cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
profisiensi@journal.unrika.ac.id
Editorial Address
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, JL.Pahlawan No.99, Buliyang, Batu Aji, Batam - Kepulauan Riau, Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Profisiensi : Jurnal Program Studi Teknik Industri
ISSN : 23017244     EISSN : 25989987     DOI : DOI: 10.33373
Core Subject : Engineering,
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri adalah jurnal publikasi ilmiah di bidang teknik industri, baik itu penelitian maupun kajian ilmiah. Naskah yang diterima merupakan naskah dari hasil penelitian ataupun hasil pemikiran yang berhubungan dengan teknik industri yang belum di publikasikan di media manapun, jurnal ini terbit dua kali dalam setahun.
Articles 220 Documents
PERBAIKAN METODE PENGUKURAN WIRE PULL DENGAN DOE UNTUK MENINGKATKAN PROCESS CAPABILITY INDEXS CpK ( Studi kasus di PT. INFINEON TECHNOLOGIES BATAM) Rachmad Hidayat; Dadang Redantan; Moden Purba
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 2 (2021): PROFISIENSI DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.409 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i2.3686

Abstract

Jenis Strip frame dan alat pengukuran yang digunakan adalah faktor utama adanya variasi pada data wire pull. Kapabilitas indeks (disingkat CpK) yang dihasilkan akan semakin kecil seiring dengan meningkatnya standar deviasi data wire pull. Apabila nilai CpK yang dihasilkan di bawah kriteria minimum 1,5 maka mesin wire bonding tidak diperkenankan untuk beroperasi.                Desain eksperimen ada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat efek yang signifikan dari hipotesa awal yang dibuat. Data hasil pengukuran wire pull digunakan sebagai variabel terikat sedangkan jenis base plate dan Strip frame sebagai variabel bebas. Terdapat dua jenis base plate yaitu cavity base plate dan flat base plate. Begitu pula dengan jenis Strip frame terdapat dua jenis, yaitu Strip frame with down set dan Strip frame no down set. Berdasarkan analisa desain eksperimen, dihasilkan empat kelompok yang merupakan kombinasi dari jenis base plate dan strip frame.                Hasil pengukuran wire pull dari keempat kelompok data menunjukkan semua data terdistribusi normal dan memiliki standar deviasi yang seragam. Hasil uji ANOVA dua arah menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari jenis base plate maupun Strip frame terhadap data pengukuran wire pull, Namun semua kelompok  data memiliki Cpk di atas minimum kriteria perusahaan, hasil penelitian diperoleh adalah Cavity Base plate, No downset Cpk sebesar 1,98, with down set Cpk sebesar 2,73 dan Flat base plate, No downset Cpk Sebesar 3,15, With downset Cpk Sebesar 2,83, Hsilnya Flate base palte yang digunakan karena lebih besar Cpk Nya.
PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI UNTUK MENGURANGI UNIT CACAT INSUFFICIENT EPOXY DENGAN METODE PDCA DI AREA DIE ATTACH (Studi Kasus Di PT. Unisem) Hendra Kurniawan; Edi Sumarya; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 1 (2017): PROFISIENSI JUNI 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.979 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i1.1153

Abstract

Pada proses pengendalian kualitas, PT Unisem senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan secara berkesinambungan dengan menerapkan metode Plan Do Check Action (PDCA) dan sebagai kontrol kualitasnya PT Unisem menggunakan 7 alat bantu statistik/ Seven Tools yang terdapat pada Statistical Process Control (SPC). Data per bulan April 2016 menunjukkan total unit cacat yang dihasilkan di PT. Unisem khususnya di area Die Attach tercatat sebanyak 18234 unit dengan unit cacat Insufficient Epoxy merupakan unit cacat yang paling dominan dihasilkan yaitu sebesar 9994 unit.Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:untuk mengetahui mengapa unit cacat Insufficient Epoxy merupakan unit cacat yang dominan, untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab Insufficient Epoxy dan untuk mengetahui cara mengatasi Insufficient Epoxy dengan menerapkan metode PDCA (Plan Do Check Action)Hasil penelitian menunjukkan dengan menerapkan proses perbaikan  menggunakan metode Plan Do Check Action (PDCA) ditemukan bahwa penyebab cacat Insufficient epoxy karena pengontrolan masih manual mengandalkan faktor manusia dan sebagai  solusi dari permasalahan tersebut yaitu dengan pemasangan sebuah sensor detektor yang akan mendeteksi epoxy habis secara otomatis. Data per bulan Juli 2016 tercatat penurunan jumlah unit cacat insufficient epoxy dari 9994 unit menjadi 363 unit setelah sensor detektor diimplementasikan
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode Hazard And Operability Study (HAZOP) Pada Proyek Kontruksi Drainase Rapiah Sarfa Marasabessy; Agung K Hanaulu; Mohtar Latuconsina
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 2 (2020): PROFISIENSI DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.743 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i2.2809

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis risiko kecelakaan pada pengerjaan proyek konstruksi drainase di CV. Irama Pratama dengan maksud mengurangi tingkat risiko kecelakaan yang terjadi. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah kewajiban yang telah diamanatkan dalan Undang-Undang Keteranagkerjaan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja, sehingga risiko kecelakaan yang terjadi bisa ditekan. Dalam pelaksaan proyek CV. Irama Pratama telah menerapkan Sistem K3 dengan baik, namun kecalakaan seringkali akibat dari kelalaian pekerja sendiri. Sehingga diperlukan pendekatan yang tepat untuk mengetahui risiko kecelakaan. Hazard and Operability Study (HAZOP) adalah metode yang bisa diterapkan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko tertinggi terjadi pada pekerjaan awal pada kegiatan A1, A2, A4, B1, B2 dengan tingkat bahaya 10-14, sedangkan pada pekerjaan konstruksi pada kegiatan A3, A7, B5, B6, B7, B9, B10, dan pada Pekerjaan akhir pada kegiatan C11 termasuk dalam kategori risiko sedang dengan tingkat bahaya 5 - 9. Sehingga rekomendasi perbaikan lebih difokuskan pada kondisi risiko tinggi.
ANALISA PENJADWALAN PERSEDIAAN TIMBANGAN MODEL SM 5600 DENGAN METODE LOT FOR LOT (Studi Kasus di PT.Tropical Electronic Batam) Janwar Candra.S; Refdilzon Yasra; Nandar Cundara; Bambang W. Widodo
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.821 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.321

Abstract

PT.Tropical Electronic Batam sebagai salah satu perusahaan manufacture yang memproduksi timbangan digital. Untuk menghasilkan produk timbangan, maka PT.Tropical Electronic Batam membutuhkan bahan baku yang terdiri dari electrical part dan mechanical part. PT.Tropical Electronic Batam sering mengalami part shortage. Khususnya pada timbangan SM 5600 pada bagian display bord. Karena bahan bakunya banyak, lebih banyak permintaan customer, dan harganya paling mahal diantara produk lainnya. Dengan seringnya part shortage maka sering tidak tercapai target yang dibutuhkan, karena dari rata-rata permintaan customer per bulan mencapai 120 scale. Dari actual ysng dihasilkan yaitu rata-rata 100 scale, karena terjadi keterlambatan bahan baku.Salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi keterlambatan adalah menggunakan metode Lot For Lot membandingkan metode yang sudah ada pada perusahaan yaitu MRP. Biaya pengadaan dan biaya simpan antara kedua metode tersebut dibandingkan untuk mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan. Uji hipotesa juga dilakukan untuk mengetahui dan memastikan metode yang terbaik untuk mengatasi masalah tersebut.Hasil penelitian menunjuk kan biaya pengadaan dan biaya simpan, untuk metode Lot For Lot lebih rendah (36.000.000/tahun) dibandingkan metode MRP (39.807.375/tahun.)Kata kunci: Keterlambatan, MRP, Lot For Lot, biaya simpan, biaya pengadaan.
STUDI KELAYAKAN BISNIS JUS PALA DI NEGERI BOOI-SAPARUA Ariviana Lientje Kakerissa
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 6, No 2 (2018): PROFISIENSI DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.401 KB) | DOI: 10.33373/profis.v6i2.1616

Abstract

Pala Booi merupakan sebutan masyarakat negeri Booi, kecamatan Saparua, kabupaten Maluku Tengah bagi tanaman pala milik mereka. Luas areal perkebunan pala di negeri Booi adalah 13 HA dengan jumlah pohon pala sekitar 1274 pohon. Kapasitas panen buah pala adalah 900-1200 buah pala gelondongan (utuh) per pohon atau 37,5–50Kg. Daging buah pala yang dapat dihasilkan adalah 30-40Kg/pohon dan dalam setahun terdapat 3 kali musim panen, sehingga kapasitas panen daging buah pala dalam setahun adalah 120Kg/pohon. Dengan kondisi ini, dapat diperkirakan jumlah daging buah pala yang terbuang di negeri Booi adalah sebanyak 152.880 Kg atau 152,88 ton daging buah pala per tahun. Besaran tersebut mengisyaratkan bahwa pala Booi memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan dan turunannya. Berdasarkan penelitian sebelumnya, produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan negeri Booi selain produk serbuk sari buah pala adalah jus pala. Jus pala merupakan alternatif minuman ringan yang sehat dan masih langka di masyarakat sehingga layak untuk dikembangkan. Untuk itu diperlukan suatu studi kelayakan bisnis yang dapat menjadi acuan untuk membangun usaha tersebut
PERANCANGAN METODE KERJA UNTUK MENGURANGI KELELAHAN KERJA PADA AKTIVITAS MESIN BOR DI WORKSHOP BUBUTPT. CAHAYA SAMUDRA SHIPYARD Sidik Santoso; Refdilzon Yasra; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.761 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.348

Abstract

Sikap kerja yang digunakan pada mesin bor yaitu sikap kerja berdiri. Hal ini terjadi kontinyu dari hari ke hari, Pekerjaan mengebor dilakukan setelah istirahat siang dari pukul 13.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB, dalam pekerjaan mengebor rata-rata pekerja istirahat selama 15 sampai 20 menit diluar jam istirahat. Rata-rata waktu efektif untuk mengebor flange hari senin sampai hari kamis 170 menit dengan rata-rata waktu pengerjaan 11 menit dan target yang harus dicapai sebanyak 15 pcs, tetapi out put yang dihasilkan rata-rata 10 sampai 11 pcs dan tidak memenuhi target. Pekerja merasa kesakitan pada kaki, lutut, leher dan tangan selama bekerja dimesin bor.Perancangan metode kerja dilakukan dengan menerapkan aspek fundamental desain kursi dan kriteria kursi yang ideal sehingga kestabilan postur tubuh dapat terjaga dengan baik dan didapatkan rasa nyaman dalam beberapa waktu. Perancangan metode kerja menggunakan data dimensi tubuh pekerja. Meja bantu sebelumnya berjarak 1,2 meter didekatkan sejauh jangkauan tangan, sejauh 40 cm. Pengambilan data dilakukan kepada 10 responden. Data pengukuran kelelahan kerja merupakan variabel terikat, perancangan metode kerja dan proses kerja merupakan variabel terikat. Metode Pengukuran yang digunakan untuk mengetahui kelelahan kerja dengan menggunakan Denyut Jantung dan IFRC, sedangkan untuk mengukur keluhan pekerja dengan Nordic Body Map. Pengolahan data yang digunakan menggunakan uji Keseragaman, uji kenormalan dan uji kecukupan data. Uji Hipotesis dua rataan digunakan untuk menguji apakah ada perbedaan denyut jantung sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian bahwa rata-rata denyut jantung saat bekerja sebelum perlakuan yaitu 125,1 denyut/menit kategori berat dan rata-rata denyut jantung saat bekerja setelah perlakuan adalah 117,6 denyut/menit kategori sedang dengan pengujian hipotesis dua rataan didapatkan t hitung sebesar 4,62 dan t tabel 2,262, sehingga terjadi pengurangan kelelahan kerja sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Pengurangan kelelahan subjektif (IFRC) dari 82,8 poin dengan kategori berat kemudian diberikan perlakuan pemberikan metode kerja pada mesin bor menjadi 70,8 poin dengan kategori sedang dan pengurangan keluhan Nordic Body Map dari 80,7 poin kategori berat menjadi 51 kategori sedang. Pengembangan penelitian mengenai pengaruh panas dan kebisingan terhadap kelelahan kerja.Kata kunci : Kelelahan Kerja, perancangan, Antropometri, Denyut jantung, IFRC, Nordic Body map,Uji dua Rataan.
PERANCANGAN MEJA KERJA PADA PEMBUATAN BATU BATAKO DENGAN MENGGUNAKAN METODE ManTRA Tool (Manual Task Risk Assement Tool) DAN PENDEKATAN ANTHROPOMETRI (STUDI KASUS UKM ANTO) Astin Ariesna Nurkholid Ariesna Nurkhodi; Benedikta Anna Haulian Siboro; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 1 (2019): PROFISIENSI JUNI 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.375 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i1.2480

Abstract

Pembangunan sarana-prasarana di Kota Batam yang berkembang pesat mendorong peningkatan daya saing produk industri, salah satunya usaha pembuatan batu batako. Salah satu UKM yang memproduksi batako jenis padat dan berlubang ialah UKM Anto. Dalam proses pembuatan batako tinggi meja cetakan yang digunakan cenderung rendah, sehingga posisi kerja harus membungkuk sehingga menimbulkan keluhan sakit pinggang dan bahu pada para pekerjanya pada saat proses pemadatan cetakan. Tujuan penelitian ini adalah merancang meja ergonomis yang diharapkan dapat mengurangi keluhan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuisioner NBM (Nordic Body Map) dan metode ManTRA (Manual Task Risk Assessment) serta dirancang dengan menggunakan data antopometri kelima pekerja di UKM Anto.Hasil peneliltian menunjukkan desain meja yang ergonomis memberikan  penurunan persentase tingkatan sangat sakit dari (16,42%) menjadi (0%). Sedangkan pada tingkatan tidak sakit meningkat dari (35%) menjadi (70,71%) pada bagian tubuh yang sebelumnya mengalami keluhan sakit. Selain itu hasil analisa ManTRA menunjukkan penurunan skor dari nilai resiko kumulatif yang sebelumnya mencapai 16-20 poin (lebih dari 15) menurun menjadi 12-14 poin ( 15). Dari hasil analisa tersebut membuktikan bahwa perancangan meja ergonomis  dengan ukuran panjang 68 cm, lebar 52 cm, dan tinggi 86 cm mampu mengurangi resiko kerja dan keluhan yang dialami pekerja pada bagian pencetakan batu batako di UKM tersebut.
ANALISA KELAYAKAN INVESTASI OTOMASI PROSES PEMBUATAN RUBBER GRIP DI PT. FAST PRECISION MANUFACTURING INDONESIA (Studi kasus pada PT. Fast Precision Manufacturing Indonesia) Budihono Budihono; Nandar Cundara; Dadang Redantan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 1, No 2 (2013): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.079 KB) | DOI: 10.33373/profis.v1i2.267

Abstract

Dalammenciptakan produk dengan kualitas yang bagus maka harus ditunjang dengan adanyaproduktivitas kerja yang tinggi. PT Fast Precision Manufacturing Indonesia dalam proses pembuatanrubber grip masihmelakukan manual operasi yang memiliki beberapa kelemahan: dibutuhkan waktuyang lama untuk pembuatan roda gerinda, perlu setup time untuk setiapchange model, delivery lebihlama, tingkat defect reject lebih tinggi karena produk yang dihasilkan lebih banyakvariasinya. Hal inisangat mengganggu pihakproduksiuntuk meningkatkan produktivitas, maka diperlukan otomasidalampembuatan rubber grip ini.Tujuandaripenelitianiniadalahmenganalisakelayakaninvestasiotomasidalam proses pembuatanrubber grip. Metode yang digunakanadalahdenganmenghitung UPH (unit per hour),cycle time,danproduktivitasdenganmembandingkan manual danotomasioperasi.Hasilpenelitianmenunjukkaninvestasi otomasi lebih layak dibandingkan dengan investasimanual, dimana investasi otomasi lebih kecil biaya dan jumlahnya untuk mencapai titik break evenpoint (BEP) yaitu Rp 4.368.000 atau 2427 unit, sedangkan investasi manual lebih besar biaya danjumlahnya yaitu sebesar Rp 600.000.000 atau 428572 unit untuk mencapai titik break even point(BEP).investasi otomasi juga dapat terlihat terjadi penurunan cycle time dari 148.06 detik menjadi117.28 detik, jadi besarnya penurunanya adalah 30.78 detik jika diprosentasikan sebesar 25%.Kata Kunci: BEP, Kelayakan investasi, BEP,Otomasi, manual
PENGUKURAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE JOB SATISFICATION SCALE (JSC) M. Ansyar Bora; Meylia Vivi Putri; Mochammad Fahmi Pradipta
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 2 (2021): PROFISIENSI DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.985 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i2.3517

Abstract

Kepuasan kerja yang tinggi akan mengarahkan pada tingkat turnover yang rendah karena individu yang puas terdorong untuk bekerja lebih baik disebabkan kebutuhan pentingnya terpuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan serta untuk menganalisis pelayanan yang telah diberikan perusahaan kepada karyawan. Untuk mengukur kepuasan kerja peneliti mengadaptasi dari alat ukur job satisfication scale penulis mengidentifikasi kecendrungan tinggi rendahnya kepuasan kerja yang terdiri dari dua kondisi yaitu motifators factors dan hygiene factors, subjek dalam penelitian ini adalah 60 orang karyawan PT. Rigspek Perkasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam motivation factors yang berpengaruh pada rendahnya kepuasan kerja karyawan adalah aspek achievement sebesar 73,3% dan aspek promotion sebesar 71,7% sedangkan pada kategori hygiene factors yang berpengaruh pada rendahnya kepuasan kerja karyawan adalah aspek interpersonal relationship sebesar 68,4% berikutnya sebesar 76,7% karyawan memiliki tingkat kepuasan yang rendah terhadap pelayanan perusahaan. Sebaiknya perusahaan mempertahankan tingkat kepuasan kerja yang terdiri dari aspek work it self, recognition, responbility, supervision, pay, working condition, company policies, status dan security
ANALISA PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DENGAN METODE VSM (VALUE STREAM MAPPING) UNTUK MENGURANGI PEMBOROSAN WAKTU (STUDI KASUS UD. ALMAIDA) O.K Abdul Rahman Damanik; Vera Methalina Afma; Benedikta Anna Haulian Siboro
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 1 (2017): PROFISIENSI JUNI 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.929 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i1.1148

Abstract

Kelancaran produksi sangat penting untuk mencapai target yang ingin dicapai oleh produsen secara efisien. Hal ini dilakukan juga pada pada UD Almaida  yang memproduksi furniture. Dalam proses produksi UD. Almaida masih banyak proses produksi yang menghabiskan banyak waktu produksi (waste), mulai dari awal pengerjaan hingga pada saat pengiriman produk ke costumer terutama masih tingginya proses yang mengalami lead time, peralatan dan mesin yang tidak memenuhi kapasitas produksi.Tujuan penelitian ini adalah memberikan usulan perbaikan dalam mengurangi pemborosan yang terjadi di UD.Almaida.  Metode penelitian ini adalah value stream mapping (VSM) yang akan memetakan nilai setiap aktivitas pada setiap proses produksi yang terjadi bertujuan untuk mengetahui aktivitas yang  memberikan nilai tambah (value added) dan yang tidak memberikan nilai tambah (non value added) serta dapat memberikan usulan perbaikan dengan future state map untuk mengurangi waste waktu yang terjadi pada aktivitas proses produksi pintu panel petak 7.Hasil dari penerapan dengan pendekatan lean manufacturing menggunakan tool value stream mapping dan menerapkan usulan perbaikan, dimana analisa tersebut membandingkan analisa current state map dengan future state map. Hasil dari penelitian ini mendapatkan hasil analisa current state map untuk aktivitas value added  sebesar 5532 detik (49%) dan aktivitas non value added sebesar 5700 detik (51%), sedangkan hasil analisa future state map untuk aktivitas value added sebesar 5524 detik (75%) dan aktivitas non value added sebesar 1845 detik (25%).

Page 5 of 22 | Total Record : 220