cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 328 Documents
Hubungan Kualitas Antenatal Care dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Puskesmas Andalas Tahun 2021 Najla, Azarine Shidqi; Afdal, Afdal; Muhammad, Syamel
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i4.1175

Abstract

Latar Belakang: Bayi berat lahir rendah adalah suatu kondisi ketika bayi lahir dengan berat di bawah 2.500 gram tanpa menghitung usia gestasi. Banyak faktor yang dapat menyebabkan bayi berat lahir rendah, salah satunya adalah kualitas antenatal care ibu selama kehamilan. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian bayi berat lahir rendah dengan kualitas antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Andalas tahun 2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional pada 43 ibu yang melahirkan tahun 2021 di wilayah kerja Puskesmas Andalas yang dilaksanakan pada bulan Juni 2023. Subjek pada penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner antenatal care dan observasi buku KIA. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan frekuensi bayi berat lahir rendah sebesar 16,3%, dan pada umumnya ibu mendapatkan kualitas antenatal careyang baik. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kejadian bayi berat lahir rendah dengan kualitas antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Andalas tahun 2021. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kualitas antenatal care dengan berat lahir rendah, sehingga perlu diperhatikan faktor penyebab berat lahir rendah lainnya agar kejadian bayi berat lahir rendah dapat dicegah. Kata Kunci: berat lahir rendah, antenatal care, ibu
Myopic Progression of Children in RSUP Dr M Djamil During COVID-19 Pandemic Devilen, Yuki San; Sayuti, Kemala; Desmawati, Desmawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i4.1185

Abstract

Background: Myopia (nearsightedness) is an eye condition when a far object reflection is focused in front of the retina without accommodation, so far object cannot be seen clearly. The elongation of the eye's axial length primarily causes myopia. Lack of outdoor activities and excessive near work (screentime) during home confinement duringthe COVID-19 pandemic have increased the risk of myopia development, primarily in school children. Objective: This study aims to see children's myopic progression during the COVID-19 pandemic. Methods: This research was an observational analytic study by a retrospective cohort about children's myopic progression based on the difference between the spherical equivalent (SE) of 34 patients in RSUP Dr. M. Djamil from before (September 2019–February 2020) followed up to late (September 2021–February 2022) of COVID-19 pandemic from their medical records. Results: The results showed that myopic progression majorly occurredin children who were females (47.0%), had myopic parents (67.6%), ≥ 2 hours of outdoor activity (61.7%), > 5 hours of screentime (79.4%); with slow annualized myopic progression (61.7%). The median of SE from before and late the COVID-19 pandemic are -4.00 (-16.00 – -0.25) D and -4.62 (-17.00 – -0.25) D respectively; p<0.001. Conclusion: Children did have myopia worsening during the COVID-19 pandemic. Keywords: Myopia, Progression, COVID-19, Children, Spherical Equivalent
Gambaran Kelainan Refraksi di Poliklinik Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2021 Dzulkifli, Dzulkifli; Hidayat, Muhammad; Liza, Rini Gusya; Vitresia, Havriza; Adrial, Adrial; Fadrian, Fadrian
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1207

Abstract

Latar belakang: Kelainan refraksi merupakan tidak tepatnya cahaya jatuh di retina yang diakibatkan panjang aksial mata serta kekuatan optik yang terganggu. Ametropia adalah kondisi cahaya tidak dapat difokuskan di retina tanpa bantuan akomodasi karena adanya kelainan refraksi pada mata. Terdapat tiga jenis kelainan refraksi, yaitu miopia, hipermetropia, serta astigmatisme. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelainan refraksi di Poli Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional melalui studi kasus dengan mengumpulkan data rekam medis pasien kelainan refraksi di Poliklinik Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari 2021 – 31 Desember 2021 dengan mata yang didiagnosis kelainan refraksi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 110 pasien. Seluruh variabel dianalisis dengan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 85 pasien didiagnosis astigmatisme, dengan 50 pasien didiagnosis miopia, serta 8 pasien didiagnosis hipermetropia. Pasien kelainan refraksi dengan kelompok usia terbanyak adalah pada rentang 10-19 tahun (31.82%) dengan mayoritas perempuan (67.27%). Gejala klinis terbanyak adalah pandangan kabur (100%). Berdasarkan tingkatannya pasien miopia terbanyak adalah miopia tinggi (70.73%), hipermetropia terbanyak adalah hipermetropia rendah (76.92%), lalu astigmatisme miopia kompositus merupakan jenis astigmatisme terbanyak (83.01%). Visus pasien kelainan refraksi sebelum dan sesudah dikoreksi terbanyak adalah kelompok mild – no visual impairment (39.54%) & (94.09%). Kesimpulan: Gambaran dari pasien kelainan refraksi pada penelitian ini rentang usia 10-19 tahun merupakan kelompok usia terbanyak serta perempuan mengalami kelainan refraksi lebih banyak dari laki-laki. Dengan miopia derajat tinggi merupakan miopia terbanyak. Hipermetropia derajat rendah merupakan yang terbanyak. Serta astigmatisme miopia kompositus merupakan kelompok astigmatisme terbanyak. Keluhan umum terbanyak adalah pandangan kabur. Kategori visus terbanyak sebelum dan sesudah dikoreksi adalah kategori mild – no visual impairment. Kata kunci: miopia, hipermetropia, astigmatisme
Peran Genetik dalam Kemampuan Kognitif dan Tumbuh Kembang pada Gangguan Gizi: Kajian Naratif Yulistini, Yulistini; Sulastri, Delmi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i4.1226

Abstract

Latar Belakang: Genetik dan faktor lingkungan berperan dalam kemampuan kognitif dan tumbuh kembang anak. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami berbagai masalah kesehatan dan kognitif di masa depan. Berat badan lahir rendah (BBLR) dan maternal merupakan faktor dominan penyebab terjadinya stunting. Objektif: Untuk menganalisis peran genetik dalam kemampuan kognitif pada BBLR, stunting, dan catch-up growth. Metode: Tinjauan naratif yang menyelidiki hubungan antara genetik, stunting, BBLR, dan kognitif pada anak dan remaja awal. Pencarian, ekstraksi data, dan pemeringkatan kualitas pemberitaan dilakukan secara independen oleh dua orang peneliti. Hasil: Faktor dominan terjadinya stunting adalah berat badan lahir rendah. Anak-anak yang memiliki mutasi gen tertentu akibat dari lahir dengan BBLR, mengalami stunting, dan/atau tidak mengalami catch up growth memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan perkembangan kognitif. Gen yang berperan kemampuan kognitif pada berat badan lahir rendah adalah efek perlindungan (neuroplastisitas) terhadap perkembangan kognisi pada anak dengan BBLR. Beberapa gen lain juga berperan dalam menentukan status gizi anak seperti gen metabolit dan ibu (maternal). Kesimpulan: Masalah gizi dapat berdampak negatif terhadap kemampuan kognitif. Pada anak dengan stunting dapat mengejar ketertinggalannya (catch-up growth) terutama dalam hal kognitif. Faktor genetik melalui neuroplastisitas dapat berperan dalam menentukan keberhasilan anak catch-up growth. Kata kunci: stunting, genetik, low birth weight, catch-up growth, kognitif
Pengaruh Suplementasi Vitamin D Terhadap Perubahan Skor Psoriasis Area and Severity Index (PASI) Pada Pasien Psoriasis: Studi Kasus Dengan Pendekatan Berbasis Bukti Rahmawati, Anni; Lestari, Wiji
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1248

Abstract

Latar Belakang: Psoriasis merupakan suatu penyakit autoimun dan inflamasi kulit yang bersifat kronis. Perjalanan penyakit psoriasis membuat kualitas hidup pasien menurun dan meningkatkan mortalitas. Vitamin D memiliki peran penting dalam fungsi kekebalan tubuh dengan meningkatkan respons imun bawaan dan adaptif. Efek suplementasi vitamin D masih menjadi perdebatan karena hasil yang tidak konklusif. Objektif: Mengetahui efek pemberian suplementasi Vitamin D terhadap perubahan skor Psoriasis Area and Severity Index (PASI) pada pasien psoriasis. Metode: Penelusuran literatur dilakukan pada empat pangkalan data, yaitu PubMed, Cochrane, ProQuest, dan Embase menggunakan kata kunci MeSH terms. Penyeleksian artikel dilakukan dengan penapisan judul atau abstrak, telaah teks lengkap, dan menentukan terpenuhinya kriteria inklusi dan eksklusi. Dilakukan telaah kritis pada dua studi kajian literatur sistemik/meta-analisis dari uji acak terkontrol berdasarkan telaah validity, importance, dan applicability. Hasil: Dua literatur dipilih dan dinilai secara kritis. Artikel pertama menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan skor PASI antara pasien psoriasis yang mendapat plasebo dengan pasien psoriasis yang mendapatkan suplementasi vitamin D setelah 3, 6, dan 12 bulan pemberian suplementasi. dengan p>0,05. Pada artikel kedua, suplementasi vitamin D lebih unggul dibandingkan plasebo dalam memperbaiki skor PASI setelah 6 bulan intervensi (MD = -0,92, 95% CI = -1,72 hingga -0,11). Namun setelah penyesuaian Hartung-Knapp, hasil menjadi tidak signifikan (MD = 0.92, 95% CI = 2.21 hingga 0.38).Suplementasi Vitamin D tidak menurunkan keparahan pada psoriasis yang dinilai melalui PASI. Kesimpulan: Pemberian suplementasi vitamin D tidak memberikan pengaruh terhadap perbaikan keparahan pada pasien psoriasis yang dinilai melalui skor PASI. Kata kunci: Vitamin D, Psoriasis, keparahan psoriasis, PASI
Penurunan Kasus Tuberkulosis Anak saat Pandemi Covid-19 di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Humaira, Hamdini; Fitria, Liza; Alkamdani, Riki; Yani, Finny Fitry
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1278

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Pandemi COVID-19 berdampak pada layanan esensial tuberkulosis (TB) di seluruh dunia. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil TB anak sebelum dan selama pandemi COVID-19 pada pasien rawat jalan anak di Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Metode: Penelitian ini dilakukan secara deskriptif retrospektif, dari data rekam medis pasien rawat jalan TB anak tahun 2017-2022 di Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Data usia, jenis kelamin, klasifikasi diagnosis TB, gejala dan tanda dikumpulkan. Kami juga membandingkan total kasus sebelum (2017-2019) dan saat (2020-2022) pandemi COVID-19. Hasil: Subyek yang terdiagnosis TB anak sebanyak 164 anak, sebagian besar berusia 5-14 tahun (56,1%) dan berjenis kelamin laki-laki (53%). TB paru sebanyak 65,9% dan sebagian besar didiagnosis berdasarkan sistem skor TB anak Indonesia (68,9%). Gejala terbanyak adalah batuk >2 minggu (75%), diikuti gizi buruk (70,1%), dan demam >2 minggu (55,5%). Pembesaran kelenjar getah bening sebanyak 51,8% dan tidak ada pembengkakan sendi atau tulang. Tes kulit tuberkulin positif ditemukan sebanyak 62,2% dan rontgen dada menunjukkan sugestif TB pada 25,6% pasien. Dalam analisis perbandingan, kami menemukan bahwa jumlah kasus TB anak mengalami penurunan yang signifikan (p<0,01) selama pandemi COVID-19 mencapai 70% dibandingkan sebelumnya. Namun tren kasus TB anak kembali meningkat pada tahun 2022 lebih dari 100%. Kesimpulan: Terjadi penurunan kasus TB anak secara signifikan selama pandemi COVID-19, namun meningkat tajam pada tahun 2022. Kata kunci: COVID-19, tuberkulosis anak
Gambaran Klinis Pasien Trauma Palpebra di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2021-2023 Freegaito, Adhycahyo; Hendriati; Irawati, Lili
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i4.1340

Abstract

Latar Belakang:  Trauma palpebra merupakan cedera periokular yang sering ditemukan dan dapat memengaruhi fungsi proteksi okular, drainase air mata, serta estetika wajah. Keterlibatan kanalis lakrimal dapat menyebabkan epifora dan komplikasi jangka panjang apabila tidak ditangani secara tepat. Data mengenai karakteristik klinis dan keterlibatan kanalis lakrimal masih terbatas meskipun trauma palpebra merupakan salah satu cedera mata paling umum. Objektif: Mengetahui gambaran klinis, mekanisme cedera, lokasi laserasi, dan pola keterlibatan kanalis lakrimal pada pasien trauma palpebra di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2021 - 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder rekam medis. Sebanyak 68 sampel pasien trauma palpebra yang memenuhi kriteria inklusi diolah dengan teknik total sampling. Hasil: Mayoritas pasien merupakan kelompok dewasa (61,8%) dan didominasi oleh laki-laki (67.6%) dengan mekanisme cedera terbanyak akibat benda tumpul (83.8%) dengan lokasi kejadian paling sering adalah jalan raya (63.2%). Trauma banyak terjadi di regio palpebra superior (35.3%), sebagian besar tanpa keterlibatan margo maupun kanalis lakrimal (63,2%), namun semua trauma yang mengenai margo palpebra melibatkan kanalis lakrimalTatalaksana terbanyak adalah penjahitan palpebra  (63.2%). Kesimpulan: Trauma palpebra paling banyak dialami oleh laki-laki usia produktif terutama akibat trauma tumpul yang terjadi di jalan raya dengan regio superior sebagai lokasi utama tanpa kerusakan margo atau kanalis lakrimal. Deteksi dini keterlibatan saluran lakrimal tetap penting dilakukan untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Pencegahan trauma dapat dilakukan melalui edukasi keselamatan berkendara dan kepatuhan aturan lalu lintas. Penelitian selanjutnya disarankan mengevaluasi hasil jangka panjang dan strategi pencegahan yang lebih efektif.
Evaluasi Penggunaan Obat Antiemetik pada Pasien Kanker Ovarium Pasca Kemoterapi Putra, Xavier Novdi Tansyah; Rustam, Erlina; Ariani, Novita; Rahmatini; Muhammad, Syamel; Intan, Shinta Ayu
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i4.1362

Abstract

Latar Belakang: Kanker ovarium merupakan kanker pada perempuan yang cukup sering terjadi dan mematikan. Penggunaan kemoterapi dalam pengobatan dapat menyebabkan mual muntah sehingga diperlukan penggunaan obat yang efektif dan rasional. Objektif: Untuk mengevaluasi penggunaan obat antiemetik pada pasien kanker ovarium pasca kemoterapi di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2020-2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data rekam medis dikumpulkan dengan teknik total sampling. Sampel yang memenuhi inklusi berjumlah 45 sampel. Hasil: Hasil penelitia­­n didapatkan karakteristik terbanyak pada kelompok usia 41-60 tahun (48,9%), berpendidikan SLTU (75,6%), dan pekerjaan ibu rumah tangga (55,6%). Jenis obat kemoterapi yang paling banyak digunakan adalah paklitaksel-karboplatin (42,2%). Sebagian besar pasien mendapatkan antiemetik pra-kemoterapi berupa deksametason-difenhidramin-ondansetron-ranitidin (71,1%) serta pasca kemoterapi berupa metoklopramid-ranitidin dalam 3 siklus (74,8%). Rasionalitas penggunaan obat antiemetik pada pasien kanker ovarium pasca kemoterapi yaitu kesesuaian indikasi 93,3%, kesesuaian obat 62,2%, kesesuaian dosis 91,1%, kesesuaian pasien 97,8% dan potensi interaksi obat 2,2%. Kesimpulan: Karakteristik pasien kanker ovarium di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2020-2022 sering terjadi pada kelompok usia 40-60 tahun, pendidikan SLTU, dan pekerjaan ibu rumah tangga. Sebagian besar pasien mendapatkan obat kemoterapi paklitaksel-karboplatin dan obat antiemetik pra-kemoterapi deksametason-domperidon-ondansetron-ranitidin serta pasca kemoterapi metoklopramid-ranitidin. Rasionalitas penggunaan obat antiemetik pada pasien kanker ovarium pasca kemoterapi sebagian besar sudah sesuai. Kata kunci: antiemetik, kanker ovarium, kemoterapi, rasionalitas
Perbandingan Metode Boiling Dan Kit Komersial Untuk Ekstraksi DNA TB, Tinjauan Dari Aspek Kualitas, Kuantitas, Dan Integritas DNA. Taufiqulhakim, Muhammad Rafi; Linosefa; Syahrul, Muhammad Zulfadli; Putra, Andani Eka
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i4.1399

Abstract

Latar Belakang: Tuberculosis (TB) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Prevalensi penyakit tuberkulosis pada tahun 2023 meningkat dari tahun 2022, hal ini juga disebabkan karena lamanya diagnosis dari penyakit tuberkulosis. Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan salah satu teknologi molekular yang berkembang untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan ekstraksi DNA TB dengan menggunakan metode boiling dan kit komersial, yang ditinjau dari aspek kualitas, kunatitas, dan integritas DNA. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik. Penelitian ini dilakukan di Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang pada periode bulan Juli 2023 - Maret 2024. Hasil: Pada aspek kualitas DNA, ekstraksi DNA dengan menggunakan metode boiling memiliki rata-rata sekitar 1.47 dan kit komersial memiliki rata-rata sekitar 1.79. Pada aspek kuantitas DNA, ekstraksi DNA dengan menggunakan metode boiling memiliki rata-rata 7.1 ng/µl dan kit komersial memiliki rata-rata sekitar 17.1 ng/µl. Pada aspek integritas DNA metode boiling dapat memvisualisasikan 28 sampel positif  dan kit komersial 22 sampel positif. Kesimpulan: pada penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan antara metode boiling dan kit komersial pada aspek kualitas dan kuantitas DNA, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara metode boiling dan kit komersial pada aspek integritas DNA. Kata kunci:  Mycobacterium tuberculosis, Ekstraksi, DNA, Boiling, PCR  
Gambaran Hasil MCQ Blok Angkatan 2019 dan 2020 Pada Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Putri, Rauffi Hayatul; Firdawati; Yulistini; Mulyana , Roza; Amir , Arni; Rahmatini
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i4.1428

Abstract

Latar Belakang: Multiple Choice Question (MCQ) merupakan salah satu bentuk penilaian sumatif yang dilakukan tiap akhir blok pada pendidikan kedokteran. Penilaian ini berguna untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mahasiswa sehingga dapat menghasilkan dokter yang kompeten. Objektif: Untuk mengetahui gambaran hasil MCQ blok angkatan 2019 dan 2020 pada program studi kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Metode: Jenis penelitian ini berupa deskriptif dengan studi cross-sectional. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilandata sekunder yaitu nilai MCQ blok. Teknik pengambilan data dengan total sampling sebanyak 466 orang. Hasil: Nilai rata-rata MCQ tertinggi Angkatan 2019 yaitu blok 4.1 Gangguan Neonatus, Anak, Remaja, dan Lansia serta Angkatan 2020 yaitu blok 4.2 Kegawatdaruratan. Sedangkan, nilai rata-rata terendah pada kedua angkatan terdapat pada blok 1.3 Hormon dan Persarafan. Nilai rata-rata tertinggi pada kedua angkatan terdapat pada jalur masuk SNMPTN. Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini nilai rata-rata MCQ tertinggi diperoleh ketika mahasiswa berada pada tingkat akhir dan terendah pada tahun pertama.