cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA KLIMAKTERIUM PADA WANITA USIA 40-60 TAHUN Sitti Khadijah; Eka Noor Fitriana; Nurlathifah Nurlathifah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.429 KB)

Abstract

Latar Belakang:Ledakan menopause pada tahun-tahun mendatang akan sulit sekali dibendung. WHO memperkirakan di tahun 2030 nanti ada 1,2 miliar wanita yang berusia di atas 50 tahun.Posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Terminal Banjarmasin menemukan wanitayang berada dalam masa klimakterium sebanyak 247 orang.Terdapat 7diantara 10 wanita usia 40-60 tahun menyatakan bahwa dirinya cemaspada saat menghadapi masa klimakterium. Selanjutnya akan diteliti hubungan dukungan suami dengan kecemasan menghadapi masa klimakterium pada wanita usia 40-60 tahun di wilayah kerja Puskesmas Terminal Banjarmasin Tahun 2014.Tujuan:Untuk mengetahui dukungan suami dengan kecemasan menghadapi masa klimakteriumpada wanita usia 40-60 tahun di wilayah kerja Puskesmas Terminal Banjarmasin Tahun 2014.Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini suami dan istri usia 40-60 tahun yang berjumlah 63 sampel yang menggunakan teknikpengambilan sampel Purposive Sampling.Hasil: Hasil Penelitian diperoleh bahwa Ibu yang mengalami kecemasan ringan sebanyak 32 (50,8%) orang dan suami memberikan dukungan sedang sebanyak 42 (66,7%) orang. Analisis Rank Spearman didapatkan nilai signifikan sebesar 0,722, nilai tersebut lebih besar dibandingkan alfa 0,05 sehingga dinyatakan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan kecemasan menghadapi masa klimakterium pada wanita usia 40-60 tahun di Wilayah kerja Puskesmas Terminal Banjarmasin.Kesimpulan: Tidak ada Hubungan antara dukungan suami dengan kecemasan menghadapi masa klimakterium pada wanita usia 40-60 tahun.Kata Kunci :Dukungan suami, kecemasan, masa klimakterium
Hubungan Lama Menjalani Kemoterapi Dengan Kualitas Hidup Penderita Kanker Payudara Di RSUD Ulin Banjarmasin Mahmuddin Mahmuddin; Dhian Ririn Lestari; Ichsan Rizani
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.288 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.455

Abstract

 Latar Belakang: Kanker payudara adalah keganasan sel yang menyerang payudara dan merupakan penyebab kematian kedua pada wanita. Frekuensi kemoterapi menimbulkan gangguan pada fungsi dan gejala kanker payudara yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Kualitas hidup merupakan keadaan yang menyatakan kepuasan batin dan kenyamanan hidup seseorang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menjalani kemoterapi dengan kualitas hidup penderita kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan accidental sampling didapatkan 47 responden, penilaian kualitas hidup menggunakan European Organization of Research and Treatment of Cancer (EORTC) BR23. Uji Analisa menggunakan korelasi spearman. Hasil: Hasil rata-rata lama penderita menjalani kemoterapi sebanyak 4,53 kali  dan rata-rata kualitas hidup penderita kanker payudara berada di 65, 5% . Kesimpulan: dari Hasil analisis didapatkan ada hubungan antara lama menjalani kemoterapi dengan kualitas hidup penderita kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin (P Value=0,000,01) dengan arah hubungan positif yakni semakin lama menjalani kemoterapi semakin tinggi nilai kualitas hidup penderita kanker payudara. Kualitas hidup yang paling tinggi dilihat dari function scale adalah sexs enjoyment yakni 72,0  sedangkan dari symptom scale   adalah side effect dengan skor 582,6 Kata kunci : kanker payudara, kemoterapi, kualitas hidup.Long Relationship Undergo Chemotherapy with Quality of Life of Breast Cancer Patients in Ulin Hospital BanjarmasinAbstractBackground: Breast cancer is a malignancy cells that attack breast and it is also the second leading cause of death among women. Frequency of chemotherapy may have detrimental function and symptom can make affect for patient’s quality of life. Quality of life is defined as condition to which individual reports inner satisfaction and comfort in life. Aim:The study to identify correlation between duration of chemotherapy and quality of life in patients with breast cancer RSUD Ulin Banjarmasin Method: This Research use Analitic Method with  design was cross sectional and involved 47 patients, all of whom were selected through accidental sampling. European Organization of Research and Treatment of Cancer (EORTC) BR23 was applied to measure patient’s quality of life. Anlyssis test using spearman correlation. Result: The mean of chemotherapy duration among participants was 4.53 times and the mean of QoL of patients with breast cancer was 73.31%. Conclusion: The analysis revealed a significant correlation between duration of chemotherapy and quality of life in patients with breast cancer in Ulin public hospital of Banjarmasin (p value = 0.000.01) with positive direction of association indicating that the longer the duration of make increase the score life quality of patients with breast cancer. The highest quality of life seen from the function scale is sex enjoyment, namely 72.0 while the symptom scale   is a side effect with a score of 582.6. Key words: breast cancer, chemotherapy, quality of life 
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF TERHADAP PEMBERIAN ASI PADA BAYI 0-6 BULAN DI PUSKESMAS S.PARMAN BANJARMASIN Dwi Rahmawati; Dede Mahdiyah; Widya Arizki
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.907 KB)

Abstract

Latar Belakang. Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karenamengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertamakehidupan bayi. Pemberian ASI secara mutlak, penting dilakukan mengingat manfaat yangakan diperoleh bayi. Oleh karena itu kini para ibu di himbau untuk memberikan ASI selama6 bulan tanpa makanan pendamping yang sering disebut ASI Eksklusif.Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang ASIEksklusif Terhadap Pemberian ASI Pada Bayi 0-6 Bulan Di Puskesmas S.Parman.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian analitik dengan pendekatanCross Sectional, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 48 responden denganmenggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi.Hasil Penelitian. Pada penelitian ini persentase terbesar dalam pengetahuan ibu tentang ASIberada pada kategori baik yaitu 62,5% dari 48 ibu yang menjadi responden pada penelitianini. Berdasarkan hasil penelitian ini juga didapatkan 56,2% dari 48 ibu yang tidakmemberikan ASI pada bayinya. Data dianalisis dan disimpulkan menggunakan UjiSpearman Rank (Rho) dengan α = 0,05. Hasil analisis menunjukkan p = 0,220, maka pαdan H0 diterima.Kesimpulan. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat diambil kesimpulan bahwa tidakada hubungan antara pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif terhadap pemberian ASI padabayi 0-6 bulan.Kata Kunci : Pengetahuan, Pemberian ASI, ASI Eksklusif.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN KETEPATAN KOMPRESI DADA DAN VENTILASI MENURUT AHA GUIDELINES 2015 DI RUANG PERAWATAN INTENSIF RSUD. dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Noor Khalilati; Supinah Supinah; Zainal Arifin
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.381 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan keperawatan kritis di unit perawatan intensif adalah kecepatan respon pelayanan terhadap pasien dengan kondisi kritis. Tingginya angka kejadian henti jantung dan henti napas diruang perawatan intensif diperlukan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan berbagai tindakan keperawatan kritis, salah satunya adalah resusitasi jantung paru (RJP).Tujuan : Mengidentifikasi apakah terdapat hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan ketepatan kompresi dada dan ventilasi menurut AHA Guidelines 2015 di Ruang PerawatanIntensif RSUD. dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.Metode : Deskriptif korelatif untuk melihat hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan ketepatan kompresi dada dan ventilasi menurut AHA Guidelines 2015 diruangperawatan intensif RSUD. dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Sampel berjumlah 28 perawat, dengan uji statistik korelasi sperman rho. Hasil : Ada hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan ketepatan kompresi dada dan ventilasi menurut AHA Guidelines 2015 diruang perawatan intensif RSUD. dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Kategori hubungan kuat.Kata Kunci : kompresi dada, pengetahuan, ventilasi
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS INTERNET TERHADAP PERKEMBANGAN HOME CARE DI INDONESIA Lola Illona Elfani Kausar
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.632 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.331

Abstract

Masalah kesehatan di Indonesia masih cukup banyak, salah satunya adalah penyakit tidak menular yang memerlukan perawatan lama dirumah. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari kepulauan menjadi hambatan bagi pelayanan keperawatan terhadap kondisi ini dikarenakan permasalahan akses. Teknologi informasi berbasis internet seperti telehealth atau mhealth sangat tepat digunakan untuk memecahkan permasalahan ini. Pemanfaatan telehealth atau mhealth pada tatanan pelayanan keperawatan seperti home care dapat menghilangkan permasalahan jarak antara perawat dan pasien. Pelayanan keperawatan dapat diberikan dalam jarak jauh berupa videoteleconference ataupun pelayanan keperawatan lainnya seperti pendidikan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan teknologi informasi berbasis internet pada layanan home care keperawatan. Metode yang digunakan adalah literature review sesuai dengan topik pembahasan. Teknologi informasi berbasis internet sangat perlu dikembangkan lebih lanjut dalam home care keperawatan dikarenakan sangat membantu dalam proses peningkatan kesehatan pasien. Dukungan dari pemerintah terkait infrastruktur dapat menjadi peluang bagi dunia keperawatan.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ANEMIA PADA KEHAMILAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL DI UPT PUSKESMAS BUKIT HINDU PALANGKA RAYA Siti Santy Sianipar; Zia Abdul Aziz; Etri Prilia
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.459 KB)

Abstract

Latar belakang Anemia kehamilan adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin dalam darah dibawah normal yaitu kadar Hb 11 gr/dl . Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi anemia Fenomena yang didapat Fenomena yang ditemukan ditempat penelitian oleh peneliti dari hasil wawancara didapat bahwa Ibu hamil mengatakan tidak mengetahui penyebab anemia, tanda gejala, pencegahan, dan komplikasinya, dan sebagian mengatakan anemia adalah kurang darah dan sering mengeluh pusing, kurang nafsu makan dan lemas.Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Anemia Pada Kehamilan Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Di UPT Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimental one group pre test dan post test design. Populasi seluruh ibu hamil yang ada di UPT Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya, sampel sebanyak 30 responden.Hasil penelitian Hasil analisa Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Anemia Pada Kehamilan Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Di UPT Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya. Untuk pendidikankesehatan tentang anemia pada kehamilan (p=0,000, sehingga dapat di simpulkan bahwa signifikan p value (0,000 0,05), maka Ha di terima artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil di UPT Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya.Kesimpulan Dapat di simpulkan bahwa setelah di berikan pendidikan kesehatan terdapat peningkatan tingkat pengetahuan responden. Di harapkan tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan penyuluhan secara langsung mengunakan metode diskusi atau media Leaflet Dan Flipchart (Lembar Balik).Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Anemia Pada Kehamilan
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecenderungan Penggunaan Psikotropika Zat Adiktif (Lem Fox) Pada Remaja Mahabbatul Layna Fadli; Alit Suwandewi
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.248 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.505

Abstract

Latar Belakang: Korban penyalahgunaan napza di Indonesia cenderung makin meningkat, Hasil survei penyalahgunaan napza oleh Badan Narkotika Nasional kepada 3.376.115 pada tahun 2017 sebanyak 1.991.909 orang (59%) adalah kelompok pekerja, sebanyak 810.267 orang (24%) adalah kelompok pelajar dan sebanyak 573.939 adalah kelompok populasi umum. Zat adiktif yang dewasa ini penggunaannya menjadi trend adalah lem fox.Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kecenderungan penggunaan psikotropika zat adiktif (lem fox) pada remaja di Rumah Singgah Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian survey analitik dengan pendekatan  cross sectional. Populasi seluruh remaja yang (usia 15-20 tahun). Sampel berjumlah 41 orang dengan teknik total sampling. Analisis menggunakan uji Spearman’s rho.Hasil: Hubungan Faktor individu dengan kecenderungan penggunaan psikotropika zat adiktif (lem fox) sebesar 0,841 bersifat sangat kuat, rentang 0,76-1,00. Penyalahgunaan zat adiktif umumnya berhubungan dengan keadaan mental, kondisi fisik dan psikologi seseorang, kepercayaan diri kurang, ketidakmampuan mengelola masalah atau stress yang dihadapi.Simpulan: Penelitian menunjukkan Ada Hubungan  faktor individu, pengetahuan, sikap, dan lingkungan remaja dengan kecendrungan psikotropika zat adiktif (lem fox) pada remaja di Rumah Singgah Kota Banjarmasin. Disarankan bagi responden sebagai penyalah guna lem fox agar dapat menyadari bahwa perbuatannya itu adalah perbuatan yang salah dan segera memperbaiki diri dengan cara ikut serta dalam program rehabilitasi yang dilaksanakan oleh rumah singgah.Kata Kunci: Faktor individu, pengetahuan, sikap, lingkungan dan psikotropika (lem fox).Background: The Victim of drug abuse in Indonesia tend to increase, Results of a survey of drug abuse by the National Narcotics Agency to 3,376,115 in 2017 as many as 1,991,909 people (59%) are group of workers, 810,267 people (24%) are student group and 573,939 is a general population group. An addictive substance that is currently used as a trend is Fox glue.Objective: To find out factors related to the tendency of using addictive substance psychotropic substances (Fox glue) on adolescents in Banjarmasin City.Method: Analytic survey research with cross sectional approach. Population of all adolescents (15-20 years old). The sample amounted to 41 people with a total sampling technique. The analysis used Spearman's test.Results: The relationship between individual factor with the tendency to use addictive psychotropic substances (Fox glue) of 0.841 is very strong, ranging from 0.76-1.00. Addictive substance abuse is generally associated with mental states, physical and psychological conditions of a person, lack of self-confidence, inability to manage problems or stress faced.Conclusion: Research shows there is a relationship between individual factors, knowledge, attitudes, and environment of adolescents with a tendency to use psychotropic addictive substances (Fox glue) on adolescents at the Shelter House in Banjarmasin. It is recommended for respondents as abusers of Fox glue to be able to realize that their actions are wrong and immediately improve themselves by participating in rehabilitation programs implemented by the shelter management.Keywords: Individual factor, knowledge, attitudes, environment and psychotropics (Fox glue).
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG BAHAYA NAPZA DI MADRASAH ALIYAH MIFTAHUL JANNAH KELURAHAN PAHANDUT SEBERANG KOTA PALANGKA RAYA Meilitha Carolina; Septian Mugi Rahayu; Elin Ria Resti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.385 KB)

Abstract

Latar Belakang: Hasil penelitian Sholihah (2014) mengatakan, pengetahuan merupakan aspek kognitif yang diidentifikasi berperan penting dalam penyalahgunaan, berupa rendahnya pengetahuan tentang NAPZA.Berdasarkan survei yang didapatkan di Madrasah Aliyah Miftahul Jannah Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya, masih banyak siswa yang belum mengetahui bahaya NAPZA.Tujuan Penelitian: Menganalisis pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang bahaya NAPZA di Madrasah Aliyah Miftahul Jannah Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya.Metode Penelitian Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pre eksperimental. Rancangan penelitian yang dipilih adalah one-group pra-post test design. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 51 orang serta diuji dengan uji statistik Wlicoxon.Hasil Penelitian: Berdasarkan uji statistik pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan menunjukkan nilai significancy P value nilai α dengan tingkat significancy α = 0,05. Nilai significancy menggunakan uji Wlicoxon diperoleh Sig. (2-tailed) sebesar 0,000.Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan responden dengan P value 0,000 0,05.Kata Kunci: Pendidikan kesehatan, tingkat pengetahuan, NAPZA.
Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam dan Batuk Efektif Terhadap Bersihan Jalan Napas Pada Klien dengan TB Paru Di Ruang Al-Hakim RSUD Ratu Zalecha Martapura Tahun 2018 Asni Hasaini
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.689 KB)

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis Paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh (Mycobacterium Tubercolosa), ditularkan melalui udara saat seorang klien TB Paru batuk yang mengandung bakteri tersebut terhirup orang lain saat bernapas. Teknik relaksasi napas dalam merupakan aktivitas perawat untuk membersihkan sputum pada jalan napas yang berfungsi meningkatkan mobilisasi sekresi, setelah diberikan tindakan teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif dalam waktu 2 x 24 jam diharapkan klien mengalami bersihan jalan napas efektif. Tujuan: Apakah ada pengaruh teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif terhadap bersihan jalan napas  pada klien TB ParuMetode: Jenis penelitian ini Quasi Eksperimen, dengan rancangan One Group Pretest-postest design. Populasi adalah semua Klien TB Paru dan sampel 15 orang dengan purposive sampling.Instrument lembar ceklist dan analisa bivariat menggunakan uji McNemar.Hasil :Ada pengaruh teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif terhadap bersihan jalan napas pada klien TB paru p=0,006 (p 0,05Simpulan: Hasil analisis sebelum dan sesudah pemberian tekhnik relaksasi napas dalam dan batuk efektif didapatkan p = 0,006 (p 0,05), maka H0 ditolak yang artinya ada pengaruh (signifikan) antara pemberian teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif terhadap bersihan jalan napas pada klien TB Paru Kata kunci : Bersihan jalan napas, Teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif, TB ParuBackgrounds: Pulmonary Tuberculosis is an infectious disease caused by (Mycobacterium Tubercolosa), transmitted by air when a client of TB whose lung has (contains) the bacteria coughs, and it is  inhaled by others while breathing. Deep breath relaxation technique is a nurse activity to clean secretions on the airway which function is to increase the mobilization of secretions, after the action of deep breathing relaxation techniques and effective cough  has given, it is expectedly that within 2 x 24 the clients will experience an effective airway clearance.Objective: Whether there is an influence of deep breathing relaxation technique and effective cough for airway clearance on clients of Pulmonary TBMethod: Quasi Experiment Type of Research, with One Group Pretest-posttest design. The population was taken from all  pulmonary TB Clients, and 15 samples were taken by purposive sampling using checklist sheet instrument and data analysis using McNemar testResults: this study showed that clients, got significant level p = 0.0060.05 which means that there is an influence of deep breathing relaxation techniques and effective cough for airway clearance on pulmonary tuberculosis clientsConclusion: The analysis result showed that before and after the deep breathing relaxation techniques and effective cough given, p = 0,006 (p0.05), so Ho was rejected which means there was an influence (significant) on the giving of deep breathing relaxation techniques and effective cough for airway clearance on the clients with pulmonary TB.  Keywords : Deep respiratory relaxation techniques and effective coughing, Respiratory tract clearance, Pulmonary TB
Gambaran Pengetahuan Akseptor Kb Tentang Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Laurensia Yunita; Ika Mardiatul ulfa
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.707 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.610

Abstract

Latar Belakang: Pencapaian akseptor Kb Aktif di Banjarmasin Selatan berjumlah 7.835 orang (119,4%) yaitu dari Puskesmas Pekauman 6.498 orang (57,2%), Puskesmas Kelayan Timur 500 orang (9,8%), Puskesmas Pemurus Baru 379 orang (7,4%), Puskesmas Pemurus Dalam 133 orang (4,6%), Puskesmas Kelayan Dalam 196 (32,7%), dan Puskesmas Beruntung Raya 129 orang (7,7%). Dari data tersebut bahwa di Banjarmasin Selatan memiliki 6 Puskesmas dan Puskesmas yang memiliki akseptor Kb Aktif terbanyak adalah Puskesmas Pekauman. Akseptor KB Aktif yang menggunakan Kondom sebanyak 12 orang (0,089%), suntik sebanyak 819 orang (6,06%), dan pil sebanyak 1098 orang (8,15%). Kebanyakan Aseptor KB tidak mengetahui apa itu kontasepsi jangka panjang, mereka hanya tau kontrasepsi pil, suntik, impant dan IUD tetapi tidak bisa membedakan mana untuk jangka panjang serta keamannanya bagi akseptor KB.Tujuan: Mengetahui pengetahuan akseptor KB tentang penggunaan kontrasepsi jangka panjang di wilayah kerja Puskesmas Pekauman.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian diskriftif untuk mengetahui penegtahuan akseptor KB tentang kontrasepsi jangka panjang. Teknik pengambilan sampel adalah Acidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden.Hasil: Dari 30 responden sebanyak 60% pengetahuan aksepor baik tentang kontrasepsi jangka panjang, sedangkan 40 % pengetahuan aksepor cukup tentang kontrasepsi jangka panjang.Simpulan: Peranan tenaga kesehatan dalam melakukan penyuluhan tentang alat kontrasesi jangka panjang harus dilakukan dengan maksimal mengingat akseptor kb yang berbeda-beda latarbelakang pengetahuan dan pendidikannya, sehingga capaian pengguna MKJP dapat terpenuhi.Kata Kunci: Akseptor, Kontrasepsi, KB, PengetahuanAbstract Background: Achievement of active Kb acceptors in South Banjarmasin amounted to 7,835 people (119.4%), namely from the Pekauman Health Center 6,498 people (57.2%), the East Kelayan Health Center 500 people (9.8%), the Health Center Pemurus Baru 379 people ( 7.4%), Health Center Pemurus Dalam 133 people (4.6%), Health Center Kelayan Dalam 196 (32.7%), and Health Center Beruntung Raya 129 people (7.7%). Health center Pekauman acceptors of active birth control using condoms were 12 people (0.089%), injected 819 people (6.06%), and 1098 people (8.15%) pills. Most contraception acceptors do not know what long-term contraception is, they only know the contraceptive pill, injection, impant and IUD but cannot distinguish which for the long term and its safety for family planning acceptors.Objective: Knowing the knowledge of family planning acceptors about contraceptive use in the work area of the Health center Pekauman.Method: This research is a descriptive study to study the knowledge of family planning acceptors about long-term contraception. The sampling technique is accidental sampling with a total sample of 30 respondents.Results:Of the 30 respondents, 60% of acceptor knowledge is good about long-term contraception, while 40% of acceptor knowledge is enough about long-term contraception.Conclusion: The role of health workers in conducting counseling about long-term contraction tools must be carried out with a maximum ofacceptors who have different background knowledge and education, so that the achievements of MKJP users can be fulfilled. Keywords: Acceptor, Contraception, KB, Knowledge

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue