cover
Contact Name
Adhan Kholis
Contact Email
adhank74@gmail.com
Phone
+6281334853428
Journal Mail Official
joned.fip@unu-jogja.ac.id
Editorial Address
RT 033/RW 010 Gang Jamingan Muja Muju Umbulharjo II 1067 Yogyakarta, 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Nusantara Education
ISSN : -     EISSN : 2807436X     DOI : 10.57176
Core Subject : Education,
JONED: Journal of Nusantara Education is a peer-reviewed open-access journal published by the Faculty of Education, Universitas Nahdaltul Ulama Yogyakarta. It publishes manuscripts of research in relation to educational science, language education, language teaching and learning, early childhood education, primary education, secondary education, and higher education. Submitted papers can be written in English, Bahasa Indonesia or other international languages for the initial review stage by editors and further review process by our reviewers. Journal of Nusantara Education publishes its issues biannually, in September and March.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
Efektivitas Model Pembelajaran PBL terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Kelas I SD Yerlina Oktavianita Ardi; Agnita Siska Pramasdyahsari; Farida Nursyahidah; Lilik Poncowati
Journal of Nusantara Education Vol. 3 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v3i1.61

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas PBL terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia Bab 5, Teman Baru pada peserta didik Kelas I SD Negeri Wonotingal di Semester II Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan jenis One Group Pretest Posttest Design. Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas memberikan perlakuan terhadap objek penelitian dengan PBL. Objek penelitian ini sebanyak 27 anak, terdiri dari 13 putra dan 14 putri. Objek penelitian dibagi menjadi 9 kelompok kecil, terdiri dari 3 anggota dan komposisi anggota yang berbeda-beda dalam setiap pertemuan pembelajaran. Alat pengumpulan data penelitian ini adalah soal ulangan harian, terdiri dari 5 butir soal pilihan ganda dan 5 butir soal isian. Analisis data penelitian ini adalah uji prasyarat, uji beda dan N Gain. Uji prasyarat dengan Uji Shapiro Wilk untuk menguji normalitas distribusi data. Uji beda dengan Paired Sample t Test untuk menguji ada tidaknya perbedaan rata-rata antara dua sampel yang saling berpasangan. N Gain untuk menguji efektivitas penggunaan perlakuan. Hasil penelitian ini adalah PBL cukup efektif terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia. Data Pretest dan Posttest termasuk normal dengan signifikansi pada Pretest (0,107) dan Posttest (0,1) yang lebih besar daripada 0,05. Prestasi belajar pada Pretest sebesar 54,44 dan Posttest sebesar 77,41. Dengan demikian, ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan sesuai dengan signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil daripada 0,05 dan korelasi sebesar 0,953. Sedangkan rata-rata dari skor N Gain sebesar 0,5667, sehingga termasuk kategori sedang dan persentase dari N Gain sebesar 56,666%, sehingga termasuk cukup efektif. ____________________________________________________________________________________________________________________________________   The purpose of this research was to find out the effectiveness of PBL to the first-grade students’ of Wonotingal 1 Elementary School learning achievement, Indonesian Language, Chapter V, the new friends, on the second semester of 2022/2023 academic year. This research was an experiment with the One Group Pretest Posttest Design. The researcher collaborated with the class teacher and gave the treatment to the objects of this research with PBL. The objects of this research were 27 children; consisting of 13 boys and 14 girls. The objects of this research were divided into 9 small groups; consisting of 3 members and different composition in each learning. The tool of collecting data of this research was the daily test, consisting of 5 multiple choices questions and 5 short entry questions. The data analysis of this research is the precondition test, the difference test and N Gain. The precondition test used the Shapiro Wilk test to test the normality of the data distribution. The difference test used the Paired Sample t Test to test whether any difference between the two Paired Samples. N Gain to test the effectiveness of the treatment. The result of this research was PBL effective enough to the Indonesian Language learning achievement. The Pretest and Posttest data were normal with Pretest significance (0,107) and Posttest significance that bigger than 0,05. The learning achievement for the Pretest was 54,44, and the Posttest was 77,41. There was a significant difference, according the significance that smaller than 0,05 and the correlation as 0,953. Meanwhile, the mean of N Gain score is 0,5667, including as middle category and the N Gain percentage is 56,666%, including as effective enough.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III MI Ma’arif Pijenan Nensi Kusumandari; Heru Purnomo
Journal of Nusantara Education Vol. 3 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v3i1.72

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat peraga matematika terhadap hasil belajar siswa kelas III di MI Ma'arif Pijenan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitin ini adalah siswa kelas III MI Ma’arif Pijenan dengan jumlah 24 siswa. Instrumen penilaian berupa tes kognitif yang terdiri dari soal esai dan uraian. Sebelum penggunaan media terlebih dahulu diberikan soal pretest terkait materi pelajaran yang akan disampaikan. Setelah siswa mengerjakan soal pretest dilanjutkan dengan guru memberikan treatment yaitu menyajikan sebuah pembelajaran yang melibatkan alat peraga di dalamnya. Hasil analisis tes kognitif dan uji paired samples t-test menunjukkan adanya korelasi antara kedua set data hasil uji menyatakan koefisien korelasi sebesar 0,690 dengan signifikansi 0,000, hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada korelasi antara kedua pasangan data tersebut selanjutnya pada tabel selanjutnya diketahui nilai t yaitu -16.504 dengan signifikansi (2-tailed) bernilai 0.000. Hasil ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Lebih lanjut, Hasil ini menggambarkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan nilai postest. Selanjutnya, karena nilai t yang negatif bermakna bahwa secara keseluruhan, nilai posttest lebih baik dibandingkan nilai pretest. Dengan demikian, penggunaan alat peraga matematika dalam pembelajaran memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa. __________________________________________________________________________________________________________________________________ This research was conducted to determine the effect of using mathematics teaching aids on the learning outcomes of third grade students at MI Ma'arif Pijenan. The method applied in this study was a quantitative approach with the Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest design. The subjects of this study were class III MI Ma'arif Pijenan students with a total of 24 students. The assessment instrument was a cognitive test consisting of essay questions and descriptions. Before using the media, pre-test questions related to the subject matter to be delivered are first given. After students work on the pre-test questions, it is continued with the teacher giving treatment, namely presenting a lesson that involves teaching aids in it. The results of the analysis of cognitive tests and paired samples t-test showed that there was a correlation between the two data sets. The test results stated a correlation coefficient of 0.690 with a significance of 0.000, this indicated that there was no correlation between the two data pairs. In the next table, it is known that the value of t is - 16,504 with a significance (2-tailed) value of 0,000. These results indicate that there is a significant difference between the pretest and posttest values. Furthermore, these results illustrate that there is a significant difference between the pretest scores and posttest scores. Furthermore, because the t value is negative, it means that overall, the posttest score is better than the pretest value. Thus, the use of mathematical teaching aids in learning has an influence on student learning outcomes.
What Makes a Good Teacher of English as a Foreign Language? Ryan Purnomo
Journal of Nusantara Education Vol. 3 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v3i1.80

Abstract

Even though English has become the most preferred language to learn in Indonesia, learners often face difficulties in learning it. These difficulties are often caused by the teacher's role because being a teacher of English as a foreign language is certainly not an easy thing. Therefore, to avoid these difficulties, this article aims to evaluate what makes a good English teacher a foreign language. In this article, the background is the researcher's experience when he became an English teacher at the Unity School High School (SMA), which is located in Central Park, Grand Galaxy City, Jaka Setia, Kec. South Bekasi, Bekasi City, West Java. The researcher has been teaching English for several years at this international school where the students have high motivation in learning English. Researchers took a sample of 30 students. Researchers used the observation method in the data collection process and applied qualitative methods in the data analysis process. The approach method used for students was an introspective method, namely self-evaluation of the difficulties faced by students. The results showed that the students might face some difficulties in learning English caused by the teacher himself, such as irrelevant material, lack of creativity, and lack of emphasis on active communication. Teachers who didn’t pay attention to the individual needs of students, don't motivate them, and don't involve them in learning can also be a problem. The solution was to adopt a teaching approach that is more diverse, adaptive and responsive, and focuses on real communicative situations to improve students' English skills. Some of the teaching methods used by the teacher may not suit the conditions of the students and need to be changed. In conclusion, this research emphasizes that becoming a proficient English teacher involves more than just mastering the language itself; teachers must also have additional attributes to be effective in conveying knowledge to students. _______________________________________________________________________________________________________________________________ Meskipun Bahasa Inggris telah menjadi bahasa yang paling disukai untuk dipelajari di Indonesia, para pembelajar sering menghadapi kesulitan dalam mempelajarinya. Kesulitan-kesulitan tersebut sering kali disebabkan oleh peran guru itu sendiri karena menjadi seorang guru Bahasa Inggris sebagai bahasa asing tentu bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, untuk menghindari timbulnya kesulitan-kesulitan tersebut, artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi apa yang membuat seorang guru Bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang baik. Dalam artikel ini, melatarbelakangi pada pengalaman peneliti pada saat menjadi guru Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas (SMA) Unity School, yang berlokasi di Central Park, Grand Galaxy City, Jaka Setia, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Peneliti telah mengajar Bahasa Inggris selama beberapa tahun di sekolah internasional tersebut yang di mana siswa-siswanya mempunyai motivasi tinggi dalam belajar Bahasa Inggris. Peneliti mengambil sample sebanyak 30 siswa. Peneliti menggunakan metode observasi dalam proses pengumpulan data dan menerapkan metode kualitatif dalam proses analisis data. Metode pendekatan yang digunakan kepada siswa adalah metode introspektif, yaitu self-evaluasi terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh para siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para siswa mungkin menghadapi beberapa kesulitan dalam mempelajari Bahasa Inggris yang disebabkan oleh guru itu sendiri, seperti materi yang tidak relevan, kurangnya kreativitas, dan kurangnya penekanan pada komunikasi aktif. Guru yang tidak memperhatikan kebutuhan individu siswa, tidak memotivasi mereka, dan tidak mengikutsertakan mereka dalam pembelajaran juga dapat menjadi masalah. Solusinya adalah mengadopsi pendekatan pengajaran yang lebih beragam, adaptif dan responsif, serta fokus pada situasi komunikatif nyata untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa. Beberapa metode pengajaran yang digunakan oleh guru mungkin tidak cocok dengan kondisi para siswa dan perlu diubah. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menekankan bahwa menjadi seorang guru Bahasa Inggris yang mahir melibatkan lebih dari sekadar menguasai bahasa itu sendiri; guru juga harus memiliki atribut tambahan untuk efektif dalam menyampaikan pengetahuan kepada para siswa.
English Learning Styles of the Eleventh Grade Students in SMA Negeri 07 Kendari Azwan Hepriansyah
Journal of Nusantara Education Vol. 3 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v3i1.81

Abstract

This study aimed to find out the English learning styles of the eleventh-grade students in SMA Negeri 07 Kendari and the contribution of students learning styles to English achievement. Those learning styles were visual, auditory, read/write, and kinesthetics. This study applied a quantitative approach under the survey research design. The sample for this study was 84 students of grade 11 in SMA Negeri 07 Kendari, who were divided into 4 classes. A closed-ended questionnaire was used to collect the data. This study used descriptive statistics and simple linear regression to analyze the data. The results of this study showed that the majority of grade 11 students in SMA Negeri 07 Kendari used auditory learning as their major English learning style preference. Meanwhile, visual learning was their minor English learning style preference. Followed by read-write and kinesthetics learning styles. There was a significant relationship between the students’ learning styles and their English achievement, with the significance value (Sig.) being 0.000 smaller than the probability of 0.05, and the contribution of the students’ learning styles to the English achievement of the eleventh-grade students in SMA Negeri 07 Kendari was 30%. The R square value is 0.300. It means that learning style is not the main factor contributing to the students’ academic achievement. _________________________________________________________________________________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar bahasa Inggris siswa kelas sebelas di SMA Negeri 07 Kendari dan kontribusi gaya belajar siswa terhadap prestasi bahasa Inggris. Gaya belajar tersebut adalah visual, auditori, baca/tulis, dan kinestetik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survei. Sampel penelitian ini adalah 84 siswa kelas 11 SMA Negeri 07 Kendari yang terbagi dalam 4 kelas. Kuesioner tertutup digunakan untuk mengumpulkan data. Penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier sederhana dalam menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa kelas 11 SMA Negeri 07 Kendari menggunakan pembelajaran auditory sebagai preferensi gaya belajar bahasa Inggris utama mereka. Sementara itu, pembelajaran visual merupakan preferensi gaya belajar bahasa Inggris minor mereka. Dilanjutkan dengan gaya belajar baca/tulis dan kinestetik. Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar siswa dan prestasi bahasa Inggris mereka, dengan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,000 lebih kecil dari probabilitas 0,05, dan kontribusi gaya belajar siswa terhadap prestasi bahasa Inggris siswa kelas sebelas di SMA Negeri 07 Kendari sebesar 30%. Nilai R Square sebesar 0,300. Artinya, gaya belajar bukanlah faktor utama yang berkontribusi terhadap prestasi akademik siswa.
Koagulasi Nilai: Pemikiran Membangun Budaya Mutu Madrasah (Suatu Ikhtiar Epistemologis Memajukan Lembaga Pendidikan Islam) Mohamad Arif Majid
Journal of Nusantara Education Vol. 3 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v3i1.82

Abstract

Madrasah sebagai salah satu representasi lembaga pendidikan Islam di Indonesia seringkali masih dipandang sebagai lembaga pendidikan kelas dua. Menyadari hal itu rupanya madrasah-madrasah pun berbenah dan telah menunjukkan hasilnya pada dasawarsa terakhir ini. Ada Madrasah Aliyah Insan Cendekia Serpong, MBI Amanatul Ummah Mojokerto, MAN 2 Malang, Lembaga Qoryah Toyyibah Salatiga, MIN 1 Malang,  lembaga pendidikan Al-Azhar dan masih banyak lagi madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, maupun Aliyah yang mampu eksis hingga berprestasi mengungguli lembaga pendidikan kelas satu di berbagai even tingkat nasional bahkan internasional. Ini sungguh menggembirakan, kendati upaya memajukan lembaga masih terlihat parsial namun dari situ ada harapan besar bahwa di masa depan madrasah diyakini akan mampu sejajar bahkan menggeser posisinya menjadi lembaga pendidikan kelas satu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif bertujuan untuk menggali budaya mutu terbaik madrasah. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa bentuk aktifasi ruhani adalah kunci bagi terjadinya proses ‘Koagulasi Nilai’, dan inilah yang akan mampu menghantarkan terbangunnya budaya mutu paripurna madrasah sebagai induk yang akan melahirkan mutu paripurna madrasah di masa depan.   ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- As one of Islamic education institution representations, madrasah (Islamic school) is regarded a second-class education institution in Indonesia. Some madrasah had, then, been  encouraged to improve and the results was apparent hitherto this decade. The examples included Madrasah Aliyah Insan Cendekia Serpong, MBI Amanatul Ummah Mojokerto, MAN 2 Malang, Lembaga Qoryah Toyyibah Salatiga, MIN 1 Malang, Al-Azhar education institution and many other madrasah from elementary to secondary levels which had achieved better that the first class education institutions at national and international levels. Even though the improvements so far seem to be partial, this positive improvement created a great expectation that in the future madrasah would be able to reach equal position or even become the first-class institution. This research employed descriptive qualitative approach to study the best quality culture in madrasah. This study found that spiritual activation was the key for ‘coagulation of value’ process. Thus, this process could lead to a perfect quality culture of madrasah as the basis for a perfect quality of madrasah in the future.
Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Menggunakan Pendekatan Kontekstual di Kelas XI SMA Muhammadiyah 6 Surakarta : - Triyanto, Adi Nur
Journal of Nusantara Education Vol. 3 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v3i2.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 6 Surakarta. Pembelajaran Kontekstual diterapkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes, penugasan, observasi dan wawancara. Tes dan penugasan digunakan untuk mengumpulkan data berisi hasil capaian siswa selama proses pembelajaran, sedangkan observasi digunakan untuk mengamati dan mengumpulkan data tentang keterlaksanaan tindakan setiap siklus. Wawancara digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa minat dan kesan siswa terhadap guru serta model pembelajaran yang digunakan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes setelah Siklus I dan nilai Siklus II. Analisis data dilakukan dari data yang diperoleh dengan menggunakan dua jenis analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Teknik kuantitatif digunakan untuk mengolah data yang berupa nilai tes atau berupa angka sedangkan teknik kualitatif digunakan untuk mengolah data yang berupa observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis cerpen, hal itu dapat ditunjukkan adanya peningkatan nilai dari pra siklus yang memiliki rerata 70,70 dengan kategori kurang. Pada Siklus I dengan rerata 73,70 dengan kategori cukup dan mengalami peningkatan pada Siklus II dengan rerata 78,07 dengan kategori cukup. Di samping terdapat perubahan pencapaian dalam bentuk nilai, juga terlihat adanya perubahan suasana pembelajaran di kelas yang lebih aktif dan kreatif. ___________________________________________________________________________________ This study is aimed at enhancing the students’ short story writing skill for the 11th grade students at SMA Muhammadiyah 6 Surakarta. Contextual teaching and learning were employed. Classroom Action Research (CAR) containing of two cycles was applied. Each cycle covered planning, action, observation, and reflection. The data collections were from the test, assignment, observation, and interview. The test and assignment were to assess the students’ achievement progress during the learning process, and the observation was to observe and collect the data on each cycle’s implementation. The interview was to collect the data regarding the students’ interest and impression on the teacher, and the learning model being applied. Descriptive comparative analysis method was employed to compare the students’ pre-score and post-cycle I and cycle II score. The data was both analyzed quantitatively and qualitatively. The quantitative data reflected the data on the students’ score, while the qualitative one consisted of the data obtained from the observation and interview. The result of the study showed the enhancement of the students’ short story writing skill that it reflected from the students’ pre-cycle score with the average of 70.70 (categorized as low), post-cycle I score with the average of 73.70 (categorized as moderate), and post-cycle II score with the average of 78.07(categorized as moderate). In addition, employing contextual teaching and learning aimed at enhancing the students’ story writing skill is considered as able to build the students’ activeness and creativity during the learning process.            
Pengaruh Penilaian Formatif dan Percaya Diri Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Siswa Nasyafi, Nu'man Nasif
Journal of Nusantara Education Vol. 3 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v3i2.86

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penilaian formatif dan rasa percaya diri terhadap hasil belajar Bahasa Inggris baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Sampel yang diambil yaitu sejumlah 60 siswa SMA Al Jannah kelas X yang dipilih secara random. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik angket dan penggunaan tes formatif. Analisis data dengan metode statistik deskriptif dan statistik inferensial. Analisis inferensial dilakukan dengan ANOVA 2 jalur. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diberi tes uraian dengan siswa yang diberi tes pilihan ganda yang dinyatakan oleh nilai Fh (B) = 5,65 > Ft = 4,01 selanjutnya terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang memiliki rasa percaya diri tinggi dengan siswa yang memiliki rasa percaya diri rendah, hal ini  dinyatakan oleh nilai Fh (K) = 64,62 > Ft = 4,01 dan terdapat interaksi yang signifikan antara pemberian bentuk tes formatif dengan rasa percaya diri siswa yang dinyatakan oleh nilai Fh (I) = 7,47 > Ft = 4,01. Secara keseluruhan ditemukan bahwa hasil belajar Bahasa Inggris siswa yang mempunyai rasa percaya diri tinggi  lebih baik dari pada siswa yang mempunyai rasa percaya diri rendah. Hal ini dikarenakan  siswa dengan rasa percaya diri tinggi mampu menyelesaikan soal dengan baik yang didukung dengan karakter  pantang menyerah, ketekunan , teliti serta menyukai tantangan. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- The purpose of this study was to find out the effect of formative assessment and self-confidence on English learning outcomes both individually and together. The research method used in this study was an experimental method. The sample taken was a total of 60 students of Al Jannah Senior High School who were randomly selected. Data collection was carried out by questionnaire techniques and formative test. The researcher used descriptive statistical methods and inferential statistics for data analysis. Inferential analysis was performed with a 2-path ANOVA. From the results of the analysis, it was concluded that there were differences in learning outcomes between students who were given the description test and students who were given multiple-choice tests showed by grades Fh (B) = 5,65 > Ft = 4,01 then there were differences in learning outcomes between students who had high self-confidence and students who had low self-confidence,  this is shown by the value Fh (K) =  64,62 > Ft = 4,01 and there was a significant interaction between the administration of formative test forms and student confidence showed by the value Fh (I) = 7,47 > Ft = 4,01. Overall, it was found that the English learning outcomes of students who had high self-confidence were better than students who had low self-confidence. This was because students with high self-confidence are able to solve problems well, which is supported by unyielding character, perseverance, conscientiousness, and like challenges.
Persepsi Siswa Terhadap Penggunaan Quizizz dalam Pembelajaran Matematika Supriyatin, Titin
Journal of Nusantara Education Vol. 3 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v3i2.88

Abstract

Peneliti melakukan penelitian ini didasari oleh tingkat kejenuhan siswa di  sekolah SMK S Binong Permai dalam belajar matematika yang terkesan membosankan dan menakutkan. Sehingga  Penelitian ini mempunyai  tujuan untuk mengetahui pandangan atau persepsi  siswa terhadap  penggunaan Quizizz sebagai  media penilaian  pada pembelajaran  matematika dikelas  pada materi persamaan kuadrat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif  deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 10 TKJ  yang berjumlah 35 orang ..Instrumen yang digunakan adalah angket yang berupa pernyataan  tertutup untuk 35 siswa dan wawancara. Data penelitian diperoleh dengan menyebarkan angket kepada siswa  melalui Google Form dan wawancara dilakukan secara terbuka. Dari Hasil penelitian pada indikator kemudahan quizizz mudah digunakan dengan presentase rata-rata yaitu 92 , indikator penguasaan materi yang memiliki presentase tertinggi adalah pada pernyataan quizizz membantu siswa mengingat kembali materi yang telah dipelajari dikelas mencapai 84, indikator selanjutnya adalah indikator kepuasaan pada pernyataan quizizz  menurut siswa adalah aplikasi yang menyenangkan yaitu sebesar 93,14, sedangkan pada indikator keaktifan rata-rata presentase tertinggi terdapat pada pernyataan quizizz membuat siswa lebih aktif belajar yaitu sebesar 80, indikator terakhir adalah indikator  motivasi. Pada indikator ini pernyataan  peserta didik termotivasi untuk memperoleh peringkat dan skor tertinggi ketika menggunakan quizizz diperoleh data rata-rata sebesar 93,14. Sedangkan dari hasil wawancara,  peserta didik merasa senang dan semangat belajar  matematika mereka meningkat, selain itu pembelajaran  di kelas tidak terasa membosankan. Sehingga Persepsi Siswa Terhadap Penggunaan Quizizz Dalam Pembelajaran Matematika di SMKS Binong Permai  mempunyai  respon yang positif dan aplikasi quizizz dapat  menjadi salah satu  media pembelajaran yang digunakan untuk mengambil penilaian secara interaktif. _______________________________________________________________________________________ Researcher conducted this researched based on the leveled of boredom of students at smk s binong permai in learned mathematics which seemed boring and scary.  So this researched aims to determine students' perceptions of used quizzes as an assessment medium for mathematics learned in class regarding quadratic equations.  This researched used descriptive qualitative methods.  The subjects of this researched was 35 grade 10 tkj students.  The instruments used was questionnaires in the form of closed statements for 35 students and interviews.  Researched data was obtained by distributing questionnaires to students via google form and interviews was conducted openly.  From the results of researched on the eased of used indicator, quizzes was easy to used with an average percentage of 92, the indicator of material mastery which had the highest percentage was the statement quizzes helps students remembered material that had been studied in class reaching 84.  The next indicator was the indicator of satisfaction with the quizzes statement according to students.  was a fun application, namely 93,14, while the highest average percentage of activeness indicators was found in the statement that quizzes made students more active in learned, namely 80, the last indicator was the motivation indicator.  In this indicator, students' statements were motivated to obtain the highest ranking and score when used quizzes.  The average data obtained was 93. 14.  Meanwhile, from the results of the interviews, students felt happy and their enthusiasm for learned mathematics increased, besides that learned in class did not felt boring.  So that students' perceptions of the used of quizizz in mathematics learned at binong permai vocational school had a positive response and the quizizz application could been one of the learned media used to took interactive assessments  
Pengaruh Model Cooperative Learning terhadap Hasil Belajar Matematika dalam Keberagaman Peserta Didik Al Ayyubi, Ibnu Imam; Bukhori, Hadi Ahmad; Komara, Candra; Jujun; Yulianti, Erni; Mahriah, Erma
Journal of Nusantara Education Vol. 3 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v3i2.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya pengaruh di dalam hasil belajar siswa dalam menggunakan model cooperative learning di dalam pembelajaran. Hasil belajar tersebut diorientasikan di dalam mata pelajaran Matematika dengan pembahasan lingkaran untuk melihat kemampuan awal matematis, mengingat kemampuan awal matematis siswa yang menjadi parameter di dalam menghasilkan suatu jawaban inheren dengan berbagai perspektif yang alternatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Cisarua dengan penelitian kuantitatif. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis korelasi untuk melihat keterkaitan akan variabel bebas yakni kerja sama di dalam keberagaman peserta didik dan variabel terikat yakni hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran cooperative learning pada materi lingkaran. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMPN 1 Cisarua dengan sampel sebanyak 31 siswa. Instrumen penelitian pada penelitian ini menggunakan angket dan tes pada akhir pembelajaran. Pengujian persyaratan analisis data yang digunakan terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov berbantuan software SPSS versi 26. Pada penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa analisis kerja sama siswa dalam pembelajaran dengan hasil belajar siswa menggunakan model cooperative leraning pada materi lingkaran memiliki korelasi dengan kekuatan koefisien yang kuat dengan nilai Correlation Coefficient sebesar 0,841 serta interaksi antara kerja sama siswa dengan hasil belajarnya adalah sebesar 84,1% dan 15,9% lainnya dipengaruhi oleh faktor eksternal. Dikarenakan data berdistribusi normal maka dilanjutkan dengan uji regresi yang menghasilkan data memenuhi dalam kriteria linearitas dengan persamaan regresi adalah Y = 31,647 + 0,619X _______________________________________________________________________________________ This research aims to see whether there is an influence on student learning outcomes in using the cooperative learning model in learning. These learning outcomes were oriented in Mathematics subjects with a discussion of circles to see initial mathematical abilities, considering that students' initial mathematical abilities were the parameters in producing an answer that was attached to various alternative perspectives. This research was carried out at SMPN 1 Cisarua with quantitative research. This research method used a correlation analysis to see the relationship between the independent variable, namely cooperation in the diversity of students, and the dependent variable, namely student learning outcomes using the cooperative learning model in circle material. The population of this research was class VIII students at SMPN 1 Cisarua with a sample of 31 students. The research instruments in this study used questionnaires and tests. The specifications for data analysis requirements used consisted of a normality test and linearity test using Kolmogorov-Smirnov with the help of SPSS version 26 software. In this study, it was concluded that the analysis of student cooperation in learning with student learning outcomes using the cooperative learning model in circle material has a correlation with strength. a strong coefficient with a Correlation Coefficient value of 0.841 and the interaction between student cooperation and learning outcomes is 84.1% and the other 15.9% is influenced by external factors. Because the data is normally distributed, it is continued with a regression test which produces data that meets the linearity criteria with the regression equation being Y = 31.647 + 0.619X
The Importance of the Theory of Pragmatic Truth on the Development of Teacher Professionalism Simanjuntak, Nensy Megawati; Padmasari, Arumtyas Puspitaning
Journal of Nusantara Education Vol. 3 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v3i2.95

Abstract

This research aims to explain the importance of mastering concepts and knowledge of the pragmatic theory of truth. Mastering the pragmatic theory of truth will lead educators to a more intelligent and conscientious pattern of self-development. Education involves two basic components, namely: educators and students. Educators who are the spearhead of the education system must have full self-awareness of their own development. One of the self-development that an educator needs to do is develop professionalism. Teacher professionalism can be developed in many ways, one of which is developing knowledge of concepts or theories that are relevant to their field of work. One of the concepts or theories that educators need to master and develop is the pragmatic theory of truth. This research is a descriptive phenomenological analysis research. The data sources used were 26 teachers at Xin Zhong Middle School in Surabaya. This research was conducted using interview and observation techniques as a way to obtain data. The research was conducted because it was found that there were several educators who did not understand the concept of pragmatic truth which was demonstrated through the attitudes and viewpoints of educators, thereby influencing the learning and professional processes that occurred in educational institutions. This research found that the pragmatic theory of truth which is well mastered by educators will produce individuals who are more intellectual and virtuous by involving conscience as an indicator in expanding knowledge. _________________________________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya penguasaan konsep dan pengetahuan terhadap teori kebenaran pragmatis. Adanya penguasaan teori kebenaran pragmatis akan membawa pendidik ke pola pengembangan diri yang lebih berakal dan bernurani. Pendidikan melibatkan dua komponen dasar yakni: pendidik dan peserta didik. Pendidik yang merupakan ujung tombak terhadap sistem pendidikan harus memiliki kesadaran diri penuh terhadap pengembangan dirinya. Salah satu pengembangan diri yang perlu dilakukan oleh seorang pendidik adalah pengembangan profesionalisme. Profesionalisme guru dapat dikembangkan melalui banyak cara, salah satunya adanya pengembangan pengetahuan terhadap konsep atau teori yang relevan dengan bidang pekerjaanya. Salah satu konsep atau teori yang perlu dikuasai dan dikembangkan oleh pendidik adalah teori kebeneran pragmatis. Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif fenomenologi. Sumber data yang dijadikan adalah guru SMP Xin Zhong Surabaya yang berjumlah 26 orang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi sebagai cara untuk memeroleh data. Penelitian dilakukan karena ditemukan adanya beberapa pendidik yang tidak memahami konsep kebenaran pragmatis yang ditunjukkan melalui sikap dan sudut pandang pendidik sehingga memengaruhi proses pembelajaran dan profesional yang terjadi di lembaga pendidikan. Penelitian ini menemukan bahwa teori kebenaran pragmatis yang dikuasai dengan baik oleh pendidik akan melahirkan pribadi yang lebih berintelektual dan berbudi pekerti dengan melibatkan nurani sebagai indikator dalam meluaskan pengetahuan.