cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
profisiensi@journal.unrika.ac.id
Editorial Address
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, JL.Pahlawan No.99, Buliyang, Batu Aji, Batam - Kepulauan Riau, Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Profisiensi : Jurnal Program Studi Teknik Industri
ISSN : 23017244     EISSN : 25989987     DOI : DOI: 10.33373
Core Subject : Engineering,
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri adalah jurnal publikasi ilmiah di bidang teknik industri, baik itu penelitian maupun kajian ilmiah. Naskah yang diterima merupakan naskah dari hasil penelitian ataupun hasil pemikiran yang berhubungan dengan teknik industri yang belum di publikasikan di media manapun, jurnal ini terbit dua kali dalam setahun.
Articles 220 Documents
MENURUNKAN COST OF QUALITY PADA PROSES CUTTING AND CRIMPING DI MESIN OPR-RS 6W PADA PT. SUMITOMO WIRING SYSTEM BATAM INDONESIA Poniman Poniman; Nandar Cundara; Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.345 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.335

Abstract

PT. Sumitomo Wiring System Batam Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur perakitan kabel (wire) untuk produk mobil yang bermerk TOYOTA dan MITSUBISHI yang berpusat di Negara Jepang.Pada salah satu proses produksi yaitu cutting dan crimping selalu ada material defect yang di hasilkan oleh mesin OPR-RS 6W yang sudah berumur sekitar 10 tahun sejak pertama kali di gunakan oleh PT.SWSBI. Mesin tersebut dalam kondisi setengah pakai second) dari salah satu perusahaan wiring system yang ada di Jepang.Sebagai salah satu perusahaan kelas dunia PT.SWSBI tidak ada henti-hentinya untuk melakukan improvement.Hal ini dilakukan untuk bisa bertahan dalam menghadapi setiap persaingan yang semakin ketat.Terutama untuk masalah kualitas dan kuantitas.Masalah kualitas di pelanggan adalah hal yang sangat ditakuti oleh semua pihak di PT.SWSBI.Hal ini sangat beralasan karena jika misalnya kita membeli wiring harnes dan ternyata tidak terpasang terminal maka tidak terjadi sambungan arus listrik dan mobil tidak bisa bekerja dengan maksimal dan bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tidak terpasangan terminal dengan metode Lean Manufacturning. Lean Manufacturing adalah metode yang cocok digunakan oleh perusahaan untuk mengidentifikasi tingkat pemborosan terutama pada wire yang defect disamping itu juga diperlukan Otomasi Industri yang didalamnya terdapat alat bantu yang bisa digunaka pada mesin OPR-RS 6W yaitu suatu alat yang berbasis PLC.Dalam hal ini alat tersebut adalah sebuah sensor yang dapat mendeteksi suatu defect (dalam hal ini defect no terminal). Dengan menggunakan metode Lean Manufakturing dan Otomasi Industri maka membantu perusahaan dalam mengurangi jumlah defect yang lolos ke inspection cutting and crimping maupun ke proses lain yang saling berkaitan (proses-proses yang ada di perusahaan) sesuai yang ditargetkan oleh perusahaan dan lebih penting lagi dapat mencegah custumer claim. Hasil penelitian dari penulis yang lakukan dapat mengurangi defect no terminal yang lolos ke inpection cutting dan crimping kurang dari 75% sudah bisa terlaksana. Kata Kunci: Lean Manucturing, mesin OPR-RS 6W, Menurunkan Cost of Quality
PERSEPSI PROSES SELEKSI DAN PENEMPATAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. EUROLLENCE PLASTIC INDONESIA Ardiansyah Hutasuhut; Petra Paulus Tarigan; Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 1, No 1 (2013): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.536 KB) | DOI: 10.33373/profis.v1i1.208

Abstract

Penempatan karyawan harus berpedoman pada prinsip “The right man in the right place and the right manbehind the right job”.Prinsip penempatan yang tepat harus dilakukan secara konsekuen supaya karyawan dapatbekerja sesuai dengan spesialisasinya atau keahliannya masing-masing. Dari data perusahaan bahwa masih banyakkendala dan target yang tidak tercapai akan penempatan karyawan yang tidak sesuai dengan pekerjaan yangmencakup job description danjob specification.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh proses seleksi terhadap kinerja karyawan yang dilaksanakanoleh PT. Eurolence Plastic Indonesia. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah kuisioner yang berisi biodataresponden, pernyataan mengenai proses seleksi karyawan, pernyataan-pernyataan mengenai proses penempatankaryawan dan pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan kinerja karyawan. Kuisioner diolah dalam ujivaliditas, reliabilitas dan korelasi ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh proses seleksi terhadap kinerja karyawan yangdilaksanakan oleh PT. Eurolence Plastic Indonesia, dengan nilai korelasi X1 terhadap Y adalah 0.441. Adanyapengaruh proses penempatan terhadap kinerja karyawan yang dinyatakan dengan nilai korelasi X2 terhadap Y adalah0.708. Selain iu adanya pengaruh proses seleksi dan penempatan terhadap kinerja karyawan yang dinyatakan dengannilai Fhitung (26.727) F tabel (3.25) sehingga disimpulkan terjadi pengaruh positif yaitu semakin ketat, cermat,teliti, jujut, dan tepat pada proses seleksi dan penempatan karyawan.Kata kunci : proses seleksi, proses penempatan, kinerja karyawan, korelasi ganda
PERANCANGAAN ALAT BANTU UNTUK MEMUDAHKAN PENGAMBILAN TELUR IKAN GURAMI DI KOLAM PEMBENIHAN DENGAN METODE QFD (Studi Kasus UKM Amira Fish) Zaenal Arifin
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 1 (2021): PROFISIENSI JULI 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.336 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i1.3211

Abstract

UKM Amira Fish bergerak di bidang budi daya ikan gurami di Kota Batam. Dari proses pembenihan ikan gurami terdapat beberapa kendala yaitu pada saat pengambilan telur ikan gurami dari kolam pembenihan induk ikan gurami, proses pengambilan telur ikan gurami dari kolam pembenihan masih menggunakan cara manual, dimana ketika pengambilan hanya menggunakan tangan dan ember sehingga telur tersebut banyak yang tidak terambil dan dimakan oleh induk ikan gurami. Hampir 50% jumlah telur yang tidak terambil setiap minggunya.Dengan menggunakan QFD yang merupakan metodologi terstruktur yang digunakan dalam proses perencanaan dan pengembangan produk untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen, serta mengefaluasi secara sistematis kapabilitas suatu produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Setelah diadakan penelitian dengan metode QFD untuk merancang alat bantu proses pemindahan telur ikan gurami di Amira Fish yang mampu memindahkan telur ikan gurami lebih banyak, dengan hasil pemindahan rata-rata 1500 butir telur setiap minggunya. Hal ini meningkatkan hasil pemindahan telur ikan gurami dari proses sebelumnya. Kata Kunci: Quality Functon Deployment, Voices of Customer, Technical Requirements, Kuisioner dan uji kelayakan ekonomis
PERENCANAAN SISTEM PERAWATAN ALAT ANGKAT KAPASITAS 5 TON DENGAN METODE PREVENTIVE MAINTENANCE (Studi Kasus PT.Trikarya alam ) THE MAINTENANCE SYSTEM PLANNING OF LIFT TOOL WITH CAPACITY 5 TON USING PREVENTIVE MAINTENANCE METHOD (Case Study PT.TRIKARYA ALAM) Patardo Simanungkalit; Refdilzon Yasra; Bambang Wahyu Widiodo
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 4, No 1 (2016): PROFISIENSI JOURNAL EDISI BULAN JUNI 2016
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.642 KB) | DOI: 10.33373/profis.v4i1.551

Abstract

PT. Trikarya Alam dari awal pembangunan kapal sampai proses penyelesaiannya aktifitas alat angkat/forklift sangat tinggi sekali intensitasnya. Akan tetapi alat angkat ini juga mempunyai keterbatasan dalam beroperasi yang tentunya akan mengalami kerusakan yang berdampak terhadap kurang maksimalnya alat tersebut. Pada saat alat angkat tersebut mengalami kerusakan maka akan menimbulkan masalah yang akan berdampak menghambat terhadap kegiatan yang lain. Sering kali hal ini diabaikan dimana alat angkat/ forklift haruslah mendapatkan perawatan yang baik dan berkelanjutan guna mempertahankan performa dari alat tersebut.                        Penelitian ini bertujuan untuk menjadwalkan perawatan berkala alat angkat (forklift) agar mengurangi keterlambatan penyelesaian proyek pembangunan kapal dan menunjang kelancaran proses mobilisasi yang disebabkan kerusakan mesin secara tiba-tiba atau tidak terdeteksi. Frekuensi kerusakan mesin alat angkat/forklift di PT. Trikarya Alam saat ini cukup tinggi dan waktu perbaikannya cukup lama. Proses penelitian dimulai dengan mengumpulkan data jam tersedia forklift dan jam operasional, kemudian dilakukan penghitungan keefektifan (OEE) mesin sebelum dilakukan perawatan berkala yaitu sebesar 41.29 %. Kemudian  menghitung OEE dari nilai setelah mengimplementasikan perawatan berkala selama 2 bulan yakni periode bulan Mei s/d Juli, dan diperoleh peningkatan nilai OEE sebesar 55 % dengan perbaikan nilai performance sebesar 58 % .Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen perawatan dengan metode preventive maintenance telah memberi pengaruh nyata pada performance mesin forklift. Hal ini dilihat dari data kenaikan nilai performance dari OEE selama 2 bulan (Mei s/d Juli 2014) sebesar 55%. Kata kunci: Forklift, Downtime, Preventive Maintenance, In PT. Natural Trikarya, from the beginning to the process of completion ship building activity lifting equipment / forklift extremely high intensity. However, this lifting equipment also has limitations in their operations which would certainly damage that affects less the maximum tool. At the time of the lifting equipment is damaged then it will cause problems that will impact others activity. Unfortunately, this case often ignored where the lifting equipment / forklift should get good care and sustainable in order to maintain the performance of the tool.This study aims to schedule regular maintenance of lifting equipment (forklift) in order to reduce delays in the completion of development projects and support the vessel mobilization process caused damage to the machine suddenly or no detection. The frequency of this damage  currently quite high and a long repair time. The research process begins with collecting data available forklift hours and operating hours, then count of effectiveness (OEE) machinery prior to the regular maintenance that is equal to 41.29%. Then calculate the OEE of value after implementing a regular maintenance during the 2-month period of May s / d in July, and obtained an increase in the value of OEE of 55% with improved performance score of 58%.The results showed that the implementation of maintenance management system using  preventive maintenance method have a significant effect on engine performance forklift. It is seen from the data, the performance value of OEE increase for 2 months (May s / d in July 2014) amounted to 55%. Keywords: Forklift, Downtime, Preventive Maintenance
PERANCANGAN ALAT BANTU PENGULITAN KAMBING MENGGUNAKAN METODE REBA (RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT) UNTUK MENGURANGI MSDs Vera Methalina Afma; Bambang Wahyu Widodo
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 1 (2020): PROFISIENSI JULI 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3912.704 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i1.2482

Abstract

                                                             ABSTRAKCV. Jagal Utama merupakan salah satu tempat pemotongan hewan otorita batam yang proses pemotongannya masih di lakukan secara manual, salah satu kegiatan berupa proses pengulitan kambing, Kegiatan pengulitan bahan baku kambing ini dilakukan dengan cara memotong dengan jongkok sebanyak 20%, membungkuk 30% dan juga terkadang berdiri dengan sebanyak 50% menggunakan alat bantu pisau dengan pengulangan lebih 10 kali sehingga menimbulkan adanya keluhan pegal-pegal di bagian punggung sebanyak 60% dan di bagian pinggang ke bawah  sebanyak 40% oleh pekerja.Pada penelitian ini, maka dilakukan perancangan alat pengulitan bahan baku yang tepat sehingga mampu mengurangi penggunaan tenaga yang berlebihan dan Musculoskelatel Disorders (MSDs) sehingga dalam menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan memperbaiki postur pekerja. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis keluhan yaitu dengan menggunakan metode REBA ( Rapid Entire Body Assessment ).Berdasarkan Analisa data menggunakan kuisioner Nordic Body Map (NBM) diperoleh nilai sangat sakit 30%, sakit 25%, agak sakit 17% dan tidak sakit 28%, total bagian sakit 72% dan nilai rata-rata REBA awal sebesar 7.40 dengan rata-rata skor pekerja 4 pada posisi badan  punggung membungkuk lebih dari 60⁰ sehingga menyebabkan keluhan Musculoskelatel disorders (MSDs) maka perlu adanya rancangan alat untuk mengurangi resiko tersebut. Perancangan alat bantu pengulitan kambing mengunakan data antropometri pekerja yaitu untuk tinggi alat pengulitan 250 cm dari Tinggi Bahu Berdiri (TBB), lebar alat pengulitan kambing 150 cm dari Lebar Bahu (LB), tinggi tali pengikat 160 cm dari Tinggi Pinggang Berdiri (TPB), tinggi kambing 78 cm dari tinggi Lutut Berdiri (LB), titik tengah alat pengulitan 75.37 cm dari Jangkauan Tangan Kedepan (JTK) dan pegangan pisau pengulitan 2 cm dari Diameter  Genggaman Tangan (DGT). 
PERANCANGAN ALAT PENGANGKAT VALVE CAGE MESIN DIESEL MIRRLESS KV 12 MAJOR YANG ERGONOMIS (STUDI KASUS DI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL TANJUNG SENGKUANG, BATAM) Ya’lam Ya’lam; Nandar Cundara; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 1, No 2 (2013): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6065.149 KB) | DOI: 10.33373/profis.v1i2.274

Abstract

Dalam dunia industri, dalam menunjang kelancaran operasional usaha tentunya suatu industritersebut pasti selalu berusaha untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, baik dari segi tenaga kerja atausumber daya manusia, peralatan, mesin maupun biaya. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)Tanjung Sengkuang dalam setiap pemeliharaan mesin diesel khususnya pada saat pengangkatan ValveCage mesin diesel Mirrless KV 12 Major selalu mengalami kesulitan, dimana valve Cage tersebut padasaat pengangkatan, peralatan yang digunakan sangat berat dan cara kerja masih manual yaitu sepertitracker yang diputar dengan kunci pas 46 mm sehingga sangat menguras tenaga para teknisi mesin dieseltersebut.Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah dapat menyelesaikan perancangan alat PengangkatValve Cage Mesin Diesel Mirrless KV 12 Major di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) TanjungSengkuang Batam yang ukurannya lebih kecil, lebih ringan yang sesuai dengan batas angkat normalpekerja Indonesia, dan lebih ergonomisDengan adanya pemikiran yang mengarah pada kejadian diatas timbulah ide untuk membuatperalatan yang dapat mempermudah mengangkat valve cage mesin diesel Mirrless KV 12 MajorPembangkit Listrik Tenaga Diesel Tanjung Sengkuang. Peralatan hasil karya tersebut dapat meringankanpengangkatan valve cage mesin diesel Mirrless KV 12 Major pada Pembangkit Listrik Tenaga DieselTanjung Sengkuang. peralatan hasil rancangan tersebut dimensinya kecil, ringan dan cara kerjanya sangatmudah dan tenaga yang dikeluarkan sangat kecil dan sumber daya yang digunakan lebih sedikit.Kata kunci: valve cage, ergonomis, perancangan produk
SISTEM PERBAIKAN BERKELANJUTAN UMKM TERDAMPAK PANDEMI COVID-19 DENGAN MENERAPKAN REKAYASA ULANG PROSES BISNIS Mohammad Riza Radyanto; Enty Nur Hayati
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 2 (2021): PROFISIENSI DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.193 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i2.3665

Abstract

Selain masalah klasik yaitu pemasaran, permodalan, legalitas, SDM dan produksi selama Pandemi Covid-19, UMKM menghadapi masalah lain: penurunan omset sebesar 78,4%, dari total 306 sampel sebanyak 96,4% UMKM Jawa Tengah.Mereka mengalami penurunan permintaan pasar. Akibat keterbatasan sumber daya, sebuah sistem baru yang diperlukan untuk memperbaiki kinerja bisnisnya. Penelitian bertujuan menghasilkan model konseptual baru dalam mengembangkan sistem pendampingan usaha berkelanjutan bagi UMKM untuk menyelesaikan permasalahan bisnis dengan melakukan rekayasa ulang proses. Penelitian dilakukan dengan meninjau riset terdahulu, mencari celah dan mengembangkannya menjadi sebuah model sebagai dasar pengembangan sistem. Rekayasa ulang proses bisnis diawali dengan penyusunan model pemetaan fungsional yang melibatkan unsur hexaheliks. Dengan menerapkan model konseptual rekayasa ulang proses bisnis menggunakan indikator kinerja utama dapat membantu UMKM dalam melakukan rekayasa ulang proses melalui pendampingan usaha berkelanjutan oleh pihak kedua.
ANALISA RESIKO ERGONOMI KERJA OPERATOR INSPEKSI Benedikta Anna Haulian Siboro
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): PROFISIENSI Desember 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.072 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i2.1200

Abstract

Dalam suatu proses manufaktur ada beberapa bagian kerja yang menuntut adanya proses inspeksi dan penginputan data inspeksi  untuk memastikan produk berkualitas dan diserahkan pada proses selanjutnya. Kebanyakan inspektor tersebut bekerja dengan proses kerja duduk dengan menggunakan komputer dalam jangka waktu yang lama sehingga berpengaruh pada kenyamanan operator tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa resiko ergonomi yang muncul pada operator inspeksi perusahaan manufaktur di Batam dengan menggunakan metode ROSA dan SNQ (Standard Nordic Questionnaire) yang merupakan metode office ergonomics, dimana cara penilaian metode ini dirancang untuk mengukur resiko cedera pekerja yang berhubungan dengan penggunaan komputer serta menetapkan tingkat tindakan perubahan berdasarkan laporan dari ketidaknyamanan pekerja.Berdasarkan hasil SNQ  yang dilakukan terhadap 12 operator inspeksi produk IC (integrated circuit)  diperoleh adanya keluhan pada leher, punggung, pinggang dan pantat yang disebabkan oleh posisi kerja pekerja yang lebih sering duduk dan fokus terhadap komputer. Berdasarkan metode ROSA menunjukkan nilai total 7 dimana  faktor resiko yang memiliki nilai resiko paling tinggi yaitu pada sandaran punggung, sandaran tangan dan monitor. Pada kursi kerja aktual sandaran punggung kaku dan tidak bisa di disesuaikan dengan kemiringan maksimal dari sandaran punggung adalah 110˚ sesuai untuk mengurangi resiko cedera daerah lumbar.Kata kunci :  resiko ergonomi, ROSA, SNQ, operator inspeksi.
KUALITAS PELAYANAN BAGI WISATAWAN DIFABEL DI DAERAH WISATA BAHARI MENGGUNKAN SERVQUAL METHOD Agung K Henaulu; Sony Ardian; Achmad Jais Ely
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 2 (2020): PROFISIENSI DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.657 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i2.2817

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan kepada wisatawan difabel pada daerah wisata bahari desa Suli, Pantai Natsepa (Natsepa Beach), yang kemudian bisa dijadikan langkah perbaikan dan peningkatan kuaitas pelayanan kepada wisatawan difabel. Berwisata telah menjadi bagian terpenting tak terkecuali bagi wisatawan difabel, karena jika ditelusuri banyak fasilitas wisata yang disediakan lebih tertuju pada wisatawan normal, sehingga terkadang layanan kepada wisatawan difable terabaikan. Pada penelitian ini responden yang dituju adalah wisatawan usia lanju. Penelitian ini menggunakan SERVQUAL Method yang dianalsis menggunakan pendekatan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai service quality hanya pada dimensi keahandalan (reliability) dengan rata-rata nilai gap adalah 0,002 sehingga dapat diketahu kualitas pelayanan (Q) 1 juga hanya pada dimensi keahandalan (reliability)  dengan nilai Q = 1,001.
PERANCANGAN ULANG RUANG KULIAH FAKULTAS TEKNIK UNRIKA UNTUK MEMPERBAIKI PANDANGAN MAHASISWA KE MATERI PERKULIAHAN (Studi Kasus Ruang A101) Chandra Chandra; Refdilzon Yasra; Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.593 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.330

Abstract

Papan tulis merupakan salah satu display yang ada di ruang kuliah, papan tulis yang digunakan sebagai sarana belajar kadang-kadang ditempatkan pada tempat yang tidak ergonomis, sehingga dapat memunculkan gangguan fisiologis pada mahasiswa saat membaca tulisan atau pesan yang dibuat di papan tulis tersebut. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Teknik Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), penelitian ini dilakukan selama lebih kurang 3 bulan, subjek dari penelitian ini adalah papan tulis di ruangan perkuliahan Fakultas Teknik yang lebih di fokuskan pada ruangan A101, sedangkan yang menjadi objek dari penelitian ini adalah mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik. Salah satu pengembangan yang akan penulis lakukan dalam penelitian ini  adalah penambahan panggung di depan area Papan tulis. Sebagai acuan perancangan panggung dalam penelitian ini penulis menggunakan data antropometri mahasiswa dan dosen sebagai acuan dalam perancangan dan analisa hasil rancangan, dimensi data antropometri yang digunakan adalah tinggi mata duduk (TMD), tinggi mata berdiri (TMB), tinggi badan duduk (TBD) dan jangkauan tangan keatas (JTA). Penulis juga melakukan survey dengan cara membagikan kuesioner terhadap mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik Universitas Riau Kepulauan.Berdasarkan hasil pengumpulan data, pengolahan data, perancangan dan analisa diperoleh tinggi papan tulis dari lantai adalah 272 Cm, tinggi panggung = 46 Cm, lebar panggung = 160 Cm, sedangkan untuk anak panggung (Step) didapat tinggi = 23 Cm, lebar = 700 Cm, panjang = 40 Cm. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dengan adanya rancangan panggung sudut pandang mata mahasiswa ke papan tulis menjadi lebih besar, sehingga dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan penghalang penglihatan mahasiswa ke materi perkuliahan, manfaatnya penyerapan materi yang diberikan dosen ke mahasiswa menjadi lebih optimal.  Kata Kunci : Papan tulis, Panggung, Antropometri

Page 10 of 22 | Total Record : 220