cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
profisiensi@journal.unrika.ac.id
Editorial Address
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, JL.Pahlawan No.99, Buliyang, Batu Aji, Batam - Kepulauan Riau, Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Profisiensi : Jurnal Program Studi Teknik Industri
ISSN : 23017244     EISSN : 25989987     DOI : DOI: 10.33373
Core Subject : Engineering,
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri adalah jurnal publikasi ilmiah di bidang teknik industri, baik itu penelitian maupun kajian ilmiah. Naskah yang diterima merupakan naskah dari hasil penelitian ataupun hasil pemikiran yang berhubungan dengan teknik industri yang belum di publikasikan di media manapun, jurnal ini terbit dua kali dalam setahun.
Articles 220 Documents
Optimasi Penjadwalan Job Shop dengan Metode Algoritma Greedy Irwan, Hery; Abd Rahman, MD. Nizam; Ebrahim, Zuhriah binti; Simarmata, Roberta
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 2 (2020): PROFISIENSI DESEMBER 2020
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.683 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i2.2810

Abstract

Persoalan penjadwalan timbul apabila beberapa pekerjaan akan dikerjakan secara bersamaan, sedangkan sumber yang dimiliki terbatas. Input dari suatu penjadwalan mencakup jenis dan banyaknya part yang akan diproduksi, urutan proses dan ketergantungan antar operasi, waktu proses untuk masing-masing operasi, serta fasilitas yang dibutuhkan oleh setiap operasi. Sedangkan output dari penjadawalan meliputi dispatch list, yaitu daftar yang menyatakan urutan pemrosesan part serta waktu mulai dan selesai dari pemrosesan part. Algoritma Greedy merupakan salah satu metode untuk mengoptimalkan penjadwalan dengan tujuan minimasi make span.  
PERANCANGAN ULANG ALAT POTONG WIRE (AIR NIPPER) UNTUK MENCAPAI PERMINTAAN KONSUMEN DI PT. SUMITOMO WIRING SYSTEM BATAM INDONESIA Crisantus Lawrensius Tongan Sitorus; Vera Methalina Afma; Hery Irwan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.184 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.331

Abstract

Dewasa ini dunia industri sangatlah berkembang, khususnya industri manufactur, seperti memaksimalkan keuntungan, memaksimalkan kemakmuran, memaksimalkan penjualan, memaksimalkan output. Ditengah meningkatnya permintaan, biaya-biaya yang harus dikeluarkan pengusaha, seperti gaji karyawan (biaya over time yang meningkat), biaya material, biaya produksi danpermitaan konsumen terhadap yang semakin banyak peminatnya (5.400.000 pcs wire dengan ukuran 30 cm). Namun proses pemotongan wire di PT. Sumitomo Wiring System Batam Indonesia, hanya bisa memenuhi permintaan konsumen 96% dari permintaan keseluruhan. Kebutuhan konsumen yang tidak dapat terpenuhi oleh perusahaan sehingga perlu dilakukanperancangan ulang mesin yang sudah ada, untuk mencapai kebutuhan konsumen.Tujuan penelitian ini adalah Merancang alat potong wire di area pemotongan wire.Data yang diambil berupa dailyproduction report, montly production report, data permintaan serta dokumen-dokumen lainnya yang berhubungan dengan perencanaan kapasitasHasil penelitian menunjukkan bahwa Pada mesin Air Nipper yang aktual (belum dilakukan perancangan), yang berubah pada mesin tersebut (setelah dilakukan perancangan) adalah ukuran cover, penambahan alat pengupas, penambahan plate pengukur wire, penambahan tempat sampah pada cover wire. Dengan desain mesin Air Nipper yang baru ini dapat menghasilkan output 5.832.000 per tahun, dibandingkan sebelum mesin air nipper didesain hanya menghasilkan output 5.190.000 pertahun.  Kata kunci : penjualan, desain mesin Air Nipper, output,kebutuhan konsumen
PERANCANGAN PANGGUNG RUANG BELAJAR ERGONOMI DI RUANG A101 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN Kasmianto Kasmianto; Benedikta Anna Haulian Siboro; Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 6, No 2 (2018): PROFISIENSI DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1344.654 KB) | DOI: 10.33373/profis.v6i2.1619

Abstract

Ruang kuliah merupakan tempat yang penting dalam kegiatan belajar dan mengajar disuatu perkuliahan. Fakultas Teknik UNRIKA yang memiliki kapasitas maksimal 40 mahasiswa. Ruangan belajarnya memiliki permasalahan  yaitu terganggunya pandangan mahasiswa yang duduk pada bangku kedua, ketiga dan seterusnya hingga barisan terakhir kearah depan atau papan tulis yang diakibatkan terhalang posisi duduk mahasiswa yang duduk didepannya sehingga menjadi  kurang nyaman, sehingga perlu solusi pemecahanya dengan sebuah rancangan panggung yang nyaman dan aman. Metode perancangan panggung dalam penelitian ini menggunakan kaidah Ergonomi dengan Antropometri populasi mahasiswa yang menggunakan ruang tersebut dengan menentukan lebar panggung dari Lebar Pinggul/pantat(LP) dan Panjang Paha Posisi Duduk(PPD), kemudian ketinggian Panggung ditentukan dengan menghitung selisih Tinggi Badan Duduk(TBD) dengan Tinggi Mata Duduk(TMD) sementara Panjang panggung sesuai dengan ruangan yang digunakanya sedangkan perhitungan kekuatan rangka menggunakan Mekanika Teknik. Hasil rancangan adalah panggung dengan 5 baris dengan beda ketinggian 13 cm pada masing-masing baris mulai dari  baris dasar, baris ke-1 = 13 cm, ke-2 = 26 cm, ke-3 = 39 cm, ke-4 = 52 cm dan ke-5 = 65 cm dengan lebar adalah 115 cm dan panjang 680 cm. Hasil pengujian rancangan panggung menghasilkan tidak ditemukanya lagi gangguan pandangan pada baris kedua, ketiga hingga baris terakhir ke papan tulis dan secara pengujian dihasilkan peningkatan kenyamanan dari 46% pada rancangan tanpa panggung menjadi 86% setelah rancangan panggung digunakan.
JASA PEMBERSIHAN KAPAL TANKER DITINJAU DARI SEGI TEKNIS DAN LINGKUNGAN Bambang W. Widodo; H. Hartono; Arlan Syam
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 1, No 1 (2013): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.82 KB) | DOI: 10.33373/profis.v1i1.209

Abstract

Tujuan pembersihan tanki kampal adalah untuk membuang kotoran atau sisa endapan yang tidaktersedot oleh pompa pemindah. Pekerjaan ini beresiko tinggi diantaranya adalah bahaya keracunan,pekerja terjatuh karena medan kerja licinTujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis usaha baru yang dapat dikembangkan di PulauBatam sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru dengan memperhatikan prosedur pembersihankapal.Jasa pembersihan tanki kapal tanker yang biasa disebut Tank Cleaning menggunakan cara LowTechnology dan padat karya sehingga dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Selain itu jugaproses recycling juga sangat membantu dan bermanfaat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jasa pembersihan tanki kapal tanker ini memberikankeuntungan finansial sebagai pemasukan devisa negara, peningkatan pendapatan bagi masyarakat dandapat mengentaskan kemiskinan. Namun disisi lain, adanya limbah berbahaya yang dapat menggangguekosistem lingkungan hidup sehingga perlu penanganan yang baik agar tidak berdampak buruk terhadaplingkungan.Kata kunci :Low technology, pembersihan tanki kapal tanker, lingkungan hidup
USULAN PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PADA PT. XYZ DENGAN PENDEKATAN INTEGRASI METODE SERVQUAL DAN KANO Adri Wislawawan; Jonrinaldi Jonrinaldi
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 1 (2021): PROFISIENSI JULI 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.658 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i1.3342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan peningkatan kualitas pelayanan pada salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kota Batam yaitu PT.XYZ, khususnya pada unit usaha pergudangannya yang mengalami tren penurunan permintaan melalui pendekatan integrasi metode Servqual dan Kano. Data diperoleh dari konsumen tetap PT. XYZ, kemudian dilakukan pengukuran dan analisis terhadap atribut dimensi Servqual dan kategori model Kano. Hasil penelitian ini adalah semua atribut pelayanan memiliki gap skor negatif pada analisa Metode Servqual sehingga termasuk kategori kualitas pelayanan yang lemah dan perlu untuk ditingkatkan. Selanjutnya dilakukan analisa model Kano pada semua atribut yang memiliki gap skor negatif dimana hasilnya hanya muncul 2 (dua) kategori yaitu Must Be dan One Dimensional. Berdasarkan evaluation rule model Kano, atribut yang termasuk kategori Must Be perlu diprioritaskan untuk ditingkatkan karena kategori tersebut sudah semestinya dipenuhi perusahaan. Adapun kelima atribut tersebut yaitu, perusahaan memiliki peralatan dan teknologi terbaru (modern), material dan fasilitas fisik lain yang terkait layanan perusahaan tampak menarik, karyawan perusahaan memberitahu pelanggan kapan pastinya layanan akan disampaikan, karyawan perusahaan selalu bersedia membantu para pelanggan dan perusahaan selalu memperhatikan kepentingan pelanggannya
ANALISA PERCEPATAN PROYEK DENGAN CRITICAL PATH METHOD PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUANG AKOMODASI 50PACK AWB (Studi Kasus PT. Trikarya Alam) THE ANALYSIS OF ACCELERATE PROJECT FOR CONSTRUCTION PROJECT OF ACCOMODATION ROOM 50 PACK AWB USING CRITICAL PATH METHODE (Case Study PT. Trikarya Alam) Tarifar Bangun D.; Hery Irwan; Annisa Purabasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 4, No 1 (2016): PROFISIENSI JOURNAL EDISI BULAN JUNI 2016
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.653 KB) | DOI: 10.33373/profis.v4i1.552

Abstract

Penjadwalan merupakan suatu langkah menterjemahkan suatu perencanaan ke dalam suatu diagram yang sesuai dengan skala waktu dimana dengan penjadwalan dapat ditentukan kapan aktivitas-aktivitas dapat dimulai, ditunda dan diselesaikan sehingga pembiayaan dan sumber daya akan disesuaikan waktunya menurut kebutuhan yang telah ditentukan. Pembangunan ruang akomodasi 50 Pack Accommodation Working Barge yang dibuat di PT. Trikarya Alam dalam pelaksanaan suatu manajemen proyek, seringkali durasi yang direncanakan tidak sesuai, karena mengalami keterlambatan, kemacetan dan inefisiensi lainnya. Hal-hal tersebut timbul karena kurang diperhatikannya aspek penjadwalan yang mencakup sumber daya-sumber daya yang dimiliki. Seperti pada pelaksanaan proyek pembangunan lambung (hull) kapal tunda Bengkalis 1 yang mengalami keterlambatan dari penjadwalan yang seharusnya selesai dalam waktu 16 (enam belas) minggu menjadi 20 (duapuluh) minggu, sehingga perusahaan mengalami denda keterlambatan yang sudah melebihi batas maksimum yang di izinkan sebesar 0.75 persen dari total harga kontrak. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa lama perkiraan waktu penyelesaian proyek serta mengetahui lintasan jalur kritis pada penjadwalan proyek, untuk mengetahui apakah waktu pelaksanaan perkiraan proyek sama dengan waktu pelaksanaan rencana proyek dan untuk mengetahui waktu kegiatan dipercepat berdasarkan waktu pelaksanaan rencana proyek dengan mengoptimalkan tenaga kerja yang tersedia.Metode yang digunakan adalah Critical Path Method dengan menggunakan sumber daya manusia yang ada dalam pelaksanaan proyek pembangunan yang diteliti.     Dari hasil penelitian ini didapatkan data bahwa umur perkiraan proyek 110 hari sesuai dengan jalur kritis dan umur rencana proyek sesuai dengan kesepakatan dengan pemilik proyek 98 hari. Pelaksanaan proyek tersebut dianalisa dengan 2 kondisi usulan yaitu 1). Kondisi usulan pertama dengan melakukan pemerataan tenaga kerja, crash program dengan memaksimalkan sumber daya yang ada serta melakukan overlapping pekerjaan dengan penambahan tenaga kerja, didapatkan waktu penyelesaian proyek adalah 101 hari. 2) Kondisi usulan kedua dengan melakukan crash program dengan memaksimalkan sumber daya yang ada serta melakukan overlapping pekerjaan dengan penambahan tenaga kerja, didapatkan waktu penyelesaian proyek adalah 95 hari. Kata kunci: Penjadwalan, Critical Path Method, sumber daya manusia, crash program, overlapping  Scheduling is a step process translates into a diagram that corresponds to the time scale in which the scheduling can be determined when activities can be started, postponed and completed so that funding and resources will be adjusted according to the needs of the time that has been determined. The construction of accommodation room 50 Pack Accommodation Working Barge made in PT. Natural Trikarya in the implementation of project management, it is often not appropriate duration planned, because of delays, congestion and other inefficiencies. These things arise because of lack of attention to aspects that include resource scheduling-owned resources. As the implementation of development projects hull (hull) tugs Bengkalis 1 delays from scheduling should be completed within 16 (sixteen) weeks to 20 (twenty) weeks, so the company experienced a late fee which already exceeds the maximum limit authorized by 0.75 percent of the total contract price.The aim of this study was to determine how long the expected  time of completion  project and know the path critical path in project scheduling, to determine whether the timing of the project estimate at the time of execution of the project plan and to determine the timing of the activity is accelerated by the time implementation project plan with optimizing the avalilabe labor. The method used is the Critical Path Method using existing human resources in the implementation of construction projects. The result show that the  project estimate age is 110 days in accordance with the critical path and the life of the project plan in accordance with the agreement with the owner of the project 98 days. Implementation of the project proposals were analyzed by two conditions: 1). The first proposal of the condition by performing equalization of labor, a crash program to maximize existing resources as well as doing work overlapping with the addition of labor, then  the project completion time is 101 days. 2) The second proposal to undertake a crash program to maximize existing resources as well as doing work overlapping with the addition of labor, then the project completion time is 95 days. Keywords: Scheduling, Critical Path Method, human resources, crashes program, overlapping
A Study Review of Completion Multi Job on Job Shop Scheduling Technique To Minimize Make Span Hery Irwan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 1 (2020): PROFISIENSI JULI 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.293 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i1.2554

Abstract

In this paper, the development of flexibility job shop scheduling problem was many discussed before globally. The concept job shop scheduling had discussion like minimize total make span, throughput approaching, lot streaming, no-wait job shop, and many more. Also, into job shop scheduling always consider deadline or due date for job load into machine available with target at the end how to optimize machine capacity and minimum make span.
ANALISA PENGENDALIAN PROYEK KAPAL AHTS H 7050 DENGAN METODE EARNED VALUE (Studi kasus di PT Batamec Shipyard) Denni Perdinal Pasaribu; Vera Methalina Afma; Refdilzon Yasra
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 1 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.715 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i1.299

Abstract

Konsep “earned value“ merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengelompokan proyek yang mengintegrasikan biaya dan waktu. Dengan menyajikan tiga dimensi yaitu: plan value, earned value dan actual cost dimana dari ketiga unsur tersebut kita bisa menghitung indeks hasil kerja biaya ( Cost Peformance Indeks / CPI) sebesar 1,16 atau Cost varian sebesar $ 233.206 dan indeks hasil kerja waktu ( Schedule Performance Indeks/ SPI) untuk keseluruhan proyek sebesar 0.785 dan Schedule varian sebesar -$ 465.326 . Hasil dari informasi kinerja biaya dan waktu tersebut juga bisa digunakan sebagai early warning jika terdapat inefisiensi kinerja dalam penyelesaian proyek dapat dicegah serta proyek dapat diselesaikan tepat waktu.Pembangunan kapal Tug Boat AHTS H-7050 dengan metode earned value management selama 16 bulan peninjauan ini didapat indeks kinerja untuk SPI dan CPI yang menunjukan pada bulan Oktober 2009 sampai Januari 2011, CPI bernilai diatas angka satu ( 1 ) yang menjelaskan bahwa proyek mengalami penghematan dan SPI dibawah angka satu ( 1 ) berarti jadwal pekerjaan lebih lambat dari rencana.Kata kunci : “ Earned Value, Tug Boat AHTS H-7050, Plan Value, Actual Cost, Schedule Performance Index, Cost Peformance Index “
OPTIMASI PROSES KIMIA PRETREATMENT DENGAN MENGGUNAKAN DESIGN OF EXPERIMENT PADA PERMUKAAN LOGAM SEBELUM PAINTING Ansarullah Lawi
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): PROFISIENSI Desember 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.607 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i2.1201

Abstract

Proses pretreatment pada PT Caterpillar Indonesia Batam menggunakan teknik spraying karena ukuran dimensi dari produknya yang sangat besar. Akibatnya proses ini menghadapai banyak tantangan terkait parameter zat kimia yang digunakan dibanding proses teknik dipping yang banyak digunakan pada industri otomotif. Faktanya, beberapa kali ditemukan cacat peeling (cat mengelupas) pada lapisan cat primer pada base metal (permukaan dasar pada logam) karena proses pretreatment yang tidak sempurna. Berdasarkan kondisi ini, maka dilakukan penelitian dengan metode Design of Experiment (DOE) guna mendapatkan proses pretreatment yang memenuhi kualitas dengan biaya yang paling rendah (Smaller the Better). Dari hasil eksperimen, didapatkan biaya optimum yang dapat diperoleh adalah Rp. 10.400,- meter persegi dengan parameter pretreatment ARDROX 5%, GARDOBOND 10%, dan pickling dua kali. Proses pickling dapat dilakukan sekali saja tetapi konsentrasi ARDROX harus minimal 10%. Peningkatan konsentrasi material kimia ini pada proses degreasing ditemukan sangat mempengaruhi peningkatan biaya proses pretreatment. Hal ini terlihat dari hasil main effect parameter pada eksperimen. Plot faktor ARDROX sangat tajam kemiringannya, yang artinya sangat mempengaruhi respon (biaya).
PERBANDINGAN PENERAPAN METODE NEAREST NEIGHBOUR DAN INSERTION UNTUK PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI OPTIMAL PRODUK ROTI PADA UKM HASAN BAKERY SAMARINDA Suryani Suryani; Kartika Rahayu Kuncoro; Lina Dianati Fathimahhayati
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 6, No 1 (2018): PROFISIENSI JUNI 2018
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.09 KB) | DOI: 10.33373/profis.v6i1.1456

Abstract

UKM Hasan Bakery merupakan usaha kecil menengah yang memproduksi berbagai jenis roti. Dalam pendistribusiannya, membagi menjadi 3 jalur pengiriman yaitu Muara Badak, Samarinda dan Tenggarong. UKM Hasan Bakery masih mengalami kesulitan dalam menentukan rute distribusi roti dikarenakan jarak antara depot dengan outlet saling berjauhan dan sampai saat ini belum memiliki metode khusus dalam menentukan rute distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rute distribusi roti yang optimal berdasarkan dengan nilai jarak tempuh terpendek. Permasalahan ini diselesaikan dengan menggunakan metode Nearest Neighbor dan Insertion dan kemudian dilakukan perbandingan total jarak tempuh rute antara Nearest Neighbor dan Insertion dengan total jarak tempuh rute yang telah diterapkan oleh sales roti saat ini. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari perhitungan total jarak tempuh yang dilalui oleh sales roti Hasan Bakery adalah sejauh 66 Km, sedangkan total jarak tempuh tercepat dengan menggunakan metode Nearest Neighbor adalah sejauh 59,2 Km dengan penghematan jarak sebesar 6,8 Km dan persentase sebesar 10,30%. Adapun total jarak tempuh dengan metode Insertion adalah sejauh 51,3 Km dengan penghematan jarak sebesar 14,7 Km dan persentase sebesar 22,27%. Maka dapat disimpulkan bahwa metode terbaik yang dapat digunakan dalam pengaplikasian penentuan rute jarak optimal atau jarak terdekat untuk pendistribusian roti Hasan Bakery pada wilayah kota Samarinda adalah dengan menggunakan metode Insertion. Hal ini dikarenakan prinsip metode Insertion adalah dimulai dengan memilih titik awal dengan kriteria jarak terpendek dengan depot menuju ke pelanggan pertama kembali ke depot, kemudian dilanjutkan dengan mencari jarak terpendek dari pelanggan pertama kemudian pelanggan disisipkan ke dalam urutan rute yang telah terbentuk sehingga probabilitas untuk mendapatkan jarak terpendek lebih besar.