cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
Penggunaan Ular Tangga Pintar Sebagai Media Memperbaiki Tanda Dan Gejala Resiko Perilaku Kekekerasan Pada ODGJ Dirumah Sakit Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta Subhannur Rahman; Kellyana Irawati; Yonni Prianto
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.184 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.524

Abstract

 Pendahuluan: Gangguan mental adalah salah satu dari empat masalah kesehatan utama yang sangat umum di berbagai negara dan diperkirakan sekitar 12% merupakan beban penyakit secara global. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini dapat dilakukan dengan menggunakan kombinasi psikofarmakologi dan nonfarmakologis. Terapi nonfarmakologis yang terbukti efektif untuk mengobati gejala gangguan mental adalah dengan menggunakan terapi aktivitas kelompok dalam bentuk permainan tangga ular pintar.Tujuan: Memperbaiki tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan pada orang dengan gangguan mental di Rumah Sakit Jiwa Wisma Arjuna Grhasia DIY.Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus dalam bentuk terapi aktivitas kelompok melalui media modifikasi ular dan tangga.Hasil: Hasil penelitian ini secara signifikan menunjukkan bahwa penggunaan ular dan tangga cerdas terhadap tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan pada orang dengan gangguan mental yang mengalami hasil positif.Kesimpulan: Terapi kegiatan kelompok yang dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Wisma Arjuna Grhasia menggunakan media tangga ular pintar efektif dalam mengurangi beberapa tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan pada orang dengan gangguan mental. Kata kunci: Aktivitas Kelompok Terapi, Ular Tangga Cerdas, Tanda dan Gejala Perilaku Kekerasan, Penderita Gangguan Mental. Introduction: Mental disorder is one of the four major health problems that are very common in various countries and it is estimated that around 12% is a burden of disease globally. One way to overcome this problem can be done using a combination of psychopharmacology and nonpharmacologic. Nonpharmacologic therapy that is proven effective for treating symptoms of mental disorders is to use group activity therapy in the form of a smart snake ladder game.Aims: Improve the signs and symptoms of the risk of violent behavior in people with mental disorders at Wisma Arjuna Grhasia DIY Mental Hospital.Methods: This study uses a case study in the form of group activity therapy through the modified media of snakes and ladders.Results: The results of this study significantly indicate that the use of snakes and ladders is smart against the signs and symptoms of the risk of violent behavior in people with mental disorders experiencing positive results.Conclusions: Therapy of group activities carried out at Wisma Arjuna Grhasia Mental Hospital using smart snake ladder media is effective in reducing some signs and symptoms of the risk of violent behavior in people with mental disorders.Keywords: Therapy Group Activities, Smart Ladder Snakes, Signs and Symptoms of Violent Behavior, People with Mental Disorders.
PERBEDAAN LAMA PUPUS TALI PUSAT DALAM HAL PERAWATAN TALI PUSAT ANTARA PENGGUNAAN KASA STERIL DENGAN KASA ALKOHOL 70% DI BPS HJ. MARIA OLFAH TAHUN 2012. Dwi Sogi Sri Redjeki; Husin Husin
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.777 KB)

Abstract

Tetanus neonatorum dan infeksi tali pusat telah menjadi penyebab kesakitan dan kematian secara terus menerus di berbagai Negara. Setiap tahunnya sekitar 500.000 bayi meninggal karena tetanus neonatorum dan 460.000 meninggal akibat infeksi bakteri (WHO,1998). Objek penelitianya adalah bayi yang lahir hidup sehat atau tidak BBLR di BPS Hj Maria Olfah Banjarmasin. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui perbedaan lama pupus tali pusat dalam hal perawatan tali pusat antara penggunaan kasa steril dengan penggunaan kasa alkohol 70 %. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan desain penelitian survey analitik dengan rancangan penelitian kohort study. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan cara purposive sampling,yaitu didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri,berdasarkan cirri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya, populasi dalam penelitian ini adalah bayi baru lahir yang normal yang memilki berat badan lahir 2500-4000 gram di BPS Hj. Maria Olfah Banjarmasin. Hasil analisis menggunakan Independent Sampel T test dengan data ditribusi normal menunjukkan tingkat signifikan 0,000 yang berarti nilai p 0,05.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan lama pupus tali pusat dalam hal perawatan tali pusat antara penggunaan kasa steril dengan penggunaan kasa alkohol 70 %. Saran dari hasil penelitian ini bagi semua petugas kesehatan yang menangani masalah perawatan tali pusat harus betul-betul memperhatikan agar tidak terjadinya infeksi pada tali pusat bayi dan agar mencegah kematian bayi yang diakibatkan infeksi pada tali pusat sekaligus dalam hal waktu pupusnya lebih cepat.Kata Kunci : lama pupus tali pusat, penggunaan kasa steril, penggunaan kasa alkohol 70%.
Dinamika Penyimpangan Seksual Pada Remaja Lelaki R. Topan Aditya Rahman; Novita Dewi Iswandari
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.795 KB)

Abstract

Latar Belakang: Fenomena keberadaan laki-laki yang suka berhubungan dengan laki-laki atau yang lebih di kenal dengan nama LSL sebenarnya sudah lama ada. Dalam istilah kekinian, para kaum LSL enggan disamakan dengan kaum Gay, karena mereka menganggap dapat melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis, sedangkan pada umumnya mereka melakukan hubungan sejenis dipengaruhi oleh faktor desakan atau dorongan birahi sesaat. Perilaku LSL yang cenderung tidak aman dapat menjadi bom waktu penyebaran HIV, apalagi komunitas meraka cenderung tertutup sehingga sangat sulit terjangkau dalam program penanggulangan HIV/AIDS.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebab penyimpangan seksual pada remaja lelaki, mengkaji kehidupan sosial serta mengetahui kebijakan dan program pemerintah daerah terkait dengan penyimpangan seksual remaja lelaki.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sampel adalah remaja lelaki yang mempunyai penyimpangan seksual (LSL), sedangkan teknik pengambilan sampel pada penelitian adalah dengan menggunakan snowball sampling.Hasil: Penyebab penyimpangan seksual pada remaja lelaki diantaranya adalah karena kurangnya perhatian dari orangtua, laki-laki dianggap lebih mengerti dan penuh perhatian, serta adanya rasa bosan terhadap perempuanSimpulan: Penyebab terjadinya penyimpangan seksual pada remaja lelaki adalah remaja kurang mendapat perhatian dari orang tua dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung dalam membentuk kepribadiannya. Perhatian dan rasa kasih sayang yang didapatkan dari sesama jenis menjadi pemicu seseorang mengalami perubahan perasaan, menjalani kehidupan asmara dengan sesama jenis dirasakan jauh lebih menyenangkan dan menantang.Kata Kunci: Dinamika, Lelaki Seks Lelaki (LSL), Penyimpangan, Remaja, Seksual ABSTRACK Background: The phenomenon of the existence of men who like to relate to men or whose relationship is better known as MSM actually has long existed. In contemporary terms, men with MSM are refuse to be equated with gays, because they consider that they are able to have sexual relations with the opposite sex, whereas in general, they conduct similar relationships by being influenced by a momentary pressure or urge. The behavior of MSM which tends to be unsafe can be a time-bomb for the spread of HIV; moreover, their communities tend to be closed so that it is very difficult to reach in the HIV / AIDS prevention program.Objective: This study aims to examine the causes of sexual irregularities in young men, study social life and find out the policies, and becomes programs of local governments related to sexual deviations of male adolescents.Methods: This study uses a qualitative method with a sample of young men who have sexual deviations (MSM), while the sampling technique in research is to use snowball sampling.Results: The cause of sexual deviation in young men is due to a lack of attention from parents, the fact that men are considered more understanding and attentive, and there is a sense of boredom towards women.Conclusion: The causes of sexual deviations in young men are adolescents who get less attention from parents and environmental conditions that are less supportive in shaping their personality. The attention and affection gained from the same sex trigger a person to experience a change of feeling, living a same-sex life is much more fun and challenging.Keywords: Adolescent , Dynamics, Deviation, Male Sex Men (MSM), Sexual
GAMBARAN PENGETAHUANDAN SIKAP IBU NIFAS PRIMIPARA TENTANG MEMANDIKANBAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI LULUT BANJARMASIN Nurul Hidayah; Bagus Rahmat Santoso
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1910.687 KB)

Abstract

Latar Belakang: Memandikan bayi dengan cara yang salah dapat mengakibatkan kondisi yang burukseperti celaka (jatuh dan tenggelam), air masuk ke dalam telinga atau hidung dan dapat mengalamihipotermi). Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi cara memandikan bayi adalah pengetahuan,pendidikan, pengalaman, dukungan suami atau keluarga dan penolong persalinan yang lalu, pendidikandapat berkaitan dengan kemampuan menyerap dan menerima informasi kesehatan semakin tinggipendidikan seseorang biasanya mempunyai pengetahuan dan wawasan yang lebih luas sehingga akanlebih mudah menerima informasi kesehatan, bagi orang tua yang berpendidikan tinggi tidak sulit untuktidak begitu sulit untuk memandikan bayinya sendiri.Tujuan:Mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu nifas primipara tentang memandikan bayi diWilayah Kerja Puskesmas Sungai Lulut Banjarmasin.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 63 orangibu nifas primipara. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh berdasarkan hasil kuesioner.Hasil: Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Ibu dengan pengetahuan cukup tentang cara memandikanbayi sebanyak 33 orang (52%). Ibu dengan sikap negatif (tidak mendukung) tentang cara memandikanbayi sebanyak 37 orang (59%).Saran: Saran dari hasil penelitian yaitu sebaiknya petugas kesehatan selalu memberikan dukungan padaibu dengan cara penyuluhan kesehatan agar ibu mau belajar dan mengerti cara memandikan bayi yangbenar dan aman.Kata Kunci: memandikan bayi, pengetahuan, sikap.
PENGARUH 7 KONTAK AIR SUSU IBU (ASI) TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEBERHASILAN MENYUSUI 40 HARI IBU POST PARTUM DI UPT PUSKESMAS WILAYAH KOTA CIREBON TAHUN 2019 Pepi Hapitria
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.467 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.618

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Edukasi laktasi adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan saat calon ibu ingin memberikan ASI secara maksimal untuk bayinya. Penggunaan metode yang tepat akan memberikan dampak yang efektif dalam mencapai tujuan. Selama ini edukasi laktasi terdapat pada  Program Kelas Ibu, namun ada alternatif lain yang dikeluarkan oelh WHO untuk mengedukasi laktasi yaitu dikenal dengan 7 kontak Air Susu Ibu (ASI).Tujuan : Mengetahui Pengaruh 7 Kontak ASI Terhadap Pengetahuan dan Keberhasilan ASI Ekslusif 40 Hari Post Partum di UPT Puskesmas Wilayah Kota Cirebon Tahun 2019.Metode : Desain penelitian quasi experiment dengan jumlah sampel 40 ibu hamil, masing-masing 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol, diambil secara  purposive sampling. Uji analisis yang digunakan adalah mac nemar,  chi square dan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan p0,05 dan 95%CI.Hasil : Hasil uji mc nemar menunjukkan terdapat perbedaan proporsi pengetahuan sebelum dan setelah intervensi dengan nilai p = 0,016  untuk kelompok 7 kontak ASI dan nilai p 0,003 untuk kelompok edukasi laktasi. Tidak terdapat hubungan antara 7 kontak ASI dengan status keberhasilan menyusui ekslusif dengan nilai p = 0,32. Namun bila dilihat dari nilai OR 2,46, artinya responden 7 kontak ASI berpeluang untuk memberikan ASI ekslusif sebanyak 2,46 kali  dibandingkan responden yang mendapat edukasi laktasi.  Faktor yang signifikan berpengaruh pada pengetahuan adalah pendidikan responden dengan nilai p=0,003Kesimpulan : Tidak terdapat pengaruh antara 7 kontak ASI dengan keberhasilan menyusui, namun 7 kontak ASI berpeluang meningkatkan pemberian ASI ekslusif. Disarankan, pemahaman 7 kontas ASI dapat disertakan dalam Program Kelas Ibu.Kata Kunci: Penegtahuan, 7 Kotak ASI, Kelas Edukasi LaktasiAbstractBackground: Lactation education is one of the important things that must be considered when expectant mothers want to give maximum milk to their babies. The use of appropriate methods will have an effective impact in achieving goals. During this time,   lactation education is at the “Program Kelas Ibu”, but there is another alternative to educating that is by introducing intensive lactation counseling known as 7 contact of breast milk.Objective: This study to analyze the effects of 7 contacts of breast milk with knowledge and success of exclusive breastfeeding 40 days post partum in UPT Puskesmas Cirebon City in 2019Method: The design of this study was quasi-experimental. The sample size were  of 40 pregnant women, 20 intervention groups and 20 control groups each, taken by purposive sampling. Technique and statistical tests use the mac namer, chi-square and  logistic regression test.Results: The results of the mc nemar test showed that there was a difference in the proportion of knowledge before and after the intervention with a value of p = 0.016 for the group of 7 contacts of breast milk and p value of 0.003 for the lactation education group. There was no relationship between 7 contacts of breast milk with the status of exclusive breastfeeding success with p = 0.32. However, if seen from the OR value of 2.46, it means that respondents 7 contacted breast milk have the opportunity to provide exclusive breastfeeding as much as 2.46 times compared to respondents who received lactation education. A significant factor influencing knowledge is respondent education with p = 0.003Conclusion: There was no influence between 7 contacts of breast milk with the success of breastfeeding, but 7 contacts of breast milk have the opportunity to increase exclusive breastfeeding. It is recommended, an understanding of 7 contacts of breast milk can be included in the “Program Kelas Ibu".Keywords: Knowledge, 7 Contacts of breast milk, Lactation Education
HUBUNGAN SIKAP DAN MASA KERJA BIDAN DENGAN PENGGUNAAN PARTOGRAF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Sismeri Dona; Yayu Puji Lestari; Eka Rezki Amelia
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.76 KB)

Abstract

Latar belakang: Salah satu pelayanan kebidanan yang diberikan bidan adalah pertolongan persalinan. Dalam pertolongan persalinan normal partograf sangat diperlukan untuk memantau kemajuan persalinan, sehingga bila ditemukan komplikasi dalam persalinan dapat segera diatasi. Namun kenyataan dilapangan penggunaan partograf oleh bidan masih kurang tepat, karena penggunaan partograf yang seharusnya digunakan selama proses persalinan tetapi digunakan setelah selesai persalinan.Tujuan: Menganalisis hubungan sikap dan masa kerja bidan dengan penggunaan partograf dalam proses persalinan di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin.Metode: Analitik deskriftif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah bidan praktik mandiri di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin dan sampel sebanyak 15 sampel dengan teknik sampel jenuh. Penggumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dengan uji korelasi Spearman Rank (Z tabel=1,96).Hasil: Ada hubungan sikap dengan penggunaan partograf berdasarkan hasil uji spearman rank diperoleh nilai Z hitung (2) Z tabel (1,96). Tidak ada hubungan bermakna antara masa kerja dengan penggunaan partograf berdasarkan hasil uji spearman rank nilai Z hitung (-2,93) Z tabel (1,96). Tidak ada hubungan antara sikap dan masa kerja bidan dengan penggunaan partograf di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin berdasarkan hasil uji spearman rank nilai Z hitung (1,55) Z tabel (1,96).Simpulan: Tidak ada hubungan antara sikap dan masa kerja bidan dengan penggunaan partograf di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin.Kata kunci: Sikap, Masa Kerja, Partograf, Bidan
Determinan Pemilihan Tempat Persalinan di Puskesmas Tapin Utara Lisda Handayani; Elvine Ivana Kabuhung; Yunita Afriani
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.753 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.406

Abstract

Latar Belakang : Salah satu indikator persalinan bersih dan aman adalah pertolongan ditolong tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes). Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan tahun 2016 menyatakan target persalinan sesuai standar adalah 100%, sedangkan data Puskesmas tapin Utara menyebutkan persalinan di faskes sebesar 56,8% dan non faskes Sebanyak 43,2%. Dari data yang didapat disimpulkan bahwa persalinan di wilayah puskesmas Tapin Utara belum mencapai target SPM bidang kesehatan. Tujuan : Menganalisis determinan pemilihan tempat persalinan oleh ibu bersalin diwilayah puskesmas Tapin Utara.Metode : Penelitian Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel  dengan tekhnik total sampling sebanyak 62 ibu bersalin selama januari 2017. Analisis bivariat digunakan Uji chi square dan analisis multivariat regresi lostik bergandaHasil : Gambaran pemilihan tempat persalinan oleh ibu bersalin diwilayah puskesmas tapin utara adalah ibu bersalin di faskes (43,5%) dan non faskes (56,5%). Determinan pemilihan tempat persalinan adalah budaya (p=0,000), Pemeriksaan Kehamilan (p=0,001), pengetahuan(p=0,000), dan Biaya persalinan (p=0,001), sedang yang bukan merupakan determinan pemilihan tempat persalinan adalah pendapatan (p=0,154), akses ibu ke faskes (p=0,207) dan dukungan keluarga (p=0,439). Determinan paling dominan adalah biaya persalinan (p=0,008, OR=11,712).Simpulan : Determinan pemilihan tempat persalinan di wilayah puskesmas tapin utara adalah budaya, pemeriksaan kehamilan, pengetahuan dan biaya sedangkan yang bukan determinan adalah pendapatan, akses ke faskes dan dukungan keluarga. Determinan paling dominan adalah biaya persalinan.Kata kunci : Tempat Persalinan, Budaya, Pemeriksaan Kehamilan, Pengetahuan, Pendapatan, Biaya Persalinan, Akses ibu ke Faskes dan dukungan keluarga.                                                  Abstract:Background : Maternal mortality rate still high because delivery is not at health facilities. Information of north tapin central public health said there had been 470 delivery and while non health facilities about 43,2 % .For which figures obtained concludea that delivery in district tapin not reached target public health years 2016 who was targeted delivery service at health facilities appropriate standard 100 % service. Objective : analysis determinant factors relating to the selection of the place of birth in the puskesmas Tapin utara.Methods : Quantitative research by approach cross sectional . Sampling used total sampling about 62 delivered in january 2017 .The stastik used is chi square and regression lostik simple.Result : there are 43,5 % mother who has deivery  at health care  facilities, while the non health care  facilities are 56.5 %. Correlation factors of  cultural deals namely p = 0,000 value , the anc p = 0,001 value , p value knowledge = 0,000 , delivery fees p = 0,001 value , p income = 0,154 value , mother access to health care facilities p = 0,315 value , and support the family p = 0,411 value .Value the ordi highest of the results of the test stastik safinat logistic regression simple namely the cost factor of 11,712 childbirth.Conclusion : The result of 7 factor in some 4 factors that there are dealing with the selection namely the delivery: cultural factors , a pregnancy , knowledge , and the delivery fee .The cost factor a factor most dominant dealing with the selection the delivery Keywords : The delivery , culture , pregnancy, knowledge , income , the delivery fee , access health care, support by family
GAMBARAN FACTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Esti Yuandari; Bagus Rahmat Santoso; Anggi Permatasari
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.703 KB)

Abstract

Latar Belakang: Gizi di masyarakat difokuskan pada status gizi balita karena banyak anak-anak belum memiliki gizi yang baik. Masalah kurang gizi pada balita dapat disebabkan oleh penyakit infeksi, pengetahuan, pola asuh anak yang kurang tepat, serta pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan.Tujuan: Mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Puskesmas Pekauman BanjarmasinMetode: Jenis penelitian analitik, dengan rancangan penelitian diskriptif. Pengambilan sampel berjumlah 94 responden yaitu ibu yang memiliki balita di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Data sekunder berupa status gizi balita diperoleh dari buku register sedangkan data primer diperoleh dari kuisioner. Pengolahan dan analisis data melalui 5 tahap yaitu editing, coding, tabulasi, entri data,analisis data.Hasil: Sebagian besar balita status gizinya baik, pernah sakit, pendapatan ≥ Rp.1.870.000, memilikitingkat pendidikan dasar, tingkat pengetahuan ibu cukup, serta pola asuh baik.Simpulan: balita dengan status gizi baik didapatkan dari ibu yang memiliki pola asuh dan pengetahuan yang baik mengenai gizi balita, sedangkan status gizi kurang disebabkan karena penyakit infeksi, serta pola asuh ibu yang kurang Kata kunci: Status gizi, kesehatan, pendapatan, pendidikan, pengetahuan, pola asuh.
The Correlation Between Maternal Anemia, Newborn Baby Weight and Long Intranatal Stage II at Dr. H. Moch. Ansari Saleh Hospital Banjarmasin. Rizqy Amelia; R Topan Aditya Rahman; Hafidzu Dyta Covaria
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.064 KB)

Abstract

Background: Long intranatal is one of the causes of maternal mortality. The long Intranatal is classified into 3 phases, long latent phase, long active phase, and Long Intranatal Stage II. Long intranatal stage II causes the maternal mortality of 8% in the world, and 9% in Indonesia.Objective: To identify and Analyze Correlation between maternal anemia, Newborn baby Weight and long intranatal stage II at Dr. H. Moch. Ansari Saleh Hospital Banjarmasin.Methods: The research used an analytical survey with case control approach. Sampling techniques in this research was total sampling. Data was collected by by using checklist and data processing by using chi square test.Results: Chi square test showed that there was a significant relationship between maternal anemia p = 0.000 with OR 18,627, so maternal anemia has more risk than no anemia to have experience long intranatal stage II. Also infant birth weight born p = 0,004  with OR 3,583, so the normal infant birth weight (2500-4000gr) has more risk than 4000 gr to long intranatal stage II.Conclusion: there was a significant correlation between maternal anemia, newborn baby weight and long intranatal stage II.Keywords: Newborn Baby Weight, Maternal,  Anemia, Long Intranatal Stage II o-ansi-language
Faktor Determinan yang Mempengaruhi Kejadian Post Partum Blues pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh Debby Yolanda
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.044 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.521

Abstract

Latar Belakang: Post partum dikategorikan sebagai sindroma gangguan mental yang ringan yang terjadi pada masa nifas. Namun sering tidak diperdulikan sehingga tidak terdiagnosis dan tidak ditindak lanjuti sebagaimana seharusnya. Padahal keadaan ini bisa menjadi serius dan bisa bertahan dua minggu sampai satu tahun serta akan berlanjut menjadi depresi dan psikosis post partum. Prevalensi kejadian post partum blues di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 50-70%. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian post partum blues diantaranya usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, pendapatan, dukungan suami dan keluarga dan status kehamilan.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan yang mempengaruhi kejadian post partum blues pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Ibuh pada bulan Mei-Juli 2019. Populasi dari penelitian ini adalah ibu nifas hari ke 2-7.Metode: Teknik pengambilan sampel dengan cara consecutive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner EPDS (Edinburgh Postnatal Depressions Scale) untuk mengukur kejadian post partum  blues pada ibu nifas. Teknik analisis data yang digunakan adalah chi square dan regresi logistic berganda.Hasil: Hasil analisis bivariat didapatkan tiga variabel independen yang berhubungan dengan variable dependen yaitu usia, pekerjaan dan status kehamilan. Hasil analisis multivariat didapatkan bahwa faktor determinan yang mempengaruhi kejadian post partum blues adalah status kehamilan dengan nilai OR 20,598.Simpulan: Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah kejadian post partum blues dengan pemberian pendidikan kesehatan mengenai perubahan psikologis dan persiapan menghadapi persalinan yang diberikan petugas kesehatan kepada ibu hamil.Kata Kunci:  ibu nifas, Post partum blues Background: Post partum is categorized as a mild mental disorder syndrome that occurs during the puerperium. However, it is often ignored so it is not diagnosed and not followed up as it should. Though this situation can be serious and can last two weeks to one year and will continue to be depression and post partum psychosis. The prevalence of post partum blues in Indonesia is quite high with a prevalence of 50-70%. Many factors affect the incidence of post partum blues including age, parity, work, education, income, husband and family support and pregnancy status. Objective: The purpose of this study was to determine the determinant factors that influence the incidence of post partum blues in postpartum mothers in the working area of Ibuh Payakumbuh City Health Center in 2019. This type of research is descriptive correlative. This research was conducted in the working area of Ibuh Public Health Center in May-July 2019. The population of this study was post-partum mothers day 2-7. The sampling technique is by consecutive sampling. Method: The research instrument used was a questionnaire EPDS (Edinburgh Postnatal Depressions Scale) to measure the incidence of post partum blues in postpartum mothers. Data analysis techniques used are chi square and multiple logistic regression. Results: The results of the bivariate analysis found three independent variables related to the dependent variable, namely age, occupation and pregnancy status. The results of multivariate analysis found that the determinant factor that influenced the incidence of post partum blues was pregnancy status with an OR value of 20.598. Conclusion: Efforts can be made to prevent the post partum blues incident by providing health education regarding psychological changes and preparation for childbirth provided by health workers to pregnant mothers. Keywords: Post partum blues, postpartum mothers  

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue