cover
Contact Name
Adhan Kholis
Contact Email
adhank74@gmail.com
Phone
+6281334853428
Journal Mail Official
joned.fip@unu-jogja.ac.id
Editorial Address
RT 033/RW 010 Gang Jamingan Muja Muju Umbulharjo II 1067 Yogyakarta, 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Nusantara Education
ISSN : -     EISSN : 2807436X     DOI : 10.57176
Core Subject : Education,
JONED: Journal of Nusantara Education is a peer-reviewed open-access journal published by the Faculty of Education, Universitas Nahdaltul Ulama Yogyakarta. It publishes manuscripts of research in relation to educational science, language education, language teaching and learning, early childhood education, primary education, secondary education, and higher education. Submitted papers can be written in English, Bahasa Indonesia or other international languages for the initial review stage by editors and further review process by our reviewers. Journal of Nusantara Education publishes its issues biannually, in September and March.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 89 Documents
The Impact of Interactive Animation Media on Pancasila Character Development in Islamic Education Maslani; Rohmatulloh, Rifqi; Numaeri, Muhammad Heri; Aqil, Mochamad
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh video pembelajaran interaktif berbasis animasi dalam Pendidikan Agama Islam terhadap pengembangan karakter siswa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain eksplanatori sekuensial, yang menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket dan tes hasil belajar dari 50 siswa di SD Inpres Mannurukki dan SD Inpres Bontobila. Pemilihan kedua sekolah ini didasarkan pada kondisi geografisnya yang berdekatan, sehingga memungkinkan perbandingan untuk mengidentifikasi kesenjangan atau kesamaan dalam penerapan media teknologi pada PAI. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (korelasi Pearson/Spearman). Hasil analisis kuantitatif menunjukkan tidak ada korelasi yang signifikan antara penggunaan media berbasis teknologi dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada pengembangan karakter Pancasila, dengan koefisien korelasi sebesar -0,096 dan nilai signifikansi sebesar 0,507. Temuan ini justru memberikan kontribusi penting, yang mengindikasikan bahwa teknologi saja tidak cukup untuk membentuk karakter tanpa diperkuat oleh peran guru dan pendekatan humanis. Sementara itu, temuan kualitatif dari wawancara mendalam dengan dua guru dan siswa mengungkapkan bahwa meskipun media teknologi dinilai menarik, efektivitasnya dalam membentuk karakter masih terbatas. Peran guru sebagai panutan, diskusi langsung, dan konteks sosial terbukti lebih dominan dalam menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, media berbasis teknologi perlu diintegrasikan secara bijaksana ke dalam strategi pembelajaran yang menekankan pendekatan humanis dan kontekstual. ______________________________________________________________________________________ This study aims to analyze the influence of interactive animation-based learning videos in Islamic Religious Education on students’ character development grounded in Pancasila values. The research employed a mixed-method approach with a sequential explanatory design, combining quantitative and qualitative analyses to obtain a comprehensive understanding. Quantitative data were collected through questionnaires and learning achievement tests administered to 50 students from SD Inpres Mannurukki and SD Inpres Bontobila. These two schools were selected based on their geographical proximity, allowing for a comparative analysis to identify gaps or similarities in the implementation of technology-based media in Islamic Religious Education (PAI). The data were analyzed using descriptive and inferential statistics (Pearson/Spearman correlation). The quantitative findings indicated no significant correlation between the use of technology-based media and learning outcomes in Islamic Religious Education oriented toward Pancasila character development, with a correlation coefficient of -0.096 and a significance value of 0.507. This finding provides an important insight, suggesting that technology alone is insufficient to shape character without being reinforced by the teacher’s role and a humanistic approach. Meanwhile, qualitative findings from in-depth interviews with two teachers and students revealed that although technology-based media were considered engaging, their effectiveness in shaping character remained limited. The teacher’s role as a role model, direct discussions, and social context proved to be more influential in internalizing Pancasila values. Therefore, technology-based media should be integrated wisely into learning strategies that emphasize humanistic and contextual approaches.
Strengthening Digital Literacy in the Teaching and Learning of Chemistry: A Literature Review Munawwarah
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan literasi digital dalam pembelajaran kimia melalui kajian literatur. Literasi digital menjadi kompetensi esensial abad ke-21 yang tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga kapasitas kognitif, sosial, dan pedagogis dalam memanfaatkan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab. Metode penelitian menggunakan systematic literature review dengan menelaah 50 artikel dari basis data jurnal open access yang berasal dari kombinasi jurnal nasional (seperti JKPK, JPI, JPSI, IJERR) dan jurnal internasional open access (misalnya Journal of Chemical Education, J. Phys. Conf. Ser., iJET, Education and Information Technologies) yang kemudian direduksi menjadi 20 artikel dan dipilih 15 artikel paling relevan berdasarkan kriteria inklusi. Artikel yang dianalisis dipublikasikan dalam rentang waktu 2020–2024, berfokus pada strategi pembelajaran kimia berbasis digital, dan berasal dari jurnal open access untuk menjamin transparansi dan aksesibilitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa maupun calon guru kimia awalnya memiliki tingkat literasi digital sedang, namun strategi pembelajaran berbasis teknologi terbukti mampu meningkatkan kompetensi tersebut secara signifikan. Strategi yang paling sering digunakan meliputi penggunaan e-modul berbasis Android, media Augmented Reality (AR), laboratorium virtual, pembelajaran berbasis proyek (STEAM-PjBL), serta integrasi perangkat lunak kimia seperti ChemDraw. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan penguatan literasi digital tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh keselarasan pedagogis, kesiapan guru, dan keterlibatan aktif siswa. Oleh karena itu, literasi digital perlu diposisikan sebagai kompetensi inti dalam pembelajaran kimia untuk memastikan pengalaman belajar yang bermakna, setara, dan berorientasi masa depan. _______________________________________________________________________________________ This study aims to analyze strategies for strengthening digital literacy in chemistry education through a systematic literature review. Digital literacy is recognized as an essential 21st-century competence that encompasses not only technical skills but also cognitive, social, and pedagogical capacities to use technology critically and responsibly. The research employed a systematic literature review method, initially identifying 50 open access journal articles, which were then reduced to 20 and finally narrowed down to 15 articles based on inclusion criteria. The selected studies, published between 2020 and 2024, specifically addressed digital literacy strategies in chemistry education and were drawn exclusively from open access journals to ensure transparency and accessibility. The results indicate that most students and pre-service chemistry teachers initially demonstrated moderate levels of digital literacy, yet structured technology-based interventions significantly improved these competencies. The most frequently reported strategies included Android-based e-modules, Augmented/Virtual Reality (AR/VR) media, virtual laboratories, STEAM project-based learning, and the integration of chemistry software such as ChemDraw. These findings highlight that the success of digital literacy development depends not only on the availability of digital tools but also on pedagogical alignment, teacher preparedness, and active student engagement. Consequently, digital literacy should be regarded as a core competency in chemistry education to ensure equitable, meaningful, and future-oriented learning experiences.
Students' Perception on Using English Language Fantasy Movies to Enhance Vocabulary Mastery in English Education Sinaga, Ayonia Jelita Boru; Lestari, Tiarannisa Putri; Retsi, Olga Dona; Fikri, Muhammad Subhan
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.193

Abstract

Penelitian kualitatif studi kasus ini mengkaji persepsi mahasiswa terhadap penggunaan film berbahasa Inggris untuk akuisisi kosakata. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Palangka Raya yang memiliki kebiasaan menonton film berbahasa Inggris. Data kemudian dianalisis secara tematik, yang menghasilkan lima tema utama: (1) pengalaman pertama dengan film fantasi berbahasa Inggris, (2) manfaat yang dirasakan, (3) efektivitas akuisisi kosakata, (4) teknik pembelajaran, dan (5) integrasi film ke dalam pendidikan formal. Temuan mengungkapkan bahwa film menyediakan input otentik dan multimodal yang mendukung pembelajaran kosakata, baik secara insidental maupun intensional. Keberhasilan pembelajar dipengaruhi oleh strategic engagement (keterlibatan strategis), seperti pencatatan, penggunaan kamus, penerjemah, dan refleksi. Durasi paparan terhadap bahasa juga menjadi faktor yang membedakan pembelajar pemula dini dan pemula terlambat. . Para partisipan menekankan bahwa bimbingan guru melalui kegiatan pre-, during-, dan post-viewing meningkatkan pemahaman, menopang (scaffold) akuisisi kosakata, serta mengatasi tantangan seperti dialog cepat atau subtitle yang tidak akurat. Studi ini memberikan bukti kualitatif yang mendukung Input Hypothesis Krashen dan Noticing Hypothesis Schmidt, dengan menunjukkan interaksi antara faktor kognitif dan afektif dalam pembelajaran berbasis film. Hasil ini menyoroti potensi pedagogis dari integrasi film berbahasa Inggris ke dalam pengajaran formal.Pendekatan yang terstruktur, menarik, dan berpusat pada pembelajar terbukti dapat mengoptimalkan penguasaan kosakata sekaligus menjaga motivasi dan paparan bahasa yang otentik. Untuk penelitian mendatang, disarankan menggunakan desain eksperimental atau longitudinal guna mengukur peningkatan yang terukur dan menyelidiki lebih lanjut mekanisme yang mendasari pembelajaran bahasa melalui media audiovisual. __________________________________________________________________________________________ This qualitative case study investigates students’ perceptions of using English-language films for vocabulary acquisition. Data were collected through semi-structured interviews with four students from the English Education Study Program at the University of Palangka Raya who regularly watch English-language films. The data were then analysed thematically, resulting in five main themes: (1) first experiences with English fantasy films, (2) perceived benefits, (3) effectiveness of vocabulary acquisition, (4) learning techniques, and (5) integration of films into formal education. The findings reveal that films provide authentic and multimodal input that supports both incidental and intentional vocabulary learning. Learners’ success is influenced by strategic engagement, such as note-taking, dictionary use, translation, and reflection. The duration of language exposure also distinguishes early and late beginners. Participants emphasized that teacher guidance through pre-, during-, and post-viewing activities enhances comprehension, scaffolds vocabulary acquisition, and helps overcome challenges such as fast-paced dialogues or inaccurate subtitles. This study provides qualitative evidence supporting Krashen’s Input Hypothesis and Schmidt’s Noticing Hypothesis, demonstrating the interaction between cognitive and affective factors in film-based learning. The results highlight the pedagogical potential of integrating English-language films into formal instruction. A structured, engaging, and learner-cantered approach can optimize vocabulary mastery while maintaining motivation and exposure to authentic language. Future research is recommended to employ experimental or longitudinal designs to measure observable improvement and further explore the underlying mechanisms of language learning through audiovisual media.
Transformasi Pembelajaran PAI: Integrasi Pedagogi Inovatif, Teknologi, dan Dukungan Kontekstual Izzah, Nailal; Wardan, Khusnul
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i2.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan kontekstual di era digital. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka terhadap berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional periode 2015–2025 yang terindeks dalam basis data bereputasi, seperti SINTA, Garuda, Moraref, Scopus, dan DOAJ, yang membahas strategi pedagogis, manajemen kelas, integrasi teknologi, asesmen formatif, serta dukungan kontekstual dalam pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran aktif berbasis konstruktivisme sosial, seperti diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, dan tanya jawab interaktif, dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Manajemen kelas yang humanis berkontribusi terhadap terciptanya suasana belajar yang positif dan kolaboratif, sedangkan asesmen formatif berperan sebagai sarana refleksi dan pembentukan karakter siswa. Sementara itu, integrasi teknologi digital memperkaya pengalaman belajar, namun efektivitasnya sangat bergantung pada literasi digital guru serta desain pedagogis yang berorientasi pada nilai. Selain itu, dukungan kontekstual berupa budaya religius sekolah, kebijakan yang humanis, dan kurikulum adaptif berbasis nilai Islam memperkuat ekosistem pembelajaran PAI yang bermakna. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif antara pedagogi inovatif, literasi digital, dan konteks sosial-budaya untuk memperkuat peran PAI dalam membentuk karakter, kompetensi abad ke-21, dan spiritualitas peserta didik di tengah tantangan transformasi pendidikan global.    
Enhancing Kindergarteners’ English Vocabulary and Pronunciation through Morning Circle Activities Wardhana, Edward Eka; Astutik, Yuli; Fediyanto, Niko; bte Abd Wahid, Nur Farhana
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i2.196

Abstract

This study investigates the implementation of Morning Circle as a strategic approach to enhance English vocabulary and pronunciation among kindergarten students. Grounded in Lev Vygotsky’s Zone of Proximal Development (ZPD) and the concept of scaffolding, this study explores how teacher–student interactions within this activity support early language acquisition. A descriptive qualitative method was employed through classroom observations conducted over six weeks in a kindergarten that routinely integrates Morning Circle into its English language learning practices. Data were collected through non-participant observations involving 23 students and one teacher, focusing on four main components: greetings, singing, counting, and material delivery. The data were analyzed thematically by identifying recurring patterns of teacher support and students’ language responses in relation to the ZPD framework. The findings reveal that each component of Morning Circle contributes significantly to language development. Greeting sessions provide structured exposure to basic English expressions with bilingual support. Singing integrates vocabulary with rhythm and movement, facilitating pronunciation practice. Counting activities reinforce number vocabulary while encouraging peer interaction. Material delivery emphasizes thematic vocabulary supported by modeling, gestures, and simplified explanations. Consistent use of scaffolding strategies, including modeling, repetition, bilingual cues, and physical demonstrations, plays a crucial role in guiding student engagement and linguistic progress. These findings suggest that Morning Circle, when purposefully designed, serves as an effective and developmentally appropriate framework for introducing foundational English skills. Beyond a daily routine, it functions as an interactive and intentional learning opportunity that supports vocabulary acquisition and pronunciation development
Boosting Junior High School Students’ Vocabulary Skills through Educational Tiktok Content Setyaningrum, Riya Risqi; Faridah, Fita; Luthfiyati, Dian; Fitriana, Maslakhatul
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i2.197

Abstract

This study aims to investigate the effectiveness of using TikTok as a medium to enhance students' vocabulary mastery. Employing a quantitative approach with a quasi-experimental design, the research was conducted at SMPN 3 Lamongan. The study involved class 7D as the experimental group (n=30) and class 7G as the control group (n=30). Data were collected through multiple-choice vocabulary tests administered as pre-tests and post-tests to assess students' vocabulary knowledge before and after the treatment. The experimental group received vocabulary instruction integrated with TikTok content, while the control group followed conventional teaching methods. Statistical analyses, including normality testing, the Wilcoxon signed-rank test, and the Mann–Whitney U test, were performed using SPSS version 25. The Mann–Whitney U test yielded a significant value for Asymp. Sig. (2-tailed) = 0.000, which is lower than the threshold of 0.05, indicating a statistically significant difference between the two groups. These findings support the research hypothesis and demonstrate that incorporating TikTok into the vocabulary learning process significantly impacts students' vocabulary acquisition. The results suggest that social media platforms like TikTok can be effectively utilized as complementary tools in English language learning. This medium also enhances students’ motivation, learning engagement, and interest in participating in English learning. Furthermore, the findings of this study make a meaningful contribution to the field of English education by demonstrating that the integration of short-video-based social media platforms such as TikTok can serve as an effective and innovative instructional strategy for improving students’ vocabulary mastery and their engagement in the learning process.
Integrasi Nilai Etika dan Keagamaan dalam Pendidikan Vokasi: Menjawab Tantangan Industri 4.0 Basar, Afip Miftahul; Saepulmilah, Ceceng
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i2.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi, strategi implementasi, serta tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai etika dan keagamaan ke dalam pendidikan vokasi di era Industri 4.0, dengan studi kasus di Politeknik Industri Logam Morowali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 120 mahasiswa, 4 dosen pengampu mata kuliah keagamaan dan teknis, serta pengelola kurikulum atau pimpinan program studi sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi sistematis terhadap proses pembelajaran dan pembinaan karakter, studi dokumentasi kurikulum dan silabus, serta survei terstruktur kepada mahasiswa dan dosen. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu untuk menjamin konsistensi dan kredibilitas temuan. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dan memperkuat temuan dari berbagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai etika dan keagamaan merupakan kebutuhan strategis dalam membentuk lulusan pendidikan vokasi yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki landasan moral yang kuat dan kesiapan menghadapi dilema etis dalam konteks industri modern. Sebanyak 92% mahasiswa menyatakan bahwa nilai etika dan keagamaan penting bagi kesiapan profesional. Namun, implementasinya masih cenderung bersifat teoretis dan belum sepenuhnya terintegrasi secara kontekstual dengan kebutuhan industri. Strategi efektif yang teridentifikasi meliputi integrasi lintas mata kuliah, penguatan kegiatan keagamaan dan ekstrakurikuler, serta keteladanan dosen. Tantangan utama meliputi keterbatasan kerangka kurikulum, rendahnya kompetensi dosen dalam pedagogi berbasis nilai, pengaruh budaya digital, serta lemahnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri.
Integritas Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Mengoptimalkan Pengembangan Potensi Peserta Didik secara Holistik Fauziah, Wafa Nurul; Faradhilah, Deswita; Maharani, Najla Raisa; Sofiani, Rizka Ayu; Rahmadyanti , Anindya
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i2.199

Abstract

Pengembangan potensi peserta didik secara holistik menjadi tuntutan penting dalam pendidikan modern, karena peserta didik tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga berkembang secara kognitif, afektif, dan psikomotor melalui pengalaman belajar yang bermakna. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu sarana strategis untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut sebagaimana diamanatkan dalam Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014. Namun, efektivitas kegiatan ekstrakurikuler sangat ditentukan oleh integritas pelaksanaannya, karena tanpa integritas, program berpotensi menjadi formalitas yang minim dampak edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kegiatan ekstrakurikuler dalam mengembangkan potensi peserta didik secara holistik serta menelaah pentingnya integritas dalam pelaksanaannya sebagai suatu sistem yang terencana, konsisten, dan bernilai edukatif. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan kualitatif melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah, seperti artikel jurnal, buku, dan prosiding yang relevan dengan topik pendidikan holistik dan kegiatan ekstrakurikuler pada periode 2020–2025. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis konten melalui tahapan pengumpulan, seleksi, pengelompokan tema, dan penafsiran hasil kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler berperan signifikan dalam mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik. Peran tersebut akan optimal apabila integritas pelaksanaannya terjaga melalui keselarasan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya ditentukan oleh ragam aktivitas, tetapi oleh integritas pelaksanaannya sebagai satu kesatuan sistem pendidikan, sehingga dapat menjadi dasar bagi sekolah dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan ekstrakurikuler.
Internalisasi Nilai Islam dalam Budaya Maritim sebagai Proses Pendidikan Agama Islam Pesisir Selat Melaka Hafizah, Nur; Sumitro, Wiwid Hadi
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i2.200

Abstract

Artikel ini mengkaji budaya maritim masyarakat Pesisir Selat Melaka sebagai ruang edukatif dalam proses Pendidikan Agama Islam. Selama ini, Pendidikan Agama Islam cenderung dipahami sebagai proses pembelajaran yang berlangsung dalam ruang institusional formal, sementara dimensi kultural masyarakat belum banyak dieksplorasi sebagai medium internalisasi nilai keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana nilai-nilai Islam diinternalisasikan melalui budaya maritim, mekanisme internalisasi yang berlangsung, serta kontribusinya terhadap pembentukan sikap keberagamaan masyarakat pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-interpretatif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 18 informan kunci yang terdiri atas tokoh agama, tokoh adat, nelayan, serta anggota masyarakat pesisir yang terlibat langsung dalam aktivitas budaya maritim. Informan dipilih menggunakan purposive sampling dan dikembangkan melalui snowball sampling hingga mencapai kejenuhan data. Analisis data dilakukan secara tematik untuk memaknai relasi antara praktik budaya maritim dan Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya maritim berfungsi sebagai proses PAI yang bersifat informal dan nonformal melalui mekanisme keteladanan, pembiasaan kolektif, dan transmisi nilai lintas generasi. Nilai-nilai Islam yang terinternalisasi meliputi tauhid, etika kerja Islami, solidaritas sosial, dan kesadaran ekologis, yang dihayati melalui pengalaman hidup dan praktik keseharian masyarakat pesisir. Temuan ini menegaskan bahwa budaya maritim merupakan ruang pedagogis yang efektif dalam membentuk kesadaran keagamaan yang aplikatif dan berkelanjutan. Secara teoretis, penelitian ini memperluas paradigma Pendidikan Agama Islam dengan menempatkan budaya lokal sebagai medium pendidikan nilai yang sah dan strategis. Temuan penelitian ini memberikan landasan bagi pengembangan model Pendidikan Agama Islam yang kontekstual, inklusif, dan berakar pada kearifan lokal masyarakat pesisir.
The Effectiveness of the Phonics Method in Improving English Reading Proficiency in Kindergarten Students Susanti, Rr Retno Dwi
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i2.201

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of phonics-based instruction in improving young children’s English reading skills at the kindergarten level. It is conducted within the context of English as a foreign language. Conventional alphabet-based spelling techniques often fail to meet the developmental needs of early childhood learners. Phonics, as a methodological approach to early reading instruction, emphasizes the relationship between sounds and letters and is recognized as a more structured approach. This study involved 40 students from a bilingual institution in Indonesia and employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. Participants were divided into two groups: the experimental group received structured phonics instruction for six weeks, while the control group continued with traditional alphabet-based reading instruction. Data were collected through pre-tests and post-tests measuring letter recognition, phonemic awareness, word reading accuracy, and word decoding. The results showed that the experimental group achieved significantly higher reading scores (M = 87.6) compared to the control group (M = 70.05), with statistical significance confirmed through a t-test (p < 0.05). Qualitative data were also collected through interviews, field notes, and classroom video recordings. The findings indicate that children in the phonics group demonstrated greater engagement, enjoyment, and motivation. Students also showed positive emotional responses during phonics activities, such as singing, games, and teacher reinforcement, which supported their cognitive development and socio-emotional growth. This study concludes that phonics-based instruction is effective in improving early English reading skills, while also enhancing student engagement and emotional well-being