cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 244 Documents
PENENTUAN KANDUNGAN TIMBAL, TEMBAGA DALAM AIR-SEDIMEN PADA SALAH SATU LUBANG TAMBANG INTAN DI KELURAHAN SUNGAI TIUNG KOTA BANJARBARU Dwi Rasy Mujiyanti; Utami Irawati; Radna Nurmasari; Messy Risna
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.915 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i2.2140

Abstract

Logam berat merupakan unsur yang seringkali menjadi polutan utama dalam pencemaran air dan dapat membahayakan kehidupan organisme. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya kandungan logam berat Pb dan Cu pada air dan sedimen dan pada lingkungan air asam tambang di Kelurahan sungai Tiung Kota Banjarbaru. Metode yang digunakan adalah Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan menggunakan instrumen Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil analisis laboratorium diperoleh rata-rata kandungan Pb dan Cu dalam sampel air masing- masing sebesar 1,113 mg/L dan 0,464 mg/L. Rata-rata kandungan Pb dan Cu pada sedimen adalah masing-masing 231,61 mg/Kg dan 112,186 mg/Kg. Kata kunci: logam berat, Pb, Cu, air, sedimen 
KAJIAN ADSORPSI KROM(III) PADA BIOMASSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Radna Nurmasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.041 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v2i2.2022

Abstract

Kajian adsorpsi Cr(III) pada biomassa tandan kosong kelapa sawit (TKKS) telah dilakukan. Karakterisasi gugus fungsi biomassa TKKS dianalisis menggunakan FTIR. pH dan waktu optimum ditentukan berdasarkan jumlah maksimum Cr(III) yang dapat diadsorpsi oleh TKKS. Adsorpsi Cr(III) dilakukan dalam sistem batch selama satu jam pada variasi konsentrasi ion logam. Ion logam yang teradsorpsi dihitung dari selisih konsentrasi ion logam dalam larutan setelah dan sebelum adsorpsi berdasarkan analisis dengan metode SSA. Adsorpsi Cr(III) secara optimum dicapai pada pH 4 (88%), dengan waktu kontak optimum 60 menit (70,79%). Persen recovery Cr(III) dari biomassa TKKS pada metode batch sebesar 34%, sedangkan pada metode kolom sebesar 25,93%. Kata kunci : Adsorpsi, biomassa, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), Cr(III) 
PENGARUH EKSTRAK METANOL KULIT KAYU DURIAN (Durio zibethinus Murr) PADA STRUKTUR MIKROANATOMI OVARIUM DAN UTERUS MENCIT (Mus musculus L) BETINA Rusmiati Rusmiati
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.925 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v4i1.2047

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan kepastian ilmiah khasiat antifertilitas ekstrak kulit kayu durian. 24 ekor mencit betina umur 3 bulan dengan berat seragam dikelompokkan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) berpola Faktorial 2 x 4 dengan n = 3. Konsentrasi ekstrak methanol kulit kayu durian yang digunakan adalah 10%,15% dan 20%. Masing-masing ekstrak diberikan pada mencit sebanyak 0.5 ml per hari setiap 25 – 30 mg bb selama 30 hari. Satu hari setelah pemberian ekstrak dihentikan diadakan pembedahan untuk melihat perubahan yang terjadi akibat pemberian ekstrak kulit kayu durian (pengamatan I). Sisa mencit yang lain tetap dipelihara tetapi pemberian ekstrak dihentikan selama 30 hari. Satu hari setelah itu diadakan pembedahan lagi untuk melihat daya pulih sel (pengamatan II). Parameter yang diamati adalah jumlah sel folikel di ovarium dan tebal miometrium dan endometrium di uterus. Ovarium dan uterus dibuat sediaan mikroanatomi dengan metode Parafin dan pewarnaan Hematoksilin - Eosin (HE). Data dianalisis dengan Anava, α = 0,05 dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test( DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit kayu durian berpotensi mengurangi jumlah sel folikel di ovarium dan tebal miometrium di uterus. Kata kunci : Antifertilitas, kulit kayu durian, ovarium, uterus 
Pengaruh Lama Paparan Pestisida Terhadap Aktivitas Kolinesterase, Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) pada Pekerja yang Terpapar Pestisida Golongan Organofosfat Devyana Dyah Wulandari; Andreas Putro Ragil Santoso; Devyani Diah Wulansari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.882 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v14i1.6516

Abstract

Pestisida merupakan racun yang sengaja dibuat oleh manusia untuk membunuh organisme pengganggu tanaman dan insekta penyebar penyakit. Organofosfat merupakan jenis pestisida yang paling banyak di gunakan di bidang pertanian. Paparan pestisida yang terlalu sering dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Biomarker yang paling sering dipakai dalam menentukan gejala keracunan pestisida adalah kadar kolinesterase. Oleh karena itu pada penelitian ini akan diteliti pengaruh lama paparan pestisida terhadap kolinesterase (ChE) dan transaminase (SGOT dan SGPT). Pemeriksaan kolinesterase dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri menggunakan reagen thiol 5,5'-dithio-bis (2-nitro asam benzoat) (DTNB), sedangkan pemeriksaan SGOT dan SGPT dilakukan menggunakan photometer. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara lama paparan pestisida organofosfat dengan kadar SGOT, SGPT, dan kolinesterase. Hal ini disebabkan karena seluruh responden tertib dalam pemakaian APD selama bekerja.
KAJIAN pH DAN WAKTU KONTAK OPTIMUM ADSORPSI Cd(II) DAN Zn(II) PADA HUMIN Yunitawati Yunitawati; Radna Nurmasari; Dwi Rasy Mujiyanti; Dewi Umaningrum
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.008 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i2.2099

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang adsorpsi Cd(II) dan Zn(II) oleh humin. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kondisi pH optimum, waktu kesetimbangan adsorpsi Cd(II) dan Zn(II) oleh humin serta mengetahui gugus fungsi yang berinteraksi dengan logam dengan menggunakan spektrofotometer FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum adsorpsi untuk Cd(II) adalah 5 dan pH optimum adsorpsi Zn(II) adalah 2. Waktu kontak reaksi untuk Cd(II) adalah 45 menit dan Zn(II) adalah 30 menit. Hasil spektra inframerah menunjukkan bahwa gugus –COOH dan –OH berperan dalam interaksi antara ion logam dengan humin. Kata kunci : Adsorpsi, Humin, Kadmium, Seng 
The Effect of Activated Charcoal Coffee Grounds (Coffea Sp.) as an Adsorbent on the Quality of the Liquid Sugar of Siwalan Roy Darus
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.376 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v16i1.12100

Abstract

This study aimed to determine the adsorbent characteristics of coffee grounds activated charcoal (Coffea Sp.), optimum adsorption contact time, and differences in the quality of siwalan liquid sugar through adsorption and without adsorption. The characteristics of coffee grounds activated charcoal were determined by FTIR and SAA. FTIR characterization showed that activated coffee grounds charcoal contained functional groups of O-H, Csp2-H, Csp3-H, C-H2 methylene, C-O, and C=C-H. Characterization with SAA showed that the surface area of activated charcoal was 27.70 m2/g with a pore volume of 0.02 ml/g and an adsorption pore size of 1.63 nm. The optimum contact time of the adsorbent in the adsorption of impurities in the palm sap was 60 minutes. The siwalan liquid sugar, which went through adsorption, had a reducing sugar content of 6.70%, and the one without adsorption was 10.18%. While the ash content of siwalan liquid sugar through adsorption was 4.73%, and without adsorption was 6.5%. This value indicates that the quality of siwalan liquid sugar through adsorption is higher than that which does not go through the adsorption stage. Keywords: adsorption, activated charcoal, siwalan liquid sugar
SINTESIS OKSIDA LOGAM AURIVILLIUS SrBi4Ti4O15 MENGGUNAKAN METODE HIDROTERMAL DAN PENENTUAN SIFAT FEROELEKTRIKNYA Edi Mikrianto; Ricky Kurniawan; Dwi Rasy Mujiyanti; Utami Irawati
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.69 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i1.2131

Abstract

Salah satu material yang bersifat feroelektrik adalah oksida logam Aurivillius. Pada penelitian ini, dilakukan sintesis oksida logam Aurivillius SrBi4Ti4O15 menggunakan metode hidrotermal selama 72 jam, konsentrasi NaOH 3 M sebagai mineralizer, dan variasi suhu 200°C, 220°C, dan 240°C. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan difraksi sinar-X dan didapatkan bahwa suhu sintesis 240°C menghasilkan senyawa berfasa tunggal dengan sistem kristal ortorombik, grup ruang A21am, dan parameter sel satuan a = 5,5396 Å, b = 5,5800 Å, c = 40,9734 Å. Senyawa ini memiliki tingkat kristalinitas lebih bagus dan yang lebih tinggi daripada oksida logam sejenis yang dihasilkan dengan metode reaksi kimia fasa padat. Sifat feroelektrik menunjukan nilai polarisasi remanen Pr(+) 35,10 Ccm-2, Pr(-) 24,10 Ccm-2. Kata kunci: sintesis, oksida logam, Aurivillius, hidrotermal 
UJI AKTIVITAS EKSTRAK SAPONIN FRAKSI n-BUTANOL DARI KULIT BATANG KEMIRI (Aleurites moluccana WILLD) PADA LARVA NYAMUK Aedes aegypti Azidi Irwan; Noer Komari; Rusdiana Rusdiana
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.417 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i2.2011

Abstract

Kemiri (Aleurites moluccana WILLD) adalah salah satu tanaman yang menghasilkan metabolit sekunder. Percobaan skrining fitokimia menunjukkan bahwa kulit batang kemiri mengandung saponin dalam jumlah sedang. Saponin dapat digunakan sebagai larvasida karena dapat bersifat racun bagi hewan berdarah dingin. Oleh karena itu saponin dapat digunakan sebagai pemusnah serangga. Kulit batang kemiri diekstrak denganmenggunakan metanol dan kemudian dipartisi dengan menggunakan campuran air : butanol (1:1). Dalam penelitian ini, dilakukan eksperimen terhadap larva nyamuk Aedes aegypti melalui perlakuan dengan konsentrasi ekstrak kemiri yang berbeda-beda. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah o ppm (sebagai kontrol); 10; 100; dan 1000 ppm. Berdasarkan observasi selama 14 hari, ditemukan bahwa persentase mortalitas larva untuk masing-masing konsentrasi berturut-turut adalah sebesar 0%, 40,0%, 43,44% dan 50%. Karena persentase mortalitas LC50 terjadi pada konsentrasi 937,74 ppm dari ekstrak saponin fraksi n-butanol, dapat disimpulkan bahwa ekstrak saponin fraksi n-butanol mempunyai aktifitas dalam mengontrol perkembangbiakan larva nyamuk Aedes aegypti. Kata Kunci : kemiri, saponin, Aedes aegypti, fraksi n-butanol 
AKTIVITAS SPERMATOGENESIS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L.) SETELAH PERLAKUAN DENGAN BORAKS Kaspul Kaspul
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.817 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v7i1.2122

Abstract

Boraks merupakan bahan beracun bagi manusia, tetapi boraks sering disalahgunakan untuk zat aditif dalam bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh boraks terhadap aktivitas spermatogenesis tikus putih. Dua puluh lima tikus putih jantan berusia empat bulan diberi perlakuan dengan rancangan acak lengkap, yang terdiri dari lima kelompok perlakuan dengan lima ulangan yaitu: (1) tanpa perlakuan; (2) placebo boraks (1 ml CMC 1 %) per hari; (3) 200 mg boraks per kg berat badan per hari; (4) 400 mg boraks per kg berat badan per hari; (5) 600 mg boraks per kg berat badan per hari. Semua perlakuan secara oral selama 30 hari. Aktivitas spermatogenesis dihitung dengan menggunakan rumus Iczkowski et al. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boraks menurunkan aktivitas spermatogenesis tikus putih dari 81,84 % menjadi 23,45 %. Kata kunci: boraks, spermatogenesis, tikus putih. 
PENGARUH PENGEMBANAN LOGAM Ni DAN Nb2O5 PADA KARAKTER KATALIS Ni/ZEOLIT DAN Ni/ZEOLIT-Nb2O5 Rodiansono Rodiansono; Wega Trisunaryanti; Triyono Triyono
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.187 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i1.2002

Abstract

Telah dilakukan preparasi dan karakterisasi katalis Ni/zeolit dan Ni/zeolit-Nb2O5 untuk mempelajari pengaruh pengembanan logam Ni dan Nb2O5. Katalis dibuat dengan metode impregnasi, dilanjutkan kalsinasi pada temperatur 500oC, oksidasi dan reduksi pada temperatur 400oC, masing-masing dengan aliran gas nitrogen, oksigen dan hidrogen. Karakterisasi katalis meliputi penentuan luas permukaan spesifk, rerata jejari pori dan volume total pori menggunakan metode BET, penentuan jumlah situs asam total menggunakan metode gravimetri dan kekuatan situs asam menggunakan sepektroskopi infra merah (IR). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa luas permukaan spesifik turun, rerata jejari pori dan volume total pori meningkat setelah pengembanan logam Ni dan Nb2O5 dibandingkan dengan zeolit. Jumlah situs asam masing-masing katalis meningkat dibanding zeolit setelah pengembanan logam Ni dan Nb2O5. Keywords: nikel,niobium oksida, katalis