cover
Contact Name
Rudi Firyanto
Contact Email
lpkdgeneration2022@gmail.com
Phone
+6285888886883
Journal Mail Official
rudi-firyanto@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur Bendan Duwur Semarang 50233
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
ISSN : -     EISSN : 27212750     DOI : 10.56444/cjce.v3i1
Core Subject : Engineering,
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering (CJCE) adalah terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. CJCE terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Januari dan Juli. CHEMTAG Journal of Chemical Engineering juga menjadi sarana publikasi bagi akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang teknik kimia dalam penerbitan artikel hasil penelitian (riset) maupun artikel telaah konseptual (review). Ruang lingkup kajian dalam penulisan dijurnal ini, meliputi seluruh bidang ilmu teknik kimia yang mencakup antara lain: • Unit Operasi Fenomena Transportasi dan Teknik Kimia • Teknik Reaksi Kimia, Kinetika Kimia, dan Katalisis • Merancang, Memodelkan, dan Mengoptimalkan Proses • Teknologi Energi dan Konversi • Termodinamika • Rekayasa Sistem Proses dan produk • Teknologi partikulat dan emulsi • Teknologi Membran • Pengembangan Material • Teknologi Pangan dan Bioproses • Teknologi Pengolahan Limbah
Articles 82 Documents
PEMANFAATAN LIMBAH TATAL ALUMINIUM DALAM PRODUKSI GAS HIDROGEN DENGAN KATALIS NAOH Oktaviani, Nadya Sisil
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 2 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i2.6508

Abstract

Abstrak Krisis energi global dan peningkatan emisi gas rumah kaca mendorong pencarian sumber energi alternatif yang bersih dan berkelanjutan. Namun, produksi hidrogen yang konvensional masih bergantung pada bahan bakar fosil, sehingga diperlukan metode yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Hidrogen sebagai sumber energi bersih berpotensi mengurangi emisi karbon dan mendukung target net zero emission (NZE), sejalan dengan Kebijakan Energi Nasional yang menargetkan 23% bauran energi dari sumber terbarukan pada 2025. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah pemanfaatan limbah tatal aluminium sebagai sumber hidrogen. Limbah ini banyak dihasilkan dari industri manufaktur, terutama dari proses pengecoran, pemotongan, dan pembubutan aluminium. Dengan memanfaatkan limbah tatal aluminium untuk produksi hidrogen, tidak hanya menyediakan sumber energi alternatif, tetapi juga membantu mengurangi volume limbah padat yang mencemari lingkungan. Reaksi antara aluminium dan air dapat menghasilkan gas hidrogen, namun reaksi ini terhambat oleh adanya lapisan oksida pelindung pada permukaan aluminium. Untuk mengatasi hambatan ini perlu menggunakan katalis agar dapat mempercepat reaksi dengan melarutkan lapisan oksida tersebut dan meningkatkan laju pelepasan hidrogen. Penelitian ini mengkaji produksi gas hidrogen melalui reaksi limbah aluminium dengan NaOH, dengan variasi suhu dan massa aluminium. Hasil menunjukkan bahwa suhu reaksi berpengaruh signifikan terhadap laju dan volume hidrogen yang dihasilkan. Yield tertinggi sebesar 5,96% dicapai pada suhu 90°C dan 20 gram aluminium. Reaksi lebih efisien pada suhu tinggi, namun peningkatan massa aluminium tidak selalu meningkatkan yield karena keterbatasan NaOH dan terbentuknya lapisan pasif. Pemanfaatan limbah aluminium terbukti menjanjikan sebagai solusi energi alternatif dan pengurangan limbah padat. Kata Kunci : Hidrogen; Aluminium; NaOH; Gas Hidrogen
DEGRADASI OLEIN SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS) SELAMA PENYIMPANAN : EVALUASI PERUBAHAN COLOUR DAN FREE FATTY ACID TERHADAP STABILITAS OKSIDATIF syaiful, Adrian; ST., SP., M.Si, Dr. Sinardi,
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 2 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i2.6489

Abstract

Olein sawit (Elaeis Guineensis) merupakan fraksi cair minyak sawit yang memiliki peranan penting dalam industri pangan, namun kualitasnya dapat menurun akibat proses oksidasi dan hidrolisis selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi degradasi olein sawit yang disimpan pada suhu ruang (28°C) selama satu bulan dengan mengamati perubahan Free Fatty Acid (FFA), colour content, dan Peroxide Value (PV) secara periodik setiap dua hari. Pengukuran kadar FFA dilakukan melalui metode titrasi alkali, PV dianalisis menggunakan titrasi iodometri, dan colour content diukur dengan alat Lovibond Tintometer. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear untuk menentukan tren kenaikan rata-rata masing-masing parameter selama periode penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan kenaikan rata-rata FFA sebesar 0,0005% per hari, peningkatan nilai colour content sebesar 0,01 red per hari, dan kenaikan PV sebesar 0,009 meq/kg per hari.
Pengaruh Durasi Pengomposan Dan Jenis Aktivator Terhadap Kandungan Unsur Hara Makro Kompos Organik Padat Nurhalizah, Hikari Rahma
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 2 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i2.6546

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah organik, khususnya dari sektor rumah tangga dan pertanian. Limbah buah dan sayur dalam jumlah besar seringkali dibuang secara tidak tepat, sehingga berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Padahal, limbah organik ini mengandung unsur hara makro yang penting seperti Nitrogen (N), Fosfor ( P), Kalium(K) yang menjadikannya bahan baku yang bernilai untuk produksi kompos organik padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lama waktu pengomposan serta penggunaan berbagai jenis aktivator Effective microorganisme 4 (EM4), Air cucian beras (ACB), dan kombinasi keduanya  terhadap kandungan unsur hara makro dalm kompos yang dihasilkan dari limbah buah dan sayur.Penelitian ini difokuskan pada evaluasi kualitas kompos berdasarkan variasi durasi pengomposan(14, 21 dan 28 hari) dan jenis aktivator yang digunakan, Proses pengomposan dilakukan dengan metode statis tertutup dan aerasi alami.Parameter yang diamati meliputi kadar Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K) dalam kompos yang dihasilkan. Pengukuran kadar N, P, K di lakukan dengan metode Kjeldahl, Spektofotometer, dan AAS. Analisis data dilakukan menggunakan statistik perbandingan nilai kandungan unsur hara N, P, K dari tiap sampel terhadap durasi waktu pengomposan dan jenis aktivator
EVALUASI KINERJA KOLOM STRIPPER PADA PROSES CO₂ REMOVAL DI UNIT AMONIA Saragih, Juro Dufan; Nury, Dennis Farina
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 2 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i2.6320

Abstract

Proses produksi amonia memerlukan tahapan penghilangan karbon dioksida (CO₂) agar gas sintesis terbebas dari senyawa pengganggu yang dapat merusak katalis. Salah satu unit penting dalam proses ini adalah kolom stripper yang berfungsi untuk melepaskan CO₂ dari larutan semi-lean agar dapat digunakan kembali dalam siklus penyerapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja stripper berdasarkan perbandingan data desain dan data aktual yang diperoleh dari Distributed Control System (DCS) dan analisis laboratorium selama lima bulan. Evaluasi mencakup perhitungan neraca massa, neraca energi, efisiensi termal, dan persen CO₂ yang berhasil dipisahkan. Hasil studi menunjukkan bahwa efisiensi stripper mengalami fluktuasi dengan rata-rata sebesar 90,11%, yang masih dalam batas toleransi desain. Fluktuasi ini diduga disebabkan oleh variasi kondisi operasi, akumulasi fouling, serta performa peralatan yang tidak optimal. Evaluasi ini memberikan dasar untuk optimasi operasional dan pemeliharaan yang lebih baik di masa mendatang.
PRODUKSI SYNGAS DARI LIMBAH BATANG KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN METODE PIROLISIS DENGAN PENAMBAHAN KATALIS Ni-Cu Seftiani, Shintia
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 2 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i2.6567

Abstract

Cadangan gas alam Indonesia terus menurun, sementara permintaan semakin meningkat akibat pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, biomassa kelapa sawit yang melimpah dan terbarukan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif untuk menghasilkan syngas melalui proses pirolisis dengan penambahan katalis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan bakar gas dari limbah batang kelapa sawit, menentukan rasio optimum katalis Ni-Cu dalam produksi syngas, serta menganalisis komposisi syngas yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi metana (CH₄) tertinggi sebesar 16,0% diperoleh pada rasio Ni:Cu = 1:5, menandakan bahwa Cu berperan penting dalam meningkatkan pembentukan metana. Sebaliknya, konsentrasi CO tertinggi sebesar 30,2% diperoleh pada rasio Ni:Cu = 4:1, yang menunjukkan peran dominan Ni dalam menghasilkan CO melalui dekomposisi termal. Kadar CO₂ meningkat seiring bertambahnya rasio Cu akibat proses dekarboksilasi biomassa yang lebih dominan. Uji nyala api menunjukkan bahwa syngas dengan rasio Ni tinggi menghasilkan nyala biru sedangkan syngas dengan rasio Cu tinggi menghasilkan nyala kuning.
EVALUASI PERFORMA RESIN GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI PROSES DEMINERALIZER PLANT PADA UNIT UTILITIES HDC Munik - Maelani
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 7, No 1 (2026): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v7i1.6874

Abstract

Ketersediaan dan kualitas air di unit utilitas memegang peranan penting dalam mendukung kelancaran dan efisiensi operasional produksi di industri. Demineralizer plant adalah salah satu unit penting dalam water treatment plant yang bertugas menghasilkan air demineralisasi sesuai standar operasional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi performa resin guna meningkatkan efisiensi proses demineralizer plant pada Unit Utilities HDC #940. Metodologi penelitian meliputi evaluasi total ion kation dan anion pada air baku yang diolah terhadap Total Exchange Capacity (TEC) aktual resin serta menghitung operasional cost produksi demin water. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis laboratorium dan pengukuran lapangan di PT. Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Dumai pada September 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TEC desain untuk cation exchanger sebesar 12.000 eq dengan beban ion desain 2,7232 eq/m³, sedangkan beban ion aktual sebesar 0,2381 eq/m³. Untuk anion exchanger, TEC desain sebesar 15.400 eq dengan beban ion desain 1,1240 eq/m³ dan beban ion aktual 0,3482 eq/m³. Pada kondisi aktual, flow demin dan service time masing-masing 153 m³/jam dan 27 jam, sedangkan pada desain 180 m³/jam dan 24 jam. Dari produksi air demin sebesar 323.305,46 m³ per bulan dengan harga jual Rp 20.000, diperoleh total revenue sebesar Rp 6.466.109.211. Total biaya operasional aktual sebesar Rp 2.175.091.643 menghasilkan margin operasional sebesar Rp 4.291.017.567 per bulan, menunjukkan keuntungan bersih dari kondisi produksi aktual.
ANALISIS KELAYAKAN IMPLEMENTASI ADVANCED PROCESS CONTROL (APC) PADA REBOILER 212-H3 UNIT HYDROCRACKER KILANG MINYAK Alifia Ananda Aisyah; herry purnama
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 7, No 1 (2026): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v7i1.6860

Abstract

Kilang minyak di Dumai berperan strategis dalam pemenuhan energi nasional, terutama melalui unit Hydrocracking (HCU) yang mengolah fraksi berat menjadi produk bernilai tinggi. Kompleksitas operasi HCU memerlukan sistem kendali yang akurat agar stabilitas proses dan efisiensi energi tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan penerapan Advanced Process Control (APC) pada Reboiler 212-H3 dengan mengidentifikasi dinamika proses melalui pemodelan matematis. Metode kuantitatif digunakan dengan melakukan step test pada data historis operasional Juni 2025. Identifikasi model memakai metode Reaction Curve untuk memperoleh parameter First Order Plus Dead Time (FOPDT) pada dua pasangan variabel: Flow Bottom dan Flow Automotive Diesel Oil (ADO) sebagai variabel manipulasi terhadap Coil Outlet Temperature (COT) H-3 sebagai variabel terkontrol. Hasil menunjukkan perbedaan karakteristik dinamika. Model Flow Bottom memiliki K 2,465; θ 106,420 menit; dan τ 20,082 menit, sedangkan Flow ADO memiliki K = -5,214; θ = 0 menit; dan τ = 1.715,412 menit. Validasi overlay grafik menunjukkan model cukup akurat dan layak menjadi dasar perancangan APC lanjutan.
PEMBUATAN GULA TETES DARI PATI UBI JALAR UNGU SECARA HIDROLISIS MENGGUNAKAN ENZIM DAN EVAPORATOR BERTEKANAN Alifia Maharani Zalsabila
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 7, No 1 (2026): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v7i1.6896

Abstract

Kebutuhan gula nasional yang terus meningkat belum dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri, sehingga diperlukan sumber gula alternatif yang lebih sehat dan berbasis komoditas lokal. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) berpotensi sebagai bahan baku pembuatan gula cair karena kandungan karbohidrat, serat, vitamin, dan antosianinnya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum produksi gula tetes dari pati ubi jalar ungu melalui proses hidrolisis enzimatis menggunakan enzim α-amilase dan glukoamilase dengan variasi dosis (1,2; 1,4; 1,8; dan 2 ml), serta proses evaporasi menggunakan evaporator bertekanan dengan variasi waktu (30 - 80 menit). Hasil menunjukkan bahwa volume enzim optimum adalah 1,8 ml dengan nilai yield tertinggi sebesar 90,90%. Semakin lama waktu evaporasi, semakin tinggi kualitas gula cair yang dihasilkan, ditandai dengan peningkatan viskositas, densitas, dan nilai °Brix, serta penurunan kadar air dan pH. Gula tetes terbaik diperoleh pada waktu evaporasi 80 menit, dengan karakteristik °Brix sebesar 75, viskositas 2067,33 cP, kadar air 12,42%, dan kadar abu 0,94%. yang memenuhi standar mutu gula cair berdasarkan SNI. Kombinasi proses hidrolisis enzimatis dan evaporasi bertekanan pada pati ubi jalar ungu mampu menghasilkan gula tetes dengan karakteristik mutu yang baik, sehingga berpotensi menjadi alternatif pemanis lokal yang lebih sehat.
RESPONS PERTUMBUHAN CHLORELLA sp. TERHADAP PENAMBAHAN LIMBAH CAIR ORGANIK PADA MEDIUM KULTIVASI Geraldi Rahanra; Ivonne Telussa; Ervina Rumpakwakra; Alif Nur Laili Rachmah; Sabrianah Baddarudin; Tamaratritania Citta Trisnantari; Muhammad Ikhsan Taipabu
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 7, No 1 (2026): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v7i1.7040

Abstract

Limbah cair pengolahan sagu dan tahu mengandung nutrien yang berpotensi dimanfaatkan untuk kultivasi Chlorella sp. Karakterisasi meliputi pH, Chemical Oxygen Demand (COD), total karbon (TC), total nitrogen (TN), dan total fosfor (TP), kemudian limbah cair ditambahkan ke dalam medium NaCl salinitas 28 ppt. Kultivasi dilakukan selama 24 hari pada intensitas cahaya 5000 lux dengan fotoperiode 12:12 jam. Air limbah pengolahan tahu menunjukkan kandungan nutrien lebih tinggi dibandingkan air limbah pengolahan sagu, dengan COD masing-masing 23,49 mg/L dan 12,65 mg/L. Konsentrasi sel maksimum diperoleh pada medium kontrol (MK) sebesar 38 × 10⁵ sel/mL (hari ke-21), diikuti perlakuan suplementasi air limbah pengolahan tahu (MLT) sebesar 34 × 10⁵ sel/mL dan air limbah pengolahan sagu (MLS) sebesar 24,9 × 10⁵ sel/mL. Suplementasi limbah cair tidak meningkatkan pertumbuhan dibandingkan kontrol, yang dapat dipengaruhi oleh kondisi pH asam, rasio C:N yang rendah, serta salinitas tinggi yang berpotensi menimbulkan stres osmotik. Meskipun demikian, kedua jenis limbah tetap mampu mendukung pertumbuhan mikroalga dan menunjukkan potensi integrasi kultivasi mikroalga dengan pengolahan limbah cair secara berkelanjutan.
PENGARUH VARIASI BIOKATALIS LIPASE DARI DEDAK PADI PADA PROSES PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH Aldila Muhaimah
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 7, No 1 (2026): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v7i1.7028

Abstract

Limbah pertanian dan rumah tangga, seperti dedak padi dan minyak jelantah, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif dalam produksi biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah dedak padi sebagai sumber biokatalis melalui metode ekstraksi menggunakan dietil eter, serta mengkonversi minyak jelantah menjadi biodiesel melalui reaksi transesterifikasi. Proses ekstraksi dilakukan dengan mencampurkan (10 gram-120 gram,) dedak padi dan 50 mL dietil eter untuk memperoleh senyawa bioaktif yang berperan sebagai katalis. Campuran tersebut digunakan dalam proses transesterifikasi terhadap 150 mL minyak jelantah dengan penambahan 25 mL metanol. Hasil titik nyala maksimal di dapatkan pada 372OC sedangkan titik bakar maksimum sebesar 349OC dengan angka setana sebesar 58 dan % yield maksimum sebesar 92,06 %. Kemudian pada hasil analisa FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) menunjukkan adanya vibrasi ikatan peptida yang menandakan adanya protein (enzim) sebagai biokatalis. Penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan limbah lokal dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam produksi energi alternatif yang ramah lingkungan.