cover
Contact Name
Adhan Kholis
Contact Email
adhank74@gmail.com
Phone
+6281334853428
Journal Mail Official
joned.fip@unu-jogja.ac.id
Editorial Address
RT 033/RW 010 Gang Jamingan Muja Muju Umbulharjo II 1067 Yogyakarta, 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Nusantara Education
ISSN : -     EISSN : 2807436X     DOI : 10.57176
Core Subject : Education,
JONED: Journal of Nusantara Education is a peer-reviewed open-access journal published by the Faculty of Education, Universitas Nahdaltul Ulama Yogyakarta. It publishes manuscripts of research in relation to educational science, language education, language teaching and learning, early childhood education, primary education, secondary education, and higher education. Submitted papers can be written in English, Bahasa Indonesia or other international languages for the initial review stage by editors and further review process by our reviewers. Journal of Nusantara Education publishes its issues biannually, in September and March.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
Integrasi Pembelajaran Asinkronus melalui Whatsup dan Project-Based Learning dalam Mata Kuliah Statistika Mardiyanti, Een
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i1.127

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas Integrasi Pembelajaran Asinkronus melalui WhatsApp dan Project-Based Learning dalam meningkatkan pemahaman statistika mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi fenomenologi, pengambilan sampling menggunakan teknik purposive sampling.  Penggunaan proyek dalam evaluasi akhir memberikan hasil yang lebih baik dan komprehensif dibandingkan ujian tertulis. Mahasiswa yang terlibat dalam proyek cenderung memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep-konsep statistika serta keterampilan praktis dalam menerapkannya dalam situasi nyata. Penggunaan WhatsApp dalam pembelajaran ini sangat membantu sebagai media konsultasi karena pertemuan di kelas sering kali terbatas oleh waktu dan jadwal yang ketat. WhatsApp memfasilitasi komunikasi yang lebih fleksibel antara mahasiswa dan dosen di luar jam perkuliahan, meningkatkan interaksi personal dan mendukung motivasi belajar mahasiswa.  Penggunaan bahasa non formal saat konsultasi dengan mahasiswa melalui WhatsApp dapat menciptakan kedekatan dan menghapus kesenjangan antara mahasiswa dan dosen, serta  menciptakan hubungan yang lebih dekat secara emosional antara dosen dan mahasiswa. Salah satu penghargaan yang diberikan kepada mahasiswa adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk memiliki judul dan artikel penelitian mereka yang bagus disubmit ke jurnal dengan menyertakan nama mereka sebagai penulis. Penghargaan meningkatkan antusiasme mahasiswa. Mereka termotivasi untuk menghasilkan penelitian berkualitas karna hasil kerja keras mereka memiliki peluang untuk diakui dalam publikasi akademis. Temuan lain dari proyek ini meliputi data-data yang berpotensi untuk digunakan dalam tahap penelitian lanjutan. Data yang dikumpulkan dari proyek dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi tema-tema penelitian yang menarik. Proyek ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa tetapi juga berpotensi untuk memberikan kontribusi yang berarti dalam literatur akademik di bidangnya ______________________________________________________________________________________ This study aimed to find out the effectiveness of integrating asynchronous learning through WhatsApp and Project-Based Learning in enhancing students' understanding of statistics. This is a qualitative study utilizing a phenomenological approach, with purposive sampling techniques employed for participant selection. The use of projects in the final evaluation yielded better and more comprehensive results compared to written exams. Students involved in projects tended to have a deeper understanding of statistical concepts and practical skills in applying them to real-life situations. The use of WhatsApp in this learning process proved to be highly beneficial as a consultation medium since classroom meetings are often limited by time and tight schedules. WhatsApp facilitated more flexible communication between students and lecturers outside of class hours, enhancing personal interaction and supporting students' learning motivation. The use of informal language during consultations with students via WhatsApp fostered a closer relationship and bridged the gap between students and lecturers, creating a more emotionally connected relationship. One of the rewards given to students was the opportunity to have their research titles and articles submitted to journals, with their names included as authors. This reward increased students' enthusiasm, motivating them to produce high-quality research, knowing that their hard work had the potential to be recognized in academic publications. Another finding from this project includes data that could be used in further research stages. The data collected from the project can serve as a basis for identifying intriguing research themes. This project not only provided practical experience for students but also has the potential to make a significant contribution to the academic literature in the field.
Reducing Students’ Anxiety in Speaking English: Teacher’s Strategies Kurniawati, Atin; Lintangsari, Adiningsih
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i1.128

Abstract

Kecemasan dalam berbicara bahasa Inggris dapat menghambat siswa dalam mempelajari bahasa tersebut. Menyadari masalah ini, guru bahasa Inggris harus memiliki strategi untuk membantu siswa mengatasi kecemasan berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengurangi kecemasan siswa dalam berbicara bahasa Inggris serta kelebihan dan kekurangan strategi yang diterapkan. Informan penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris di sebuah SMP Islam di Surakarta, Jawa Tengah yang mengajar di kelas VIII. Desain penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi guru untuk mengurangi kecemasan siswa dalam berbicara bahasa Inggris adalah relaksasi, persiapan, berpikir positif, mencari teman sebaya, dan kelompok sebaya. Penerapan strategi tersebut memiliki dampak, baik kelebihan maupun kekurangan. Kelebihan dari strategi tersebut adalah: (1) menciptakan lingkungan belajar yang santai dan positif, (2) mengembangkan keterampilan komunikasi dan pembelajaran kolaboratif. Sementara itu, kelemahan dari strategi yang digunakan oleh guru adalah siswa sering menghabiskan waktu untuk membuat kelompok dan berisik. Temuan ini menyiratkan bahwa memilih strategi yang tepat untuk membantu siswa mengatasi kecemasan mereka dalam berbicara bahasa Inggris memerlukan beberapa pertimbangan, seperti kemampuan siswa, kebutuhan, serta keadaan kelas. ___________________________________________________________________________________ Anxiety in speaking English can hinder students’ performance in learning the language. Recognizing this problem, English teachers should have strategies to help students cope with speaking anxiety. This current study focused on investigating teacher’s strategies to reduce students’ anxiety in speaking English as well as the advantages and disadvantages of the strategies applied by the English teacher of an Islamic junior high school in Surakarta, Central Java. Case study design was implemented in this research. The subject of this research is an English teacher who taught at the eight grades. The techniques in collecting the data included observation and interview. The research findings show that the teacher’s strategies to reduce students’ anxiety in speaking English are relaxation, preparation, positive thinking, peer seeking, and peer group. Implementing those strategies has impacts, either advantages or disadvantages. The advantages of those strategies are: (1) creating a relaxed and positive learning environment, (2) developing communication skill and collaborative learning. Meanwhile, the disadvantage of the strategies used by the teacher is students often take time in making groups and noisy. These findings imply that choosing the suitable strategies to help students cope with their anxiety in speaking English need some considerations, such as students’ abilities, needs, as well as classroom circumstances.
The Role of Selective Underlining Strategy in Developing Critical Reading Skills Among University Students Sufiana; Zulkarnain, Riski; Oktapiyani, Henny; Faradilla, Alya Rifka
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i1.131

Abstract

Studi ini menyelidiki keefektifan selective underlining strategy dalam meningkatkan keterampilan membaca kritis di kalangan mahasiswa. Menggunakan metode penelitian tindakan kelas, bertujuan untuk minangkatkan pemahaman membaca mahasiswa dalam hal menemukan gagasan utama dan rincian pendukung melalui selective underlining strategy dalam pengajaran membaca. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Mulia pada mahasiswa semester dua Progran Studi Informatika melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Peneliti mengambil 37 Mahasiswa sebagai subjek penelitian. Peneliti mengajarkan pemahaman membaca menggunakan selective underlining strategy. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan selective underlining strategy dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa, dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, pencapaian ide pokok dan rincian pendukung siswa dalam pemahaman membaca adalah 57,8%, namun setelah dievaluasi pada siklus II pemahaman membaca siswa menjadi 79,0%. Sebaliknya, gagasan utama siswa dalam pemahaman membaca dikembangkan dari siklus I ke siklus II, dimana pada siklus I pencapaian gagasan utama siswa dalam pemahaman membaca adalah 58,1%, namun setelah dievaluasi pada siklus II pencapaian gagasan utama siswa menjadi 79,7%. Pada siklus I prestasi siswa dalam menemukan rincian pendukung sebesar 57,6%, namun setelah dilakukan evaluasi pada siklus II menjadi 78,4%. Sedangkan pencapaian target standar KKM 70. Penelitian ini berkontribusi terhadap berkembangnya literatur mengenai strategi membaca efektif di perguruan tinggi dan menawarkan implikasi praktis bagi para pendidik yang berupaya meningkatkan keterampilan membaca kritis mahasiswanya. Dari temuan ini, peneliti menyimpulkan bahwa dengan menggunakan teknik Selective Underlining Strategy dapat meningkatkan prestasi pemahaman membaca mahasiswa dan membuat mahasiswa aktif dalam proses pembelajaran. ____________________________________________________________________________________ The effectiveness of the selective underlining technique in improving university students' critical reading abilities was examined in this study. Using the Selective Underlining Strategy in reading instruction, the goal of the classroom action research approach was to clarify how students' reading comprehension improved in terms of identifying the main concept and supporting details. Applying classroom action research (CAR), the study was conducted with informatics students at Mulia University during the second semester. 37 pupils were selected by the researcher to be the study's subjects. The Selective Underlining Strategy was used by the researcher to teach reading comprehension. According to the research findings, students' reading comprehension from cycle I to cycle II could be enhanced by employing the Selective Underlining Strategy. Following assessment in cycle II, the students' reading comprehension increased to 79.0% from their cycle I achievement of key ideas and supporting details of 57.8%. On the other hand, the students' major concept for reading comprehension improved from cycle I to cycle II. Specifically, after cycle II evaluation, the students' main idea for reading comprehension increased from 58.1% in cycle I to 79.7%. Students' success rate in locating supporting details was 57.6% in cycle I, but after evaluation in cycle II, it increased to 78.4%. While KKM 70 is the standard objective achievement. This study adds to the expanding corpus of research on successful reading practices in higher education and provides educators looking to improve their students' critical reading abilities with useful takeaways. Based on these results, the researcher concluded that employing the Selective Underlining Strategy technique could improve students' reading comprehension performance and engage them in the process of learning  
Optimizing the Role of Operators in Management Information Systems (MIS) at Madrasah Tsanawiyah Arrukhshatul'ulum Fauzi, Helmi Al Hafid; Al Ayyubi, Ibnu Imam; Nurhikmah; Prayetno, Eko; Al-Ghatnaini, Raed Awadh Saeed
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i2.134

Abstract

Sistem Informasi Manajemen (SIM) berperan penting dalam meningkatkan kualitas administrasi dan akademik di madrasah. MTs Arrukhshatul'ulum mengelola beberapa sistem SIM yang diamanahkan oleh Kementerian Agama, termasuk SIMPATIKA (Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah), SIM-SARPRAS (Sistem Informasi Sarana dan Prasarana), EMIS (Education Management Information System), dan RDM (Rapor Digital Madrasah). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran operator SIM di MTs Arrukhshatul'ulum, yang berlokasi di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, dalam mengelola SIM, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta mengusulkan strategi optimalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari tiga kelompok, yaitu operator SIM (2 orang), kepala madrasah (1 orang), serta guru dan staf administrasi (5 orang). Operator SIM dipilih sebagai subjek utama karena peran mereka dalam input data, pengolahan, dan pelaporan. Kepala madrasah dilibatkan untuk mengeksplorasi perspektif manajerial, seperti dukungan kebijakan dan alokasi sumber daya bagi operator. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik, yang bertujuan untuk mengidentifikasi pola dan tema utama dalam data kualitatif. Analisis ini mencakup tahapan pembiasaan data, pengodean, identifikasi tema, dan interpretasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operator SIM menghadapi berbagai tantangan, seperti terbatasnya pelatihan teknis, infrastruktur yang kurang memadai, dan beban kerja yang tidak proporsional. Namun, dengan adanya dukungan dari pimpinan madrasah, pelatihan berkala, serta penyesuaian beban kerja, efektivitas pengelolaan SIM dapat ditingkatkan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi operator dan pemanfaatan teknologi yang relevan guna mendukung tata kelola madrasah yang modern. __________________________________________________________________________________________ Management Information Systems (MIS) play a crucial role in improving administrative and academic quality in madrasahs. MTs Arrukhshatul'ulum manages several MIS systems mandated by the Ministry of Religious Affairs, including SIMPATIKA (Information System for Madrasah Educators and Education Personnel), SIM-SARPRAS (Infrastructure Information System), EMIS (Education Management Information System), and RDM (Madrasah Digital Report System). This study aimed to analyze the role of MIS operators at MTs Arrukhshatul'ulum, located in Cangkorah Village, Batujajar District, West Bandung Regency, in managing MIS, identifying challenges faced, and proposing optimization strategies. This research employed a descriptive qualitative method with a case study approach. The study subjects consisted of three groups: MIS operators (2 individuals), the madrasah principal (1 individual), and teachers and administrative staff (5 individuals). MIS operators were selected as key subjects due to their primary role in data entry, processing, and reporting. The madrasah principal was involved to explore managerial perspectives, such as policy support and resource allocation for operators. Data collection techniques included in-depth interviews and observations. The collected data were then analyzed using thematic analysis, which aims to identify key patterns and themes within the qualitative data. Thematic analysis involves steps such as data familiarization, coding, theme identification, and interpretation of findings. The study results indicate that MIS operators face challenges such as limited technical training, inadequate infrastructure, and disproportionate workloads. However, support from madrasah leadership, regular training, and workload adjustments can enhance the effectiveness of MIS management. This study recommends strengthening operator competencies and utilizing relevant technology to support modern madrasah governance.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar: Profil Pelajar sebagai Aset Bangsa Hidayat, Wahyu; Putro, Khamim Zarkasih
Journal of Nusantara Education Vol. 3 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v3i2.102

Abstract

Kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, minimnya sumber daya manusia yang berkualitas dalam penyampaian materi, serta tantangan dalam menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Implementasi Kurikulum Merdeka menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman dan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Kurikulum Merdeka dalam konteks pendidikan Pancasila di sekolah dasar serta menganalisis profil pelajar sebagai aset bangsa dalam proses pembentukan karakter dan identitas nasional. Implementasi Kurikulum Merdeka menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman dan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Adapun pengumpulan data penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait kurikulum dan profil pelajar Pancasila. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah (P1), Guru (P2), Siswa (P3). Pengecekan keakuratan data dalam penelitian ini menggunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menjelaskan Profil pelajar Pancasila merujuk pada karakteristik dan atribut yang dimiliki oleh siswa atau pelajar dalam konteks pemahaman, penerimaan, dan praktik nilai-nilai Pancasila meliputi: pemahaman nilai Pancasila, sikap toleransi dan keberagaman, keterlibatan dalam kegiatan sosial, kecerdasan moral dan etika, kritis, dan kemandirian, partisipasi dalam demokratis, dan patriotisme. Tantangannya kesesuaian dengan kondisi lokal, kesiapan dan kualitas sumber daya pelajar. Implikasi temuan dari penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana Kurikulum Merdeka memengaruhi pembelajaran Pancasila di sekolah dasar, serta kontribusi profil pelajar dalam memperkuat kesadaran akan nilai-nilai kebangsaan. _________________________________________________________________________________________ Lack of understanding of the values of Pancasila, lack of quality human resources in delivering material, and challenges in adapting the curriculum to the needs and developments of the times. The implementation of the Merdeka Curriculum is a means to strengthen the understanding and values of Pancasila in education. This study aims to explore the implementation of the Merdeka Curriculum in the context of Pancasila education in elementary schools and analyze the profile of students as national assets in the process of character building and national identity. The implementation of the Merdeka Curriculum is a means to strengthen the understanding and values of Pancasila in education. This type of research is qualitative research. The data collection of this research is through interviews, observations, and analysis of documents related to the curriculum and profile of Pancasila students. The informants in this study were the Principal (P1), Teacher (P2), Student (P3). Checking the accuracy of data in this study used extended participation, persistence of observation, and triangulation of methods. The results of this study explain that the Pancasila student profile refers to the characteristics and attributes possessed by students or students in the context of understanding, acceptance, and practice of Pancasila values including: understanding of Pancasila values, tolerance and diversity attitudes, involvement in social activities, moral and ethical intelligence, critical, and independence, participation in democracy, and patriotism. The challenge is conformity to local conditions, readiness and quality of student resources. The implications of the findings from this study provide a deeper understanding of how the Merdeka Curriculum affects Pancasila learning in elementary schools, as well as the contribution of student profiles in strengthening awareness of national values.
Efektivitas Video TalkShow “Tonight Show Starring Jimmy Fallon” di YouTube terhadap Kemampuan Menyimak Siswa Meillita Puan Maharani; Handayani, Ika; Fargianti, Yusti
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i2.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan video talk show berbahasa Inggris di YouTube terhadap kemampuan menyimak siswa kelas 8 SMPN 5 Cilegon. Desain penelitian kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen, dengan sampel terdiri dari 30 siswa di kelas eksperimen dan 30 siswa di kelas kontrol. Peneliti menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen untuk pengumpulan data. Berdasarkan temuan, terdapat perbedaan antara kelas eksperimen yang menggunakan video talk show berbahasa Inggris sebagai media pembelajaran dan kelas kontrol yang menerima pengajaran konvensional. Efektivitas pembelajaran di kelas eksperimen lebih nyata dibandingkan dengan kelas kontrol. Peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan video talk show berbahasa Inggris di YouTube dalam proses pembelajaran menunjukkan efektivitas dalam mengajar siswa kelas 8 SMPN 5 Cilegon pada tahun ajaran 2023/2024. Uji hipotesis dalam penelitian ini, yang dilakukan menggunakan uji Independent Sample T-test, menunjukkan signifikansi (2-tailed) kurang dari 0,05, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Selain itu, nilai effect size sebesar 1,215 menunjukkan tingkat pengaruh yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan video talk show berbahasa Inggris di YouTube sebagai media pembelajaran memiliki dampak positif terhadap efektivitas belajar siswa di kelas, dan penggunaan YouTube: The Tonight Show Starring Jimmy Fallon direkomendasikan sebagai media pengajaran untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa. _________________________________________________________________________________ This research aim to determine of effectivenes of using English talk show video on Youtube towards students listening skills at 8th grade students of SMPN 5 Cilegon. The quantitative research design used in this study is an experimental research method, with sample comprising 30 students in experimental class and 30 students in the control class. The researcher employed a quasi-experimental appoarch for data collection. Based on the findings, there were differences between experimental class were the class that uses English talk show videos as a learning media and the control class which received conventional instruction.  The effectiveness of learning in the experimental class was more evident compared to the control class. The researcher concluded that the use of English talk show videos on YouTube in the learning process demonstrated effectiveness in teaching eighth-grade students at SMPN 5 Cilegon during the 2023/2024 academic year. The hypothesis test in this study, conducted using an Independent Sample T-test, showed a significance (2-tailed) of less than 0.05, leading to the rejection of the null hypothesis (Ho) and the acceptance of the alternative hypothesis (Ha). Additionally, the effect size of 1.215 indicated a high level of impact. This demonstrates that the use of English talk show videos on YouTube as a learning medium had a positive effect on students' learning effectiveness in class and the use o YouTube: The Tonight Show Starring Jimmy Fallon in the classroom is recommended as a teaching medium for students listening skills.
Cultivating Discipline and a Sense of Responsibility: An Integrated Approach to Character Education Achadi Budi Santosa; Suyata; Poerwanto, Eko
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i2.136

Abstract

Pembentukan karakter merupakan tugas terpenting bagi lembaga pendidikan. Realita menunjukkan bahwa masih banyak permasalahan dalam pembentukan karakter siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena program penguatan karakter di sekolah. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini berupaya menggali secara mendalam pengalaman serta perspektif partisipan terkait fenomena yang dikaji. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lingkungan penelitian serta wawancara mendalam dengan tujuh siswa dan tiga guru kelas yang dipilih secara purposive. Untuk memastikan validitas data, dilakukan teknik member checking dengan meminta konfirmasi dari partisipan terkait keakuratan interpretasi peneliti terhadap temuan yang diperoleh. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses analisis dilakukan secara berkelanjutan hingga diperoleh saturasi data, sehingga temuan yang dihasilkan dapat merepresentasikan fenomena secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian nilai-nilai karakter siswa memerlukan berbagai strategi. Pertama, perlu adanya aturan yang jelas dan konsisten. Kedua, pendekatan keagamaan dapat menjadi sarana untuk melatih karakter siswa. Selain itu, pembentukan posko aktif di setiap kelas juga turut memberikan dampak positif terhadap kedisiplinan siswa. Pesan-pesan kedisiplinan perlu disampaikan melalui area-area tertentu di sekitar sekolah yang dikelola secara bergantian oleh masing-masing kelas, agar siswa terlibat dalam proses tersebut. Pemantauan kedisiplinan siswa dapat dilakukan melalui sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat. _________________________________________________________________________________ Character building is the most important task for educational institutions. Reality shows that there are still many problems in character building of students in schools. This study aims to reveal the phenomenon of character strengthening programs in schools. Through a qualitative approach with a case study method, this study attempts to explore in depth the experiences and perspectives of participants related to the phenomenon being studied. Data collection was carried out through direct observation in the research environment and in-depth interviews with seven students and three class teachers who were selected purposively. To ensure data validity, a member checking technique was used by asking for confirmation from participants regarding the accuracy of the researcher's interpretation of the findings obtained. Data were analyzed using an interactive analysis model that includes three main stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The analysis process was carried out continuously until data saturation was obtained, so that the findings produced could represent the phenomenon comprehensively. The results of the study showed that achieving students' character values ​​requires various strategies. First, there needs to be clear and consistent rules. Second, a religious approach can be a means to train students' character. In addition, the formation of active posts in each class also has a positive impact on student discipline. Discipline messages need to be delivered through certain areas around the school that are managed alternately by each class, so that students are involved in the process. Monitoring of student discipline can be done through synergy between the school, parents, and the community.
Peran Guru dalam Pendidikan Karakter untuk Membentuk Tanggung Jawab dan Disiplin Siswa Sekolah Dasar Lestari, Puji; Mahrus, Miftahul
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i2.137

Abstract

Pendidikan karakter menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang bertanggung jawab dan disiplin sejak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam pendidikan karakter untuk membentuk tanggung jawab dan disiplin siswa di SDN 03 Trans Bangsa Negara. Penelitian ini adalah studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori . Selanjutnya, peneliti menggunakan triangulasi sumber sebagai teknik validitas data yang membandingkan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi pendidikan karakter di SDN 03 Trans Bangsa Negara secara keseluruhan mencapai rata-rata 73%. Terdapat lima aspek utama peran guru meliputi: (1) Pemberian keteladanan melalui perilaku, (2) Pembiasaan positif seperti sistem piket dan pemeriksaan kerapian, (3) Pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam mata pelajaran, (4) Penguatan positif berupa pujian dan apresiasi, serta (5) Evaluasi dan refleksi melalui pengamatan harian. Faktor yang mendukung pembentukan karakter adalah komunikasi guru dan siswa yang baik, lingkungan sekolah yang kondusif, dan keterlibatan aktif orang tua. Namun, ada beberapa hambatan dari sisi internal siswa, seperti kurangnya kesadaran, rasa malas, dan rendahnya kepercayaan diri, serta faktor eksternal seperti pengaruh gadget, kurangnya perhatian orang tua, dan tekanan teman sebaya. Secara keseluruhan, pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah ini membantu membangun tanggung jawab dan disiplin siswa meskipun masih memerlukan optimalisasi dalam menghadapi kendala yang ada. _________________________________________________________________________________ Character education is a vital foundation for shaping a responsible and disciplined generation from an early age. This study aims to examine the role of teachers in character education to foster responsibility and discipline among students at SDN 03 Trans Bangsa Negara. The research employed a descriptive design with a qualitative approach. Data were collected through classroom observations, interviews, and documentation. The study applied Miles and Huberman’s data analysis theory, encompassing three stages: data reduction, data display, and data verification. Furthermore, the researcher utilized source triangulation as a validity technique by comparing data from observations, interviews, and documentation. The findings reveal that the implementation of character education at SDN 03 Trans Bangsa Negara achieved an average effectiveness of 73%. The teacher's role encompasses five main aspects: (1) Exemplary behavior, (2) Positive habits such as duty rosters and grooming checks, (3) Integration of character values into subjects, (4) Positive reinforcement through praise and appreciation, and (5) Evaluation and reflection through daily observations. Supporting factors include effective teacher-student communication, a conducive school environment, and active parental involvement. However, challenges arise from internal student factors, such as lack of awareness, laziness, and low self-confidence, as well as external factors, including gadget influence, insufficient parental attention, and peer pressure. In conclusion, character education at this school contributes to building student responsibility and discipline, though further optimization is needed to address existing challenges.                                                                                                                                                                                               
Persepsi Guru dalam Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi di SD N Bandar Jaya Nurkhasanah, Silfi; Mahrus, MIftahul
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i2.138

Abstract

Di era pendidikan yang semakin beragam, pendekatan yang berpusat pada siswa melalui pembelajaran berdiferensiasi menjadi kunci untuk mengakomodasi kebutuhan dan potensi setiap peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi guru terhadap penerapan pembelajaran berdiferensiasi di SDN Bandar Jaya. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan jenis pembelajaran yang menekankan pada kebutuhan dan kemampuan setiap siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan dalam penelitian ini adalah  . Untuk menganalisis data, peneliti melakukan pemilihan data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, guru sudah memiliki pandangan yang positif tentang pembelajaran berdiferensiasi dan sudah memahami konsep pembelajaran berdiferensiasi dengan baik, penerapan strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran berdiferensiasi yaitu strategi konten, strategi proses, dan strategi produk. Dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi terdapat dampak hasil belajar siswa lebih meningkat dan menjadikan siswa lebih kreatif. Dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini terdapat tantangan dan hambatan yang dialami oleh guru yaitu keterbatasan waktu, kemampuan siswa yang beragam, sarana dan prasarananya yang masih terbatas, dan keterbatasan kemampuan guru. Sekolah juga memberikan solusi terhadap tantangan atau hambatan yang dihadapi oleh guru di SD Bandar Jaya, sehingga pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif dapat tercapai. ______________________________________________________________________________ Abstract In an increasingly diverse educational era, a student-centered approach through differentiated learning has become key to accommodating the needs and potentials of each student. The aim of this study is to explore teachers' perceptions of the implementation of differentiated learning at SD N Bandar Jaya. Differentiated learning is a type of learning that focuses on the needs and abilities of each student. This study uses a case study method and a qualitative approach. Data were collected through surveys, interviews, and documentation. Participants in this study were all teachers at SD N Bandar Jaya, totaling 8 (eight) teachers who had implemented differentiated learning, namely grade I-VI teachers, sports teachers, and the principal of SD Negeri Bandar Jaya. To analyze the data, the researcher performed data selection, presentation, and conclusion drawing. Based on the results, teachers already have a positive perspective on differentiated learning and have a good understanding of the concept. The strategies used by teachers in differentiated learning are content strategies, process strategies, and product strategies. With the implementation of differentiated learning, there has been an increase in student learning outcomes, making students more creative. However, there are challenges and obstacles faced by teachers in implementing differentiated learning, including time constraints, diverse student abilities, limited facilities, and teachers' limited capabilities. The school also provides solutions to these challenges and obstacles faced by teachers at SDN Bandar Jaya, enabling more effective and inclusive learning.    
Analisis Hubungan Keaktifan Siswa dalam Ekstrakurikuler terhadap Hasil Asesmen Harian di Madrasah Ibtida’iyah Adzewiyah, Putri Rhobiyatul; Lutfiana, Fatma Fitri; Jumini, Sri
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i2.141

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak kegiatan ekstrakurikuler terhadap hasil rata-rata nilai asesmen harian, dengan fokus pada bagaimana tingkat partisipasi memengaruhi hasil belajar. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan post-facto, data dikumpulkan melalui angket dan wawancara terhadap 10 siswa kelas V di MI Ma’arif Kebrengan. Temuan menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan (r = 0,93) antara keterlibatan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dan kesuksesan akademik. Siswa dengan tingkat partisipasi yang lebih tinggi secara konsisten mencapai hasil akademik yang lebih baik, memperlihatkan manfaat dari keterlibatan tersebut. Kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya berkontribusi pada peningkatan akademik tetapi juga pada pengembangan keterampilan non-akademik penting seperti manajemen waktu, disiplin, dan kerja sama. Kegiatan ini membantu siswa membangun kepercayaan diri dan tetap termotivasi, memungkinkan mereka untuk unggul baik di dalam maupun di luar kelas. Sebagai contoh, siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan terorganisir seperti olahraga atau seni sering menunjukkan keterampilan organisasi dan interpersonal yang lebih baik, yang berdampak positif pada kinerja akademik mereka. Namun, manajemen waktu yang efektif tetap menjadi kunci untuk mencegah komitmen ekstrakurikuler mengganggu tanggung jawab akademik. Penelitian ini menegaskan peran penting kegiatan ekstrakurikuler dalam mendukung pendidikan holistik. Di luar peningkatan akademik, kegiatan ini mendorong pengembangan keterampilan yang diperlukan untuk kesuksesan di masa depan, termasuk kepemimpinan, adaptabilitas, dan interaksi sosial. Sekolah dianjurkan untuk menerapkan program ekstrakurikuler yang terstruktur dan seimbang sesuai dengan tujuan akademik siswa. Dengan mengintegrasikan inisiatif ekstrakurikuler yang dirancang dengan baik ke dalam kebijakan pendidikan, sekolah dapat membantu membentuk individu yang mandiri, percaya diri, dan kompeten secara sosial, sambil memastikan pencapaian akademik tetap menjadi prioritas utama. __________________________________________________________________________________ This study explores the impact of extracurricular activities on students' academic achievement, focusing on how participation levels influence performance outcomes. Using a descriptive quantitative method with a post-facto approach, data were gathered through questionnaires and interviews with 10 fifth-grade students at MI Ma’arif Kebrengan. The findings revealed reveal a significant positive correlation (r = 0.93) between active involvement in extracurricular activities and academic success. Students with higher levels of participation consistently achieve better academic results, showcasing the benefits of such engagements. Extracurricular activities contribute contribute not only to academic improvement but also to the development of essential non-academic skills like time management, discipline, and teamwork. They help students build confidence and stay motivated, enabling them to excel both inside and outside the classroom. For example, students participating in organized activities such as sports or art often exhibit better organizational and interpersonal skills, which positively impact their academic performance. However, effective time management remains crucial to prevent extracurricular commitments from interfering with academic responsibilities. The study underscores the vital role of extracurricular activities in supporting holistic education. Beyond academic enhancement, these activities foster skills necessary for future success, including leadership, adaptability, and social interaction. Schools are encouraged to implement structured and balanced extracurricular programs that align with students’ academic goals. By integrating well-designed extracurricular initiatives into educational policies, schools can help nurture independent, confident, and socially competent individuals, while ensuring that academic achievements remain a priority.