cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 244 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK CAMPURAN TUMBUHAN ALANG-ALANG (Imperata cylindrica) DAN LIDAH ULAR (Hedyotis corymbosa) SEBAGAI PEREDAM RADIKAL BEBAS ASAM LINOLEAT Syana Asri Nurmuhaimina; Resna Maulia; Isnani Yuniarti; Dewi Umaningrum
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.991 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v3i1.2031

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas antioksidan campuran ekstrak alang-alang (Imperata cylindrica) dan lidah ular (Hedyotis corymbrosa) sebagai peredam radikal bebas asam linoleat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan dari ekstrak campuran alang-alang dan lidah ular dalam meredam radikal bebas asam linoleat. Penelitian ini meliputi uji kualitatif identifikasi metabolit sekunder yang terdapat pada tumbuhan alang-alang dan lidah ular serta uji aktivitas antioksidan dengan metode feri tiosianat/FTC dalam meredam radikal bebas asam linoleat. Pengukuran aktivitas antioksidan dari masing-masing sampel dan campurannya dengan perbandingan 50:50, 25:75, 75:25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanaman alang-alang dan lidah ular menunjukkan uji positif pada identifikasi alkaloid, flavonoid, steroid, triterpenoid, dan hasil negatif pada identifikasi saponin. Pada uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa campuran ekstrak alang-alang dan lidah ular (50:50) mempunyai kemampuan meredam radikal bebas lebih besar dibandingkan sampel yang lain yaitu sebesar 65,96%. Katakunci : Imperata cylindrica, Hedyotis corymbosa, antioksidan, asam linoleat. 
KONTROL SELEKTIFITAS KATALIS ALLOY DUA LOGAM Ni-Ag PADA HIDROGENASI FURFURAL MENJADI FURFURIL ALKOHOL DAN TETRAHIDROFURFURIL ALKOHOL Rodiansono Rodiansono; Maria Dewi Astuti; Uripto Trisno Santoso; Azidi Irwan; Dwi Rasy Mujiyanti; Risnu Aritofa; Karlini Karlini; Abdurahman Abdurahman; Adi Maulana
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.15 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v12i2.4822

Abstract

Kontrol selektifitas katalis alloy dua logam Ni-Ag ruah dan terembankan telah diselidiki secara sistematik dengan cara mengevaluasi pengaruh variasi rasio molar Ni/Ag, temperatur hidrotermal, waktu hidrotermal, dan pemilihan padatan pengemban yang sesuai dalam reaksi hidrogenasi selektif furfural. Rasio molar divariasi dari 0,75; 1,5; 2,0; dan 3;0, variasi temperatur hidrotermal dari 373 K, 423 K, dan 473 K selama 24 jam, sedangkan waktu hidrotermal divariasi dari 2-8 jam pada temperatur hidrotermal 523 K. Empat jenis padatan pengemban yang berbeda yaitu titanium oksida (TiO2), karbon aktif (C), gamma-alumina (g-Al2O3), dan aluminium hidroksida (AlOH) telah digunakan untuk katalis alloy Ni-Ag(3.0). Katalis Ni-Ag dengan rasio molar Ni/Ag = 1,5 dan 3,0 memiliki aktifitas dan selektifitas yang paling baik dalam reaksi hidrogenasi furfural menjadi furfuril alkoho dan tetrahidrofurfuril alkohol. Kenaikan temperatur hidrotermal dalam proses sintesis katalis Ni-Ag dan perubahan waktu hidrotermal untuk temperatur 523 K tidak secara signifikan meningkatkan kinerja katalis Ni-Ag(1,5) untuk reaksi yang sama. Katalis Ni-Ag(3.0) yang termbankan pada TiO2 memiliki aktifitas dan selektifitas yang superior dibandingkan dengan ruah dan pengemban yang lain.
PERENGKAHAN FRAKSI BERAT MINYAK BUMI MENGGUNAKAN Ni-H-FAUJASIT DARI ABU LAYANG BATU BARA Sunardi Sunardi
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jstk.v5i1.2085

Abstract

Telah dilakukan reaksi perengkahan fraksi berat minyak bumi dengan titik didih 150-300 oC menggunakan katalis Ni-H-Faujasit dari abu layang batubara. Pembuatan katalis meliputi sintesis faujasit dari abu layang, pembentukan H-Faujasit serta pengembanan logam nikel ke dalam faujasit. Uji aktivitas katalis dilakukan pada proses perengkahan fraksi berat minyak bumi. Hasil perengkahan fasa cair dikarakterisasi menggunakan kromatografi gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses amoniasi dan pengembanan logam nikel menyebabkan kerusakan struktur faujasit. Hasil uji aktivitas katalis Ni-H-Faujasit untuk reaksi perengkahan fraksi minyak bumi menunjukkan bahwa katalis dalam bentuk H-Faujasit mempunyai aktivitas perengkahan yang lebih besar dibanding perengkahan termal dan peningkatan kandungan logam nikel teremban kurang dominan peranannya dalam meningkatkan aktivitas perengkahan katalis Ni-H-Faujasit dari abu layang. Kata kunci: H-Faujasit, perengkahan, abu layang 
UJI KUALITATIF FLAVONOID, ALKALOID, TANIN PADA KOMBINASI KUNYIT (CURCUMA LONGA) COKLAT (THEOBROMA CACAO L) Farach Khanifah; Evi Puspitasari; Awwaludin S
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.392 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.9415

Abstract

Kunyit merupakan tanaman yang memiliki aktivitas biologi salah satunya dapat berfungsi sebagai antibakteri, antiinflamasi dan antidepresan. Coklat masuk ke Indonesia pada zaman Belanda dan menjadi minuman yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Senyawa yang terkandung dalam coklat seperti flavonoid, epitaken, katekin, kafein dll. Manfaat coklat sebagai antioksidan, antidepresi dll. Beberapa penelitian melaporkan bahwa senyawa metabolit skunder yang sering dijadikan sebagai indikator aktivitas biologi tanaman adalah flavonoid, alkaloid dan tanin. Pada penelitian menggunakan rimpang kunyit yang berusia 9 bulan dan biji coklat (kakao) yang telah di panen. Penelitian ini bertujuan untuk uji kualitatif flavonoid, alkaloid dan tanin dari kunyit, coklat dan kombinasi kunyit coklat (1:1). Kunyit dan coklat tersebut di maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Sampel yang di ekstraksi dengan perbandingan 1:10 , serbuk halus kunyit sebanyak 1000 gram dan didapatkan Ekstrak kental etanol 52,9% serbuk halus biji coklat sebanyak 1000 gram dan didapatkan 38,7% ekstrak kental etanol. Hasil uji kualitatif ekstrak etanol Coklat mengandung senyawa alkaloid,  flavonoid dan tanin. Ekstrak etanol Kunyit positif mengandung senyawa flavonoid, tanin dan tidak mengandung senyawa alkaloid. kombinasi coklat kunyit (1:1) positif flavonoid, tanin dan negatif alkaloid.
METODE BARU SINTESIS 3,4-METILENADIOKSIBENZIL BUTIL ETER Rahma Rahayu Dinarlita; Mardi Santoso; Taslim Ersam
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.614 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v7i1.2117

Abstract

Reduksi 3,4-metilenadioksibenzaldehida menggunakan natrium borohidrida dalam etanol diperoleh 3,4-metilenadioksibenzil alkohol dengan rendemen 95%, sedangkan reaksi 3,4-metilenadioksibenzil alkohol dengan n-butanol pada kondisi asam diperoleh 3,4-metilenadioksibenzil butil eter dengan rendemen 92%. Kata kunci: eter, sintesis, turunan 3,4-metilenadioksibenzaldehida 
SINTESIS AgNPs SECARA REDUKSI KIMIA MENGGUNAKAN CAPPING AGENT KITOSAN DAN PEREDUKSI GLUKOSA Ahmad Budi Junaidi; Ari Wahyudi; Dewi Umaningrum
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.65 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v9i2.2149

Abstract

Kajian sintesis AgNPs pada kitosan sebagai capping agent dan glukosa sebagai agen pereduksi telah dilakukan. Nanopartikel perak disintesis dengan menggunakan metode reduksi kimia selama 1, 2 dan 3 jam pada temperatur titik didihnya. Nanopartikel perak hasil sintesis dikarakterisasi dengan menentukan laju pembentukan, ukuran, morfologi, distribusi ukuran, dan gugus fungsi. Laju pembentukan dianalisis menggunakan spektroskopi UV-Vis. Ukuran, morfologi, dan distribusi ukuran ditentukan menggunakan Transmission Electron Microscope, sedangkan gugus fungsi yang berperan dalam pembentukan AgNPs dianalisis menggunakan spektroskopi FT-IR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AgNPs berhasil disintesis. Pembentukan AgNPs ditandai dengan adanya puncak serapan khas pada λmax 320-430 nm.Penggunaan agen pereduksi glukosa meningkatkan laju pembentukan AgNPs.distribusi ukuran partikel AgNPs yang dihasilkan berkisar antara 2-16 nm dengan Ukuran partikel rata-rata antara 8-9 nm. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa morfologi AgNPs yang dihasilkan berbentuk sferis. Interaksi AgNPs dengan kitosanterjadi melalui gugus NH2, OH, C=O, dan -C-O-C-. Kata kunci : AgNPs, kitosan, glukosa, dan metode reduksi kimia 
PEMBUATAN RESIN PENUKAR KATION SELULOSA FOSFONAT DAN EFISIENSI PERTUKARANNYA TERHADAP UNSUR TANAH JARANG Anni Anggraeni; Elsa Aghnia M; Titin Sofyatin; Diana Hendrati; Husein H. Bahti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.878 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v11i2.4034

Abstract

Kromatografi pertukaran ion telah digunakan secara luas dalam proses pemisahan dan pemurnian. Resin penukar ion komersial sebagai fasa diam pada umumnya berbasis polistiren. Pada penelitian ini dikaji pembuatan resin penukar kation dengan gugus sulfonat yang diikatkan pada selulosa dari serat batang pisang sebagai limbah pertanian. Pembuatan resin penukar kation diawali dengan proses isolasi selulosa dari serat batang pisang, kemudian proses fosforilasi menggunakan fosfor oksiklorida 16,67% dalam metilen klorida (1:5), dan karakterisasi resin selulosa fosfonat menggunakan spektrofotometer inframerah, XRF, uji kapasitas pertukaran ion dan efisiensinya terhadap ion-ion Gadolinium (III), Neodimium (III), Serium (IV), Samarium (III), Praseodimium (III) dan Yttrium (III). Hasil penelitian menunjukkan kemurnian selulosa dari proses isolasi adalah 90,70% dan proses fosforilasi optimum pada suhu 90oC selama 2,5 jam. Karakterisasi dari spektrum inframerah menunjukkan adanya puncak baru, yaitu pada serapan 1240 cm-1 yang merupakan daerah untuk regangan P-O-C dan diperkuat dengan meningkatnya intensitas pada serapan 1319 cm-1 yang menunjukkan regangan P=O. Massa jenis resin selulosa terfosforilasi adalah 1,68 g/mL dan kapasitas pertukaran kation 1,99 mek/g. Efisiensi pertukaran kation resin terhadap ion-ion Gadolinium (III), Neodimium (III), Serium (IV), Samarium (III), Praseodimium (III) dan Yttrium (III) berturut-turut adalah 108,8±0,17x10-3, 111,9±0,04x10-3, 98,1±0,02 x10-3, 96,4±0,79x10-3, 82,3±0,04x10-3 dan 92,4±0,04x10-3 mek/g. Kata Kunci: Resin penukar kation, selulosa, fosforilasi, kapasitas pertukaran ion, efisiensi pertukaran ion 
KUANTIFIKASI TOKSISITAS Cr(III) DAN Cr(VI) TERHADAP PERTUMBUHAN FITOPLANKTON BERDASARKAN KONSENTRASI KLOROFIL DAN KERAPATAN SELNYA Ahmad Budi Junaidi; Ahmad Riadi; Rahmat Yunus; Uripto Trisno Santoso
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.08 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v4i2.2056

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh Cr(VI) dan Cr(III) terhadap pertumbuhan fitoplankton berdasarkan pengukuran kerapatan sel dan peningkatan konsentrasi klorofil. Fitolankton dikultur dalam media yang diberi nutrien dan mengandung Cr(VI) atau Cr(III) dengan konsentrasi bervariasi. Kerapatan sel dan konsentrasi klorofil ditentukan pada waktu kultur 16, 24, 32, 40, 48, 56 jam. Konsentrasi klorofil ditentukan secara spektrofotometri. Kerapatan sel dihitung menggunakan haemocytometer dengan pengamatan di bawah mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cr(VI) dan Cr(III) menghambat laju pertumbuhan fitoplankton. Besarnya hambatan laju pertumbuhan sebanding dengan besarnya konsentrasi Cr(VI) dan Cr(III) dalam media kultur. Secara kuantitatif diperoleh harga EC50 Cr(VI) dan Cr(III) terhadap laju pertumbuhan fitoplankton berdasarkan kerapatan sel, masing-masing sebesar 0,0005 dan 0,0014 ppm, sedangkan berdasarkan konsentrasi klorofil, masing-masing sebesar 0,0012 dan 0,0056 ppm. Hal ini mengindikasikan bahwa Cr(VI) lebih toksik daripada Cr(III) terhadap pertumbuhan fitoplankton. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan kerapatan sel sebagai parameter pertumbuhan fitoplankton yang dipengaruhi Cr(VI) dan Cr(III) memiliki sensitivitas yang lebih baik daripada penggunaan parameter peningkatan konsentrasi klorofil. Kata Kunci : Konsentrasi klorofil, kerapatan sel, Fitoplankton, Cr(VI), Cr(III). 
PREPARASI PALM OIL MILL EFFLUENT (POME) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIODISEL MENGGUNAKAN KATALIS KOH Dwi Sarwanto; Ika Kusuma Nugraheni; Nuryati Nuryati; Anggun Angkasa BP; Triyono Triyono; Wega Trisunaryanti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.718 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v14i2.6902

Abstract

POME dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembutan biodisel, namun kandungan ALB pada POME yang cukup tinggi, sehingga dibutuhkan proses pendahuluan sebelum dilakukan proses esterifikasi yaitu preparasi POME dengan cara degumming menggunakan asam fosfat dan bleaching menggunakan arang aktif. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi preparasi POME dan pengaruh penambahan zeolit yang telah diaktifasi oleh katalis KOH dan tanpa penambahan zeolit untuk penurunan ALB POME pada setiap variasi perlakuan.  Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu  preparasi POME yang dilakukan dengan cara degguming, bleaching dan esterifikasi menggunakan zeolit dan tanpa zeolit, dilakukan dengan cara sampel POME dipanaskan pada suhu 60oC kemudian didegumming menggunakan asam phospat 3% selama 30 menit, kemudian dibleaching menggunakan arang aktif dengan perbandingan 8:3 dari berat POME dilakukan pada suhu 100oC selama 1 jam, dan dilakukan proses esterifikasi menggunakan zeolit aktif sebanyak 3% dari berat POME dilakukan pada suhu 600C selama 4 jam. Uji yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji pengecekan kadar ALB. Hasil penelitian menunjukan bahwa presentasi penurunan ALB yang terbaik terdapat pada perlakuan yang dilakukan proses degumming, bleaching dan esterifikasi dengan zeolit, lebih efektif dalam presentasi penurunan kadar ALB yaitu sebesar 45,20%.
Phanerochaete chrysosporium Burds INOCULATION TO IMPROVE THE PHYSICAL PROPERTIES OF KAPOK PULP Wiwin Tyas Istikowati; Sri Nugroho Marsoem
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.229 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i1.2108

Abstract

White rot fungus are wood degrading organism able to decompose wood polymers; lignin, cellulose and hemicelluloses. Some species of white rot fungi decompose wood lignin over wood polysaccharides (e.g. cellulose), make it preferable for biopulping applications. A study of Phanerochaete chrysosporium Burds fungi inoculation to kapok chips was conducted to investigate the characteristics for the wood chips to be used as pulp and paper raw materials, as degradation level influences pulp characteristic. Phanerochaete chrysosporium fungi was incubated at PDA for 10 days, then inoculated to kapok chips for 20, 30, and 40 days. Fiber morphology was analyzed furthermore 16% active alkali of kraft process was conducted for 1, 1.5, and 2 hours cooking times. The results showed that range of tear strength 4.23 mNm2/g up to 6.35 mNm2/g, tensile strength 35 N m/g until 39.9 N m/g and bursting strength 1,5 kPa up to 2,01 kPa. Key words : Biopulping, Phanerochaete chrysosporium, Ceiba pentandra, pulp and paper