cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 342 Documents
Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Rasio Lingkar Pinggang-Tinggi Badan dengan Tekanan Darah pada Remaja SMA Adabiah Kota Padang Muhammad Farhan Hendry; Arni Amir; Nice Rachmawati Masnadi; Nur Indrawaty Lipoeto; Yustini Alioes; Mutia Lailani
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i2.1342

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Faktor yang dapat memengaruhi terjadinya hipertensi salah satunya adalah obesitas. Obesitas pada remaja ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) yang berlebih dan rasio lingkar pinggang-tinggi badan (RLPTB) yang tinggi. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dan rasio lingkar pinggang-tinggi badan dengan tekanan darah pada remaja SMA Adabiah Kota Padang. Metode: Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional menggunakan teknik pengambilan sampel proporsionate stratified random sampling pada 135 responden dengan melakukan pengukuran indeks massa tubuh, rasio lingkar pinggang-tinggi badan dan tekanan darah. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian kepada 135 responden, didapatkan responden terbanyak merupakan remaja kelas X (51.1%), berusia 16 tahun (51.1%), dan berjenis kelamin perempuan (60%). Sebanyak 92 responden (68,1%) memiliki IMT normal, 29 responden (21,5%) IMT lebih, dan 14 responden (10,4%) IMT kurang. Sebanyak 108 responden (80%) memiliki RLPTB normal dan 27 responden (20%) RLPTB tinggi. Hasil uji Chi-Square menunjukan terdapat hubungan bermakna antara indeks massa tubuh dan rasio lingkar pinggang-tinggi badan dengan tekanan darah pada remaja SMA Adabiah Kota Padang dengan p-value masing-masing 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dan rasio lingkar pinggang-tinggi badan dengan tekanan darah pada remaja SMA Adabiah Kota Padang.
Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat mengenai 3M Plus dan G1R1J dengan Kejadian Dengue di Kelurahan Baru Savira Dewita Junaidi; Hasmiwati; Indra Ihsan
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i2.1344

Abstract

Kejadian dengue masih menjadi salah satu masalah kesehatan. Kecamatan Pasar Rebo menjadi daerah dengan kasus dengue yang tinggi di Kota Jakarta Timur dan IR Kelurahan Baru lebih tinggi dibanding dengan Kecamatan Pasar Rebo pada tahun 2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat mengenai 3M Plus dan G1R1J di Kelurahan Baru. Desain penelitian adalah quasy experiment dengan metode proportionate stratified random sampling dan besar sampel 214 orang. Jumlah total tersebut terbagi menjadi 2 kelompok (kelompok intervensi dan non-intervensi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan perilaku baik pada kelompok intervensi, namun terjadi penurunan sikap baik setelah diberi perlakuan. Kesimpulan bahwa pemberian intervensi memengaruhi peningkatan pengetahuan dan perilaku responden
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Pencegahan Kutu Rambut Siswi SD Sherly Marisya; Adrial Adrial; Rizanda Machmud; Nurhayati Nurhayati; Rosfita Rasyid; Rahma Tsania Zhuhra
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i2.1380

Abstract

Latar Belakang: Infestasi kutu rambut merupakan permasalahan kesehatan dunia yang umum ditemukan pada anak usia sekolah. Infestasi kutu rambut merupakan masalah kesehatan pada anak yang mampu menyebabkan komplikasi fisik, mental, dan sosial. Edukasi kesehatan bagi anak dapat menggunakan media board game sebagai upaya pencegahan perburukan infestasi kutu rambut. Oleh karena itu, penelitian ini didesain untuk mengkaji pengaruh edukasi kesehatan dengan menggunakan board game pada siswi SD terhadap perubahan pengetahuannya. Objektif: Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh edukasi kesehatan tentang kutu rambut dengan media board game terhadap perubahan pengetahuan pencegahan siswi sekolah dasar. Metode: Kami melaksanakan penelitian pre-eksperimental dengan desain penelitian cross-sectional pada siswi sekolah dasar di Kota Padang, Sumatra Barat, Indoenesia. Sejumlah 96 orang siswi sekolah dasar diikutsertakan dalam penelitian dengan sistem random sampling. Sebuah board game didesain sebagai bentuk intervensi pada penelitian ini. Kami menggunakan kuesioner terstandarisasi untuk mengumpulkan informasi terkait pengetahuan tentang infestasi dan pencegahan kutu rambut, sebelum dan sesudah intervensi. Wilcoxon Signed Rank digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Hasil: Sejumlah 24 responden memiliki pengetahuan yang baik terkait infestasi dan pencegahan kutu rambut sebelum intervensi. Setelah intervensi dilakukan, terdapat peningkatan menjadi 71 responden dengan nilai p 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Perubahan pengetahuan dari kategori pengetahuan cukup menjadi pengetahuan baik sesudah diintervensi dengan board games pada siswi sekolah dasar.
Gambaran Pasien Azoospermia dengan Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration-Testicular Sperm Extraction di Padang Atikah Permata Yevan; Arni Amir; Etriyel MYH; Husni; Firdawati; Rahmani Welan
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i2.1448

Abstract

Infertilitas adalah ketidakmampuan pasangan yang aktif secara seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi untuk mendapatkan kehamilan dalam waktu 1 tahun. Infertilitas dapat disebabkan oleh faktor wanita, faktor pria, dan faktor yang tidak diketahui penyebabnya. Salah satu penyebab infertilitas pada pria adalah azoospermia yang dibagi ke dalam dua kategori yaitu azoospermia obstruktif dan azoospermia non-obstruktif secara klinis. Tatalaksana azoospermia obstruktif dengan tindakan aspirasi sperma melalui teknik Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration (PESA) dan Testicular Sperm Extraction (TESE) merupakan pilihan yang paling banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pasien PESA-TESE pada kasus azoospermia di Kota Padang tahun 2015-2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif non analitik dengan menggunakan data rekam medik pasien terdiagnosis azoospermia di Rumah Sakit Umum Bunda Padang tahun 2015-2022. Penelitian menggunakan teknik non probability sampling dengan bentuk total sampling variabel usia, indeks massa tubuh (IMT), durasi infertilitas, riwayat penyakit, riwayat merokok, dan jenis azoospermia. Penelitian ini menggunakan analisis univariat yang memberikan deskripsi dari gambaran tiap variabel penelitian. Hasil penelitian ini mendapatkan total penderita azoospermia sebanyak 44 pasien dengan 37 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kelompok usia terbanyak 31-40 tahun (64,9%), indeks massa tubuh (IMT) obese (43,2%), durasi infertilitas 5-10 tahun (56,8%), tidak ada riwayat penyakit (94,6%), tidak ada riwayat merokok (86,5%), dan jenis azoospermia non-obstruktif (73%). Kesimpulan penelitian ini adalah pasien yang mengalami azoospermia mayoritas terjadi pada usia 31-40 tahun dengan indeks massa tubuh (IMT) obese, durasi infertilitas 5-10 tahun, tidak ada riwayat penyakit, dan tidak ada riwayat merokok dengan jenis azoospermia non-obstruktif.
Hubungan Derajat Aktivitas LES dengan Kejadian Anemia di RS Dr. M. Djamil Alifah Amirah; Afdal Afdal; Dwitya Elvira; Efrida Efrida; Anggia Perdana Harmen; Zurayya Fadila
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i2.1453

Abstract

Latar Belakang: Lupus eritematosus sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun yang berhubungan dengan berbagai sistem tubuh dan berhubungan secara signifikan dengan morbiditas dan mortalitas. Anemia pada penderita LES banyak terjadi akibat penyakit kronis. Anemia dapat menggambarkan tingkat keparahan penyakit yang mendasarinya sehingga evaluasi terhadap derajat aktivitas penyakit, salah satu caranya dengan menggunakan MEX-SLEDAI dan status anemia pasien LES diperlukan untuk menentukan rencana pengawasan dan tatalaksana dari pasien tersebut. Objektif: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara derajat aktivitas penyakit dengan kejadian anemia pada pasien LES di RS Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien LES di RS Dr. M. Djamil Padang dan derajat aktivitas penyakit didapatkan berdasarkan MEX-SLEDAI. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling dengan total 69 sampel. Analisis data yang dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact dalam SPSS versi 29. Hasil: Hasil penelitian didapatkan mayoritas pasien LES berjenis kelamin perempuan (98,6%) dengan kelompok usia 18-25 tahun (40,6%), dan mayoritas dengan derajat aktivitas penyakit berat (53,6%). Penelitian ini didapatkan angka kejadian anemia pada derajat aktivitas penyakit ringan-sedang (87,5%) dan derajat aktivitas penyakit berat (89,2%) dengan hasil uji statistik didapatkan nilai p >0,05. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara derajat aktivitas penyakit dengan kejadian anemia pada pasien LES di RS Dr. M. Djamil Padang.
Profil Pasien Dermatitis Atopik di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP dr. M. Djamil Padang Periode 2018-2023 Alifya Rafifah Tarwandi; Rina Gustia; Julizar; Gardenia Akhyar; Dwitya Elvira; Yusticia Katar
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i2.1472

Abstract

AbstrakLatar belakang: Dermatitis atopik merupakan peradangan kulit kronis yang memengaruhi kualitas hidup penderita. Sejauh ini, penelitian terkait profil dermatitis atopik di berbagai kelompok usia telah dilakukan di beberapa wilayah Indonesia, namun belum ada di kota Padang.Objektif: Mengidentifikasi profil pasien dermatitis atopik di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2018 - Desember 2023.Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif observasional. Sampel diambil dengan teknik total sampling, menggunakan 31 rekam medik pasien dermatitis atopik di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2018 hingga Desember 2023.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa dermatitis atopik paling sering terjadi pada anak-anak (45,2%), dengan prevalensi lebih tinggi pada perempuan (51,6%) dan sebagian besar pasien tinggal di perkotaan (74,2%). Mayoritas pasien adalah pelajar (51,6%). Sebanyak (38,7%) pasien memiliki riwayat atopi, dengan rinitis alergi sebagai yang paling umum (41,7%), dan (67,7%) pasien memiliki riwayat atopi dalam keluarga. Gejala utama berupa gatal dan bintik merah pada kulit (64,5%). Lesi sering ditemukan di wajah pada infantil (83,3%), di tungkai pada anak-anak (85,7%), dan di tungkai serta lengan pada orang dewasa (63,6%), dengan sebagian besar kasus memiliki derajat keparahan ringan berdasarkan skor SCORAD (61,3%). Pengobatan yang paling sering digunakan adalah antihistamin dan kortikosteroid topikal (27,9%).Kesimpulan: Dermatitis atopik banyak terjadi pada anak, terutama perempuan di perkotaan. Gejala utama adalah gatal dengan bintik merah, dan kebanyakan kasus ringan. Pengobatan yang sering digunakan adalah antihistamin dan kortikosteroid topikal.Kata kunci: dermatitis atopik, profil, riwayat atopi, SCORAD
Korelasi Indeks Massa Tubuh dengan Indeks Aterogenik Plasma pada Penyandang Obes M Hasbi Siddiq Eel Taslim
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i2.1504

Abstract

Abstract Background: Obesity is a state of excess fat accumulation in the body and cardiovascular disease major risk factor. Body mass index is a simple way of measuring adult nutritional status that indirectly measures the estimated total body fat mass. Atherogenic index of plasma was calculated as logarithmic 10 ratio of triglyceride-high density lipoprotein [log10 (TG/HDL)]. Atherogenic index of plasma is a marker of atherogenicity associated with risk or predictors of cardiovascular disease Objective: This study aims to know the correlation between body mass index and atherogenic index of plasma in obese people Methods: This study Objective to know the correlation between body mass index and atherogenic index of plasma in obese people. An analitycal observational study was done using cross sectional approach by using laboratory data in RSUP Dr. M. Djamil Padang. The sample consist of 30 obese people aged 25 to 57 years, period from May-December 2019. Univariate and bivariate data were analyzed using Pearson correlation test with p <0.05 is considered statistically significant. Result: The results of this studys with univariate analysis are shows the average of subjects is 36.8+9.19 years, the average of BMI 27.09±1,27 kg / m2, and AIP 0.42±0.25. Bivariate analysis found there was significantly medium positive correlation between BMI and AIP (r = 0.476; p = 0.008). Conclusion: This study concludes that there is a correlation between BMI and AIP in obese people.
Perbedaan Nilai Fibrosis Hati Sebelum dan Setelah Terapi Antivirus Tenofovir pada Pasien Hepatitis B Kronik di RSUP M.Djamil Padang Miftahuz Zahrah; Saptino Miro; Yusticia Katar; Fadrian; Gestina Aliska; Malinda Meinapuri
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i2.1529

Abstract

Hepatitis B virus infection is a global health problem. Long-term exposure to hepatitis B virus can cause inflammation in hepatocytes leading to liver fibrosis. Liver fibrosis is a predictor of serious complications such as liver cirrhosis and hepatocellular carcinoma. One of the targets of antiviral therapy is to reduce the degree of liver fibrosis which is associated with clinical improvement in patients with chronic hepatitis B. The aim of this study is knowing the difference in liver fibrosis values before and after tenofovir antiviral therapy in chronic hepatitis B patients at M.Djamil Padang Hospital. This study was an observational analytic study using medical record data of 43 chronic hepatitis B patients who had received tenofovir antiviral therapy for 1 year. Data were analyzed with Wilcoxon test. 93% of chronic hepatitis B patients experienced a decrease in liver fibrosis values after tenofovir antiviral therapy for one year with the difference in median values before and after tenofovir antiviral therapy was 10.8 vs 6.4 kPa. There was a significant difference between liver fibrosis values before and after tenofovir antiviral therapy.
Pengaruh Penggunaan TikTok terhadap Self-Esteem dan Body Dysmorphic Disorder pada Mahasiswa S1 Universitas Tanjungpura Venny Venny; Agustina Arundina T.T; Desni Yuniarni
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i2.1532

Abstract

Background: Excessive use of social media can cause individuals to experience mental health problems such as anxiety disorders, depression, strees, eating behavior disorders and self-concept disorders. Therefore, this study focuses on the influence of the duration of tiktok social media use on self-esteem and tendency to body dysmorphic disorder that has not previously been studied. Objective: The aim is to determine the effect of TikTok usage duration on self-esteem and body dysmorphic disorder tendencies among undergraduate students of Tanjungpura University, class of 2020. Methods: This observational analytical study used a cross-sectional approach with 109 participants selected through purposive sampling. Variables were measured using the TikTok usage duration questionnaire, the Rosenberg Self-Esteem Scale, and a body dysmorphic disorder tendency questionnaire. Bivariate analysis was conducted using Spearman's rho correlation test. Results: Respondents had high TikTok usage, low self-esteem, and a low tendency toward body dysmorphic disorder. The Spearman's rho correlation showed no significant relationship between TikTok usage duration and self-esteem (0.722), but a significant correlation between TikTok usage duration and body dysmorphic disorder tendency (p = 0.000), and between self-esteem and body dysmorphic disorder tendency (p = 0.016). Conclusion: There is no significant influence of TikTok usage duration on self-esteem, but a significant influence exists between TikTok usage duration and body dysmorphic disorder tendency, as well as between body dysmorphic disorder tendency and self-esteem.
Sensitivitas dan Spesifisitas pada Isolat Bakteri Carbapenem-Resistant Klebsiella pneumoniae (CRKP) dengan Metode Real-Time PCR Aisyah Khairani; Linosefa Linosefa; Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i2.1788

Abstract

Abstract Background. Infectious diseases are among the leading causes of death in the world with high morbidity and mortality rates. Increasing resistance in infectious bacteria such as Klebsiella pneumoniae to carbapenem antibiotics is certainly a major health problem. Objective. The research aims to conduct sensitivity and specificity tests on carbapenem-resistant Klebsiella pneumoniae (CRKP) bacterial isolates molecularly using the Real-Time PCR method. Methods. The type of research included descriptive research using a diagnostic test approach. The samples used in this study were Klebsiella pneumoniae bacterial isolates that were resistant to carbapenem antibiotics, namely meropenem, which had been tested for sensitivity through bacterial culture as the gold standard. The technique used in sampling was consecutive sampling which was collected according to the inclusion criteria until the minimum number of samples was met, which was 81 bacterial isolates. Results. The distribution of CRKP encoding genes found in bacterial isolates is blaNDM with a percentage of 38.27% and neither blaKPC nor blaOXA was found. The results of diagnostic tests on CRKP bacterial isolates with Real-Time PCR method obtained a sensitivity value of 89.28%, specificity 88.67%, accuracy 88.88%, positive predictive value 80.64% and negative predictive value 94%. Conclusion. The conclusion of this study is that the results of diagnostic tests on CRKP bacterial isolates molecularly by Real-Time PCR method have sensitivity, specificity, accuracy /precision, positive predictive value and negative predictive value which are quite high and more efficient (does not require a long examination time). Keyword: Carbapenem-Resistant Klebsiella pneumoniae, Klebsiella pneumoniae, Resistant, Antibiotics, Real-Time PCR, Sensitivity, Specificity.