cover
Contact Name
Merissa Laora Heryanto
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+6285323499111
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Kadugede No. 2 Kuningan Jawa Barat 45561
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 28094646     DOI : https://doi.org/10.34305/jppk.v1i02
Core Subject : Health,
Pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan Pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan Pembangunan kesehatan pedesaan Promosi kesehatan Penerapan teknologi dalam kesehatan Aplikasi bisnis di bidang kesehatan
Articles 106 Documents
Intervensi peningkatan kelekatan emosional orangtua dengan anak remaja dalam upaya penguatan pencegahan narkoba Asmadi Asmadi; Dedy Nuryadi; Bambang Budi Raharjo
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/xr9nky54

Abstract

Latar Belakang: Penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius terhadap kehidupan manusia berbangsa dan bernegara. Prevalensinya cenderung terus meningkat baik secara global maupun nasional. ironisnya pengguna terbanyak berada pada usia produktif terutama pada kelompok remaja. Untuk mencegah kemasifan peredaran narkoba, maka diperlukan program penguatan akarnya yaitu keluarga. Atas dasar itu, program intervensi kelekatan hubungan emosional orangua dan remaja penting untuk dilakukan.Metode: Pengabdian masyarakat berupa intervensi kelekatan hubungan emosional dilakukan pada 10 keluarga di Desa Cigedang, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan. Peserta dipilih secara purposive sampling dengan kriteria memiliki anak remaja, orang tua lengkap dan tinggal bersama, serta bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Intervensi dilaksanakan dalam 4 sesi selama satu bulan.Hasil: Ada perubahan intensitas frekeunsi hubungan kelekatan emosi antara orangtua dengan remaja. Perubahan yang besar terjadi pada bentuk kelekatan mendengar anak, merespon minimal, dan memberi perhatian.Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan metode intervensi yang dilakukan efektif untuk merubah perilaku dalam keluarga. Jangka panjang program ini dapat meningkatkan ketahanan keluarga dalam pencegahan narkoba.
Analisis determinan, autokorelasi spasial dan cluster kejadian demam berdarah dengue Ipah Riani; Farrah Fahdhienie; Fahmi Ichwansyah
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/mdxp3q54

Abstract

Latar Belakang: Selama lebih dari lima dekade, Demam Berdarah Dengue (DBD), telah menjadi isu kesehatan masyarakat yang cenderung mengalami fluktuasi di seluruh dunia, termasuk di Kota Banda Aceh terlihat dari meningkatnya Insiden Rate (IR) dan angka kematian secara signifikan sehingga memerlukan kajian yang mengintegrasikan determinan kejadian dengan pendekatan spasial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan, autokorelasi spasial dan cluster kejadian DBD di Kota Banda Aceh.Metode: Penelitian menggunakan desain case-control dan studi deskriptif analitik berbasis Geographic Information System (GIS). Analisis statistik dilakukan menggunakan Stata 17, sedangkan analisis spasial menggunakan Google Earth Pro, GeoDa, dan SatScan.Hasil: Kejadian DBD berhubungan dengan pengetahuan, sikap, perilaku, dukungan petugas kesehatan, lingkungan, dan kepadatan hunian (p<0,05), dengan kombinasi faktor host dan lingkungan sebagai pengaruh terbesar (Pseudo R²=44%). Analisis GeoDa tidak menunjukkan hubungan antara kepadatan penduduk dan kejadian DBD, sedangkan SatScan mengidentifikasi delapan cluster DBD dengan cluster utama di Kecamatan Meuraxa, Kuta Raja, dan Baiturrahman.Kesimpulan: Integrasi analisis spasial dan faktor individu memberikan dasar bagi pengendalian DBD yang lebih efektif dan terarah di Kota Banda Aceh.
Penerapan latihan therapeutic exercise walking terhadap penurunan gula darah sewaktu Mutia Agustiani Moonti; Teguh Trinanda Putra; Moch. Didik Nugraha; Aditiya Puspanegara
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/prrv1y26

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia, yaitu peningkatan kadar glukosa darah di atas normal, akibat gangguan sekresi insulin, penurunan kerja insulin. Diperlukan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes melitus. Salah satu upaya pengendalian kadar glukosa darah yang dapat dilakukan adalah melalui aktivitas fisik sederhana berupa latihan Therapeutic Exercise Walking Diabetic.Metode:  Metode  pelaksanaan  kegiatan  meliputi observasi, persiapan,   pengukuran awal, pelaksanaan kegiatan berupa demonstrasi langsung Therapeutic Exercise Walking Diabetic dan evaluasi. Kegiatan berlangsung selama 3 hari dalam seminggu yang berlokasi di aula pertemuan Desa Bewok Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan, yang diikuti oleh 15 orang penderita DM Tipe 2.Hasil: terjadi penurunan nilai GDS sebelum diberikan latihan Therapeutic Exercise Walking Diabetic dari 260 mg/dl menjadi 160 mg/dl.Kesimpulan: Latihan ini mudah diterapkan dan meningkatkan pengetahuan pasien serta direkomendasikan sebagai alternatif terapi non farmakologis dalam pengendalian diabetes melitus.
Penyuluhan dukungan sosial sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada remaja Rosliana Dewi; Johan Budhiana; Fera Melinda; Maria Yulianti
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/9n0eeq70

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang rawan bencana gempa bumi. Remaja adalah kelompok rentan terdampak bencana dengan kesiapsiagaan yang beragam, terutama dalam memahami tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana. Faktor yang berperan meningkatkan kesiapsiagaan remaja yaitu dukungan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi bencana gempa bumi melalui penyuluhan mengenai dukungan sosial.Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui pendekatan pendidikan nonformal berupa penyuluhan. Program ini dilakukan selama satu hari di SMK Mutiara Terpadu Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dengan melibatkan 40 peserta. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan sosial berbasis skala Likert, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji statistik paired sample t-test.Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kesiapsiagaan remaja setelah diberikan penyuluhan dukungan sosial. Penyuluhan dukungan sosial efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan remaja menghadapi bencana gempa bumi (p = 0,001).Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan dukungan sosial terbukti mampu meningkatkan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi bencana gempa bumi, sehingga dapat menjadi salah satu upaya edukatif untuk memperkuat ketahanan remaja terhadap risiko bencana.
Peningkatan kemampuan pengaturan emosi remaja melalui pelatihan keterampilan regulasi emosi berbasis pendekatan teori appraisal Indah Kurniawati; Teti Rahmawati; Warendi Warendi; Sally Carolina; Thika Marliana
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/z0ff3v41

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental remaja menjadi isu global, terutama akibat kesulitan mengelola stres emosional. Di SMK Negeri 4 Depok, tuntutan akademik tinggi disertai masalah regulasi emosi: 50% siswa sulit mengekspresikan emosi, 30% mengalami konflik keluarga, dan 20% konflik teman sebaya. Kondisi ini berisiko memperburuk kemampuan adaptasi emosional, sehingga diperlukan intervensi preventif. PKM ini bertujuan menganalisis kapasitas regulasi emosi siswa sebelum dan sesudah pelatihan.Metode: Kegiatan ini menggunakan desain kuasi-eksperimen one-group pre-post test terhadap 36 taruna di SMK Negeri 4 Depok. Intervensi dilakukan secara intensif melalui enam sesi pelatihan selama dua minggu dengan bantuan modul yang telah tervalidasi. Hasil: Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan adanya perbaikan signifikan pada skor kesulitan regulasi emosi dengan p 0,003 serta peningkatan pada aspek strategis, kontrol impuls, orientasi tujuan, dan kesadaran emosional siswa.Kesimpulan: Pelatihan ini terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas fungsional emosi siswa, sehingga direkomendasikan sebagai program preventif di lingkungan sekolah dengan tingkat kedisiplinan tinggi guna meningkatkan resiliensi.
Peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan melalui edukasi digital whatsapp group Tia Srimulyawati; Yona Septina; Nova Winda Setiati
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/h5n05m25

Abstract

Latar Belakang: Tanda bahaya kehamilan berisiko menimbulkan komplikasi serius pada ibu dan janin jika tidak dikenali sejak dini. Rendahnya pengetahuan ibu hamil dan keterbatasan mengikuti penyuluhan tatap muka menjadi hambatan edukasi kesehatan. WhatsApp Group dipilih sebagai media edukasi yang mudah diakses, fleksibel, dan efisien untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan..Metode: Kegiatan pada April 2026 melibatkan 30 ibu hamil yang mendapat edukasi melalui WhatsApp Group menggunakan media digital. Efektivitas edukasi dinilai melalui pretest dan posttest dengan uji Paired Sample t-Test.Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 8,37±1,542 sebelum intervensi menjadi 11,77±2,921 setelah intervensi, dengan selisih rerata 3,40. Hasil analisis menunjukkan nilai p<0,001 yang menandakan peningkatan pengetahuan yang signifikan.Kesimpulan: Edukasi kesehatan berbasis WhatsApp Group efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan berpotensi menjadi media promosi kesehatan maternal yang mudah diterapkan.

Page 11 of 11 | Total Record : 106