cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 244 Documents
PENGARUH BUAH TERONG PIPIT (Solanum torvum Sw) TERHADAP SPERMATOGENESIS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L) Kaspul Kaspul
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.841 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v10i1.3158

Abstract

PENGARUH FRAKSI BULBUS BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L) Merr) TERHADAP AKTIVITAS DIURETIKA DAN PELURUH BATU GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN Arnida Arnida; Sutomo Sutomo
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.483 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v3i2.2036

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh fraksi bulbus bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr) terhadap aktivitas diuretika dan peluruh batu ginjal tikus putih jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas diuretika dan antikalkuli bulbus bawang dayak terhadap tikus putih jantan yang telah diinduksi dengan hidroksiprolin dengan dosis 2,5 g/kg BB. Parameter yang diujikan meliputi analisis karakteristik ginjal yang meliputi warna, bentuk, ukuran ginjal serta ratio bobot ginjal/200 g bobot badan dan analisis urin 24 jam yang meliputi pH, volume urin 24 jam dan kadar kalsium urin pada hari ke-1 dan ke-3. Uji dilakukan dengan lima replikasi. Data dianalisis dengan menggunakan metode statistik tukey dan Scheffe. Dari data yang diperoleh didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, dimana fraksi ekstrak methanol, fraksi petroleum eter, fraksi etil asetat, dan fraksi n-butanol dosis 400 mg/kg BB dapat menurunkan kadar kalsium urin, meningkatkan volume air seni 24 jam, menurunkan pH air seni dan menurunkan ratio bobot ginjal per 200 gram berat badan (p<0,05) Kata kunci : bawang dayak, antikalkuli, hidroksiprolin 
Peningkatan Akurasi Model Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas Antibakteri Senyawa Turunan Asam Monokloroasetat Menggunakan Metode Semiempirik Rm1 Dan Pemilihan Deskriptor Kamilia Mustikasari; Uripto Trisno Santoso; Dahlena Ariyani; Melissa Melissa
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jstk.v1i1.4986

Abstract

Kajian peningkatan akurasi model hubungan struktur-aktivitas antibakteri senyawa turunan asam monokloroasetat telah dilakukan dengan menggunakan metode semiempirik RM1 dan pemilihan deskriptor. Perhitungan nilai deskriptor dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Chem3D 15.1 dan Hyperchem 8.0. Analisis korelasi antara variabel bebas dan variabel terikat dilakukan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel 2016. Data aktivitas antibakteri MIC diperoleh dari literatur dan dinyatakan sebagai pMIC dalam μM/mL. Dari 15 buah deskriptor yang diuji, ada 6 deskriptor yang dapat dijadikan model persamaan HKSA yang dapat meningkatkan akurasi yaitu: polarisabilitas (ɑ), muatan bersih atom Cl (qCl1), momen dipol (µ), muatan bersih atom C2 (qC2), dan molecular topology index (MTI).
PREDIKSI SUHU FLAME PADA PEMANFAATAN KONDENSAT SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF UNTUK KEPERLUAN INDUSTRI Ramli Ramli
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.077 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i1.2090

Abstract

Kegiatan pengeboran migas tidak hanya menghasilkan minyak mentah tapi juga kondensat  yang berpotensi untuk menjadi bahan bakar alternatif.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemungkinan pemakain kondensat sebagai bahan bakar industri,  mengetahui pengaruh AFR, memprediksi suhu flame.   Proses pembakaran dilakukan pada burner industri yang dilengkapi dengan sistem preheater.   Variabel penelitian meliputi variasi AFR yaitu 9,53 ; 14,88 ; 18,77 ; 23,10 dan 27,27.  Pembakaran dilakukan dengan mengalirkan kondensat pada laju tertentu,  kemudian diberi pemantik api untuk memulai pembakaran.   Setelah pembakaran stabil,  suhu flame diukur menggunakan termokopel dan konsentrasi GHP diukur dengan Gas Analyzer (Star Gas).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kondensat dapat menjadi bahan bakar alternatif yang potensial untuk keperluan industri dengan suhu flame tertinggi 1480 ºC dan warna api yang biru.  Suhu prediksi maximum flame temperature selalu lebih tinggi dari suhu aktual flame yang terukur dengan prosentase selisih Tfakt dan Tfh adalah 10,41 %.  Hal ini terjadi karena adanya kehilangan panas sebesar 10,34 % selama proses pembakaran. Kata Kunci  :   kondensat, Air Fuel Ratio (AFR),  burner, flame,  bahan bakar, Gas Hasil Pembakaran (GHP)
UJI NILAI GIZI DAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN PADA LOLOH TANAMAN CEMCEM (Spondias Pinnata (L.F) Kurz.) DAERAH DESA BEBALANG, KECAMATAN BANGLI, KABUPATEN BANGLI, BALI I Wayan Tanjung Aryasa; Ni Putu Rahayu Artini; Putu Gede Ayu Erika Juliari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.609 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.10345

Abstract

Masyarakat Bali tentunya sudah tidak asing lagi dengan minuman penuh khasiat yang bernama Loloh Cemcem. Minuman khas desa terbersih di Bali, yakni Penglipuran, Bangli ini merupakan minuman sejenis jamu yang kini sudah tersohor di seluruh wilayah luar Bangli. Daun cemcem adalah tanaman herbal yang diolah sebagai bahan baku untuk membuat loloh cemcem. Mulai dari memetik daun cemcem, mencuci, kemudian dimasukan ke dalam mesin penggilingan selanjutnya disaring untuk mendapatkan sarinya. Loloh cemcem memiliki rasa asam, manis, asin dan sedikit pahit. Rasa asam dari loloh cemcem didapat dari komposisi tamarin alias buah asam. Kemudian rasa manis dan asin didapat dari komposisi gula juga garam. Sedangkan rasa pahit didapat dari daun cemcem. Dari latar belakang tersebut perlu dilakukan penelitian untuk melihat nilai gizi dan kapasitas antioksidan dar loloh cemcem.  Untuk melakukan penelitian ini dialakukan dengan beberapa metode analisis untuk penentuan kadar protein mengggunakan metode Kjeldahl, penentuan kadar karbohidrat menggunakan metode anthrone, penentuan kadar lemak menggunakan metode titrasi, penentuan vitamin C menggunkan metode spektrofotometri UV-Vis dan menentukan kapasitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Dari pengujian didapatkan hasil loloh cemecem 1 dan loloh cemcem 2 untuk kadar protein sebesar 0,7631% dan  0,7647%, untuk kadar karbohidrat  sebesar 4,2779% dan 3,1700%, untuk kadar lemak sebesar 0,0087% dan 0,0017%, kadar vitamin C sebesar  26,7932 mg/100 g dan 27,0748 mg/100 g, dan kapasitas antioksidan sebesar 23,50 mg/L GAEAC dan 25,38 mg/L GAEAC.
SOLASI SENYAWA FENOLAT BERKHASIAT SITOTOKSIK DARI KULIT BATANG KASTURI (Mangifera casturi) Dahlena Ariyani; Kholifatu Rosyidah; Taslim Ersam; Mardi Santoso
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.357 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v4i2.2054

Abstract

Sebanyak 2,8 kg serbuk kulit batang kasturi dimaserasi dengan pelarut metilen klorida (MTC) selama 3 hari. Ekstrak MTC dikeringkan dengan alat penguap putar diperoleh 37,0 g ekstrak MTC kering. Fraksi MTC diuji daya sitotoksiknya terhadap BSLT dan dihitung dengan analisis probit dan diperoleh nilai LC50= 47,31 ppm. Fraksi MTC sebanyak 25,0 g dipisahkan lebih lanjut melalui berbagai tahapan proses pemisahan yaitu dengan Kromatografi Vakum Cair (KVC), Kromatografi Kolom Gravitasi (KKG), dan Kromatografi Lapis Tipis Preparatif (KLTP) hingga diperoleh senyawa murni. Senyawa yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan spektroskopi UV-Vis dan IR. Berdasarkan data-data spektroskopi tersebut, senyawa fenolat hasil isolasi dari ekstrak MTC mengandung sistem aromatik dengan perpanjangan konyugasi, gugus hidroksil, gugus karbonil, dan sistem alifatik. Kata kunci : kasturi, Mangifera casturi, fenolat 
PERBANDINGAN METODE SINTESIS DAN KARAKTERISASI ETILENDIAMIN-FOLAT SEBAGAI PREKURSOR PEMBUATAN SENYAWA PENGONTRAS MRI GADOLINIUM DIETILENTRIAMINPENTAASETAT-FOLAT Retna Putri Fauzia; Abdul Mutalib; R Ukun M S Soedjanaatmadja; Anni Anggraeni; Zuhrotun Nafisah; Muhammad Yusuf; Husein H Bahti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.162 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v11i1.3168

Abstract

Antioxidant and Antibacterial Activity of The Stem Bark Extract of Sterculia Foetida L. Theodore Yehezkiel Kristoferson Lulan; Febri Odel Nitbani; Reinner Ishaq Lerrick
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jstk.v16i2.12040

Abstract

Free radicals are compounds that contain one or more unpaired electrons which are very reactive, causing damage to cells or tissues and implication in the emergence of various degenerative diseases. Several methods of exploring medicinal plants have been carried out to find new sources of natural antioxidants and antibacterials that can reduce the use of synthetic drugs. This study aimed to examine the antioxidant and antibacterial activity of the stem bark extract of the plant Sterculia foetida L. The antioxidant activity of S. foetida was tested using the ABTS radical method (2,2-Azinobis 3-ethyl benzothiazoline 6-sulfonic acid). The principle of this method is that the color intensity or absorbance of the ABTS solution is inversely proportional to the concentration of antioxidant compounds. ABTS absorbance measurements were carried out at a wavelength of 734 nm. The results showed that the bark extract of the plant S. foetida could inhibit ABTS radicals with an IC50 value of 5.54 g/mL. The antibacterial activity of S. foetida was tested by measuring the optical density (OD) at a wavelength of 630 nm and expressed by the Inhibition Concentration 50 (IC50) value of 10442.29 g/mL.
The Effect of Rice Varieties on Silica Purification from Rice Husk Ash as Adsorbent for Mn(II) Mersiana Bria Mosa; Hermania Em Wogo; Dodi Darmakusuma
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jstk.v17i1.12622

Abstract

The influence of rice types on the purification of rice husk ash was investigated by extracting silica and purifying it with a 12% NaOH solution, followed by the coprecipitation technique. Rice husk samples were from Mbay (Nagekeo Regency) with two different varieties, Ciherang and Inpari 42, and from Soa (Ngada Regency) with Ciherang variety. The silica produced in this research was characterized using UV Vis spectrophotometry to obtain the surface area value. The surface acidity value was calculated using the acid-base titration method. Using XRF, the purity of silica was determined. Ciherang Mbay, Ciherang Soa, and Inpari Mbay had surface area values of 18.397 m2/gram, 18.347 m2/gram, and 18.491 m2/gram, respectively. The surface acidity value of the three samples was 45.1 mmol/gram, 45.5 mmol/gram, and 44.7 mmol/gram, respectively. The purity of silica from rice husk ash Ciherang Mbay, Ciherang Soa, and Inpari Mbay samples based on XRF was 98.6%, 98.3%, dan 99.2%, respectively. Silica with the highest purity (Inpari Mbay variety) was applied as an adsorbent in the adsorption process of manganese (Mn(II)) metal ion with an adsorption capacity of 212.76 µmol/gram and adsorption energy of 38.165 kJ/mol through chemical adsorption. Keywords: purification, rice varieties, silica, adsorption, manganese
Macro and Micro Mineral Composition of Haruan Fish (Channa striata) in Banjar District, South Kalimantan Rahmat Yunus; Dahlena Ariyani; Muhammad Aisy
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jstk.v17i1.12563

Abstract

Minerals have an essential role in the human body. Information about the mineral content of haruan fish in Banjar Regency is very limited. This research aimed to determine the mineral compound of haruan fish originally from ponds in Banjar Regency. Pond-sourced fish samples were processed until they became powders. The ash compound of haruan fish powder was calculated using the gravimetric method. The mineral compound was analyzed using an XRF spectrometer. Wild haruan fish contained 98.85% macro minerals, with the mineral composition of 14.4% P (10.2 mg/kg), 19.9% Ca (19,9 mg/kg), 60.6% K (42.5 mg/kg), and 0.85% S (0.6 mg/kg). Farmed haruan fish contained 94,76% macro minerals, consisting of 15.6% P (12.9 mg/kg), 17.2% Ca (14.3 mg/kg), 61.1% K (50.8 mg/kg), and 0.86% S (0.7 mg/kg). Wild haruan contained 3.51% micro minerals, consisting of 4.44% Fe (3.7 mg/kg), 0.10% Cu (0.08 mg/kg), and 0.22% Zn (0.18 mg/kg). Farmed haruan contained 4.76% micro minerals, consisting of 4.44% Fe (3.7 mg/kg), 0.10% Cu (0.08 mg/kg), and 0.22% Zn (0.18 mg/kg). Wild haruan fish contained 0.56% trace element, 0.46% Rb (0.32 mg/kg), and 0.1% Re (0.07 mg/kg). Farmed haruan fish contained 0.42% trace element, 0.34% Rb (0.28 mg/kg), and 0.08% Re (0.06 mg/kg).