cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PENGUATAN KARAKTER KEWARGANEGARAAN BAGI PEREMPUAN PEDESAAN MELALUI SEKOLAH PEREMPUAN DESA SUMBEREJO KOTA BATU Salsabila Ghassani; Maya Mustika Kartika Sari
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.431 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p124-140

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan karakter kewarganegaraan yang dilakukan oleh Sekolah Perempuan Desa Sumberejo. Penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan Ginandjar Kartasasmitha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini sejumlah empat orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini berada di desa Sumberejo, Kecamatan Baru, Kota Batu. Informan penelitian ini adalah Koordinator Sekolah Perempuan Desa Sumberejo dan alumni Sekolah Perempuan Desa Sumberejo. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, selanjutnya ditarik kesimpulan. Teknik keabsahan dalam penelitian ini adalah triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya Sekolah Perempuan Desa Sumberejo dalam memberi penguatan karakter kewarganegaraan terdiri dari empat tahapan. Tahapan pertama adalah penguatan kesadaran kemandirian perempuan. Tahapan kedua adalah penguatan sikap dalam proses pemilu. Tahapan ketiga adalah penguatan keseimbangan peran di lingkup keluarga. Tahapan yang keempat adalah penguatan menanamkan sikap toleransi dalam bermasyarakat. Kata Kunci: Sekolah Perempuan Desa, pemberdayaan, karakter kewarganegaraan Abstract This study aims to describe the strengthening of the civic character carried out by the Sumberejo Village Women's School. This research uses Ginandjar Kartasasmitha's theory of empowerment. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The informants in this study were four people who were selected using purposive sampling technique. Data were collected by means of in-depth interviews and documentation. The location of this research is in the village of Sumberejo, Kecamatan Baru, Kota Batu. The informants of this study were the Coordinator of the Sumberejo Village Women's School and alumni of the Sumberejo Village Women's School. The data analysis technique in this study used data reduction, data presentation, then conclusions were drawn. The validity technique in this research is technical triangulation and source triangulation. The results of this study indicate that the efforts of the Sumberejo Village Women's School in strengthening the character of citizenship consist of four stages. The first stage is strengthening awareness of women's independence. The second stage is to strengthen attitudes in the electoral process. The third stage is strengthening the balance of roles in the family. The fourth stage is strengthening to instill tolerance in society. Keywords: Village Women's School, empowerment, citizenship character
STRATEGI PEMERINTAH KOTA SURABAYA DALAM MENUTUP PRAKTIK PROSTITUSI DI LOKALISASI DOLLY khoirotun nisak nisak; I MADE SUWANDA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.49 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p158-172

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pemerintah kota Surabaya dalam menutup praktik prostitusi di lokalisasi Dolly dan kendala yang dihadapi pemerintah kota Surabaya dalam menutup praktik prostitusi di Lokalisasi Dolly. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan dokumentasi. Sedangkan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tahap strategi pemerintah kota Surabaya dalam menutup lokalisasi Dolly yaitu: (1) upaya penutupan lokalisasi terbagi menjadi tiga kegiatan yakni deklarasi dukungan penutupan lokalisasi Dolly, pendataan paraWTS dan warga terdampak, pembelian wisma. Tahap (2) pelaksanaan penutupan lokalisasi terbagi menjadi dua kegiatan yakni deklarasi penutupan dan pemulangan serta pemberian pesangon bagi WTS dan mucikari yang tidak asli warga kota Surabaya. Tahap (3) yaitu upaya pasca penutupan lokalisasi terbagi menjadi dua kegiatan yakni patroli keliling dan progam rehabilitasi, dalam progam rehabilitasi ini terbagi lagi menjadi tiga kegiatanya diantaranya pembinaan spritual, pelatihan ketrampilan dan alih profesi. Kendala yang dihadapi pemerintah kota Surabaya dalam menutup praktik prostitusi di Lokalisasi Dolly adalah adanya ancaman wali kota Surabaya dibunuh dan banyaknya wisma di lokalisasi Dolly milik warga pendatang. Kata Kunci : Strategi, Pemerintah Kota Surabaya, Dolly Abstract The purpose of this study is to describe the strategy of the Surabaya city government in closing the practice of prostitution in Dolly's brothel and the obstacles faced by the Surabaya city government in closing the practice of prostitution in Dolly's brothel. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The data collection techniques used were in-depth interviews and documentation. While the validity of the data used is source triangulation.The results showed that there were three stages of the strategy of the Surabaya city government in closing Dolly's localization, namely: (1) efforts to close the localization were divided into three activities, namely the declaration of support for the closure of Dolly's localization, data collection on paraWTS and affected residents, purchase of guesthouses. Stage (2) the implementation of the closure of the lokalisasi is divided into two activities, namely the declaration of closure and return and the provision of severance pay for prostitutes and pimps who are not native residents of Surabaya. Stage (3), namely the post-closure efforts of the localization are divided into two activities, namely mobile patrols and rehabilitation programs, in this rehabilitation program it is further divided into three activities including spiritual guidance, skills training and professional transfer. The obstacles faced by the Surabaya city government in closing the practice of prostitution in Dolly brothel are the threat of the mayor of Surabaya being killed and the large number of guesthouses in Dolly's lokalisasi belonging to immigrants. Keywords: Strategy, Surabaya City Government, Dolly
STRATEGI SEKOLAH DALAM MEMINIMALISIR PERILAKU AGRESIF SISWA DI SMPN 1 JABON SIDOARJO Eka Aminatus Sholichah Lestari Ningrum; Harmanto harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.288 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p188-202

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian untuk mendeskripsikan strategi SMPN 1 Jabon Sidoarjo dalam meminimalisir perilaku agresif siswa. Dalam beberapa tahun ini pelanggaran yang disebabkan karena perilaku agresif siswa berkurang, sehingga peneliti ingin mencari strategi yang dilakukan oleh sekolah dalam meminimalisir perilaku agresif siswa di SMPN 1 Jabon Sidoarjo. Strategi sekolah merupakan upaya atau langkah yang dilakukan oleh beberapa orang dalam melaksanakan suatu progam atau tujuan yang akan dicapai oleh institusi. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru PPKn, Guru BK, Waka Kesiswaan serta siswadi SMPN 1 Jabon. Hasil penelitian menjelaskan bahwa strategi SMPN 1 Jabon dalam meminimalisir perilaku agresif siswa adalah dengan adanya strategi progam. Progam yang dicanangkan sekolah untuk dapat meminimalisir perilaku agresif adalah dengan cara menerapkan sistem hukuman dengan pengurangan poin siswa. Selain itu, sekolah juga menerapkan progam Sekolah Ramah Anak (SRA). Berdasarkan teori yang digunakan oleh peneliti yaitu tentang belajar sosial yang disampaikan oleh Bandura (1) Proses attentional, (2) Proses retentional (menyimpan pesan), (3) Proses pembentukan perilaku, (4) Proses motivasi. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh SMPN 1 Jabon mengandung empat konsep yang dijelaskan. Empat proses belajar sosial yang dijelaskan oleh Bandura tersebut berjalan dengan adanya progam yang dibuat atau dicanangkan oleh sekolah Kata Kunci: strategi, perilaku agresif, siswa Abstract The purpose of this study was to describe the strategy of SMPN 1 Jabon Sidoarjo in minimizing student aggressive behavior. In recent years, violations caused by students' aggressive behavior have decreased, so the researchers wanted to find a strategy used by the school in minimizing the aggressive behavior of students at SMP 1 Jabon Sidoarjo. School strategy is an effort or step taken by several people in implementing a program or goal to be achieved by the institution. Researchers used qualitative methods with a descriptive approach. Data collection techniques using in-depth interviews, observation and documentation. The informants in this study were the principal, PPKn teachers, BK teachers, student guides, and students of SMPN 1 Jabon. The results showed that the strategy of SMPN 1 Jabon in minimizing students' aggressive behavior was the existence of a program strategy. The program launched by schools to be able to minimize aggressive behavior is to implement a punishment system with a reduction in student scores. In addition, the school also implements the Child Friendly School (SRA) program. Based on the theory used by researchers, namely about social learning conveyed by Bandura (1) the attention process, (2) the retention process (storing messages), (3) the process of forming behavior, (4) the process of motivation. The learning process carried out by SMPN 1 Jabon contains four described concepts. The four social learning processes described by Bandura work with school programs. Keywords: content, formatting, article.
INTERNALISASI NILAI-NILAI MULTIKULTUR DALAM AKTIVITAS ORGANISASI GERAKAN MAHASISWA KRISTEN INDONESIA CABANG SURABAYA Abner Atimeta; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.988 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p173-187

Abstract

Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan kegiatan yang dilakukan GMKI Surabaya dalam menginternalisasikan nilai-nilai multikultur kepada anggotanya. Penelitian ini menggunakan teori penanaman pendidikan karakter Thomas Lickona. Pendekatan penelitian yang dipergunakan yakni penelitian kualitatif melalui metode deskriptif-naratif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Informan penelitian yakni Ketua GMKI dan 1 orang anggota GMKI yang aktif dan telah bergabung selama satu tahun. Lokasi penelitian ini di GMKI Jln. Tegalsari No. 62, Kedungdoro, Kec. Tegalsari, Kota Surabaya, Jawa Timur. Untuk memperoleh data yang valid digunakan triangulasi sumber. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas tahapan reduksi data, penyajian data, penyimpulan. Untuk menerapkan nilai-nilai multikultur kegiatan yang dilakukan GMKI adalah MAPER (Malam Perkenalan), PA (pendalaman Alkitab), Pembinaan Sikap Anggota dan Melakukan Pelayanan Ke gereja. Semua kegiatan disesuaikan visi-misinya GMKI mengajak, membina serta mempersiapkan generasi muda untuk menjadi penggerak di tengah-tengah perguruan tinggi, gereja dan masyarakat menjadi sarana untuk mewujudkan kesejahteraan, perdamaian, keadilan, kebenaran serta cinta kasih di tengah-tengah manusia serta alam semesta. Kata Kunci: Internalisasi, nilai-nilai multikultur, GMKI Surabaya Abstract This research is intended to describe the activities carried out by GMKI Surabaya in internalizing multicultural values ​​to its members. This study uses the theory of Thomas Lickona's character education planting. The research approach used is qualitative research through descriptive-narrative methods. Data collection was carried out through interviews. The research informants were the Chairperson of the GMKI and 1 active member of the GMKI who had joined for one year. The location of this research is at GMKI Jln. Tegalsari No. 62, Kedungdoro, Kec. Tegalsari, City of Surabaya, East Java. To obtain valid data, source triangulation was used. The data obtained were then analyzed qualitatively with the interactive analysis technique of Miles and Huberman which consisted of the stages of data reduction, data presentation, and conclusion. To apply multicultural values, the activities carried out by GMKI are MAPER (Introductory Night), PA (Bible study), Building Member Attitudes and Serving the Church. All activities are adjusted to the vision and mission of GMKI inviting, fostering and preparing young people to become movers in the midst of universities, churches and communities to become a means to create prosperity, peace, justice, truth and love in the midst of humans and the universe. Keyword: Internalization, multicultural values, GMKI of Surabaya
STRATEGI KOMUNITAS SUPORTER PERSEBAYA (GREEN FORCE 27) DALAM MEMBINA PERILAKU TOLERANSI ANGGOTANYA DI PERAK SURABAYA Aini Ayu Akhiyat; Raden Roro Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.496 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p203-217

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menedeskripsikan strategi komunitas suporter persebaya GREEN FORCE 27 di Perak Surabaya dalam membina perilaku toleransi anggotanya, dan hambatan-hambatan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam memilih pengambilan sampel sumber data peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data dikumpulkan dengan menggunakan teknik bservasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, deskripsi yang bersifat naratif, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dari teknik triangulasi recheck data. Pada penelitian ini menggunakan Teori Belajar Behavioristik Edward Lee Thorndike. Teori ini mengenai perubahan tingkah laku terjadi apabila adanya rangsangan (stimulus) dengan perilaku reaktif (respons). Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: (1) strategi yang digunakan Komunitas GREEN FORCE 27 dalam membina toleransi antar anggota seperti bertukar hal-hal positif, strategi bertegur sapa, strategi berkunjung di masyarakat, strategi tidak memaksakan agama orang lain, serta strategi saling menyayangi. (2) Hambatan yang dihadapi berasal dari dua faktor, yaitu hambatan internal berupa kurangnya tingkat kedisiplinan anggota komunitas GREEN FORCE 27 serta hambatan eksternal yang berasal dari kurangnya koordinasi komunitas GREEN FORCE 27 dengan Pemkot Surabaya. Kata Kunci : Strategi, komunitas, perilaku toleransi Abstract This study aims to describe the strategy of the persebaya GREEN FORCE 27 supporter community in Perak Surabaya in fostering tolerant behavior of its members, and the obstacles they face. This research uses a qualitative approach. In selecting the sampling data source, the researcher used a purposive sampling technique. Sources of data were collected using observation techniques, in-depth interviews and documentation. Data analysis techniques in this study are data collection, data reduction, narrative descriptions, and drawing conclusions. The data validity was obtained from the recheck data triangulation technique. This study uses Edward Lee Thorndike's Behavioristic Learning Theory. This theory is about behavior change occurs when there is a stimulus (stimulus) with reactive behavior (response). The results obtained are as follows: (1) the strategies used by the GREEN FORCE 27 Community in fostering tolerance among members such as exchanging positive things, greetings strategies, visiting strategies in society, strategies not to impose other people's religions, and mutual love strategies. (2) The obstacles faced came from two factors, namely internal obstacles in the form of a lack of discipline among GREEN FORCE 27 community members and external obstacles stemming from the lack of coordination between the GREEN FORCE 27 community and the Surabaya City Government. Keywords: Strategy, community, tolerant behavior
PENERAPAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM PROSES PEMILIHAN KETUA UMUM HIMNAS PPKN PADA KONGRES DAN RAKERNAS DI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2018 Muhammad Zundy Alwan; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.888 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p218-232

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan Penerapan Demokrasi Pancasila dalam Proses Pemilihan Ketua Umum Himnas PPKn pada Kongres dan Rakernas di Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 2018. Dalam forum pemilihan Ketua Umum seharusnya sejalan dengan Pancasila sila ke-4 yang berfokus pada Permusyawaratan Mufakat dan terciptanya Teori Keadilan John Rawls yang berfokus pada prinsip kebebasan yang sama atau setara, memperlihatkan netralitas dan apresiasi opini yang datang seluruh peserta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain eksploratif mengacu pada pendapat Sugiyono (2018). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Informan penelitian ini berjumlah 3 orang yakni Ketua Umum Himnas PPKn, Presidium Sidang 1 dan 2 Kongres dan Rakernas Himnas PPKn. Kesimpulan hasil dari penelitian ini mengungkapkan jika aktivitas Demokrasi Pancasila telah diterapkan pada forum Kongres dan Rakernas Himnas PPKn tersebut meski dalam pelaksanaannya kurang sempurna. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat menjadi kontribusi pemikiran hasil penelitian ini diharapkan yang bermanfaat untuk menambah sumbangan pemikiran ilmiah mengenai penerapan nilai Demokrasi Pancasila Dapat menambah pengetahuan bagi penulis dan pembaca pada umumnya mengenai perpaduan teori keadilan dan pengaplikasian Demokrasi Pancasila pada penelitian ini Kata Kunci: Demokrasi, Pancasila, Keadilan, Kebebasan, Netralitas Abstract This research aims to reveal the Application of Pancasila Democracy in the Election Process of Himnas PPKn Chairperson at the 2018 Congress and National Working Meeting at Yogyakarta State University. In the forum for the election of the General Chairperson it should be in line with the 4th Pancasila Principle which focuses on Consensus Consultation and the creation of John Rawls's Theory of Justice which focuses on the principle of equal or equal freedom, shows the neutrality and appreciation of opinions that come by all participants. The research method used is qualitative with an exploratory design referring to the opinion of Sugiyono (2018). The data collection techniques used were in-depth interviews and documentation. The research informants were determined using purposive sampling technique. There were 3 informants in this research, namely the General Chairperson of the Himnas PPKn, the Presidium for the 1st and 2nd Sessions of the Congress and the National Social Work Meeting for PPKn The conclusion of the results of this study reveals that the Pancasila Democracy activity has been applied to the PPKn Himnas Congress and Rakernas forums even though the implementation is not perfect. The results of this study are expected to be useful as a contribution to the thought of the results of this study which are expected to be useful to increase the contribution of scientific thought regarding the application of the values ​​of Pancasila Democracy. Keywords: Democracy, Pancasila, Justice, Freedom, Neutrality
TINGKAT DISIPLIN ANGGOTA EKSTRAKURIKULLER ORGANDRAKU DI SMAN 1 KUTOREJO MOJOKERTO Yusuf Bachtiyar; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.618 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p233-247

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan dari anggota Organdraku di SMAN 1 Kutorejo Mojokerto. Penelitian ini menggunakan endekatan kuantitatif. Sample dalam penelitian ini berjumlah 41 anggota. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembentukan karakter dari Thomas Lickona. Menurut Thomas Lickona komponen pembentukan karakter ada pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling), dan tindakan moral (moral action).Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan anggota Organdraku tinggi. Hal ini dibuktikan dengan anggota Organdraku yang mendapatkan persentase 61%. pada indicator mengetahui arti disiplin mendapatkan presentase di tingkat tinggi sebesar 61% sedangakan persentase di tingkat rendah sebesar 39%, mengetahui tata tertib mendapatkan persentase di tingkat tinggi sebesar 93% sedangkan di tingkat rendah mendapatkan skor 7%, Mengetahui akibat pelanggaran mendapatkan persentase sebesar 98% di tingkat tinggi, sedangkan 2% di tingkat sedang, Menunjukkan sikap berani menanggung semua resiko atau konsekuensi yang telah dilakukan mendapatkan persentase sebesar 85% sedangkan 15% di tingkat sedang, Menunjukkan sikap bertanggungjawab mendapatkan presentase 71% di tingkat tinggi sedangkan 29% pada tingkat sedang, Menunjukkan sikap setia terhadap organisasimendapatkan persentase 90% di tingkat tinggi sedangka 10% di tingkat sedang, Menunjukkan empati terhadap keadaan lingkungan mendapatkan persentase tertinggi di tingkat sedang dengan hasil 61%, Pernah berkontribusi mendiplinan peserta didik mendapat persentase di tingkat tinggi sebesar 73%, dan pada indicator menjaga lingkungan sekolah agar senantiasa indah,aman, dan nyaman mendapatkan persentase tertinggi di tingkat sedang dengan total 80%. Kata Kunci: Tingkat kedisiplinan, organdraku, pembentukan karakter. Abstract This study aims to determine the level of discipline of the Organdraku members at SMAN 1 Kutorejo Mojokerto. This study uses a quantitative approach. The sample in this study amounted to 41 members. The theory used in this research is the character building of Thomas Lickona. According to Thomas Lickona, the components of character formation include moral knowing, moral feeling, and moral action. The data collection technique used a questionnaire. The data analysis technique in this study used the percentage technique. The results showed that the level of discipline of Organdraku members was high. This is evidenced by Organdraku members who get a percentage of 61%. on indicators knowing the meaning of discipline gets a percentage at a high level of 61% while the percentage at a low level is 39%, knowing the rules get a percentage at a high level of 93% while at a low level getting a score of 7%, Knowing the consequences of violations get a percentage of 98% at the high level, while 2% at the medium level, Shows a courageous attitude to bear all the risks or consequences that have been done getting a percentage of 85% while 15% at the moderate level, Showing a responsible attitude gets a percentage of 71% at the high level while 29% at the moderate level , Demonstrating a loyal attitude towards the organization getting a percentage of 90% at the high level while 10% at the moderate level, Showing empathy for environmental conditions getting the highest percentage at the moderate level with 61% results, Having contributed to disciplining students getting a high level of 73%, and on the indicator of maintaining the school environment so that it is always beautiful, safe, and comfortable gets the highest percentage at the moderate level with a total of 80%. Keywords: Discipline level, organdraku, character orders.
KONSTRUKSI NASIONALISME DI TENGAH POLITIK IDENTITAS : STUDI KASUS IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA PAPUA DI SURABAYA Fatmawati Fatmawati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.32 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konstruksi nasionalisme pemuda Papua di tengah politik identitas, apakah merasa Papua bagian dari Indonesia atau Papua bukan bagian dari Indonesia pada Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua di Surabaya. Fokus penelitian yaitu nasionalisme pemuda Papua. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan model interaktif analisis Miles dan Huberman. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger, Hasil penelitian menunjukan bahwa ada dua respon terkait nasionalisme pemuda Papua yaitu: pertama, mereka merasa Papua bagian dari Indonesia sehingga menolak Papua merdeka. Kedua mereka merasa bahwa Papua bukan bagian dari Indonesia sehingga mendukung gerakan Papua merdeka. Bagi mereka yang menginginkan Papua merdeka disebabkan merasa belum di Indonesialan dan dianaktirikan. Mereka masih merasa terjajah oleh negara Indonesia. Kata Kunci: Nasionalisme, Pemuda Papua, Papua Merdeka Abstract The purpose of this research is to describe the construction of Papuan youth nationalism amid identity politics, whether they feel Papua is part of Indonesia or Papua is not part of Indonesia in the Papuan Student and Student Association in Surabaya. The focus of the research used in this research is Papuan youth nationalism. This research method uses a qualitative approach with a case study design. Data collection techniques using in-depth interviews. The data analysis technique used an interactive model of analysis by Miles and Huberman. The results of this study resulted in two responses related to the nationalism of Papuan youth, namely the feeling that Papua was part of Indonesia so that they rejected an independent Papua and Papua was not part of Indonesia so that they supported an independent Papua. Refusing an independent Papua or supporting an independent Papua in accordance with the knowledge built up in Papuan youth regarding the knowledge of nationalism, places the unity of the Indonesian nation and is proud to be the Indonesian nation and the homeland of Indonesia. This study uses the theory of social construction by Peter L. Berger where the objectivity stage results in support for an independent Papua by feeling Papua is not part of Indonesia or rejection of an independent Papua by feeling that Papua is part of Indonesia in the Papuan Student and Student Association in Surabaya. Keywords: Nationalism, Papuan youth, Independent Papuan
TINGKAT TOLERANSI DI KELAS INKLUSI SEKOLAH RAMAH ANAK SMP NEGERI 1 TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO Tis'a Nursya'bani; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.606 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat toleransi peserta didik di kelas inklusi SMP Negeri 1 Tulangan, Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik yang menempati kelas inklusi SMP Negeri 1 Tulangan, Sidoarjo sejumlah 124 peserta didik. Sampel yang digunakan dalam penelitian yakni sebanyak 55 peserta didik dari kelas VIII-I, IX-D, IX-I dan IX-K yang diambil secara acak menggunakan teknik Probability: Proportionate Stratified Random Sampling dengan taraf kesalahan 5%. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket atau kuisioner melalui google form dan dibagikan secara online kepada responden. Penelitian ini dilandasi oleh teori karakter dari Thomas Lickona yang menyatakan bahwa terdapat tiga komponen pembentuk karakter yang saling berkaitan yakni pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling) dan tindakan moral (moral action). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 78% peserta didik di kelas inklusi SMP Negeri 1 Tulangan memiliki tingkat toleransi dengan kategori tinggi, 22% peserta didik memiliki tingkat toleransi dengan kategori sedang, dan tidak ada peserta didik yang memiliki tingkat toleransi dengan kategori rendah. Sehingga diperoleh rata-rata tingkat toleransi peserta didik di kelas inklusi tergolong kategori tinggi. Kata Kunci: Toleransi, Kelas Inklusi, Peserta Didik. Abstract This study aims to describe the level of tolerance of students in the inclusion class SMP Negeri 1 Tulangan, Sidoarjo. This research uses a quantitative approach with a descriptive design. The population in this study were all 124 students who occupied the inclusion class SMP Negeri 1 Tulangan, Sidoarjo. The sample used in the study was 55 students from classes VIII-I, IX-D, IX-I and IX-K who were taken randomly using the Probability: Proportionate Stratified Random Sampling technique with an error rate of 5%. Data collection techniques are carried out using a questionnaire or questionnaire in the form of google form and distributed online to respondents. This research is based on the character theory of Thomas Lickona which states that there are three interrelated components of character building, namely moral knowing, moral feeling and moral action. The results showed that as many as 78% of students in the inclusion class of SMP Negeri 1 Tulangan had a high tolerance level, 22% of students had a moderate tolerance level, and none of the students had a low tolerance level. So that the average tolerance level of students in the inclusion class is classified as high category. Keywords: Tolerance, Inclusion Class, Students.
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NO. 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK MELALUI PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK DI KOTA PASURUAN Fitri Utaminingsih; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.944 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak melalui P2TP2A di Kota Pasuruan serta hambatan yang ditemukan P2TP2A. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi kebijakan model Van Matter dan Van Horn. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa P2TP2A Kota Pasuruan sudah mengimplementasikan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 dengan dibuktikannya penyelesaian kasus yang terjadi pada anak. Karena penyelesaian kasus menjadi indikator tolak ukur keberhasilan P2TP2A dalam melaksanakan penanganan kasus terkait perlindungan anak. Hambatan P2TP2A dalam melaksanakan tugasnya diantaranya meliputi keterbatasan anggaran dana operasional, sarana dan prasarana dalam hal belum memiliki sekretariat yang representatif, ruangan aman (shelter) untuk anak, rumah singgah, perlu penambahan komputer dan laptop di kantor P2TP2A, sumber daya manusia yang masih perlu pelatihan disiplin ilmu, dan perlu adanya penambahan tenaga psikologi. Kata Kunci: Implementasi, Perlindungan Anak, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Page 5 of 93 | Total Record : 923


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue