cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
MEMPERKUAT TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA DI ATAS “DESA KEBERAGAMAN”: STUDI KASUS DESA WIROTAMAN KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN MALANG DEVI ANITA SARI; SARMINI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.375 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya memperkuat toleransi antarumat beragama dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi toleransi antarumat beragama di atas “Desa Keberagaman”. Teori yang digunakan adalah Teori Tindakan Sosial Max Weber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga macam upaya dalam memperkuat toleransi antarumat beragama Desa Keberagaman baik dalam kegiatan keagamaan maupun non keagamaan. Pertama, upaya dilakukan sejak lama namun terdapat peningkatan yaitu Wirotaman Beriman, tolong-menolong antarumat beragama dan saling berkunjung ketika umat agama lain merayakan hari raya. Kedua, upaya yang sedang dilakukan yaitu berdoa bersama tiga agama secara bergantian dan adanya kirab agung sedekah bumi. Ketiga, upaya yang baru akan dilakukan yaitu Wirotaman Rame dan Wirotaman Aman serta diskusi yang dilakukan oleh FKUB secara rutin. Faktor-faktor yang mempengaruhi toleransi antarumat beragama antara lain, adanya warisan dari leluhur, kesamaan tempat tinggal, adanya peran tokoh, adanya kesadaran manusia, dan sikap saling menjaga serta adanya kerukunan di antara umat beragama di Desa Keberagaman. Kata Kunci : Upaya, Toleransi, dan Keberagaman
STRATEGI KOMUNITAS GUSDURIAN MOJOKERTO DALAM MEMEDIASI PENYELESAIAN KASUS PENOLAKAN MAKAM WARGA NON-MUSLIM ULTHUFNA KAUSARUL FITRIYA; SARMINI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.699 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Komunitas Gusdurian dalam memediasi penyelesaian kasus penolakan makam warga non-muslim beserta faktor pendorong dan penghambat Komunitas Gusdurian dalam melakukan strategi mediasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan empat tahapan mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga pilihan strategi yang dilakukan Komunitas Gusdurian: pertama, strategi Komunitas Gusdurian dalam membangun opini publik meliputi membuat rilis bantuan dukungan terhadap nasib keluarga Kristen melalui media sosial facebook dan penyebarluasan berita melalui kolaborasi dengan media massa online. Kedua, strategi membangun kerjasama penyelesaian kasus meliputi upaya Komunitas Gusdurian menghubungi aparat kepolisian dan menjalin komunikasi dengan LBH Kontrass. Ketiga, strategi Komunitas Gusdurian dalam melakukan negosiasi meliputi tawar-menawar kepentingan antara pihak keluarga non-muslim, pemerintah desa, tokoh agama Islam desa dan Komunitas Gusdurian, memberikan saran berupa membuat PERDES tentang TPU dan menerima hasil keputusan pemindahan jenazah di TPU Desa. Hasil penelitian ini mempertegas teori konflik yang dikemukakan oleh Lewis Coser mengenai adanya fungsi positif dari sebuah konflik penolakan makam yaitu berupa pembangunan TPU di Desa Ngares Kidul sebagai upaya strategis untuk mencari jalan keluar dalam pemecahan masalah melalui mediasi. Kata Kunci: Komunitas Gusdurian, Kasus Makam, Mediasi, Lewis Coser Abstract The purpose of this study is to describe the strategy of the Gusdurian Community in mediating the resolution of the case of the rejection of the grave of non-Muslim citizens as well as the driving and inhibiting factors of the Gusdurian Community in conducting a mediation strategy. The research method uses a qualitative approach with case study design. Data collection techniques using in-depth interviews and documentation. Data analysis techniques using the model of Miles and Huberman with four stages ranging from data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study showed that there were three choices by the Gusdurian Community: first, the Gusdurian Community strategy in building public opinion included making the release of support for the fate of Christian families through Facebook social media and disseminating news through collaboration with online mass media. Second, the strategy to build a joint case settlement includes the efforts of the Gusdurian Community to contact the police and establish communication with LBH Kontrass. Third, the Gusdurian Communitys strategy in conducting negotiations includes bargaining of interests between non-Muslim family parties, village government, village Islamic religious leaders and the Gusdurian Community, providing advice in the form of making a PERDES on TPU and accepting the decision to move bodies in TPU Village. The results of this study reinforce the conflict theory proposed by Lewis Coser regarding the positive function of a grave rejection conflict in the form of the construction of a TPU in Ngares Kidul Village as a strategic effort to find a solution in solving problems through mediation. Keywords: Gusdurian Community, Grave Case, Mediation, Lewis Coser
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MOBILE LEARNING DENGAN BOT API APLIKASI TELEGRAM PADA MATA PELAJARAN PPKn DI SMAN 12 SURABAYA Aprita Subiyantoro; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.49 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n3.p856-870

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran mobile learning dengan Robot Application Programming Interface (BOT API) aplikasi Telegram pada mata pelajaran PPKn materi sistem dan dinamika demokrasi Pancasila sesuai dengan UUD NRI 1945, serta menguji tingkat kelayakan media pembelajaran dari hasil validasi ahli materi, ahli media, ahli bahasa dan respons peserta didik uji coba. Jenis penelitian ialah Research and Development (R&D) mengacu model ADDIE Branch. Subjek uji coba ialah 20 peserta didik kelas XI SMAN 12 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan berdasarkan model ADDIE Branch sampai pada tahap ketiga yang meliputi, analysis (analisis), design (desain) dan development (pengembangan). Proses pengembangan media pembelajaran sejalan dengan teori Kerucut Pengalaman Dale. Tingkat kelayakan media yang diperoleh dari hasil validasi materi memiliki rata-rata 4,5 dengan kategori sangat layak, dari hasil validasi media memperoleh rata-rata 4,5 dengan kategori sangat layak dan dari hasil validasi bahasa memperoleh rata-rata 4,4 dengan kategori sangat layak. Uji coba media pembelajaran memperoleh rata-rata 4,4 dengan kategori sangat layak. Dengan demikian dapat disimpulkan media pembelajaran mobile learning dengan BOT API aplikasi Telegram, sangat layak digunakan selain berisi visualisasi pengetahuan yang inovatif, konkret, media juga berfungsi sebagai alternatif untuk keluar dari pembelajaran abstrak yang mengandalkan verbalisme semata. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Mobile Learnig, PPKn. Abstract This research aims to develop mobile learning with the Robot Application Programming Interface (BOT API) on Telegram application for civic education subject, lessons on the system and dynamics of Pancasila democracy in accordance with the 1945 Constitution of the Republic Indonesia and to test the feasibility of learning media from the validation results of material experts, media experts, linguists experts and response of students in trials.. This type of research is Research and Development (R&D) that refers ADDIE Branch model. The subjects of this learning media trial are 20 students who are on grade XI SMAN 12 Surabaya. The results showed that the development process based on the ADDIE Branch model reached the third stage which included analysis, design and development. The process developing directed learning media, using the theory of the Dale’s Cone Experience. The level feasibility media obtained from the results of the validation average material is 4.5 with a very decent category, from the results of the validation media obtained an average of 4.5 with a very decent category and from the results of language validation obtained an average of 4.4 with a very decent category. Learning media trials for students obtained an average eligibility of 4.4 with a very decent category. Thus, it can be concluded that the mobile learning with BOT API Telegram application, very suitable to use in addition to containing visualization of innovative, concrete, media also functions as an alternative to get out of abstract learning that only relies on verbalism. Keywords: Learning Media, Mobile Learnig, Civic Education
STRATEGI SEKOLAH DALAM MENANAMKAN SIKAP CINTA TANAH AIR PADA PESERTA DIDIK DI SMPN 1 TARIK KABUPATEN SIDOARJO Desi Ulifah; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.337 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n3.p871-886

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang dilakukan pihak sekolah dalam menanamkan sikap cinta tanah air pada peserta didik di SMPN 1 Tarik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di SMPN 1 Tarik Kabupaten Sidoarjo. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan melalui mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan strategi yang dilakukan untuk menanamkan sikap cinta tanah air pada peserta didik yaitu melalui : (1) kegiatan belajar mengajar, berupa pembiasaan menggunakan bahasa Indonesia, menyanyikan lagu nasional, menjaga kebersihan kelas dan mengajarkan materi yang mendukung cinta tanah air. (2) budaya sekolah, berupa upacara bendera, jum’at bersih, peringatan hari nasional dan pahlawan. (3) ekstrakurikuler, berupa kegiatan pramuka dan ekstrakurikuler angklung. (4) kegiatan outdoor learning, berupa pembelajaran di luar sekolah. Kata Kunci: Strategi, Sikap, Cinta tanah air. Abstract This study aims to describe the strategies carried out by schools in instilling an attitude of nationalism at SMPN 1 Tarik. The research method uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques using interviews, observation and documentation. Data analysis techniques are used through reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of the research indicate the strategies used to instill attitude of nationalism in students through : (1) teaching and learning activities, in the form of habituation in using Indonesian, singing national songs, maintaining class clealiness, and teaching supporting material of nationalism. (2) school culture, in the form of flag ceremonies, clean Fridays, commemoration of national days dan hero days. (3) extracurricular, in the form of scout and angklung axtracurricular activities. (4) outdoor learning activities, in the form of learning outside of school Keywords: Strategy, Attitude, Nationalism
PELAKSANAAN PERAN PKK DALAM MENGGERAKKAN PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT DI DESA KWADENGAN BARAT KECAMATAN SIDOARJO Citra Sandhika Putri; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.807 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n3.p887-901

Abstract

Abstrak Penelitianainiabertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan peran PKK dalam menggerakkan partisipasi perempuan dalam pembangunan masyarakat di Desa Kwadengan Barat Kecamatan Sidoarjo. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling: proportionate stratified random sampling. Jumlah sampel yang diteliti sebesar 99 perempuan yang sudah menikah sebagai anggota PKK. Uji validitas dan uji reliabilitas dalam penelitian digunakan untuk menguji coba angket penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase dan didasarkan pada Teori Peran Biddle dan Thomas yang menyatakan bahwa expectation, norm, performance, and evaluatiom saling berkaitan dalam perilaku peran. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa, keempat perilaku dalam peran tersebut memperoleh hasil tidak sama. Artinya pelaksanann peran PKK untuk menggerakkan partisipasi perempuan dalam pembangunan masyarakat telah berperan, karena pelaksanaan PKK di Kwadengan Barat sudah merencanakan program-program, kegiatan yang ingin dicapai sudah berjalan baik, anggota PKK sudah melaksanakan tugas dengan baik hanya saja partisipasi dari masyarakat perempuan kurang terlibat dalam agenda yang sudah dibuat. Kata Kunci : Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, partisipasi masyarakat Abstract The purpose of this study is the implementation of the role of the PKK in mobilizing women's participation in community development in the West Kwadengan Village, Sidoarjo District. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. Data were collected using a questionnaire. The sampling technique uses probability sampling: proportionate stratified random sampling. The number of samples studied was 99 married women who were PKK members. Validity and reliability tests in the study were used to test the research questionnaire. The data analysis technique in this study uses percentage techniques and is based on the Role Theory of Biddle and Thomas which states that expectation, norm, performance, and evaluation are interrelated in role behavior. Overall, the results of the study indicate that, that the four behaviors in that role get different results. This means that the implementation of the role of the PKK to mobilize women's participation in community development has played a role, because the implementation of the PKK in Kwadengan Barat has planned programs, the activities to be achieved have gone well, PKK members have carried out their duties well only that the participation of the women's community is less involved in agenda that was created. Keywords: Empowerment and Family Welfare, community participation
PEMBENTUKAN SIKAP NASIONALISME SISWA MELALUI EKSTRAKURIKULER KARAWITAN DI MAN 2 BANYUWANGI Triana Firdatus Sholekhah; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.872 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n3.p902-916

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembentukan sikap nasionalisme siswa melalui ekstrakurikuler karawitan di MAN 2 Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Sikap Secord and Bacman. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan penyampaian materi dan kegiatan di luar materi ekstrakurikuler karawitan merupakan upaya pembentukan sikap nasionalisme siswa MAN 2 Banyuwangi. Kegiatan penyampaian materi tersebut meliputi pengenalan jenis gamelan, pengenalan nama-nama (alat) gamelan, pengenalan macam-macam gendhing/tembang jawa, pengenalan macam thuthukan, pemeragaan/mempraktekkan cara memainkan alat musik (gamelan) dan pengenalan watak/karakter beberapa tokoh dalam pewayangan. Kegiatan di luar materi ekstrakurikuler karawitan meliputi pembersian ruangan kegiatan ekstrakurikuler karawitan, perawatan alat-alat musik (gamelan) dan pembaharuan ulang nada yang telah berubah. Adapun kendala-kendala yang dihadapi dalam pembentukan sikap nasionalisme siswa melaui kegiatan ekstrakurikuler karawitan yakni keterbatasan waktu yang disediakan dan keterlambatan kehadiran siswa. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi adanya kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler karawitan sebagai upaya pembentukan sikap nasionalisme siswa adalah dengan adanya tambahan di luar jam kegiatan ekstrakurikuler karawitan, pemberian contoh langsung kepada siswa, adanya teguran dan hukuman yang diberikan. Kata Kunci: Sikap nasionalisme, ekstrakurikuler Karawitan. Abstract The purpose of this study is to describe the process of forming students' nationalism attitudes through musical extracurricular activities at MAN 2 Banyuwangi. This research uses a qualitative approach. The theoretical foundation used in this research is Secord and Bacman Attitude Theory. Data collected in this study used observation, interview and documentation techniques. The results of this study indicate that the material delivery activities and activities outside the musical extracurricular material is an effort to form nationalism attitudes of MAN 2 Banyuwangi students. Submission activities include the introduction of gamelan types, the introduction of the names (instruments) of the gamelan, the introduction of various types of Javanese gendhing, the introduction of kinds of thuthukan, reenactment/practicing how to play musical instruments (gamelan) and the introduction of the character/character of some caracters in puppet show . Activities outside karawitan extracurricular material include cleaning the room of karawitan extracurricular activities, maintenance of musical instruments (gamelan) and renewing the tone that has changed. As for the obstacles faced in the formation of student nationalism through musical extracurricular activities namely the limited time provided and the delay in student attendance. The solution taken to overcome the obstacles encountered in the implementation of musical extracurricular activities as an effort to form a nationalism attitude of students is by additional training outside hours of extracurricular musical activities, giving examples directly to students, the reprimand and punishment given. Keywords: Attitude of nationalism, musical extracurricular
PENGEMBANGAN GAME SIMARUN (SEGILIMA LINGKARAN MAKNA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKN SMP NEGERI 29 SURABAYA Wahyu Nurmala Sari; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.157 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n3.p917-931

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan game SIMARUN sebagai media pembelajaran PPKn pada materi “Memaknai Peraturan Perundang-Undangan” dan menguji tingkat kelayakan media pembelajaran game SIMARUN dari tiga aspek yaitu aspek media, aspek materi, dan aspek bahasa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan oleh Borg and Gall namun dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap ke lima meliputi, tahap potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, dan revisi desain. Terdapat tiga subjek uji coba yaitu validator ahli media, validator ahli materi, dan validator ahli bahasa. Hasil dalam penelitian ini adalah kelayakan media dari aspek media sebesar 3,5 kategori layak, kelayakan media dari aspek materi sebesar 3,8 dan 4,1 kategori layak, kelayakan media dari aspek bahasa sebesar 3,8 kategori layak dan 4,5 kategori sangat layak, sedangkan kelayakan media pembelajaran game SIMARUN secara keseluruhan sebesar 3,95 kategori layak, maka game SIMARUN layak menjadi media pembelajaran untuk mata pelajaran PPKn. Sedangkan game SIMARUN yang merupakan media permainan yang dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan menggabungkan konsep permainan ular tangga dan monopoli sesuai dengan teori kerucut pengalaman Dale, sejalan dengan teori tersebut merupakan benda pengamatan atau tiruan, yang mampu membuat materi pembelajaran menjadi lebih konkret karena melibatkan banyak alat idera membuat peserta didik lebih mudah memahami dan mengingat materi dalam jangka waktu yang lama, proses pembelajaran juga akan lebih menyenangkan. Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran game SIMARUN, PPKn. Abstract This research aims to develop SIMARUN games as a media for learning PPKn material on “Interpreting Rules and Regulations” and testing the feasibility media from the aspects namely media aspek, material aspects, and language aspects. This research uses research and development methods by Borg and Gall, but in this research only reached the fifth stage including, the potential problem stage, the data collection, the product design, the design validation, and the design revision. The results in this research are the feasibility of the media from the media aspects of 3,5 with the worthy category, the feasibility of the media from the material aspects of 3,8 and 4,1 with the worthy category, feasibility of the media from the language aspect of 3,8 with the proper category and 4,5 with the very feasible category, while the feasibility of the game learning media SIMARUN as a wholw is 3,95 with a decent category, so game SIMARUN is worthy of being a learning medium for PPKn subsjects. While SIMARUN game which is a game media developed with combine game ular tangga and monopoli in accordance with the cone of Dale experience, in line with the theory is an object of observation or imitation, which is able to make learning material more concrete because it involves many senses making it easier for students to understand and remember the material in a timeframe a long time, the learning process will also be more enjoyable. Keywords: development, SIMARUN game learning media, PPKn
PENGARUH TINGKAT PRESTASI BELAJAR PPKn TERHADAP SIKAP TOLERANSI SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 13 SURABAYA Meri Yulianingsih; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.445 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n3.p932-946

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu menjelaskan pengaruh tingkat prestasi belajar PPKn terhadap sikap toleransi siswa kelas IX di SMP Negeri 13 Surabaya. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto, yang bertempat di SMP Negeri 13 Surabaya. Populasi diambil dari semua siswa kelas IX sejumlah 341 orang. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 52 orang. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data angket dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh ditunjukkan dari hasil nilai rata-rata prestasi belajar PPKn yang didapatkan dari Penilaian Akhir Semester Genap tahun 2019/2020 di SMP Negeri 13 Surabaya sebesar 90,134. Nilai tersebut menunjukkan bahwa siswa kelas IX di SMP Negeri 13 Surabaya telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di SMP Negeri 13 Surabaya. Dari hasil penelitian tentang pengaruh tingkat prestasi belajar PPKn terhadap sikap toleransi siswa kelas IX di SMP Negeri 13 Surabaya, maka menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara tingkat prestasi belajar PPKn terhadap sikap toleransi siswa. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan Fo > Fa yakni 75,2989 > 4,03 maka Ho (Tidak ada pengaruh antara tingkat prestasi belajar PPKn terhadap sikap toleransi siswa kelas IX di SMP Negeri 13 Surabaya) ditolak dan Ha (Ada pengaruh antara tingkat prestasi belajar PPKn terhadap sikap toleransi siswa kelas IX di SMP Negeri 13 Surabaya) diterima. Maka berdasarkan uji hipotesis tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang positif antara tingkat prestasi belajar PPKn terhadap sikap toleransi siswa kelas IX di SMP Negeri 13 Surabaya. Kata Kunci: tingkat prestasi belajar, sikap toleransi. Abstract It’s research airms to explain the influence of civics learning achievement on the tolerance attitude in class IX at SMP Negeri 13 Surabaya. This research used quantitative approach to the ex post facto method, with research site in SMP Negeri 13 Surabaya. The populations in this research were all students of class IX totaling 341 people. The number of samples used was 52 people. This research used questionnaire and documentation to collect data. The results of this research shows the results of the average value of the PPKn learning student achievements obtained from the final semester assessment in 2019/2020 at SMP Negeri 13 Surabaya of 90,134. These values indicate that IX grade student in SMP Negeri 13 Surabaya has completed KKM in this school. From the results of research on the influence of civics learning achievement on the tolerance attitude in class IX at SMP Negeri 13 Surabaya, then it shows a significant effect of civics learning achievement on the tolerance attitude students. This is evidenced from the results of calculations Fo > Fa is 75,2989 > 4,03 so Ho (no influences between civics learning achievement on the tolerance attitude in class IX at SMP Negeri 13 Surabaya) rejected and Ha (there are influences between civics learning achievement on the tolerance attitude in class IX at SMP Negeri 13 Surabaya) accepted. Then, based on the hypothesis test shows that there is a possitive influence of civics learning achievement on the tolerance attitude in class IX at SMP Negeri 13 Surabaya. Keywords: learning achievement, tolerance attitude.
PENGARUH NILAI TOLERANSI KELUARGA DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU TERHADAP KARAKTER TOLERANSI ANAK Rizki Nur Safitri; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.912 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n3.p947-961

Abstract

Abstrak Penelitian dilakukan untuk menganalisis pengaruh nilai toleransi keluarga dan tingkat pendidikan ibu terhadap karakter toleransi anak di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Desain penelitian adalah penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian melibatkan 127 ibu dan 127 anak usia 13 – 15 tahun, dipilih dengan teknik simple random sampling kemudian di wawancarai dengan kuisioner. Teori yang digunakan adalah teori perkembangan moral dari L. Kohlberg yang membagi 3 tingkatan yakni pra konvensional, konvensional dan pasca konvensional. Data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda, koefisien determinasi, uji t dan uji F. Hasil menemukan bahwa tingkat pendidikan ibu berpengaruh signifikan terhadap karakter toleransi anak. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t variabel tingkat pendidikan ibu menemukan t hitung (5,308) > t tabel (1,979) dan nilai sig. (0,000) < (0,05). Nilai toleransi keluarga berpengaruh signifikan terhadap karakter toleransi anak, hal ini dibuktikan dengan hasil uji t variabel nilai toleransi keluarga sebesar t hitung (10,417) > t tabel (4,78) dan nilai sig. (0,000) < (0,05). Hasil juga mengungkapkan bahwa nilai toleransi keluarga dan tingkat pendidikan ibu secara bersama sama berpengaruh signifikan terhadap karakter toleransi anak. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji F menemukan F hitung (65,940) > F tabel (3,07) dan nilai sig. (0,000) < (0,05). Selain itu, nilai R Square pada pengujian hipotesis sebesar (0,508), hal ini menunjukkan sebesar 50,8% karakter toleransi anak dipengaruhi oleh variabel yang digunakan dalam penelitian. Kata Kunci : tingkat pendidikan ibu, nilai toleransi keluarga, karakter toleransi anak. Abstract The study was conducted to analyze the effect of family tolerance values ​​and the level of mother's education on the tolerance character of children in Bejijong Village, Trowulan District, Mojokerto Regency. The research design is an associative study with a quantitative approach. The study involved 127 mothers and 127 children aged 13-15 years, selected by simple random sampling technique and then interviewed with a questionnaire. The theory used is the theory of moral development by L. Kohlberg which divides 3 levels, namely pre-conventional, conventional and post-conventional. Data were analyzed using multiple regression analysis, coefficient of determination, t test and F test. The results found that the level of maternal education had a significant effect on the character of tolerance of children. This is evidenced by the results of the t test for the variable level of mother's education to find t count (5.308)> t table (1.979) and the value of sig. (0.000) <(0.05). The value of family tolerance has a significant effect on the character of tolerance of children, this is evidenced by the results of the t test for the variable family tolerance value of t count (10.417)> t table (4.78) and the sig value. (0.000) <(0.05). The results also reveal that the family tolerance value and the mother's education level together have a significant effect on the tolerance character of children. This is evidenced by the results of the F test to find F count (65.940)> F table (3.07) and the value of sig. (0.000) <(0.05). In addition, the value of R Square in hypothesis testing is (0.508), this shows that 50.8% of children's tolerance character is influenced by the variables used in the study. Keywords: mother's education level, family tolerance value, children's tolerance character.
PERAN GURU SMK PRAPANCA 2 SURABAYA DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN SIKAP TOLERANSI SISWA Anita Rahayu; Muhammad Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.657 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n3.p962-967

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan peran guru SMK Prapanca 2 Surabaya dalam menumbuhkembangkan sikap toleransi siswa serta kendala atau hambatan yang ditemui oleh sekolah dalam menjalankan peran guru tersebut. Penelitian ini menggunakan teori peran dari Biddle dan Thomas.Dalam teorinya dijelaskan terdapat empat peristilahan, yaitu istilah-istilah yang menyangkut tentang orang-orang yaitu ada actor dan target. Aktor (actor) yaitu orang sedang berperilaku menuruti suatu peran tertentu.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Informan penelitian berjumlah tiga orang, yaitu: kepala sekolah SMK Prapanca 2 Surabaya, guru PPKn, dan guru BK, yang dipilih secara purposive sampling. Dalam penelitian ini ketiganya menjadi aktor dalam menumbuhkembangkan sikap toleransi siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observarsi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik keabsahan data, digunakan trianggulasi sumber. Fokus penelitian ini adalah peran guru dalam menumbuhkembangkan sikap toleransi siswa serta hambatan yang didapatkan oleh sekolah. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa peran guru dalam menumbuhkembangkan sikap toleransi siswa di SMK Prapanca 2 Surabaya adalah dengan menjadi inspirator penanaman budaya sekolah serta melalui pengelolaan pembelajaran di kelas. Kata Kunci: toleransi, peran, dan budaya sekolah Abstract The purpose of this research is to describe the role of teacher SMK Prapanca 2 Surabaya in developing students’tolerance attitude and the obstacles encountered by teacher of schools in carrying out these role. This study used the role theory from Biddle and Thomas. In his theory explained there are four terms, namely terms that concern about people that is there are actors and targets. Actors are people who behave according to a certain role . This research used a qualitative method with a descriptive approach, with three research informants, the principal of SMK 2 Prapanca Surabaya, PPKn teachers and BK teachers. Researchers used informant selection techniques with purposive sampling. In this study the three infroman that become actors in fostering students tolerance attitude. Data collection techniques used were participant observation of in-dept interviews and documentation. While for data validity techniques used triangulation of sources . focus this study is the role of tecaher’s school in fostering student’s at SMK Prapanca 2 Surabaya is to be an inspiration on planting school culture and managing learned in the classroom.. Keywords:tolerance, role, and culture of school.

Page 2 of 93 | Total Record : 923


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue