cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
profisiensi@journal.unrika.ac.id
Editorial Address
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, JL.Pahlawan No.99, Buliyang, Batu Aji, Batam - Kepulauan Riau, Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Profisiensi : Jurnal Program Studi Teknik Industri
ISSN : 23017244     EISSN : 25989987     DOI : DOI: 10.33373
Core Subject : Engineering,
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri adalah jurnal publikasi ilmiah di bidang teknik industri, baik itu penelitian maupun kajian ilmiah. Naskah yang diterima merupakan naskah dari hasil penelitian ataupun hasil pemikiran yang berhubungan dengan teknik industri yang belum di publikasikan di media manapun, jurnal ini terbit dua kali dalam setahun.
Articles 220 Documents
ANALISA MOTIVASI DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA USAHA FOTOKOPI (Studi Kasus Usaha Fotokopi Sarjana Kaliurang, Yogyakarta) Benedikta Anna Haulian Siboro; Lina Dianati Fathimahhayati; Sanny Hahury
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 1, No 2 (2013): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.057 KB) | DOI: 10.33373/profis.v1i2.266

Abstract

Didalam setiap organisasi manapun dituntut untuk harus memberikan pelayanan yang bermutudan berkualitas ditinjau dari segi manapun. Pengukuran produktivitas kerja karyawan digunakan sebagaisarana manajemen untuk menganalisis dan mendorong efisiensi, maka peningkatan produktivitas akanmemberikan kemampuan yang lebih besar bagi perusahaan untuk memperbaiki pengupahankaryawannya, yang kemudian akan mendorong kegairahan dan semangat kerja karyawan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh motivasi dan kemampuan kerjaterhadap produktivitas kerja usaha fotokopi. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalahpembagian kuisioner kepada pelanggan fotokopi dan melakukan tanya jawab kepada pekerja fotokopitersebutHasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden puas terhadap beberapa faktor yangmempengaruhi kepuasan pelanggan dalam hal kualitas, harga, keramahan, kecepatan, ketepatan, lokasidan kenyamanan tempat. Namun beberapa responden merasa kurang puas terhadap kesesuaian harga yangdiberikan. Selain itu, beberapa responden juga merasa kurang puas terhadap kecepatan dalam melayanipelanggan. Dari sisi karyawan, dari 20 karyawan, 100% karyawan senang bekerja di usaha tersebutdengan adanya gaji yang sesuai, jam kerja yang cukup baik dan adanya bonus serta insentif. Selain ituatasan juga dapat diajak berdiskusi. Hal ini memotivasi karyawan untuk lebih giat bekerja untuk dapatbekerja lebih cepat.Kata kunci : produktivitas, motivasi kerja, kemampuan kerja, kepuasan pelanggan.
A STUDY REVIEW FOR DEVELOPMENT HOUSE OF QUALITY BASED ON GREEN MARKETING Hery Irwan; Fauziyah Nur Jamal
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 2 (2021): PROFISIENSI DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.95 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i2.3697

Abstract

House of quality atau dikenal juga dengan QFD (Quality function Deployment) adalah salah satu metode yang digunakan perusahaan untuk memastikan bahwa rancangan produk yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Sedangkan green marketing adalah dimana produk yang dihasilkan tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan. Tujuan dari paper ini adalah bagaimana mengkombinasikan input atas masukan dari kebutuhan pelanggan kepada perusahaan dengan tetap memperhatikan design yang ramah lingkungan. Dalam implementasi penerapan green marketing kedalam house of quality akan terjadi pada teknikal respon dan korelasi yang selanjutnya hasil matrix ini dapat dijadikan dasar strategy perusahaan dalam hal pemasaran mengingat sekarang dunia internasional lewat beberapa forum konferensi telah mencetuskan produk yang ramah lingkungan, tidak hanya life cycle nya akan tetapi proses dan bahan baku yang dipergunakan pun hendaknya ramah akan lingkungan.
RANCANG ULANG TATA LETAK FASILITAS DENGAN PENDEKATAN GROUP TECHNOLOGY UNTUK MEMINIMASI JARAK DAN WAKTU PENANGANAN ALIRAN MATERIAL di PT XYZ THE DESIGN OF RE- LAYOUT OF FACILITY USING GROUP TECHNOLOGY TO MINIMIZE DISTANCE AND TIME OF FLOW MATERIAL HANDLING AT PT XYZ Zaenal Arifin
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 4, No 2 (2016): ROFISIENSI JOURNAL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.769 KB) | DOI: 10.33373/profis.v4i2.595

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang electronika. Dalam proses produksi di area Molding (End of line) masih dijumpai aliran material yang kurang efisien yaitu saat transfer material di area Molding, hal ini terjadi karena pengaturan tata letak mesin-mesin Molding yang kurang baik, dan belum tersusun sesuai dengan fungsinya. Total jarak terjauh yang harus ditempuh oleh seorang operator untuk memindahkan material selama proses di area Molding sejauh 150 meter dengan waktu transfer selama 7-8 menit. Frekuensi pemindahan material dalam satu shift rata-rata adalah 6 kali. Untuk itu perlu dilakukan pengaturan tata letak mesin agar penggunaan area lebih efektif dan efisien serta dapat mengurangi jarak dan waktu perpindahan material.Selanjutnya untuk mengatasi masalah tersebut, maka penulis melakukan rancangan perbaikan layout mesin di area Molding dengan menggunakan pendekatan Group Technology (GT) yaitu dengan cara mengelompokkan mesin-mesin yang mirip menjadi satu sel sehingga pemecahan masalah tersebut dapat menghemat waktu dan tenaga.Berdasarkan rancangan ulang layout mesin dengan pendekatan GT didapatkan total jarak terjauh yang harus ditempuh oleh seorang operator untuk memindahkan material selama proses di area molding berkurang dari 150.7 meter menjadi 87.1 meter dengan waktu transfer dari 278.72 detik menjadi 203.52 detik atau berkurang sebanyak 42.2%. Setelah dilakukan perbaikan layout, pekerjaan operator menjadi lebih ringan saat transfer material di area Molding, karena jarak transfer material menjadi lebih dekat dan waktu lebih singkat. Kata kunci : Handlingmaterial, Tata letak, Molding, Jarak, Group Technology PT. XYZ is a electronic company. In the production process of Molding (End of line) area still found less efficient material flow that is when the material transfer at Molding area, this happens because of the layout and Molding machines that are less good, and have not arranged according to function. Total farthest distance that must be taken by an operator to move the material during the process in the area Molding 150 meters with a time of transfer for 7-8 minutes. The frequency of material moving in one shift on average is 6 times. It is necessary to do arrangement layout in order to use area more effectively and efficiently and can reduce the distance and time of movement material.Furthermore, to solve above problems, the authors do a layout design improvements in the Molding machine area by using Group Technology (GT) approach, that is a way to group similar machines into one cell thus solving the problem can save time and effort.Based on the machine area re-layout with the GT approach, the result showed that total furthest distance that must be taken by an operator to move the material during molding process was reduced from 150.7 meters to 87.1 meters with a time of 278.72 seconds to transfer from 203.52 seconds or reduced by 42.2%. After re- layout, operator work becomes lighter when the transfer material in the Molding area, because the material transfer distance becomes closer and shorter time.Keywords: material handling, layout, Molding, Distance, Group Technology
PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP) UNTUK MENGURANGI JARAK PERPINDAHAN MATERIAL (STUDI KASUS UKM KERUPUK KAROMAH) Bayu Saputra; Zaenal ARifin, ST, MT; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 1 (2020): PROFISIENSI JULI 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.239 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i1.2557

Abstract

This study aims to improve the layout of facilities to reduce the distance of material transfer in Karomah Crackers SMEs by using the Systematic Layout Planning (SLP) method in which the procedure consists of three stages, the analysis phase covering the material flow analysis Activity Relationship Chart (ARC) analysis, Activity Analysis Relationship Diagram (ARD), analysis of the needs of the area and available area. The adjustment phase includes the planning of room relationship diagrams and alternative layout plans. The evaluation stage was carried out by selecting alternative layout designs. Based on the Systematic Layout Planning (SLP) method, 3 proposal layouts were produced, all of which had minimized the distance. Layout I can save a distance of 11%. Proposed Layout II saves a distance of 35% and the proposed layout III can save a distance of 30%. So that the layout of proposal I is recommended as a chosen proposal layout.
Peningkatan Produktivitas dengan Peubahan Lay Out Line di Departemen Step Motor PT.Japan Servo Batam Sakijo Sakijo; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 1 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.65 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i1.315

Abstract

PT. Japan Servo Batam adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang manufacturing, salah satunya stepping motor yang merupakan jenis motor listrik presisii untuk peripheral computer, mesin fotokopi dan lain-lain. Perusahaan tersebut mengalami kendalam terhadap masalah biaya produksi yang tinggi sehingga perlu dilakukan perbaikan efisiensi produksi dengan perubahan lay out produksi.Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi prosedur standar kerja yang ada juga perbaikan lay out produksi stepping motor dengan membandingkan lay out line lama (T line) dan lay out line yang baru (U line). Metode yang digunakan adalah mengukur luasan produksi, jarak masing-masing produksi,menghitung efisiensi masing-masing line dan membandingkan produktivitas masing-masing line.Hasil dari penelitian ini menunjukkan produktivitas pada lay out lama (T line) lebih rendah dibandingkan dengan produktivitas di lay out baru (U line) sehingga perusahaan dapat meminimalkan biaya produksi dengan merubah lay out line dari T line menjadi U line sudah tercapai dan berhasil.Kata kunci: Produktivitas, lay out, luas , jarak, efesiensi dan efektivitas.
ANALISIS SIKAP KERJA TERHADAP FAKTOR RISIKO ERGONOMI PADA KERJA ASSEMBLY MANUAL (Studi Kasus: Laboratorium Teknik Industri Universitas Riau Kepulauan) Annisa Purbasari; Benedikta Anna Haulian Siboro
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 6, No 1 (2018): PROFISIENSI JUNI 2018
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.03 KB) | DOI: 10.33373/profis.v6i1.1452

Abstract

Di berbagai industri, khususnya pada industri manufaktur untuk proses assembly manual masih banyak ditemukan sikap kerja yang statis, aktivitas berulang, dan siklus kerja pendek, sehingga dapat menimbulkan gangguan musculoskeletal disorder (MSDs). Identifikasi faktor risiko ergonomi yaitu durasi waktu terpajan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan risiko gangguan MSDs di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap kerja duduk dan berdiri terhadap faktor risiko ergonomi yaitu durasi waktu terpajan pada kerja assembly manual. Rancangan penelitian adalah Treatment by Subject Design, yaitu menggunakan satu kelompok kontrol (KK) untuk sikap kerja berdiri dan satu kelompok eksperimen (KE) untuk sikap kerja duduk pada proses assembly manual. Variabel sikap kerja dinilai dengan teknik RULA dan REBA, sedangkan variabel durasi waktu terpajan dengan mengukur waktu siklus pada kedua perlakuan. Pengolahan data dari 27 sampel dengan uji statistik. Hasil skor RULA pada tingkat risiko cedera sedang menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata antara sikap kerja berdiri dan sikap kerja duduk pada aktivitas assembly manual. Hasil skor REBA pada tingkat risiko cedera sedang dan ringan menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata antara sikap kerja berdiri dan sikap kerja duduk, sehingga sikap kerja tidak berpengaruh terhadap faktor risiko ergonomi untuk durasi waktu terpajan pada aktivitas assembly manual.
USULAN PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PERGURUAN TINGGI MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) STUDI KASUS DI STT IBNU SINA BATAM M. Ansyar Bora; Elita Amrina; Herman Herman
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 1 (2021): PROFISIENSI JULI 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.65 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i1.3308

Abstract

STT Ibnu Sina Batam merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di kota Batam yang mempunyai visi menjadi perguruan tinggi unggulan nasional, berdaya saing global berlandaskan iman dan taqwa, untuk mencapai visi tersebut STT Ibnu Sina menargetkan tahun 2021 semua program studi yang dibina terakreditasi A, saat ini program studi yang dibina yaitu Teknik Industri dan Teknik Informatika masih terakreditasi B, untuk mencapai visi tersebut salah satu unsur yang harus dipenuhi yaitu peningkatan kualitas layanan perguruan tinggi. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini bertujuan untuk menentukan Atribut apa saja yang diinginakan mahasiswa dalam upaya peningkatan kualitas layanan perguruan tinggi dan untuk merancang layanan perguruan tinggi yang sesuai kebutuhan pelanggan. Pada Penelitian ini pengambilan sampel menggunakan metode Slovin, sehingga diperoleh sampel 319 responden yang kemudian diberikan kuesioner untuk memberikan tanggapan terkait persepsi dan harapan mahasiswa terhadap layanan yang diberikan oleh STT Ibnu Sina Batam. Metode pengolahan dan analisis data yang digunanakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan integrasi metode Servqual dan QFD. Berdasarkan dari hasil Analisis Kesenjangan/Gap Servqual diperoleh bahwa mahasiswa tidak puas terhadap layanan Perguruan Tinggi STT Ibnu Sina Batam, hal ini karena terdapat gap negatif (-) antara persepsi dan harapan atau antara pelayanan yang di rasakan dengan pelayanan yang seharusnya mereka dapatkan sedangkan untuk melakukan upaya perbaikan peningkatan layanan yang bernilai negative kemudian dilakukan Analisis QFD, Setelah dilakukan perancangan kualitas menggunakan metode QFD diperoleh 19 Respon teknis yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di STT Ibnu Sina Batam.
Perhitungan Perbandingan Harga Pokok Produksi Menggunakan Gas Elpiji dan Kayu Bakar dengan Metode Activity Based Costing Ghairul Abrar; Vera Methalina Afma; Dadang Rendantan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 1 (2019): PROFISIENSI JUNI 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.538 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i1.2470

Abstract

Dalam proses pembuatan tahu mempunyai aktivitas seperti penggilingan, pemasakan, penyaringan, pengepresan dan pemotongan. Untuk proses pemasakan menggunakan bahan bakar yaitu gas elpiji dan kayu bakar dimana untuk pemakaian biaya  gas elpiji mahal dibandingkan kayu bakar.Untuk menentukan harga pokok produksi  menggunakan  bahan bakar gas elpiji dan kayu bakar maka dapat dihitung dengan cara perhitungan harga pokok produksi dengan metode activity based costing. Setelah perhitungan harga pokok produksi menggunakan bahan bakar gas elpiji dan kayu bakar maka didapatkan hasilnya yaitu biaya overhead gas elpiji Rp 4.634 dan biaya overhead kayu bakar Rp 1.400 sedangkan harga pokok produksi gas elpiji Rp 986 per unit dan kayu bakar Rp 1.043 per unit, jadi biaya overhead gas elpiji besar dibandingkan dengan kayu bakar tetapi dalam harga pokok produksi gas elpiji lebih murah disbanding dengan kayu bakar. Selain itu pemakaian gas elpiji sangat mudah dan rapi dibandingkan dengan kayu bakar dengan membutuhkan tempat penyimpanan yang besar. 
PENERAPAN MANAJEMEN PERAWATAN PADA MESIN STAMP AND CUTTING OUTER CASING DI PT. HARAPAN CITRA JAYA BATAM Daniel Daniel; Vera Methalina; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 1, No 1 (2013): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.987 KB) | DOI: 10.33373/profis.v1i1.213

Abstract

PT. Harapan Citra Jaya adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang Industri yang memproduksisprate partsepeda. Produk-Produk yang dihasilkan PT. Harapan Citra Jaya Batam 100 % dipasarkan ke luarnegeri, untuk mencapai tujuan tersebut PT. Harapan Citra Jaya mempunyai program cost saving yaitu salahsatu program yang bertujuan untuk menekan ongkos produksi dan memaksimalkan output. Oleh karena itu,penelitian ini dilakukan dalam usaha mengurangi down time akibat banyaknya kerusakan pada mesin.Tujuan dari penelitian ini adalah Penjadwalan preventive maintenance pada mesin stamp and cuttingouter casing di PT. Harapan Citra Jaya.Pada penelitian ini, dilakukan analisa penyebab tingginya tingkatkerusakan pada mesin Stamp and Cutting Outer Casing di departemen Outer Casing, dengan metode MTBFSalah satu solusi yang diambil adalah dengan membuat jadwal perawatan preventif yang ideal untukmengomtimalkan kegiatan perawatan preventif dan meminimalkan perawatan korektif.Berdasarkan hasil data Corrective Maintenance selama bulan Desember 2012 – Februari 2013 yangdilakukan sebanyak 14 kali dengan total waktu Jam kerja efektif 1152 jam dan dengan total waktu down time19,55 jam.Dari data Corrective Maintenance selama bulan desember 2012 – februari 2013 dan diolah denganmenggunakan metode MTBF maka dapat dibuat jadwal preventive maintenance perkomponennya yaitu untukkomponen kompresor dan air regulator selama 3 hari, dan untuk komponen selenoid, belting, relay, timer,bearing, cabel sensor, baut dudukan motor, spring selama 9 hari. Kata Kunci : MTBF, Downtime, Corrective Maintenance.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PADA PROSES PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN BOTOL 600 ML DENGAN METODE FAILURE MODE EFECT ANALYSIS (FMEA) DI PT. LMN BATAM Edi Sumarya
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 1 (2021): PROFISIENSI JULI 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.855 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i1.3388

Abstract

Kualitas produk yang dihasilkan merupakan nilai mutlak yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk mendapatkan kepercayaan dari customer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis cacat pada produk kemasan botol 600 ml, untuk menentukan factor penyebab cacat produk dan untuk mencari solusi perbaikannya yang dapat mengurangi tingkat cacat produk. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan studi pendahuluan dan studi pustaka, pengumpulan data kemudian diolah dan dianalisis, dengan menggunakan: histogram, p-chart, fish bone diagram dan failure mode effect analysis (FMEA). Data dianalisis untuk mendapatkan nilai risk priority number (RPN) nilai RPN tertinggi jadi skala prioritas untuk dilakukan perbaikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis cacat yang paling tinggi adalah cacat tutup botol tidak rapat, cacat botol penyok, cacat ring tutup botol grepes, cacat isi botol. Jumlah rata rata cacat produk 3,54% dari total produksi perbulan. Faktor penyebab kecacatan terbesar adalah mesin, manusia, metode dan material. Setelah penyebab yang mengakibatkan cacat dikendalikan, terdapat pengurangan jumlah cacat produk dengan nilai rata rata cacat 2,4% dari total produksi perbulan. Solusi yang direkomendasikan untuk perbaikan nya pada proses kemasan yang memiliki nilai RPN tertinggi sebesar 576 yaitu dengan mengontrol semua proses yang ada di bagian produksi kemasan botol 600 ml terutama pada proses pengecekan.

Page 3 of 22 | Total Record : 220