cover
Contact Name
Hadija
Contact Email
eboni@umma.ac.id
Phone
+628124247663
Journal Mail Official
eboni@umma.ac.id
Editorial Address
Jl.Dr.Ratulangi No.62 Maros
Location
Kab. maros,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal EBONI
ISSN : -     EISSN : 27156451     DOI : -
Jurnal EBONI Merupakan media publikasi karya ilmiah yang berisi tentang hasil-hasil penelitian tentang kehutanan dan lingkungan dalam ruang lingkup lokal dan nasional yang diterbitkan oleh program studi Kehutanan Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan, Universitas Muslim Maros.
Articles 80 Documents
PEMETAAN SERAPAN DAN EMISI KARBON DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN MAROS MELALUI PENDEKATAN SOFTWARE ABACUS SP hidayat, fachrul; Faisal M, Muh; A. Samsu, Andi Khairil
Jurnal Eboni Vol. 4 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v4i1.1491

Abstract

ABSTRAK Perubahan iklim kini menjadi salah satu isu prioritas yang perlu ditangani melalui upaya-upaya mitigasi yang dapat menurunkan kontribusi pelepasan karbon ke atmosfer khususnya pada wilayah pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah : Mengetahui serapan karbon dan nilai emisi karbon periode 10 tahun (2011-2021) di wilayah pesisir Kabupaten Maros. Penelitian dilakukakan dengan metode analisis perubahan penutupan lahan menggunakan data citra landsat TM 7 tahun 2011 dan data citra landsat 8 tahun 2021 serta perhitungan serapan dan emisi karbon menggunakan software Abacus Sp. Hasil serapan karbon periode 10 tahun di wilayah pesisir Kabupaten Maros serapan yang paling tinggi yaitu penutupan tambak berubah menjadi penggunaan lahan mangrove pada Kecamatan Lau sebesar 22,14 %, Kecamatan Maros Baru sebesar 15,16 %, dan Kecamatan Marusu sebesar 14,22 %. serapan tinggi juga pada penutupan tubuh air berubah menjadi mangrove di Kecamatan Maros Baru sebesar 14,79 %, dan Kecamatan Marusu sebesar 7,72 %. Hasil emisi karbon periode 10 tahun pada wilayah pesisir Kabupaten Maros yang memiliki emisi paling tinggi yaitu penutupan lahan perkebunan berubah menjadi sawah di kecamatan Maros Baru sebesar 18,86 %, dan kecamatan Marusu sebesar 7,75 %.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KERAGAMAN BAKTERI PADA RHIZOSFER TANAMAN AREN (Arenga pinnata (Wurmb) Merr) DI DESA BONTO SOMBA KABUPATEN MAROS Islamiah, Nurhidayah; S, Hadija; N, Nirawati; Aisyah, Siti
Jurnal Eboni Vol. 5 No. 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v5i2.1493

Abstract

Tanah merupakan tempat hidup yang paling ideal bagi bakteri. Setiap elemen tanah memiliki jenis, populasi dan sifat genetik yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung jumlah bakteri dan keragaman bakteri pada rhizosfer aren di Desa Bontosomba Kabupaten Maros. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif eksploratif. Isolasi bakteri dilakukan pada bagian rhizosfer tanaman aren yang diuji karakteristiknya meliputi pengamatan makroskopik, mikroskopik, dan uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah di Desa Bontosomba Kabupaten Maros. mengandung beberapa jenis bakteri tanah, diperoleh jumlah isolat tertinggi 532 cfu/g dan terendah ditemukan dengan jumlah isolat 423 cfu/g. diperoleh 12 isolat bakteri yang terdiri dari 6 genus termasuk bakteri rhizosfir yaitu Streptococcus, Monococus, Bacillus, Coccobacillus, Spirilium
INVENTARISASI NILAI KERAPATAN DAN MANFAAT EKONOMI TANAMAN AREN (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) DI KECAMATAN TOMPOBULU (Studi kasus : Desa Bonto Somba, Bonto Manurung dan Bonto Manai) musda, Musdalifah; Djafar, Muliana; Mukhlisa, Andi Nurul
Jurnal Eboni Vol. 4 No. 2 (2022): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v4i2.1497

Abstract

Tanaman aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) merupakan salah satu tanaman hasil hutan bukan kayu yang telah lama dikenal sebagai tanaman yang memiliki banyak manfaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kerapatan tanaman aren di Desa Bonto Somba, Bonto Manurung, Bonto Manai Kecamatan Tompobulu dan untuk mengetahui manfaat ekonomi tanaman aren di Desa Bonto Somba, Bonto Manurung, Bonto Manai Kecamatan Tompobulu. Metode yang digunakan adalah teknik random sampling berupa petak berukuran 20 m × 20 m dengan menghitung seluruh jumlah tanaman aren dalam petak ukur dan mengindentifikasi tanaman yang sudah berproduksi dan belum berproduksi serta menghitung kerapatan jenis tanaman aren, menghitung nilai manfaat ekonomi tanaman aren dan wawancara kepada responden dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan potensi Kerapatan tanaman aren di Kecamatan Tompobulu diperoleh 41 pohon aren yang berproduksi dan 68 pohon aren yang belum berproduksi. Petani memanfaatkan produk tanaman aren sebagai gula aren dan tuak. Hasil perhitungan nilai manfaat tanaman aren meliputi pendapatan petani di Desa Bonto Somba dari produksi gula aren sebesar Rp.26.156.000/tahun, pendapatan di Desa Bonto Manurung dari produksi gula aren sebesar Rp.41.685.000/tahun dan pendapatan di Desa Bonto Manai dari produksi tuak sebesar Rp.12.331.000/tahun. Sehingga total nilai manfaat tanaman aren di Kecamatan Tompobulu adalah sebesar Rp.80.172.000/tahun.
Efektitifits Beberapa Strain Azospirillium Terhadap Efisiensi Serapan N dan Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Tanah Pasca Tambang Alim, Nurmaranti; Kurniati, Kurniati; Muh Asdiq, Laode; Ramadan, Hamsin
Jurnal Eboni Vol. 5 No. 1 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v5i1.1867

Abstract

Jagung adalah tanaman yang sangat akrab dengan petani di Sulawesi Tenggara. Komoditas ini merupakan salah satu bahan pangan andalan masyarakat Sulawesi Tenggara. Pupuk hayati Azospirilium mampu meningkatkan hasil panen tanaman pada berbagai jenis tanah maupun wilayah iklim yang berbeda. Azospirilium mendorong pertumbuhan tanaman, terutama merangsang perkembangan akar yang menyebabkan bertambahnya sistem perakaran, yaitu memperbesar dan memperpanjang jumlah akar dan rambut-rambut akar. Penelitian ini disusun berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama adalah strain Azospirillium, faktor kedua adalah dosis pemupukan dengan 3 taraf sehingga total perlakuan sebanyak 36 pot perlakuan. Pemberian urea (0,75 g) dengan Azospirillium (12,5 ml) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman jagung, jumlah daun, berat segar, berat kering dan serapan N tanaman jagung dibandingkan dengan perlakuan pupuk Urea tanpa Azospirillium sp. Azospirillium (di inokulasii dari tanaman murbei) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, berat kering dan serapan N tanaman jagung, dibandingkan dengan Azospirillium dari strain lain
strategi pengembangan ekowisata hutan mangrove di pantai kuri caddi kabupaten maros sulawesi selatan Djafar, Muliana Djafar; Sukri, Hadija; Syukur, Insani Hijrawati
Jurnal Eboni Vol. 6 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v6i2.1935

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the strategy for developing mangrove forest ecotourism as for the object in this study, namely Panti Kuri Caddi, Maros Regency, South Sulawesi. This type of research is qualitative research with a SWOT analysis approach. The research subject in this case is centered on visitors and the local community. The results of the study found that, One of the parties that plays an important role in increasing tourism such as mangrove ecotourism is with the participation of the surrounding community, with the participation and cooperation of the surrounding community, mangrove ecotourism will develop so that the interest of tourists to visit also increases.. Keywords: Kuri Caddi, mangroves, ecotourism. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan ekowisata hutan mangrove adapun objek dalam penelitian ini yaitu Panti Kuri Caddi Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian Kualitatif dengan pendekatan Analisis Swot. Subjek penelitian dalam hal ini yaitu berpusat pada pengunjung dan masyarakar sekitar. Hasil penelitian menemukan bahwa, Salah satu pihak yang berperan penting dalam meningkatnya pariwisata seperti ekowisata mangrove yaitu adanya partisipasi masyarakat sekitar, dengan adanya partisipasi dan kerja sama dari masyarakat sekitar maka ekowisata mangrove akan semakin berkembang sehingga minat wisawatan berkunjung juga meningkat. Keywords: Kuri Caddi, Hutan Mangrove, Ekowisata
IDENTIFIKASI BENTUK PARTISIPASI DAN UPAYA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN irma, Ade; Nirawati, Nirawati; M, Muh Faisal; Imran, Andi Nur; Djafar, Muliana
Jurnal Eboni Vol. 5 No. 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v5i2.1986

Abstract

Partisipasi merupakan keikutsertaan atau keterlibatan masyarakat setempat dalam kegiatan pelestarian hutan mangrove guna menjaga sumber daya pesisir tersebut agar tetap lestari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove, untuk mengetahui upaya masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Penelitian ini dilaksanakan di 6 kecamatan 9 Desa/Kelurahan wilayah pesisir Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan panduan wawancara/kuesioner, dengan melibatkan responden sejumlah 58 masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Data yang diperoleh dianalisis deskriktif kuantitatif untuk mengetahui bentuk partisipasi dan upaya masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove yaitu sebanyak (93,10%) dikategorikan sudah baik, adapun bentuk partisipasinya yaitu menanam, membibit dan mengawasi hutan mangrove, Upaya masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove yaitu sebanyak (89,66%) dikategorikan sudah baik, adapun upaya masyarakat dalam melakukan penanaman yaitu melakukan penanaman kembali, pemasangan ajir/patok, menyiram bibit mangrove menggunakan pompa air dari laut dan pemasangan jaring.
TINGKAT KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MOLLUSCA DI KAWASAN HUTAN MANGROVE PESISIR TABONGO KABUPATEN BOALEMO Juramang, Risnayanti R; Faqih, Ahmad; Tomayahu, Tian
Jurnal Eboni Vol. 5 No. 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v5i2.2038

Abstract

Ekosistem mangrove mempunyai peran dan fungsi tertentu sebagai suatu ekosistem yang banyak dihidupi oleh fauna yang saling berasosiasi dengan ekosistem mangrove itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman dan kelimpahan fauna akuatik jenis mollusca. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey, dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. jenis mollusca yang ditemukan pada kawasan mangrove pesisir Langala yaitu terdiri dari delapan yang terbagi atas tujuh family dan tujuh genus yang terdiri dari delapan spesies yaitu, Hexaplex trunculus, Nerita artikulata, Terebralia sulcata, Terebralia palustris, Faunus ater, Elliptio complanata, Cerastoderma edule dan Anadara antiquate. Hasil perhitungan keanekaragaman fauna akuatik untuk jenis Mollusca nilai indeks keanekaragaman tertinggi pada stasiun I yaitu H’= 1,94, yang mendominasi pada jenis Mollusca ini adalah Faunus ater. Indeks kelimpahan tertinggi untuk jenis Mollusca yang tertinggi terdapat pada spesies Anadara antiquate dengan nilai kelimpahan 34,54% dan spesies yang terendah adalah Nerita artikulata nilai indeks kelimpahan 16,18%. Jenis Mollusca yang sudah berada dalam status konservasi yaitu Nerita artikulata, Faunus ater, Elliptio complanata dengan status konservasi Least Concern.
POTENSI PENGEMBANGAN BUDIDAYA KOPI DI WILAYAH KERJA KPHL UNIT XXII BATU ROOK KABUPATEN MAHAKAM ULU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Azis, Awaluddin; Hadi, Aris Pudji; Furkan, Muhammad; Anyeq, Belasius; Tala, Krista; Carolina, Veronica; Andiana, Ria; Limbong,, Yuliara Limbong,; Ma’wa, Nurjannatul; Safitri, Ainun Jariah
Jurnal Eboni Vol. 5 No. 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v5i2.2080

Abstract

Data Outlook Kopi Indonesia 2020 menyebutkan periode 1980–2020 perkembangan kopi Indonesia mengalami peningkatan, dengan laju pertumbuhan rata- rata 2,62%. Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur 2021 menyebutkan bahwa luas areal tanaman kopi menurut kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Timur seluas 1.221 ha dan mengalami penurunan sebesar 51,72% dari tahun sebelumnya seluas 2.529 ha. Pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mahakam Ulu tahun 2021-2026 dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2017-2037 menyebutkan bahwa potensi pengembangan wilayah untuk tanaman perkebunan salah satunya adalah kopi. Berdasarkan hal tersebut, KPHL Unit XXII Batu Rook berencana untuk melakukan kegiatan ‘Pengembangan Kopi dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan Model Agroforestri pada wilayah Kelola KPHL Unit XXII Batu Rook’. Untuk mendukung rencana tersebut, penelitian potensi budidaya kopi di wilayah kerja KPHL Unit XXII Batu Rook, terutama di Kampung Noha Silat dan Long Kerioq, diperlukan. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dengan mengumpulkan data primer melalui Focus Group Discussion (FGD), pemetaan partisipatif, wawancara, dan juga memanfaatkan data sekunder dari dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Noha Silat didominasi oleh kopi Robusta yang diproduksi terutama untuk kebutuhan rumah tangga. Di sisi lain, di Kampung Long Kerioq, masyarakat mengolah kopi Robusta menjadi bubuk dan menjualnya di luar kabupaten Mahakam Ulu. Kedua kampung telah mengadopsi sistem agroforestri dalam pengembangan kopi, menunjukkan potensi yang besar untuk kegiatan pengembangan HHBK Kopi.
PEMODELAN DEBIT SUNGAI MENGGUNAKAN SOIL AND WATER ASSESSMENT TOOL DI SUBDAS MAMASA Irlan, Irlan; A, Widyanti Utami; Rosmaeni, Rosmaeni; Samsu, Andi Khairil A.; Irundu, Daud; Mas'ud, Emban Ibnurusyd
Jurnal Eboni Vol. 5 No. 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v5i2.2106

Abstract

ABSTRACT Issues related to watershed have received primary attention in the past few decades. The hydrological conditions of the watershed area are considered crucial as a source of life. In efforts to achieve sustainable watershed management, understanding the complex hydrological dynamics is very important. The objective of this research is to simulate river discharge using the Soil and Water Assessment Tools (SWAT) model. This study was conducted in the Mamasa Sub-watershed area. The results show that the river discharge in the Mamasa Sub-watershed has increased as it approaches the outlet (downstream) through the accumulation of discharge in larger order rivers. The Mamasa Sub-watershed also experiences a trend of increasing average annual discharge at a rate of 0.74 m3/s per year. Improvement in the discharge simulation results was achieved through a calibration process using 11 parameters. The calibration results indicate that the calibrated discharge has a higher R2 value compared to the initial simulation discharge, showing that the model calibration successfully improved the quality of the expected discharge results to reach 79.50 percent. However, the calibration results still have a low R2 value, influenced by the selection of appropriate parameters and accurate observational data. Keywords: Modeling, River discharge, SWAT, Watershed
Evaluasi Pelaksanaan Program Kampung Iklim di Empat Zonasi Pantai Provinsi Sulawesi Selatan suciasih, indah; Asjulia, Asjulia; Syafar, Andi Abdul Rahman
Jurnal Eboni Vol. 6 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v6i1.2161

Abstract

The research aims to evaluate the Climate Village Program (ProKlim) for the last 5 years in terms of distribution and the role of government and communities in four coastal zones of South Sulawesi Province. The research was conducted at the Sulawesi Regional Climate Change Control Center with the locus of four districts representing four coastal zones in South Sulawesi Province, namely Bone Regency, Bulukumba Regency, Gowa Regency and Maros Regency. The research lasts from August to October 2023. Researchers processed ProKlim location distribution data and distributed questionnaires to local government representatives and communities at ProKlim locations using Purposive Sampling. The method used is qualitative descriptive and data analysis with Likert Scale. The results showed that the distribution of ProKlim in South Sulawesi Province for the last 5 years (2018-2022) was the highest in 2022 with 71 locations and the least was in 2021 with 30 locations. The most ProKlim locations are in Bone Regency with 41 locations, Bulukumba Regency with 31 locations, Gowa Regency with 30 locations and Maros Regency with 29 locations. Based on research conducted regarding the role of local governments and communities in influencing Proklim, it is known that in the section local government representatives have an understanding of 83.53% which means they understand very well and in the section representatives of ProKlim locations are 79.73% who understand.