cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
profisiensi@journal.unrika.ac.id
Editorial Address
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, JL.Pahlawan No.99, Buliyang, Batu Aji, Batam - Kepulauan Riau, Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Profisiensi : Jurnal Program Studi Teknik Industri
ISSN : 23017244     EISSN : 25989987     DOI : DOI: 10.33373
Core Subject : Engineering,
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri adalah jurnal publikasi ilmiah di bidang teknik industri, baik itu penelitian maupun kajian ilmiah. Naskah yang diterima merupakan naskah dari hasil penelitian ataupun hasil pemikiran yang berhubungan dengan teknik industri yang belum di publikasikan di media manapun, jurnal ini terbit dua kali dalam setahun.
Articles 220 Documents
PERANCANGAN ULANG KURSI ANTROPOMETRI UNTUK MEMENUHI STANDAR PENGUKURAN Agung Santoso; Benedikta Anna; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.253 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.317

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu sarana untuk kegiatan praktikum mahasiswa. Dalam kegiatan praktikum,adanya sarana dan prasarana dapat berpengaruh terhadap kelancaran kegiatan praktikum itu sendiri. Salah satu sarana dan prasarana tersebut adalah kursi antropometri. Kursi Antropometri digunakan untuk pengukuran antropometri posisi duduk. Alat tersebut hanya digunakan untuk pengukuran 6 dari 21 dimensi antropometri. Sehingga kurang berfungsi sebagaimana mestinya. Rata - rata waktu pengukuran untuk 6 dimensi antropometri adalah 18,45 menit.Berdasarkan dari kondisi tersebut akan dilakukan perancangan ulang terhadap kursi antropometri laboratorium ergonomi, agar dapat memenuhi pengukuran 21 dimensi antropometri. Beberapa hal yang akan dijadikan dasar dalam melakukan perancangan ulang ini adalah antropometri, rancangan adjustable tool. Selanjutnya akan di bandingkan kondisi kursi antropometrirancangan lama dan rancangan baru.Dari hasil analisa yang telah dilakukan dapat di ketahui bahwa kondisi kursi antropometrisesudah perancangan ulang lebih baik dari pada kondisi kursi antropometri sebelum perancangan ulang, seperti berikut ini: Kursi dapat digunakan untuk pengukuran 21 variabel antropometri. Setelah dilakukan uji-t didapatkan bahwa terjadi perubahan yang signifikan mengenai waktu pengukuran. Waktu pengukuran menjadi lebih cepat, dari rata – rata 18,45 menit untuk kursi antropometri sebelum perancangan menjadi 4,26 menit dengan penurunan waktu pengukuran sebesar 76,87%.Kata kunci :Kursi Antropometri, Antropometri, Perancangan, Uji-t.
PENINGKATAN KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Euis Nina Saparina Yuliani; Ikrima Ikrima
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 6, No 1 (2018): PROFISIENSI JUNI 2018
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.705 KB) | DOI: 10.33373/profis.v6i1.1454

Abstract

Dalam industri kesehatan, kualitas pelayanan merupakan hal yang sangat penting untuk mewujudkan kepuasan pelanggan, apalagi berhubungan dengan kehidupan seseorang. Setiap institusi kesehatan saling bersaing untuk memberikan kualitas pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya. Dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih bermutu dan dapat bersaing, melalui peningkatan kinerja secara berkesinambungan serta upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Puskesmas Kelurahan Meruya Utara, maka perlu dilakukan perbaikan terhadap pelayanan yang disediakan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan perbaikan pelayanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quality Function Deployment pada tahap pertama yaitu House of Quality (HOQ). Hasil penelitian dengan metodechouse of quality-QFD merekomendasikan beberapa usulan kualitas pelayanan untuk dilakukan perbaikan, yaitu diadakan pelatihan dan seminar kesehatan, menjaga hubungan baik dengan pasien, pembinaan moral dengan pendekatan agama, memperbaiki fasilitas fisik, mengganti dan menambah peralatan yang rusak, perawatan alat medis secara teratur, penambahan jasa cleaning service dan membuat papan informasi yang dipajang di Puskesmas.
ANALISA DAN DESAIN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DENGAN METODE SDLC (SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE) GUNA MENGURANGI WAKTU KERUSAKAN MESIN WELDING Shintya Rahmadani; Zaenal Arifin; Edi Sumarya
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 1 (2019): PROFISIENSI JUNI 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.744 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i1.2473

Abstract

PT. Louis Alain adalah perusahaan subkontraktor yang bergerak di bidang industri logam serta konstruksi bangunan, Periode maret-september tahun 2017 pesanan lunchbox table modification dengan jumlah 155 unit dengan kurun waktu 6 bulan berturut, tentu hal ini berpengaruh pada kinerja mesin yang menunjang performa produksi. Pada kasus sebelumnya permasalahan yang dihadapi Departemen Perawatan dan perbaikan adalah tidak tersedianya suku cadang yang di perlukan dikarenakan tidak tersedianya sistem informasi yang mendukung penyampaian informasi untuk permintaan suku cadang dan informasi riwayat penggunaan mesin.Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan proses perawatan dan perbaikan sistem informasi pada section Welding. Objek dalam penelitian ini adalah mesin pada departemen welding section, yang merupakan asset atau peralatan yang sangat penting dalam proses produksi di PT. Louis Alain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah SDLC (system development life cycle) dan DFD (Data Flow Diagram)  untuk membuat jadwal dan form perbaikan permintaan suku cadang pada welding section.Hasil dari penelitian menunjukkan berupa alur Sistem Informasi Management (SIM) Departemen Perawatan dan Perbaikan menggunakan System Development Life Cycle (SDLC) mulai dari login, laporan kerusakan, pengajuan perbaikan, permintaan suku cadang, laporan perbaikan mesin dan history perbaikan yang bisa diimplementasikan pada Ms. Access.  
ANALISA PEMBERDAYAAN PROSES INSTALASI LIMBAH DOMESTIK BATAM Robert Erwin Parulian; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 1, No 1 (2013): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.512 KB) | DOI: 10.33373/profis.v1i1.215

Abstract

Pengolahan air limbah domestik di Batam Centre hanya mengolah air buangan dari rumahtangga dan fasilitas-fasilitas lainnya. Proses pengolahannya dilakukan dengan penyaringan, pengendapan,penguraian bahan organik, pemusnahan mikro organisame patogen dengan penambahan chlor pada airlimbah.Tujuan penelitian ini adalah untuk memberdayakan dan menganalisa anggaran pad unit-unitpengolahan limbah domestik. Metode yang digunakan adalah menggunakan analisa teoritis denganmetode deskriptif dan perhitungan ekonomi teknik sehingga menghasilkan informasi berupa hasilkebijakan.Hasil penelitian menunjuukan pengolahan air limbah domestic masih belum berjalan optimal,sehingga tejadi pengoperasian yang tidak efisien dan efektif.Kata Kunci: limbah domestik, analisa teoritis, metode deskriptif, ekonomi teknik
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ( SMK3 ) UNTUK MENGURANGI TINGKAT KECELAKAAN KERJA DI PT. DJITOE MESINDO BATAM Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 1 (2021): PROFISIENSI JULI 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.681 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i1.3146

Abstract

ABSTRAKPT DJITOE Indonesia Tobacco terbentuk tahun 1960, awalnya memperoduksi rokok kretek buatan tangan. Tahun 1983 perusahaan merambah mesin melalui rekondisi mesin. Tahun 1998 bisnis rekondisi mesin diperluas ke pulau batam untuk lebih meningkatkan ekspor. Saat ini PT DJITOE ITC menjadi pemasok terbesar rekondisi mesin pembuat rokok dan mesin pengemas di kawasan Asia. Kegiatan proses produksi dan operasional tidak dapat dipisahkan dari penggunaan mesin.Walaupun demikian, tidak hanya kelayakan dari mesin yang harus diperhatikan, tetapi juga lingkungan sekitar lokasi dimana proses produksi dilakukan. Kecelakaan kerja sering terjadi dan berakibat fatal pada pekerjaan antara manusia dan mesin. Setidaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja itu terjadi, misalnya tidak menggunakan APD yang seharusnya dipergunakan saat bekerja, mengabaikan peraturan yang sudah ada, tidak memikirkan resiko apa yang akan terjadi ketika bekerja tanpa mengenal resiko. Berdasarkan data kecelakaan kerja yang terjadi di PT. Djitoe Mesindo Batam sepanjang tahun 2019 berjumlah 5 kasus yang terjadi dalam proses produksi.Model penelitian yang dilakukan yaitu dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja serta menggunakan metode analisis deskriptif ini bersifat uraian yang menjelaskan tentang identitas dari responden dan penilaian responden terhadap variabel penelitian. dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada karyawan PT. Djitoe Mesindo Batam.Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dapat dijalankan dan hasilnya lebih efektif dalam upaya mengurangi resiko kecelakaan kerja. Dengan berjalannya sistem ini dapat meningkatkan produktifitas di perusahaan dan karyawan dapat bekerja dengan nyaman.Kata Kunci : Penerapan SMK3, Resiko Kecelakaa Kerja, Diagram Ishikawa
PENGENDALIAN REJECT CHIP CHASING DI IC PADA PROSES TRIM AND FORM DENGAN PENDEKATAN DOE (STUDY KASUS DI PT. INFINEON TECHNOLOGIES BATAM) CONTROL OF REJECT CHIP CHASING IN IC CHIP OF TRIM AND FORM PROCESS BASED ON DOE APPROACH (A CASE STUDY IN PT. INFINEON TECHNOLOGIES BATAM) Leonardus Oppusunggu; Zaenal Arifin; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 4, No 2 (2016): ROFISIENSI JOURNAL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.039 KB) | DOI: 10.33373/profis.v4i2.592

Abstract

Chip casing adalah reject yang termasuk dalam defect category C yaitu adanya sompel atau gompel pada bagian package IC. Terjadinya chip casing membuat proses produksi harus dihentikan untuk melakukan analisis dan perbaikan. Setelah melakukan analisa tehadap reject chip chasing yang terjadi dengan pengecekan data screening pada proses trim and form yang ada di End Of Line (EOL) ada 60 lot material yang terkena reject chip chasing, hal ini menyebabkan penelitian terhadap reject ini agar dapat di minimalisir.Design of Experiments (DOE) merupakan salah satu pendekatan statistik dalam metode kualitas yang diterapkan untuk meningkatkan kualitas pada industri manufaktur. Design of Experiments (DOE) pada penelitian ini ditujukan untuk menekan jumlah unit IC yang terjadi chip chasing dengan perbaikan die-set pada bagian singulation die yang menjadi faktor penyebab reject ini. Data yang  diolah  dan dianalisa adalah data reject chip chasing yang ditemukan pada proses trim and form  yang berdampak terhadap output dan kapasitas produksi pada departemen End Of Line (EOL). Percobaan eksperimen  yang dilakukan adalah pemasangan ring pada ballcage pada singulation die dan pembuangan spring support unit dengan menambah dimensi panjang pada pin support unit pada singulation die. Hasil dari penerapan metode DOE pendekatan Analysis of variance (ANOVA) sebagai metode primernya menunjukkan bahwa rata-rata penurunan chip chasing dari setiap percobaan tidak sama, karena ada  penurunan chip chasing dengan perlakuan percobaan menghasilkan penurunan chip chasing yang signifikan. pada proses trim and form sebelum penelitian ini ada 182.325 unit IC yang terjadi reject chip chasing, setelah penelitian ini hanya 47.533 unit IC yang terjadi reject chip chasing. Kata kunci: Design of Experiments (DOE), Aplikasi DOE pada industri manufaktur, ANOVA. Chip casing is one of  reject category C that  tompel or gompel defect on the IC package. The chip casing makes the production process must be stopped to perform analysis and repair. After analyzing reject chasing chip that goes with screening data checking on trim and form processes that exist in the End Of Line (EOL) there are 60 lots affected material reject chasing chip, this led to the rejection of this research to be minimized.Design of Experiments (DOE) is a statistical approach of quality methods are applied to improve the quality of the manufacturing industry. Design of Experiments (DOE) in this study is intended to reduce the number of IC unit which occur chasing chip to improve die-set, the part of the die singulation factors that cause this reject. The data that processed and analyzed is reject chasing chip data  which found on the trim and form processes that impact on output and production capacity in the department of End Of Line (EOL). Experiments conducted on ballcage mounting ring in die singulation and disposal of spring support unit by adding the long dimension of the pin support units die singulation. The results of the application of DOE by analysis of variance (ANOVA) approach as its primary method shows that the average decline in chip chasing each experiment is not the same, because there is a decrease in chip chasing by experimental treatment resulted in significant reduction in chasing chip. Before this study, on the trim and form  process were 182.325 units occur reject IC chip chasing and after this study only 47.533 units that occur reject IC chip chasing. Keywords: Design of Experiments (DOE), DOE applications in manufacturing, ANOVA
Usulan Peningkatan Produktivitas Pada Proses Pencucian Produk HDD Dengan Mesin Otomatis Qomarotun Nurlaila
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 1 (2020): PROFISIENSI JULI 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.742 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i1.2575

Abstract

PT. ABC is manufacture company that produce HDD (Hard Disk Drive) product with rubber as raw material. One of production process is process to washing product. Current practice, washing process use manual machine which process depend on worker’s performance. Productivity of washing process need to improved. Engineering propose automation washing machine to improve it. Effect after change washing machine from manual to automation such as productivity increase 33.6 times (from 2,199  to 38,000 pc/man/hour), daily output increase  3.3 times (from 92,337  to 399,000 pcs / hour), man power reduce 3.5 Person (from 4 to 0.5 person) and man power cost reduce Rp. 28,700,000.- / month (from Rp. 32,800,000.- to Rp 4,100,000.- /month).
USULAN PERBAIKAN FASILITAS KERJA YANG ERGONOMIS PADA STASIUN PERAKITAN COVER ASSY 24DC (Studi Kasus PT. SANWA ENGINEERING BATAM) Musa Musa; Nandar Cundara; Hery Irawan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 1 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.605 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i1.312

Abstract

PT. Sanwa Enginering Batam merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Molding dan Perakitan . Perusahan ini berlokasi dikawasan industry Batamindo. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan distasiun perakitan cover assy 24DC, terdapat keluhan yang sering dialami operator, yaitu rasa sakit dan nyeri pada punggung dan kaki. Hal ini dikarenakan adanya fasilitas kerja yang tidak ergonomis distasiun tersebut, sehingga menimbulkan rasa sakit dan nyeri dibeberapa anggota tubuh.Penelitian bertujuan untuk melakukan perbaikan fasilitas kerja yang ergonomis berdasarkan prinsip –prinsip antropometri, sehingga dapat memberikan kepuasan kepada perusahaan, karena dalam penelitian ini perusahaan dapat mengetahui fasilitas kerja yang seharusnya dipakai, sehingga dapat mengurangi keluhan rasa sakit angdi alami operator.Penelitian dilakukan pada stasiun cover assy 24DC sebagai pembatasan masalah dari penelitian. Model penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang mana dituntut untuk menggunakan angka mulai dari pengumpulan dan pengolahan data sampai pada pembahasan. Data yang digunakan untuk usulan fasilitas berdasarkan hasil pengukuran lansung, dan data yang diambil hanya lah data yang diperlukan dalam melakukan perbaikan fasilitas. Kmemudian data yang telah didapatkan akan diolah dengan mencari nilai rata - rata, standar deviasi, selanjutnya data tersebut akan diuji keseragaman dan kecukupanya dan mencari nilai persentilnya.Hasil akhir yang didapat pada penelitian ini adalah usulan perbaikan fasilitas kerja yang dapat mengurangi keluhan rasa sakit operator distasiun perakitan cover assy 24DC.Kata kunci : keluhan sakit dan nyeri, fasilitas kerja, antropometri
PERANCANGAN ALAT PEMOTONG TAHU UNTUK MENGURANGI GERAK DENGAN METODE MOTION TIME MEASUREMENT (MTM)-MOTION TIME STUDY (STUDI KASUS PABRIK TAHU PAK JOKO) Benedikta Anna Haulian Siboro; Rudi Antonius Siregar; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): PROFISIENSI Desember 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.785 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i2.1206

Abstract

Pabrik tahu Pak Joko adalah pabrik yang bergerak dalam industri rumah tangga yang memproduksi tahu jawa yang dibuat dari bahan kacang kedelai asli. Berdasarkan pengamatan peneliti yang langsung terjun ke tempat pabrik tahu mendapati pekerjaan yang berulang- ulang yang terjadi saat proses pemotongan di stasiun pemotongan yang menurut peneliti seharusnya dapat di minimalisir agar dapat mengurangi pergerakan tangan saat pemotongan tahu.Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang ulang alat pemotong tahu yang lebih baik untuk meminimalisir pergerakan tangan saat proses pemotongan dengan menggunakan metode “Motion Time Measurement (MTM- 1) dan Anthropometri”.Perancangan alat pemotong tahu sebelumnya peta tangan kiri tangan tangan kanan TMU sebesar 1312.7 atau 0.788 menit , sedangkan untuk perancangan alat baru dengan ukuran tinggi 15 cm, lebar 53.5 cm dan panjang 54.2 cm. TMU sebesar 213.8 atau 0.128 menit. Adanya perbedaan hasil yang dapat dilihat dari alat pemotong lama dengan alat pemotong yang baru, dan hal itu juga dapat dilihat dari adanya beberapa gerakan yang berulang – ulang saat pemotongan tahu pada stasiun pemotongan
PENGGANTIAN SISTEM ABSENSI KARYAWAN PT. ABC DARI ID CARD MENJADI SISTEM DETEKSI WAJAH Qomarotun Nurlaila
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 1 (2021): PROFISIENSI JULI 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.221 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i1.3208

Abstract

The research was conducted to improve employee discipline in having absenteeis. PT. ABC has been using the attendance system with ID Card for 10 years. When employees forget to bring their ID cards, there will be a lot of manual work which is wasteful and can reduce employee productivity. In this study, an analysis of additional jobs was carried out because employees did not carry ID card.When the employee does not carry an ID card, the employee must write down the data in the book provided, the security officer must make sure the employee writes the data correctly, then delivers the book every morning to the HR payroll staff and takes it back every afternoon and the HR payroll staff must enter employee data manually to attendance data.Based on these conditions, the company, in this case the HR and IT department and in collaboration with all related departments, changed the attendance system from using an ID Card to a system with face detection.The face is a unique and inherent part of the body for every employee.The face is declared unique because everyone's face is different from one another even though they are twins.The application of the attendance system with face detection has an effect on improving employee discipline and productivity.

Page 9 of 22 | Total Record : 220