cover
Contact Name
Hayatul Fajri
Contact Email
hayatul.fajri@fkip.untan.ac.id
Phone
+6285705849676
Journal Mail Official
edunaturalia@untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jalan Prof. Hadari Nawawi Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
EduNaturalia: Jurnal Biologi dan Kependidikan Biologi
ISSN : 27754898     EISSN : 2775488X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/edunaturalia
EduNaturalia: Jurnal Biologi dan Kependidikan Biologi welcomes original scientific articles and short communications on various research themes in the field of biology and the pedagogical aspects of biology (biology education). The scope of the journal covers the following topics: Field of Biology: Botany Zoology Biotechnology Microbiology Genetics Ecology and Environment Science Field of biology education: Teaching and Learning of Biology Learning Resources and Media of Biology Curriculum of Biology Learning evaluation of biology Teacher profession of biology
Articles 93 Documents
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MELANIN HASIL ISOLASI DARI EKSTRAK JAMUR KUPING (Auricularia auricula-judae) TERHADAP Escherichia coli dan Stapylococcus aureus Laelatunisa, Khumaira Nur; Indrayati, Ana; Turahman, Taufik
EduNaturalia: Jurnal Biologi dan Kependidikan Biologi Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi bakteri terhadap antibiotik sintetis menjadi salah satu tantangan serius dalam bidang kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif antibiotik alami yang efektif dan aman. Jamur kuping (Auricularia auricula-judae) diketahui mengandung pigmen melanin yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri melanin hasil isolasi dari ekstrak jamur kuping terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.Isolasi melanin dilakukan dengan metode maserasi menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH) 1 M, dilanjutkan presipitasi menggunakan asam klorida (HCl) 2 M, serta proses pencucian dan pengeringan. Karakterisasi melanin dilakukan dengan spektroskopi FTIR. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi melanin 0,01 g/mL; 0,02 g/mL; dan 0,03 g/mL. Amoksisilin digunakan sebagai kontrol positif dan dimetil sulfoksida (DMSO) 1% sebagai kontrol negatif. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan adanya puncak serapan khas pada daerah 3309–3408 cm⁻¹ (gugus –OH dan –NH), 1635 cm⁻¹ (C=C aromatik), serta 1400 cm⁻¹ (C–N), yang menandakan struktur polimer aromatik khas melanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melanin jamur kuping memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus. Variasi konsentrasi melanin berpengaruh signifikan terhadap diameter zona hambat, dengan konsentrasi 0,02 g/mL memberikan aktivitas antibakteri paling optimal. S. aureus menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan E. coli, namun perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil tersebut, melanin jamur kuping berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami berspektrum luas.Kata kunci: melanin, Auricularia auricula-judae, antibakteri, Escherichia coli, Staphylococcus aureus
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN SPERMATOPHYTA BERBASIS POTENSI LOKAL DI LABORATORIUM PERTANIAN TERPADU JAGAN SUKOHARJO UNTUK SISWA SMA Sarima, Sarima; Nugroho, Anwari Adi
EduNaturalia: Jurnal Biologi dan Kependidikan Biologi Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran biologi tentang materi spermatophyta di sma masih terasa umum dan kurang mengaitkan potensi lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang relevan dengan konteks kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran biologi tentang spermatophyta yang menggunakan potensi lokal di laboratorium pertanian terpadu jagan, sukoharjo, untuk siswa SMA kelas X fase E sesuai kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan metode research and development (r&d) dengan model borg dan gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahap. Potensi lokal diperoleh melalui observasi di lapangan dan identifikasi tumbuhan spermatophyta, terdapat total 54 spesies yang terdiri dari gymnospermae dan angiospermae (monokotil dan dikotil). Kelayakan modul dinilai oleh ahli materi, ahli modul, guru biologi, dan siswa kelas X menggunakan instrumen penilaian. Hasil validasi menunjukkan persentase kelayakan sebesr 86,58%, dari ahli materi dan ahli modul, 87,89% dari guru biologi, serta 91,59% dari siswa yang termasuk dalam kategori sangat layak. Dengan demikian, modul Spermatophyta berbasis potensi lokal layak dijadikan bahan ajar tambahan dalam pembelajaran biologi di SMA. Modul ini mendukung pembelajaran kontekstual dan pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar, sekaligus meningkatkan keterampilan proses sains, berpikir kritis, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
ANALISIS KEMAMPUAN COMPUTATIONAL THINKING SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMP NEGERI 26 BANDAR LAMPUNG Priadi, Median Agus; Yolida, Berti; Kinasih, Mufidah Estu; Septiantary, Diva Inka
EduNaturalia: Jurnal Biologi dan Kependidikan Biologi Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the computational thinking ability of students at SMP Negeri 26 Bandar Lampung in biology learning. The study was conducted with students of class VIII, involving 31 respondents selected using a purposive sampling technique. The research method employed was descriptive quantitative to describe the level of students’ computational thinking ability in each investigated aspect. The results showed that the overall average score of students’ computational thinking ability was 35.58. In detail, the average score of decomposition was 41.93, pattern recognition was 39.11, abstraction was 28.62, and algorithm was 32.65. Based on these findings, it can be concluded that students’ computational thinking ability is still categorized as low, particularly in the aspects of abstraction and algorithm. Therefore, more directed and innovative learning efforts are needed to improve students’ computational thinking ability at the junior high school level.

Page 10 of 10 | Total Record : 93