cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
MOTIVASI KIAI DALAM GOTONG ROYONG DENGAN METODE AMAL SALEH DI PONDOK PESANTREN ROBI SUJASTRA; TOTOK SUYANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi Kiai yang menggagas gotong royong dengan metode amal saleh di Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi dari Alfred Schutz dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Dalam hal ini Informan yang di tuju adalah orang yang memiliki pengetahuan lebih di antara yang lainnya yaitu Kiai pondok pesantren.. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam yang dilakukan secara tidak terstruktur. Teknik analisis data dimulai dengan melakukan reduksi data, selanjutnya penyajian data lalu ditarik kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dengan membandingkan data yang didapat dari masing-masing informan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Ditemukan dorongan dari Kiai dalam mengagas gotong royong dengan metode amal saleh. Temuan atau hasil penelitian ini adalah adanya motif sebab dan motif tujuan yang mendorong Kiai untuk melaksanaan gotong royong dengan metode amal saleh Dalam hal ini motif sebab Kiai menganggap gotong royong di pondok pesantren karena amal saleh merupakan sifat yang harus di miliki oleh orang iman. sedangkan motif tujuan Kiai mengagas gotong royong di pondok pesantren yaitu untuk memperlancar kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri.Kata Kunci : Amal Saleh, Gotong Royong, Pondok Pesantren
Strategi Guru PPKn Dalam Menumbuhkan Sikap Toleransi Pada Siswa Kelas VII di Sekolah Inklusi SMP Negeri 30 Surabaya RIA PRAVITA DEWI; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi guru PPKn dalam menumbuhkan sikap toleransi pada siswa di sekolah inklusi SMP Negeri 30 Surabaya. Perbedaan yang ada di sekolah inklusi khususnya pada siswa reguler dengan siswa berkebutuhan khusus menuntut untuk saling menghargai satu sama lain sehingga sikap toleransi sangatlah penting untuk diterapkan di SMP Negeri 30 Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar sosial Albert Bandura teridiri dari fase perhatian, retensi, reproduksi, dan motivasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara semiterstruktur, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan untuk pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Analisis data yang dilakukan menggunakan model analisis data Miles dan Hubermen yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya strategi yang dilakukan guru PPKn dalam menumbuhkan sikap toleransi pada siswa kelas VII di sekolah inklusi SMP Negeri Surabaya ialah melalui proses pembelajaran PPKn menerapkan sikap toleransi pada semua peserta didik melalui kegiatan diskusi kelompok dengan menggunakan model jigsaw. Nilai sikap toleransi ditunjukkan oleh siswa reguler maupun siswa berkebutuhan khusus untuk saling menghargai, bekerja sama, membantu teman yang mengalami kesulitan. Guru berperan dalam menumbuhkan sikap toleransi pada siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus. Strategi yang dilakukan oleh guru yakni memberikan nasehat, arahan, contoh perilaku dan motivasi. Kata Kunci: Strategi Guru PPKn, Toleransi.
Hubungan Keaktifan Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka dengan Sikap Bela Negara di SMPN 1 Gedangan Sidoarjo LAILATUL BADRIYAH; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keaktifan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dengan sikap bela negara siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang dilakukan di SMPN 1 Gedangan Sidoarjo dengan populasi 336 orang siswa dan diambil sampel sebanyak 77n orang siswa. Pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan wawancara. Untuk mengetahui keeratan hubungan dua variabel yaitu hubungan keaktifan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan sikap bela negara sisa digunakan rumus korelasi product moment dari Karl Pearson. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keaktifan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dengan sikap bela negara sebesar 0.800 yang berarti memiliki hubungan tinggi. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi keaktifan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka maka semakin tinggi pula sikap bela negara siswa. pembentukan sikap bela negara siswa pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka melalui teori dan praktek. siswa diberikan teori oleh pembina Pramuka, setelah pemberian teori selesai, siswa akan diberikan kesempatan untuk mempraktekkan apa yang dipraktekkan sebelumnya.Kata Kunci : Keaktifan, Ekstrakurikuler Pramuka, Bela Negara AbstractThis study aimed at analyzing the correlation between the activeness of following Scouts extracurricular activities and the Students attitude of state defence. This research used a quantitative approach with the correlational design conducted in Junior High Scool 1 Gedangan Sidoarjo with a population of 336 students and 77 of them were taken as a samples. the data were collected by using questionairre and interview. To know the relationship of two variables between the activeness of following Scouts extracurricular acvitities and the Students attitude of state defence, the researcher used the Karl Pearson product-moment correlation. The result showed that there is a relationship between the activiness of following Scouts extracurricular activities with Students attitude of state defence by the score 0,800 which means having a high correlation. This means that the higher the activeness of following Scouts extracurricular activities is the higher the Students attitude of state defence will be the estabilishing of the Students attitude of state defence in Scouts extracurricular activities was conducted through theory and practice. The student were given a theory by Scouts coach, after the theory was given, students would be given the opportunity to practice what had been taught previously.Keyworsd : Activeness, Scouts extracurricular activity, State Defence
Penerapan Sistem Full Day School Dalam Menumbuhkan Karakter Religius Siswa Di SMP Negeri 1 Sambeng LUTFIA IRMA DIANA; SUHARNINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Karakter religius merupakan watak seseorang yang taat dan patuh dalam memahami dan melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. Tujuan penelitian ini adalah: pertama mendeskripsikan penerapan sistem full day school dalam menumbuhkan karakter religius siswa, kedua mendeskripsikan kendala penerapan sistem full day school dalam menumbuhkan karakter religius siswa di SMP Negeri 1 Sambeng, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar sosial Albert Bandura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan dalam penelitian ini ada empat orang, yakni kepala sekolah SMP Negeri 1 Sambeng, waka kurikulum, guru pendidikan agama islam, salah satu siswa SMP Negeri 1 Sambeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan full day school di SMP Negeri 1 Sambeng sejak tahun pelajaran 2017/2018 yang setiap harinya dimulai dari pukul 06.45 sampai pukul 15.30, di dalam kebijakan full day school sekolah mengutamakan untuk menumbuhkan karakter religius siswa. Upaya yang dilakukan oleh sekolah dalam menumbuhkan karakter religius siswa melalui kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah seperti: sholat wajib berjamaah dhuhur dan ashar, sholat dhuha, Tadarus, Tausyiah atau ceramah agama, Tahfidz atau hafalan Al-Qur’an, Baca tulis Al-Qur’an, Gerakan Lamongan menghafal, Albanjari. Sedangkan untuk kendala yang dihadapi adalah yang pertama kurangnya kesadaran diri siswa untuk melaksanakan kegiatan religius, yang kedua Sarana yang dimiliki sekolah. Di SMP Negeri 1 Sambeng dapat ditemukan aspek religius yang ditumbuhkan yakni, aspek keyakinan, aspek peribadatan, aspek penghayatan, aspek pengetahuan, aspek pengamatan. Kata Kunci: Full Day School, Karakter ReligiusAbstract Religious character is the personality of a person who is obedient and dutiful in understanding and carrying out the teachings of the religion he adheres to. The purpose of this study were to: first describe the implementation of a full day school system in fostering students’ religious character; second describe the obstacles of implementing a full day school system in fostering students’ religious character at Sambeng 1 Public Middle School, Sambeng District, Lamongan. The theoretical basis used in this study is Albert Banduras social learning theory. This study used a qualitative approach with descriptive design. There were four informants in this study, headmaster of Sambeng 1 Public Middle School, deputy headmaster of curriculum affairs, an Islamic religious education teacher, one of the students of Sambeng 1 Public Middle School. The results showed that the implementation of a full day school system at Sambeng 1 Public Middle School since the 2017/2018 school year began from 6:45 a.m. until 3:30 p.m. The full day school system policy applied by the school is prioritizing the growth of students religious character. The efforts made by the school in fostering the religious character of students are through programs organized by the school, such as: dhuhur and ashar prayers in congregations; dhuha prayer; tadarus; religious lectures; tahfidz or memorizing the Quran; reciting and writing the Quran; the movements of Lamongan memorizing; and Albanjari. While, the obstacles faced are, first lack of self-awareness of students to participate in religious activities; second the lack of facilities owned by the school. In the Sambeng 1 Public Middle School, religious aspects can be found that are developed, religious belief, religious practice, religious feeling, religious knowledge, religious effect. Keywords: Full Day School, Religious Character
Strategi Relawan Demokrasi Kabupaten Malang Dalam Sosialisasi Politik Kepada Pemilih Pemula Menjelang Pilkada Jatim Tahun 2018 ASNAUL ILMIYAH; AGUS SATMOKO ADI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Relawan Demokrasi Kabupaten Malang dalam proses sosialisasi politik kepada pemilih pemula menjelang Pilkada Jatim tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Kasubag Teknis dan Hubmas Pemilu KPU Kabupaten Malang, Relawan Demokrasi segmen pemilih pemula, Relawan Demokrasi segmen pemilih muda serta beberapa peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi sosialisasi politik oleh Relawan Demokrasi melalui tiga mekanisme yaitu imitasi, instruksi dan motivasi sesuai dengan teori sosialisasi politik Michael Rush dan Philliph Althoff. Sasaran sosialisasi yang dipilih oleh Relawan Demokrasi adalah siswa sekolah SMA/SMK sederajat dan anggota organisasi kepemudaan. Metode sosialisasi yang digunakan adalah metode tatap muka dengan teknik diskusi dan ceramah. Materi yang disampaikan mencakup tentang penyelenggaraan Pilkada meliputi tanggal pemilu, perkenalan pasangan calon dan himbauan kepada pemilih pemula untuk mencoblos. Materi tentang tahapan pemilihan meliputi kelengkapan untuk mencoblos, tahapan pemilihan dan cara mencoblos dengan benar. Media sosialisasi yang digunakan adalah slide power point, poster dan contoh surat suara. Kendala yang dihadapi pada saat proses sosialisasi dapat dikelompokkan menjadi dua yakni secara internal dan eksternal, meliputi kurangnya jumlah Relawan Demokrasi yang dalam proses sosialisasi, tidak adanya ruang publik di Kabupaten Malang yang menyebabkan ruang gerak terbatas dan kurangnya dana dalam pelaksanaan proses sosialisasi. Kata Kunci: Relawan Demokrasi, sosialisasi politik, Pemilih Pemula, Pilkada Jatim. AbstractThis study aims to describe the strategies of Relawan Demokrasi in Malang regency in political sosialization to beginner voters approaching east java election in 2018. This research uses descriptive qualitative method. The subject of this research are Kasubag Teknis and Hubmas Pemilu KPU Kabupaten Malang, Relawan Demokrasi beginner voter segments, Relawan Demokrasi young voters segment, and some socialization participants. Data collection techniques are observation, indepth interviews and documentation. Data analysis technique with three stages there are data reduction, data presentation and data verification. The results of this study show that the process of political socialization conducting by Relawan Demokrasi are through three mechanisms, those are imitation, instruction and motivation, according to social political dissemination Michael Rush and Philliph Althoff. The target of socialization chosen by Relawan Demokrasi is high school students and members of youth organizations. The method of socialization used was face to face with discussion and lecture techniques. The materials of the implementation of election covering the date of election, the introduction of candidates and the appeal to the beginner voters to vote. The materials about the election stages include the completeness for voting, the election stages and the procedures for voting. The socialization media used are power point slides, posters and sample ballots. The constraints faced during the socialization process are divided in two parts which are external and internal, including the lack of number of Relawan Demokrasi causing the lack of motivation in the socialization process, the lack of public space in Malang regency causing limited space to socialization, the lack of funds in the socialization process. Keywords: Relawan Demokrasi, political socialization, beginner vooters, East Java election.
PENANAMAN NILAI NASIONALISME MELALUI BUDAYA SEKOLAH BAGI PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMP NEGERI 3 SIDAYU GRESIK MUHAMMAD MAS KHUMAIDI MUHAJIR; HARMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman nilai nasionalisme pada PDBK di SMP Negeri 3 Sidayu Gresik melalui budaya sekolah. Landasan penelitian ini menggunakan teori belajar Observasional Albert Bandura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Penentuan informan dilakukan denga teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data yang dilakukan bahwa penanaman nilai nasionalisme melalui budaya sekolah di SMP Negeri 3 Sidayu menunjukkan: (a) Budaya sekolah sebagai elemen penting yang berpotensi memberikan pemahaman kepada PDBK. (b) Budaya sekolah dijadikan sebagai alternatif bagi guru dalam menanamkan nilai nasionalisme, karena kekurangan yang dimiliki PDBK menjadikan sebagai faktor penting dalam mendukung pemahaman cinta tanah air mereka. (c) Pemahaman PDBK tentang cinta tanah air dalam kategori baik. Hal ini ditunjukkan adanya respon positif dalam pemahaman nilai nasionalisme yang ditanamkan melalui budaya sekolah. Kata Kunci: Nasionalisme, Budaya Sekolah, Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Abstract The purpose of this research was to describe the value of planting the nationalism forstudents in need specially in junior high 3 Sidayu Gresik through the culture of the school. The theory which used in this research is theory of Observational study by Albert Bandura. This research used the qualitative approach with this type of case study. Determination of the informant is done with purposive sampling technique. Engineering data collection research using observation, interviews, and documentation. Technique of data analysis performed with the reduction of the data, the presentation of data, and the withdrawal of the conclusion. Based on the data analysis done that planting value of nationalism through culture in junior high school State 3 Sidayu shows: (a) the school culture as important elements that could potentially provide insight to the students in need of special. (b) The culture of the school was used as an alternative for teachers in instilling the value of nationalism, because of lack of belonging to learners in need specially made as important factors in supporting the understanding of love their homeland. (c) Understanding learners in need special about love of the fatherland in the category either. This indicated the presence of a positive response in understanding the value of nationalism infused through the culture of the school. Keywords: Nationalism, Schools Culture, Students In Need Of Special
TANGGAPAN MASYARAKAT TENTANG ADANYA KEBIJAKAN PROGRAM WAJIB MADRASAH DINIYAH DI KABUPATEN PASURUAN NUR AINI; TOTOK SUYANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tanggapan masyarakat mengenai adanya Program Wajib Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan.Tanggapan yang dimaksud di sini berdasarkan pengetahuan yang dimiliki dan pengalaman yang dimiliki terkait dengan Program Wajib Madrasah Diniyah serta tanggapan yang berupa dukungan atau penolakan terhadap adanya Program Wajib Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Alasan memilih pendekatan kualitatif karena untuk mendeskripsikan tentang tanggapan masyarakat terhadap adanya kebijakan Program Wajib Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan. Informan dalam penelitian ini sebanyak 20 informan yang terdiri dari empat kepala Sekolah, empat Kepala Madrasah Diniyah, empat tokoh masyarakat, empat orang tua dari siswa, serta empat siswa. Data yang dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kemudian data tersebut diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi tekhnik dengan mengecek data ke sumber yang sama dengan tekhnik yang berbeda. Hasil dari penelitian yang sudah dilakukan mengenai tanggapan masyarakat yaitu: Pertama, adanya program ini akan membantu sekolah dalam membentuk karakter siswa yang sesuai dengan agama islam. Kedua, saat ini pelaksanaan Program Wajib Madrasah Diniyah masih belum berjalan sepenuhnya karena terdapat kendala salah satunya dari sarana prasarana. Ketiga, adanya Program Wajib Madrasah Diniyah merupakan solusi dalam mengatasi kenakalan remaja. Keempat, adanya Program Wajib Madrasah Diniyah anak bisa mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif. Kelima, adanya Program Wajib Madrasah Diniyah akan menambah pemahaman lebih banyak tentang agama islam. Kata kunci : Pendidikan, Program Wajib Madrasah Diniyah, Tanggapan masyarakat
STRATEGI ORANG TUA DALAM MENCEGAH TINDAK KEKERASAN PADA ANAK DI KAMPUNG LUMUMBA DALAM KELURAHAN NGAGEL KECAMATAN WONOKROMO SURABAYA SISKA NUR INAYAH ANGGRAENI; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Abstrak Permasalahan pokok dari penelitian ini adalah bagaimana strategi orang tua dalam mencegah tindak kekerasan pada anak. Teori yang digunakan adalah teori pilihan rasional dari Coleman. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian berada di Lumumba Dalam Kelurahan Ngagel Kecamatan Wonokromo Surabaya. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dan wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan strategi orang tua dalam mencegah tindak kekerasan adalah dengan cara mengawasi dan mengenali teman anak di lingkungan tempat tinggal anak, dengan cara mengawasi dan mengenali teman anak maka orang tua dapat mencegah tindak kekerasan pada anak karena orang tua selalu mengawasi anaknya serta mengenali teman bermain anak, melibatkan tetangga dalam pengawasan anak di lingkungan tempat tinggal anak juga merupakan cara yang dilakukan oleh orang tua dalam mencegah tindak kekerasan pada anak karena apabila orang tua tidak dapat mengawasi anaknya yang sedang bermain jauh dari rumah maka tetanggalah yang dapat mengawasi anak tersebut, memilihkan teman di lingkungan tempat tinggal anak dan membatasi ruang dan waktu bermain anak juga merupakan cara yang dilakukan oleh orang tua agar anak terhindar dari tindak kekerasan karena dengan memilihkan teman yang baik untuk anak menjadikan anak juga baik dan juga apabila orang tua memberikan batasan ruang dan waktu bermain anak maka anak akan terhindar dari tindak kekerasan. Kata Kunci: Strategi Orang Tua, Kekerasan, Anak Abstract The main problem of this study is how parent strategy in preventing acts of violence against children. The theory used is the rational choice theory from Coleman. The type of research used is descriptive qualitative. The research location was in Lumumba Dalam Kelurahan Ngagel, Wonokromo District, Surabaya. Data collection methods using observation, and in-depth interviews. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that parents strategy in preventing violence is by monitoring and recognizing child friends in the childs living environment, by monitoring and recognizing the childs friends so that parents can prevent child abuse because parents always watch their children and recognize playmates children, involving neighbors in the supervision of children in a childs living environment is also a way that parents do to prevent acts of violence against children because if parents cannot supervise their children who are playing away from home then they are the ones who can supervise the child, choose friends in a childs living environment and limiting childrens play space and time is also a way that parents do so that children avoid violence because by choosing good friends for children makes children also good and also when parents give their space and time to play so the child will avoid violence. Keywords: Parent Strategy, Violence, Children
KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN KAWASAN TANPA ROKOK DI STASIUN SIDOARJO ROKHIMAH WINDIYATI; TOTOK SUYANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesadaran hukum masyarakat dalam pelaksanaan kawasan tanpa rokok di Stasiun Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang dilakukan di Stasiun Sidoarjo. Teknik pengumpulan data melalui kuisioner dan dokumentasi. Teknik sampling menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan jumlah responden 92 orang perokok. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum masyarakat dalam pelaksanaan kawasan tanpa rokok digunakan teori kesadaran hukum dari B. Khutchinsky. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum masyarakat dalam pelaksanaan kawasan tanpa rokok di Stasiun Sidoarjo masuk dalam kategori sangat baik dengan pengetahuan hukum sangat baik dengan skor 93,4%, pemahaman hukum sangat baik dengan skor 92%, sikap hukum sangat baik dengan skor 91,5% dan untuk melihat pola perilaku masyarakat peneliti menggunakan teknik observasi atau pengamatan. Pola perilaku masyarakat terhadap hukum sudah mencerminkan pola perilaku patuh terhadap hukum dikarenakan takut akan sanksi atau hukuman yang sudah ditetapkan pada Perda No.4/2011 dengan dibuktikan tidak ditemukan masyarakat yang merokok di sembarang tempat. Kata Kunci : Kesadaran Hukum, KTR, Perda No. 4/2011This study intends to describe the level of legal awareness of society in the implementation of a non-smoking area at Sidoarjo Station. This study uses a descriptive quantitative approach done at Sidoarjo Station.Techniques of data collection are through questionnaire and documentation. Technique of sampling uses technique of Simple Random Sampling with the number of respondents on 92 smokers. Techniques of data analysis use aformula of percentage. To find the level of legal awareness of society in the implementation of non-smoking areasis usedtheory of the legal awareness from B. Khutchinsky.The result of study showed that the level of legal awareness of society in the implementation of a non-smoking area at Sidoarjo Station was in the very good category with very good legal knowledge with a score of 93,4%, very good legal understanding with a score of 92%, very good legal attitude with a score of 91, 5%, and to see the behavioral pattern of society, researcher used technique of observation. The pattern of community behavior towards the law has reflected the law-compliant behavior pattern due to fear of sanctions or penalties that have been stipulated in Regional Regulation No.4 / 2011 with no evidence found that people smoke in any place. Keywords: Legal Awareness, KTR, Regional Regulation No. 4/2011
STRATEGI GURU PPKn SMA NEGERI 1 KRIAN DALAM MEMBANGUN KEMAMPUAN PESERTA DIDIK UNTUK MEREDUKSI PENGARUH BUDAYA KOREA RIKA TRI WULANJARI; I MADE SUWANDA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan strategi guru PPKn SMA Negeri 1 Krian dalam membangun kemampuan peserta didik untuk mereduksi pengaruh budaya Korea. (2) mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh guru PPKn SMA Negeri 1 Krian dalam membangun kemampuan peserta didik untuk mereduksi pengaruh budaya Korea. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar sosial Albert Bandura. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain deskriptif . Informan dalam penelitian ini berjumlah dua orang yaitu Ibu Jumiati dan Bapak Dzainudin. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh guru PPKn SMA Negeri 1 Krian dalam membangun kemampuan peserta didik untuk mereduksi pengaruh budaya Korea yaitu dengan cara (1)menanamkan sikap Nasionalisme dan Patriotisme antara lain (a) menyanyikan lagu wajib nasional sebelum memulai pembelajaran. (b) wajib menggunakan baju adat dan baju batik setiap hari kamis diminggu pertama. (c) melestarikan tarian daerah. (d) menggunakan bahasa nasional bahasa Indonesia dengan benar. Serta melalui (2) kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru PPKn SMA Negeri 1 Krian yaitu perencanaan yang dibuat dalam RPP dan juga pelaksanaan selama proses pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Kendala yang dihadapi oleh guru PPKn SMA Negeri 1 Krian yaitu terletak pada perkembangan teknologi yang diakses oleh peserta didik, karena guru tidak dapat mengontrol peserta didik setiap saat. Apabila peserta didik menngunakan teknologi yang salah maka mereka akan dengan mudah terpengaruh budaya Korea. Kata Kunci : Strategi, Reduksi, Pengaruh Budaya Korea. Abstract The purpose of this research to (1) describe the strategy PPKn teacher of Senior High School 1 Krian in developing the ability of learners to reduce the influence of the culture of Korea. (2) describe the obstacles faced in building the ability of learners to reduce the influence of the culture of Korea. The theory used in this research is Albert Banduras social learning theory. This research uses descriptive with the type descriptive research. The informants in this study amounted to two people, name Mrs Jumiati and Mr. Dzainudin. The results of this research show that the strategies carried out by PPKn teacher of Senior High School 1 Krian in developing the ability of students to reduce the influence of the culture of Korea by (1) instill attitudes of nationalism and patriotism among others (a) sing the national anthem before starting the study. (b) must wear the customs shirt and batik shirt every Thursday in the first week. (c) preserving the traditional dance. (d) using the national language “ Bahasa Indonesia ” correctly. As well as through learning activities (2) teacher PPKn i.e. planning which made in the RPP and also the implementation during the learning process inside and outside of the classroom. Obstacles faced by teachers such as on the development technologies that are accessible to students, because teachers cant control the students at any time. When students used the wrong technology then they will be easily affected the culture of Korea. Keywords: Strategy, The Reduction , The Influence Of The Culture Of Korea.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue