cover
Contact Name
Adhan Kholis
Contact Email
adhank74@gmail.com
Phone
+6281334853428
Journal Mail Official
joned.fip@unu-jogja.ac.id
Editorial Address
RT 033/RW 010 Gang Jamingan Muja Muju Umbulharjo II 1067 Yogyakarta, 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Nusantara Education
ISSN : -     EISSN : 2807436X     DOI : 10.57176
Core Subject : Education,
JONED: Journal of Nusantara Education is a peer-reviewed open-access journal published by the Faculty of Education, Universitas Nahdaltul Ulama Yogyakarta. It publishes manuscripts of research in relation to educational science, language education, language teaching and learning, early childhood education, primary education, secondary education, and higher education. Submitted papers can be written in English, Bahasa Indonesia or other international languages for the initial review stage by editors and further review process by our reviewers. Journal of Nusantara Education publishes its issues biannually, in September and March.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025" : 19 Documents clear
Keterampilan Sains Mahasiswa Teknik Mesin pada Materi Logam Fero dan Non-Fero Wati, Dian Anisa Rokhmah; Pramitasari, Retno Eka; Ardiansari, Lia
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.154

Abstract

Mahasiswa yang mempelajari bidang teknik memerlukan kemampuan analitis, matematika, kreativitas, pemecahan masalah, komunikasi, dan kerja sama tim yang kuat sehingga membutuhkan  keterampilan sains yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan sains mahasiswa Teknik Mesin dalam mempelajari topik bahan teknik logam fero dan non-fero, yang mencakup kemampuan mengajukan pertanyaan, melakukan observasi, berkomunikasi, menginterpretasikan data, dan menerapkan konsep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, melibatkan 18 mahasiswa Teknik Mesin Universitas Hasyim Asy’ari sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket berbasis skala Likert 1-5, yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sains mahasiswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang, dengan mayoritas skor terkonsentrasi pada tingkat 2 dan 3 di semua aspek yang diukur. Tidak ada satupun mahasiswa yang memberikan nilai sempurna (skor 5) pada indikator mana pun, yang menunjukkan adanya celah antara pemahaman teoritis dan penerapan praktis. Aspek observasi dan interpretasi data memperoleh skor relatif lebih rendah, mengindikasikan perlunya pengembangan lebih lanjut dalam kemampuan analisis dan komunikasi hasil. Temuan ini merekomendasikan adanya inovasi dalam proses pembelajaran, seperti penerapan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pendekatan kolaboratif yang lebih intensif. Strategi tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, sehingga dapat meningkatkan keterampilan sains mahasiswa teknik secara lebih komprehensif dan efektif, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan dunia kerja. _______________________________________________________________________________________ Students studying engineering require strong analytical, mathematical, creative, problem-solving, communication, and teamwork skills, thus requiring adequate science skills. This study aims to analyze the science skills of Mechanical Engineering students in studying the topic of ferrous and non-ferrous metal engineering materials, which include the ability to ask questions, make observation, communicate, interpret data, and apply concepts. This study employed a quantitative approach with a descriptive method, involving 18 Mechanical Engineering students of Hasyim Asy'ari University as research subjects. Data were collected through a questionnaire  a using a 5-point Likert scale , which has been validated by experts. The results showed that students' overall science skills were in the moderate category, with the majority of scores concentrated at levels 2 and 3 across all measured aspects. No students achieved the maximum score (5) on any indicator, indicating a gap between theoretical understanding and practical application. The aspects of observation and data interpretation scored relatively lower, indicating a need for further development in analytical and communication skills. These findings suggest  innovations in the learning process, such as the implementation of project-based learning and a more intensive collaborative approach. These strategies are expected to create contextual learning experiences, thereby enhancing engineering students' science skills more comprehensively and effectively, while simultaneously preparing them for the demands of the workplace.
Developing English Writing Worksheet Using Cici App for Teaching Procedure Text of Seventh Grade Students Mawaddah, Sakinah; Lubis, Sofia Idawati; Prihartini, Syafrina
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.161

Abstract

Lembar kerja merupakan alat pembelajaran yang meningkatkan motivasi siswa dan membantupemahaman  materi melalui visual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan lembar kerja yang memenuhi kebutuhan siswa kelas VII dalam menulis teks prosedur. Penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Data penelitian ini berasal dari wawancara guru, modul pengajaran, buku paket dan analisis kebutuhan siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa masih berada pada level dasar Bahasa Inggris, dengan kekurangan dalam pemahaman tata bahasa dan kosakata. Mereka menganggap tata bahasa dan aktivitas menulis sulit. Siswa membutuhkan media menarik dengan topik makanan, buku berwarna dominan biru, serta gambar bergaya kartun. Semua aspek ini digunakan untuk mengembangkan Lembar Kerja Penulisan Bahasa Inggris. . Lembar kerja tersebut divalidasi oleh pakar materi dan pakar media juga oleh persepsi siswa. Rata-rata dari validasi ahli material adalah 95,82%, dari lembar validasi ahli media peneliti mendapatkan 96, 43% keduanya dikategorikan sebagai "sangat baik. Berdasarkan kedua validasi tersebut, lembar kerja termasuk dalam kategori "sangat baik", artinya cocok digunakan oleh guru dan siswa sebagai media pembelajaran pendukung. Terakhir, dari persepsi siswa, lembar kerja penulisan bahasa Inggris juga dikategorikan "sangat baik" dengan rata-rata 93,73%. Ini menunjukkan bahwa "lembar kerja penulisan bahasa Inggris menggunakan aplikasi Cici untuk teks prosedur pengajaran kepada siswa kelas VII" ditemukan menarik oleh siswa. Dengan bahasa yang lebih sederhana dan desain yang menarik serta mudah dipahami, lembar kerja yang dikembangkan berhasil meningkatkan minat siswa dalam belajar. ___________________________________________________________________________________ Worksheets are learning tools that enhance student motivation and aid material comprehension through visuals. This study aims to develop worksheets that meet the needs of seventh-grade students in writing procedural texts. The research employs Research and Development (R&D) using the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research data were obtained from teacher interviews, teaching modules, textbooks, and student needs analysis. The results indicate that students are still at a basic level of English proficiency, with deficiencies in grammar and vocabulary understanding. They find grammar and writing activities difficult. Students require engaging media with food-related topics, books with a dominant blue colour scheme, and cartoon-style illustrations. All these aspects were utilized to develop the English Writing Worksheets. The worksheets were validated by subject matter experts and media design experts, as well as through student perceptions. The average validation score from the subject matter expert was 95.82%, while the media design expert validation yielded 96.43% - both categorized as "Excellent." Based on these validations, the worksheets fall into the "Excellent" category, meaning they are suitable for use by teachers and students as supplementary learning media. Finally, student perceptions also categorized the English writing worksheets as "Excellent" with an average score of 93.73%. This demonstrates that the "English writing worksheets using the Cici Application for teaching procedural texts to seventh-grade students" were found to be engaging by students. With simpler language, attractive design, and ease of understanding, the developed worksheets successfully increased student interest in learning.
Exploring Junior High School Teachers’ Ability to Identify Learners’ Autonomy: A Case Study Sukma, Fivty Travika; Lengkanawati, Nenden Sri
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.162

Abstract

Peran guru dalam membimbing siswa menuju kemandirian belajar telah banyak diakui, namun pemahaman mengenai bagaimana guru mengkonseptualisasikan kemandirian belajar dalam konteks pendidikan masih menunjukkan kesenjangan . Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi perspektif teoretis dan penerapan praktis kemandirian belajar dari sudut pandang seorang guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Data diperoleh melalui observasi kelas dan wawancara tatap muka dengan satu responden menggunakan pertanyaan terbuka guna menggali pemahaman yang lebih mendalam. Data dianalisis dengan metode analisis tematik melalui tahapan transkripsi, pengkodean, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat bidang utama, yaitu: (1) pengetahuan dan konseptualisasi guru tentang kemandirian belajar, (2) kelayakan dan kesediaan guru dalam menerapkan kemandirian belajar, (3) strategi penerapan kemandirian belajar di kelas, dan (4) refleksi guru terhadap praktik tersebut. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan literatur mengenai kemandirian belajar dengan menghadirkan gambaran mendalam tentang bagaimana guru EFL memahami serta mengimplementasikan konsep ini dalam praktik pengajaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan profesional guru serta mendorong penelitian lanjutan untuk memperkuat kemandirian belajar sebagai salah satu tujuan utama pendidikan. _________________________________________________________________________________________ The role of teachers in fostering learner autonomy has been widely acknowledged, yet there remains a significant gap in understanding how teachers conceptualize this notion within the educational context. This qualitative study, employing a case study approach, seeks to explore both theoretical perspectives and practical applications of learner autonomy from the viewpoint of an English as a Foreign Language (EFL) teacher. The study involved classroom observation and face-to-face interviews with one participant as the respondent, using open-ended questions to gain deeper insights. Data were analyzed thematically through processes of transcription, coding, and interpretation to generate a comprehensive understanding of the teacher’s perspectives. Findings highlight four major areas: (1) the teacher’s knowledge and conceptualization of learner autonomy, (2) the feasibility and willingness to implement learner autonomy in practice, (3) classroom applications and strategies to support autonomous learning, and (4) reflective practices related to learner autonomy. The study contributes to the growing literature on learner autonomy by providing an in-depth exploration of how an EFL teacher interprets and enacts this concept in real classroom settings. It is expected that these findings will inform teacher professional development and encourage further exploration of learner autonomy as a pathway to enhancing independent and lifelong learning.
Enhancing Grade Ten Students’ Motivation in Learning English through Interactive Comic Media Ningsih, Fitriya; Khofifah, Atiya Noer Khofifah; Kamariyah , El Indahnia; Bahruddin, Dinar Vincy Yunitaka; Heriyanto , Budi; Sari , Fera Widia
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.163

Abstract

Di era globalisasi, kemahiran berbahasa Inggris sangat penting untuk menghadapi tantangan di tempat kerja dan berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai budaya. Namun, tidak semua siswa SMA tertarik untuk mempelajarinya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris siswa melalui penggunaan media pembelajaran interaktif, berupa komik edukasi yang dipadukan dengan model jigsaw puzzle. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas X-B SMA Negeri 4 Pamekasan dengan mengikuti siklus Kemmis dan McTaggart, yang mencakup perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Materi komik yang digunakan terkait dengan kehidupan sehari-hari siswa. . Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, dan angket motivasi belajar, lalu dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam motivasi belajar: peningkatan sebesar 31,25% dari pra-siklus ke siklus I dan peningkatan sebesar 25% dari siklus I ke siklus II. Secara keseluruhan, motivasi belajar meningkat sebesar 56,25%. Hasilnya menunjukkan bahwa penggabungan narasi visual dalam bentuk komik dan model jigsaw untuk kolaborasi sebaya efektif dalam meningkatkan keinginan siswa untuk belajar. Selain itu, model jigsaw memberikan guru ide praktis tentang cara membuat pembelajaran bahasa Inggris yang kreatif dan interaktif. Hasil menunjukkan bahwa narasi visual komik dan kolaborasi sebaya melalui model jigsaw efektif meningkatkan keinginan siswa untuk belajar. Selain itu, metode ini memungkinkan guru bahasa Inggris untuk membuat pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan sesuai dengan siswa generasi digital. ____________________________________________________________________________________________ In era of globalization, English language skills are crucial for facing challenges in the workplace and communicating with people from different cultures. However, there are still high school students who are not interested in learning the language. The purpose of this study was to increase students' desire to learn English through the use of interactive learning media such as educational comics combined with the jigsaw puzzle model. In class X-B at SMA Negeri 4 Pamekasan, this classroom action research (CAR) was conducted following the Kemmis and McTaggart cycle, which includes planning, action, observation, and reflection. Comic material related to students' daily lives was included in the learning process. Qualitative and quantitative analyses were conducted after data were collected through documentation, observation, and a learning motivation questionnaire. The results showed a significant increase in learning motivation: an increase of 31.25% from pre-cycle to cycle I and an increase of 25% from cycle I to cycle II. Overall, learning motivation increased by 56.25%. The results indicate that the combination of visual narratives in the form of comics and the jigsaw puzzle model for peer collaboration is effective in increasing students' desire to learn. Furthermore, the jigsaw model provides teachers with practical ideas on how to create creative and interactive English learning. Results show that comic visual narratives and peer collaboration through the jigsaw model effectively increase students' desire to learn. Furthermore, this method enables English teachers to create innovative, interactive, and digital-generation-appropriate learning.
Optimizing Students' Ability in Understanding and Producing Recount Texts through Discovery Learning Liatun; Alibi, Moh Iqbal; Yuliatin, Nur Imamah; Umamah, Chairatul; Raziqah; Jusak, Muhammad
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model Discovery Learning di kelas XC SMAN 3 Pamekasan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam menulis teks recount. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang diadaptasi oleh Kemmis dan McTaggart. Sebanyak 31 siswa dari kelas XC SMAN 3 Pamekasan menjadi subjek dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Observasi, dokumentasi, dan tes tertulis digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa mengalami peningkatan pada siklus I yaitu sebesar 24,81 poin atau 46,49%, dengan nilai rata-rata pretest 53,38 menjadi 78,19. Namun pada siklus II nilai rata-rata menurun menjadi 76,59. Penurunan ini terjadi sebesar 1,60 poin atau -2,05%, namun meskipun terjadi penurunan, masih ada peningkatan dari pre-test sebesar 43. Penurunan ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Sebagian besar 51% dipengaruhi oleh faktor eksternal, yang terjadi di dalam kelas pada saat post test karena pada saat post test bertepatan dengan adanya razia handphone siswa sehingga secara langsung mempengaruhi mood dan fokus siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tes. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan kelas yang ketat dan inovatif selama pembelajaran dan penilaian untuk meminimalisir gangguan dari luar. _____________________________________________________________________________________ This study aims to apply Discovery Learning model in class XC SMAN 3 Pamekasan to improve students' understanding and ability to write recount text. This research method used was Classroom Action Research (CAR), which was adopted by Kemmis and McTaggart, 31 students from class XC SMAN 3 Pamekasan became the subjects in this study. The research was conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. Observation, documentation, and written tests were used to collect data. The results showed that the students' ability increased in cyicle I and there was an increase of 24.81 points or 46.49%, with the average pretest score of 53.38 to 78.19; however, in cycle II, the average score dropped to 76.59 the decrease is 1.60 points or -2.05% but despite the decrease, there is still an increase from the pre-test of 43.51% This decrease was caused by external factors, which occurred in the classroom at the time of the post test because at the time of the post test it coincided with a cellphones raid that directly affected the mood and focus of students in preparing for the test. herefore rigorous and innovative classroom management is required during learning and assessment to minimize external distractions.
Konsep Islamic Parenting dan Relevansinya bagi Penguatan Karakter Moral Anak Usia Dini Safingah, Kuni; Putri, Kusuma
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.171

Abstract

Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi nilai etis senantiasa memberikan pedoman hidup dalam setiap lini kehidupan manusia untuk dapat mencapai derajat etik yang mapan. Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menjaga keluarga dengan sebaik-baiknya. Keluarga sebagai pusat pendidikan bagi anak di usia dini menjadi wahana terpenting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengannya dibutuhkan pola asuh atau parenting yang ditujukan agar orang tua dapat membimbing dan membina anak-anaknya menjadi anak yang beriman, takut kepada Tuhan. Oleh karena itu, mendidik anak usia dini menjadi peran yang fundamental dan harus terus diupayakan agar mereka mencapai tatanan nilai moral yang mapan ketika mendewasa. Penelitian ini menggunakan penelitian studi Pustaka.Adapun hasil dari penelitian ini ialah (1) Islamic parenting menjadi acuan dan pedoman bagi keluarga dalam mendidik anak, membiasakan anak dan sebagai pembuka jalan bagi terbentuknya ekosistem keluarga yang mapan penuh akan keteladanan (2) Islamic parenting menekankan pada praktik nasehat disertai dengan keteladanan, kasih sayang beserta empati, dan mengenali serta menjalankan perintah Tuhan (3) Islamic parenting memberikan fondasi nilai yang kokoh bagi orang tua dan anak usia dini dalam proses pembangunan karakter yang berbudi luhur. ___________________________________________________________________________________ Islam is a religion that upholds ethical values and always provides life guidelines in every line of human life to be able to achieve an established ethical degree. Islam teaches its followers to always take care of their families as well as possible. The family as the centre of education for children is the most important vehicle in the process of growth and development of children. With this, parenting is needed so that parents can guide and foster their children to become children who believe in, fear God. Therefore, educating early childhood is a fundamental role and must continue to be pursued so that they achieve an established order of moral values when they grow up. The results of this study are (1) Islamic parenting becomes a reference and guideline for families in educating children, familiarising children and as a way to pave the way for the formation of a well-established family ecosystem full of exemplary (2) Islamic parenting emphasises the practice of advice accompanied by exemplary, compassion and love. (3) Islamic parenting provides a solid value foundation for parents and early childhood in the process of building virtuous character.          
Inovasi Manajemen dan Kepemimpinan Transformatif Kelembagaan PAI Fahrub, Abdul Wahab; Chailani, Muchammad Iqbal; Latifah, Kunfuaidah; Arifin , Zainal; Ardiansyah, Dimas
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk inovasi manajemen yang diterapkan dalam kelembagaan Pendidikan Agama Islam (PAI), menganalisis implementasi kepemimpinan transformatif, serta mengungkap berbagai tantangan dalam pengembangan inovasi dan strategi kelembagaan PAI. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif, pengambilan data melalui sumber primer dan sekunder terkait dengan Inovasi dan kepemimpinan berupa tulisan artikel atau buku. Penelitian ini lebih  fokus pada Kepustakaan karena kajian ini terletak pada telaah teori, konsep, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan, sehingga memerlukan penggalian literatur yang mendalam ketimbang pengumpulan data empiris di lapangan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk inovasi manajemen yang diterapkan meliputi: manajemen berbasis sekolah, manajemen berbasis teknologi informasi (e-management), pengelolaan sumber daya manusia (SDM) secara profesional, serta manajemen kurikulum dan program yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Keberhasilan dari inovasi-inovasi tersebut sangat dipengaruhi oleh komitmen dan kapasitas kepemimpinan lembaga, serta dukungan lingkungan eksternal seperti pemerintah, masyarakat, dan mitra strategis. Dalam konteks kepemimpinan, pendekatan transformasional memainkan peran penting melalui lima pilar utama, yaitu: penetapan visi dan misi yang jelas, pemberdayaan inovasi dan kreativitas, penyediaan pelatihan dan pengembangan berkelanjutan, pemberian dukungan serta pengakuan terhadap kinerja, dan pembangunan kemitraan kolaboratif. Meskipun demikian, pengembangan inovasi manajerial dalam kelembagaan PAI masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya keterbatasan kompetensi guru, resistensi terhadap perubahan, minimnya dukungan teknologi, dan lemahnya kolaborasi antar pemangku kepentingan. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi yang sistematis dan berkelanjutan untuk menciptakan kelembagaan PAI yang unggul, adaptif, dan relevan dengan tuntutan zaman.  ___________________________________________________________________________________________ This study aims to identify the forms of management innovation applied in Islamic Religious Education institutions, analyze the implementation of transformative leadership within them, and reveal various challenges in the development of innovation and institutional strategies in IRE. The method used in this study is library research with a qualitative approach, collecting data from primary and secondary sources related to innovation and leadership in the form of articles or books. This study focuses more on literature because it is based on the examination of relevant theories, concepts, and previous research findings, thus requiring in-depth literature exploration rather than empirical data collection in the field. The results show that the forms of management innovation applied include: school/madrasah-based management, information technology-based management), professional human resource management , and curriculum and program management tailored to the needs of students and the community. The success of these innovations is greatly influenced by the commitment and capacity of institutional leadership, as well as external support from the government, community, and strategic partners. In the context of leadership, the transformational approach plays a crucial role through five main pillars: establishing a clear vision and mission, empowering innovation and creativity, providing continuous training and development, offering support and recognition for performance, and building collaborative partnerships. However, the development of managerial innovation in PAI institutions still faces various challenges, including limitations in teacher competencies, resistance to change, lack of technological support, and weak collaboration among stakeholders. Therefore, systematic and sustainable interventions are needed to create PAI institutions that are excellent, adaptive, and relevant to the demands of the times.    
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Belajar Siswa Bahasa Inggris pada Sekolah Menengah Pertama di Pesantren Rahmawan, Ganal Arief; Purnomo, Ryan; Abdillah, Ikhwan
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan pesantren. Kecerdasan emosional merupakan aspek penting yang berperan dalam keberhasilan akademik, khususnya dalam konteks pesantren yang menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan pembelajaran holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experiment) berupa pre-test post-test control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII di dua SMP yang berada di bawah naungan pesantren di Kabupaten Sidoarjo. Satu kelas ditetapkan sebagai kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan berupa pelatihan dan pembiasaan untuk meningkatkan kecerdasan emosional melalui kegiatan terstruktur seperti refleksi diri, diskusi empatik, dan pengelolaan emosi. Kelompok lainnya menjadi kelompok kontrol (siswa kelas VIII B) yang mengikuti pembelajaran seperti biasa tanpa perlakuan khusus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup angket kecerdasan emosional, tes prestasi belajar mata pelajaran inti serta dokumentasi akademik. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan prestasi belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata dari 68,2 menjadi 81,7, sementara kelompok kontrol meningkat dari 69,1 menjadi 73,5. Hasil uji t independen menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05, yang mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan kecerdasan emosional secara sistematis dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan prestasi akademik siswa SMP di lingkungan pesantren. _________________________________________________________________________________ This study aims to examine the influence of emotional intelligence on the academic achievement of junior high school (SMP) students in Islamic boarding schools (pesantren). Emotional intelligence is a crucial factor in academic success, particularly in pesantren environments that emphasize character development, discipline, and holistic learning. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a pre-test post-test control group format. The research subjects were eighth-grade students from two pesantren-based junior high schools in Sidoarjo Regency. One class was designated as the experimental group, receiving structured interventions to enhance emotional intelligence through activities such as self-reflection, empathetic discussions, and emotion regulation exercises. The other class served as the control group (grade VIII B students) and continued with standard learning without any special treatment. Instruments used in this study included an emotional intelligence questionnaire, academic achievement tests) in core subjects, and academic documentation. The analysis results revealed a significant difference in academic achievement improvement between the experimental and control groups. The experimental group’s average score increased from 68.2 to 81.7, while the control group’s score rose from 69.1 to 73.5. An independent t-test showed a significance value below 0.05, indicating that emotional intelligence had a statistically significant effect on student achievement. These findings suggest that systematically developing students’ emotional intelligence can be an effective strategy for improving academic outcomes in pesantren-based junior high schools.
Urgensi Kolaborasi Guru-Orang Tua dalam Mencegah Perundungan dan Meningkatkan Rasa Aman di Sekolah Ulum, Miftah; Melani, Repi; Nurdiana, Anne
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mencegah perundungan sertameningkatkan rasa aman di sekolah. Mengingat dampak negatif perundungan yang signifikan terhadap perkembangan siswa, kemitraan  efektif antara kedua lingkungan pendidikan utama ini diharapkan dapat menjadi solusi preventif yang kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus di SDIT Darul Muta’alimin Bandung. Subjek penelitian meliputi siswa kelas 4 SDIT Darul Muta’alimin, sebanyak 25 Orang, Guru dan orang tua siswa. Namun dalam penggalian informasi data diperoleh melalui proses wawancara secara mendalam dengan para pendidik dan wali murid, sebanyak 5 siswa, 5 pendidik, dan 5 orang wali murid, serta melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan observasi untuk memahami persepsi dan pengalaman mereka terkait kolaborasi dan dampaknya terhadap perundungan serta rasa aman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi intensif dan keterlibatan orang tua dalam pembelajaran di rumah merupakan bentuk kolaborasi utama yang terjalin di SDIT Darul Muta’alimin. Meskipun belum ada program pencegahan perundungan yang spesifik, keterbukaan komunikasi memungkinkan identifikasi dini dan penanganan efektif kasus perundungan yang terjadi. Siswa merasa aman dan berani melaporkan kejadian, dan orang tua merasa percaya dengan lingkungan sekolah. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua, terutama melalui komunikasi yang efektif, memiliki urgensi yang signifikan dalam mencegah perundungan dan meningkatkan rasa aman siswa di sekolah. Keterlibatan aktif orang tua di rumah melengkapi peran guru di sekolah, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kesejahteraan psikologis dan sosial siswa, sehingga meminimalkan potensi terjadinya perundungan dan menumbuhkan rasa aman. _______________________________________________________________________________ This research aims to examine the urgency of collaboration between teachers and parents in preventing bullying and enhancing  the sense of safety in schools. Given the significant negative impact of bullying on student development, , an effective partnership between these two primary  educational environments is expected to be a powerful preventive solution. This qualitative research employs a case study approach at SDIT Darul Muta'alimin Bandung. The subjects include 25 fourth-grade students, their teachers, and parents.. Data were collected through in-depth interviews with 5 students, 5 educators, and 5 parents, supplemented by participatory observation to understand their perceptions and experiences regarding collaboration and its impact on bullying and safety. The results indicate that intensive communication and parental involvement in home-based learning are the main forms of collaboration established at SDIT Darul Muta'alimin. Although no specific bullying prevention program exists, open communication facilitates the early identification and effective handling of bullying cases.. Students feel safe and brave to report incidents, and parents feel confident in the school environment. The study concludes that good collaboration between teachers and parents, especially through effective communication, has a significant urgency in preventing bullying and increasing students' sense of safety in school. The active involvement of parents at home complements the role of teachers in schools, creating an environment conducive to students' psychological and social well-being, thereby minimizing the potential for bullying and fostering a sense of security.  
The Implementation of Green Eco-Literacy in English Language Learning: A Systematic Review Rizal, Rizka Patrika; Gunawan, Felicia Pertiwi; Nurkhamidah, Neni
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.182

Abstract

Integrasi Green Eco-Literacy dalam pengajaran Bahasa Inggris bertujuan untuk meningkatkan kompetensi linguistik mahasiswa sekaligus menumbuhkan kesadaran serta tanggung jawab lingkungan. Proses penulisan Systematic Literature Review (SLR) dilakukan dengan menggunakan  kerangka kerja PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis). Dari hasil analisis data, teridentifikasi berbagai kategori ontologi, seperti buku teks, strategi pembelajaran, metode evaluasi, praktik kelas, sumber belajar, media, dan model pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian tema-tema ekologis ke dalam pembelajaran bahasa dapat mendorong pemikiran kritis, keterampilan pemecahan masalah, serta kesadaran akan keberlanjutan pada mahasiswa. Metode pembelajaran yang efektif, seperti project-based learning, diskusi kelompok, kegiatan luar ruangan, dan penggunaan media interaktif terbukti dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa serta mendorong penerapan praktik ramah lingkungan di luar kelas. Namun, integrasi yang bermakna masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kurangnya ketersediaan bahan ajar yang komprehensif, keterbatasan pelatihan guru terkait isu keberlanjutan, serta kecenderungan pengintegrasian topik hijau secara dangkal. Tinjauan ini menekankan perlunya kolaborasi antara pengembang kurikulum, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam merancang materi ELT dan kerangka pembelajaran yang benar-benar mendukung pendidikan lingkungan serta selaras dengan tujuan global keberlanjutan. Selain itu, penting juga untuk memberikan pelatihan dan sumber daya yang memadai bagi para guru agar dapat menyampaikan pembelajaran berorientasi eco-literacy secara efektif. Penelitian di masa mendatang perlu mengeksplorasi pendekatan pengajaran inovatif dan interdisipliner, mengevaluasi sikap serta perubahan perilaku mahasiswa dari waktu ke waktu, serta menelaah bagaimana eco-literacy dalam ELT dapat berkontribusi pada tujuan yang lebih luas, yaitu kepedulian lingkungan dan kewarganegaraan global. __________________________________________________________________________________________ The integration of Green Eco-Literacy in English Language Teaching (ELT) aims to enhance students’ linguistic competence while simultaneously fostering environmental awareness and responsibility. The Systematic Literature Review (SLR) was conducted in accordance with the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) framework. From the data analysis, various ontology categories were identified, such as textbooks, instructional strategies, evaluation methods, classroom practices, learning resources, media, and instructional models. The findings indicated that incorporating ecological themes into language lessons can promote students’ critical thinking, problem-solving skills, and sustainability consciousness. Effective pedagogical approach such as project-based learning, group discussions, outdoor activities, and the use of interactive media were found to increase student engagement and encourage them to apply eco-friendly practices beyond the classroom. However, meaningful integration remains challenged by the limited availability of well-developed teaching materials, insufficient teacher training on sustainability issues, and the tendency toward superficial incorporation of green topics, this review emphasized the need for curriculum developers, educators, and policymakers to collaborate in designing ELT materials and instructional frameworks that genuinely support environmental education and align with global sustainability goals. Furthermore, providing teachers with sufficient training and resources is essential for the effective delivery of eco-literate instruction. Future research should explore innovative and interdisciplinary teaching approaches, evaluate students’ attitudes and behavioural changes over time, and examine how eco-literacy in ELT can contribute to the broader objectives of environmental stewardship and global citizenship.

Page 1 of 2 | Total Record : 19