cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 132 Documents
Bioprospek Sungai Biuku Desa Selanjung Sebagai Desa Wisata Edukasi Alam Nana Citrawati Lestari; Fujianor Maulana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 6 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.397 KB)

Abstract

Sungai Biuku adalah salah satu sungai yang masih tersisa di kota Banjarmasin yang mana pemanfaatannya hanya sebatas menjadi jalur lalu lintas perairan padahal sungai ini masih menyimpang potensi sumber daya hayati yang sangat besar dan Bioprospeksi dapat digunakan sebagai alternatif strategis pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan melalui program desa wisata Pendidikan alam. Potensi bioprospeksi dapat diketahui dua cara yaitu melalui cara tradisional dan ilmiah. Banyak sumberdaya hayati di Indonesia telah diketahui potensinya melalui kedua cara tersebut. Potensi spesies-spesies tersebut perlu dilakukan penilaian ekonomi sehingga konsep bioprospeksi dapat diterapkan secara formal dalam pengelolaan hutan. Indonesia memiliki berbagai spesies endemik dan non-endemik berpotensi bioprospeksi yang perlu dikelolah secara baik yaitu bernilai ekonomi tinggi dan berwawasan lingkungan sehingga dapat menggantikan bidang perkayuan. Pengelolaan dengan sistem bioprospeksi dapat dilakukan di Indonesia sehubungan dengan potensi sumberdaya hayatinya yang banyak. Penerapan konsep ini diperlukan landasan hukum oleh pemerintah pusat atau daerah. Dalam kaitannya dengan undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah pengelolaan sumberdaya alam dapat dilakukan oleh pemerintah daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara survei di beberapa titik di Sungai Biuku. Observasi lapangan dengan pengambilan sampel flora dan fauna dengan menggunakan berbagai alat pengukuran faktor lingkungan dan perangkap hewan. Ditemukan 69 jenis flora dan fauna yang didapatkan sebagai potensi Bioprospek yang terdiri dari 63 spesies flora dan 6 spesies fauna. Bioprospek yang didapatkan berpotensi dimanfaatkan dibidang farmakologi, toksikologi dan pangan.
Tumbuhan Berkhasiat Obat Pada Masyarakat Daerah Desa Bumi Asih Kabupaten Kotabaru Rini Helvi Novita Sari; Budi Prayitno
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 6 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.137 KB)

Abstract

Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat, baik yang sengaja ditanam maupun tidak (tumbuh secara liar). Tumbuhan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk diramu dan disajikan sebagai obat guna penyembuhan penyakit. Etnobotani adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan tumbuhan. Pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat telah lama dikenal olah masyarakat Desa Bumi Asih. Proses ini sudah diwariskan secara turun temurun dari generasi kegenerasi. Namun saat ini penggunaan tumbuhan berkhasiat obat mulai diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan obat apa saja yang diguakan di dalam Desa Bumi Asih, penyakit apa saja yang dapat di obati dengan tumbuhan yang berkhasiat obat di daerah Desa Bumi Asih, serta bagaimana cara pengolahan dan cara pakai. Metode yang digunakan adalah survey eksploratif wawancara langsung dengan teknik purposive sampling. Menggunakan lembar wawancara yang ditanyakan kepada responden dengan pertimbangan tokoh kunci yaitu pengobat tradisional, tetua desa, tokoh adat dan atau masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan obat secara tradisional. Pengumpulan informasi melalui prosedur kerja meliputi tahap persiapan dan pelaksanaan sampai pada menganalisis data sehingga dapat dijadikan tulisan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat 35 jenis dari 29 famili tumbuhan yang berkhasiat obat yang digunakan oleh masyarakat Desa Bumi Asih. Terdapat 61 jenis penyakit yang dapat di obati denga tumbuhan berkhasiat obat. Contoh penyakit yang dapat di obati dengan tumbuhan obat yaitu gigi bergoyang, mata rabun, dan diabetes. Kemudian bagian tumbuhan obat yang di gunakan diantaranya akar, umbu, daun, batang, bunga, buah, lender, kulit batang dan getah. Dan cara pengolahan meliputi direbus, digiling, sikukus, diremas, diblender, diparut, ditumbuk, dipotong-potong dan dipatah rantingnya, kemudian di aplikasikan kepada bagian yang sakit, kemudian cara pakai obat tradisional ini dengan cara diminum, dioleskan, dan diteteskan.
Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Sebagai Alternatif Konsumsi Bekantan (Nasalis Larvatus) di Desa Lawahan Kabupaten Tapin Abdilah Syarif; Fujianor Maulana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.568 KB)

Abstract

Bekantan dengan nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah maskot fauna Kalimantan Selatan Pohon khas hutan Kalimantan yang buahnya merupakan makanan favorit dari bekantan yaitu buah rambai. Hampir setiap orang hanya mengetahui buah rambai saja yang menjadi makanan dari bekantan tersebut. Pulau Bekantan di Desa lawahan adalah pulau yang berada di antara dua perusahaan besar yaitu perusahaan sawit dan batu bara yang kemudian dikelola oleh perusaan batu bara dan dijadikan Ekowisata penangkaran Bekantan. Pulau ini dikelilingi oleh sungai buatan yang dijadikan tempat tranportasi pengiriman batu bara. Pulau ini memiliki luas 71 Ha, di pulau ini tidak terdapat pohon-pohon besar dikarenakan kebakaran sehingga yang ada hanyalah jenis-jenis tumbuhan paku dan teratai saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alternative jenis -jenis tumbuhan sebagai konsumsi Bekantan agar penyebaran Bekantan yang ada di Kalimantan Selatan dapat diperbanyak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif dengan tekhnik pengamatan langsung secara jelajah. Mengamati jenis tumbuhan yang dikonsumsi Bekantan di Desa lawahan. Melakukan pengamatan Bekantan dengan memfoto Bekantan yang sedang makan dan jenis tumbuhan yang dimakan kemudian mencatat setiap jenis tumbuhan yang dijadikan konsumsi oleh Bekantan. Dan Melakukan wawancara kepada pengurus pulau Bekantan di Desa Lawahan. Hasil penelitian ini menunjukan ada 15 jenis tumbuhan yang menjadi konsumsi Bekantan, yakni galam, papisangan, karamunting, kalakai, kakait, pulantan, kariwaya, belaran, kasisap, jeutung, mangobi, halaban, kembang teratai, pindrang dan nanangkaan dengan tingkat kesukaan yaitu sangat suka, suka dan biasa. Morfologi tumbuhan yang menjadi konsumsi bekantan yaitu bagian pucuk, daun muda, batang muda, buah, bunga dan umbut.
Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Model Knos-KGS Berbasis Keterampilan Abad 21 Pada Konsep Pencemaran Lingkungan Dan Daur Ulang Limbah Di Kelas X SMA Negeri 1 Mekarsari Rada Asgianingsih Pratiwi; Rezky Nefianthi Dian
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.158 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengembangan RPP Model KNoS-KGS Berbasis Keterampilan Abad 21. Pembelajaran Biologi dengan model ini dirancang lebih berpusat pada siswa. Siswa lebih aktif dalam belajar, melakukan aktifitas bersama dalam kelompok, saling memberi masukan secara kolaboratif menyelesaikan masalah atau secara kolaboratif mempelajari materi pembelajaran Biologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui validitas, (2) Mengetahui kepraktisan, (3) Mengetahui keefektifan. Metode penelitian ini mengacu pada penelitian pengembangan (Research and Development). Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Mekarsari pada kelas X MIA dengan jumlah siswa sebanyak 24 orang. Instrument pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen kevalidan, instrumen kepraktisan, instrumen keefektifan. Teknik analisis data yang digunakan adalah kriteria valid, praktis, efektif. Bedasarkan hasil pengembangan RPP yang dilaksanakan menggunakan Model KNoS-KGS Berbasis Keterampilan Abad 21 untuk meningkatkan Keterampilan Abad 21 siswa pada konsep pencemaran lingkungan dan daur ulang limbah. Lembar validasi berdasarkan validator perangkat ini telah memenuhi kriteria valid dengan nilai V A= 4,4. Kepraktisan lembar penilaian diperoleh dari angket respon siswa dan angket respon guru dengan Model KNoS-KGS Berbasis Keterampilan Abad 21. Angket siswa yang senang kegiatan pembelajaran biologi di peroleh 91,67%. Materi dan suasana belajar baru 95,83% .Siswa yang berminat mengikuti kegiatan belajar di peroleh 100%. Pembelajaran biologi dapat membantu menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran, Ya di peroleh 100%. Kreatifitasnya meningkat pada pembelajaran biologi di peroleh 100%. Respon guru pada Model KNoS-KGS Berbasis Keterampilan Abad 21 uji coba I dinyatakan Membantu dengan rata-rata 100%.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Pemanfaatan Tanaman Rotan (Calamus sp) Oleh Masyarakat Desa Sungai Limas Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan Sebagai Bahan Pembuatan Booklet Yulia Nor Safitri; Siti Ramdiah; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.063 KB)

Abstract

Kalimantan Selatan memiliki potensi lokal yaitu pembuatan anyaman berbahan dasar rotan. Desa Sungai Limas adalah salah satu desa yang ada di Kalimantan Selatan. Desa tersebut sudah sejak lama menggunakan rotan sebagai bahan baku untuk membuat aneka kerajinan tangan yang bervariasi, bahkan saat ini Desa Sungai Limas disebut sentra anyaman rotan. Dalam memanfaatkan potensi alam diperlukan ilmu pengetahuan, seharusnya masyarakat dan peserta didik perlu mengetahui hal tersebut. Ini dianggap perlu karena masyarakat umum sekarang lebih banyak menggunakan produk modern. Oleh karena itu diperlukan sebuah penelitian dan pengembangan dengan rancangan produk booklet, untuk memperkenalkan pemanfaatan tanaman rotan sebagai salah satu kerajinan anyaman khas Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Nilai-nilai kearifan lokal dalam pengambilan tanaman rotan, (2) Nilai-nilai kearifan lokal dalam pembuatan kursi, tudung saji, dan keranjang pakaian anyaman rotan di Desa Sungai Limas sebagai bahan pembuatan booklet, (3) Tanggapan masyarakat (validator dan peserta didik) terhadap booklet nilai-nilai kearifan lokal dalam pembuatan kursi, tudung saji, dan keranjang pakaian anyaman rotan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE. Metode penelitian dan pengembangan ini terdiri dari dua tahap. Tahap I adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Halong dan Desa Sungai Limas dengan mengambil sampel pengambilan tanaman rotan dan pengrajin tanaman rotan. Tahap II adalah pengembangan produk sebagai sumber belajar Biologi berupa booklet. Validasi terhadap booklet dilakukan oleh dosen ahli materi dan ahli media pembelajaran, sedangkan uji coba keterbacaan kelompok kecil dilakukan oleh peserta didik kelas X MIA 3 SMAN 4 Barabai. Hasil penelitian dan pengembangan yang sudah dilakukan diperoleh 1)Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada setiap tahapan yaitu: nilai keberlanjutan, nilai kreativitas, nilai keindahan, nilai keselamatan, nilai kebersihan, nilai kesabaran, nilai keuletan, nilai keawetan dan nilai ketrampilan. 2) Hasil validasi menunjukkan bahwa hasil validasi oleh ahli materi terhadap booklet sebesar 88,46% (valid), hasil validasi oleh media dan pembelajaran terhadap booklet sebesar 99,68% (valid). 3) Hasil uji coba keterbacaan peserta didik terhadap booklet sebesar 91,81% termasuk dalam kategori sangat baik.
Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat Tradisional Oleh Masyarakat Kampung Padang Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara Sylvia Helmina; Yulianti Hidayah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.326 KB)

Abstract

ABSTRAK Etnobotani adalah cabang ilmu yang mendalami hubungan antara manusia dengan tumbuhan disekitarnya. Tumbuhan obat adalah semua jenis tumbuhan yang diketahui memiliki kandungan senyawa yang bermanfaat dan berkhasiat untuk mencegah, meringankan atau menyembuhkan suatu penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis tanaman obat, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dan paling banyak digunakan oleh masyarakat Kampung Padang Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan metode survey dan teknik wawancara semi terstruktur. Pemilihan responden dilakukan dengan metode Purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 20 orang sebagai perwakilan pada tiap masyarakat. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara semi terstruktur dengan berpedoman pada daftar pertanyaan. Analisis data secara deskriptif yang dilakukan dalam dua bentuk pendekatan yaitu pendekatan antropologi medikal dan pendekatan etnobotani medikal. Hasil Penelitian menunjukan bahwa di Kampung Padang Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara ditemukan 47 Jenis tumbuhan obat tradisional berdasarkan sering sekali digunakan (40,42%), sering (31,91%), dan yang jarang (27,65%). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dan paling banyak digunakan oleh masyarakat diataranya yang paling banyak adalah daun (70,21%), rimpang (12,76%), akar (10,63%), buah (10,63%) batang (8,51%), umbi (8,51%), sedangkan biji (2,12%) dan bunga (2,12%) merupakan bagian yang paling sedikit digunakan.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Budidaya Itik Alabio (Anas Platurynchos Borneo) di Desa Mamar Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara sebagai Bahan Pembuatan Booklet untuk Bahan Ajar Biologi Rukayatun Nisa; Fujianor Maulana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.954 KB)

Abstract

Kabupaten Hulu Sungai Utara terkenal dengan lahan rawanya yang banyak dimanfaatkan untuk beternak itik Alabio dan merupakan suatu kearifan lokal ciri khas Provinsi Kalimantan Selatan. Budidaya itik Alabio merupakan warisan turun-temurun yang sangat dijaga kelestariannya hingga saat ini. Namun, tidak banyak masyarakat bahkan peserta didik yang tahu akan keberadaan itik Alabio yang menjadi salah satu kearifan lokal yang kita miliki. Melihat kurangnya pengetahuan maka diperlukan perancangan komunikasi visual berupa booklet untuk memperkenalkan budidaya itik Alabio di lahan rawa sebagai salah satu warisan budaya Kalimantan Selatan. dari penelitian dan pengembangan ini untuk mengetahui bagaimana budidaya itik Alabio, mengkaji nilai-nilai kearifan lokal melalui budidaya itik Alabio, dan menghasilkan booklet yang berguna bagi peserta didik untuk bahan ajar Biologi, serta berguna bagi masyarakat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Metode yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini terdiri dari dua tahap. Tahap I adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Mamar. Sedangkan sampelnya adalah peternak itik Alabio di desa tersebut. Tahap II adalah pengembangan bahan ajar Biologi yang berbentuk booklet yang disesuaikan dengan kurikulum 2013. Validasi terhadap booklet dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan uji coba keterbacaan kelompok kecil yang dilakukan oleh peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Hulu Sungai Tengah. Hasil penelitian dan pengembangan yang sudah dilakukan diperoleh nilai kearifan lokal yang terdapat di setiap proses budidaya yaitu nilai kedisiplinan, nilai kemandirian, nilai keindahan, nilai kerapian, nilai kebersihan, nilai keamanan, nilai kreativitas, nilai pelestarian, nilai pengetahuan, nilai kebermanfaatan, nilai keberlanjutan, nilai kesabaran dan nilai imanen. Hasil validasi oleh ahli materi terhadap booklet yang dikembangkan sebesar 88,46% dan termasuk dalam kualifikasi valid. Hasil validasi oleh ahli media terhadap booklet yang dikembangkan sebesar 97,22% dan termasuk dalam kualifikasi valid. Hasil uji coba keterbacaan booklet yang dilakukan peserta didik SMP Negeri 1 Hulu Sungai Tengah kelas VII diperoleh nilai sebesar 89,09% dan termasuk dalam kategori sangat baik.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Bagi Siswa Kelas IX A Pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Melalui Metode Tutor Sebaya di MTsN 1 Hulu Sungai Utara Elya Sukaisih
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.932 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa. Oleh karena itu untuk meningkatkan hasil belajar siswa peneliti menerapkan sebuah metode tutor sebaya dengan menerapkan dua tahap pada setiap siklusnya. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IX A MTsN 1 Hulu Sungai Utara. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam penelitian ini disusun tiga siklus dan setiap siklus terdapat 2 tahap yaitu (1) penjelasan materi Bangun Ruang Sisi Lengkung yang dibantu tutor masing-masing kelompok serta dilanjutkan pengerjaan LKS secara berkelompok (2) pembahasan LKS dan pemantapan materi. Hasil penelitian, pembelajaran dengan menggunakan metode tutor sebaya dapat memberi manfaat baik bagi siswa yang berperan sebagai tutor maupun bagi siswa yang diajarkan. Serta menambahkan wawasan baru bagi siswa karena siswa diberi kesempatan untuk tampil dihadapan teman-teman dan dipercaya sebagai tutor. Pembelajaran yang semula membosankan dengan diskusi dan tidak berjalan maka dengan metode tutor sebaya pembelajaran terasa hidup dan berkualitas. Berdasarkan hasil observasi dan hasil refleksi pada siklus III, yang mencapai ketuntasan belajar sudah mencapai indikator keberhasilan penelitian yaitu 90,91% dan keterlaksanaan metode sudah maksimal yaitu 90,48%. Hal ini ternyata melalui pemanfaatan metode tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IX A MTsN 1 Hulu Sungai Utara Tahun Pelajaran 2019/2020. Oleh karena itu disarankan bagi guru matematika yang mengajar di MTsN 1 Hulu Sungai Utara sebaiknya menggunakan metode tutor sebaya dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Implementasi Kegiatan Supervisi Akademik Dalam Meningkatkan Etos Kerja Guru di MAN 4 Hulu Sungai Utara Khairan Noor Haka
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.323 KB)

Abstract

Salah satu faktor penentu di dalam menunjang keberhasilan peningkatan mutu pendidikan adalah guru (pendidik). Guru merupakan sumber daya manusia yang berada di garis paling depan saat terjadinya interaksi belajar mengajar. Guru merupakan faktor yang sangat dominan dan paling penting dalam pendidikan pada umumnya, karena bagi siswa guru sering dijadikan tokoh teladan bahkan menjadi tokoh identitas diri. Dengan memiliki etos kerja yang tinggi dan kinerja yang baik tentunya akan berpengaruh pada mutu dan kualitas pembelajaran. Setiap sekolah tentu sangat mengharapkan adanya guru yang memiliki etos kerja yang tinggi. Begitu pula yang terjadi di MAN 4 Hulu Sugai Utara. Salah satu cara untuk meningkatkan etos kerja guru di MAN 4 Hulu Sungai Utara yaitu dengan implementasi kegiatan supervisi. Kegiatan supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan yang membantu guru untuk mengembangkan kemampuannya mengembangkan proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dua siklus dengan langkah-langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi .Hasil penelitian ini adalah dari hasil observasi yang di lakukan pada siklus 1 terdapat sekitar 60% guru mata pelajaran yang dapat meningkatkan etos kerjanya. Sementara hasil observasi pada siswa terdapat sekitar 65 % siswa yang aktif dalam pembelajaran. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan supervisi akademik berjalan dengan lancar meskipun hasil yang didapatkan pada siklus 1 belum memuaskan. Dari hasil observasi siklus 2 terdapat sekitar 90% guru mata pelajaran yang meningkat etos kerjanya. Sementara hasil observasi pada siswa menunjukan bahwa 87% siswa meningkat keaktifan belajarnya. Dari hasil observasi siklus 1 dan siklus 2, dapat di nyatakan bahwa ada peningkatan etos kerja guru dari siklus 1 ke siklus 2, juga terdapat peningkatan keaktifan belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Dengan demikian Kegiatan supervisi akademik mampu meningkatkan etos kerja guru di MAN 4 Hulu Sugai Utara.
Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Kehidupan Sosial dan Kebangsaan Melalui Media Gambar di Kelas VIII D MTsN 3 HSU Babirik Fitriah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.964 KB)

Abstract

Pembelajaran yang bermakna akan membawa siswa pada pengalaman belajar yang mengesankan. Pengalaman yang diperoleh siswa akan semakin berkesan apabila proses pembelajaran yang diperolehnya merupakan hasil dari pemahaman dan penemuannya sendiri. Dalam konteks ini siswa mengalami dan melakukannya sendiri. Proses pembelajaran yang berlangsung melibatkan siswa sepenuhnya untuk merumuskan sendiri suatu konsep. Keterlibatan guru hanya sebagai fasilitator dan moderator dalam proses pembelajaran tersebut. Berdasarkan hasil observasi awal menunjukan bahwa siswa masih kurang memahami materi disebabkan kurang oftimal dan kreatifnya guru dalam menyajikan bahan atau sumber belajar kepada siswa. Pemanfaatan media gambar dalam pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas VIII D MTsN 3 HSU Babirik. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang dilakukan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu penelitian yang di dalamnya terdapat perencanaan,pelaksanaan serta hasil yang di dapat dari pembelajaran yang sudah dilakukan. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII D, Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan nilai tes formatif adalah teknik statistik deskriftif, sedangkan data kualitatif digunakan teknik analisis dalam bentuk paparan naratif. Hasil pembelajaran IPS dengan menggunakan media gambar pada umumnya baik dan meningkat, sesuai dengan apa yang diharapkan dalam pembelajaran. Adapun dalam mengumpulkan data dilapangan dengan menggunakan teknik angket, wawancara, observasi dan documenter. Dalam pengolahan data digunakan editing, koding, menghitung frekuensi, tabolating, interpretasi data dan dalam meng analisa data menggunakan deskriftif kualitatif sedangkan pengambilan kesimpulan digunakan teknik induktif. Berdasarkan hasil penelitan didapatkan bahwa dalam melalui kolaborasi model pembelajaran Quantum Teaching dan Snowball Throwing terbukti dapat meningkatkan hasil belajar IPS materi Hubungan Sosial pada siswa kelas VIII MTsN 3 Babirik. Hal tersebut ditandai dari ketercapaian indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas dan adanya peningkatan rata-rata hasil IPS dari siklus I sebesar 81,90 dan 87,62 pada siklus II. Sedangkan untuk pencapaian ketuntasan belajar individual, siklus I sebesar 76,19% dan siklus II sebesar 90,48%.

Page 9 of 14 | Total Record : 132