cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 38 Documents clear
Bentuk-bentuk Bahasa Emosional Guru di Kabupaten Wajo Illangsari Illangsari; Sri Nani Hari Yanti
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1338

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bentuk - bentuk bahasa emosi guru di Kabupaten Wajo. kajian difokuskan pada bentuk tuturan guru kepada siswanya. Bahasa emosi merupakan komponen kunci dalam membuat siswa memahami pelajaran atau tidak dan menaati peraturan yang berlaku pada sekolah atau bahkan melanggar peraturan sekolah. Seorang guru harus memahami betul kata- kata yang diucapkannya., meskipun sebenarnya emosi yang muncul kepada seorang guru diawali dengan sebab. Konsep emosi dalam bahasa adalah menyelidiki komunitas bahasa mengkonseptualisasikan sebab dan akibat dari emosi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, selanjutnya pendekatan penelitian ini psikolinguistik.. Metode pengumpulan data yakni simak. Teknik yang digunakan adalah observasi partisipan dan pencatatan kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada delapan bentuk bahasa emosi yang digunakan oleh guru. delapan bentuk bahasa emosi itu adalah: kata, frasa/ kosa kata, kalimat, preposisi, kongjungsi, campur kode, interferensi dan repetisi.
Menyelami Makna dan Pesan Emosional dalam Lirik Keroncong “Di Bawah Sinar Bulan Purnama” Septiana Indraswari; Rosita Sofyaningrum
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan pesan emosional dalam lirik lagu keroncong "Di Bawah Sinar Bulan Purnama" melalui pendekatan semiotika dan teori resepsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis isi dan wawancara. Data diperoleh dari kajian lirik lagu serta wawancara dengan pendengar dan musisi keroncong. Analisis semiotika Roland Barthes digunakan untuk mengidentifikasi makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam lirik, sementara teori resepsi digunakan untuk memahami bagaimana pendengar menafsirkan simbolisme dalam lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol bulan purnama dalam lirik melambangkan kedamaian, kerinduan, dan harmoni, yang memperkuat tema cinta dan nostalgia. Selain itu, melodi dan harmoni dalam musik keroncong berkontribusi dalam membentuk pengalaman emosional pendengar. Pendengar dengan latar belakang berbeda menginterpretasikan lagu ini secara subjektif, dipengaruhi oleh pengalaman pribadi dan konteks budaya mereka. Temuan ini mempertegas bahwa musik keroncong bukan hanya bentuk hiburan, tetapi juga medium yang kaya akan makna dan refleksi budaya.
Karakteristik Budaya Etnik Kulawi Dalam Puisi Rakyat Rego Andi Bismawati; Tamrin Tamrin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1348

Abstract

Rego merupakan tradisi kesenian etnik Kulawi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Tardisi lisan ini mengombinasikan antara syair, lagu, gerak, dan alat musik yang dibawakan saat melakukan aktivitas seperti bergotong royong, menanam padi, memanen padi, dan pada aktivitas pernikahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik budaya etnik Kulawi dalam tradisi kesenian Rego. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik melihat catatan, kepustakaan. Data dalam penelitian’ ini secara kualitatif’ mendeskripsikan’ karakteristik’ budaya Etnik Kulawi yang dituangkan dalam tradisi lisan Rego. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi rakyat yang berbentuk Rego terdiri atas beberapa macam bentuk Rego dan mempunyai karakteristik nilai budaya dan makna yang terkandung dalam tradisi lisan Rego yaitu (1) nilai ketuhanan sebagi penguasa alam semesta, (2) nilai musyawarah dan gotong royong, yang meliputi kebanggan bagi etnik Kulawi atas eksistensinya sebagi masyarakat yang beradat dan menggambarkan bahwa masyarakat Kulawi mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat, (3) niali kepribadian yang menggambarkan bahwa etnik Kulawi merupakan etnik yang bermartabat dan menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan, (4) nilai budaya alam yang bermakna bahwa alam adalah sumber nafkah dan alam juga berperilaku sebagai manusia.
Tuturan Ilokusi Jenis Ekspresif Pada Film “Pasutri Gaje” Karya Fajar Bustomi Muhammad Alfian Tuflih; Ridwan Ridwan; Yuliana Yuliana
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1357

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk tindak tutur berdasarkan tuturan ilokusi jenis ekspresif dalam film Pasutri Gaje. Film Pasutri Gaje merupakan sebuah karya Fajar Bustomi yang bergenre komedi romantis Indonesia pada tahun 2024. Film ini bercerita tentang sepasang suami istri yang merupakan pegawai negeri sipil yang menjalani pasang surut kehidupan sebagai pasangan suami istri dalam mendapatkan momongan dan menghadapi berbagai tantangan dalam membangun rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang cenderung menggunakan dan menitikberatkan pada pengamatan secara mendalam, hal ini dikarenakan data dalam penulisan ini berupa deskripsi tuturan antara penutur dan lawan tutur yang terdapat dalam film Pasutri Gaje. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak tutur ilokusi ekspresif dalam film Pasutri Gaje berupa beberapa aspek, yaitu berterima kasih, meminta maaf, memuji, mengucapkan selamat, menyalahkan, mengejek.
Investigating Code Switching Used by English Teachers at SMPN 3 Pitumpanua Tsamratul’aeni Tsamratul’aeni
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1369

Abstract

In conducting this research, the researcher used total sampling technique by applying it with mixed method. The findings of this research based on problem statement indicated: 1) Factors triggering the use of Code switching by English teachers are rethoric reason, differences of status and formalities; lack of vocabulary. And another factors gather from the condition of the classroom, such as the students’ ability are not same; Code switching emerges spontaneously; help the students to participate more. 2) The English teachers used Code switching in the classroom almost all of the phase of learning process from beginning until the end. 3) Frequency and percentage of using code switching in the classroom by each English teacher was different. The highest frequency by teacher 1 (Frequency 80 times and percentage 32%); then teacher 2 (Frequency 24 times and percentage 19%); and the lowest frequency done by teacher 3 (Frequency 21 times & percentage 18%).
Implementasi Metode Pembelajaran Bervariasi untuk Pembelajaran Differensiasi pada Guru SDN 223 Balantang Abdullah Syukur; Abdul Zahir; Supriadi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode pembelajaran bervariasi dalam mendukung pembelajaran diferensiasi di SDN 223 Balantang. Pendekatan pembelajaran differensiasi memungkinkan guru untuk memenuhi kebutuhan individual siswa yang beragam, berdasarkan minat, gaya belajar, dan tingkat kemampuan mereka. Dengan pendekatan ini, diharapkan guru dapat lebih efektif memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, tanggal 10 Oktober 2024, di SDN 223 Balantang, Kabupaten Luwu Timur. Peserta kegiatan terdiri atas guru SD dari perwakilan 6 sekolah yang ada di Kabupaten Luwu Timur. Jumlah peserta sebanyak 30 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran bervariasi meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan suasana belajar yang inklusif, serta mendorong motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Students' Perceptions on the Role of Google Translate in Learning English Suardi Suardi; Tenri Ampareng; Alviani Alviani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1374

Abstract

This research aims to determine the perceptions of electronics engineering students regarding the role of Google Translate in learning English. The method used in this research is a qualitative method using a questionnaire instrument to obtain student perceptions. The research results show that 64.7% of students use Google Translate quite often, 76.5% said Google Translate helps them in learning English. However, 82.4% said they had quite difficulty understanding the results from Google Translate. However, Google Translate role in increasing understanding of new vocabulary is quite helpful because 72.2% said it was quite helpful. However, around 39.9% said Google Translate could negatively influence grammar learning. So, it can be concluded that Google Translate has a role in learning English, but it is necessary to analyze the results of Google Translate because it still has several weaknesses, especially in grammar.
Ekokritik Greg Garrard Pada Puisi D. Zawawi Imron Analisis Tema Dan Simbolisme Alam Muchlas Abror; Sevia Avik Nur Sabila
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1377

Abstract

Kajian ekokritik dalam sastra menjadi pendekatan yang semakin relevan dalam memahami hubungan manusia dengan lingkungan. Penelitian ini menganalisis tema dan simbolisme alam dalam puisi D. Zawawi Imron melalui perspektif ekokritik Greg Garrard. Tiga puisi yang dikaji, yaitu "Semerbak Mayang", "Teluk", dan "Hujan, Terjunlah", menampilkan pemanfaatan unsur-unsur alam sebagai medium untuk mengungkapkan emosi, kritik sosial, serta spiritualitas penyair. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menyoroti bagaimana Zawawi Imron menggambarkan alam tidak hanya sebagai latar, tetapi juga sebagai entitas yang hidup, memiliki makna filosofis, dan berinteraksi dengan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbolisme alam dalam ketiga puisi tersebut mengandung pesan mendalam tentang keberlanjutan lingkungan, keterikatan spiritual, serta kritik terhadap eksploitasi alam. Greg Garrard membagi ekokritik ke dalam enam konsep utama, yaitu bumi, hutan belantara, bencana, binatang, pencemaran, dan perumahan/tempat tinggal, yang seluruhnya tercermin dalam puisi-puisi ini. Melalui penggunaan simbol-simbol alam seperti laut, gunung, hujan, dan tanah, Zawawi Imron berhasil membangun narasi puitis yang memperkuat kesadaran ekologis pembaca. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa sastra dapat menjadi medium yang efektif dalam menyuarakan isu-isu lingkungan. Studi ini juga memperkuat pentingnya pendekatan ekokritik dalam menganalisis karya sastra sebagai bagian dari upaya pelestarian ekologi melalui pemahaman simbolisme dan makna dalam puisi.
Bullying Speech dan Hubungan Kultural di Kalangan Remaja Saat ini Rezki Amalia Wahyuni Mustakim; Rosmawati Rosmawati; Lusiana Kanji
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1380

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, agar dapat mencegah sikap intoleran terhadap sesama, maupun orang-orang di sekitarnya. Sikap respectfull harus mulai ditanamkan pada tiap perilaku anak, baik itu pada usia anak maupun remaja. Saling menghormati dan menghargai antar sesama penting dilakukan agar dapat membuat suatu sikap yang baik, dan menghargai antar sesama. Hal ini agar dapat mencegah terjadinya hal-hal bulyiing yang sering terjadi dikalangan remaja pada saat ini.
Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Darul Husna Karawang: Perspektif Pragmatik Muchlas Abror; Nabila Sukmawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1382

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan aspek fundamental dalam interaksi sosial, terutama di lingkungan pesantren yang menekankan nilai-nilai keislaman dan pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial di Pondok Pesantren Darul Husna Karawang serta mengidentifikasi tantangan dalam mempertahankannya di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa diterapkan melalui penggunaan bahasa hormat, sapaan formal, strategi mitigasi dalam komunikasi, serta penggunaan bahasa yang sopan dalam situasi formal. Kesantunan ini tidak hanya mencerminkan tata krama, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di pesantren. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam mempertahankan kesantunan berbahasa, terutama akibat pengaruh media digital. Ketidakseimbangan kekuasaan antara santri dan pengasuh, perbedaan norma komunikasi di pesantren dan di media sosial, serta pengaruh bahasa gaul menjadi faktor yang mempengaruhi praktik kesantunan. Selain itu, kurangnya pengawasan dalam komunikasi digital memungkinkan santri lebih bebas dalam memilih gaya bahasa yang mungkin kurang sesuai dengan norma pesantren. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptif untuk menjaga kesantunan berbahasa santri, termasuk bimbingan intensif, penguatan nilai-nilai kesopanan dalam kurikulum, serta edukasi literasi digital. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan wawasan bagi pesantren lain dalam menghadapi tantangan komunikasi di era modern tanpa mengabaikan nilai-nilai kesantunan berbahasa.

Page 3 of 4 | Total Record : 38