cover
Contact Name
Merissa Laora Heryanto
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+6285323499111
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Kadugede No. 2 Kuningan Jawa Barat 45561
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 28094646     DOI : https://doi.org/10.34305/jppk.v1i02
Core Subject : Health,
Pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan Pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan Pembangunan kesehatan pedesaan Promosi kesehatan Penerapan teknologi dalam kesehatan Aplikasi bisnis di bidang kesehatan
Articles 89 Documents
Peningkatan sikap kesiapsiagaan remaja terhadap bencana bumi melalui edukasi La Ede, Abdul Rahman
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v4i02.1715

Abstract

Latar Belakang: Indonesia berada di garis khatulistiwa dan beriklim tropis, sehingga memiliki potensi tinggi mengalami bencana, termasuk gempa bumi. Kesiapsiagaan bencana memegang peran penting dalam upaya penanggulangan, di mana keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat, termasuk remaja. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan sikap kesiapsiagaan remaja terhadap bencana gempa bumi melalui edukasi di SMPN 3 Surade, Kabupaten Sukabumi.Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi-experimental one group pretest posttest design. Kegiatan dilaksanakan pada 27 April 2024 di SMPN 3 Surade, Kabupaten Sukabumi, dengan 40 remaja sebagai responden yang dipilih secara purposive. Instrumen berupa kuesioner sikap kesiapsiagaan. Analisis data menggunakan paired sample t-test dan Cohen’s d untuk menilai effect size intervensi.Hasil: Uji paired sample t-test menunjukkan p < 0,001, menandakan edukasi efektif meningkatkan sikap kesiapsiagaan remaja. Nilai Cohen’s d sebesar 5,44 mengindikasikan efek besar terhadap peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi.Kesimpulan: Edukasi pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi meningkatkan sikap remaja terhadap kesiapsiagaan, remaja memahami tentang pentingnya sikap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi.
Edukasi sikap sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa pada remaja Wahyudin, Dedi
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v4i02.1718

Abstract

Latar Belakang: Indonesia terletak di sepanjang garis khatulistiwa yang menjadikan rentan terhadap bencana alam salah satunya gempa bumi. Upaya kesiapsiagaan menjadi aspek penting dalam mengurangi dampak kerugian. Sikap remaja perlu dikembangkan melalui edukasi sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi. Tujuan dilaksanakan pengabdian masyarakat guna edukasi sikap sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa pada remaja di SMPN 3 Surade Kabupaten Sukabumi.Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk nonformal dengan melakukan edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama sehari di SMPN 3 Surade Kabupaten Sukabumi. Sasaran adalah remaja SMPN 3 Surade Kabupaten Sukabumi sebanyak 40 orang. Instrumen adalah kuesioner kesiapsiagaan yang mengacu pada skala likert. Analisis data menggunakan uji statistik paired sample t test.Hasil: Terdapat perbedaan rata-rata skor pretest dan posttest pada kesiapsiagaan. Penghitungan cohen’s-d pada variabel kesiapsiagaan menunjukkan nilai sebesar 6,53 yang berarti terdapat efek besar edukasi sikap dalam peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa pada remaja.Kesimpulan: Edukasi sikap sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa pada remaja memiliki keefektifan besar.
Optimalisasi kohesi sosial sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan bencana gempa bumi Ahmad, Ghulam
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v4i02.1724

Abstract

Latar Belakang: Indonesia terletak di wilayah cincin api yang merupakan titik pertemuan empat lempeng, sehingga berpotensi mengalami bencana. Kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi hal penting dalam upaya penanggulangan bencana. Dalam hal ini, optimalisasi kohesi sosial dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah optimalisasi kohesi sosial sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan bencana gempa bumi.Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk non-formal dengan melakukan edukasi dan sosialisasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama sehari di SMK Mutiara Terpadu Kabupaten Sukabumi. Sasaran adalah remaja SMK Mutiara Terpadu Kabupaten Sukabumi sebanyak 51 orang. Instrumen adalah kuesioner kohesi sosial yang mengacu pada skala guttman. Analisis data menggunakan uji statistik paired sample t test.Hasil: Nilai p-value pada uji paired sample t test sebesar (p = < 0,001) sehingga dapat dikatakan bahwa sosialisasi dan edukasi efektif dalam meningkatkan kohesi sosial sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan remaja. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai mean pre test dan post test kohesi sosial dari nilai 8,47 menjadi 10,94.Kesimpulan: Edukasi dan sosialisasi mengoptimalkan kohesi sosial sebagai upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi pada remaja.
Peningkatan kapasitas keluarga dalam pembuatan herbal rumah tangga melalui workshop edukasi dan praktik langsung Noviyanti, Noviyanti; Nurhasanah, Rika; Widhawati, Riswahyuni; Astuti, Indria; Sumarni, Rani
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v4i02.1729

Abstract

Latar Belakang: Masyarakat semakin tertarik pada penggunaan tanaman obat untuk promotif dan preventif kesehatan. Untuk mendukung kemandirian dan ketahanan kesehatan keluarga, penting untuk meningkatkan kapasitas keluarga dalam meracik herbal rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga serta kader lingkungan dalam pembuatan jamu tradisional melalui workshop edukasi dan praktik langsung.Metode: Workshop dilaksanakan di Kota Bandung dan diikuti oleh 30 peserta. Kegiatan meliputi ceramah yang dipandu oleh pakar tentang manfaat dan keamanan penggunaan obat herbal, diikuti dengan sesi praktik langsung untuk menyiapkan minuman tradisional seperti beras kencur, kunyit asam, dan temulawak.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki pengetahuan awal yang cukup mengenai herbal. Setelah kegiatan, seluruh peserta menyatakan materi yang disampaikan menarik, relevan, dan aplikatif. Pelatihan ini juga dinilai memberikan pengalaman praktis yang bermanfaat.Kesimpulan: Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan literasi dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan herbal. Model edukatif-partisipatif yang digunakan berpotensi direplikasi di wilayah lain sebagai bentuk pengabdian masyarakat berbasis potensi lokal.
Hubungan kesejahteraan spiritual dengan tingkat kecemasan pasien penyakit jantung koroner Al Farisi, Muhammad Farhan; Afikirtiani, Winda; Sugiarto, Sugiarto; Utami, Selfi
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v4i02.1735

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung koroner (PJK) adalah salah satu penyakit kardiovaskuler yang disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Tingkat stres yang tinggi dapat memicu iskemia miokard dan aritmia, mengganggu fungsi kognitif, dan memperburuk kualitas hidup pasien. Salah satu faktor penting dalam mengatasi kecemasan adalah kesejahteraan spiritual, yang diyakini dapat memberikan kedamaian batin dan memperbaiki kondisi psikologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan spiritual dan tingkat kecemasan pada pasien penyakit jantung koroner di RSUD Az-Zahra Kalirejo, Lampung Tengah.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 122 pasien poliklinik jantung yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kesejahteraan spiritual dan tingkat kecemasan, dan analisis data menggunakan tes chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kesejahteraan spiritual dan tingkat kecemasan pasien penyakit jantung koroner (p-value = 0,000).Kesimpulan: Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perawat untuk memberikan edukasi dan dukungan spiritual kepada pasien untuk mengurangi kecemasan dan mempercepat proses penyembuhan.
Upaya meningkatkan tingkat pengetahuan ibu tentang diare melalui edukasi interaktif langsung Supriatin, Titin; Purwati, Nyimas Heny; Yanti, Lindesi; Sari, Maya
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/wr56jj66

Abstract

Latar Belakang: Diare adalah suatu  kondisi yang ditandai dengan buang air besar yang lebih sering dari biasanya, lebih dari tiga kali sehari, disertai perubahan bentuk tinja menjadi lebih cair. Diare masih menjadi salah satu penyebab utama anak-anak di Indonesia jatuh sakit bahkan kehilangan nyawa. Data menunjukkan bahwa sekitar 12 hingga 13 persen balita mengalami diare, menjadikannya masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2019. Tercatat sebanyak 9% anak berusia di bawah 1 tahun, 11,5% anak usia 1–4 tahun, dan 6,2% anak usia di atas 4 tahun mengalami diare. Angka ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan, salah satunya dengan memberikan edukasi kepada para ibu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu tentang diare melalui edukasi interaktif secara langsung di Posyandu.Metode: Edukatif partisipatif melalui ceramah tanya jawab, pemberian edukasi secara langsung dengan menggunakan media leaflet.Hasil: Ada peningkatan yang cukup berarti pada tingkat pengetahuan ibu tentang diare. Rata-rata skor tingkat pengetahuan ibu meningkat dari 5,06 menjadi 8,94. (Nilai p < 0,05).Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa  edukasi yang diberikan memberi dampak positif ada peningkatan pengetahuan ibu tentang pencegahan diare. Sarah yang diberikan edukasi secara rutin pada ibu-ibu di Posyandu.
Gerakan ibu peduli pneumonia: edukasi kesehatan untuk mencegah pneumonia pada balita Yanti, Lindesi; Purwati, Nyimas Heny; Supriatin, Titin; Mayasari, Mayasari
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nmw0eh78

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian anak di Indonesia. Salah satu faktor resiko adalah rendahnya pengetahuan ibu tentang pencegahan dan penanganan pneumonia. Edukasi berperan penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu tentang cara mencegah pneumonia sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dalam pencegahan pneumonia.Metode: Edukasi diberikan kepada 38 ibu yang memiliki balita di RW 11 Cempaka Putih.  Pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pilihan berganda sebanyak 12 pertanyaan.  Data dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi.Hasil: Rata-rata skor pengetahuan ibu meningkat dari 5,92 pada pre-test menjadi 11,00 pada post-test. Hasil uji statistik menunjukkan  (p-value <0,05) artinya  terdapat peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi kesehatan tentang pencegahan pneumonia.Kesimpulan: Edukasi terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan pneumonia pada balita.
Efektivitas edukasi kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi Purwati, Nyimas Heny; Sari, Maya; Yanti, Lindesi; Supriatin, Titin
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/j5s0rf87

Abstract

Latar Belakang: Penyakit menular seperti campak, difteri, dan pertusis masih menjadi tantangan kesehatan anak di Indonesia, meskipun dapat dicegah melalui imunisasi. Pengetahuan ibu yang rendah mengenai penyakit dan imunisasi menjadi kendala utama dalam peningkatan cakupan. Posyandu memiliki potensi strategis untuk edukasi yang efektif.Metode: Penelitian pra-eksperimental dengan desain one group pretest- posttest ini melibatkan 25 ibu balita di Posyandu Cempaka Putih. Edukasi dilakukan secara interaktif selama 30 menit. Instrumen berupa kuesioner pilihan ganda, dianalisis menggunakan uji paired t-test dan Shapiro-Wilk.Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 6,72 menjadi 13,56 (p < 0,001), dengan distribusi normal (p = 0,067) dan efektivitas tinggi (Cohen’s d = 5,21).Kesimpulan: Edukasi kesehatan di posyandu efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Disarankan agar edukasi rutin dilaksanakan secara berkelanjutan
Pemberdayaan badan usaha milik desa melalui produksi biskuit daun kelor Nugraha, Moch. Didik; Wulan, Nur; Ropii, Ahmad; Auliyani, Rima; Nurpadilah, Dila
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/zc1jbs52

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi masih menjadi tantangan serius di Indonesia, dengan prevalensi stunting 21,6% dan anemia pada remaja putri 32% (SSGI, 2022). Daun kelor (Moringa oleifera) kaya protein, zat besi, dan vitamin A berpotensi menjadi solusi pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan memberdayakan masyarakat Desa Kertawinangun melalui BUMDes “Karya Muda” dalam produksi biskuit daun kelor sebagai inovasi pangan bergizi dan bernilai ekonomi.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Community-Based Resource Development (CBRD) dengan pelatihan teknis, manajemen usaha, dan pemasaran digital. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif.Hasil: Penelitian ini menunjukkan mitra mampu memproduksi 100–150 kemasan biskuit per siklus, dengan 86,7% konsumen menyatakan suka terhadap produk. Keterampilan teknis, manajemen usaha, dan pengetahuan gizi meningkat signifikan.Kesimpulan: Program ini efektif mengintegrasikan inovasi pangan lokal, kesehatan masyarakat, dan kewirausahaan sosial, sekaligus mendukung pencapaian SDGs poin 2, 3, dan 8.