cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PERSEPSI PEMILIH PEMULA DI KABUPATEN PONOROGO TERHADAP PEMIMPIN PEREMPUAN SITI HAFSAH; MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan dan harapan pemilih pemula di Kabupaten Ponorogo terhadap pemimpin perempuan. Penelitian ini menggunakan teori persepsi yang dikemukakan oleh Brunner. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian yaitu pemilih pemula di Kabupaten Ponorogo dan terdapat 13 informan dalam penelitian ini. Pemimpin perempuan yang dimaksud adalah berkaitan dengan momentum Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur tahun 2018 dimana masing-masing calon kandidat memiliki wakil perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilih pemula menganggap bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin karena memiliki hak dan kedudukan yang sama dengan laki-laki. Terhadap perempuan yang menjadi kepala daerah, beberapa menyatakan setuju dan beberapa beranggapan bahwa pemimpin perempuan tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur’an. Terhadap pencalonan pada Pilkada Jatim 2018, pemilih pemula menganggap bahwa yang pantas menjadi pemimpin adalah laki-laki. Perempuan lebih baik menduduki jabatan wakil sehingga bisa saling melengkapi. Pemilih pemula juga tidak mempermasalahkan apabila tidak ada calon perempuan dalam Pilkada tersebut. Harapan pemilih pemula di Kabupaten Ponorogo terhadap pemimpin perempuan adalah pemimpin perempuan harus sempurna, mampu mewujudkan pola pikir masyarakat yang kreatif, dan pemimpin perempuan harus melek teknologi. Kata Kunci: Persepsi, Pemilih Pemula, Pemimpin Perempuan
Pembentukan Perilaku Etis Melalui Budaya Sekolah di SMA Assaadah Bungah Gresik SUCI DAMAYANTI; HARMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: Mendeskripsikan budaya sekolah yang mendukung terbentuknya perilaku etis peserta didik di SMA Assa’adah, mendeskripsikan penerapan budaya sekolah dalam membentuk perilaku etis peserta didik di SMA Assa’adah, mendeskripsikan perilaku etis peserta didik yang terbentuk melalui budaya sekolah di SMA Assa’adah. Landasan teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Teori Belajar Sosial dari Albert Bandura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah yang dapat membentuk perilaku etis peserta didik di SMA Assa’adah ada enam yaitu apel pagi, bersalaman, finger (absen digital), sholat dhuha berjamaah dan membaca al-qur’an, budaya bersih, dan budaya berseragam. Implementasi budaya sekolah dalam membentuk perilaku etis peserta didik membutuhkan peran dari guru untuk mengawasi kegiatan peserta didik dan ikut melaksanakan budaya sekolah. Perilaku etis peserta didik yang terbentuk yakni perilaku religius, perilaku santun, perilaku disiplin dan perilaku rapi. Kendala yang dihadapi dalam membentuk perilaku etis peserta didik adalah kurangnya kesadaran diri dari peserta didik dan kurangnya komunikasi dengan orangtua mengenai perilaku dari peserta didik. Kata Kunci: Budaya Sekolah, Perilaku Etis
Pengaruh Pemahaman Ecopreneur terhadap Sikap Wirausaha Siswa di SMPN 23 Surabaya FITRI USWATUN HASANAH; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pemahaman ecopreneur terhadap sikap wirausaha siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi yang dilakukan di SMPN 23 Surabaya dengan populasi 1099 siswa dan diambil sampel sebanyak 92 siswa. Pengumpulan data yang digunakan adalah tes pilihan ganda untuk variabel pemahaman ecopreneur dan angket untuk variabel sikap wirausaha. Untuk mengetahui pengaruh pemahaman ecopreneur terhadap sikap wirausaha siswa menggunakan Uji T dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan perhitungan Uji T menghasilkan thitung > ttabel, yaitu 10,586>1,986 yang berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemahaman ecopreneur terhadap sikap wirausaha siswa. Hal ini didukung dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,745 yang berarti memiliki hubungan yang kuat. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi pemahaman ecopreneur siswa semakin tinggi pula sikap wirausaha siswa. Selain itu, didukung dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,555, yang berarti pemahaman ecopreneur menyumbang pengaruh sebesar 55,5%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor yang lain. Terdapat pengaruh positif antara pemahaman ecopreneur terhadap sikap wirausaha siswa di SMPN 23 Surabaya tahun ajaran 2018/2019. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil perhitungan dengan bantuan program SPSS 16.0 persamaan analisis regresi yaitu Y=61,241+2,15. Pemahaman ecopreneur dibentuk melalui interaksi formal maupun non formal, yang selanjutnya membentuk sikap wirausaha siswa. Kata Kunci: Pengaruh, Pemahaman ecopreneur, Sikap wirausaha Abstract This study aims to examine the effect of ecopreneur understanding on students entrepreneurial attitudes. This study uses a quantitative approach with regression design conducted at SMPN 23 Surabaya with a population of 1099 students and taken a sample of 92 students. Data collection used is multiple choice test for ecopreneur understanding variables and questionnaire for entrepreneurial attitude variables. To determine the effect of ecopreneur understanding on students entrepreneurial attitudes using the T Test with the help of the SPSS program. Based on the calculation of T Test, it produces tcount> ttable, that is 10,586> 1,986 which means that there is a significant influence of ecopreneur understanding on students entrepreneurial attitudes. This is supported by the results of the correlation coefficient of 0.745 which means having a strong relationship. This can mean that the higher the ecopreneur understanding of students the higher the entrepreneurial attitude of students. In addition, it is supported by the coefficient of determination of 0.555, which means that the understanding of ecopreneur contributes 55.5%, while the rest is influenced by other factors. There is a positive influence between ecopreneur understanding of entrepreneurial attitudes of students in SMPN 23 Surabaya academic year 2018/2019. This is shown based on the results of calculations with the help of SPSS 16.0 equation regression analysis, namely Y = 61.241 + 2.15. Ecopreneur understanding is formed through formal and non-formal interactions, which further shapes students entrepreneurial attitudes. Keywords: Influence, Ecopreneur understanding, Entrepreneurial attitude
Kesiapan Orang Tua di Kawasan Ketintang Baru Kelurahan Ketintang Surabaya dalam Menghadapi Peluang Cyber Bullying pada Anaknya ANDRIANTO; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pengetahuan orang tua di Kawasan Ketintang Baru Kelurahan Ketintang Surabaya tentang cyber bullying , (2) mendeskripsikan strategi orang tua di Kawasan Ketintang Baru Kelurahan Ketintang Surabaya dalam menghadapi peluang cyber bullying pada anaknya. Landasan teori dalam penelitian ini adalah Teori Pilihan Rasioanl dari James S. Colleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian naratif. Sedangkan teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dari penelitian ini berjumlah delapan orang tua yang masih memiliki anak usia remaja. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua kurang siap dalam menghadapi peluang cyber bullying yang saat ini mengancam anak-anaknya dan orang tua belum cukup cakap dalam memonitoring ketika hand phone anak dipassword. Hal tersebut ditunjukan dengan orang tua yang belum canggih dalam menggunakan hand phone, belum mengetahui cyber bullying, strategi yang digunakan lebih banyak dengan cara menasehati, tidak bisa dan belum pernah membuka password hanphone anak. Kata Kunci: Kesiapan, Orang Tua, Cyber Bullying The purpose of this research is (1) to describe parents knowledge at Ketintang Baru region of Ketintang Surabaya about cyber bullying, (2) to describe parents strategy in Ketintang Baru, Ketintang district Surabaya in facing cyber bullying opportunities for their children. The theoretical basis for this research is the Rational Choice theory from James S. Colleman. This research uses a qualitative method with narrative type of research. Whilst the data technique collection in this research uses observation technique, interview, and documentary techniques. The total Informants of this study are eight parents who still have children at teen-age. The result of this research showed that the parents are not ready to face the opportunities of cyber bullying that currently threaten their children and parents that are not capable enough to monitorize when their children’s hand phone are locked with password. This is shown by the parents who are not capable enough in using hand phone, have not kno about cyber bullying, the strategy used are often with advising, cannot and have not opened their children’s locked phone. Keywords: readiness, parents, cyber bullying
Pola Interaksi Kiai dan Santri Pondok Pesantren Nurul Azizah Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri RIZAL AGMAS TAHTA PRATAMA; MUHAMMAD TURHAN YANI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi Broadband Learning Center Surabaya dalam mengembangkan digital citizenship pada masyarakat Surabaya. Strategi pengembangan digital citizenship yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi implementasi empat elemen kewarganegaraan digital, yaitu akses digital, literasi digital, etika digital, dan perdagangan digital ke dalam strategi Broadband Learning Center Surabaya yang diwujudkan melalui program kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi strategi Fred. R. David, dan Kecerdasan Digital dari DQ Institute Singapura. Hasil penelitian yang diperoleh adalah strategi Broadband Learning Center Surabaya antara lain: (1) mengenalkan Broadband Learning Center Surabaya kepada masyarakat melalui program sosialisasi. (2) memberikan pembelajaran teknologi dan internet gratis kepada masyarakat melalui program pelatihan. (3) memberikan pelayanan fasilitas gratis kepada masyarakat melalui program pemberian fasilitas gratis berupa komputer dan akses wifi. (4) menguatkan jaringan dengan pihak lain yang diwujudkan melalui kerjasama dengan beberapa dinas lain di Surabaya. (5) menghadirkan instruktur yang berkualitas dan berkompeten dengan cara melakukan penyegaran dan peningkatan kemampuan instruktur. Kata Kunci: Strategi, Broadband Learning Center Surabaya, Digital Citizenship
Strategi Pusat Pembelajaran Teknologi dan Internet (Broadband Learning Center) dalam Mengembangkan Kewarganegaraan Digital pada Masyarakat Kota Surabaya LULUK SURYATI; HARMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi Broadband Learning Center Surabaya dalam mengembangkan digital citizenship pada masyarakat Surabaya. Strategi pengembangan digital citizenship yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi implementasi empat elemen kewarganegaraan digital, yaitu akses digital, literasi digital, etika digital, dan perdagangan digital ke dalam strategi Broadband Learning Center Surabaya yang diwujudkan melalui program kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi strategi Fred. R. David, dan Kecerdasan Digital dari DQ Institute Singapura. Hasil penelitian yang diperoleh adalah strategi Broadband Learning Center Surabaya antara lain: (1) mengenalkan Broadband Learning Center Surabaya kepada masyarakat melalui program sosialisasi. (2) memberikan pembelajaran teknologi dan internet gratis kepada masyarakat melalui program pelatihan. (3) memberikan pelayanan fasilitas gratis kepada masyarakat melalui program pemberian fasilitas gratis berupa komputer dan akses wifi. (4) menguatkan jaringan dengan pihak lain yang diwujudkan melalui kerjasama dengan beberapa dinas lain di Surabaya. (5) menghadirkan instruktur yang berkualitas dan berkompeten dengan cara melakukan penyegaran dan peningkatan kemampuan instruktur. Kata Kunci: Strategi, Broadband Learning Center Surabaya, Digital CitizenshipABSTRACTThe purpose of this research is to describe the strategy of the Broadband Learning Center Surabaya in developing digital citizenship forsociety of Surabaya. The strategy of the development of digital citizenship referred to in this research include the implementation of the four elements of digital citizenship, namely digital access, digital literacy, digital ethics, and trade digital Broadband strategies into the Learning Center Surabaya are realized through the work programme. This research used the qualitative approach with the case studies design. The theory used in this research is the theory of the implementation strategies of Fred. R. David, and Digital Intelligence from DQ Institute Singapore. The research results obtained are Broadband Strategy Learning Center Surabaya, among others: (1) to introduce Broadband Learning Center Surabaya to the society through the program socialization. (2) provide free internet and technology learning to society through training programs. (3) provide free amenities to the society through a program of granting facilities gartis form computer and wifi access. (4) strengthen networks with other parties which was realized through cooperation with several other service in Surabaya. (5) presenting qualified and competent instructors with how to do a refresher and upgrade instructor. Keywords: Strategy, Surabaya Broadband Learning Center, Digital Citizenship
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Sistem Full Day School di SMP Negeri 3 Blitar RETNO ANIH LATUL KHUSNA; TOTOK SUYANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter di SMP Negeri 3 Blitar dan mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter melalui sistem full day school di SMP Negeri 3 Blitar. Dalam penelitian ini menggunakan teori belajar sosal Albert Bandura dan teori behaviorisme Skinner. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan penelitian dilakukan dengan cara purposive sampling. Dalam penelitian ini terdapat tiga informan penelitian, yaitu kepala sekolah SMP Negeri 3 Blitar, guru wali kelas VIII SMP Negeri 3 Blitar, dan siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Blitar. Teknik untuk pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk pengecekan keabsahan data menggunakan teknik-teknik meliputi validitas internal, validitas eksternal, realibilitas, dan objektivitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Bentuk usaha sekolah dalam implementasi pendidikan karakter melalui sistem full day school yaitu melalui kegiatan ayo ngaji dan pendalaman keagamaan, ayo maca, ayo resik-resik, ayo basa, dan ayo kerja, Selain melalui kegiatan-kegiatan dalam program sistem full day school. Penanaman nilai-nilai karakter di SMP Negeri 3 Blitar juga menggunakan keteladanan atau memberikan contoh, teguran, kegiatan rutin, dan memasang poster-poster mengenai nilai-nilai karakter. (2) Nilai-nilai karakter yang diperoleh dari implementasi pendidikan karakter melalui sistem full day school di SMP Negeri 3 Blitar yaitu, nilai religi, nilai gemar membaca, nilai peduli lingkungan, nilai disiplin, dan nilai nasionalis. Kata Kunci: Sistem full day school, pendidikan karakter, nilai-nilai karakter ABSTRACT This study aims to describe the values ​​developed in character education in SMP Negeri 3 Blitar and describe the implementation of character education through a full day school system at SMP Negeri 3 Blitar. In this study using Albert Banduras sosal learning theory and Skinners behaviorism theory. The method in this study uses a qualitative approach with descriptive methods. Determination of research informants was done by purposive sampling. In this study there were three research informants, namely the principal of Blitar 3 Public Middle School, the VIII grade guardian teacher of Blitar 3 State Junior High School, and eighth grade students of Blitar Middle School 3.Techniques for collecting data using interview techniques, observation techniques, and documentation techniques. Data analysis was carried out by means of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Whereas for checking the validity of the data using techniques including internal validity, external validity, reliability, and objectivity.The results of this study indicate that, (1) The form of school business in the implementation of character education through the full day school system is through the activities of koran and as ayo ngaji program, ayo basa, ayo maca, ayo resik-resik, and ayo kerjo program, in addition to through activities in a full day school system program. Planting character values in SMP Blitar 3 also uses exemplary or exemplary examples, reprimands, routine activities, and installing posters about character values. (2) Character values obtained from the implementation of character education through a full day school system in Blitar State Junior High School 3 namely, religious values, value in reading, environmental care, discipline, and nationalist values. Keywords: Full day school system, character building, character values
Partisipasi Komunitas Natha Aruna dalam Mencegah Perilaku Antisosial Anak Jalanan di Surabaya DIAN AYU NAOMI BESTARI; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi komunitas Natha Aruna dalam mencegah perilaku antisosial anak jalanan di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif naratif. Subjek penelitian ini adalah ketua komunitas Natha Aruna, ketua devisi humas komunitas Natha Aruna, ketua devisi pendidikan komunitas Natha Aruna, serta anak jalanan yang tergabung di komunitas Natha Aruna. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian ini adalah keterlibatan dan kendala komunitas Natha Aruna dalam mencegah perilaku antisosial anak jalanan di Surabaya. Hasil penelitian partisipasi komunitas Natha Aruna dalam mencegah perilaku antisosial anak jalanan di Surabaya ini dikaji dengan menggunakan teori partisipasi masyarakat menurut Cohen dan Uphoff. Partisipasi komunitas Natha Aruna dalam mencegah perilaku antisosial anak jalanan di Surabaya meliputi, partisipasi dalam pengambilan keputusan, partisipasi dalam pelaksanaan, partisipasi dalam pengambilan pemanfaatan, dan partisipasi dalam evaluasi dapat mencegah perilaku antisosial anak jalanan di surabaya.Kata Kunci: Partisipasi, Perilaku Antisosial, Anak Jalanan. Abstract This study aims to describe the Natha Aruna community participation in preventing antisocial behavior of street children in Surabaya. This study uses qualitative research methods with narrative descriptive types of research. The subjects of this study were the community leader Natha Aruna community, the head of the public relations division of Natha Aruna community, the head of the education division Natha Aruna community, and street children who were members of the Natha Aruna community. Data collection techniques use participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis techniques are carried out in three are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The focus of this research is the involvement and constraints of the Natha Aruna community in preventing antisocial behavior of street children in Surabaya. The results of research on Natha Aruna community participation in preventing antisocial behavior of street children in Surabaya were studied using the theory of community participation according to Cohen and Uphoff. Natha Arunas community participation in preventing antisocial behavior of street children in Surabaya includes participation in decision making, participation in implementation, participation in utilization, and participation in evaluations can prevent antisocial behavior of street children in Surabaya. Keywords: Participation, Antisocial Behavior, Street Children.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN DESA BERPRESTASI DI DESA SINGKIL, KECAMATAN BALONG, KABUPATEN PONOROGO FIRDA PUJI RAHAYU; MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan keterlibatan masyarakat Desa Singkil dalam mewujudkan desa berprestasi melalui lomba desa. Lomba desa yang merupakan kegiatan pemerintah daerah otonom untuk evaluasi pemerintah dibawahnya yang mengacu pada Permendagri Nomor 81 tahun 2015. Desa Singkil adalah desa yang tidak mempunyai keanekaragaman wisata namun, bisa berhasil menjadi juara 1 lomba desa tingkat provinsi Jawa Timur. Teori yang digunakan yaitu teori kontrak sosial dan tindakan sosial. Penelitian ini juga kaji dalam bentuk-bentuk keterlibatan dalam pemerintah dan kehidupan bermasyarakat dilakukan dengan menggunakan empat tahap yaitu pembuatan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data penelitian ini diperoleh dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam semiterstruktur, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang yakni Kepala Desa Arifien Mujahidin, pejabat desa Untung Prayitno, dan masyarakat Diyanto dan Nanang Suprayitno. Analisis data menggunakan model Milles dan Huberman terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keterlibatan masyarakat terjadi dalam tiga bentuk yaitu dana, tenaga dan pemikiran. Masyarakat terlibat dalam proses lomba desa dari awal persiapan pada tahun 2016. Keterlibatan masyarakat yaitu ikut musyawarah, menyumbangkan ide, melakukan pembangunan sarana prasarana desa, melanjutkan program desa melalui usaha rumah, mengikuti pelaporan pertanggungjawaban. Masyarakat Desa Singkil juga mempunyai kepedulian pada lingkungan dengan bergotong royong. Upaya pemerintah dalam mewujudkan desa berprestasi memberikan arahan pada masyarakat. Kata Kunci: Partisipasi, Desa Berprestasi Dalam Lomba Desa. Abstract This research aim to describe involvement of the community in realizing high achieving village through the race village. The race village is an autonomous local government activities for the evaluation of Government below. The evaluation was conducted on the planning and organizing. The race village has basic refers to Number 81 year 2015 Permendagri. Singkil village is a village that has no diversity of tours, however, could successfully won the race village level 1 East Java province. The theory used is the theory of social contracts and social actions. This research also reviews of involvement in Government and social life is conducted using the 4 stages namely decision-making, implementation, outcomes and evaluation of utilization. This research used the qualitative approach with this type of case study research. This research data obtained by the technique of collecting data observation, semitersructural indepth interviews, and documentation. The informants in this study were four people, namely the village head Arifien Mujahidin, village officials Untung Prayitno, and the people of Diyanto and Nanang Suprayitno. Data analysis using Milles and Huberman models consisted of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the result of the study it can be concluded that community involvement occurs in three forms, namely funding, energy and thought. The community was involved in the village competition process from the beginning of preparation in 2016. Community involvement included participating in deliberations, contributing ideas, building village infrastructure, continuing village programs through home business, following accountability reporting. Singkil village community also cares for the environment by working together. Government efforts in realizing achievement villages provide direction to the community. Keywords: Participation, The Village of Overachievers in the race village.
PENANAMAN NASIONALISME PADA PASUKAN PENGIBAR BENDERA PUSAKA (PASKIBRAKA) KABUPATEN NGAWI TAHUN 2018 LUTFI AFIFAH; AGUS SATMOKO ADI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara penanaman nasionalisme pada Paskibraka Kabupaten Ngawi Tahun 2018, wujud dari penanaman nasionalisme pada Paskibraka Kabupaten Ngawi Tahun82018, dan faktor pendukung dan faktorhpenghambat dalam penanaman Nasionalisme pada Paskibraka Kabupaten Ngawi Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan teori belajar sosial kognitif yang dikemukan oleh Albert Bandura. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi wawancara, dan dokumentasi. Penganalisisan datahmenggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kemudian pengujian data menggunakan teknik triangulasi teknik dan sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penanaman nasionalisme pada Paskibraka Kabupaten Ngawi Tahun 2018 dilakukan melalui dua kegiatan utama yaitu latihan5fisik dan6pembinaan mental dan0nasionalisme tertanam dengan baik pada diri anggota Paskibraka yang diwujudkan dalam beberapa sikap yaitu rela berkorban,9cinta tanah air, berani, jujur, bekerja keras7dan disiplin serta persatuan dan kesatuan. Faktor pendukung dalam penanaman nasionalisme pada Paskibraka meliputi adanya dukungan secara penuh dari instansi pemerintah daerah dan pihak-pihak yang terkait, materi personil yang baik serta pembinaan lanjutan yang dilakukan sesuadah Paskibraka menyelesaikan tugasnya. Sedangkan faktor penghambat meliputi kondisi mental dan fisik anggota Paskibraka yang kurang stabil selama latihan, lokasi yang jauh, dan masih kurangnya kerja sama dari sekolah dalam memberikan ijin latihan bagi anggota Paskibraka. Kata Kunci: Nasionalisme, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Kabupaten Ngawi. Abstract The purpose of this study is to describe how to build nationalism to Flag Hosting Troop in Indonesian as Paskibraka Ngawi 2018, the result of nationalism building to Paskibraka Ngawi 2018, and the supporting factors and obstacles in building nationalism to Flag Hosting Troop in Indonesian as Paskibraka Ngawi 2018. This study use the social cognitive theory by Albert Bandura.This research includes qualitative with description methods. Data collection techniques are carried out by interview and documentation methods. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation, and data verification. To the test validity of the data using technical triangulation and source triangulation. The result of the study show that building nationalism to Flag Hosting Troop in Indonesian as Paskibraka Ngawi 2018 was carried out through two main activities, which were physical training and mental coaching, nationalism had been rooted weel in Flag Hosting Troop in Indonesian as Paskibraka Ngawi 2018 members that showed by their attitudes during at the activity were is among others willing to sacrifice, love in nation, brave, honest, hardworking, discipline, and unity. Supporting factors in nationalism building to Flag Hosting Troop in Indonesian as Paskibraka were is a full support from local government agencies, amd related parties, good personnel materials, and continual coaching after Flag Hosting Troop in Indonesian as Paskibraka Ngawi 2018 finished their duty. However, the obstacles found were unstable mental and physical condition of Paskibraka members, a far location, and lack of corporation from school in excusing Flag Hosting Troop in Indonesian as Paskibraka Ngawi 2018 members for training. Keywords: Nationalism, Flag Hoisting Troop (Paskibraka), Ngawi.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue