cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 116 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 116 Documents clear
Language Style Analysis in the Short Film ‘The Mourning Bird’ Fista Elma Ratu Indayani; Abdul Muhid; Agus Syahid; Titik Ceriyani Miswaty; Ni Ketut Putri Nila Sudewi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1517

Abstract

This study explores the use of language style in the short film The Mourning Bird by applying Martin Joos’ theory of five language registers: frozen, formal, consultative, casual, and intimate. Using a qualitative descriptive approach, the analysis focuses on identifying and classifying the types of language styles present in the film, and determining which style is most dominant. The dialogues are examined based on their level of formality and the context in which they occur, with attention to how each style contributes to character development and emotional expression. The findings reveal that casual and intimate styles are most frequently used, reflecting the film’s focus on family relationships, grief, and interpersonal tension. This study confirms that language style plays a critical role in short-form storytelling and supports the application of stylistic theory in film and media studies. The insights from this research may benefit linguists, educators, and filmmakers interested in narrative strategy and character portrayal through language..
Analisis Penggunaan Bahasa Persuasif dalam Poster Iklan Scarlett Whitening untuk Menarik Minat Konsumen Ade Yustina; Sahban Nur; Karina Karina; Made Puspitawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa persuasif dalam iklan Scarlett Whitening sebagai alat komunikasi pemasaran yang efektif dalam memengaruhi minat beli konsumen. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari berbagai konten iklan digital Scarlett di media sosial seperti Instagram, Pinterest, dan Google. Data dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi dengan menelusuri, mengidentifikasi, serta menganalisis poster iklan yang mengandung unsur bahasa persuasif. Setiap teks dalam iklan dianalisis berdasarkan strategi persuasif yang digunakan, seperti pemilihan diksi, gaya bahasa, serta ajakan yang menonjolkan manfaat produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa persuasif, ajakan, dan frasa yang menonjolkan manfaat produk secara langsung mampu membentuk persepsi positif dan membangkitkan dorongan emosional konsumen. Selain itu, dukungan visual turut memperkuat efek persuasi dalam iklan. Penggunaan bahasa persuasif ini terbukti efektif dalam meningkatkan daya tarik iklan, menciptakan hubungan emosional dengan konsumen, serta mendorong keputusan pembelian
Eksklusi dalam Pemberitaan Kang Dedi Mulyadi dan Aura Cinta: Analisis Wacana Kritis Theo Van Leeuwen Ayu Lestari Syamsur; Suriadi Suriadi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktor yang dimarjinalkan melalui strategi eksklusi dalam pemberitaan. Kajian dilakukan dengan pisau bedah analisis wacana kritis Theo Van Leeuwen, yang menyoroti strategi eksklusi: pasivasi, nominalisasi, dan penggantian anak kalimat. Data penelitian diambil dari tiga artikel berita, yaitu semarang.inews.id, mamikos.com, dan depok.tribunnews.com yang membahas Kang Dedi Mulyadi dan Aura Cinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pasivasi, nominalisasi, dan penggantian anak kalimat secara sistematis mengaburkan peran aktor sosial dan mengalihkan fokus pembaca pada objek atau isu yang diberitakan. Narasi yang terbentuk cenderung menempatkan Aura Cinta sebagai figur kontroversial. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi eksklusi dalam teks berita dapat mengaburkan transparansi serta akuntabilitas dalam penyajian informasi.
Rekonstruksi Sosial dan Resepsi Masyarakat terhadap Film Bumi Manusia (2019) Karya Pramoedya Ananta Toer Ilma Rahim; Bungatang Bungatang; Ainun Ramadhani; Ita Rosvita
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1524

Abstract

Film Bumi Manusia (2019), yang diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer, mencerminkan dinamika sejarah dan sosial kolonial Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai-nilai sosial dalam film menggunakan pendekatan sosiologi sastra, serta untuk menelaah resepsi publik terhadap film tersebut sebagai adaptasi dari warisan sastra Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan analisis konten terhadap film dan naskahnya, serta analisis resepsi dari ulasan kritikus dan komentar di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini menggambarkan ketimpangan rasial, perjuangan kelas sosial, dan masalah gender, terutama melalui karakter Minke dan Nyai Ontosoroh. Selain itu, resepsi publik menunjukkan apresiasi terhadap narasi sejarah dan visualisasi tokoh, namun juga terdapat kritik terhadap alur dan kedalaman adaptasi. Penelitian ini mengungkapkan beragam cara film ini beresonansi dengan berbagai segmen audiens dan menunjukkan tantangan dalam mengadaptasi karya sastra yang kompleks ke dalam film.
Penerjemahan Aizuchi pada Anime Baruto: Naruto Next Generations ke dalam Bahasa Indonesia Genoveva Ligiora; Intan Puspitasari; Agus Wahyudin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi penerjemahan dan kesepadanan terjemahan aizuchi pada anime Boruto: Naruto Next Generations ke dalam bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teori utama yang digunakan adalah teori aizuchi Mayumi Kubota (2001), strategi penerjemahan Mona Baker (1992), dan kesepadanan dinamis Nida dan Taber (1969). Dalam penelitian ini ditemukan 12 ungkapan aizuchi berdasarkan fungsinya dan 1 aizuchi berdasarkan bentuknya. Penerjemah menggunakan strategi penerjemahan pengganti kebudayaan/substitusi sebanyak 2 data, strategi penerjemahan dengan kata netral/kurang ekspresif sebanyak 1 data, strategi penerjemahan dengan kata lebih umum 1 data, strategi dengan parafrasa berkaitan sebanyak 8 data, dan strategi penerjemahan dengan parafrasa yang tidak berkaitan 1 data. Analisis kesepadanan dinamis menunjukkan 12 ungkapan aizuchi memenuhi kesepadanan, sedangkan satu data tidak mencapai kesepadanan dinamis. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan penerjemahan aizuchi dalam anime Boruto: Naruto Next Generations umumnya berterima dalam bahasa Indonesia yang digunakan sebagai komunikasi sehari-hari meskipun ada yang kurang tepat dalam menyampaikan makna.
Analisis Kepuasan Siswa SMKN 8 Semarang Terhadap Pendekatan Culturally Responsive Teaching pada Pembelajaran PJOK Rukanah Rukanah; Tubagus Herlambang
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan siswa SMKN 8 Semarang terhadap pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada tahun ajaran 2024/2025. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan kuesioner yang terdiri dari 30 butir pertanyaan yang dibagi menjadi tiga kategori: pemahaman tentang Kurikulum Merdeka, penerapan metode CRT, dan dampak serta persepsi terhadap kedua pendekatan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa bervariasi, dengan sebagian besar siswa berada pada kategori netral dan tidak setuju terhadap penerapan metode CRT. Meskipun ada siswa yang merasa puas, masih banyak yang belum merasakan manfaat yang signifikan dari pendekatan ini. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan sosialisasi dan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka dan CRT agar dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas CRT dalam meningkatkan mutu pembelajaran PJOK di SMKN 8 Semarang.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Mobile Learning Terhadap Peningkatan Kosakata Bahasa Indonesia di SD Kristen Makale 1 Frendy Tandi Gau; Anastasia Baan; Rita Tanduk
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1538

Abstract

Dewasa ini, dunia pendidikan yang kian berkembang tidak lagi menempatkan guru sebagai komunikator aktif. Pendidikan kini telah mengalami perubahan yang signifikan, di mana guru dan siswa telah menempati posisi yang sama aktifnya termasuk dalam penggunaan teknologi dan media pembelajaran. Tentu adanya perubahan signifikan ini tidak terlepas dari kemajuan teknologi digital yang ada, salah satunya adalah penggunaan aplikasi mobile learning. Pembelajaran berbasis perangkat mobile atau yang kita sebut mobile learning menjadi salah satu alternatif sebagai metode pembelajaran modern yang diasumsikan mampu menjangkau siswa dengan lebih interaktif dan fleksibel. Dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia, aplikasi mobile learning memiliki potensi besar dalam peningkatan kosakata siswa melalui banyaknya fitur menarik dan interaktif di dalamnya. Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan Indonesia dan menjadi mata pelajaran wajib di setiap tingkatan pendidikan, namun cukup disayangkankan bahwa sejauh ini masih banyak siswa yang belum mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik. Sehingga penelitian ini akan membahas pengaruh penggunaan aplikasi mobile learning terhadap peningkatan kosakata bahasa Indonesia serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam penerapannya.
Frasa Adjektiva dalam Bahasa Bolakme: Kajian Semantik Yohanes Lose Dasilva; Febronius Densius Naja; Amelia Kaisiepo; Sutarman Borean
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1539

Abstract

This research aims to analyze adjectival phrases in the Bolakme language from a semantic perspective. The main focus of this research is on the form, structure, and meaning of adjectival phrases, as well as their comparison with equivalents in Indonesian to reveal the distinctive nuances of meaning in the Bolakme language. This research uses a descriptive qualitative approach, with data sources consisting of 30 adjectival phrases obtained through interviews, direct observation, and documentation. The sample was taken using purposive sampling with a total of 10 native Bolakme speakers as informants. The analysis technique uses meaning and context analysis methods. The research results show that adjectival phrases in the Bolakme language have a wealth of forms and meanings. Some phrases are formed by the repetition of morphemes to emphasize meaning, such as arek-arek which means "suddenly”. Phrases like maluk ekerak (failed) depict a combination of the meanings "dishonorable" and "fall," indicating a total failure. The phrase in egen amberi, which means "original," reflects a strong cultural identity. The phrases porok jegerak (absorbed) and wagangge (accepted) have deep semantic meanings related to the processes of social and psychological acceptance. In some cases, a word like maluk has a dual meaning, namely "despicable," "ugly," or "damaged," depending on the context. Thus, it can be concluded that adjectival phrases in the Bolakme language not only contain descriptive information but also reflect the worldview, cultural values, and collective experiences of its speakers. This research is expected to contribute to the preservation of regional languages in Papua and enrich semantic studies in local linguistics.
Pengaruh Youtube Ryu Sensei's Japanese Class Terhadap Minat Belajar Bahasa Jepang Pada Kalangan Mahasiswa Lutfi Riani; Afnan Zahra; Denty Nirwana Bintang; Jovanca Blesshery Sinaga; Humannisa Rubina Lestari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1540

Abstract

YouTube kini tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran bahasa asing seperti bahasa Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh channel YouTube "Ryu Sensei's Japanese Class" terhadap minat belajar bahasa Jepang di kalangan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan 44 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert yang disebarkan secara daring untuk mengukur aspek minat belajar, seperti perhatian, ketekunan, rasa ingin tahu, dan kesenangan dalam belajar. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami peningkatan minat belajar, kemandirian belajar, serta konsistensi dalam mempelajari bahasa Jepang setelah menonton video pada channel tersebut. Gaya mengajar yang komunikatif dan materi yang relevan dinilai menjadi faktor utama yang memengaruhi peningkatan tersebut. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa konten pembelajaran berbasis video yang disampaikan secara menarik dan mudah diakses mampu mendorong motivasi belajar mahasiswa secara positif. Oleh karena itu, pemanfaatan media digital seperti YouTube perlu dipertimbangkan sebagai alternatif strategi pembelajaran bahasa asing di era digital. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji pengaruh jangka panjang media digital terhadap penguasaan keterampilan bahasa asing secara lebih mendalam.
Tindak Tutur Perlokusi dalam Film Inception Yasmine Salsa Sabrina Mudzdalifah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur perlokusi yang terdapat pada film Inception. metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini, juga mengaplikasikan teknik simak dan catat. Penelitian ini menguraikan (1) jenis tindak tutur perlokusi (2) efek yang direncanakan (3) efek yang tidak direncanakan. Hasil dari penelitian ini terdapat 10 jenis tindak tutur perlokusi dan 2 efek yang direncanakan dan tidak direncanakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan temuan data sebanyak 8 jenis tindak tutur perlokusi dengan data temuan sebanyak 23 data; membuat petutur tahu sesuatu 7 data, membujuk 5 data, menipu 1 data, menakut-nakuti 3 data, membuat petutur melakukan sesuatu 2 data, mengesankan 2 data, melegakan 1 data, dan mennarik perhatian 2 data.

Page 7 of 12 | Total Record : 116