cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
STRATEGI PEMBINA OSIS DALAM MEMBENTUK KARAKTER TANGGUNG JAWAB PADA PENGURUS OSIS DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 MOJOKERTO Iis Nur Septiyaningrum; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.062 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n3.p1117-1131

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Pembina OSIS dalam pembentukan karakter tanggung jawab pada Pengurus OSIS di MAN 2 Mojokerto. Metode yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah Pembina OSIS dan Ketua Kesiswaan sebagai informan kunci serta Pengurus OSIS sebagai informan Pendukung. Data penelitian diperoleh melalui obeservasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data diperoleh melalu trianggulasi sumber. Teori yang digunakan teori Albert Bandura. Bandura menjelaskan bahwa proses yang mempengaruhi belajar observasional yaitu perhatian (attention), mengingat, perilaku dan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Pembina OSIS dalam menumbuhkembangkan karakter tanggung jawab Pengurus OSIS adalah dengan melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan yang dibuat, menjalin komunikasi pada setiap pengurus melakukan pengawasan dalam proses pembelajaran di kelas. Kata Kunci: Strategi, Pembina OSIS, Tanggung Jawab. Abstract This study aims to determine the strategy erector of OSIS in shaping the character of responsibility on the organizer of OSIS . The method used to obtain data in research is descriptive with a qualitative approach. The subjects of the study were the Vice Principal and Guidance Student Organization as key informants and the Organizer of OSIS as Supporting informants. Research data obtained through observation, interviews and documentation which are then analyzed by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. Check the validity of the data obtained through source triangulation. The theory used by researchers is the theory of Albert Bandura. Bandura explained that the processes that influence observational learning are Attention, Remembering, Behavior and Motivation. The results showed that the strategy Erector of OSIS in developing the character of the responsibility Organizer of OSIS was to oversee all activities carried out, establish communication in each board and oversee the learning process in the classroom. Keywords: Strategy, Erector of OSIS, Responbility.
UPAYA GURU DALAM MENANGANI KARAKTER SISWA YANG HETEROGEN SEBAGAI DAMPAK SISTEM ZONASI DI SMPN 5 GRESIK Devinta Nur Amalia; Muhammad Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.84 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p91-108

Abstract

This study aims to describe the character of students received from the zoning system and to find out the teacher's efforts in dealing with the heterogeneous character of students as the impact of the zoning system at UPT SMPN 5 Gresik and to provide an understanding for the teacher to appropriate the efforts used to deal with the heterogeneous character of students as a impact of the zoning system. The theory used is the theory of good character foarmation by Thomas Lickona. The concept of this theory shows that character is formed into three interrelated parts, namely moral knowledge, moral feelings, and moral behavior. The research method used is a qualitative approach with an exploratory design. Data collection techniques using observation, in-depth interviews, and documentation. The selection of informants as the source of the research data was selected by using purposive sampling technique. The informants of this study include Pancasila & Citizenship Education Teachers, Counseling Guidance Teachers, Islamic Religious Education Teachers and Deputy Principals for Student Affairs. The results of the research carried out revealed that the character of the zoning system students was considered poor brcause they do not have enough tolerance, discipline, responsible, and the efforts made by the teacher, namely by implementing 5S habits in learning at school so that students were more polite towards teachers and peers. The teacher gives punishment to students with poor character. The teacher will conduct individual counseling and provide group guidance and provide reinforcement through religious activities. Keywords: Teachers, Character, Zoning
PANDANGAN ANGGOTA KORPS HMI-WATI SURABAYA TENTANG PEREMPUAN BERDAYA Desia Adilia Nur Cahyani; Maya Mustika Kartika Sari
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.339 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p61-75

Abstract

The purpose of this study is to express the views of members of the Kohati Surabaya about empowered women. This research is examined using Nancy Hartsock's Standard theory. The main concept of standpoint theory includes a perspective, situated knowledge and the sexual division of labor. This study uses a qualitative research approach with an exploratory descriptive design. The data collection techniques used were in-depth interviews and documentation. The research informants were determined using purposive sampling technique. The number of informants in this study were three people consisting of the General Secretary of the Surabaya Branch of the Kohati, members of the Department of Education and Training, and Deputy General Secretary for Inter-Institutional Relations. The results showed that women in the view of members of the Kohati Surabaya were influenced by the literacy process and the interpretation of values ​​from a gender perspective, a religious perspective, and a sociocultural perspective. In the view of members of the Surabaya branch of Kohati, empowered women are women who can do the expected aspects such as gender literacy but do not conflict with religion. That empowered women are they have the same opportunity to access productive resources, participate in exploiting their potential, have power / control over their survival, and have the same opportunity to enjoy the results of resource utilization / development. The results of this study confirm the standpoint theory put forward by Nancy Hartsock that views are formed from experiences that are structured by one's position in the social hierarchy, namely the emphasis on women's autonomy in various aspects of life. Keywords: Kohati, Woman, Empower
PERAN PEMBINA DALAM MEMBANGUN SIKAP DEMOKRATIS BAGI PENGURUS OSIS DI SMKN 1 BUDURAN SIDOARJO Christia Panca Hudayah; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.56 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p1-15

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran pembinda dalam membangun sikap demokratis bagi pengurus organisasi siswa intra sekolah sekaligus mendeskripsikan sikap demokratis yang ada pada pengurus OSIS SMKN 1 Buduran Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Sedangkan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa membangun sikap demokratis yang dilakukan oleh pembina OSIS untuk pengurus OSIS yaitu turut serta dalam menyeleksi kandidat calon pengurus OSIS yang baru, selain itu sikap demokratis pengurus OSIS di SMKN1 Buduran Sidoarjo sudah berjalan dengan baik hal ini ditunjukkan dengan beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh pengurus OSIS. Seperti halnya saat pembina OSIS memberikan tugas untuk mengikuti kegiatan di luar sekolah, dimana hal ini merupakan salah satu bentuk membangun rasa tanggung jawab pada pengurus OSIS. Sikap demokratis pada pengurus OSIS di bangun melalui peran-peran yang telah di berikan, dan melalui beberapa tindakan. Kata kunci: Pembinaan, Sikap Demokratis, Pengurus OSIS SMKN1 Buduran. The purpose of this study is to describe the role of mentors in building democratic attitudes for administrators of intra-school student organizations as well as describing the democratic attitudes that exist on the board of student council of SMKN 1 Buduran Sidoarjo. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques used were observation and interviews. While the validity of the data used is source triangulation. The results showed that building a democratic attitude carried out by the student council supervisor for the student council board was to participate in selecting new candidates for student council candidates, besides the democratic attitude of the student council board at SMKN1 Buduran Sidoarjo was running well, this was indicated by several activities that had been carried out by the student council official. Just as when the student council coach gave the task to participate in activities outside of school, where this is one form of building a sense of responsibility on the student council. The democratic attitude of the student council is built through the roles that have been given, and through several actions. Keywords: Coaching, Democratic Attitudes, Management of Student Council of SMKN1 Buduran
OPTIMALISASI PERAN PELOPOR KOMUNITAS METAL UNTUK MEMBANGUN KEBANGGAAN BANGSA INDONESIA MELALUI KESENIAN BARONGAN DI DESA PURWOSARI BLORA JAWA TENGAH Rahmawati Al Chusna; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.656 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p16-30

Abstract

Konser metal yang memiliki keunikan dari komunitas lainnya yaitu dengan menyanyikan lagu sakral Indonesia raya serta terdapat kesenian barongan menjadi daya tarik sendiri. Hal tersebut karena peran pelopor komunitas metal Blora bersatu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui optimalisasi peran pelopor komunitas metal dalam membangun kebanggaan bangsa Indonesia melalui kesenian barongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif . Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori jaringan aktor oleh Michel Callon dan Bruno Latour. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumnetasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelopor komunitas metal di desa Purwosari yaitu memberikan pelatihan kesenian barongan kepada remaja di Purwosari ketika akan ada penampilan barongan di konser metal. Pelopor komunitas bekerja keras berpartisipasi mengajarkan kesenian tersebut sehingga para remaja memiliki kebanggaan terhadap barongan. Komunitas tersebut berusaha untuk menghimbau tanpa paksaan pada seluruh penonton konser metal supaya menyanyikan Indonesia raya terlebih dahulu sebelum kesenian barongan tampil sebagai pembukaan konser metal, hal tersebut dapat membentuk rasa kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Setelah itu anggota komunitas metal yang tergabung dalam sanggar barongan menampilkan kesenian khas Blora tersebut di tengah penonton. Latihan barongan selalu diadakan sebagai upaya persiapan penampilan barongan di konser metal oleh anggota sanggar barongan. Penampilan kesenian barongan di acara konser metal selalu dinikmati oleh para penonton konser metal sebagai bentuk rasa bangga terhadap Indonesia dengan menikmati penampilan kesenian lokal kota Blora. Kata Kunci: Optimalisasi, Peran pelopor, Komunitas metal, Kebanggaan bangsa Indonesia, Kesenian barongan Metal concerts that are unique from other communities, namely by singing the sacred songs of Indonesia Raya and there are barongan arts are their own attraction. This is because the role of the pioneers of the Blora metal community is united. The purpose of this study was to determine the optimal role of the metal community pioneers in building the pride of the Indonesian nation through the art of barongan. This research uses a qualitative approach. The theoretical basis used in this research is the actor network theory by Michel Callon and Bruno Latour. The data collected in this study used observation, interview and documentation techniques. The results of this study indicate that the pioneers of the metal community in the village of Purwosari always provide training in barongan arts to teenagers in Purwosari when there will be a barongan performance at metal concerts. Therefore, the pioneers of the community work hard to participate in teaching the art so that teenagers have pride in Barongan. The community tries to appeal without coercion to all metal concert audiences to sing Indonesia raya first before the barongan art appears as the opening of the metal concert, this can create a sense of pride as an Indonesian nation. After that, members of the metal community who are members of the barongan studio performed this typical Blora art in the audience. Barongan practice is always held as an effort to prepare for barongan appearances at metal concerts by members of the barongan studio. Barongan art performances at metal concert events are always enjoyed by metal concert audiences as a form of pride in Indonesia by enjoying local art performances in the city of Blora. Keywords: optimization, the role of pioneers, metal community, Indonesian national pride, Barongan art
PENANAMAN SIKAP KEBERSAMAAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI KELAS INKLUSI SMP NEGERI 13 SURABAYA Kubroini Nur Aini Fuaddah; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.619 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p31-45

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini pertama mendeskripsikan metode Guru Pembimbing Khusus (GPK) dalam penanaman sikap kebersamaan. Kedua mengetahui hasil pengaplikasian sikap kebersamaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kelas Inklusi SMP Negeri 13 Surabaya. Teori dalam penelitian ini adalah Teori Social Learning Albert Bandura. Penelitian ini mempergunakan suatu pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan pada penelitian ini berjumlah tiga orang, ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara kritis. Hasil penelitian pada permasalahan pertama, mengungkapkan metode penanaman sikap kebersamaan yang dimiliki dan dipergunakan oleh GPK di kelas inklusi terbagi menjadi 4 metode, (1) Metode Pengarahan, meliputi pengenalan dan penjelasan sikap kepada ABK yang bertujuan untuk tidak merendahkan kekurangan orang lain bahwa semua ABK adalah keluarga; (2) Metode Bertukar Peran, meliputi pantauan dan pendekatan untuk mencari solusi ketika terdapat masalah dengan temannya; (3) Metode Terapi Pintar, metode yang khusus dilaksanakan di setiap hari Jumat untuk mengasah keterampilan dan kerjasama para peserta didik ABK sebagai bekal kedepannya; (4) Metode Penguatan Positif, suatu metode pemberian motivasi dengan kalimat positif yang membangun, pemberian perhatian dengan tindakan langsung, pemberian rewards dan punishment. Sedangkan hasil pengaplikasian yang diperoleh dari permasalahan kedua yaitu sikap kebersamaan sesama ABK antara lain; sikap saling peduli terhadap sesama ABK, kepekaan terhadap lingkungan sekitar, dan sikap saling memiliki ikatan persaudaraan yang erat antar sesama ABK. Oleh karena itu, metode yang paling efisien dan berhasil dalam penerapan penanaman karakter sikap kebersamaan peserta didik ABK yaitu Metode Terapi Pintar. Kata Kunci: Kebersamaan, Metode GPK, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Abstract The purpose of this research is first to describe the method of the Special Guidance Teacher (GPK) in cultivating a togetherness attitude. Second, knowing the results of the application of the togetherness attitude of Children with Special Needs (ABK) in the Inclusion Class of SMP Negeri 13 Surabaya. The theory in this research is Albert Bandura's Social Learning Theory. This study uses a qualitative approach with a case study design. There are three informants in this study, determined using purposive sampling technique. Data collection techniques using observation and critical interviews. The results of the research on the first problem revealed that the method of cultivating the togetherness that was owned and used by GPK in the inclusion class was divided into 4 methods, (1) Instructional Method, which includes the introduction and explanation of attitudes to the children with the aim of not undermining the shortcomings of others that all ABK are family; (2) Role-Swapping Method, including monitoring and approaches to finding solutions when there are problems with friends; (3) Smart Therapy Method, a special method implemented every Friday to hone skills and cooperation among ABK students as a provision for the future; (4) Positive Reinforcement Method, a method of giving motivation with constructive positive sentences, giving attention with direct action, giving rewards and punishments. While the application results obtained from the second problem, namely the togetherness attitude among children with special needs, among others; a caring attitude for each other with special needs, sensitivity to the surrounding environment, and an attitude of having close brotherly ties between fellow ABK. Therefore, the most efficient and successful method in implementing the togetherness character of ABK students is the Smart Therapy Method. Keywords: Togetherness, GPK Method, Children with Special Needs (ABK)
IMPLEMENTASI GERAKAN 1821 DALAM PROGRAM DESAKU PINTAR DI DESA LATUKAN KECAMATAN KARANGGENENG KABUPATEN LAMONGAN Fakhri Taqiuddin Mashur; Maya Mustika Kartika Sari
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.335 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p46-60

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Gerakan 1821 dalam program Desaku Pintar di desa Latukan. Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertitik tolak pada teori pendekatan implementasi kebijakan publik dari Donald Van Metter dan Carl Van Horn. Teori ini memiliki 6 Variabel untuk mengukur keberhasilan suatu kebijakan publik. Metode pengumpulan dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan informan penelitian ini merupakan pemerintah dan masyarakat desa Latukan Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan. Yang ikut dalam pelaksanaan Gerakan 1821 terdiri dari perangkat desa, satgas Gerakan 1821, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Gerakan 1821 dalam program Desaku Pintar di desa Latukan sudah berjalan dengan baik. Pemerintah desa selaku pelaksana Gerakan 1821 membuat badan yang disebut Satgas Gerakan 1821. Ada 2 tingkatan satgas yang dibentuk, pertama satgas desa dan kedua Satgas RT yang memiliki tugas yang sama yaitu melaksanakan dan mengawasi masyarakat. Satgas juga dibantu oleh masyarakat yang terjadwal melalui piket yang dibuat bersama. Untuk meningkatkan kesadaran dalam melaksanakan Gerakan 1821, tidak ada hukuman bagi pelanggar, mereka hanya diingatkan dengan sopan dan memberitahukan kesepakatan yang telah mereka buat dan ditempelkan dipintu rumah. Melalui jadwal piket dan pengawasan menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat untuk ikut menyukseskan Gerakan 1821 di desa Latukan. Kata Kunci : Implementasi, Peraturan Bupati, Kebijakan Publik, Program. Abstract This study aims to determine how the Implementation of the Gerakan 1821 in Desaku Pintar program in Latukan villages. The research design used a case study with a qualitative approach, This research starts from the theory of public policy implementation approaches from Donald Van Metter and Carl Van Horn. This theory has 6 variables to measure the success of a public policy. The method of collection is done through interviews and observations with informants of this study are the government and the Latukan village community Karanggeneng sub-district Lamongan District who participated in the implementation of the Gerakan 1821 consisting of village officials, task force Gerakan 1821, and the community. The results showed that the implementation of the Gerakan 1821 in the Desaku Pintar Program in Latukan villages had been going well, the village government as the executor of the Gerakan 1821 created a body called the Task Force Gerakan 1821, there are 2 levels of task force formed, the first is the village task force and the head of the RT task force that has the same task: implementing and supervising the community. The Task Force is also assisted by the community who are scheduled through joint picket. To raise awareness in carrying out the Gerakan 1821 there was no penalty for violators they were only reminded politely and told the agreement they had made and posted on the door of the house. Through picket schedules and supervision, raising awareness for the community to participate in the success of the Gerakan 1821 in Latukan village Keywords : Implementation, Regent Regulation, Public Policy, Program
INTERNALISASI JIWA SEMANGAT NILAI-NILAI 1945 MELALUI KEGIATAN VETERAN MENGAJAR DI KOTA SURABAYA Moh. Ainun Najib; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.843 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p76-90

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan internalisasi Jiwa Semangat Nilai-nilai 1945 melalui kegiatan Veteran Mengajar di Kota Surabaya. Jiwa Semangat Nilai-Nilai 1945 dapat jabarkan sebagai nilai yang terkandung dalam sila-sila dari Pancasila. Penelitian ini menggunakan teori pembelajaran sosial dari Albert Bandura. Konsep dari teori ini dimana proses belajar mengajar dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menerangkan bahwa internalisasi Jiwa Semangat Nilai-Nilai 1945 melalui kegiatan Veteran Mengajar dibagi menjadi tiga tahapan. (1) Tahapan perencanaan, yakni penyusunan rancangan pelaksanaan pembelajaran. (2) Tahapan inti/pembelajaran, yakni pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan Veteran kepada peserta didik, kegiatan Veteran Mengajar menggunakan model pembelajaran sosial dimana Veteran menjadi modeling pembelajaran dan peserta didik akan meniru model yang ditampilkan. (3) Tahapan evaluasi, yakni penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik kepada peserta didik melalui program sekolah. Kata Kunci: internalisasi, kegiatan veteran mengajar, jiwa semangat nilai-nilai 1945. Abstract This study aims to describe the internalization of Soul, Spirit, Values 1945 for the Veteran Teaching activities in the city of Surabaya. This study attempts to know the Soul of the Spirit internalization 1945 through the Veteran Teaching in the city of Surabaya. Soul, Spirit, Values 1945 can be described as a Value’s contained in the principles of Pancasila. This Research uses social learning theory from Albert Bandura. Concept and technique where the taeching and learning process utilizes the environment as a learning tools and learning facilities. This research uses a qualitative approach with a case study design, while the data collection techniques used are in-depth interviews, observations and documentation. The results of the study explain that the internalization of the spirit of Values of 1945 through the Veteran Teaching activity is divided into three stages. (1) The planning stage is the preparation of the learning implementation plan. (2) The core learning stages, namely the implementation of the laerning process carried out by Veterans to students, Veteran activities Teaching uses a social learning model where Veteran become learning model and student will follow the model shown. (3) The stages of evaluation, namely affective cognitive assesment and psychomotor to students through school programs. Keywords: internalization, veteran teaching activities, soul spirit values 1945.
DUKUNGAN SUAMI KEPADA ISTERI DALAM MEMBANGUN KESETARAAN GENDER MELALUI PENDIRIAN SEKOLAH PEREMPUAN DESA DI KOTA BATU Dewi Masitha Tamarinda; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1312.355 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p141-157

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dukungan suami kepada isteri dalam memperjuangkan kesetaraan gender melalui Sekolah Perempuan Desa (SPD). Penelitian ini menggunakan teori dukungan sosial Sarafino yang mengkalifikasikan dukungan emosional ke dalam tiga komponen yaitu, dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasi, ketiga bentuk dukungan sosial ini saling berkaitan satu sama lain, semakin banyak bentuk dukungan yang muncul, maka semakin kuat dukungan sosial secara keseluruhan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif-naratif. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan purposive sampling, yang terdiri atas lima orang pendiri SPD dan dua suami dari pendiri SPD. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini adalah tiga kecamatan di Kota Batu, yaitu Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo. Data dianalisis secara kualitatif interaktif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Untuk memeriksa keabsahan data digunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendiri SPD dalam kegiatannya mendirikan serta mengurus SPD telah mendapatkan dukungan dari suaminya, bentuk dukungan tersebut adalah dukungan emosional berupa pemberian perhatian, persetujuan, dan pengertian, dukungan informasi berupa pemberian saran dan masukan, dukungan instrumental atau langsung berupa pemberian bantuan finansial, mengantarkan isteri dan membantu menyiapkan acara SPD. Suami memiliki peran penting dalam mendukung perjuangan isterinya memperjuangkan kesetaraan gender melalui pendirian SPD. Kata Kunci: Sekolah Perempuan Desa, dukungan suami, kesetaraan gender. Abstract This study aims to describe the husband's support in wives' activities to fight for gender equality through the Village Women's School (SPD). This study uses Sarafino's social support theory which classifies emotional support into three components, namely, emotional support, instrumental support, information support, these three forms of social support are interrelated with one another, the more forms of support that appear, the stronger the social support will be. whole. The approach used in this research is qualitative with a descriptive-narrative design. The informants in this study were selected using purposive sampling, which consisted of five SPD founders and two husbands from the SPD founders. Data were collected by means of in-depth interviews and documentation. The location of this research is three sub-distericts in Batu City, namely Batu, Bumiaji, and Junrejo Distericts. Data were analyzed qualitatively interactively through data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. To check the validity of the data, source triangulation and technique triangulation were used. The results of this study indicate that the founders of SPD in their activities, as well as the SPD village have received support from their husbands, this form of support is emotional support in the form of giving attention, approval, and understanding, information support in the form of providing advice and input, instrumental or direct support in the form of assistance, take the wife and help prepare the SPD event. The husband has an important role in supporting his wife's struggle for gender equality in the establishment of the SPD. Keywords: Village Women's School, husband's support.
KONSTRUKSI MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM TENTANG DEMONSTRASI SEBAGAI SALURAN PENYAMPAIAN ASPIRASI POLITIK Febryan Arbinata; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.22 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p109-123

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengungkap bagaimana konstruksi dari mahasiswa mengenai konsep demonstrasi yang menjadi sarana untuk menyampaikan aspirasi politik. Berger dan Luckman (1990) dalam Manuaba (2008) menyebutkan bahwa konstruksi sosial yang dilihat melalui fase eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang masuk dalam kategori aktivis di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus mengacu pada pendapat Yin (2011). Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan pendapat Miles dan Huberman dengan empat tahapan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan keimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pertama, bahwa pengetahuan mahasiswa yang terbentuk tentang demonstrasi bermula dari sosialisasi sekunder yang berasal dari lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan tempat mereka menjalankan aktivitas. Kedua Objektivasi ini berkaitan dengan hal yang dialami maupun tahapan pengalaman pribadi dari mahasiswa dalsam mengartikan sebuah kenyataan. Ketiga pada tahap internalisasi ini hasil pengalaman yang di dapat mahasiswa digabungkan dengan apa yang mereka ketahui tentang demonstrasi secara umum. Hal ini kemudian disimpulkan menjadi pengetahuan mahasiswa dalam melihat demonstrasi yang terjadi . Kata Kunci: Konstruksi, Demonstrasi, Mahasiswa. Abstract The purpose of this study is to explain in actuality and factual about student construction related to demonstration as a channel for submission of political aspirations. This study uses the theory of social construction according to Berger and Luckman (1990) in Manuaba (2008) regarding social construction as seen through the phase of externalization, objectivation, internalization. The subject of this study is the Faculty of Social Sciences and Law University of Surabaya. The study used a qualitative approach with a case study design referring to Yin opinion (2011). Data collection techniques in the form of deep interviews. The data obtained is analyzed based on the opinions of Miles and Huberman with four stages including data collection, data reduction, data presentation, and withdrawal of impulsants. The results showed first, that the knowledge of students formed about the demonstration began from secondary socialization derived from the environment of residence as well as the environment in which they run activities. These two objectivity pertain to what they experienced or the personal experience stages of the individual in interpreting a reality. All three of these internalization are essentially the result of an experience that is then combined with what they know about demonstrations in general. It is then projected to be a knowledge student in seeing demonstrations that occur. Keywords: Construction, Demonstration, Higher Student.

Page 4 of 93 | Total Record : 923


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue