cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PERAN GERAKAN PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DALAM MEMBANGUN WAWASAN KESETARAAN GENDER DI DESA SIDOMUKTI KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN ERNA RAHAYU; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan program dan aktivitas Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam membangun kesetaraan gender ibu di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan teori peran Talcot Parsons struktural-fungsional dengan empat skema AGIL Talcott Parsons yaitu: adaptasi (Adaptation), tujuan (Goal), integrasi (Integration), dan Latensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan yaitu angket dan wawancara. Dalam penelitian ini yang menjadi responden yaitu 30 anggota PKK. Data kuantitatif dengan rumus persentase. Wawasan gender yang dibangun dalam masyarakat melalui program PKK antara lain: pelatihan POKJA peduli wawasan gender, sosialisasi ibu-ibu PKK tentang wawasan gender, penyuluhan konsep gender, dan penguatan pemahaman gender. Hasil penelitian tentang peran gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam membangun wawasan kesetaraan gender dilihat dari indikator pengertian gender, stereotip laki-laki dan perempuan, peran seks dan gender, peran laki-laki dan perempuan di masyarakat, dan sosialisasi laki-laki, perempuan, dan anak dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKK dapat membangun wawasan gender dalam memahamkan ibu-ibu PKK mengenai wawasan gender, akan tetapi tidak semua ibu-ibu PKK yang dapat memahami konsep dengan benar karena faktor usia dan tingkat pendidikan. Pemahaman gender tidak berimplikasi pada wawasan gender yang dimiliki ibu-ibu PKK. Kata Kunci: Wawasan gender, PKK.
SIKAP TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA PADA SMA MUHAMMADIYAH 4 PORONG WAHYU WIDHAYAT; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sikap toleransi kehidupan beragama di kalangan siswa. penelitian ini menggunakan teori albert bandura tentang teori pembelajaran social. Jenis metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Berdasarkan sumber data yang digunakan, maka diperoleh tabulasi nilai dari sejumalah sampel yang ditentukan dalam penelitian. Cara memperoleh data yaitu menyebarkan angket pada sejumlah sampel dan wawancara terhadap beberapa sampel untuk memperkuat hasil dari angket. Sumber data diperoleh dari sampel yang ditentukan yaitu 44 siswa yang dibagi kedalam 3 kelas. Hasil penelitian ini sebagai berikut : 1.) 4,6% siswa memiliki sikap toleransi baik dengan skor 121-160 sedang, 95,4% memiliki sikap toleransi yang sangat tinggi. Sikap toleransi siswa SMA Muhammadiyah 4 Porong sangat baik dengan presentase 95,4%, 2.) Jika dikelompokan dalam 5 (lima) skala (sangat baik, baik, cukup baik, tidak baik, sangat tidak baik) dapat diketahui 4,6% atau sebanyak 2 siswa memiliki sikap toleransi yang baik dengan kalkulasi nilai antara 121-160, sisanya yaitu 95,4% atau sebanyak 42 siswa memiliki sikap toleransi yang sangat baik dengan kalkulasi nilai antara 161-200. 3.) menurut Yosef lalu (2010), peneliti dapat mengkategorikan toleransi yang ada pada SMA tersebut masuk kedalam sikap toleransi positif berdasarkan hasil penelitian di SMA Muhammadiyah 4 Porong Kata Kunci: Sikap toleransi, Antarumat beragama.
PENANAMAN SIKAP PEDULI SOSIAL DI KARANG TARUNA BISMO KELURAHAN KAMPUNG DALEM KOTA KEDIRI CHRISTINA TRIJAYANTI PRABOWO; MUHAMMAD TURHAN YANI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penanaman sikap peduli sosial oleh pembina dan pengurus kepada anggota Karang Taruna melalui kegiatan-kegiatan yang sudah menjadi program kegiatan rutin di Karang Taruna Bismo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kemudian data diuji menggunakan teknik triangulasi teknik, yaitu dengan mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Hasil dari penelitian ini bahwa proses penanaman sikap peduli sosial yang dilakukan oleh pembina dan pengurus kepada anggota Karang Taruna melalui kegiatan-kegiatan yang telah ada di dalam program kegiatan Karang Taruna Bismo. Sikap indikator yang dimaksudkan dalam penelitian ini di antaranya dalam dilihat dalam indikator, yaitu (1) memiliki tindakan saling membantu terhadap sesama, (2) mampu bekerja sama dengan kelompok, (3) memperlakukan sopan santun terhadap sesama, (4) mau terlibat dalam kegiatan masyarakat, dan (5) cinta damai dalam menghadapi permasalahan. Sikap peduli sosial tersebut ditanamkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di Karang Taruna Bismo, seperti Donor Darah bersama PMI, Ramadhan Ceria, Bazar Buku Gratis, HUT Karang Taruna, Rapat Keanggotaan Karang Taruna, Peringatan Hari Kartini, Outbond, Nobar Film Dokunenter, Festival Game Tradisional, dan E-MAS. Kata Kunci: Penanaman Sikap Peduli Sosial, Karang Taruna
IMPLEMENTASI SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB DI SEKOLAH INKLUSI SMK DARUTTAQWA SUCI MANYAR GRESIK ABDULLOH NASRUL UMAM; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai sila kemanusiaan yang adil dan beradab di sekolah inklusi SMK Daruttaqwa Suci Manyar Gresik. Penelitian ini menggunakan teori Pendidikan yang membebaskan Paulo Freire. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis dapat dikemukakan bahwa implementasi sila Kemanusiaan yang adil dan beradab di sekolah inklusi SMK Daruttaqwa dapat digambarkan: (a) Penerapan Persamaan derajat ditunjukkan dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua siswa untuk mengenyam pendidikan, tidak membedakan perlakuan, tidak memilih-milih teman baik pada anak berkebutuhan khusus maupun anak normal. (b) Penerapan persamaan hak dan kewajiban ditunjukkan dengan, memberikan hak yang sama kepada seluruh siswa, dibimbing sesuai potensi masing-masing. siswa wajib menaati setiap peraturan, apabila melanggar diberikan hukuman. Siswa, berkewajiban mengahargai hak orang lain dan ketika melanggar hak harus dipertanggung jawabkan. (c) Penerapan rasa saling mencintai ditunjukkan dengan, mengayomi kebutuhan guru dalam proses pembelajaran, ketika terdapat hal yang kurang tepat memberikan peringatan, teguran dan arahan, saling membantu anak inklusi saat mendapatkan kesulitan. (d) Penerapan sikap tenggang ditunjukkan dengan, mengedepankan penyelesaian suatu masalah secara baik-baik, tidak menjelek-jelekkan dan mengolok siswa inklusif, menghormati guru baik di luar maupun di dalam sekolah. Kata Kunci: sekolah inklusi, sila kemanusiaan yang adil dan beradab Abstract This study aims to describe the implementation of the value of humanity sila fair and civilized in the school inclusion SMK Daruttaqwa Suci Manyar Gresik. The foundation of this research uses the theory Liberating Education Paulo Freire.This research uses qualitative approach with descriptive method. Determination of informants is done by purposive sampling technique, where the selection is done deliberately based on predetermined criteria. Techniques of collecting research data using interviews, observation and documentation. Data analysis technique is done by data collection, data reduction, data presentation and then conclusion.Based on data analysis conducted that the implementation of the just and civilized humanity principle in the inclusion school of SMK Daruttaqwa obtained: (a) Equality of degree, giving equal opportunity to all students to get the education, do not distinguish treatment of normal children with children with special needs, not choosing good friends with special needs children and normal children. (b) Equal rights and obligations, giving equal rights to all students, Violation is given punishment. Students, are obliged to respect the rights of others and when violating the rights must be accountable. (c) Mutual love, nurturing the needs of teachers in the learning process, there are things that are not right to give warnings, reprimands and referrals, help each others children in getting difficulties. (d) Grace, not arbitrarily in finding a problem, putting forward the settlement well, not vilifying and mocking inclusive students, respecting teachers both outside and in school. Keywords: School of Inclusion, just and civilized humanity principle
PENGARUH KIAI PADA POLITIK PEMILIHAN KEPALA DESA BAKALANPULE KECAMATAN TIKUNG KABUPATEN LAMONGAN FARID NURDIANSYAH; WARSONO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kiai pada politik pemilihan Kepala Desa Bakalanpule. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Desa Bakalanpule Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan dengan sampel sebanyak 266 dari 2625 warga desa yang terdaftar sebagai pemilih tetap pada pemilihan Kepala Desa Bakalanpule tahun 2016. Cara pengumpulan data berupa metode angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata yang diperoleh sebesar 196 dengan kategori tinggi. Dibuktikan dengan pengaruh Kiai yang masih kuat, bahwa masyarakat mempercayai Kiai yang memiliki karomah dan barokah yang menjadikan doanya dapat mudah diterima oleh masyarakat dengan mendapat skor sebesar 217 kategori sangat tinggi, maka calon Kepala Desa yang didukung oleh Kiai akan memenangkan pemilihan Kepala Desa Bakalanpule Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan. Sehingga dalam penelitian ini Kepala Desa yang menang adalah calon yang didukung oleh Kiai. Selain itu, untuk terlibat dalam panitia pemilihan umum, respon masyarakat di desa Bakalanpule mendapatkan skor paling rendah yaitu sebesar 114 dengan kategori sedang. Hal tersebut karena faktor fisik lingkungan yang juga mempengaruhi partisipasi politik suatu masyarakat. Wajar jika warga desa Bakalanpule kurang mendapatkan pengetahuan tentang partisipasi politik, karena pada umumnya rutinitas ekonomi membuat pilihan politik bukan menjadi prioritas sehingga mempengaruhi cara pandang mereka terhadap politik. Kata Kunci: pengaruh Kiai, Pemilihan Kepala Desa.
Praktik Pendidikan Demokrasi di SMAN 4 Bojonegoro Dalam Membentuk Warga Negara Yang Demokratis ALFA NUR ROHMAH; MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan praktik pendidikan demokrasi di SMAN 4 Bojonegoro dalam membentuk warga negara yang demokratis yang dilihat melalui proses pembelajaran dan kegiatan sekolah. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripstif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 13 orang yakni Kepala Sekolah, guru PPKn, pembimbing ekstrakurikuler dan pembina OSIS serta siswa dalam pembelajaran, anggota ekstrakurikuler dan pengurus OSIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pendidikan demokrasi di SMAN 4 Bojonegoro dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler dan intrakurikuler. Praktik pendidikan demokrasi dalam kegiatan pembelajaran PPKn dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Nilai-nilai pendidikan demokrasi yang tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yakni peduli, ramah, toleransi dan kerjasama. Praktik pendidikan demokrasi dalam kegiatan ekstrakurikuler olimpiade wawasan kebangsaan dan praktik pendidikan demokrasi dalam kegiatan intrakurikuler Organisasi Siswa Intra Sekolah dilihat dari partisipasi, keadilan dan kesetaraan. Partisipasi ditunjukkan dengan siswa aktif mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan. Keadilan ditunjukkan dengan proses perekrutan anggota yang dilaksanakan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kesetaraan ditunjukkan dengan tidak membeda-bedakan dalam memilih teman serta semuanya memiliki hak yang sama dalam menyampaikan pendapat. Kata Kunci: pendidikan demokrasi, warga negara yang demokratis.AbstractThe purpose of this research to describe the practices of educational democracy in SMAN 4 Bojonegoro in the form of a democratic citizen is seen through the learning process and school events. The which theory used in this research is a social construction theory by Peter L. Berger and Thomas Luckmann. This research used the qualitative approach with a descriptive method. Using data collection techniques interviews, observation and documentation. Informant in this research amounts thirteen peoples are headmaster, teacher of civic education, extracurricular counselor and builder of Intra School Student Organization, students in learning, extracurricular members and board of Intra School Student Organization. The result showed that practices democracy in education SMAN 4 Bojonegoro implemented through learning activities, extracurricular and intracurricular. The practice of educational democracy in civic education learning activities is carried out in accordance with the plan of implementation of the learning. Educational values of democracy that is listed in the plan of implementation of the study are caring, friendly, tolerance and cooperation. The practice of educational democracy in extracurricular activities of Olympic Insight nationality and education practice democracy in the activities of the student Intra School Student Organization seen from participation, justice and equality. Participation demonstrated by active students follow all activities. Justice is represented by a member of the recruitment process is carried out in accordance with their respective capabilities. Equality is demonstrated with students does not discriminate in choosing friends and all have equal rights is included in the stated opinions. Keywords: democracy education, democartic society.
Strategi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dalam Membangun Partisipasi Masyarakat Untuk Tanggap Bencana Banjir di Kabupaten Gresik YENNY NUR AMALIA; MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan strategi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam membangun partisipasi masyarakat tanggap bencana banjir di Kabupaten Gresik, (2) menganalisis kendala yang dihadapi BPBD dalam membangun masyarakat tanggap bencana banjir di Kabupaten Gresik, (3) mendeskripsikan bentuk partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir. Landasan teori dalam penelitian ini adalah Teori Pemberdayaan Masyarakat dari Jim Ife. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dari penelitian ini berjumlah 6 orang yaitu kepala, sekretaris, kabid pencegahan dan kesiapsiagaan, kabid kedaruratan dan logistik dari BPBD Kabupaten Gresik serta ketua forum penanggulangan bencana dan kepala Desa Bedanten Kabupaten Gresik. Hasil penelitian ini bahwa strategi BPBD dalam membangun partisipasi masyarakat tanggap bencana melalui (1) tindakan preventif yang terdiri dari dua program yaitu program relokasi pemukiman dan program desa tangguh bencana. (2) tindakan pembinaan yakni dengan membentuk forum penanggulangan bencana serta memberikan alat kebencanaan. Kendala dalam membangun partisipasi masyarakat yakni kurangnya antusias warga dikarenakan faktor usia dan pekerjaan. Bentuk-bentuk partisipasi masyarakat yakni dengan mengikuti kegiatan seperti sosialisasi, pelatihan dan simulasi serta kegiatan mandiri masyarakat yang dilakukan untuk membangun desa agar terhindar dari bencana banjir. Kata Kunci: Strategi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Partisipasi masyarakat . Abstract The purpose of this research is: (1) describe the disaster relief agency’s regional or Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) strategy in an effort to build community participation for flood disaster response in Gresik, (2) analyze the obstacle by BPBD in community building for flood disaster response in Gresik. (3) describe the form of community participation in disaster relief which existed in Gresik regency. The theory that used in this research is the theory of community empowerment of Jim Ife. This research used a qualitative approach which types of descriptive research. Technique of collecting the data in this research through observation, interview and documentation. Informan of this research is headmaster, secretary, head of field of prevention and preparedness, head of emergency and logistics of BPBD Gresik and then chairman of the disaster management forum and Bedanten village head. The result of this research showed that the strategies used in BPBD to build community participation in disaster response is (1) preventive action there are two programs is residential relocation program community and disaster resilent village program. (2) the act of coaching by forming a forum disaster relief as well as provide the tools of disaster. The obstacle being experienced in building community participation such as the lack of enthusiasm of community because of age and work factor. Form of the community participation is follow activities such as socialization, training ad simulation, as well as the independent activities of the community are being made to build the village in order to spared from the flood. Keywords: stetegy, disaster relief agency’s regional, public participation.
STRATEGI SEKOLAH DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN DEMOKRASI SEBAGAI WUJUD IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA (Studi pada SMAN 1 Kertosono) MUSTIKA DAMARESTI; HARMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi sekolah dalam menerapkan pendidikan demokrasi sebagai wujud nilai-nilai Pancasila di SMAN 1 Kertosono. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian ini berjumlah 5 orang, yaitu Kepala Sekolah, guru PPKn, guru BK, Pembina OSIS/Ekstrakurikuler, dan siswa yang ikut OSIS/Ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan beberapa langkah yaitu mengolah data, mereduksi data, menyajikan data, dan menulis hasil kesimpulan dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan untuk penerapan pendidikan demokrasi sebagai wujud implementasi nilai-nilai Pancasila melalui kotak saran, kepuasan pelanggan, pemilu, serta melalui diskusi di kelas. Hambatan dalam menjalankan strategi ini adalah adanya keluhan siswa dan wali siswa yang berbeda-beda, kurangnya rasa tanggung jawab pada siswa, minimnya rasa keberanian pada siswa untuk mengisi kotak saran, kurangnya rasa percaya diri pada calon kandidat pada saat pemilu, serta minimnya pemahaman siswa mengenai diskusi yang baik. Solusi yang ditempuh untuk mengatasi hambatan adalah menetapkan prioritas dalam kepuasan pelanggan, mengadakan sosialisasi kotak saran, memberikan motivasi dan pengarahan pada kandidat, mengadakan LDKS, serta memberikan penguatan mengenai diskusi yang baik. Kata Kunci: strategi, pendidikan demokrasi, nilai-nilai Pancasila Abstract This study aims to describe the schools strategy in implementing democratic education as a form of Pancasila values ​​in SMAN 1 Kertosono. The informans from this study amounted to 5 people, namely the principal, PPKn teacher, BK teacher, student/extracurricular board, and students who participated in the student council/extracurricular. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques are carried out through several strategies, namely observation, interviews, and documents. The data analysis technique used in this study uses several steps, namely processing data, reducing data, presenting data, and writing conclusions from Miles and Huberman. The results of this study indicate that the strategy used for the implementation of democratic education as a manifestation of the implementation of Pancasila is carried out through a democratic culture, by entering the suggestion box, customer satisfaction, elections, and through class discussion. Obstacles in carrying out this strategy are the complaints from students and the parents, lack of sense of responsibility to students, courage in students to fill in suggestion boxes, confidence in prospective candidates during elections, and students understanding of good discussion. The solution taken to overcome obstacles is to priorities in customer satisfaction, conduct suggestion box socialization, provide motivation and direction to candidates, hold LDKSs, and provide reinforcement regarding good discussion. Keywords: Strategy, Democracy Education, Values ​​of Pancasil
Pembentukan Sikap Nasionalisme Siswa Anggota Palang Merah Remaja di SMKN 1 Sidoarjo SITI MASHUROTU KHOIROTIN NIMAH; I MADE SUWANDA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja dalam membentuk sikap nasionalisme siswa anggota Palang Merah Remaja di SMKN 1 Sidoarjo, (2) mendeskripsikan kendala yang dihadapi sekolah dalam membentuk sikap nasionalisme siswa anggota Palang Merah Remaja di SMKN 1 Sidoarjo, (3) mendeskripsikan solusi yang diberikan sekolah dalam mengatasi kendala dalam membentuk sikap nasionaisme siswa anggota Palang Merah Remaja di SMKN 1 Sidoarjo. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Belajar Sosial dari Albert Bandura. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yakni Pembina PMR, Pembina UKS, dan anggota PMR. Sedangkan untuk pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja dalam membentuk sikap nasionalisme siswa anggota Palang Merah Remaja dengan melalui kegiatan bakti sosial dan donor darah. Kendala-kendala yang dihadapi sekolah dalam membentuk sikap nasionalisme siswa anggota Palang Merah Remaja adalah waktu yang digunakan masih sangat terbatas dan faktor kelelahan akibat jadwal belajar siswa terlalu padat dan merasa jenuh. Solusi yang diberikan sekolah untuk mengatasi kendala dalam membentuk sikap nasionalisme siswa anggota Palang Merah Remaja yakni dengan memberikan materi yang menarik serta praktek yang menyenangkan agar siswa tidak merasa jenuh. Kemudian agar lebih maksimal dilakukan pemberian materi tambahan kepada siswa untuk mengisi kekosongan kegiatan. Kata Kunci: Sikap nasionalisme, ekstrakurikuler Palang Merah Remaja Abstract The purpose of this research is: (1) describing of activity of PMR in forming the spirit of nationalism of student through Red cross Youth activity in SMKN 1 Sidoarjo, (2) describe the constraints faced by scholl I order to establish the spirit ot nationalism of student of Red Cross Youth Member in SMKN 1 Sidoarjo, (3) describe the solutions served to overcoming obstacles in forming the spirit of nationalism of sudent of Red Cross Youth Member in SMKN 1 Sidoarjo. The which theory used in this research is Social learning theory of Albert Bandura. The method of study is the descriptive qualitative research. The data were collected by onterviews, observations, and documentation. Informant in this research amounts five people are PMR builder, UKS builder, PMR member. The data were analyzed through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. As for testing the validity of data, the researcher use one source triangulation. The result showed the school effort in building the spirit of nationalism of student of Red Cross Youth Members in SMKN 1 Sidoarjo is by doing the social activities and blood donation. The contraints faced by school to shape the spirit of nationalism of student of Red Cross Youth is the time spent that is limited and the fatigue factor due to overcoming the obstacles of Red Cross Youth members is by providing pleasing material and practical so that students do not bore. Then by giving additional hours to the student in order to make them wore active and leverage in following the ektracurricular. Keywords: Attitude Nationalism, PMR Members.
PERAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KESADARAN POLITIK SISWA DI SMA ASSAADAH BUNGGAH GRESIK AWALIN FARIDHOH; MUHAMMAD TURHAN YANI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah: mendeskripsiskan peran sekolah dalam meningkatkan kesadaran politik siswa di SMA Assa’adah Bungah Gresik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peran Biddle and Thomas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling.Untuk informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah SMAAssa’, Waka Kurikulum, Waka Kesiswaan dan Siswa SMA Assa’adah Bungah Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah sebagai komponen terpenting pendidikan pada dasarnya dapat di jadikan sebagai pendidikan politik untuk menumbuhkan kesadaran politik generasi bangsa melalui melalui berbagai macam bentuk program pendidikan politik baik melalui mata pelajaran PKn, kegiatan OSIS maupun bentuk kegiatan lain yang terencana ataupun yang bersifat insidental yang bermaksud untuk memberikan informasi politik kepada siswa. Kata Kunci: Peran Sekolah, Kesadaran Politik SiswaAbstract The purpose of this study are to describe the school’s role to improve the student political awareness at Assa’adah Senior High School, Bungah Gresik. The theory used in this research is he role theory of Biddle and Thomas. This research uses qualitative approach with descriptive research type with purposive sampling technique For informants in this study were high school principals of Assaadah Bungah gresik, school principals, vice principals in the Curriculum section, vice principals of Student Affairs and Assaadah Bungah High School Gresik students. The results show that schools as the most important component of education can basically be used as political education to foster political awareness of the nations generation through various forms of political education programs either through civic education subjects, intra-school student orientation activities or other planned activities or incidental which intends to provide political information to students. Keywords:Role of School, Student Political Awareness

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue