cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
profisiensi@journal.unrika.ac.id
Editorial Address
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, JL.Pahlawan No.99, Buliyang, Batu Aji, Batam - Kepulauan Riau, Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Profisiensi : Jurnal Program Studi Teknik Industri
ISSN : 23017244     EISSN : 25989987     DOI : DOI: 10.33373
Core Subject : Engineering,
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri adalah jurnal publikasi ilmiah di bidang teknik industri, baik itu penelitian maupun kajian ilmiah. Naskah yang diterima merupakan naskah dari hasil penelitian ataupun hasil pemikiran yang berhubungan dengan teknik industri yang belum di publikasikan di media manapun, jurnal ini terbit dua kali dalam setahun.
Articles 220 Documents
METODE MINIMASI MAKESPEN DENGAN MENGHILANGKAN WAKTU TUNGGU PADA PENJADWALAN JOB SHOP Hery Irwan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 1 (2021): PROFISIENSI JULI 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.821 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i1.3350

Abstract

Sejak akhir tahun 1960 telah banyak literatur penjadwalan yang telah membahas pentingnya estimasi waktu penyelesain pekerjaan dalam suatu penjadwalan produksi. Bagi perusahaan yang menggunakan sistem penjadwalan job shop dan tipe produknya adalah MTO (make to order), dimana prioritas pekerjaan dibuat berdasarkan waktu penyelesaian tercepat dengan harapan cepat selesainya suatu pekerjaan maka pengiriman produk ke customer akan lebih cepat atau tepat waktu. Seperti yang umum diketahui dalam penjadwalan jobshop sering terjadi waktu menunggu dikarenakan waktu proses yang tidak sama (unbalance) antar proses, selain itu juga faktor urutan proses yang tidak seragam memumngkinkan terjadi antrian dalam suatu proses. Hal tersebut sangat jarang terjadi pada industri yang mengimplementasikan penjadwalan flowshop dikarenakan waktu tunggu antar proses akan sangat minimum dikarenakan waktu proses yang di standardkan. Paper ini akan membahas bagaimana meminimumkan/menghilangkan waktu tunggu pada mesin produksi yang mengadopsi penjadwalan jobshop. Menghilangkan waktu tunggu dalam proses produksi flowshop bukanlah hal yang susah dikarenakan urutan proses yang sudah pasti, akan tetapi apabila hal itu akan diterapkan ke dalam industri manufaktur yang menerapkan job shop maka permasalahan ini dikategorikan sebagai NP-hard problem.
ANALISA PERCOBAAN TERHADAP TINGKAT CACAT MALFORMBOND (GOLF BALL) PADA PROSES WIRE BOND DI MESIN SINKAWA (UTC-WB) DENGAN METODE ANOVA EXPERIMENTS ANALYSIS OF MALFORMBOND DEFECT (GOLF BALL) FOR WIRE BOND PROCESS IN SINKAWA MACHINE (UTC –WB) BY ANOVA METHOD Afrian Syafitri; Vera Methalina Afma; Refdilzon Yasra
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 4, No 1 (2016): PROFISIENSI JOURNAL EDISI BULAN JUNI 2016
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.837 KB) | DOI: 10.33373/profis.v4i1.547

Abstract

PT.Infineon Technologies merupakan salah satu perusahaaan manufacturing dengan hasil produksi berupa Integrated Circuit (IC). PT. Infineon Technologies Batam membagi proses produksinya menjadi beberapa departement, salah satunya yaitu departement perakitanyang terdiri dari beberapa proses pula, dan salah satunya yaitu proses wire bonding. Pada proses wire bonding diperiode minggu ke 40 - 52 ditemui cacat malformbond yang berasal dari mesin Sinkawa (UTC-WB) dengan wire size 50 µm. Dampak yang ditimbulkan dari cacat malformbond tersebut berpengaruh buruk dimana tingkat kualitas pada proses produksi sebesar 99,6 % yang diasumsikan bahwa 0,4 % adalah sebagai rejectpart yang di scrab. Cacat malformbond merupakan cacat yang sifatnya un-reworkable atau tidak dapat diperbaiki lagi. Cacat malformbond memberikan kontribusi sebesar 70% dari jumlah reject keseluruhan yang terjadi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analysis of Variance (ANOVA) yang digunakan untuk melihat perbandingan rata – rata beberapa kelompok. Tujuan analisa variansi adalah untuk menentukan apakah ada perbedaan antara beberapa perlakuan atau percobaan yang dilakukan hanyalah sebagai akibat dari variasi acak saja ataukah memang juga ada sumbangan dari variasi sitematik dalam jenis perlakuan untuk mengurangi jumlah cacat. Percobaan yang dilakukan adalah sebanyak 3 jenis, yaitu menaikkan paramater wire tensioner, penggunaan jig EFO untuk pemasangan electrode, dan menaikkan parameter wire tensioner serta menggunakan jig EFO.Hasil dari penelitian ini adalah memilih salah satu dari 3 percobaan yang dilakukan untuk menunjukkan tingkat pencapaian yield yang lebih baik dibanding yield sebelum percobaan. Percobaan yang terpilih adalah percobaan 3 yaitu menaikkan parameter wire tensioer serta menggunakan jig EFO electrode yang hasilnya adalah peninggkatan yield sebesar 1% menjadi 99.11% dari yield sebelum percobaan. Kata kunci: malformbond, yield, ANOVA,tingkat cacat PT.Infineon Technologies is one of the manufacturing firms with produce Integrated Circuit (IC). PT. Infineon Technologies Batam divide the production process into several departments, one of which is assembly department that consists of several process anyway, and one of them is wire bonding process. In the process of wire bonding period of weeks to 40-52 found defective malformbond coming from Sinkawa machibe (UTC-WB) with a wire size of 50 lm. The impact of the malformbond defects which adversely affect the level of quality in the production process 99,6% assumed that 0.4% is as reject part that in scrap. Malformbond defects are defects that are un-reworkable or cannot be repaired anymore. Malformbond defects accounted for 70% of the overall amount reject happened.The method used in this research is Analysis of Variance (ANOVA) was used to compare the average some groups. The objective of variance analysis is to determine whether there are differences between treatments or experiments carried out only as a result of random variation alone or is also a contribution of variations systematically in this type of treatment to reduce the number of defects. Experiments carried out is as much as three types, namely raising the wire tensioner parameters, use jig for mounting EFO electrode, and raise the tensioner and wire parameters using a jig EFO.The results of this research is to choose one of three experiments carried out to demonstrate the level of achievement of a better yield than the yield before the experiment. The experiments were selected were 3 trials of raising tensioer wire parameters using a jig EFO electrode and the result is increase yield  from 1% to 99.11% of the yield before the experiment. Keywords: malformbond, yield, ANOVA, defect rate.
Pengendalian Kualitas Dengan Metode Nominal Group Teknology (NGT) dan Poka-Yoke untuk Mengurangi Jumlah Cacat Panel Assy di PT. XYZ Zaenal Arifin
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 2 (2019): PROFISIENSI DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.702 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i2.2486

Abstract

Pengendalian kualitas produksi merupakan aspek penting dalam menjamin keberhasilan proses produksi. Pengamatan ini bertujuan untuk menganalisa penyebab terjadinya keterlambatan  dalam produksi Panel Assy. Metode Nominal Group Technique (NGT) merupakan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi penyebab cacat pada proses produksi dan menggunakan pendekatan Poka yoke yaitu pada konsep 5W+1H. Hasil pengamatan yang didapat adalah jenis cacat paling dominan pada proses produksi merupakan dimensi tidak standar sebesar 43 Nilai Error  yang paling besar disebabkan oleh proses pembekokan pada area Z, oleh karena itu diberikan usulan perbaikan dengan dengan menggunakan lata anti salah pada ssat proses di Z area, jika alat/jig poka yoke tidak dapat masuk maka haris ada perbaikan sebelum proses selanjut nya. Kemudian jig tersebut akan mengunci sehingga panas spot weld tidak akan berefek di Z area  sehingga memenuhi spesifikasi, menyediakan fasilitas penunjang berupa meja yang mempunya roll yang bisa menggerakan Panel Assy untuk diputar atau mendorong untuk lebih baik dalam melakukan pekerjaan.
ANALISA PENGARUH PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Study kasus di PT. SIIX Electronics Indonesia) Nurjanah Savitri; Petra Paulus Tarigan; Refdilzon Yasra
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 1, No 2 (2013): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.338 KB) | DOI: 10.33373/profis.v1i2.270

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh antara proses rekrutmen dan seleksiterhadap kinerja karyawan di PT. SIIX Electronics Indonesia, diantara proses rekrutmen dan seleksi manakahyang paling berpengaruh dominan terhadap kinerja karyawan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara proses rekrutmen danseleksi terhadap kinerja karyawan, mengetahui manakah faktor yang berpengaruh lebih dominan terhadapkinerja karyawan dan mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi selama proses rekrutmen danseleksi sehingga mempengaruhi kinerja karyawan di PT SIIX Electronics Indonesia.Berdasarkan hasil analisis mengenai pengaruh antara rekruitmen dan seleksi dengan kinerja karyawankhususnya di PT. SIIX Electronics Indonesia, ternyata diketahui ada pengaruh yang positif dan signifikanantara rekruitmen dan seleksi terhadap kinerja karyawan. Variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerjakaryawan adalah seleksi, alasannya karena variabel seleksi memiliki nilai koefisien regresi yang terbesar jikadibandingkan dengan variabel rekruitmen, sehingga hipotesis kedua dapat dikatakan terbukti.Kata Kunci : rekrutmen, seleksi, kinerja karyawan
PENJADWALAN PRODUKSI SPEAKER DENGAN PENDEKATAN HEURISTIC DISPATCHING RULE DI STATION DOUBLE RE UNTUK MENGOPTIMALKAN WAKTU ALIR RATA-RATA di PT. ABC Zulkifli, Zuklifli; Arifin, Zaenal
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 2 (2021): PROFISIENSI DESEMBER 2021
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.61 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i2.3676

Abstract

ABSTRAK.Penjadwalan adalah suatu kegiatan perancangan berupa pengalokasian sumber daya baik mesin maupun tenaga kerja untuk menjalankan sekumpulan tugas sesuai prosesnya dalam jangka waktu tertentu, tahapan ini dari pengawasan produksi yang menetapkan pekerjaan dalam urut-urutan yang sesuai dengan prioritasnya dan kemudian dilengkapi pelaksanaan rencana tersebut pada waktu yang tepat dengan urutan yang benar, sehingga berhubungan dengan kapan suatu pekerjaan akan dilaksanakan pada suatu bagian produksi. didalam penjadwalan terdapat aturan Heuristic Dispatching Rule, metode ini berperinsip yaitu penjadwal secara parsial atau bertahap, untuk priority dispatching rule dipilih pekerjaan terpendek di prioritaskan terlebih dahulu. Penelitian ini menggunakan penjadwalan dengan aturan FCFS(First Come First Serve) yaitu proses dimana barang yang pertama datang adalah barang yang pertama kali dikerjakan, konsep ini menggunakan pendekatan Heuristic Dispatching Rule sedangkan pada penjadwalan aturan SPT ( Shortest Processing Time ) yaitu proses dimana barang yang terkecil diurutkan penjadwalan ke barang terbesar.Penulis melakukan penelitian di line Double Re ini, sering bermasalah dalam pengerjaan job disetiap model produk yang hanya bisa melewati dibagian line tertentu disebabkan karena terbatasnya tool yang tersedia dalam melakukan penjadwalan produksi.. Dan pada rentan waktu tertentu juga akan berpengaruh terhadap waktu alir rata-rata, hal lain yang terjadi di line Double Re tidak sebanding dengan waktu selesai yang diharapkan sehingga terjadi keterlambatan rata-rata produksi. Jadi pengerjaan job sangat berpengaruh terhadap pengiriman produksi.Dari permasalahan-permasalahan yang terjadi di line Double Re belum optimal, penulis menerapkan penelitian penjadwalan produksi dengan pendekatan Heuristic Dispatching Rule. Hasil penjadwalan terbaik yaitu dengan aturan SPT (Shortest Processing Time) dimana waktu penyelesaian rata-rata dari 55,1 menit menjadi 53,9 menit, Utilization mesin dari 0,19 % meningkat menjadi 0,20 % , jumlah job didalam sistem dari 5,14 menit menjadi 5 menit, waktu alir rata-rata dari 65,8 menit menjadi 64,6 menit, rata-rata keterlambatan dari 1,3 menit menjadi 1 menit.Kata Kunci : Heuristic Dispatching Rule, First Come First Serve, Shortest Processing time, Earlist Due Date, Longest Processing time. ABSTRACT Scheduling is a design activity in the form of allocating resources both machines and manpower to carry out a set of tasks according to the process within a certain period of time, this stage of production supervision determines the work in sequences according to its priorities and then completes the implementation of the plan on time. in the right order, so that it relates to when a job will be carried out in a production section. In scheduling there is a Heuristic Dispatching Rule, this method has the principle that the scheduler is partially or gradually, for the priority dispatching rule, the shortest job is prioritized first. This research uses scheduling with FCFS (First Come First Serve) rules, which is a process where the first item to arrive is the first item to be done, this concept uses the Heuristic Dispatching Rule approach while scheduling the SPT (Shortest Processing Time) rule is a process where the smallest item sorted scheduling to largest item.The author conducted research on this Double Re line, often having problems working on jobs in each product model that can only pass through certain line sections due to the limited tools available in scheduling production. And at a certain time it will also affect the average flow time , another thing that happened in the Double Re line was not proportional to the expected completion time so that the average production delay occurred. So the workmanship of the job is very influential on the delivery of production.From the problems that occur in the Double Re line that is not optimal, the author applies a production scheduling research with the Heuristic Dispatching Rule approach. The best scheduling results are the SPT (Shortest Processing Time) rules where the average completion time is from 55.1 minutes to 53.9 minutes, Machine utilization from 0.19% increases to 0.20%, the number of jobs in the system from 5, 14 minutes to 5 minutes, average flow time from 65.8 minutes to 64.6 minutes, average delay from 1.3 minutes to 1 minute. Keywords : Heuristic Dispatching Rule, First Come First Serve, Shortest Processing time, Earlist Due Date, Longest Processing time.
OPTIMASI PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE TRANSPORTASI – LEAST COST Hery Irwan; Vera Methalina; Yuniral Yuniral
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 1 (2017): PROFISIENSI JUNI 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.229 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i1.1151

Abstract

 Persoalan transportasi merupakan persoalan linear programming. Ini merupakan ciri dari persoalan transportasi yaitu mengangkut sejenis produk tertentu yang berasad dari sumber (pusat produksi, gudang barang) ke tujuan, yang pengaturannya harus dilakukan dengan tujuan minimum total biaya transportasi. Pemasaran yang dihadapi para UKM hidroponik yang memiliki beberapa variansi produk dan pelanggan, dimana pihak UKM mengalami kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang lebih baik dikarenakan ketersediaan variansi produk yang tidak sesuai dengan permintaan pelanggan. Melalui pendekatan metode tranportasi - least cost diharapkan pihak UKM dapat melakukan penjadwalan produksi yang disesuaikan dengan permintaan pelanggan tanpa mengurangi keuntungan dari pihak UKM
PENGUKURAN WAKTU BAKU PADA PROSES PEMASANGAN IC PROGRAM MENGGUNAKAN METODE JAM HENTI Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 2 (2020): PROFISIENSI DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2237.44 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i2.2805

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan komponen penyokong elektronika. Pada proses pemasangan IC program menunjukkan pekerjaan dominan menggunakan proses manual (tenaga manusia) seperti proses kerja berulang dengan konsentrasi tinggi, monoton dan belum adanya waktu baku per unit produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur waktu baku proses pemasangan IC program ke PCB menggunakan metode jam henti. Pengambilan data sebanyak 10 kali untuk 4 stasiun kerja (SK). Setiap stasiun kerja terdiri dari 5 elemen kerja. Subyek penelitian sebanyak 4 operator pria. Hasil penelitian menunjukkan pengukuran waktu baku pada proses pemasangan IC program dari jumlah elemen kerja A, B, C, D dan E untuk waktu baku di SK 1 = 107,192 detik, waktu baku di SK 2 = 107, 235 detik, waktu baku di SK 3 = 101, 372 detik dan waktu baku di SK 4 = 101, 119. Rata-rata waktu baku keempat stasiun kerja untuk pemasangan IC = 104, 230 detik atau 1,442 menit.
ANALISA PENINGKATAN PRODUKTIFITAS MELALUI PENGOPTIMALAN PENGGUNAAN MESIN MTI PADA PROSES PEMOTONGAN BAR DI PT.MKPI (BATAM) Hengki SM; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.769 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.319

Abstract

PT. Matshushita Kotobuki Peripheral Indonesia (MKPI) adalah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang elektronik. Bagian produksi terdiri dari beberapadivisi seperti pembuatan slider, perakitan HGA (head gimbal assembly), perakitan HSA(head stack assembly), perakitan magnet dan perakitan hard disk. Pada proses pemotongan bar saat ini masih menggunakan fixture dengan kapasitas 10 bar.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seberapajauhpengaruhpenyederhanaan proses melalui penggunaan fixture baru (kapasitas 18 bar) pada stasiun pemotongan bar. Metode yang digunakan adalah analisa peta operasi kerjadan kriteria fixture.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produktifitas dengan penggunaan fixture kapasitas 18 bar dengan adanya pengurangan jumlah step/langkap proses yang dilewati dari 11 langkah menjadi 7 langkah, pengurangan jumlah waktu proses keseluruhan /lead time dari72.72 menit menjadi 52.39 menit, pengurangan jumlah jarak transportasi yang ditempuh operator dari 42 meter menjadi 21 meter dan pengurangan jumlah operator yang dibutuhkan dari 5 orang menjadi 3 orang.Kata kunci: produktifitas, peta operasi kerja, fixture, pemotongan bar
PENERAPAN METODE 5S DI BIRO ADMINISTRASI AKADEMIK UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA Anita Christine Sembiring; Anggianika Mardhatillah
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 6, No 1 (2018): PROFISIENSI JUNI 2018
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.077 KB) | DOI: 10.33373/profis.v6i1.1451

Abstract

Biro Administrasi Akademik (BAA) memiliki tugas sebagai tata usaha sekaligus bagian kepegawaian sebuah universitas. Peningkatan efektivitas dan efisiensi kerja staf  tidak terlepas dari kegiatan yang dilakukan dalam area BAA, oleh karena itu ruangan rapi dan bersih harus dimiliki. Kendala yang dihadapi oleh BAA adalah keterbatasan ruangan yang membuat kondisi keringkasan, kerapian, dan kebersihan  ruangan kurang mendapat perhatian. Panjangnya rentang waktu yang dibutuhkan dalam pencarian berkas, pengambilan presensi dan pelayanan kepada mahasiswa mengakibatkan waktu pelayanan terganggu sehingga komplain terhadap efektifitas kerja BAA tinggi. Salah satu upaya perbaikan yang bisa diterapkan adalah penerapan metode 5S dan perancangan ulang tata letak fasilitas menggunakan algoritma corelap. Penelitian ini dilakukan dengan mencari data nama barang, jumlah, dan  job description masing-masing staf, mengukur luas ruangan secara keseluruhan, fungsi dan frekuensi penggunaan barang/alat serta arsip yang berada di ruanga. Hasil perancangan menggunakan corelap mendapatkan pengurangan jarak antar departemen sebesar 7,09 % atau sebesar 7,09 m. Penerapan Metode 5S yaitu Seiri dengan memisahkan barang yang diperlukan dengan barang yang tidak diperlukan, Seiton melakukan relayout serta lokasi penyimpanan yang tetap dan tepat untuk barang yang diperlukan serta pembuatan label yang jelas, Seiso menyediakan alat kebersihan dan merancang aktivitas kebersihan yang harus dilakukan, Seiketsu membuat form 5S dan standarisasi tempat kerja untuk karyawan, Shitsuke membuat prosedur kerja 5S dan ditaati.
ANALISIS PENGELOLAAN RISIKO RANTAI PASOKAN PRODUKSI PALET KAYU BERBASIS PENDEKATAN HOUSE OF RISK Gilang Riski Aryncha; Nina Aini Mahbubah
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 1 (2021): PROFISIENSI JULI 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.044 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i1.3081

Abstract

Pengelolaan rantai pasokan secara tepat merupakan suatu upaya meminimalisasi potensi risiko pada suatu perusahaan jasa atau manufaktur.  CV. Palet Jaya merupakan produsen palet kayu juga mengalami permasalahan yang mengakibatkan kendala pada pencapaian proses bisnis pada sepanjang aliran rantai pasok.   Permasalahan yang teridentifikasi yaituketidakstabilan pasokan bahan baku dan mengakibatkan proses produksi yang kurang optimal, dan keterlambatan pengiriman produk.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kejadian dan penyebab risiko serta menghitung dampak dari penyebab risiko di konfigurasi aliran rantai pasokan palet kayu. House of Risk merupakan metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian dimulai dengan melakukan konfigurasi  rantai pasokan palet kayu.  Penelusuran potensi dan penyebab risiko pada tahap perencanaan, proses produksi, pengiriman, pemasok bahan baku, dan pengembalian produk dilakukan menganalisis risiko yang terjadi sepanjang rantai pasokan tesebut.Hasil penelitian menunjukkan 18 potensi kejadian risiko dan 20 penyebab risiko sepanjang aliran rantai pasok produksi. Strategi mitigasi dengan menitikberatkan pada perbaikan ketrampilan karyawan, perbaikan pada proses inspeksi bahan baku dan perbaikan pada proses inspeksi alur produksi merupakan langkah tepat guna meminimalisasi risiko yang terjadi di sepanjang aliran informasi dan aliran barang rantai pasokan produksi palet kayu.