cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 116 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 116 Documents clear
Types of Implicature in Piers Morgan vs Bassem Youssef on Palestine Treatment Baiq Nurul Asikin; Abdul Muhid; Wiya Suktiningsih; Titik Ceriyani Miswaty; Agus Syahid
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1480

Abstract

This study examines the use of implicature in an interview between Piers Morgan and Bassem Youssef discussing the Israel-Hamas conflict. It is based on the theory of implicature by H.P. Grice, which explains how speakers convey meanings beyond what is explicitly stated. The analysis focuses on conventional and non-conventional implicatures in their dialogue, demonstrating how Grice’s theory can be applied to understanding indirect communication in political discourse. By analyzing the use of irony, sarcasm, and other conversational strategies, this study offers insight into how these language techniques influence audience interpretation of sensitive issues. The method used in this research is qualitative. The data is taken from a YouTube interview titled “Israel-Hamas War: Piers Morgan vs Bassem Youssef Regarding the Treatment of Palestine.” The findings emphasize the importance of pragmatics in understanding how public figures communicate complex topics and shape public opinion.
Analisis Bahasa Figuratif dalam Dialog Romantis Film Dilan 1990: Kajian Stilistika Suhfi Albab; Dery Purnama Saefudin; Thea Umbarasari; Restoeningroem Restoeningroem
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1484

Abstract

Bahasa figuratif memainkan peran penting dalam membentuk komunikasi, terutama dalam interaksi romantis, di mana ia menambah kedalaman dan ekspresivitas dalam percakapan.. Penelitian ini menganalisis penggunaan bahasa figuratif dalam ujaran gombal Dilan dalam film Dilan 1990 untuk mengungkapkan perasaan dan membangun ketegangan romantis antara Dilan dan Milea. Fokus utama penelitian ini adalah jenis-jenis bahasa figuratif yang digunakan, seperti metafora, hiperbola, ironi, dan litotes, serta fungsi pragmatik yang terkandung di dalamnya. Melalui analisis pragmatik, penelitian ini menjelaskan bagaimana bahasa figuratif memperkaya komunikasi dalam film, menggambarkan karakter Dilan yang kompleks, dan menciptakan dinamika emosional yang mendalam dalam hubungan kedua tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa figuratif dalam gombalan Dilan tidak hanya berfungsi untuk mengungkapkan cinta secara kreatif, tetapi juga memperkuat hubungan emosional dan sosial antara karakter-karakter tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman penggunaan bahasa figuratif dalam komunikasi remaja, khususnya dalam konteks hubungan romantis. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji penggunaan bahasa figuratif dalam film Indonesia lainnya serta membandingkan penggunaannya antar genre film yang berbeda.
Analisis Kesalahan Tanda Baca Pada Teks Buku Cerita Siswa Kelas II Sekolah Dasar Akbar Sakuro; Yustia Suntari; Chrisnaji Banindra Yudha
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap serta menganalisis berbagai bentuk kesalahan dalam penggunaan tanda baca pada buku cerita berbahasa Indonesia yang digunakan oleh siswa kelas II Sekolah Dasar. Buku cerita memiliki peran krusial dalam menunjang proses pembelajaran literasi dasar, terutama dalam membentuk keterampilan siswa dalam memahami struktur kalimat dan menerapkan kaidah penulisan yang tepat, termasuk penggunaan tanda baca. Sayangnya, masih banyak ditemukan buku cerita anak yang beredar di lingkungan pendidikan dasar mengandung ketidaksesuaian terhadap Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Ketidaktepatan ini tidak hanya berdampak pada kualitas teks, tetapi juga berpotensi menimbulkan kesalahan pemahaman serta mempengaruhi kebiasaan menulis siswa secara jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan analisis isi terhadap buku-buku cerita yang digunakan secara resmi dalam pembelajaran di kelas II SD. Tiga buku dipilih sebagai objek kajian, yakni Dongeng untuk Santi, Cerpen Bergambar: Liburan Ara di Desa, dan Buku Cerita Bergambar: Karakter Mandiri dan Tanggung Jawab. Proses analisis dilakukan dengan menelaah kesalahan pada penggunaan tanda titik, koma, tanda kutip, tanda seru, dan tanda tanya yang terdapat dalam teks cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan penggunaan tanda baca tersebut masih cukup dominan dan berulang di dalam ketiga buku yang diteliti. Temuan ini menjadi indikator bahwa perhatian terhadap aspek kebahasaan, khususnya penggunaan tanda baca, masih perlu ditingkatkan oleh para penulis, editor, dan penerbit buku anak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya perbaikan mutu bahan ajar anak usia dini, serta menjadi bahan refleksi bagi guru dalam memilih dan menggunakan sumber bacaan yang tepat dalam kegiatan pembelajaran bahasa.
Kekerasan di Bawah Rezim Taliban dalam Novel The Breadwinner Karya Deborah Ellis Kartika Amalia
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1498

Abstract

Penelitian ini membahas bentuk-bentuk kekerasan yang digambarkan dalam novel The Breadwinner karya Deborah Ellis dengan menggunakan teori kekerasan Johan Galtung, yang meliputi kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana ketiga bentuk kekerasan tersebut muncul dalam konteks kekerasan yang terjadi di bawah kekuasaan Taliban. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan objektif, dimana data dikumpulkan melalui teknik baca catat dan dianalisis menggunakan model analisis data Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel The Breadwinner terdapat 12 data yang menunjukan kekerasan langsung yang digambarkan melalui tindakan secara langsung yang dilakukan oleh Taliban seperti pemukulan, penyiksaan, dan pembunuhan; 21 data yang menunjukan kekerasan struktural yang terlihat melalui sistem yang menindas yang dibuat oleh Taliban; dan 4 data yang menunjukan kekerasan kultural yang berupa patriarki dan agama yang disalahpahami yang mendukung terjadinya kekerasan langsung dan kekerasan struktural.
A Reprensentasi Kekuasaan Yang Tercermin pada Cerpen “Protes” karya Putu Wijaya dan Cerpen “Ruang Isolasi untuk Si Gila” karya Han Gagas Shefira Medina Hidayat; David Setiadi; Fauziah Suparman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur teks, bentuk hegemoni kekuasaan, dan oposisi biner dalam cerpen Protes karya Putu Wijaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks tertulis dari cerpen tersebut. Fokus analisis mencakup tiga aspek utama, yaitu struktur cerpen, manifestasi hegemoni kekuasaan, dan bentuk oposisi biner yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan poskolonial untuk memahami relasi kekuasaan yang tersirat dalam teks, terutama dalam konteks dominansi suatu kelompok terhadap kelompok lain yang lebih lemah. Dalam cerpen Protes, tergambarkan secara jelas adanya ketimpangan kekuasaan antara kaum yang berkuasa dan kaum yang tertindas, yang menjadi refleksi dari dinamika sosial pascakolonial.
Representasi Unsur Kebudayaan Tionghoa dalam Film Animasi Turning Red (2022) Wafa Nabila Syariva
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1503

Abstract

The representation of nation’s cultural elements can be portrayed through film. The film that portrays cultural elements is Turning Red, directed by Domee Shi and produced by Walt Disney and Pixar Animation. Based on that, this study aims to describe the elements of Chinese culture as reflected in the film Turning Red (2022). The theory used in this research is using Koentjaraningrat’s theory which divides into seven parts; 1) religious or belief system, 2) social system, 3) knowledge system, 4) language, 5) arts, 6) livelihood system, 7) life equipment and supplies. The types and methods of this research is using qualitative descriptive methods as the basis for the research. This research Charles Sanders Peirce’s theory of semiotics known as triadic triangles which divides signs based on symbols, objects, and interpretants. The data for this research collected from the film Turning Red and compiled in the form of cutout from scenes in the film.
Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Iklan Komersil di Media Sosial: Kajian Linguistik Struktural Eka Yulianti Bur; Soedarsono M; Akhiruddin Akhiruddin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa pada iklan komersial di media sosial dengan menggunakan pendekatan linguistik struktural yang meliputi unsur fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mengelompokkan iklan komersial menjadi tiga kategori, yaitu iklan yang memasarkan produk minuman, iklan yang memasarkan produk kecantikan, dan iklan yang memasarkan produk makanan. Data dalam penelitian ini meliputi kata, frasa, klausa, atau kalimat yang mengandung kesalahan berbahasa berdasarkan pendekatan linguistik struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa ditemukan pada unsur morfologi, yaitu penggunaan kata tidak baku (kata yang tidak sesuai dengan KBBI V), unsur sintaksis yang tidak memenuhi kaidah penulisan kalimat yang baik dan benar, dan unsur semantik, yaitu penggunaan kata ambigu dalam iklan tersebut. Iklan sebagai bahasa yang muncul di ruang publik seharusnya mengikuti kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar berdasarkan ketentuan Undang-Undang Dasar 1945.
Lexicon of Cultural Values in The Salama Loko Tradition: An Anthropolinguistic Study Sri Wahyu Lestari; Abdul Muhid; Agus Syahid; Hilda Hastuti; Syamsurrijal Syamsurrijal
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1509

Abstract

Salama Loko is traditional ceremony of the Bima and Dompu people (Mbojo tribe) when the pregnancy reaches seven months. This ceremony has its own process that contains symbolic meaning. This study aim to find out and analysis the lexicons and cultural values during Salama Loko processing ceremony in Risa Village, Woha Sub-district, Bima Regency. The method used in this study is qualitative descriptive analysis. The data collection used in this study through observation, interviews, and documentation. The result show that the lexicons used in Salama Loko ceremony are mantra, tembe kanefe, bunch of bananas, white rise, coconut & coconut oil, dolu (egg) and bongi monca (yellow rice), candle, wura piti (throwing coins), mangonco (salad). The moral values of Salama Loko tradition are to express the happiness and joy to Almighty God and depict self-purification to pray to Almighty God.
Indikasi Kejahatan Berbahasa pada Kolom Komentar Unggahan Akun Instagram Official Lambe Turah Entrnt (Pendekatan Linguistik Forensik) Wilda Aulia; Amal Akbar; Ilmiawan Ilmiawan
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejahatan berbahasa yang ditemukan dalam komentar di akun Instagram resmi Lambe Turah Entrnt dengan menggunakan pendekatan linguistik forensik. Metode yang dipakai berupa analisis deskriptif kualitatif, meliputi tahapan pengumpulan data dari komentar pengguna, pencatatan data, dan analisis deskriptif untuk mengidentifikasi pola-pola kejahatan berbahasa. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa terdapat tujuh jenis kejahatan berbahasa yang berhasil dikenali dalam komentar selama periode 21 Desember 2024 hingga 18 Februari 2025, yaitu: 1) pencemaran nama baik (dengan lima variasi bentuk), 2) ujaran kebencian (dengan lima variasi bentuk), 3) penghasutan (dengan lima variasi bentuk), 4) pembohongan (dengan dua variasi bentuk), 5) ancaman (dengan satu variasi bentuk), 6) kekerasan (dengan lima variasi bentuk), dan 7) pelecehan online (dengan empat variasi bentuk). Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan hukum serta kebijakan moderasi yang lebih ketat di platform media sosial guna melindungi individu dari pengaruh merugikan dari kejahatan berbahasa. Disarankan agar media sosial lebih proaktif dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan sehat, sehingga dapat meminimalisir risiko terkait pencemaran nama baik, ujaran kebencian, dan bentuk kejahatan berbahasa lainnya. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kejahatan berbahasa di media sosial, terutama di akun Lambe Turah Entrnt, memiliki dampak yang cukup besar baik bagi individu maupun masyarakat secara umum. Keberagaman bentuk kejahatan berbahasa ini menunjukkan perlunya perhatian yang lebih besar terhadap isu ini. Dengan meningkatkan kesadaran mengenai dampak negatif dari kejahatan berbahasa dan menerapkan kebijakan ketat, langkah-langkah tersebut dapat membantu melindungi pengguna media sosial sekaligus memperkuat interaksi yang lebih positif di platform digital.
Jejak Tradisi dalam Memori Kolektif Masyarakat Turatea dalam Buku Kumpulan Cerpen Gadis Pakarena Karya Khrisna Pabichara Nur Hasbi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jejak tradisi dalam memori kolektif masyarakat Turatea dalam buku kumpulan cerpen Gadis Pakarena karya Khrisna Pabichara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji, mengkarakterisasi, dan menemukan informasi tentang memori tradisi masyarakat Turatea. Proses pengumpulan data dilakukan dengan membaca dan kemudian menggunakan strategi pencatatan. Adapun Langkah-langkah dalam penelitian, yaitu reduksi data, penyajian data, dan perumusan kesimpulan, Sumber data pada penelitian ini, yaitu buku kumpulan cerpen yang berjudul Gadis Pakarena karya Krisna Pabichara yang erjumlah 180 halaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa jejak tradisi dalam memori kolektif masyarakat Turatea digambarkan melalui (1) tari tradisional yaitu Tari Pakarena, (2) senjata tradisional, yaitu Badik dan Kulau Bassi, (3) atraksi tradisional, yaitu Maggiri dan Abbatte, (4) gelar tradisional, yaitu Karaeng dan I Kabbala’, (5) tradisi pernikahan, yaitu Uang Panai.

Page 6 of 12 | Total Record : 116