cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
profisiensi@journal.unrika.ac.id
Editorial Address
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, JL.Pahlawan No.99, Buliyang, Batu Aji, Batam - Kepulauan Riau, Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Profisiensi : Jurnal Program Studi Teknik Industri
ISSN : 23017244     EISSN : 25989987     DOI : DOI: 10.33373
Core Subject : Engineering,
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri adalah jurnal publikasi ilmiah di bidang teknik industri, baik itu penelitian maupun kajian ilmiah. Naskah yang diterima merupakan naskah dari hasil penelitian ataupun hasil pemikiran yang berhubungan dengan teknik industri yang belum di publikasikan di media manapun, jurnal ini terbit dua kali dalam setahun.
Articles 220 Documents
DESAIN ALAT BANTU PADA MAGNET ASSEMBLY PROCESS GUNA MENGOPTIMALKAN PEMAKAIAN LEM DENGAN METODE QFD STUDI KASUS DI PT. SHIMANO BATAM Atok Sugiarto; Refdilzon Yasra; Dadang Redantan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.941 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.318

Abstract

Proses pengeleman pada magnet assembly process adalah proses menggabungkan kepingan magnet dengan back yoke. Proses ini menggunakan lem sebagai media perekatnya. Lem yang digunakan adalah Three Bond 3065F. Penggunaan lem yang distandarkan perusahaan adalah 690 unit setiap botol nya atau 690 unit per 250 gram lem. Kondisi yang terjadi adalah masih ditemukanya botol yang diasumsikan telah kosong tetapi masih berisi lem dimana penggunaan lem belum optimal. Data yang didapatkan rata rata penggunaan lem setiap botol hanya bisa digunakan untuk 640 unit. Dengan mengamati botol yang diasumsikan kosong tersebut diperoleh data bahwa botol tersebut masih berisi lem. Berat botol tersebut rata rata sebanyak 50.89 atau lebih besar 16,29 gram dari botol yang benar benar kosong.Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang alat bantu untuk optimasi penggunaan lem tersebut dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Defloyment) dimana dalam pembuatannya diperlukan customer sebagai subyek. Dalam hal ini customer nya adalah operator proses pengeleman tersebut. Daftar pertanyaan kepada para operator tersebut guna dijadikan sebagai daftar masukan pada affinity diagram.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya keinginan operatorakan adanya alat bantu proses pengeleman tersebut. Hasil perancangan alata bantu ini juga menunjukkan bahwa proses pengeleman secara efektif. Data yang didapatkan setelah penggunaan alat bantu tersebut adalah lebih optimalnya penggunaan lem diproses pengeleman magnet yaitu dengan berkurangnya berat botol yang diasumsikan kosong menjadi 35,09 gram hampir mendekati botol kosong 34,06 gram.Data lain adalah bertambahnya output yang sebelumnya dalam 250 gram hanya bisa digunakan 640 unit bertambah menjadi 703 unit atau 13 unti lebih besar dari standar perusahaan. Terakhir waste yang ditemukan semula 16,29 gram berkurang menjadi 1,31 gram.Kata kunci : optimal, waste, output ,QFD , HOQ,Techincal response, affinity diagram
ANALISIS POSTUR TUBUH PEKERJA BAGIAN PENGELASAN DENGAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT PADA CV CIPTA KARYA Abdillah Eko Purnomo; Nurjannah Nurjannah; Budi Hermana
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 1 (2021): PROFISIENSI JULI 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.553 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i1.2696

Abstract

Pekerjaan yang dilakukan secara terus menerus dan dengan kondisi yang tidak mendukung seperti dari lingkungan kerja dan kondisi fisik dapat mengakibatkan kelelahan baik dari segi fisik maupun dari segi psikis. Otot yang selalu mendapatkan beban ataupun pekerjaan yang berlebih maka akan dapat mengakibatkan kelelahan otot yang berlebihan atau dapat mengakibatkan risiko cedera kepada pekerja. Meja pengelasan yang terdapat pada CV Cipta Karya dinilai kurang ergonomis dari segi ukuran. Terdapat risiko cedera terhadap ketiga pekerja pada proses pengelasan pada CV Cipta Karya berupa keluhan rasa sakit pada bagian punggung dan pinggang dengan presentase sebesar 66,67% berdasarkan dengan hasil kuesioner nordic body map. Operator Sutarno memiliki skor final RULA sebesar 6 yang mengartikan perubahan dibutuhkan segera, operator supri memiliki skor final RULA sebesar 5 untuk bagian tubuh kanan dan 6 tubuh kiri yang mengartikan perubahan dibutuhkan segera, operator Mandra memiliki skor final RULA sebesar 4 untuk tubuh bagian kanan dan kiri yang mengartikan mengidentifikasikan diperlukan analisis lanjut dan perubahan dibutuhkan. Usulan yang diberikan adalah meja las yang memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi sebesar 171 cm, 82 cm, dan 107 cm. ukuran tersebut diambil berdasarkan dari antropometri ketiga operator. Didukung pula dengan hasil RULA ketiga operator memiliki nilai 3 memiliki arti level resiko kecil dan mengidentifikasikan diperlukan analisis lanjut dan perubahan dibutuhkan. Usulan perbaikan posisi pada operator pengelasan dengan posisi kerja dari ketiga operator melakukan aktivitas pengelasan dengan berdiri tegak dengan tangan kiri dan kanan menjangkau benda kerja.Postur tubuh untuk operator Sutarno sebesar 620 dan 670 untuk upper arm, lower arm sebesar 210 dan 230, wirst sebesar 160, neck sebesar 110, trunk sebesar 230, legs sebesar 220. Usulan perbaikan postur untuk aktivitas mengelas operator Sutarno sebesar 400 dan 430 untuk upper arm, lower arm sebesar 650 dan 690, wirst sebesar 60 dan 40, neck sebesar 50, trunk sebesar 50, legs sebesar 00.Kata Kunci: RULA, Postur Tubuh, CV Cipta Karya
ANALISA STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN MESIN CNC BARU DENGAN METODE NPV(NET PRESENT VALUE) DI PT.USDA SEROJA JAYA SHIPYARD BATAM Rumiyanto Rumiyanto; Hery Irwan; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.614 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.336

Abstract

PT.Usda Seroja Jaya Shipyard adalah perusahaan galangan kapal yang bergerak dibidang proyek fabrikasi ships building maupun repair. Dalam proyek fabrikasi tidak semua pemotongan plat dilakukan secara manual. Namun, lebih banyak dipotong menggunakan mesin CNC(Computer Numerical control). PT.Usda Seroja Jaya Shipyard saat ini mempunyai 2 unit jenis mesin CNC ESAB Columbus Ergostar Exa 4000 dan CNCHoney Bee Hypertherm. Dengan adanya permintaan produksi untuk pemotongan plat yang semakin meningkatdan untuk menghindari aliran material pemotongan plat atau nesting yang mampet(bottleneck). Maka hal ini perlu mendapat perhatian dari pihak manajemen. Keputusan mengenai investasi proyek adalah memastikan apakah suatu rencana investasi yang akan dilaksanakan layak secara ekonomis atau tidak. Pada tahap pengumpulan data ini yang dilakukan adalah pencatatan kegiatan, kejadian, dan karakteristik elemen yang diambil untuk data dalam studi kelayakan investasi periode tahun 2013. Untuk analisa keputusan dalam pemilihan mesin CNC yang akan dibeli. Dengan pertimbangan mesin yang lebih memberikan manfaat ekonomis untuk perusahaan antara mesin CNC ESAB Columbus Ergostar Exa 4000  dan mesin CNC Honey Bee Hypertherm. Berdasarkan atas data-data yang telah didapatkan maka selanjutnya akan dilakukan pengolahan data dan analisa data dengan metode alternatif NPV, IRR dan PP. Hasil analisa mesin CNCESAB Columbus Ergostar Exa 4000(B)dengannilai NPV=US$40,399.05 0, IRR=15,67% ~ 15,95%, dan PP= 3 Tahun 9 Bulan 10 Tahun, sedangkan mesin CNC Honey Bee Hypertherm(A) nilai NPV= US$5,488.66 0, IRR= 15,75% ~ 15,25%, dan PP= 4 Tahun 5 Tahun.Dari kedua alternatif  yang diuji dengan metode NPV,IRR,dan PP ternyata semua layak, sehingga keduanya dapat dilakukan uji incremental IRR. Maka, dari perhitungan incremental IRR(B-A) didapatkan nilai IRR = 15,02% ~ 15,12%, dan DIRR(B-A) MARR, maka alternatif B(challenger) atau mesin CNC ESAB Columbus Ergostar Exa 4000  yang harus dipilih karena, lebih baik dari alternatif A(defender) atau mesin CNC Honey Bee Hypertherm. Dengan membandingkan nilai investasi dari masing-masing mesin CNC. Maka, hendaknya perusahaan memilih mesin CNC ESAB Columbus Ergostar Exa 4000 dalam investasinya.Karena, mesin ini lebih memberikan manfaat ekonomis dan perusahaan akan mendapatkan manfaat atau keuntungan yang lebih besar daripada mesin CNC Honey Bee Hypertherm. Kata kunci: Investasi mesin CNC, NPV(Net Present Value), IRR(Internal Rate of Return), PP(Payback Period),Incremental IRR.
PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PENERAPAN MESIN TERINTEGRASI DENGAN METODE FULL COSTING DI UKM TAHU PAK UDIN Esrina Hadamean Nainggolan; Vera Methalina Afma; Edi Sumarya
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 1 (2019): PROFISIENSI JUNI 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.509 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i1.2476

Abstract

UKM Tahu Pak Udin adalah salah satu usaha di Daerah Kecamatan Batu Aji, kegiatannya memproduksi  tahu putih yang kemudian 80% nya dijadikan tahu goreng dan dipasarkan ke berbagai wilayah sekitarnya. Dalam proses produksi pada ukm ini masih terbilang sederhana dimana kegiatan produksi dilakukan secara manual. Maka diterapkan suatu mesin yang terintegrasi yaitu pemasangan mesin pada proses perebusan ke proses penyaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa harga pokok produksi tahu sebelum dan sesudah penerapan mesin terintegrasi dengan metode Full Costing.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok produksi pada UKM Tahu Pak Udin dengan metode Full Costing terdapat perbedaan hasil. Harga pokok produksi sebelum penerapan mesin terintegrasi terdapat dua harga pokok produksi yaitu untuk tahu putih sebesar Rp 149.44 dan tahu goreng sebesar Rp 182.77. Setelah penerapan mesin terintegrasi untuk tahu putih sebesar Rp 134.52 dan tahu goreng Rp 164.52. Harga pokok setelah penerapan mesin terintegrasi lebih rendah dibanding sebelumnya dikarenakan kuantitas produksi meningkat setelah penerapan mesin terintegrasi. 
PERENCANAAN PERSEDIAAN KOMPONEN STEM UNTUK BONNET VALVE HANDWHEEL OPERATION (STUDI KASUS DI PT. AKER SOLUTIONS) Suirman Suirman; Hery Irwan; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 1, No 1 (2013): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.877 KB) | DOI: 10.33373/profis.v1i1.216

Abstract

dalian persediaan untuk memenuhi kebutuhan produksi. EOQ dan Material Requirement Planning (MRP)adalah suatu metode untuk menentukan apa, kapan dan berapa jumlah komponen dan material yang dibutuhkanuntuk memenuhi kebutuhan dari suatu perencanaan produksi.Penelitian bertujuan untuk mempelajari sejauh mana aplikasi metode EOQ dan MaterialRequirementPlanningdapat mengendalikan investasi pengadaan material pada PT. Aker Solutions.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi metode EOQ dan Material Requirement Planningmemberikan nilai cumulative material investment dan overdue investment yang lebih rendah daripada pengeluaranPT. Aker Solutions saat ini. Sehingga perusahan dapat menghemat biaya persediaan sebesar 49,33% per tahunyaatau setara dengan SGD 58.498 per tahun. EOQ dan Material Requirement Planning, investasi pengadaan materialAnalisa perencaan persediaan komponen stem untuk Bonnet Valve Handwheel Operation, bertujuan untukmeminimasi biaya persediaan dan mengendalikan sistem inventoryKata kunci : EOQ dan MRP, investasi pengadaan mateial.
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN FASILITAS RUMAH KOS-KOSAN DI PERUMAHAN X KOTA BATAM DENGAN METODE SERVICE QUALITY (SERVIQUAL) Edi Sumarya
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 2 (2019): PROFISIENSI DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.07 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i2.3416

Abstract

Kota Batam merupakan sebuah kota industri yang berada di Propinsi Kepulauan Riau. Hal ini menjadi factor banyaknya pendatang mencari pekerjaan di kota Batam. Oleh karena itu, mereka membutuhkan rumah Kos/tempat tinggal selama mereka menjadi karyawan perusahaan dan belum mampu untuk membeli rumah tinggal. Kualitas layana fasilitas yang baik akan membuat rumah kos-kosan menjadi kompetitif dan akan menjadi pilihan konsumen ketika mencari tempat untuk tempat tinggal nya, Rumah Kos-kosan yang menjadi objek penelitian ini adalah rumah kos-kosasn di perumahan X kota Batam. Dari hasil survey awal yang dilakukan, kekurangan dari segi kualitas dan kuantitas pelayanan fasilitas yang disediakan berdampak pada penurunan pendapatan yang diperoleh pemilik hingga 20% pada bulan Mei, juni dan Juli 2020. Dalam penelitian ini kualitas pelayanan fasilitas penghuni yang menjadi pokok permasalahan. Dimensi kualitas yang dibahas dalam metode service quality, dimensi: Tangible, Relialibility, Responsiveness, Assurance dan empathy. Tahapan awal yang dilakukan dalam penelitian ini melakukan survey kemudian melakukan analisa kekurangan yang terdapat pada kos-kosan dari hasil survey. Peneliti menyebarkan kuisioner kepada konsumen penghuni kos kosan, sehingga masalah kualitas layanan dapat diketahui. Dimensi tangible merupakan dimensi yang memiliki nilai kualitas terkecil, dan nilai terbesar terdapat pada dimensi jaminan (assurance) yang diperoleh dari hasil penelitian setiap dimensi pada service quality.
ANALISA PERBANDINGAN ANTROPOMETRI BENTUK TUBUH MAHASISWA PEKERJA GALANGAN KAPAL DAN MAHASISWA PEKERJA ELEKTRONIKA THE COMPARATIVE ANALYSIS OF ANTHROPOMETRY BETWEEN STUDENT OF SHAPE VESSEL SHIPYARD WORKERS AND STUDENTS OF WORKERS ELECTRONIC M. Angga Wijaya; Benedikta Anna Haulian Siboro; Anissa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 4, No 2 (2016): ROFISIENSI JOURNAL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.889 KB) | DOI: 10.33373/profis.v4i2.593

Abstract

Batam merupakan kota industri dimana mayoritas penduduknya bekerja di industri galangan kapal dan elektronika. Pekerja di kota batam masih banyak yang tidak bekerja dengan alat-alat yang ergonomi. Berdasarkan observasi diketahui adanya perbedaan ukuran tubuh dari mahasiswa pekerja galangan kapal dan elektronika itu berbeda sehingga penelitian ini akan mengarah pada analisa perbandingan antropometri bentuk tubuh mahasiswa pekerja galangan kapal dan elektronika.Antropometri merupakan pengukuran dimensi tubuh, untuk mengetahui ukuran dari masing-masing objek penelitian. Pengukuran antropometri bentuk tubuh yang diambil meliputi panjang kepala, lebar kepala, dagu ke puncak kepala, lebar telapak tangan, lebar maksimum telapak tangan, panjang pangkal telapak tangan, lebar kaki, panjang telapak kaki, dan lebar bahu. Perhitungan ini dilakukan pada mahasiswa pekerja galangan kapal dan mahasiswa pekerja elektronika dengan umur 20-30 tahun yang bekerja diatas 3 tahun. Uji T merupakan perhitungan statistik yang menunjukkan perbandingan antropometri bentuk tubuh.Dari hasil penelitian diketahui perbandingan bentuk tubuh mahasiswa pekerja galangan kapal dan mahasiswa pekerja elektronika ialah lebar bahu dan panjang kepala. Hasil ini sebabkan oleh pengaruh aktivitas pekerjaan sehari-hari mahasiswa pekerja galangan kapal lebih banyak menggunakan bahu daripada aktivitas pekerjaan mahasiswa pekerja elektronika.Kata Kunci: Antropometri, perhitungan statistik, Uji T Batam is an industrial city where the majority of  population works in the shipyard industry and electronics. There many people in Batam city work without the ergonomics tools.  Based on observations found differences in body size of students shipyard worker and electronics so that this research will lead to a comparative analysis of anthropometric form student body shipyard worker and electronics.Anthropometry is the measurement of  body dimensions to determine the size of each objects. The measurements of  anthropometric taken shape includes head length, head width, chin to the top of head, the width of the palm of the hand, the maximum width of  palm, length of the heel of  hand, foot width, long legs and shoulder width. This calculation is performed on the student shipyard workers and students of electronics workers with 20-30 years of age who worked over 3 years. T test is a statistical calculation that shows the comparison anthropometry body shape.The research results revealed comparative form of a student body of shipyard workers and students of electronics workers are shoulder width and length of the head. These results caused by the influence of daily work activities students shipyard workers shoulder more use than the activity of student job electronics workers.Keywords: anthropometric, statistical calculation, T test
Implementasi Overall Equipment Effectiveness ( OEE ) Dalam Penerapan Metode Total Productive Maintenance (TPM) di PT. FJT Zaenal Arifin, ST., MT
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 1 (2020): PROFISIENSI JULI 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.804 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i1.2579

Abstract

Industry Sector of Vertical transportation, especially in the factory of PT. FJT, manufacturing system improvement is one of the efforts to increase that must be done intensively so that the results can respond to market changes quickly. The company always tries to increase productivity, one of the ways that has been done is to implement preventive and corrective maintenance. But in reality, the results have not reached expectations. Research on the Numerical Controll Turret machine in this company found that the time allocated to do damage maintenance is a major problem, so most of the corrective action is focused on this problem. This study uses OEE measurements, analysis of the calculation of the Six Great Losses, and also a causal diagram to look for existing problems and to provide suggestions for improvement for those problems. The measurement result obtained by OEE is 72.02%, the biggest factor influencing the low effectiveness of Mesen NCT is the 37.77% engine breakdown, which is the biggest among the 6 causal factors. .
Perencanaan Kebutuhan Luas Lahan pada Tata Letak Fasilitas Area Pelayanan Proses di Alya Jaya Motor Risthia Eriana Putri; Hery Irwan; Zaenal Arifin
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 1 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1457.393 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i1.313

Abstract

Alya Jaya Motor yang berlokasi di Perawang Pekanbaru merupakan sebuah industri yang bergerak dibidang jasa pencucian motor kendaraan. Kendala yang dialami adalah lahan yang kurang memadai sehingga proses pelayanan sedikit terganggu.Tujuan penelitian ini adalah menganalisa tata letak masing-masing fasilitas, mengetahui jumlah kendaraan yang dapat ditampung pada area sebelum dans sesudah perencanaan perbaikan ulang tata letak fasilitas di area proses pelayanan serta membuat usulan perbaikan tata letak di area pelayanan pos. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah ARC (Activitiy Relationship Chart) atau peta hubungan kerja, ARD (Activity Relation Diagram), worksheet, block template dan block lay out dengan melakukan observasi untuk menganalisa dan mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas area pengeringan mobil menjadi 118m2, pengeringan motor digabung dengan area pencucian motor dengan panjang 12.5 m x lebar 3m, sedangkan area parkir mobil serta parkir masuk tidak berubah karena kebutuhan luas lahan masih memadai.Kata kunci: lahan kurang memadai, ARC,ARD, luas area
PENENTUAN UMUR EKONOMIS MESIN BAG FILTER (BF-01) DENGAN METODE BIAYA TAHUNAN RATA-RATA Sayuti, M Sayuti, M; Bayu Maulana Farista; Diana Khairani Sofyan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): PROFISIENSI Desember 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.109 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i2.1211

Abstract

Dalam menjalankan suatu proses produksi, perusahaan akan selalu dihadapkan dengan masalah biaya, baik biaya langsung maupun biaya tidak langsung, salah satunya adalah biaya mesin. Untuk menghasilkan suatu produk diperlukan mesin yang mendukung terlaksananya proses produksi. Bag filter merupakan alat pengumpul debu yang sering digunakan di pabrik semen. Bag filter dapat menyaring 99% debu halus yang bercampur udara panas. Suatu mesin yang beroperasi memerlukan biaya tahunan yang meliputi biaya perawatan, biaya sumber tenaga, biaya tenaga kerja dan lain-lain. Selama biaya tahunan masih lebih kecil dari nilai produksi, maka mesin itu masih berada dalam batas umur ekonomis, tetapi bila biaya tahunan sudah melebihi nilai produksi maka mesin itu tidak lagi ekonomis dipergunakan, walaupun secara teknis masih dapat dipergunakan.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah, menentukan umur ekonomis mesin bag filter(BF-01) dengan menggunakan metode biaya tahunan rata-rata. Hasil penelitian diperoleh bahwa total biaya tahunan rata-rata minimum adalah pada tahun pemakaian ke-8 (delapan) yaitu pada tahun 2017 sebesar Rp 5.533.375, artinya umur ekonomis mesin berada pada tahun ke-8. Maka, apabila mesin bag filter masih tetap digunakan dalam jangka waktu panjang, akan mengakibatkan biaya produksi semakin tinggi, hal ini sangat berpengaruh bagi keuntungan perusahaan.

Page 11 of 22 | Total Record : 220