cover
Contact Name
Beni Ashari
Contact Email
benyazhary42@gmail.com
Phone
085853240291
Journal Mail Official
mabahits@uas.ac.id
Editorial Address
INAIFAS-Press Institut Agama Islam al-Falah Assunniyyah Jember Jl. Semeru No. 09 Kencong Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Mabahits
ISSN : 27238024     EISSN : 27233421     DOI : -
Core Subject : Religion,
Jurnal Mabahits adalah jurnal kajian tentang studi Ilmu Syariah dan hukum Islam meliputi: ruang lingkup ibadah, hukum tentang keluarga atau hukum badan pribadi (ahkam al-ahwal al-syakhshiyyah, hukum tentang kebendaan (al-ahkam al-madaniyyah, hukum pidana (al-ahkam al-jinaiyayah), hukum acara (al-ahkam al-murafa’at), hukum ketatanegaraan (al-ahkam al-dusturiyyah), dan hukum internasional (al-ahkam al-dauliyyah)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 02 (2024): November" : 9 Documents clear
HAK ASUH ANAK PASCA PERCERAIAN DIBAWAH TANGAN DAN DAMPAK HUKUMNYA Muriani R, Karina Novian; Zahra, Maghfira Aulia; Sar’an, Mohammad
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 02 (2024): November
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/mabahits.v5i02.1729

Abstract

Suatu pernikahan yang didalamnya sudah tidak memiliki arti yang sakral dan hilangnya tujuan pernikahan, biasanya akan berujung pada perceraian. Namun, masih banyak Masyarakat di Indonesia yang menganggap bahwa mengurus perceraian di Pengadilan Agama memakan proses yang Panjang dan menyulitkan para pihak yang hendak bercerai, sehingga banyak diantaranya lebih memilih melaksanakan perceraian diluar pengadilan atau bisa disebut dengan perceraian dibawah tangan. Tujuan dari adanya artikel ini untuk lebih mengetahui bagaimana perceraian dibawah tangan dan dampak hukumnya bagi hak asuh anak pasca terjadinya perceraian dibawah tangan, sehingga dalam artikel ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Pasca perceraian dibawah tangan, biasanya orangtua yang telah dikarunai anak akan memperebutkan hak asuh anak akan dipegang oleh siapa, dan biasanya jika hak asuh anak telah jatuh ke tangan salah satu ibu atau bapaknya, maka ibu atau bapaknya yang tidak mendapatkan hak asuh anak susah untuk menemui anaknya dan anak kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Sehingga artikel ini penting untuk dikaji lebih dalam supaya dapat menjadi bahan ajar dan pembelajaran bagi setiap orang yang memiliki keinginan dan sudah melaksanakan perceraian dibawah tangan.
Pergeseran Nilai-Nilai Kesakralan Pada Pernikahan: Sefiyani, Dewi; Wardan, Enda; Nurhidayati, Riezka; Debana, Muhammad Zaky; Saiin, Asrizal
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 02 (2024): November
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/mabahits.v5i02.1730

Abstract

The majority of Indonesians still consider marriage to be a sacred agreement, as shown by the various events and traditions that accompany it, many people wish to marry once in their lifetime. However, the increasing number of divorces calls into question the sanctity of marriage. In early May 2024 the judge granted Ria Ricis' divorce lawsuit against Teuku Ryan. This research aims to understand marriage in the Civil Code and KHI law, as well as the sacred values ​​of marriage and divorce according to Islamic law and the causes of their occurrence. The author will examine the impulses that cause a shift in sacred values ​​in marriage which causes divorce. This type of qualitative research uses data collection methods using literature, both secondary and primary data. From the findings, marriage is the union of two people who have the same belief or religion. The sacred values ​​in marriage are found when the marriage contract takes place. Divorce is the severance of the relationship between husband and wife and the loss of sacred values ​​in marriage. There are several factors that cause divorce: economic, betrayal, and finally social and cultural. The shift in sacred values ​​in Ria Ricis's marriage was caused by several incentives, First: interference from her in-laws, Second: poor communication, Third: mental support was not met, Fourth: physically insulting the wife. The disputes and disputes that caused the ongoing conflict in Ria Ricis and Teuku Ryan's household were difficult to resolve, so their relationship became unstable and difficult to repair, causing a significant rift. As a result, Ria Ricis and Teuku Ryan's household was destroyed.
Pendekatan Sosiologi Hukum Islam Sebagai Upaya Menjaga Keharmonisan Keluarga Sakinah Lestari, Dewi; Santoso, Hani Hafizah Putri; Darmayanti, Pipit; Ikrom, Dawamil; Saiin, Asrizal
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 02 (2024): November
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/mabahits.v5i02.1733

Abstract

Keluarga sakinah merupakan impian setiap orang, terutama yang sudah melangsungkan pernikahan yang diharapkan akan melahirkan kenyamanan dan ketentrama bagi anggota keluraga tersebut. Walaupun dalam prakteknya tidak mudah, ada rintangan dan halangan yang harus dilalui agar terciptanya keluarga sakinah. Salah satu kendala rumah tangga yaitu tidak se frekuensi, tidak mengerjakan kewajibannya, dan tidak memahami pasangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pentingnya menjaga keharmonisan keluarga sakinah. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi pustaka pengumpulan data dengan cara mencari sumber dan merkontruksi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset-riset yang sudah ada. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan bahwa berdasarkan pendekatan sosiologi hukum Islam, keluarga harmonis atau keluarga Sakinah itu dapat terwujud dengan berpegang teguh pada “Sakinah Mawaddah Warahmah”, yang mana dapat menjadikan keluarga utuh dan tidak adanya konflik yang membuat terjadinya perpecahan. Adapun upaya menjaga keharmonisan keluarga Sakinah diantaranya: a) keterbukaan, b) empaty, c) sikap positif, d) sikap mendukung dan e) kesetaraan.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP STATUS HUKUM ANAK HASIL SURROGATE MOTHER Islam, Mohammad Fikrul; Sirojuddin, Moh.
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 02 (2024): November
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/mabahits.v5i02.1872

Abstract

AbstrakPada zaman modern saat ini, pengaruh globalisasi yang ada menyebabkankemunculan penemuan biologis yang dinamai rekayasa genetika.Teknologi ini berguna terhadap pasangan yang ingin punya anak tetapi adakelainan didalam sistem reproduksi suami ataupun istri yang terjadi karenakehendak tuhan. Maka dari itu, dengan kemajuan di bidang teknologiketurunan dapat diperoleh dengan cara yang nonkonvensional yaitusurrogate mother, sehingga pertimbangan status hukum anak yang dilahirkansangat penting. Karena itu, pertimbangan melalui hukum islam sangatpenting bagi kebaikan umat islam di Indonesia. Munculnya teknologiinseminasi buatan yang kotroversial mengharuskan masyarakat memahamitentang definisi inseminasi buatan dan sejarahnya, surrogate mother besertastatus hukumnya, dan pemahaman tentang hukum islam yang akanmenjadi tinjauan hukum dalam memecahkan masalah tersebut.Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi literatur yaitupenelitian yang mendalam tentang individu, satu kelompok, satuorganisasi, satu program kegiatan, dan sebagainya dalam waktu tertentudengan tujuan untuk memperoleh diskripsi yang utuh dan mendalam daripengumpulan data pustaka, membaca, mencatat dan menganalisa bahanpenelitian yang sudah dikumpulkan. Dari penelitian yang sudahdipaparkan, maka menghasilkan status hukum islam anak yang lahir dariproses surrogate mother, yang mana ibu yang melahirkan yang menjadi nasabdan pemilik dari anak tersebut. Sedangkan menurut mashlahah mursalahdapat menjadi milik ayah biologisnya asalkan ibu sewaan dinikahinyasebelum melahirkan anak tersebut. Disarankan jangan mengambil jalanuntuk melakukan surrogate mother karena selain hukumnya haram menurutmayoritas Ulama’, juga menimbulkan kerancuan dalam menentukan nasabdan warisan serta dapat menurunkan martabat ibu sewaan. Maka dari itu,lebih baik mereka mengikuti program bayi tabung atau poligami yangdisepakati para Ulama’ tentang kehalalannya dan nasabnya juga sudah jelaskepada ayahnya.Kata Kunci: Status Hukum Anak, Surrogate mother, Tinjauan Hukum Islam
Fenomena larangan adat pernikahan antara masyarakat desa bungah dengan masyarakat desa bedanten menurut prespektif hukum islam Kurob, Abdullah Kasyiful; Sirojuddin, Muhammad
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 02 (2024): November
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/mabahits.v5i02.1888

Abstract

Penelitian ini bermula dari adanya suatu kepercayaan tentang keberadaan larangan pernikahan antara penduduk Desa Bungah dan masyarakat Desa. Awal mula adanya larangan tersebut adalah berdasarkan cerita tutur yang diturunkan secara turun temurun di kedua desa tersebut. Larangan ini cukup dipercaya dan diyakini pada masanya, tetapi terkadang tidak diperhatikan apakah larangan tersebut sudah sesuai dalam Islam atau belum. Padahal dalam al-Qur’an surat an-Nisa’ ayat 23 menyebutkan bahwa larangan perkawinan itu selamanya ada 3, yaitu karena hubungan nasab, sususan, dan persemendaan. Hal tersebut sudah jelas tidak ada aturan syara’. Tujuan penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui fenomena terhadap praktik keberadaan larangan pernikahan antara penduduk Desa Bungah dan masyarakat Desa Bedanten; (2) untuk mengetahui analisis hukum terhadap praktik keberadaan larangan pernikahan antara penduduk Desa Bungah dan masyarakat Desa Bedanten. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan penelitian kualitatif. Sumber primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dengan tokoh masyarakat di desa Bungah dan Bedanten, sementara data sekundernya berupa dokumen-dokumen yang terkait dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan konsep yang dikemukakan oleh Milles dan Huberman yaitu meredukasi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan dua temuan. Pertama, fenomena larangan tersebut sudah ada sejak cukup lama dan seirng berjalannya waktu masyarakatnya pun perlahan-lahan meninggalkan larangan tersebut. Kedua, larangan pernikahan tersebut sangat bertentangan dengan hukum Islam karena seperti diketahui datangnya musibah adalah atas kehendak Allah SWT bukan karena melanggar suatu larangan yang dibuat oleh manusia
KEWARISAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF HISTORIS Khaiyyul Millati Waddin, Aufal Hadliq
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 02 (2024): November
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/mabahits.v5i02.1964

Abstract

This research aims to explore the evolution of the Islamic inheritance system from pre-Islamic times to the modern era, focusing on the significant changes that occurred after the advent of Islam and contemporary legal reforms. The research method used is a literature study, with analysis of historical literature and modern studies related to the application of inheritance law in Muslim countries. The results show that before Islam, the inheritance system was very patriarchal, with women having no inheritance rights. After Islam came, the Qur’an introduced a more equitable system, granting inheritance rights to women, although their share was smaller than that of men. In the modern era, some Muslim countries have made reforms to accommodate gender equality, but the challenge of implementing more equal laws still exists in some countries. This study recommends the need for comparative studies among Muslim countries to analyse the effectiveness of inheritance law reforms, as well as further research on the socio-economic impact of these reforms on women’s welfare. Empirical research is also needed to understand the influence of local socio-cultural factors in the application of Islamic inheritance law.
Fenomena Keikutsertaan Isteri Dalam Pemenuhan Nafkah Perspektif Hukum Islam Naseh, Ahmad Muhammad
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 02 (2024): November
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/mabahits.v5i02.1974

Abstract

Islam has divided the roles of husband and wife in the household in detail. This includes the task of fulfilling family finances (breadwinner), where this is the responsibility of the husband, while the wife is obliged to regulate the domestic sector in the household. However, the reality exists, many wives participate in the task of financial maintenance. This phenomenon is important to continue to discuss because disputes over duties in the household will have an impact on life together. This research is a library research with a qualitative approach and uses a content analysis methodology. This research aims to reveal the phenomenon of wife's participation in the fulfillment of family support, such as factors, impacts, and reviews of Islamic law. This research produces the phenomenon of wife's participation in the task of family finances has several factors, internal from the wife's own personal self and external factors that cause a wife to need to do it. This phenomenon also has positive and negative impacts that affect the lives of married couples, children, and families. Meanwhile, according to a review of Islamic law, the participation of the wife in the fulfillment of the maintenance which is the husband's duty is allowed but with several conditions. The most important requirement is to maintain her main duties as a wife and housewife.
Interaksi antara Perubahan Sosial dan Hukum Keluarga Islam: Sebuah Studi Kasus tentang Peran Perempuan dalam Pengambilan Keputusan Keluarga Ashari, Beni
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 02 (2024): November
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/mabahits.v5i02.1988

Abstract

Family dynamics, including decision-making, are greatly impacted by dynamic social developments. The purpose of this study is to examine how Islamic family law and social change interact, with an emphasis on how women participate in family decision-making. This study uses in-depth case studies to investigate the ways in which Islamic family law concepts intersect with social changes including modernization, urbanization, and the rise in women's education. This study uses case study techniques in conjunction with a qualitative approach. In-depth interviews with women of all ages and socioeconomic backgrounds were used to gather data, and pertinent Islamic law materials were also examined. The findings of the study show that women's roles in family decision-making have changed significantly. Despite the fact that Islamic law has always given men more authority as heads of
PENGARUH 'URF DALAM HUKUM PEMINANGAN DAN AKAD NIKAH, STUDI KOMPARASI KHI DI INDONESIA DENGAN QĀNŪN AL-AHWĀL AL-SHAKHṢIYYAH DI YAMAN Abidin, Muhammad Zainal; Zaman, Ahmad Zuhairus
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 02 (2024): November
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/mabahits.v5i02.1995

Abstract

One of the sources of Islamic law is the 'urf argument. The use of this argument is often found in cases where there are no provisions in the Qur'an or hadith. This paper examines the role of 'urf in the articles of the Compilation of Islamic Law in Indonesia and the Personal Status Law in Yemen, particularly in the articles related to the law of engagement and marriage contracts. This research is a qualitative study with a literature review type. (library research). Using a legislative approach and also a comparative approach with a Micro Comparison scale. The main sources used are the KHI book and the Qānūn al-Aḥwāl al-Shakhṣiyyah al-Yamani, which were then analyzed qualitatively to determine the extent of the role of 'urf in those articles. The conclusion of this research is: 1. The importance of considering 'urf in marriage law legislation, taking into account Islamic legislation which is largely absorbed from fiqh schools with different societal 'urf settings. 2. In the context of marriage proposal and marriage contract law, the application of 'urf in the Qānūn al-Aḥwāl al-Shakhṣiyyah of Yemen receives more emphasis than the KHI of Indonesia. Proven by the recitation of Surah Al-Fatiha and the exchange of gifts in Article (2), and the mention of the formula of offer and acceptance using phrases that mean "marriage" according to 'urf in the text of the Article. (7). Also, the Personal Status Law of Yemen opens the possibility of marriage contracts via letter, telephone, or video conference. Meanwhile, the KHI places more emphasis on the use of delegation to avoid the process of remote marriage contracts.

Page 1 of 1 | Total Record : 9