cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PEMAHAMAN SISWA SMA SWASTA DAN MADRASAH ALIYAH NEGERI KOTA SURABAYA TENTANG DEMOKRASI Djarot Dwi Asmoro
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p284-301

Abstract

AbstrakFakta di lapangan menunjukkan bahwa pada saat ini pelajar maupun mahasiswa mempraktikkan demokrasi masih banyak yang merusak berbagai fasilitas umum. Ini membuktikan masih banyak masyarakat terutama pada kalangan pelajar tingkat SMA yang belum mengerti benar mengenai demokrasi. Oleh karena itu pada penelitian ini, akan diungkap bagaimana pemahaman siswa tentang demokrasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket. Analisis data dilakukan dengan statistik angka dan kemudian dideskripisikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa SMA swasta dan Madrasah Aliyah Negeri kota Surabaya tentang demokrasi sangat rendah (6,5%). Atau bisa dikatakan pemahaman siswa tentang demokrasi sebatas definisi, asal usul kata, dan arti kata sampai pada pemilu. Masih banyak siswa yang tidak tahu lebih lanjut dan mendalam tentang demokrasi seperti adanya supremasi hokum.Kata Kunci: Pemahaman Demokrasi,AbstractThe facts in the field showed that at the moment the student or student implementing democracy still many damaging public facilities. This proves there are still many people especially at the high school level students who don’t understand righ about democracy. Therefore this study will describe what students’ understanding of democracy. This is is a quantitative descriptive research. Data collection techniques that are used in the form of questionnaires. Data analysis was done with numbers and statistics and then descriptive.The result showed that the high school studens understanding of private and madrasah aliyah Surabaya country about democracy can be said that the understanding of students of high school and madrasah aliyah Surabaya country about democracy is very low. The understanding of students of private and religius schools overseas about democracy only 6,5%. Or it could be said that the student understood the extent of democracy in the definition, the origin of the word, and the meaning of the word up on elections. Many students do not have further insight and depth knowledge about democracy as the rule of law.Keywords: Understanding Democracy .
STRATEGI PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM KAMPUNG HIJAU DI KAMPUNG MARGORUKUN SURABAYA Wibowo Heru Prasetiyo; Totok Suyanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p302-316

Abstract

AbstrakKampung Margorukun yang dikenal sebagai kawasan hijau di Surabaya menjalankan pendidikan karakter kepada generasi muda dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan peduli lingkungan yang dilaksanakan di rumah dan lingkungan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi warga Kampung Margorukun dalam Program Kampung Hijau dan strategi yang dilakukan orangtua dalam keluarga sebagai upaya membentuk karakter peduli lingkungan pada anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dan informan penelitian berjumlah 6 orang, dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk partisipasi warga dalam kegiatan peduli lingkungan meliputi (1) kerja bakti rutin; (2) penanaman dan perawatan tanaman; (3) pemilahan sampah; (4) perajangan sampah; (5) penggunaan komposter aerob; (6) pembuatan pupuk kompos; (7) penataan taman bermain; (8) arisan kader lingkungan dan PKK; (9) pembuatan tim yel-yel; (10) pengadaan Bank Sampah. Strategi pendidikan karakter peduli lingkungan dalam keluarga di Kampung Margorukun meliputi (1) keteladanan dari orangtua dan kader lingkungan Kampung Margorukun; (2) melalui penanaman kedisiplinan dengan mengikutsertakan anak dalam kegiatan-kegiatan peduli lingkungan di rumah dan masyarakat; (3) pembiasaan tanggung jawab melalui tugas membersihkan rumah; (4) integrasi dan internalisasi karakter peduli lingkungan.Kata kunci: Strategi Pendidikan Karakter, Peduli Lingkungan, Program Kampung HijauAbstractMargorukun village known as green areas in Surabaya running character education to young people by involving children in environment care activities in the home and community environment. The purpose of this study is determining the participation of people in Margorukun village “Kampung Hijau” Program and parenting strategies undertaken in an effort to shape the character of the family environment on child care. This research is a case study and research participants 6 (six) people, using purposive sampling technique. Data collection techniques used were observation, interview and documentation. Techniques of data analysis with data reduction, data presentation, and data verification. The results is showing that the forms of people participation in environmental awareness activities include (1) routine service work; (2) planting and care of plants; (3) sorting of rubbishes; (4) “perajangan”; (5) use of aerob composter; (6) composting; (7) the arrangement of the playground; (8) environmental and social gathering PKK cadres; (9) making the team yells; (10) Garbage Bank procurement. Character education strategies in families caring environment in Margorukun village including (1) the example of parents and village cadres Margorukun environment; (2) through the planting of discipline by engaging children in activities in the home care environment and society; (3) habituation responsibility through the task of cleaning the house; (4) integration and internalization of the characters care about the environment.Keywords : Character Education Strategy, Environment Care, Kampung Hijau Program
STRATEGI PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA SMK NEGERI 1 PUNGGING KABUPATEN MOJOKERTO Yuli Astutik; Harmanto 0001047104
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p317-332

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi, hambatan, dan upaya penanaman nilai-nilai moral pada siswa SMK Negeri 1 Pungging Kab. Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdan metode studi kasus. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menerangkan bahwa nilai-nilai moral yang ditanamkan pada siswa SMK Negeri 1 Pungging meliputi ketaqwaan, kepatuhan, kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab yang terintegrasi melalui mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah. Hambatan dalam penanaman nilai-nilai moral antara lain, kurang sadar diri, pengawasan dari keluarga/orang tua, perhatian dari guru dalam pelaksanaan penanaman nilai-nilai moral pada siswa, dan kurangnya sosialisasi disiplin kepada siswa. Upaya untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu, guru BK memberikan bimbingan kepada siswa yang melanggar peraturan sekolah, komunikasi antara pendidik dan siswa diperlukan, kerjasama antara pendidik dan orang tua.Kata kunci: Strategi, Penanaman nilai-nilai moralAbstractThis research aims to know the strategies, obstacles, and growing efforts of moral values in students of SMK Negeri 1 Pungging Kab. Mojokerto. This research used a qualitative approach and case study method. Informants were selected by purposive sampling technique. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. Data analysis in research using data reduction, data display, and conclusion. The result explain that moral values are inculcated in students of SMK Negeri 1 Pungging include devotion, obedience, discipline, honesty, and responsibility are integrated through subjects, self-development, and school culture. Constraints in cultivation of moral values among others, less conscious self-esteem, control of family/parents, the attention of the teacher in the implementation of cultivation of moral values in students, and lack socialization of dicipline to students. Efforts to overcome these obstacles namely, teacher of BK provide guidance to students who violate school rules, communication between educators and students is needed, cooperation between educators and parents. Keywords: Strategy, cultivation moral values
PENANAMAN SIKAP SOPAN SANTUN SEBAGAI PENDIDIKAN MORAL KEPADA SISWA MELALUI TATA TERTIB SEKOLAH DI SMK PGRI 2 KERTOSONO Deni Ratnasari; I Made Arsana
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p333-347

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, hambatan, dan upaya mengatasi hambatan dalam penanaman sikap sopan santun sebagai pendidikan moral kepada siswa melalui tata tertib sekolah di SMK PGRI 2 Kertosono. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling untuk guru dan snowball sampling untuk siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh SMK PGRI 2 Kertosono yaitu: keteladanan dalam bersikap, berbicara, dan berpakaian, pembiasaan melalui 3S (senyum, sapa, dan salam), komunikasi melalui amanat upacara dan saat pertemuan wali murid, pengkondisian melalui sarana prasarana sekolah, pemberian reward/hadiah bagi siswa yang berprestasi dan punishment/hukuman bagi siswa yang melanggar. Kendala yang dialami yaitu kurangnya kesadaran diri siswa dalam mematuhi tata tertib sekolah, kurangnya pengawasan dari orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan, kurangnya kepedulian beberapa guru dalam mendukung keterlaksanaan tata tertib. Upaya mengatasi kendala yaitu memberikan pembinaan kepada siswa yang bermasalah, memanggil orang tua siswa untuk bekerjasama dengan pihak sekolah dalam mengatasi masalah yang dihadapi siswa, saling bekerjasama antar warga sekolah.Kata kunci: Sikap Sopan Santun, Pendidikan Moral, Tata Tertib Sekolah.AbstractThe aim of this research is to find out the implementation, barriers, and efforts to solve the obstacles in the cultivation of the politeness attitude as moral education to the students through school discipline in SMK PGRI 2 Kertosono. This research using a qualitative approach with a descriptive method. Research informants were selected by purposive sampling techniques for teachers and snowball of sampling to students. The technique of collecting data are using interviews, observation, and documentation. The reseach analysis are using reduction of data, presentation of data, and the withdrawal of the conclusion. The result showed that the strategies use by SMK PGRI 2 Kertosono are: exemplary in attitude (behave), speaking and dressy, habituation through 3S (smilling, greeting and regards), communication by ceremony mandate and parents meeting, conditioning through infrastructure of school, giving a rewards for student who violate. An obstacle that experienced are a lack of self-awareness students in obeying of school discipline, lack of supervision of a parents, the influence of the social and environment, lack of the concern in several teachers to support the implementation of school discipline. The efforts to solve the obstacles is giving a development guidance to the students who being troubled, summon student’s parents to cooperate with the school in solving the problem which faced by students, mutual cooperate among school community.Keywords: politenees attitude, moral education, school discipline
OPTIMALISASI PROGRAM PEMBELAJARAN BOARDING SCHOOL SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA DI SMP PLUS AR-RAHMAT BOJONEGORO Siti Makhmudah; Suharningsih 0001075303
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p348-363

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan optimalisasi program pembelajaran boarding school di SMP Plus Ar-rahmat Bojonegoro dalam mengembangkan karakter religius, disiplin dan tanggung jawab siswa. Penelitian ini merupakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian yang didapat adalah optimalisasi program pembelajaran boarding school dalam mengembangkan karakter siswa di SMP Plus Ar-Rahmat lebih menekankan pada pembiasaan dan keteladanan yang dilakukan oleh siswa dan guru, pembiasaan seperti shalat lima waktu berjamaah dan keteladanan yang ditunjukkan adalah guru ikut dalam kegiatan shalat berjamaah bersama siswa. Kedisiplinan dapat dipraktekkan dengan siswa melakukan kegiatan keseharian sesuai jadwal dan jam yang telah ditentukan oleh sekolah, dan tanggung jawab sebagai siswa dengan melaksanakan tugas, kewajiban serta haknya secara seimbang.Kata Kunci : Boarding School,Pengembangan KarakterAbstractThe purpose of this research was to describe the optimization of the boarding school learning program at SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro in developing a religious character, discipline and student responsibility. This is a qualitative research approach with case study research. The results obtained were learning program optimization boarding school in developing the character of students in SMP Plus Ar-Rahmat more emphasis on conditioning and ideals made by students and teachers, habituation such as the five daily prayers in congregation and is shown exemplary teachers engage in prayer congregation with students. Discipline can be practiced by students perform daily activities and time schedule specified by the school, and responsibility as students to carry out duties, obligations and rights are balanced.Keywords: Boarding School, Character Development
STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SMK NEGERI 1 LAMONGAN MELALUI INTEGRASI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA DAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Evi Susilowati; Harmanto 0001047104
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p364-378

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan hasil pencapaian pembentukan karakter siswa SMK Negeri 1 Lamongan melalui integrasi mata pelajaran Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, dokumentasi, wawancara dan observasi. Sampel penelitian dipilih dengan teknik disproportional stratified random sampling, yaitu dengan rincian 1 orang guru PAI, 1 orang guru PKn, dan 110 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI dan PKn mencantumkan karakter yang relevan di dunia kerja ke dalam perencanaan pembelajaran dan menerapkannya dalam pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran, strategi yang dilakukan oleh guru adalah memberikan tugas kepada siswa, memberi contoh, dan memberi nasihat. Akan tetapi, guru tidak melakukan evaluasi terhadap karakter yang dikembangkan. Pencapaian pembentukan karakter menunjukkan bahwa karakter yang paling sering dikembangkan pada pembelajaran PAI dan PKn secara berurutan adalah karakter tanggung jawab dan karakter jujur. Saran yang diberikan adalah mengembangkan karakter jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras dan mandiri dalam perencanaan, pelaksanaan dan melakukan evaluasi terhadap karakter tersebut.Kata kunci: Pembentukan Karakter, Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan.AbstractThis research aims to know the strategy and result of character building at SMK Negeri 1 Lamongan through lesson integration Religion Education and Civic Education. This research is quantitative descriptive. Data was collected through questionnaires, documentation, observation, and interviews. Research sampling choosed by disproportional stratified random sampling, that is 1 religon teacher, 1 civic teacher, and 110 students. The result show that the teacher include character which needed industry world in planning document and applied on learning in the class. On the implementation learning, strategy doing by teacher are giving task, giving model, and giving suggestion. But, the teacher do not evaluation about character. Advice given are the teacher should develop honest, dicipline, responsibility, hard work and independet on planning, implementation and evaluation.Keywords: Character Building Religion Education, Civic Education
HUBUNGAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PASUKAN PENGIBAR BENDERA (PASKIBRA) DENGAN KEPEMIMPINAN PESERTA DIDIK SMA KARTIKA IV-3 SURABAYA Nia Dwi Ratnasari; Suharningsih 0001075303
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p379-393

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dengansikap kepemimpinan. Penelitian ini didasarkan pada teori belajar sosial Albert Bandura dan teorikepemimpinan sifat Ordway Tead. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metodekorelasional yang dilakukan di SMA Kartika IV-3 Surabaya dengan populasi 30 orang siswa. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis datamenggunakan rumus korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubunganantara kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dengan kepemimpinan sebesar 0,613 yang berarti memilikihubungan yang kuat dan arah hubungan adalah positif karena nilai r positif, berarti peserta didik yangmengikuti ekstrakurikuler lebih aktif semakin tinggi kepemimpinan yang dimiliki. Sikap kepemimpinanyang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Paskibra meliputi integritas, tegas, kepercayaan, dancerdas.Kata kunci: Kegiatan Ekstrakurikuler, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), KepemimpinanAbstractThe purpose of this research is to determine the relationship Paskibra extracurricular activities withleadership attitude. This research is based on Albert Bandura's social learning theory and thecharacteristic leadership theory Ordway Tead. This research is quantitative with correlational methodsperformed in SMA Kartika IV-3 Surabaya with population of 30 students. The data collected byquestionnaires, interviews and documentation. The data are analyzed by product moment correlationformula. The result of this research show that there is relationship between Paskibra extracurricularactivities with leadership as big as 0.613 which means has relatively strong relationship and the directionof the relationship is positive because the value is r positive, it means the students who followextracurricular more active higher leadership owned. Leadership attitude which developed in Paskibraextracurricular activities include integrity, firm, trust, and intelligent.Keywords: Extracurricular Activities, Flag Raiser Team (Paskibra), Leadership
IMPLEMENTASI PENGAWASAN HAKIM PENGAWAS DAN PENGAMAT (KIMWASMAT) DALAM PELAKSANAAN PIDANA PENJARA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB JOMBANG
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n1.p394-408

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran KIMWASMAT di lembaga pemasyarakatan Jombang. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana implementasi pengawasan KIMWASMAT dalam pelaksanaan putusan pengadilan negeri di lembaga pemasyarakatan kelas IIB Jombang dan hal-hal apa saja yang menjadi hambatan dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian adalah lembaga pemasyarakatan kelas IIB Jombang dan Pengadilan Negeri Jombang. Populasi dalam penelitian adalah hakim dan petugas lembaga pemasyarakatan sebagai responden dan juga narapidana yang diambil secara random. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengawasan KIMWASMAT dalam pelaksanaan pidana penjara di lembaga pemasyarakatan kelas IIB Jombang belum optimal dikarenakan beberapa faktor yaitu faktor KIMWASMAT, yaitu keterbatasan tenaga dan waktu; faktor hukum, yaitu kurang terdapat sinkronisasi peran KIMWASMAT dalam UU Pemasyarakatan; dan faktor keuangan, yaitu kurangnya anggaran yang disediakan untuk KIMWAMAT. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa KIMWASMAT telah melaksanakan tugasnya namun belum sempurna seperti yang diharapkan oleh undang-undang. Diharapkan agar dilakukan penambahan jumlah hakim sebagai KIMWASMAT, peningkatan komunikasi dan koordinasi oleh pihak pengadilan dan lembaga pemasyarakatan serta penambahan anggaran agar pelaksanannya optimal.Kata kunci : KIMWASMAT, Implementasi, NarapidanaAbstractThis study aimed to describe the role of KIMWASMAT in Penintetiary Jombang. Problem in this study is how the implementation of monitoring KIMWASMAT in execution of state court decisions in the penintetiary class IIB Jombang and what things are a obstacle in that implementation of the KIMWASMAT monitoring. This study used descriptive research with quantitative methods. The research location is the penitentiary class IIB Jombang and Jombang district court. The populaitions were judges and prison staff as well as prisoners of respondents who drawn at random. The results showed that the implementation of the implementation of monitoring KIMWASMAT in implementing imprisonment in the penitentiary class IIB Jombang not optimal due to several factors: KIMWASMAT factors, the energy and time constraints; legal factors, the less synchronization KIMWASMAT role in the penal law; and financial factors, lack of budget provided for KIMWASMAT. The conclusion that can be drawn that KIMWASMAT its duty but not perfect as expected by the law. It is hoped that increase the number of judges as KIMWASMAT, enchace communication and coordination between court and penintetiary, and increase money so that optimal implementation.Keywords: KIMWASMAT, Implementation, Prisoner
PENILAIAN PESERTA PPG SM-3T PRODI PPKn UNESA TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) TAHUN 2013
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n1.p409-423

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana penilaian dari peserta PPG terkait pelaksanaan program PPG di UNESA yang meliputi beberapa aspek yakni materi perkuliahan, keterlibatan dosen dalam workshop dan peer teaching, prasarana dan sarana, serta manfaat PPG khususnya bagi pengembangan kompetensi pedagogik. Tempat penilitian ini di gedung PPG kampus lidah wetan Universitas Negeri Surabaya, dengan populasi peserta PPG SM-3T Prodi PPKn UNESA. Penilitian ini merupakan penelitian populasi dikarenakan populasi kurang dari 100. Adapun pengumpulan data pada penilitian ini menggunakan teknik angket yang kemudian didukung dengan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan metode presentase dan dibantu dengan analisis deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan penilaian peserta terhadap pelaksanaan program PPG. Berdasarkan hasil penelitian ditinjau dari beberapa aspek seperti sumber daya dan manfaat program PPG. Pada komponen context dalam pelaksanaan program PPG peserta PPG memberikan penilaian terhadap materi perkuliahan PPG tergolong baik, dan pada komponen input keterlibatan dosen dalam workshop dan peer teaching tergolong sangat baik, penilaian peserta terhadap komponen process yakni prasarana dan sarana pada perkuliahan PPG tergolong baik, serta penilaian peserta terhadap komponen product yakni manfaat program PPG bagi pengembangan kompetensi pedagogik, peserta memberikan penilaian tergolong pada kategori baik. Secara keseluruhan penilalian peserta terhadap pelaksanaan program PPG UNESA tahun 2013 tergolong baik.Kata kunci : Penilaian peserta, Pelaksanaan program PPGAbstractThe realization of UNESA’s PPG SM-3T program in 2013 was the first class that required evaluation of This research aims to know and describe how to give scoring from the TPE participants concerned TPE program implementation in UNESA included some aspects namely, lecture subject, lecturer’s involvement in workshop and peer teaching, utility and infrastructure, and the use of TPE especially for pedagogy competition development. This research located in TPE Lidah Wetan State University of Surabaya campus building with the population of UNESA PPKn Department SM-3T TPE participants. This research is population research because the population is less than 100 people. Moreover, the data collection of this research uses questionnaire technique that is supported with interview. Data analysis technique that is used in this research is quantitative descriptive analysis technique with presentation method. It also uses qualitative descriptive analysis to describe the participants’ appraisal toward the TPE program implementation. Based on the research result is seen from some aspects such as the profit and resource of TPE program. At context component in TPE program implementation, TPE participants give toward the lecture subject, TEP rated good and at input component, lecturer involvement in workshop and peer teaching rated very good, appraisal the participant toward process component namely utility and infrastructure in TPE lecture rated good, and participant appraisal toward product is the use of TPE program for pedagogic competency development, the participant gives appraisal rated on good category. Overall, the participant appraisal toward the implementation of UNESA TPE program 2013 rated good.Keywords: participant appraisal, TPE program implementation
TRANSFORMASI MAKNA TRADISI UNDHUH-UNDHUH PADA ERA GLOBALISASI DI MOJOWARNO, JOMBANG
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n1.p424-439

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang perubahan pemaknaan Tradisi Undhuh-Undhuh di Desa Mojowarno. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Informan penelitian dipilih dengan teknik snowball sampling yaitu seorang informan yang akan menjadi pintu masuk untuk melakukan pengecekan informasi kepada informan lain untuk melengkapi data dan seterusnya. Penelitian ini juga melibatkan informan kunci yaitu kepala desa dan pemuka agama yang berada di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pemaknaan terhadap Tradisi Undhuh-Undhuh. Dahulu, Undhuh-Undhuh dimaknai sebagai kegiatan mengumpulkan padi untuk dipinjamkan kepada warga yang membutuhkan. Sekarang, Undhuh-Undhuh dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur, meningkatkan rasa kebersamaan, membantu perekonomian warga dan meningkatkan rasa toleransi. Perubahan pemaknaan tidak lepas dari pengaruh globalisasi, yakni internet dan media massa, besarnya rasa gengsi di masyarakat serta adanya budaya barat yang masuk. Saran yang diberikan adalah hendaknya Tradisi Undhuh-Undhuh yang sudah berlangsung selama 83 tahun ini tetap dipertahankan keasliannya dari era yang terus berubah. Karena terdapat nilai budaya lokal masyarakat Mojowarno.Kata kunci: Tradisi, Transformasi Makna, Globalisasi.AbstractThis study aims to describe the change of meaning Undhuh-Undhuh tradition in the Mojowarno village. This research is a case study with a qualitative approach. Data collection was done with the interview and observation. Informant was selected by snowball sampling technique that is an informant who will be the entrance to check the information to another informant to complete the data and so on. This research also involves key informant that the village heads and religious leaders who are in the village. Result showed a change in the meaning of the Undhuh-Undhuh tradition. Previously, Undhuh-Undhuh interpreted as an activity to collect rice for lent to those in need. Now, Undhuh-Undhuh interpreted as an expression of gratitude, increase a sense of community, help the economy of the people and increase the sense of tolerance Changes of meaning can not be separated from the influence of the internet and the globalization of the mass media, the magnitude of a sense of pride in the community as well as the incoming western culture. Advice given is should Undhuh-Undhuh tradition that has lasted for 83 years maintained the authenticity of a changing era. Because there is a community of local cultural values of Mojowarno.Key word: Tradition, Transformation of meaning, Globalization.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue