cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
UPAYA MEMBENTUK HARMONISASI SUAMI ISTRI PADA PASANGAN PERNIKAHAN DINI DI DESA KUNJOROWESI KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO IZATUL ASMAULIYAH; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya membentuk harmonisasi suami istri pada pasangan pernikahan dini 2) mengetahui faktor-faktor pendukung dalam membentuk harmonisasi suami istri pada pasangan pernikahan dini.Pada penelitian ini teori yang digunakan adalah teori Erikson tentang teori perkembangan. Remaja usia 10 sampai 20 tahun anak dihadapkan memiki banyak peran baru dan status sebagai orang dewasa orangtua harus mengizinkan remaja yang berbeda dalam suatu peran khusus. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Informan dalam penelitian ada 10 orang sasaran dengan kriteria (1) usia pernikahan 3-5 tahun (2) sudah mempunyai anak dan (3) anak yang mau diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)Upaya yang dibentuk dalam mewujudkan keharmonisan keluarga pada pasangan pernikahan dini, menumbuhkan rasa saling percaya antara satu dengan lainya dan menjaga komunikasi dan bersikap jujur serta terbuka terhadap pasanganya. 2) Faktor-faktor pendukung dalam membentuk harmonisasi suami istri pada pasangan pernikahan dini adalah kesiapan materi, peran orang tua, kesiapan fisik dan mental. Orang tua juga sangat membantu dalam memberikan wawasan dan masukan bagi putra-putrinya jika terjadi masalah dalam rumah tangga. Kata Kunci: pernikahan dini, harmonisasi
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM MENANGANI KENAKALAN SISWA DI SMP AN NAJIYAH SURABAYA YOSANDRA ALFIAN; TOTOK SUYANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui upaya dilakukan sekolah dalam implementasi budaya religius di Sekolah Menengah Pertama An najiyah Surabaya dan sebagai upaya untuk mengatasi perilaku siswa yang menyimpang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan mengambil latar SMP An najiyah Surabaya, observasi, dokumentasi. Untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan sekolah dalam menangani kenakalan siswa di SMP An najiyah Surabaya.Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikam kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan Teknik triangulasi. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan studi dokumentasi yang telah peneliti lakukan dapat di simpulkan dengan menemui tiga narasumber yaitu, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru bimbingan konseling. Kebijakan sekolah dalam rangka mengatasi kenakalan remaja di bagi menjadi tiga upaya yaitu kuratif, represif dan preventif. Program yang di buat sekolah dalam rangka pemberian peringatan dan nasehat, adanya sanksi yang mendidik, adanya kegiatan instrupsi mendadak, pembentukan tim tata tertib, program dan sensitifitas guru yang kurang maksimal dalam rangka menegakkan peraturan sekolah sumber Daya Manusia yang kurang, citra lama sekolah tawuran yang masih melekat pada SMP An najiyah, Sistem keteladanan guru yang kurang berjalan optimal, masih adanya orang tua yang membela kesalahan anak dan anak kurang terbuka terhadap permasalahan yang sedang di hadapi. Kata kunci: kebijakan sekolah, perilaku menyimpang.
Implementasi Strategi Komunitas Gusdurian Surabaya Dalam Menanamkan Sikap Toleransi Antar Umat Beragama Pada Para Anggota Melalui Kelas Pemikiran Gus Dur ALBERT TITO SETIAWAN; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi komunitas Gusdurian Surabaya dalam menanamkan sikap toleransi antar umat beragama pada para anggota melalui Kelas Pemikiran Gus Dur. Penelitian yang dilakukan ini menggunakan teori implementasi kebijakan dari Merille Grindle. Teori ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu isi kebijakan dan lingkungan implementasi. Dan lokasi penelitian berada di sekretariat komunitas Gusdurian Surabaya. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian tentang implementasi strategi yang dilakukan komunitas Gusdurian Surabaya dalam menanamkan sikap toleransi antarumat beragama pada para anggota melalui Kelas Pemikiran Gus Dur diwujudkan melalui ses –sesi di dalam Kelas Pemikiran Gus Dur yaitu : (1) Biografi Intelektual Gus Dur, (2) Gus Dur dan Gagasan Keislaman, (3) Gus Dur dan Gagasan Demokrasi, (4) Gus Dur dan Gagasan Kebudayaan, (5) Gus Dur dan Gerakan Sosial dan terahkir (6) Rencana Tindak Lanjut. Kata Kunci: Implementasi Strategi, Sikap Toleransi, Komunitas Gusdurian Surabaya. Kelas Pemikiran Gus Dur
PENDIDIKAN KARAKTER PADA PENGURUS ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) SMAN 1 MANTUP LAMONGAN PANGESTHI BEKTISIWI; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendidikan dari lingkungan keluarga, sekolah atau masyarakat yang membentuk karakter pengurus OSIS SMAN 1 Mantup Lamongan dan mendeskripsikan metode yang digunakan dalam menanamkan nilai karakter pada pengurus OSIS SMAN 1 Mantup Lamongan. Penelitian ini menggunakan teori belajar observasional Albert Bandura yang terdiri dari proses atensional, retensional, pembentukan perilaku dan motivasional. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, teknik observasi partisipatif golongan partisipasi moderat dan dokumen. Analisis data yang dilakukan menggunakan model analisis data Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sedangkan untuk pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan nilai karakter pengurus OSIS diperoleh sejak di rumah melalui pendidikan yang diberikan oleh orang tua. Sekolah berperan dalam meningkatkan karakter yang telah dimiliki pengurus OSIS. Metode pendidikan karakter yang dilakukan oleh keluarga dan sekolah pada dasarnya sama yakni menggunakan keteladanan/contoh, nasihat/teguran, pengkondisian lingkungan dan kegiatan rutin. Kata Kunci: Pendidikan karakter, Pengurus OSIS.
PERSEPSI ORANGTUA DAN REMAJA TERHADAP SEKS PRANIKAH DI DESA KLOPOSEPULUH KECAMATAN SUKODONO KABUPATEN SIDOARJO IFA ROHMA HUSNIAH; MUHAMMAD TURHAN YANI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi orangtua dan remaja mengenai seks pranikah di Desa Kloposepuluh Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripsif. Pemilihan informan penelitian nmenggunakan teknik purposive sampling. Informan yang dimaksud peneliti adalah warga desa kloposepuh kecamatan sukodono dari beberapa keluarga yang memahami dan tidak akan seks pranikah. Agar data yang dimiliki peneliti benar-benar realitas yang ada dilapangan. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan para informan untuk mengetahui persepsi orangtua dan remaja lebih akurat di desa kloposepuluh kecamatan sukodono kabupaten sidoarjo. Hasil penelitan yang dilakukan menunjukkan bahwa seks pranikah itu tidak baik dilakukan, apalagi untuk kalangan remaja. Sebaiknya seks hanya dilakukan ketika sesudah menikah, karena menurut para orangtua seks pranikah itu adalah hal yang tidak baik apalagi menurut agama seks pranikah itu termasuk perzinaan. remaja menganggap bahwa seks pranikah merupakan hal yang wajar dan seks pranikah merupakan hal yang biasa dilakukan remaja pada umumnya yang dilandaskan atas dasar suka sama suka dan tanpa adanya pemaksaan Kata Kunci: Persepsi, Seks Pranikah.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI MELALUI BUDAYA SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 TARIK KABUPATEN SIDOARJO FITRA ARIA; HARMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Pendidikan mempunyai peranan penting dalam mengembangkan nilai-nilai antikorupsi. Melalui pendidikan peserta didik dapat mengembangkan nilai-nilai kejujuran, beriman, berakhlak mulia, memiliki kompetensi dan profesionalitas serta dapat menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Melalui budaya sekolah ini sebagai wujud pembentukan karakter siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi pendidikan antikorupsi melalui budaya sekolah serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambatnya. Informan di dalam penelitian yaitu Kepala Sekolah, guru PPKn, guru BK, penjaga kantin, dan siswa. Untuk memperoleh data, teknik yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendidikan antikorupsi melalui budaya sekolah yaitu adanya ekstrakurikuler pramuka dan kantin kejujuran sebagai langkah dalam membentuk nilai kejujuran siswa-siswi memiliki peran penting untuk mewujudkan karakter jujur. Kata Kunci: Implementasi, pendidikan antikorupsi, budaya.
PERAN GURU PPKN SEBAGAI PENDIDIK DALAM MENUMBUHKAN SIKAP NASIONALISME DI SMA TARBIYYAH GHULAM WAL BANNAT KABUPATEN JOMBANG KELAS XI DIMAS NURDIANSYAH; I MADE SUWANDA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana peran guru sebagai pendidik dalam menumbuhkan sikap Nasionalisme di sekolah berbasis cinta tanah air. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data adalah teknik triangagulasi sumber. Pengambilan subyek penelitian menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa peran guru sebagai pendidik dalam menumbuhkan sikap Nasionalisme yang tercermin dari empat kemampuan peran sebagai motivator dengan cara memperkenalkan Negara dan Bangsa yang didukung dengan sarana sekolah dan kegiatan akademik. Sebagai pengawas dengan cara melihat gejala psikologis dan menjaring keterikatan pada siswa. Sebagai pembina dengan cara aktif ikut serta dalam kegiatan sekolah. Sebagai penegak aturan dengan cara memberikan pengertian kesalahan setelah itu tahapan sanksiKata Kunci : Peran guru, pendidik, menumbuhkan sikap, Nasionalisme
TANGGUNG JAWAB PANTI ASUHAN AL MUMIN SURABAYA DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK PADA BIDANG PENDIDIKAN ABDUL ROUF IRJAMJAM; MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Dalam hal ini anak merupakan aset suatu negara, aset tersebut harus dilindungi dan dirawat oleh orang tua maupun keluarga. Namun peran orang tua maupun keluarga belum memberikan perhatian dan kasih sayang terhadap anak malah membuat anak menjadi tidak optimal. Misalnya anak terlantar, anak yang menjadi korban kekerasan orang tua dan lain sebagainya. Sehingga pada skripsi ini penting untuk dilakukan agar dapat memberikan wujud perilaku tanggung jawab panti asuhan Al–Mu’min Surabaya dalam mewujudkan kesejahteraan sosial anak pada bidang pendidikan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Informan pada penelitian ini adalah pihak panti asuhan yaitu ketua panti asuhan yang bertugas dalam mengatur jajaran staf, maupun anak asuh, kemudian bendahara panti asuhan yang bertugas melakukan kepengurusan dalam mendampingi ketua panti asuhan, dan anak asuh yang sudah menjadi anak asuh selama 16 tahun. Jumlah informan ini adalah tiga orang. Hasil penelitian pada penelitian ini adalah Wujud perilaku tanggung jawab panti asuhan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial anak pada bidang pendidikan dapat melalui pengasuhan dan perawatan anak, serta pembimbingan anak. Wujud perilaku tanggung jawab pengasuhan dan perawatan anak di lakukan dengan pemenuhan kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan keamanan dan perhatian kasih sayang, kebutuhan sosial, serta kebutuhan atas keberadaan. Sedangkan wujud perilaku tanggung jawab pembimbingan anak di lakukan dengan pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri (mengembangkan skill, potensi, memberikan kritik dan saran), serta kebutuhan pendidikan (formal, nonformal, informal). Kata Kunci: Tanggung jawab, Pendidikan, Panti asuhan, Kesejahteraan Sosial
PERSEPSI GURU PPKN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI TERHADAP KURIKULUM 2013 DI KABUPATEN GRESIK HIDAYATUL UMMAH; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru PPKn sekolah menengah atas negeri terhadap kurikulum 2013 di Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 28 guru di Kabupaten Gresik. Teknik penentuan sampel ini menggunakan semua anggota populasi. Teknik ini disebut juga penelitian sensus Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket yang diberikan kepada responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rumus prosentase, yang selanjutnya dicocokkan dengan kriteria penilaian persepsi positif yakni sangat setuju,setuju,cukup setuju dan persepsi negatif yakni kurang setuju,tidak setuju. Berdasarkan hasil data, sebagian besar responden (64.3%) menyatakan setuju terhadap kurikulum 2013 meskipun persetujuan ini ada yang didorong oleh alasan keterpaksaan. Kata Kunci : persepsi guru, kurikulum 2013.
KAJIAN KETERAMPILAN INTELEKTUAL MAHASISWA UNESA DALAM MENGENALI BERITA HOAX DI MEDIA SOSIAL SITI FATIMATUS ZURIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Kemudahan yang diberikan oleh media sosial nyatanya membuat informasi dapat tersebar dengan cepat. Pengunaan media sosial teryata tidak selalu memberika dampak positif, namun juga dampak negatif yang salah satunya adalah berita hoax. Berita hoax merupakan berita yang tidak sesuai dengan fakta, berita dibuat berdasarkan opini penulis. Untuk mencegah penyebaran berita hoax di media sosial maka diperlukan keterampilan intelektual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum keterampilan intelektual mahasiswa Unesa dalam mengenali berita hoax di media sosial. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket tertutup, yaitu angket yang telah disediakan pilihan jawaban. Penelitian ini dilakukan pada 100 mahasiswa yang dijadikan sampel penelitian, yang terdiri dari 23 mahsiswa angkatan 2014, 24 mahasiswa angkatan 2015, 25 mahasiswa angkatan 2016, dan 26 mahasiswa dari angkaan 2017. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa Unesa telah mampu mengenali berita hoax yang ada di media, hal tersebut berdasarkan total skor pada setiap indikator. Dalam penelitian mahasiswa Unesa mempunyai kecakapan paling tinggi dalam indikator mempertahankan pendapat dengan rata-rata jawaban sejumlah 13,40, sedangkan kecakapan yang paling rendah adalah mengidentifikasi, denga rata-rata jawaban sejumlah 12,94. Sedangakan untuk gambaran umum keterampilan intelektual mahasiswa Unesa, mahasiswa Unesa yang memiliki kriteria sangat cakap sebanyak 49 mahasiswa, kemudian kriteria cakap sebanyak 49 mahasiswa , dan 2 mahasiswa tidak cakap dalam mengenali berita hoax di media sosial. Kemudian dari 4 angkatan 2014, 2015, 2016, dan 2017, angkatan 2015 merupakan angkatan yang sangat cakap dengan rata-rata jawaban sejumlah 91,15, sedangkan angkatan 2014 merupakan angkatan yang memiliki rata-rata jawaban yang paling rendah yaitu 85.8. Kata Kunci : Keterampilan Intelektual, Berita Hoax

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue