cover
Contact Name
Fitro Darwis
Contact Email
fitrodarwis@gmail.com
Phone
+6282187028772
Journal Mail Official
jurnal.t.silitek@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kampus Lemonade Desa Daruba Kec. Morotai Selatan Kab. Pulau Morotai, Maluku Utara
Location
Kab. pulau morotai,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Silitek
ISSN : -     EISSN : 28085825     DOI : https://doi.org/10.51135/jts
Jurnal Teknik SILITEK (JTS) adalah Jurnal ilmiah bidang rekayasa yang di terbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai dan dikelola secara profesional untuk membantu akademisi, peneliti dan praktisi dalam publikasi hasil penelitiannya. Jurnal Teknik SILITEK pertama kali dipublikasikan pada Oktober 2021. Jurnal Teknik SILITEK adalah jurnal teknik dan rekayasa yang merupakan wadah publikasi artikel ilmiah dalam rangka menyebarluaskan hasil riset dan kajian analisis yang berkaitan dengan bidang teknik sipil, teknik informatika, teknik lingkungan, dan teknik industri, serta bidang rekayasa teknik dan sains lainnya. Jurnal Teknik SILITEK diterbitkan 2 kali dalam setahun yakni di bulan Oktober dan bulan April. Cakupan dari ruang lingkup Jurnal Teknik SILITEK meliputi : 1. Teknik Sipil 2. Teknik Informatika 3. Teknik Lingkungan 4. Teknik Industri 5. Bidang Keteknikan lainnya 6. Sains lainnya
Articles 67 Documents
KUALITAS AIR SUNGAI LAMANDAU: ANALISIS KANDUNGAN BOD DAN COD TAHUN 2019 – 2021 Achmad Imam Santoso; Suhenra Maulana
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v4i02.169

Abstract

Studi ini membahas perubahan kualitas air Sungai Lamandau dengan fokus pada Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) selama tahun 2019-2021. Sungai Lamandau, sumber daya alam penting bagi masyarakat sekitarnya, terancam oleh pencemaran limbah domestik dan industri. Penelitian dilakukan di Dermaga Nanga Bulik Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah. Analisis data menunjukkan penurunan signifikan dalam konsentrasi COD dan BOD selama periode tersebut, menunjukkan peningkatan kualitas air. Penyebabnya meliputi pengendalian limbah dan perbaikan lingkungan, seperti pemindahan pasar ikan dari sekitar sungai. Langkah-langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas air. Meskipun demikian, upaya lanjutan dalam pengelolaan limbah dan pemantauan lingkungan masih diperlukan untuk memastikan keberlanjutan peningkatan kualitas air dan menjaga ekosistem sungai yang sehat.
IDENTIFIKASI PENUTUPAN LAHAN DAERAH ALIRAN SUNGAI KAPUAS MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2 Sari Marlina; Beni Iskandar; Suhenra Maulana; Saiful Dahtiar
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v4i02.170

Abstract

Pemantauan hutan dalam ekosistem DAS Kapuas harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung tercapainya pengelolaan DAS secara optimal dan lestari. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penutupan lahan DAS Kapuas menggunakan citra Sentinel-2. Penelitian ini menggunakan algoritma Random Forest (RF) untuk mengklasifikasikan penutupan lahan DAS Kapuas pada citra Sentinel-2 perekaman tahun 2022. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik reflektan penutupan lahan DAS Kapuas kecenderuangan dengan nilai rerata reflektan sinar tidak tampak lebih tinggi daripada sinar tampak rerata selisih sebesar (0,07%), klasifikasi penutupan lahan DAS Kapuas terdiri dari hutan alam (677.66 ha), hutan tanaman (37.01 ha), semak/belukar (388.04 ha), tanah/lahan terbuka (11.40 ha), pertambangan (23.82 ha), pertanian (294.01 ha), perkebunan (43.28 ha), permukiman (26.12 ha), tubuh air (40.91 ha), dan awan (82.77 ha), serta akurasi klasifikasi penutupan lahan untuk akurasi keseluruhan 93.88% dan akurasi kappa 92.8%, dengan demikian identifikasi penutupan lahan menggunakan citra Sentinel-2 dapat menjadi salah satu informasi dasar untuk mendukung pengelolaan hutan di DAS Kapuas.
Analisis Daya Dukung Tanah Pondasi Tiang Pancang Berdasarkan Uji Sondir: Analysis of the Bearing Capacity of Piled Foundation Soil Based on Sondir Test Diharyo; Rudy Yoga Lesmana; Achmad Imam Santoso
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v4i02.173

Abstract

His research aims to get a clear picture of the bearing capacity of the soil as a basis for foundation calculations. The bearing capacity of the soil is the ability of the soil to withstand the load of the building without experiencing excessive settlement. Field testing is carried out using two main methods, namely the Boring Test and Standard Penetration Test (SPT) as well as laboratory tests to analyze the physical and mechanical properties of the soil. From the test results at a depth of 15 - 22 meters, it was found that the density of the hard soil was of a clay-silty to sandy type. The foundation used was a deep foundation (Deep Foundations), namely a pile foundation or (Bore Pile) with a size of 40 cm x 40 cm or Bore foundation. Pile to his size 50 cm.
PERBAIKAN POSTUR TUBUH UNTUK MEMINIMALKAN DAMPAK RESIKO PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA DEPARTEMEN EXIM DENGAN MENGGUNAKAN METODE REBA DAN RWL DI PT XYZ Wahyu Sidiq Saputra; Novita Wijayanti; Hasrul Saleh
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v4i02.174

Abstract

PT. XYZ memproduksi pakaian olahraga dan seluruh produk PT. XYZ diekspor. Terdapat masalah yang merupakan dampak dari posisi dan sikap kerja yang tidak nyaman, dan tidak adanya pegangan pada beban kerja yang di angkat sehingga mengakibatkan kecelakaan kerja. Metode REBA digunakan untuk mengetahui apakah posisi tubuh pekerja sudah sesuai dan dirasa nyaman bagi pekerja, metode RWL dan LI yang bertujuan untuk mencari nilai batas berat yang direkomendasikan dan mengetahui tingkat resiko tulang belakang melalui nilai index yang di hasilkan. Dari perhitungan dan analisis yang dilakukan diperoleh Skor REBA sebelum perbaikan adalah 11 termasuk dalam kategori high risk dan harus dilakukan perbaikan. Pihak manajemen departemen melakukan penggantian wadah karton arsip yang semula tidak terdapat pegangan menjadi terdapat pegangan di samping kiri dan kanan kardus, kemudian dilakukan 4x percobaan pengangkatan sebagai bentuk analisis perbaikan pekerjaan dengan nggunakan metode RWL dan LI dengan berat beban dan tinggi destinasi akhir yang berbeda. Hasilnya menunjukkan nilai LI akhir percobaan 1 awal LI 0,901 akhir 0,70, percobaan 2 awal 0,832 akhir 0,821, percobaan 3 awal 0,869 akhir 0,811, dan percobaan 4 awal 0,877 akhir 0,873. Hasil perhitungan dari keempat percobaan menunjukan nilai LI ≤ 1, hal ini menunjukan indikasi bahwa aktivitas pengangkatan memiliki tingkat resiko yang rendah. Terakhir dilakukan analisis REBA setelah perbaikan hasilnya Skor REBA 4 termasuk dalam kategori medium risk yang harus segera dilakukan implementasi perbaikan, terdapat penurunan tingkat resiko dari analisis REBA sebelum dan setelah perbaikan. Implementasi perbaikan yang dilakukan: membuat SOP, sosialisasi dan poster cara pengangkatan yang baik dan benar.
PREDIKSI PENURUNAN TANAH AKIBAT LIKUIFAKSI DI CILACAP SELATAN Selvia Agustina; Rinda Karlinasari
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v4i02.175

Abstract

Cilacap Selatan merupakan salah satu daerah yang berada di pesisir selatan Pulau Jawa. Wilayah ini berhadapan langsung dengan zona subduksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Selain itu, Cilacap juga berada dekat dengan jalur Sesar Pamanukan-Cilacap sehingga kondisi ini menyebabkan wilayah Cilacap sering terjadi gempa bumi. Gempa bumi seringkali menimbulkan bencana, salah satunya adalah likuifaksi. Apalagi kondisi geologi di Cilacap Selatan didominasi dengan endapan alluvial dengan muka air tanah dangkal. Oleh sebab itu diperlukan analisis potensi likuifaksi beserta prediksi penurunannya. Analisis dilakukan menggunakan data sekunder berupa peta geologi, data N-SPT, data propertis tanah, dan percepatan tanah puncak. Analisis yang digunakan adalah analisis likuifaksi semi empiris, NCEER. Dari pengolahan data tersebut akan menghasilkan nilai Cyclic Stress Ratio (CSR) dan Cyclic Resistance Ratio (CRR) yang akan dianalisis nilai keamanannya atau safety factor (SF). Kemudian tingkat potensi likuifaksi pada penelitian ini menggunakan metode Liquefaction Potential Index (LPI). Setelah diketahui tingkat potensi likuifaksinya, menghitung prediksi penurunan tanah setelah terjadi likuifaksi dengan metode Zhang. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah di Cilacap Selatan memiliki kerentanan yang sangat tinggi terhadap likuifaksi dengan nilai Liquefaction Potential Index (LPI) sebesar 28,07. Prediksi penurunan tanah akibat likuifaksi mencapai 27,97 cm yang termasuk dalam kategori tingkat kerusakan tinggi. Hal ini disebabkan oleh kondisi tanah yang didominasi oleh lanau lepas dengan muka air tanah yang cukup dangkal serta besarnya percepatan gempa yang berpotensi terjadi di wilayah Cilacap.
FORMULASI DAN KARAKTERISASI ”KECAP SAMUD” DI KABUPATEN PULAU MOROTAI Marjan, Al Hamdani; Sofiati, Titien
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v4i02.184

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membuat kecap jeroan ikan tuna dengan penambahan sari buah nanas dan karakterisasi cita rasa kecap yang dihasilkan. Kecap hasil fermentasi jeroan ikan tuna dengan penambahan sari buah nanas ini kemudian diberi nama Kecap Samud. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023 bertempat di Laboratorium Dasar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pasifik Morotai. Alat yang digunakan antara lain: baskom, blender, talenan, pisau, toples, sarung tangan, gelas ukur, spatula, kompor, wajan, penyaring, dan kertas saring. Bahan yang digunakan terdiri dari jeroan ikan tuna (jantung, hati, dan usus), sari buah nanas matang, dan garam. Pembuatan ‘Kecap Samud’ dilakukan dengan menambahkan sari buah nanas dengan konsentrasi yang berbeda yakni 0% (kontrol), 10%, 15%, dan 20% dengan jeroan ikan tuna, kemudian ditambah dengan garam sebanyak 30 gram. Kecap difermentasi selama 8 hari dalam wadah yang tertutup rapat di suhu ruangan. Setelah 8 hari, sampel direbus dengan suhu 600C selama 7 menit. Setelah 7 menit Saring hasil rebusan dan diamkan selama 12 jam untuk memastikan tidak ada endapan dalam kecap. Apabila masih terdapat endapan kecap disaring Kembali. Karakterisasi kecap dilakukan pada 30 panelis tidak terlatih, hasil penilaian dideskripsikan dalam gambar serta studi literatus sebagai pembanding. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kecap jeroan tuna dengan penambahan sari buah nanas berhasil dibuat dan diberi nama Kecap Samud. Karakteristik Kecap Samud dilihat secara hedonik atau tingkat kesukaan konsumen terhadap warna, rasa, aroma, dan kenampakan pada penambahan konsentrasi sari buah nanas 20% lebih tinggi dibandingkan yang lain.
ANALISIS PENARAPAN MANAJEMEN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN KANTOR KEJAKSAAN NEGERI PULAU MOROTAI Goraahe, Siti Hadija; Thaib, Aminullah; Sibua, Arni Zuhairini A.; Kodobo, Yandris
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v4i02.176

Abstract

Proyek di katakana berhasil apabila penerapan manajemen waktu terlaksana dengan baik. Dalam mengatasi keterlambatan proyek pihak kontraktor harus lebih berani meningkatkan sumber daya seperti penambahan tenaga kerja, jumlah alat dan percepatan kedatangan material.Penerapan manajemen waktu yang baik pihak kontraktor harus mempunyai kerja sama satu sama lain guna mendapatkan progress pekerjaan yang mengalami peningkatan. Dalam hal ini pekerjaan Proyek, pada proyek pembangunan kantor Kejaksaan Negeri memperoleh kegiatan kritis mengunakan metode Critical Path Method (CPM). Critical Path Method (CPM) merupakan merincikan setiap aktivitas, kegiatan pendahulu, waktu kegiatan atau waktu normal. Data-data tersebut di butukan untuk membuat jaringan kerja (Network Plaining), dari Hasil perhitungan jarigan kerja Network Plaining menyatakan bahwa umur proyek (selesainya seluruh kegiatan proyek) adalah 36 minggu atau 252 hari kalender Pada perencanaan awal pembangunan proyek tersebut membutuhkan biaya sebesar Rp. 4.926. 166.000.00 dengan durasi waktu 270 hari kalender, tetapi pada perecanaan kerja Kurva S proyek tersebut membutukan waktu 36 minggu atau 252 hari awal pelaksanaan tanggal 13 maret 2023. Berdasarkan hasil analisis di lapangan mengunakan laporan Progress pekerjaan/laporan mingguan dan Kurva S proyek tersebut mengalami devisiasi positif sebesar 15% dan selesai dengan durasi 210 hari Kalender dengan biaya sebesar Rp 5,066,723,828.45. Yang mana durasi dan biaya yang di butuhkan lebih optimal di bandingan dengan rencana awal yaitu dengan efisiensi biaya dan waktu, Secara umum penerapan manajemen waktu proyek pada pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri Kab. Pulau Morotai masih dalam kategori cukup memuaskan karna tidak melampaui tanggal akir yang di rencanakan.