cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
Peran Pengurus Ekstrakurikuler Sie Kerohanian Islam Dalam Mengembangkan Moral Anggota Di SMAN 1 Kertosono DIMAS ANSHORI; MUHAMMAD TURHAN YANI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran pengurus ekstrakurikuler Sie Kerohanian Islam dalam mengembangkan moral anggota di SMAN 1 Kertosono. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SMAN 1 Kertosono yang terletak di Jl Panglima Sudirman No 10 Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Informan dalam penelitian ini adalah Pembina SKI, Ketua SKI, dan juga anggota yang berperan aktif dalam kegiatan SKI. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi partisipan dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah peran pengurus ekstrakurikuler SKI dalam mengembangkan moral anggotanya adalah melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan harian, kegiatan mingguan dimana kegiatan-kegiatan tersebut merupakan kegiatan-kegiatan yang diprogramkan untuk lebih memperdalam ilmu agama khususnya agama islam yang nantinya akan membentuk moral anggota SKI. Kata Kunci: Peran, Ekstrakurikuler SKI, Perkembangan Moral. Abstract The purpose of this study was to describe the role of Division extracurricular board of Islamic Spirituality in developing member morale in SMAN 1 Kertosono. The method used in this research is qualitative descriptive. The location of the study was conducted at SMAN 1 Kertosono located in Jl Panglima Sudirman Number 10 Kertosono, Nganjuk, East Java. The informants in this study were SKI coaches, SKI Chairmen, and also members who played an active role in SKI activities. Data collection uses interviews, participant observation and documentation. Data analysis techniques are carried out in three stages, namely data reduction, data presentation and conclusions. The results of this study are the role of SKI extracurricular administrators in developing the morale of their members through various activities such as daily activities, weekly activities where these activities are programs that are programmed to further deepen the science of religion, especially Islam, which will shape the morale of SKI members. Keywords: Role, SKI Extracurricular, Moral Development.
Strategi Kepala Desa Dalam Memberdayakan Masyarakat Tunagrahita Untuk Membangun Good Citizenship Di Kampung Idiot Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo SITI RULIANININGSIH; TOTOK SUYANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

ABSTRAKPemimpin merupakan seseorang yang memiliki kecakapan sesuai bidangnya yang dapat mempengaruhi bawahannya untuk melakukan suatu kegiatan tertentu agar mencapai tujuan bersama. Pemimpin dibutuhkan tidak hanya di negara saja, tetapi dilingkup kecil seperti desa juga dibutuhkan seorang pemimpin yang biasanya disebut kepala desa. Mengenai pemimpin desa tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pasal 1 ayat (2) dijelaskan, bahwa pemerintahan desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kepala desa yang sebagai pemimpin desa mempunyai peranan yang sangat besar untuk kemajuan dan kesejahteraan desa. Penelitian ini berada di Desa Karangpatihan, yang sebagian masyarakatnya terdapat penyandang tunagrahita dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, Kepala Desa Karangpatihan bertanggungjawab untuk memberdayakan masyarakat tunagrahita agar menjadi warga negara yang baik. Pada penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan strategi yang dilakukan oleh kepala desa dalam memberdayakan masyarakat tunagrahita untuk membangun good citizenship di kampung idiot Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, (2) mendeskripsikan kendala yang dialami dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat tunagrahita untuk membangun good citizenship di kampung idiot Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, (3) mendeskripsikan faktor penguat yang menjadi pendorong pemberdayaan untuk masyarakat tunagrahita di kampung idiot Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori good citizenship. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala desa dalam memberdayakan masyarakat tunagrahita untuk membangun good citizenship dengan melalui pemenuhan hak layak hidup sejahtera, pemenuhan hak berpolitik, pemenuhan hak bermasyarakat dan menjaga lingkungan. Kendala yang dialami dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat tunagrahita untuk membangun good citizenship adalah komunikasi dari penyandang tunagrahita sulit untuk diajak bicara, jarak rumah penyandang tunagrahita ke tempat pelatihan jauh, dan faktor non-teknis saat pemilu penyandang tunagrahita banyak yang lupa dan bingung saat memilih. Faktor penguat yang menjadi pendorong pemberdayaan untuk masyarakat tunagrahita yaitu keinginan agar penyandang tunagrahita bisa tumbuh lebih maju, orang-orang tunagrahita bisa hidup mandiri, menghapus stigma kampung idiot, dan haknya penyandang tunagrahita bisa terpenuhi. Kata Kunci : Strategi Kepala Desa, Pemberdayaan Tunagrahita,Good Citizenship ABSTRACT A leader is someone who has the appropriate skills of his own that could affect his subordinates to perform certain activities in order to achieve a common goal. It takes a leader not only in the country but in the region as in the village also needed a leader who usually referred to the village chief. About village leaders listed in legislation Number 6 of the year 2014 about village, article 1 paragraph 2, that the Government is conducting the Affairs of the village government and the interests of the local community in the countrys system of Government The Unity Of The Republic Of Indonesia. The head of the village, as the village has a very big role for the progress and welfare of the village. This research is in the village of Karangpatihan, some of the people there are disabilities mental retardation with circumstances that very concern. Therefore, the village chief Karangpatihan responsibility to empower community mental retardation in order to become good citizens. This research aims to (1) describe the strategies undertaken by the village chief in empowering the community mental retardation to build good citizenship in the village idiot, the village of Karangpatihan, district of Balong, Ponorogo regency, (2) describe the constraints being experienced in the implementation of community empowerment mental retardation to build good citizenship in the village idiot, the village of Karangpatihan, district of Balong, Ponorogo regency, (3) describe the factors driving the amplifier be empowering for the community mental retardation in the village idiot, the village of Karangpatihan, district of Balong, Ponorogo regency. The theory used in this research is the theory of good citizenship. This research method using qualitative descriptive approach. Data were collected using passive participation by observation, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. As for the validity of data using triangulation of sources. The results showed that the village chief strategy in empowering the community mental retardation to build good citizenship through the fulfillment of rights worth living prosperous, fulfilling the political rights, the fulfilment of the rights of society and maintaining compliance the environment. The constraints being experienced in the implementation of community empowerment mental retardation to build good citizenship is the communication of people with mental retardation is difficult to talk, disabilities mental retardation home distance to venue far, and non-technical factors when elections persons with mental retardation many who forgot and confused while choosing. Factors driving the amplifier be empowering for the community mental retardation that is desire so that persons with mental retardation could grow more advanced, those mental retardation could live independently, to remove the stigma of hometown idiot, and the right people with mental retardation can be fulfilled. Keywords : Village chief strategy, Empowerment of mental retardation, Good citizenship
Analisis Perilaku Remaja di Pusat Perbelanjaan Modern Surabaya Town Square KHALIMATUS SADIYAH; SARMINI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perilaku remaja yang melakukan kegiatan nongkrong di pusat perbelanjaan modern Surabaya Town Square serta mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi remaja melakukan kegiatan nongkrong di kafe pada pusat perbelanjaan modern Surabaya Town Square. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan observasi partisipan dan wawancara mendalam. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis data Miles dan Hubermen yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pemilihan informan didasarkan pada kriteria yang telah ditentukan yaitu remaja berusia lima belas tahun sampai delapan belas tahun serta mengunjungi kafe di Surabaya Town Square minimal tiga kali dalam sebulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola perilaku remaja yang melakukan kegiatan nongkrong di kafe pada pusat perbelanjaan modern Surabaya Town Square cenderung konsisten dan konsumtif. Pola perilaku yang cenderung konsisten dan konsumtif terdiri atas tingkat kuantitas kunjungan, jaringan pertemanan, pola pencitraan diri. Berdasarkan kuantitas kunjungan, para remaja selalu melakukan kegiatan nongkrong di kafe lebih dari tiga kali dalam jangka waktu sebulan baik pada weekdays maupun weekend. Berdasarkan jaringan pertemanan, para remaja melakukan kegiatan nongkrong bersama dengan teman dekat baik dengan pacar maupun dengan sahabat. Berdasarkan pola pola pencitraan diri maka remaja cenderung mengunjungi kafe yang terkenal di kalangan remaja. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi remaja dalam melakukan kegiatan nongkrong. Faktor-faktor tersebut terdiri atas faktor kebutuhan, faktor ekonomi, faktor sosial dan faktor budaya. Kata Kunci: Kafe, nongkrong, remaja ABSTRACTThis study aim to determine the pattern of behavior of adolescent who conduct activities hanging out in the modern shopping center of Surabaya Town Square and uncovering the factor that influence adolescents to hang out at cafes in the modern shopping center of Surabaya Town square. The data in this study were collected using participant observation and in-depth interviews. The data analysis used in this study is the Miles and Huberman data analysis model which consist of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The selection of informants is based on predetermined criteria, namely fifteen-years-old to eighteen-years-olds and visiting cafes in Surabaya Town Square at least three times a month. The result showed that the pattern of behavior of adolescents who engage in hanging out at cafes in the modern shopping center of Surabaya Town Square tended to be consistent and comsumptive. Behavioral pattern that tend to be consistent and consumoptive consist of level of visit quantity, friendship network and self image pattern. Based on the quantity of visits, teenagers always do café hangout more than three times in a month both on weekdays and weekends. Based on a network of friends, teenagers carry out hanging out activities with close friends both with their boyfriends and friends. Based on the pattern of self –image pattern, teenagers tend to visit cafes that are well-known among teenagers. There are several factors that influences adolescent to engage in hanging out activities consisting of need factors, economic factors, social factors and cultural factors. Keywords: café, hang out, teenagers.
PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PATROLI KEAMANAN SEKOLAH (PKS) DALAM PEMBENTUKAN SIKAP DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB ANGGOTANYA DI SMPN 2 BANGIL AYU NAJIBATUL INSIYAH; HARMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran kegiatan ekstrakurikuler Patroli Keamanan Sekolah dalam pembentukan sikap disiplin dan tanggung jawab anggota di SMPN 2 Bangil dan kendala yang dialami ekstrakurikuler Patroli Keamanan Sekolah dalam pembentukan sikap disiplin dan tanggung jawab. Landasan teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Teori Belajar Sosial dari Albert Bandura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembentukan sikap disiplin anggota melalui penegakan tata tertib Pelatihan Baris Berbaris yang berlaku baik saat latihan maupun yang berlaku di sekolah sedangkan dalam pembentukan sikap tanggung jawab anggota melalui piket. Piket dilakukan di jalan sekitar sekolah dengan menertibkan arus lalu lintas dan menyeberangkan siswa SMPN 2 Bangil yang hendak memasuki sekolah, piket juga dilakukan di parkiran sekolah dengan merapikan dan memeriksa sepeda-sepeda yang berantakan dan tidak dikunci. Kendala yang dialami oleh Patroli Keamanan Sekolah dalam pembentukan sikap disiplin dan tanggung jawab anggota yaitu masih banyaknya anggota yang melanggar tata tertib baik saat latihan maupun saat berada di sekolah dan tidak melaksanakan tugasnya baik tugas dari PKS maupun tugas yang diberikan oleh sekolah.Kata Kunci: Peran, Disiplin, Tanggung Jawab, Patroli Keamanan Sekolah
PERBANDINGAN SIKAP TOLERANSI BERAGAMA ANTARA PESERTA DIDIK DI BOARDING SCHOOL DAN NON BOARDING SCHOOL DI SMP LUQMAN AL HAKIM SURABAYA DAN SMPN 21 SURABAYA MOH. ZAINAL ARIFIN; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sikap toleransi beragama antara peserta didik di boarding school dan non boarding school. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparasi yang dilakukan di SMP Luqman Al Hakim Surabaya dan SMPN 21 Surabaya. Sampel penelitian berjumlah 287 peserta didik, terdiri dari 50 peserta didik dari SMP Luqman Al Hakim dan 237 peserta didik dari 237 peserta didik SMPN 21 Surabaya. Pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Untuk mengetahui perbandingan sikap toleransi beragama menggunakan rumus independent sample T-test dengan bantuan aplikasi SPSS versi 24. Hasil penelitian diperoleh nilai independent sample T-test sebesar 0,586, berdasarkan asumsi hipotesis apabila nilai independent sample T-test > 0,05 maka Ho diterima, sehingga tidak ada perbedaan yang signifikan sikap toleransi beragama peserta didik di boarding school dan non boarding school. Alasan tidak ada perbedaan sikap toleransi beragama adalah antara SMP Luqman Al Hakim dan SMPN 21 Surabaya saling memberikan penguatan. Penguatan yang di berikan SMP Luqman Al Hakim melalui pembiasaan, program pembelajaran dan keteladanan, sedangkan penguatan yang diberikan SMPN 21 Surabaya melalui interaksi antara peserta didik yang berbeda agama kegiatan doa bersama. Penguatan yang diberikan antara SMP Luqman Al Hakim dan SMPN 21 Surabaya memberikan pengaruh terhadap sikap toleransi beragama. Kata Kunci : Sikap toleransi beragama, boarding school, non boarding school
KELOMPOK MASYARAKAT PENGAWAS (POKMASWAS): KESADARAN EKOLOGI MASYARAKAT DESA LABUHAN KECAMATAN BRONDONG KABUPATEN LAMONGAN DALAM MENJAGA EKOSISTEM PANTAI KUTANG SITI MAULIDAH; HARMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesadaran ekologi masyarakat desa Labuhan dalam menjaga ekosistem pantai Kutang. Kesadaran ekologi yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi because motive dan in order to motive dari serangkaian kegiatan yang diadakan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosial fenomenologi yang dikembangkan Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian fenomenologi. Penentuan informan dalam penelitian dilakukan secara purpusive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah 5 informan dengan kriteria masyarakat desa Labuhan yang terlibat secara aktif dalam kegiatan-kegiatan POKMASWAS. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) because motive masyarakat desa Labuhan melakukan pelestarian dan pengawasan ekosistem pantai Kutang adalah alam akan ramah kalau manusia juga ramah, serta kualitas hidup yang bergantung pada lingkungan hidup itu sendiri. (2) in order to motive masyarakat desa Labuhan setelah melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka menjaga ekosistem pantai Kutang adalah menciptakan lingkungan yang nyaman, mengembangkan ekonomi kerakyatan masyarakat serta membuat masa depan terjamin untuk generasi muda. Kegiatan-kegiatan yang telah diadakan POKMASWAS dan diikuti oleh masyarakat desa Labuhan dapat menggambarkan masyarakat sadar akan pentingnya menjaga lingkungan tempat tinggal dalam hal ini adalah lingkungan pantai Kutang. Kata Kunci: Kesadaran Ekologi, Ekosistem Pantai, Pantai Kutang.
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter di SMP Negeri 5 Sidoarjo DIDIK ADE IRAWAN; HARMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi PPK di SMPN 5 Sidoarjo. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah salah satu program kerja Nawacita dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Penguatan karakter bangsa dianggap perlu dilakukan untuk mempersiapkan generasi emas tahun 2045. Sebelum ada program PPK, pendidikan karakter sebenarnya telah diimplementasikan dalam kegiatan sekolah. Jadi, perlu ada penguatan yang diberikan oleh sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi partisipan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada penguatan pendidikan karakter di SMPN 5 Sidoarjo. Penguatan terletak pada adanya jadwal pembinaan sebagai upaya penguatan program pembinaan oleh guru BK sebagai upaya preventif peserta didik. Penguatan cinta lingkungan dengan adanya program zero waste sebagai bentuk penguatan dari program Jum’at Bersih. Penguatan kedisiplinan dengan pembaruan peraturan sekolah yaitu masuk sekolah jam 6.20 WIB sebagai bentuk penguatan program religius shalat dhuha serta kedisiplinan pada model rambut taruna bagi laki-laki. Penguatan pada pembelajaran yaitu PPK berintegrasi dengan pembelajaran dan tidak harus menggunakan pendekatan 5M dalam proses pembelajaran. Penguatan pada pramuka yaitu adanya materi PPK mengenai nasionalisme yang dilaksanakan saat persami dan wajib pramuka bagi seluruh peserta didik. Kata Kunci: Penguatan Pendidikan Karakter, Implementasi
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGAWASAN APBDES MELALUI APLIKASI SISTEM INFORMASI DESA (SID) BERBASIS WEBSITE DI DESA PULOSARI KECAMATAN BARENG KABUPATEN JOMBANG OVIE ANDARISTA; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam mengontrol APBDes dan untuk mengindentifikasi faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap APBDes melalui aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) berbasis website. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Alasan memilih pendekatan kualitatif karena untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pengawasan ABPDes melalui aplikasi SID dan kendala yang dihadapi masyarakat dalam melakukan pengawasan tersebut. Subjek dalam penelitian ini ada 6 (enam). Data yang dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data tersebut diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik dengan mengecek data ke sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Kemudian data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang sudah dilakukan mengenai partisipasi masyarakat desa Pulosari terkait pengawasan terhadap APBDes melalui aplikasi SID ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat masih rendah karena masyarakat cenderung bersikap menunggu dan tidak ada tindakan preventif untuk melakukan fungsi kontrol terhadap APBDes. Yang melakukan pengawasan ini adalah masyarakat yang menguasai internet. Kendala yang dihadapi masyarakat dalam melalukan pengawasan terhadap APBDes melalui aplikasi SID ini adalah jaringan internet yang masih terbatas dan anggapan masyarakat bahwa pemerintah desa sudah transparan, sehingga tidak perlu adanya pengawasan yang ketat. Kata kunci: Partisipasi masyarakat, Sistem Informasi Desa (SID), Pengawasan
PEMBENTUKAN SIKAP NASIONALISME SEBAGAI UPAYA MENANGKAL PAHAM RADIKAL PADA ANGGOTA PKPT IPNU-IPPNU UNESA DURROTUL WARDAH ULFIYYAH; AGUS SATMOKO ADI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran yang dilakukan oleh pengurus PKPT IPNU-IPPNU Unesa dalam membentuk sikap Nasionalisme pada para anggota sebagai bentuk upaya menangkal paham radikal. Landasan teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Teori Peran dari Biddle dan Thomas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yang dilakukan oleh pengurus PKPT IPNU-IPPNU Unesa yakni dapat dilihat dan diperhatikan dari pengabdiannya kepada agama, bangsa dan negara melalui berbagai fungsi, di antaranya: konsolidasi, pengembangan, monitoring organisasi dan pengoptimalan yang diwujudkan dengan cara: (1) Sosialisasi pada anggota baru mengenai pemahaman Nasionalisme, (2) Budaya menyanyikan lagu wajib di setiap pra acara dalam kegiatan, di antaranya lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, Mars IPNU dan IPPNU, (3) Kegiatan-kegiatan yang dirancang oleh segenap pengurus PKPT IPNU-IPPNU Unesa. Kegiatan yang dilakukan meliputi: KARUNIA (Kajian Rutin Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah) dilakukan dua kali dalam seminggu, MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) dilakukan sekali dalam satu kepengurusan, LAKMUD (Latihan Kader Muda) dilakukan satu kali dalam satu kepengurusan, (4) Seminar kebangsaan yang dilakukan sekali dalam setahun. Kata Kunci: Peran, Sikap Nasionalisme, Paham Radikal, IPNU-IPPNU
Pengelolaan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di SMP Negeri 2 Dlanggu Kabupaten Mojokerto FARUQ ANSHARI; HARMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang perencanaan, pelaksanaan, dan pengukuran hasil program Penguatan Pendidikan Karakter pada ekstrakurikuler tilawah dan kelas pembimbingan olimpiade IPS di SMPN 2 Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan landasan teori yaitu model CIPP dan analisis SWOT. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bentuk perencanaan ekstrakurikuler tilawah berupa materi pembelajaran, jurnal, dan ayat Al-Qur’an yang disiapkan secara khusus untuk bahan pembelajaran tilawah, sedangkan pada pembimbingan olimpiade IPS berupa kisi-kisi, RPP, materi pembelajaran, dan soal latihan untuk peserta didik. Dalam pelaksanaan ekstrakurikuler tilawah, guru tilawah menerapkan dua metode pembelajaran yaitu metode klasikal dan metode privat. Pada pembimbingan olimpiade IPS, guru membahas soal bersama dengan peserta didik secara mendalam dan mencari solusi pada soal yang dianggap sulit. Pengukuran ekstrakurikuler tilawah yaitu ujian atau tes kemampuan membaca pada ujian semester dan akhir kegiatan, sedangkan pada pembimbingan olimpiade IPS yaitu guru memberikan tanya jawab ketika proses pembimbingan serta memberikan soal latihan disertai dengan penilaian ketika akan mengikuti olimpiade IPS. Dari pembahasan mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan pengukuran ini, peneliti memperoleh hasil akhir bahwa untuk ekstrakurikuler tilawah telah menghasilkan peserta didik yang berani tampil membaca tilawatil Qur’an ketika diundang pada acara walimatul khitan. Sedangkan hasil pada pembimbingan olimpiade IPS ini adalah peserta didik dapat memperoleh wawasan dan ilmu pengetahuan tambahan mengenai materi yang belum pernah diajarkan di kelas ketika mengikuti pembimbingan olimpiade IPS. Kata Kunci: Pengelolaan, Penguatan Pendidikan Karakter

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue