cover
Contact Name
Rudi Firyanto
Contact Email
lpkdgeneration2022@gmail.com
Phone
+6285888886883
Journal Mail Official
rudi-firyanto@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur Bendan Duwur Semarang 50233
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
ISSN : -     EISSN : 27212750     DOI : 10.56444/cjce.v3i1
Core Subject : Engineering,
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering (CJCE) adalah terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. CJCE terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Januari dan Juli. CHEMTAG Journal of Chemical Engineering juga menjadi sarana publikasi bagi akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang teknik kimia dalam penerbitan artikel hasil penelitian (riset) maupun artikel telaah konseptual (review). Ruang lingkup kajian dalam penulisan dijurnal ini, meliputi seluruh bidang ilmu teknik kimia yang mencakup antara lain: • Unit Operasi Fenomena Transportasi dan Teknik Kimia • Teknik Reaksi Kimia, Kinetika Kimia, dan Katalisis • Merancang, Memodelkan, dan Mengoptimalkan Proses • Teknologi Energi dan Konversi • Termodinamika • Rekayasa Sistem Proses dan produk • Teknologi partikulat dan emulsi • Teknologi Membran • Pengembangan Material • Teknologi Pangan dan Bioproses • Teknologi Pengolahan Limbah
Articles 82 Documents
EVALUASI KINERJA ALAT GRATE COOLER PADA PROSES PRODUKSI CLINKER DI PT XYZ Taufiqurohim, Teguh
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 1 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i1.5803

Abstract

Grate cooler merupakan salah satu peralatan utama dalam proses produksi clinker di industri semen. Grate cooler berfungsi untuk menurunkan suhu clinker yang keluar dari rotary kiln dari sekitar 1.400 oC menjadi sekitar 100 oC secara mendadak (quenching process). Proses pendinginan secara mendadak ini sangat penting untuk mempertahankan kualitas clinker dengan kandungan 3CaO.SiO2 (C3S) yang tinggi dan kandungan CaO bebas yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kinerja dari peralatan grate cooler dengan menghitung neraca massa dan neraca panas yang terjadi pada peralatan. Setelah itu dapat menentukan nilai efisiensi dari peralatan grate cooler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data operasional berupa data kiln feed, data bahan bakar (coal), dan data suhu operasi pada peralatan. Hasil perhitungan neraca massa menunjukkan seimbang pada nilai 676.982 kg/jam, dengan kebutuhan udara pendingin sebesar 486.286 kg/jam. Perhitungan neraca panas menunjukkan total panas yang masuk dan keluar sistem sebesar 306.721.361 kj/jam dengan panas yang hilang sebesar 11.600.240 kj/jam. Nilai efisiensi grate cooler sebesar 76,8% yang menunjukkan bahwa peralatan masih dalam kondisi baik dan dapat memanfaatkan energi panas untuk proses pembakaran pada rotary kiln dan calciner. Evaluasi kinerja ini dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan efisiensi energi dan produktivitas dalam proses produksi clinker Kata Kunci: Clinker; Efisiensi; Grate cooler; Neraca Massa; Neraca Panas
PEMURNIAN BIODIESEL MENGGUNAKAN BENTONITE DENGAN KOLOM ADSORSI : PENGARUH JUMLAH DAN MESH BENTONITE SERTA WAKTU TINGGAL jannah, jannah
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 1 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i1.5460

Abstract

Bahan bakar mesin diesel yang dibuat dari lipid tumbuhan dan hewan disebut biodiesel. Reaksi esterifikasi dan transesterifikasi dapat digunakan untuk menghasilkan biodiesel. Kualitas biodiesel dipengaruhi oleh kontaminan seperti metil ester, gliserol, dan residu reaksi serta katalis yang dihasilkan selama reaksi transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tau potensi bentonit teraktivasi asam sebagai adsorben untuk pemurnian biodiesel. Adsorben bentonit digunakan dalam kolom adsorpsi selama metode pencucian kering untuk pemurnian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi adsorben terbaik yaitu bentonite 60 gr ukuran mesh 325 dengan waktu tinggal 50 menit yang menghasilkan biodiesel dengan karakteristik viskositas sebesar 5,63 cSt, densitas sebesar 0,8545 g/ml, dan angka asam sebesar 0,05 mg-KOH/g dimana semua parameter memenuhi standar SNI 04-7182-2015.
PEMANFAATAN LIMBAH STYROFOAM UNTUK APLIKASI CAT EMULSI BERBASIS AIR Septia, Friska; Purnavita, Sari; Sutanti, Sri; Oktaviananda, Cyrilla
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 1 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i1.5828

Abstract

Styrofoam dibuat dari polimer polystyrene jenis emulsi. Polystyrene mengandung monomer styrene yang murah dan mudah didapat, akan tetapi sulit terdegradasi oleh alam. Oleh karena itu perlu dilakukan terobosan untuk pemanfaatan limbah polystyrene seperti styrofoam menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat dimanfaaatkan pada industri seperti lem lateks atau cat emulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi jenis filler (kalsium karbonat, talk, dan kaolin) dan komposisi bahan pigment dengan filler (90:10, 80:20, 70:30, dan 60:40) yang digunakan terhadap karakteristik cat yang meliputi daya tutup, morfologi, kestabilan emulsi, daya rekat, waktu kering, hardness, viskositas, dan ketahanan air. Hasil penelitian dengan menggunakan uji statistik (Uji F) menunjukkan bahwa kombinasi jenis filler dan komposisi bahan pigment dengan filler berpengaruh nyata terhadap karakteristik daya rekat dan hardness, serta kombinasi jenis filler dan komposisi bahan pigment dengan filler berpengaruh sangat nyata terhadap karakteristik cat yang meliputi waktu kering dan viskositas. Cat emulsi berbasis air dari bahan binder limbah styrofoam dengan kombinasi jenis filler talc dan komposisi bahan pigment dengan filler 60;40 memiliki kualitas yang terbaik, yaitu kestabilan emulsi 12,5 hari, daya rekat 84,38%, waktu kering 38,5 menit, hardness 3H, viskositas 87 detik, dan ketahanan air 30,45 gram.
PEMANFAATAN PATI KULIT SINGKONG DAN SELULOSA BONGGOL PISANG SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOPLASTIK Muzayanah, Nistia
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 1 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i1.5468

Abstract

Penggunaan plastik sintesis dapat memberikan dampak buruk pada lingkungan, sehingga diperlukan alternatif kemasan yang mudah terurai, seperti bioplastik. Kandungan pati pada kulit singkong dan kandungan selulosa pada bonggol pisang berpotensi untuk dibuat plastik biodegradable. Pemilihan bahan-bahan ini didasarkan pada kemampuannya untuk lebih mudah terurai di lingkungan dan ketersediaan bahan bakunya yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bioplastik berkualitas dari pati kulit singkong dan selulosa bonggol pisang sesuai standar SNI, serta melihat pengaruh penambahan plasticizer berupa gliserol. Tahapan penelitian meliputi persiapan pati dari kulit singkong, persiapan selulosa dari bonggol pisang, serta membuat bioplastik menggunakan campuran 5 gram pati kulit singkong, dengan memvariasikan selulosa (0%; 15%), variasi gliserol (3, 4, dan 5 ml), dan variasi suhu (105°C; 115°C). Hasil uji karakteristik bioplastik yang dihasilkan mencakup biodegradasi 83,69% dan kuat tarik 149,87 MPa pada komposisi gliserol 5 ml dan suhu 115  sudah sesuai standar SNI No. 7188. 7: 2016 sedangkan elongasi, ketahanan air, dan ketebalan bioplastik belum sesuai standar SNI. Kata Kunci: Kulit singkong; Plastik biodegradable; Selulosa bonggol pisang
PENGARUH SUHU DAN WAKTU PEYIMPANAN MINYAK SAWIT KEMASAN TERHADAP PARAMETER FREE FATTY ACID (FFA) DAN PEROXIDE VALUE (PV) Laoh, Farel Marchi Pratama
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 1 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i1.5911

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh suhu dan waktu penyimpanan terhadap kualitas minyak sawit kemasan berdasarkan parameter Free Fatty Acid (FFA) dan Peroxide Value (PV). Eksperimen dilakukan pada empat suhu penyimpanan (0°C, 3°C, 20°C, dan 28°C) selama satu bulan, dengan pengukuran setiap tiga hari. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan FFA dan PV terjadi pada semua kondisi, namun lebih signifikan pada suhu tinggi (28°C). Pada suhu 28°C, kenaikan FFA sebesar 0,00041/hari dan PV 0,0057/hari, jauh lebih tinggi dibandingkan suhu lebih rendah seperti 0°C (FFA 0,00014/hari, PV 0,0026/hari). Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antar suhu (p < 0,05), menegaskan bahwa penyimpanan pada suhu rendah (0°C dan 3°C) memperlambat degradasi minyak, sementara suhu tinggi mempercepat oksidasi dan hidrolisis. Implikasi praktis penelitian ini menekankan pentingnya pengendalian suhu penyimpanan dan rotasi stok untuk menjaga kualitas dan umur simpan minyak sawit kemasan.
SUBSTITUSI COCOA BUTTER DENGAN RED PALM OIL PADA PEMBUATAN COKELAT BATANG YANG DIPROSES SECARA CONCHING DAN TEMPERING Evita, Adinda
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 1 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i1.5801

Abstract

Lemak cokelat (Cocoa Butter, CB) menjadi bahan baku utamadalam produksi. Namun, produksi lemak cokelat ini tidak efisien dan mahal yang akan berdampak pada harga jual coklat di Indonesia menjadi lebih mahal sehingga dapat mengurangi daya beli konsumen dan menghambat petumbuhan industri coklat di Indonesia. Cocoa Butter Replacer (CBR) adalah salah satu lemak pengganti cocoa butter. CBR diperoleh dengan memodifikasi minyak inti sawit melalui proses hidrogenisasi sehingga sifat fisiknya mirip dengan CB. Adapun minyak sawit yang digunakan adalah Red Palm Oil (RPO). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula komposisi CBR dari RPO pada pembuatan cokelat dengan menggunakan alat conching dan tempering dengan variasi komposisi lemak kakao dan variasi waktu pada proses conching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemak kakao dengan rasio (70%:30%) merupakan formula yang dipilih dalam pembuatan cokelat. Substitusi lemak kakao dengan 30% CBR memiliki melting point (35,20℃), kadar air (1,00%), kadar abu (1,75%), kadar lemak (44,67%) dan kadar protein (5,0013%) yang memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesi (SNI).
EKSTRAK BIJI PEPAYA SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA KARBON DALAM MEDIA NACL DAN ANALISIS MODEL MENGGUNAKAN DESAIN EXPERT 11 Margrita, Leony; Oktaviananda, Cyrilla; Rahayu, Lucia Hermawati; Prihanto, Antonius
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 1 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i1.5834

Abstract

Rusaknya kualitas bahan-bahan yang terbuat dari logam terutama di industri tidak dapat dihindari. Untuk mencegah kerusakan logam akibat karat diperlukan suatu bahan yang ditambahkan dalam jumlah sedikit untuk menurunkan laju korosi. Bahan ini sering dikenal dengan istilah inhibitor. Penggunaan inhibitor korosi merupakan salah satu cara yang efektif dalam mencegah korosi karena cara ini relatif murah dan prosesnya sederhana. Pemanfaatan limbah biji pepaya yang mengandung senyawa tanin belum optimal selain untuk ditanam kembali. Kandungan tanin pada ekstrak biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai inhibitor alami logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak biji pepaya terhadap laju korosi baja karbon dalam media korosif larutan NaCl 3 %. Penelitian diawali dengan maserasi biji pepaya dilanjutkan dengan penguapan hingga menghasilkan ekstrak biji pepaya. Data penelitian diolah dengan RSM (Response Surface Methodology)  menggunakan design expert 11. Penelitian dilakukan dengan variasi konsentrasi ekstrak sesuai dengan hasil rekomendasi design expet 11 yaitu (0,5 g/L - 2,5 g/L) dan lama perendaman (3 - 11 hari). Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor konsentrasi ekstrak dan waktu perendaman saling mempengaruhi nilai respon laju korosi inhibitor korosi dari ekstrak biji pepaya sebesar 82,75 %. Kondisi optimum laju korosi pada inhibitor korosi dari ekstrak biji pepaya adalah pada konsentrasi ekstrak 0,5 g/L dan waktu perendaman 9,25 hari dengan nilai laju korosi sebesar 50,796 mpy. Berdasarkan analisis ragam menggunakan desain expert 11 didapatkan hasil bahwa model laju korosi sampel baja karbon dengan inhibitor ekstrak biji pepaya mengikuti model kuadratik dengan persamaan Y= 0,4370A + 0,0100B + 0,8394AB + 0,0223A2 + 0,0143B2.
PENGARUH WARNA DINDING ALAT PENGERING EFEK RUMAH KACA TERHADAP PENYIMPANAN PANAS PADA PENGERINGAN IKAN ASIN Wicakhyanto, Ary; Bakrie, Muhammad; Fitriyanti, Reno
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 3, No 2 (2022): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v3i2.4163

Abstract

Pembuatan ikan asin seringkali masih menggunakan cara lama yaitu penjemuran langsung di bawah sinar matahari yang memakan waktu sekitar 3 hari. iPengeringan idengan iteknik iini tentunya isangat itergantung idengan ikondisi icuaca isaat ipenjemuran. iSaat isuaca icerah penjemuran idapat iberlangsung idengan ibaik, itetapi isebaliknya isaat icuaca imendung iatauibahkan ihujan, ipenjemuran isama isekali itidak idapat idilakukan isehingga iikan imenjadi icepat ibusuk idan imenjadikan ipengurangan iini ikurang iefektif dan kurang higienis setelah nya karena di campur dengan debu dan kotoran. Pengeringan rumah kaca merupakan salah satu metode untuk menghadapi permasalahan yang sering di hadapi. Melalui penelitian ini di ketahui bahwa alat pengering rumah kaca dapat di gunakan untuk proses pengeringan ikan asin dengan penurunan kadar air hingga 28% pada pengeringan selama tujuh jam dan pengeringan dan terus berjalan meskipun kondisi cuaca tidak stabil.
ANALISIS PRODUKSI DAN PURIFIKASI PADA PENURUNAN KADAR CO2 BIOGAS Han, Muhammad Roi; Tamimi, M. Raihan; Effendy, Syahrul; Tahdid, Tahdid; Ridwan, K.A Ridwan
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 3, No 2 (2022): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v3i2.4243

Abstract

Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh bakteri metanogenik yang terjadi pada senyawa-senyawa organik melalui proses digesti anaerobik. Dalam penelitian ini, menggunakan perbandingan kotoran sapi dan limbah cair tahu (3:1) serta menambahkan probiotik sebanyak ±10 ml. Dari hasil penelitian diketahui, bahwa waktu fermentasi sangat berpengaruh terhadap parameter dan kandungan biogas yang dihasilkan. Kandungan biogas tertinggi terjadi pada hari ke-35 dengan diperoleh Metana (CH4) 58,38%, Karbon dioksida (CO2) 21,18%, Hidrogen sulfida (H2S) 210 ppm, Nitrogen (N2) 16,34 %, Oksigen (O2) 1,58%.Variabel bebas di tinjau dari laju alir dan isian packing kolom absorber, proses absorpsi dengan variasi konsentrasi NaOH 1M dan 2M dengan laju alir absorben 0.4 L/m, 0.8 L/m, 1,2 L/m, 1.6 L/m, dan 2.0 L/m pada tiap konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju alir dan konsentrasi pelarut NaOH berpengaruh terhadap efisiensi penyerapan CO2 dan nilai CO2 loading. Didapatkan efisiensi penyerapan CO2 terbesar pada laju alir 2,0 L/m dan konsentrasi NaOH 2M sebesar 72,28% untuk packing kolom ceramic ball
PEMBUATAN BIOPLASTIK KOMPOSIT TAPIOKA DAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE DENGAN PENAMBAHAN PIGMEN PUTIH TiO2 Septianingsih, Ayu; Purnavita, Sari; Pratiwi, Mumpuni Asih; Rahayu, Lucia Hermawati
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 2 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i2.6542

Abstract

Sampah plastik yang banyak beredar di lingkungan masyarakat adalah plastik sintetik yang sulit terdegradasi oleh mikroorganisme. Solusi untuk mengurangi sampah plastik sintetik adalah dengan memproduksi bioplastik. Bioplastik adalah plastik yang ramah lingkungan dan dapat dibuat dari bahan polimer alami seperti tapioka. Bioplastik berbahan dasar tapioka memiliki kelemahan yaitu kekuatan mekanik yang rendah sehingga diperlukan penambahan bahan penguat seperti carboxymetyl cellulose. Selanjutnya untuk menambah estetika, sifat tidak tembus pandang, dan warna putih dari bioplastik dapat dilakukan dengan penambahan pigmen TiO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan rasio jumlah tapioka dengan CMC dan jumlah pigmen terhadap karakteristik bioplastik. Variabel bebas pada penelitian ini terdiri dari rasio jumlah pati : CMC (99% : 1%; 98% : 2%; 97% : 3%; 96% : 4%; 95% : 5%) dan jumlah pigmen TiO2 (0,02 g, 0,04 g). Proses pembuatan bioplastik dilakukan dengan menambahkan pati dan CMC, lalu menambahkan sorbitol ke dalam campuran. Selanjutnya ditambahkan TiO2 sebanyak variable yang telah ditentukan kedalam campuran. Kemudian melakukan pemanasan di atas hotplate dengan suhu 70°C dengan pengadukan menggunakan magnetic stirrer selama 40 menit. Kemudian larutan dituangkan pada nampan plastik lalu dilakukan pengeringan menggunakan oven pada suhu 55°C selama 5 jam. Bioplastik yang sudah jadi akan dilakukan proses analisis terhadap karakteristiknya yang meliputi ketebalan, ketahanan air, degradabilitas, kuat tarik, elongasi, dan morfologi. Semakin besar CMC yang ditambahkan berpengaruh terhadap kenaikkan nilai ketahanan air dan kuat tarik bioplastik, serta menurunkan nilai ketebalan, biodegradasi dan elongasi bioplastik. Semakin besar jumlah TiO2 berpengaruh terhadap penurunan nilai ketahanan air, biodegradasi, dan kuat tarik bioplastik, serta menaikkan nilai ketebalan dan elongasi dari bioplastik. Kondisi optimum didapat pada perlakuan perbandingan tapioka dengan CMC sebesar 96%:4% dengan jumlah TiO2 0,2 gram untuk uji ketebalan, ketahanan air, dan morfologi bioplastik.