2024
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v12i2.9738

Abstract

Perkembangan TIK yang pesat membuat media sosial menjadi tempat yang strategis dalam mempromosikan perpustakaan. Popularitas TikTok di Indonesia, terutama di kalangan generasi Y dan Z, telah mendorong Perpusnas RI untuk memanfaatkan platform tersebut sebagai sarana untuk mempromosikan layanan, koleksi, dan program-program mereka. Perpusnas RI membuat akun TikTok bernama @perpusnas_ri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konten promosi dalam video yang dipublikasikan pada akun media sosial TikTok Perpusnas RI (@perpusnas_ri). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Data dikumpulkan dengan mengamati langsung (observasi) konten video yang dipublikasikan pada akun media sosial TikTok Perpusnas RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun TikTok @perpusnas_ri telah menerapkan unsur-unsur promosi berupa informing, persuading, dan influencing. Namun, unsur persuading dan influencing tidak semua tercantum dalam konten video. Konten dengan jumlah likes tertinggi merupakan konten koleksi buku bertema Korea pada Layanan Koleksi Mancanegara Lt. 20 (memiliki unsur informing, persuading, dan influencing). Sedangkan konten dengan jumlah likes terendah merupakan konten rekomendasi eBook iPusnas The Black Cat & Other Stories (hanya memiliki unsur informing dan persuading). Hal ini menandakan bahwa pengguna TikTok lebih menyukai konten yang dapat membujuk dan mempengaruhi mereka untuk berkunjung ke Perpusnas RI dibandingkan konten layanan iPusnas.
Manajemen perpustakaan dilihat dari paradigma pra, pasca dan era pandemi covid-19 Afrina, Cut; Zulaikha, Sri Rohyanti; Putra, Rona
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 12 No. 2: Desember 2024
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v12i2.12486

Abstract

Manajemen perpustakaan memiliki peran krusial dalam mengatur sumber daya dan layanan untuk mencapai tujuan perpustakaan. Namun, pandemi COVID-19 telah memaksa perpustakaan untuk beradaptasi dengan perubahan drastis dalam lingkungan operasional dan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan serta solusi yang dihadapi oleh manajemen perpustakaan di tiga tahap: pra pandemi, era pandemi, dan pasca pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan untuk menyelidiki topik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen perpustakaan dihadapkan pada sejumlah masalah yang berbeda di setiap tahap, mulai dari keterbatasan teknologi dan anggaran hingga pengelolaan layanan online dan pembatasan fisik. Transformasi manajemen selama pandemi mencakup peningkatan fokus pada layanan digital, pembatasan fisik, komunikasi krisis, dan penyesuaian koleksi. Kolaborasi dengan komunitas dan lembaga lain juga menjadi penting dalam memastikan kelancaran operasional perpustakaan. Manajemen perpustakaan pasca pandemi diharapkan untuk tetap relevan dengan mengadopsi pendekatan yang adaptif dan responsif. Ini mencakup percepatan digitalisasi, peningkatan layanan online, penyesuaian model layanan, pendidikan literasi kesehatan dan digital, serta kemitraan dengan lembaga kesehatan dan pemerintah lokal. Kesimpulannya, manajemen perpustakaan harus terus beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan kebutuhan masyarakat, dengan fokus pada layanan yang inovatif dan responsif. Dengan demikian, perpustakaan dapat tetap menjadi sumber daya yang penting dan relevan bagi masyarakat di tengah tantangan yang dihadapi selama dan setelah pandemi.
Studi resepsi pengikut autobase twitter @literarybase pada citra perpustakaan dalam novel “the midnight library: perpustakaan tengah malam” Dewanti, Fadilla; Perdani SP, Nur’aini
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 12 No. 2: Desember 2024
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v12i2.12496

Abstract

Perpustakaan memainkan peran penting dalam menyelesaikan kesenjangan pengetahuan dan informasi di masyarakat, namun citra perpustakaan yang berkembang di mata publik dominan pada citra negatif sehingga diperlukan pencitraan positif yang lebih baik lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan pembaca yang tergabung sebagai pengikut autobase Literary Base di sosial media Twitter terhadap citra perpustakaan dalam novel “The Midnight Library: Perpustakaan Tengah Malam”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang didasarkan pada analisis resepsi Stuart Hall. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara bersama dengan 7 orang informan dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa informan meresepsi citra perpustakaan sebagai tempat yang ajaib, artinya Perpustakaan Tengah Malam adalah tempat antara nyata dan tidak nyata, dreamy, tidak logis dan misterius. Citra lain yang terbentuk adalah Perpustakaan Tengah Malam memiliki visual yang indah mencakup sebagai tempat yang megah, besar, memiliki banyak koleksi buku dan desain yang klasik. Pesan yang disampaikan Matt Haig sebagai penulis novel adalah bahwa Perpustakaan Tengah Malam dapat mengubah nasib. Penelitian ini juga menghasilkan 3 posisi pemaknaan yaitu pemaknaan dominan, pemaknaan yang dinegosiasikan dan pemaknaan oposisi.
Library anxiety pada mahasiswa baru penyandang disabilitas tunanetra di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Abdurokhim, Muhamad; Laugu, Nurdin
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 12 No. 2: Desember 2024
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v12i2.12921

Abstract

Kecemasan sering muncul ketika berada di sebuat tempat yang dirasa asing atau baru ia temui. Library anxiety adalah kondisi di mana pemustaka merasakan ketidaknyamanan, rasa tidak aman, ketidakmampuan dan pikiran negatif lainnya sehingga dapat menghambat kemampuan saat melakukan penelusuran di perpustakaan. Library anxiety juga dapat dialami oleh seluruh mahasiswa, tidak terkecuali mahasiswa baru penyandang disabilitas Tunanetra. mahasiswa baru penyandang disabilitas tunanetra juga dapat mengalami rasa cemas, tidak hanya dari internal diri mereka sendiri, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor sosial disekitar mereka, termasuk dalam lingkungan perpustakaan. Penelitian ini mebahas tentang kecemasan perpustakaan yang dialami mahasiswa baru penyandang disabilitas tunanetra di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini data primer dan dat sekunder. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa dari Sembilan faktor yang ditanyakan berdasarkan teori mellon dan Bostick terdapat lima faktor yang ditemukan mengalami kecemasan dan empat tidak ditemukan mengalami kecemasan. Adapun faktor yang mengalami Library Anxiety: The size of library, a Lack of knowledge about where things were located, Affective barriers, Library knowledge barriers, Mechanical and technological barriers. Faktor yang tidak menyebabkan kecemasan perpustakaan: How to begin, what to do, Barriers with staf, Library comfort barriers.

Page 7 of 12 | Total Record : 112